of 76 /76
SKRIPSI PENGARUH PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI PERSAMAAN GARIS LURUS KELAS VIII MTS. MU’ALLIMAT NW KELAYU TAHUN PEMBELAJARAN 2010/2011 MUH. ROSYADI NPM : 06211096 Skripsi ini ditulis untuk memenuhi sebagian persyaratan dalam mendapatkan gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Matematika PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA JURUSAN PENDIDIKAN MIPA SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN (STKIP) HAMZANWADI SELONG 2011

Pengaruh Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD

Embed Size (px)

Text of Pengaruh Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD

SKRIPSI PENGARUH PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI PERSAMAAN GARIS LURUSKELAS VIII MTS. MUALLIMAT NW KELAYUTAHUN PEMBELAJARAN 2010/2011 MUH. ROSYADI NPM : 06211096 Skripsi ini ditulis untuk memenuhi sebagian persyaratandalam mendapatkan gelar Sarjana PendidikanProgram Studi Pendidikan Matematika PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKAJURUSAN PENDIDIKAN MIPA SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN (STKIP) HAMZANWADI SELONG 2011 ii LEMBAR PERSETUJUAN PENGARUH PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI PERSAMAAN GARIS LURUSKELAS VIII MTS. MUALLIMAT NW KELAYUTAHUN PEMBELAJARAN 2010/2011 MUH. ROSYADI NPM : 06211096 Skripsi ini ditulis untuk memenuhi sebagian persyaratandalam mendapatkan gelar Sarjana PendidikanProgram Studi Pendidikan Matematika Menyetujui : Pembimbing I Pembimbing II ABDULLAH, M.SiLL. SAPRIHADI, M.Pd NIS : 330 30 11 135NIS : 330 30 11 115 Mengetahui Ketua Program Studi Pendidikan Matematika MUH. HALQI, M.Pd NIS : 330 30 11 225 iii LEMBAR PENGESAHAN PENGARUH PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI PERSAMAAN GARIS LURUSKELAS VIII MTS. MUALLIMAT NW KELAYUTAHUN PEMBELAJARAN 2010/2011 MUH. ROSYADI NPM : 06211096 Dipertahankan di depan Dewan Penguji Skripsi STKIP HAMZANWADI Selong Pada Tanggal : 23 Februari 2011 DEWAN PENGUJI (MUH. HALQI, M.Pd) (Ketua Penguji) ABDULLAH, M.Si (Anggota) LL. SAPRIHADI, M. Pd (Anggota).. Pancor, 23 Februari 2011 Ketua STKIP HAMZANWADI Selong Drs. H. MUH. SURUJI NIS : 330 30 21 012 iv Pernyataan Keaslian Yang bertanda tangan di bawah ini: Nama: MUH. ROSYADI NPM : 06211096 Program Studi : Pendidikan Matematika Jurusan: MIPA Perguruan Tinggi: STKIP Hamzanwadi Selong Denganinisayamenyatakanbahwaskripsiinimerupakanhasilkaryasayasendiri dan belum pernah diajukan untuk memperolehgelar kesarjanaan di suatuperguruan tinggidansepanjangpengetahuaansayadalamskripsiinitidakterdapatkaryaatau pendapatyangpernahditulisatauditerbitkanolehoranglainkecualipadabagian-bagian yang dirujuk sumbernya dalam daptar pustaka. Selong, Maret2011 Yang membuat pernyataan MUH. ROSYADINPM. 06211096 v MOTTO : Katakanlah : Sekiranya lautan menjadi tinta untuk menulis kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis ditulis kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu. (QS : Al-Kahfi,109) Rendah hatilah! Engkau Seperti Bintang, dia berada tinggi di langit. Tetapi di permukaan air dia tampak rendah.(Imam Syafii) Teguh Pendirian adalah Pangkal Keberhasilan Rebutlah saat ini.Apapun yang bisa anda lakukan atau anda impikan Mulailah!!! vi PERSEMBAHAN: Skripsi ini aku persembahkan untuk: KeduaOrangTuakuyangselaluadadalamsetiaplangkah hidupku.Adikdankakak-kakakkutercintadansemuakeluarga(terima kasih atas doa dan bantuannya) Insan terkasih yang selalu hadir dan menemaniku dalam suka dan duka, kau adalah lentera dalam hidupku. vii KATA PENGANTAR Bismillahi Wabihamdihi Assalamualikum Warahmatullahi Wabarakatuhu PujisyukurkehadiratAllohSWTatasnikmat,taufik,hidayahdaninayah-Nya sehingga peneliti dapat menyelesaikan skripsi ini dengan baik. SkripsiyangberjudulPengaruhPenerapanModelPembelajaranKooperatif Tipe STAD Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Materi Persamaan Garis Lurus Kelas VIIIMTs.MuallimatNWKelayuTahunPembelajaran2010/2011.Skripsiini disusun dalam rangka memenuhi sebagian persyaratan untuk mendapat gelar sarjana pendidikan pada program studi pendidikan matematika. Tersusunnya skripsi ini tidak terlepasdaribantuansertabimbingandariberbagaipihak.Olehkarenaitupada kesempatanini,penulismenyampaikanterimakasihyangsebesar-besarnyakepada yang terhormat : 1.BapakDrs.H.Muh.SurujiselakuKetuaSTKIPHamzanwadiSelongbeserta seluruh staf akademik 2.BapakMuh.Halqi,M.PdselakuKAPRODIMATEMATIKAbesertaseluruh staf pengajar 3.BapakAbdullah,M.SiselakupembimbingIdanBapakLaluSaprihadi,M.Pd selakupembimbingII,yangtelahbanyakmemberikansaran,arahan,dan bimbingan sehingga skripsi ini dapat terselesaikan 4.Kepala sekolah beserta guru dan staf di MTs. Muallimat NW Kelayu yang telah memberikan kesempatan dan dukungan dalam melakukan penelitian viii 5.Keluargaterutamakeduaorangtuakuatasdoa,jerihpayah,dankasih sayangnya, sehingga aku menjadi seperti sekarang ini, dan terima kasih pula atas semuaperhatiandanpengorbananyangtakterbatasmengenaicinta, perlindungan, pengajaran untuk memaknai hidup, serta yang tak terhingga untuk senyum, motivasi, dan harapannya. 6.Semua teman dan sahabatyang telah memotivasi peneliti baik secara moril dan material dalam usaha penyelesaian skripsi ini Akhirkatapenelitiberharapmudah-mudahanskripsiinidapatmemberikan manfaat kepada kita semua dan semoga Alloh SWT memberikan balasan yang sesuai dengan bantuan yang telah diberikan. Amin. Pancor,Maret 2011 Penulisix ABSTRAK Pengaruh Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Terhadap Hasil Belajar Siswa pada Materi Persamaan Garis Lurus Kelas VIII MTs. Muallimat NW Kelayu Tahun Pembelajaran 2010/2011 MUH. ROSYADI NPM : 06211096 TujuandaripenelitianiniadalahuntukmengetahuiPengaruhPembelajaran KooperatifTipeSTADTerhadapHasilBelajarSiswaPadaMataPelajaran Matematika Materi Persamaan Garis Lurus Kelas VIII MTs. Muallimat NW Kelayu TahunPembelajaran2010/2011sehingganantinyadiharapkandapatdigunakan sebagai bahan acuan ketika mengajar di sekolah oleh guru dan sebagai pedoman bagi peneliti lain untuk penelitian serupa yang lebih mendalam. Jenispenelitianyangdilakukanmerupakanpenelitiandeskriftif(deskriftife reseach)danmenggunakanmetodeeksperimenkarenaobjekpenelitandangejala yangditelitiditimbulkandengansengaja.Penelitianinimerupakanpenelitian populasi karena populasi penelitian ini sekaligus juga sebagai sampel penelitian yaitu semua siswa kelas VIII MTs. Muallimat NW Kelayu yang berjumlah 37 orang. Daridatayangsudahterkumpuldiperolehskorterendahdarihasiltesmateri persamaangarislurusadalah35danskortertinggiadalah95,sedangkanskor terendahdarihasilangketmengenaipersepsisiswaterhadappenerapanmodel pembelajaran kooperatif tipe STAD yang telah diberikan kepada siswa adalah 59 dan skortertingginyaadalah96.Sehinggadariperhitungandiperolehnilairata-rata (Mean)darihasiltesadalah69,73danstandardeviasinya(SD)adalah19,03, sedangkanrata-rata(Mean)darihasilangketadalah77,11danstandardeviasinya adalah 11,97. Dengan memperhatikan nilai rata-rata (mean) ideal dan Standar deviasi ideal maka dapat diketahui bahwa nilai hasil tes dan angket termasuk kategori tinggi. Sesuaidenganhasilanalisisdanpengujiandaridatayangterkumpulmenunjukkan bahwaterdapatpengaruhdaripenerapanmodelpembelajarankooperatiftipeSTAD terhadaphasilbelajarsiswapadamateripersamaangarisluruskelasVIIIMTs. Muallimat NW Kelayu Tahun Pembelajaran 2010/2011. x DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ......................................................................................i HALAMAN PERSETUJUAN ......................................................................ii HALAMAN PENGESAHAN ........................................................................ iii PERNYATAAN KEASLIAN ........................................................................ iv MOTTO ..........................................................................................................v HALAMAN PERSEMBAHAN .................................................................... vi KATA PENGANTAR ....................................................................................vii ABSTRAK ......................................................................................................ix DAFTAR ISI ................................................................................................... x DAFTAR LAMPIRAN ..................................................................................xi DAFTAR TABEL ..........................................................................................xii BAB I PENDAHULUAN ............................................................................... 1 A. Latar Belakang Masalah....................................................................... 1 B. Identifikasi Masalah .............................................................................. 3 C. Pembatasan Masalah ............................................................................. 4 D. Rumusan Masalah ................................................................................. 4 E. Tujuan Penelitian ................................................................................... 5 F. Manfaat Penelitian ................................................................................. 5 xi BAB II KAJIAN TEORI ............................................................................... 7 A. Analitis Teoritis ..................................................................................... 7 1. Pengertian Belajar dan Hasil Belajar ............................................... 7 2. Pembelajaran Kooperatif ..................................................................11 3. Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD ..............................................16 4. Persamaan Garis Lurus .....................................................................21 B. Penelitian Yang Relevan .......................................................................31 C. Kerangka Berfikir ..................................................................................33 D. Hipotesis Tindakan ................................................................................34 BAB III METODE PENELITIAN ...............................................................35 A. Tempat dan Waktu Penelitian ...............................................................34 B. Jenis Penelitian ......................................................................................34 C. Populasi Penelitia dan Sampel Penelitian .............................................34 D. Desain Penelitian ...................................................................................40 E. Teknik Pengumpulan Data ....................................................................40 F. Teknik Analisa Data ..............................................................................40 G. Uji Hipotesis ..........................................................................................44 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ..............................50 A. Hasil Penelitian .....................................................................................50 B. Pembahasan Hasil Penelitian .................................................................54 BAB V SIMPULAN DAN SARAN ...............................................................57 DAFTAR PUSTAKA .....................................................................................59 LAMPIRAN xii DAFTAR LAMPIRAN Lampiran01:Surat Izin Penelitian Lampiran02:Surat Keterangan Telah Melakukan Penelitian Lampiran03:Format Kisi-Kisi Instrumen Lampiran04:Instrumen Soal Lampiran05:Kunci Jawaban Lampiran 06:Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Lampiran07:Daftar Hasil Tes Materi Persamaan Garis Lurus Lampiran08:Daftar Hasil Angket Persepsi Siwa Lampiran09:Uji Validitas Instrumen Tes Lampiran10:Uji Validitas Instrumen Angket Lampiran11:Uji Reliabilitas Instrumen Tes Lampiran12:Uji Reliabilitas Angket Lampiran13:Uji Tingkat Kesukaran Instrumen Lampiran14:Uji Daya Pembeda Instrumen Lampiran15:Daftar Nilai Tes dan Angket SiswaLampiran16:Uji Normalitas Data Hasil Tes Lampiran17:Uji Normalitas Data Hasil Angket Lampiran18:UjiLinieritas Data Lampiran19:Uji Hipotesis Regresi xiii DAFTAR TABEL Halaman Tabel01:Data Nilai Rata-rata Mata Pelajaran Matematika Kelas VIII MTs. Muallimat NW Kelayu Tahun Pembelajaran 2009/2010..

2 Tabel02:PerbedaanKelompokBelajaraKooperatifdenganKelompok BelajarTradisional. 13 Tabel03:Langkah-langkah model pembelajaran kooperatif..15 Tabel04:Keadaan Populasi Siswa di MTs. Muallimat NW Kelayu Tahun Pembelajaran 2010/2011. 36 Tabel05:UkuranSampelPenelitiandiMTs.MuallimatNWKelayu Tahun Pembelajaran 2010/2011. 36 Tabel06:Kisi-kisi Instrumen Tes...40 Tabel07:Kisi-kisi Instrumen Angket.....40 Tabel08:Hasil Uji Validitas Instrumen Tes Dan Angket Persepsi Siswa...42 Tabel09:Hasil Uji Derajat Kesukaran Tes Materi Persamaan Garis Lurus44 Tabel10:Ringkasan Hasil Perhitungan Daya Pembeda Instrumen.46 Tabel11:Daftar Analisis Varians (ANAVA) Regresi Linier Sederhana...49 Tabel12:Ringkasan Hasil Uji Coba Instrumen...53 Tabel13:Hasil Perhitungan Statistik Normalitas Data Tes dan Angket54 1 BAB I PENDAHULUAN A.Latar Belakang TujuanPendidikanNasionaladalahuntukmeningkatkanmutu pendidikan pada setiap jenis dan jenjang pendidikan. Pemerintah dalam hal ini MenteriPendidikanNasionaljugamencanangkanGerakanPeningkatan MutuPendidikanpadatanggal2Mei2002.Namundemikianberbagai indikator belum menunjukkan peningkatan yang berarti ( Mulyasa, 2004:5 ) Seiring dengan hal tersebut studi intensif yang dilakukan oleh Direktorat Dikmenumpadatahun1997terhadappolapembelajarandanpemahaman siswa SMP pada beberapa mata pelajaran termasuk matematika menunjukkan hasilyangkurangmemuaskan.Carapembelajarancenderungabstrakdan menggunakanmetodeceramahsehinggakonsep-konsepakademikmenjadi sulitdipahamiolehsiswa.Sebagaiakibatnyamotivasisiswasulit ditumbuhkan dan pola belajar mereka cenderung menghafal dan mekanistikKekuranganpadaprosesbelajarmengajarjugaterjadidiMTs. MuallimatNWKelayu.Informasiyangdidapatkandarihasilwawancara dengan guru matematika kelas VIII MTs. Muallimat NW Kelayu, guru dalam mengajarmatematikacenderungmenggunakanmetodeceramah,diikuti dengancontohdanlatihansoal.MenurutSyaifulBahriDjamarah(2002:83) 2 penggunaansatumetodelebihcenderungmenghasilkankegiatanbelajar mengajaryangmembosankanbagianakdidik,jalannyapembelajaranpun tampakkaku,anakdidikkurangbersemangatbelajar,kejenuhandan kemalasan menyelimuti kegiatan anak didik. Di samping itu, hasil observasi nilai rata-rata ulang harian mata pelajaran matematikapadasiswakelasVIIIMTs.MuallimatNWKelayuTahun Pembelajaran 2009/2010 dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 01. Data Nilai Rata-rata Mata Pelajaran Matematika Kelas VIII MTs. Muallimat NW Kelayu Tahun Pembelajaran 2009/2010 NoKelasNilai Rata-rata 1. 2. VIII A VIII B 6,5 6,8 Dari tabel di atas, maka dapat diketahui bahwa nilai ulangan harian siswa padamatapelajaranmatematikaMTs.MuallimatNWKelayuTahun Pembelajaran2009/2010tergolongmasihrendah.Datainididapatkan berdasarkanhasilwawancaradengangurumatematikakelasVIIIdisekolah tersebut. Salahsatuupayayangdapatditempuhuntukmengatasipersolaan tersebutadalahdengancaramenerapkanstrategibelajaryanglebih mengaktifkansiswadalampembelajaranmatematikasehinggamampu meningkatkankemampuansiswadalammemahamikonsepmatematika. Strategi yang diperlukan adalah penggunaan metode pembelajaran yang lebih memberdayakansiswadantidakmengharuskansiswahanyamendengarkan, mencatatdanmenghafalmateriyangdiberikan,tetapistrategiyang 3 mendorong siswa untukberfikir, bekerja dan beraktifitas lebih selama proses pembelajaran,danmembawamerekakesuasanayangmenyenangkan.Salah satumodelyangakandicobakanuntukmengubahkondisisepertiituadalah model pembelajaran kooperatif. Sehubungandenganhaltersebut,padapenelitianinipenelitiingin mencobamenggunakanmodelpembelajarankooperatiftipeSTAD,dengan harapanagarhasilbelajardanaktifitassiswakhususnyapadamateri Persamaan Garis Lurus dapat meningkat. PemilihanmodelpembelajarankooperatiftipeSTADinisesuaidengan keadaansiswayangmasihkurangaktifdalampembelajaranmatematikadan kesesuaiandenganisidarimateriyangakandibahasyaitupersamaangaris lurus.B.Identifikasi Masalah Denganmemperhatikanuraiandiatasmakadapatdiidentifikasi beberapapermasalahanyangmenjadiakardaripermasalahanpokokyang diangkat dalam penelitian ini dan dapat dirincikan sebagai berikut : 1.Belumditerapkannyamodelpembelajarankooperatifpadaproses pembelajaran 2.Siswa masih sulit menguasai materi pelajaran matematika 3.Kurangnya kerja sama dan peran aktif siswa dalam proses pembelajaran 4.Hasil belajar yang dicapai oleh siswa masih kurang memuaskan 5.Kejenuhan dalam proses pembelajaran matematika masih dialami siswa 4 C.Pembatasan Masalah Agar permasalahan dalam penelitian ini lebih fokus dan terarah, maka perluadanyapembatasanpermasalahan.Adapunpermasalahanyang dimaksud dibatasi oleh hal-hal sebagai berikut: 1.Pembatasan Objek Penelitian Yangmenjadiobjekpenelitianiniadalahpengaruhpenerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD terhadap hasil belajar siswa. 2.Pembatasan Subjek PenelitianYangmenjadisubjekpenelitianiniadalahsiswakelasVIIIMTs. Muallimat NW Kelayu Tahun Pembelajaran 2010/2011. D.Rumusan Masalah Berdasarkanlatarbelakangmasalahdiatas,makarumusanmasalah dalam penelitian ini adalah:1.Bagaimanatingkatpersepsisiswaterhadappenggunaanmodel pembelajaran kooperatif tipe STAD? 2.BagaimanakualitashasilbelajarmatematikasiswakelasVIIIMTs. MuallimatNWKelayuyangmenggunakanmodelpembelajaran kooperatif tipe STAD? 3.Bagaimanapengaruhpenerapanmodelpembelajarankooperatiftipe STAD terhadap hasil belajar siswa pada materi persamaan garis lurus kelasVIIIMTs.MuallimatNWKelayuTahunPembelajaran 2010/2011? 5 E.Tujuan Penelitian 1.Untukmengetahuiseberapabesarpeningkatanhasilbelajarsiswapada materipersamaangarislurussiswakelasVIIIMTs.MuallimatNW Kelayu setelah penerapan pembelajaran kooperatif tipe STAD. 2.Untukmengetahuiapakahadapengaruhpenerapanmodelpembelajaran kooperatif tipe STAD terhadap prestasi belajar siswa.F.Manfaat Penelitian Beberapamanfaatyangdiharapkandaripenelitianinidapatdijelaskan seperti uraian berikut ini : 1.Manfaat teoritis a.Sebagaibahanyangdapatdijadikanacuanuntukmengembangkan metode pembelajaran b.Sebagaibahaninformasipengetahuankeilmuantentangpembelajaran kooperatif tipe STAD.2.Manfaat Praktis a.Bagi Guru i.Dapatdijadikansebagaibahanmasukantentangalternatifmodel pembelajaran dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa. ii.Bagigurubidangstudimatematikadapatdijadikanbahanacuan untukmengembangkanmetodepembelajarannyauntuk meningkatkan hasil belajar pada mata pelajaran matematika. 6 b.Bagi Siswa i.PenggunaanmodelpembelajarankooperatiftipeSTADdapat membuatsiswalebihaktifdalambelajarkhususnyadalam pembelajaran matematika. ii.Dapatmerangsangkemampuanberfikirsiswadalammemecahkan masalah untuk mendapatkan hasil yang lebih baik c.Bagi Pengelola Sekolah i.Sebagaiinformasibahwasalahsatuupayapeningkatanhasil belajarsiswadapatdilakukanmelaluipenerapanmodel pembelajaran kooperatif tipe STAD. ii.Tercapainyaketuntasandanhasilbelajaryangbaikmerupakan kebanggaan tersendiri yang terus diharapkan. d.Bagi Peneliti LainHasilpenelitianinidiharapkandapatmemberikanmotivasiterhadap peneliti lain guna untuk mengembangkan penelitian dengan jangkauan yanglebihluassertamenggunakanfakta-faktalainyangbelum ditemukan melalui penelitian ini. 7 BAB II KAJIAN PUSTAKA A.Pengertian Belajar dan Hasil Belajar 1.Pengertian Belajar Belajaradalahsuatuaktifitasmental/psikisyangberlangsungdalam interaksiaktifdalampengetahuan,keterampilannilaidansikap(Nasution,1997:36)sedangkanmenurutW.J.RPoerwadarminta (2003:121) yang dimaksud dengan belajar adalah berusaha/berlatih supaya mendapatkan suatu kepandaian. Secarapsikologispengertianbelajaradalahmerupakansuatuproses perubahan yaitu perubahan tingkah laku sebagai hasil dari interaksi dengan lingkungandalammemenuhikebutuhanhidupnya(Slameto,1987:2) adapunmenurutJamesO.Whitaker(SyaifulBahriDjamarah,1999) merumuskan belajar sebagai proses di mana tingkah laku ditimbulkan atau diubah melalui praktek latihan. Denganmemperhatikanbeberapateoritentangpengertianbelajar makadapatdisimpulkanbahwabelajaradalahsuatuprosesperubahan yaituperubahantingkahlakumenujukearahyanglebihbaiksetelah mengalami latihan dan pengalaman dari interaksi dengan lingkungan. 2.Pengertian Hasil Belajar Hasiladalahkemampuanyangdiperolehanakdarisuatuinteraksi dalam proses pembelajaran. Menurut Nasrun dalam (Tim Dosen, 1980:25) 8 mengemukakan bahwa : Hasil belajar merupakan hasil akhir pengambilan keputusanmengenaitinggirendahnyanilaiyangdiperolehsiswaselama mengikuti proses pembelajaran. MenurutOemarHamalik(2002:155)hasilbelajartampaksebagai terjadinya perubahan tingkah laku pada diri siswayang dapat diamati dan diukur dalam perubahan pengetahuan, sikap, dan keterampilan. SelanjutnyaDavis(Abdullah,2007:4)menyatakanDalamsetiap prosesbelajarakanselaluterdapathasilnyatayangdapatdiukur.Hasil nyata yang dapat diukur dinyatakan sebagai prestasi belajar seseorang. Berdasarkanbeberapapendapattersebutmakadapatdisimpulkan bahwayangdimaksuddenganhasilbelajaradalahhasilyangdiperoleh siswasetelahiamenerimasuatupengetahuanyangberupaangka(nilai) dimanaaktifitassiswamempunyaiperananyangsangatpentingdalam proses pembelajaran tersebut. 3.Faktor Yang Mempengaruhi Hasil Belajar Belajarmerupakanprosesyangmenimbulkanterjadinyasuatu perubahanataupembaharuantingkahlakuseseorang,olehkarenaitu behasil atau tidaknya belajar seseorang tergantung dapat dipengaruhi oleh berbagaifaktor.MenurutNasution(1997:5),faktor-faktoryang mempengaruhiprosesdanhasilbelajaradalahfaktordariluarindividu (eksternal) dan faktor dari dalam (internal). 9 1.Faktor Eksternal a.Faktor Lingkungan Faktor lingkungan dapat dikelompokkan menjadi dua kelompok. i.Lingkungan Alami Lingkunganalamiseperti,keadaansuhu,kelembabanudara berpengaruh terhadap proses dan hasil belajar ii.Lingkungan Sosial Lingkungansosial,baikyangberwujudmanusiadan representasinyalangsungberpengaruhterhadapprosesdan hasil belajar. b.Faktor Instrumen Faktor-faktorinstrumentaladalahfaktoryangpengadaandan penggunaannya dirancang sesuai dengan hasil yang diharapkan. 2.Faktor InternalKondisiindividujugasangatmempengaruhiprosesdanhasil belajar,kondisiindividuinidapatdibedakanmenjadiduakelompok yaitu : 1.Kondisi Fisiologis Kondisifisiologispadaumumnyasangatberpengaruhterhadap kemampuanbelajarseseorang.Orangyangdalamkeadaansegar jasmaninyaakanberbedahasilbelajarnyadariorangyangdalam keadan kelelahan. 10 2.Kondisi Psikologis Beberapafaktorpsikologisutamayangsangatmempengaruhi proses dan hasil belajar antara lain : a.Minat Faktorminatmempengaruhiprosesdanhasilbelajar,jika seseorangbelajardenganpenuhminat,makadapatdiharapkan hasilnyaakanlebihbaik.Karenaitupersoalanyangbiasa timbuladalahbagaimanamengusahakanagarhalyang disajikan sebagai pengalaman belajar itu menarik minat siswa. b.Kecerdasan Kecerdasanmerupakansalahsatufaktoryangsudahjelas dapatberpengaruh.Kecerdasanmemilikiperananyangbesar dalammenentukanberhasiltidaknyaseseorangmempelajari sesuatu khusunya dalam mengikuti program pendidikan. Orang yanglebihcerdaspadaumumnyalebihmampumengikuti proses pembelajaran dari pada orang yang kurang cerdas. c.Bakat Disampingkecerdasanatauintelegensi,bakatjuga merupakansalahsatufaktoryangberpengaruhbesarterhadap hasil belajar seseorang. Belajar pada bidang yang sesuai dengan bakatyangadaakandapatmemperbesarkemungkinan berhasilnya pembelajaran. 11 d.Motivasi Yangdisebutdenganmotivasiadalahkondisipsikologis yangmendorongsesoranguntukbelajar.Jikamotivasi meningkat hasil belajar juga akan cenderung meningkat seiring dengan pertambahan tingkat motivasi belajar siswa.e.Kemampuan-kemampuan Kognitif Selainfaktor-faktoryangtelahdijelaskandiatas,faktor kognitifjugamerupakansalahsatufaktorpentingdalam kegiatan pembelajaran. Kemampuan kognitif itu terutama yang berkaitandenganpersepsi,ingatan,danberfikir.Kemampuan kognitifseseorangbesarpengaruhnyaterhadaphasilbelajar. Slavin dan Nurhadi (2005:10) B.Pembelajaran Kooperatif PembelajaranKooperatifadalahsuatusistemyangdidasarkanpada alasan bahwa manusia sebagai makhluk individu yang berbeda satu sama lain sehingga sebagai konsekuensi logisnya manusia harus menjadi makhluk sosial, makhluk yang berinteraksi dengan sesamanya (Nurhadi, 2003 : 60 ) Strukturtujuanpembelajarankooperatifyaitutujuankelompokakan tercapaiapabilasemuaanggotakelompokmencapaitujuansecarabersama-sama. Menurut Ibrahim dkk (2000 : 7) tujuan penting pembelajaran kooperatif adalahuntukmeningkatkankemampuanindividudalambidangakademik, penerimaanterhadapadanyakeragamanindividudanmengembangkan keterampilan sosial. 12 AbdurrahmandanBintoro(2000)yangdikutipNurhadi(2003:60) mengemukakanpembelajarankooperatifadalahsuatusistemyangdi dalamnyaterdapatelemen-elemenyangsalingterkait.Adapunberbagai elemen dalam pembelajaran kooperatif adalah sebagai berikut : 1.Saling ketergantungan positif 2.Interaksi tatap muka 3.Akuntabilitas individual 4.Keterampilan menjalin hubungan antar pribadi Penerapanpembelajarankooperatifdapatmemperbaikikesalahan pengajaran pada metode pembelajaran tradisional seperti metode ceramah yang masihmemusatkanprosespembelajaranpadagurusedangkansiswamejadi pasif.Perbaikanpembelajarankooperatifterhadapmetodeceramahdapat dilihat dari perbedaan kedua metode tersebut. Dalampembelajarantradisionaldikenaljugaadanyabelajarkelompok. Meskipundemikianadasejumlahperbedaanantarakelompokbelajar kooperatifdengankelompokbelajartradisional.AbdurrahmandanBintoro yangdikutipNurhadidanAgus(2003:61)mengemukakanperbedaan kelompokbelajarkooperatifdengankelompokbelajartradisionalsebagai berikut : 13 Tabel 02. Perbedaan Kelompok Belajar Kooperatif dengan Kelompok Belajar Tradisional Kelompok Belajar KooperatifKelompok Belajar Tradisional Adanyasalingketergantungan positif,salingmembantu,dan salingmemberikanmotivasi sehinggaadanyainteraksi promotif. Adanyaakuntabiitasindividual dankelompokdiberiumpanbalik tentanghasilbelajarpara anggotanyasehinggadapatsaling mengetahuisiapayang memerlukanbantuandansiapa yang dapat memberikan bantuan. Anggotakelompokditentukan olehguruyangheterogen,baik dalamkemapuanakademik,jenis kelamin,ras,etnikdan sebagainya. Pemimpinkelompokdipilih demokratisataubergiliruntuk memberikanpengalaman memimpinbagiparaanggota kelompok. Penekananpadapenyelesaian tugas dan hubungan interpersonal. Guruseringmembiarkanadanya siswayangmendominasi kelompokataumenggantungkan diri dalam kelompok. Akuntabilitasindividualsering diborongolehsalahseorang anggotakelompok,dananggota kelompoklainnyahanyaenak-enaksajadiataskeberhasilan temannyayangdianggap pemborong. Anggotakelompokditentukan sendiriolehsiswasehingga anggotakelompokmenjadi homogen. Pemimpinkelompoksering ditentukanolehguruatau kelompokdibiarkanuntuk memilihpemimpinnyadengan cara masing-masing. Pemantauanmelaluiobservasi seringtidakdilakukanolehguru padasaatbelajarkelompok berlangsungdanjarang membantusiswaapabila mendapatkan masalah. Penekananseringhanyapada penyelesaiaan tugas. 14 Jonhson(Kahfi,2004:2)mengemukakankeuntunganbagiparasiswa dalam pembelajaran kooperatif sebagai berikut : 1.Pembelajarankooperatifmenaikkanhasillebihtinggidaripada individualistismaupunkompetitifpengetahuantentangfaktadasardan prinsip,penalaran,danbagi-bagi(sharing)strategipemecahanmasalah meningkat dalam kerja kelompok. 2.Siswamemperolehkeyakinandalamkemampuanindividumereka. Bekerjabersama-samabisamengurangikecemasanmatematika (mathematicanxiety)danmengembangkanhargadiridengan penghormatan yang dalam terhadap matematika. Menurut(Ibrahimdkk,2000:6)pembelajarankooperatifmemilikiciri-ciri sebagai berikut : 1.Siswabekerjadalamkelompoksecarakooperatifuntukmenuntaskan materi pembelajaran 2.Kelompokdibentukdarisiswayangmemilikikemampuantinggi,sedang dan rendah. 3.Bilamana mungkin, anggota kelompok berasal dari ras, budaya, suku, jenis kelamin yang berbeda-beda. 4.Pengharagaan lebih berorientasi kelompok ketimbang individu. Langkah-langkahmodelpembelajarankooperatifyangdikemukakan oleh Ibrahim dkk (2000:10) dirangkum pada tabel berikut: 15 Tabel 03.Langkah-langkah Model Pembelajaran Kooperatif LangkahTingkah Laku Guru Langkah- 1 Menyampaikan tujuan dan motivasi siswa Langkah 2 Menyajikan informasi Langkah 3 Menggorganisasikan siswa ke dalam kelompok belajar Langkah 4 Membimbing kelompok belajar Langkah 5 Evaluasi Langkah 6 Memberikan penghargaan Gurumenyampaikansemuatujuan pembelajaranyangingindicapaipada pembelajaran tersebut dan memotivasi siswa belajar. Gurumenyajikaninformasikepada siswadengandemonstrasiataulewat bahan bacaan. Gurumenjelaskankepadasiswa bagaimanacaranyamembentuk kelompokbelajardanmembantu setiapkelompokagarmelakukan transisi secara efisien. Gurumembimbingkelompok-kelompokbelajarpadasaatmereka mengerjakan tugas mereka. Gurumengevaluasihasilbelajar tentangmateriyangtelahdipelajari ataumasing-masingkelompok mempresentasikan hasil kerjanya. Gurumencaricarayangbaikuntuk menghargaibaikupayamaupunhasil belajar individu dan kelompok. Selainungguldalammembantusiswamemahamikonsep-konsepsulit, pembelajaran kooperatif sangat berguna untuk membantu siswa menumbuhkan keterampilankerjasama(keterampilanmemimpin,berkomunnikasi, mempercayaioranglaindanmengelolakonflik),kemampuanberfikirkritis, kemampuan membantu teman dan sifat toleransi. Pelaksanaanpembelajarankooperatifmembutuhkanbeberapa perencanaan tugas yang unik dan keputusan yang dibutuhksan oleh guru untuk 16 mempersiapkan diri dalam mengajar suatu pembelajaran dengan pembelajaran kooperatif di antaranya sebagai berikut : a.Memilih pendekatan b.Pemilihan materi yang sesuai c.Pembentukan kelompok siswa d.Pengembangan materi dan tujuan e.Mengenalkan siswa pada tugas dan peran f.Merencanakan waktu dan tempat Walaupunprinsipdasarpembelajarankooperatiftidakberubah,terdapat variasidarimodeltersebut.Ibrahimdkk(2000:20)membedakanpendekatan pembelajarankooperatifdalamempattipeyaitu:StudentTeamsAchivement Division (STAD), Jigsaw, Group Investigation, dan Struktural Approach. C.Pembelajaran Kooperatif Tipe STADPembelajarankooperatifmodelSTAD(StudentTeamsAchievement Division)dikembangkanolehSlavinRobertdanteman-temannyadi UniversitasJohnHopkin.Metodeinidipandangsebagaiyangpaling sederhanadanpalinglangsungdaripendekatanpembelajarankooperatif. Modelinimengacukepadabelajarkelompok.Anggotatimmenggunakan lembarkegiatanatauperangkatpembelajaranyanglainuntukmenuntaskan materipembelajarannya,kemudiansalingmembantusatusamalainuntuk memahamibahanpembelajarandanmemecahkansuatumasalahmelalui diskusi. 17 Masing-masingkelompokdibentukdarianggotayangheterogenterdiri darilaki-lakidanperempuan,berasaldariberbagaisuku,memiliki kemampuantinggi,sedang,danrendah.Salahsatutujuanmengapaanggota kelompokdibentukdarisiswayangmemilikikemampuanyangheterogen untuksalingmengetahuisiswayangmemerlukanbantuandansiswayang dapat memberikan bantuan.MenurutSlavin(Hasanah,2004:16)pelaksanaanpembelajaran koooperatifmodelSTADdilaksanakandalambeberapatahapanyang merupakan lima komponen yaitu : 1.Penyajian Kelas Sebelumgurumenyajikanpembelajaran,dibuatlembarkegiatanyang akandipelajariolehsiswadankelompok.Gurumenyajikanmateri pembelajaransecaraklasikaldidepankelaskepadasiswayangtelah dibentukmenjadikelompok-kelompokheterogendandibagikanlembar kegiatanyangtelahdipersiapkan.Siswadisuruhbekerjasecarakelompok untuk menyelesaikan permasalahan yang ada di lembar kegiatan. 2.Kegiatan Kelompok Siswaberdiskusidalamkelompokdandiharapkansalingmembantu untukmemahamibahanpembelajarandanmenyelesaikanpermasalahan yang diberikan. Guru perlu mengingatkan siswa dalam kegiatan kelompok untuk memperhatikan hal-hal sebagai berikut :a.Siswamempunyaitanggungjawabuntukmemastikanteman kelompoknya menguasai materi pembelajaran. 18 b.Tidak seorang pun siswa selesai belajar sebelum anggota kelompoknya menguasai materi pembelajaran. c.Memintabantuankepadatemansatukelompoksebelummeminta bantuan kepada guru. d.Dalam satu kelompok harus berbicara sopan. 3.Kuis (Quizzes) Kuisadalahtesyangdikerjakansecaramandiridengantujuanuntuk mengetahuikeberhasilansiswasetelahbelajardalamkelompok.Hasiltes digunakansebagaihasilperkembanganindividudandisumbangkan sebagai nilai perkembangan dan keberhasilan kelompok. 4.Skor Kemajuan (perkembangan) Individu Skorkemajuanindividuadalahperbandinganantarahasilbelajartes awaldantesakhirsiswa.Skorawalyangdimaksudadalahskor matematikapalingakhiryangdimilikisiswadalambelajarmateri sebelumnya. Sedangkan yang dimaksud dengan skor akhir adalah skor tes matematikayangdiberikansetelahdilaksanakanpembelajarankooperatif model STAD. Skor perkembangan individu ini juga merupakan skor untuk menentukan perkembangan kelompok. 5.Pengakuan Kelompok Pengakuankelompokadalahpemberianpredikatkepadamasing-masingkelompok.Predikatinidiperolehdenganmelihatskorkemajuan kelompok.Skorkemajuankelompokdiperolehdenganmengumpulkan skor kemajuan masing-masing anggota kelompok kemudian dibagi dengan 19 jumlahanngotadalamkelompoksehinggadiperolehskorrata-rata kelompok.Darihasilyangdiperolehtersebut,gurumemberikanhadiah berupapredikatpengakuankelompok.Dalammemberikanpengakuan kelompok terdapat tiga tingkatan predikat :a. Kelompok Super (super team) Predikat yang diberikan kepadakelompok yang memiliki skor rata-rata tertinggi. b.Kelompok Hebat (great team) Diberikan kepada kelompok yang memperoleh skor rata-rata sedang. c.Kelompok Baik (good team) Diberikankepadakelompokyangmemperolehskorrata-ratarendah. Penghargaanyangditerimaakanmempengaruhisiswasecarapositif yang meningkatkan keyakinan diri siswa (Slamet, 1995:159).Dalampelaksanaaanpembelajarandisekolahtidaklahselaluberjalan denganmulusmeskipunrencanatelahdirancangsedemikianrupa.Hal-hal yangdapatmenghambatprosespembelajaranterutamadalampenerapan model pembelajaran Cooperatif di antaranya sebagai berikut :1.Kurangnyapemahamangurumengenaipenerapanpembelajaran Cooperatif2.Jumlah siswa yang terlalu banyakyang mengakibatkan perhatian guru terhadapprosespembelajaranrelatifkecilsehinngayanghanya segelintirorangyangmenguasaiarenakelas,yanglainhanyasebagai penonton. 20 3.Kurangnyasosialisasidaripihakterkaittentangteknikpembelajaran Cooperatif4.Kurangnya buku sumber sebagai media pembelajaran. 5.Terbatasnyapengetahuansiswaakansistemteknologidaninformasi yang dapat mendukung proses pembelajaran. Agar pelaksanaan pembelajaran kooperatif dapat berjalan dengan baik, maka upaya yang harus dilakukan adalah sebagai berikut :1.Gurusenantiasamempelajariteknik-teknikpenerapanmodel pembelajarankooperatifdikelasdanmenyesuaikandenganmateri yang akan diajarkan. 2.Pembagianjumlahsiswayangmerata,dalamartiantiapkelas merupakan kelas heterogen. 3. Diadakansosialisasidaripihakterkaittentangpembelajaran kooperatif. 4.Meningkatkan sarana pendukung pembelajaran terutama buku sumber. 5.Mensosialisasikepadasiswaakanpentingnyasistemteknologidan informasi yang dapat mendukung proses pembelajaran. D.Persamaan Garis Lurus I.Persamaan Garis a.Pengertian Persamaan Garis Lurus Persamaangarislurusadalahpersamaanyangdapatdinyatakan dalambentukax+by+c=0atauy=mx+c,dengana,b,danc sebagai konstanta, a dan b 0. 21 b.Menggambar Garis Lurus Pada Bidang Cartesius Bentuk umum dari persamaan garis lurus adalah ax + by + c = 0 atauy=mx+c.Beberapacontohpersmaangarisyangtermasuk persamaangarislurusdiantaranya:y=x+3.untukmenggambar sebuah garis pada bidang Cartesius, dapat dilakukan dengan sekurang-kurangnyaduabuahtitikyangmemenuhipersamaantersebut, kemudian menarik garis lurus yang melalui kedua titik itu. Langkah-langkah mengambar garis dengan persamaan y = mx + c atau ax + by + c = 0 adalah sebagai berikut : 1.Tentukanminimalduatitikyangkoordinatnyamemenuhi persamaan tersebut. 2.Tariklah garis lurus dengan menghubungkan kedua titik tersebut Contoh : Jika x dan y variabel pada himpunan bilangan real R maka gambarlah gambarlah garis dengan persamaan y - 3x = 0 Langkahpertamaadalahdenganmenentukanduabuahtitikyang memenuhi persamaan garis tersebut. Misalnya dengan tabel berikut: x12 y36 Dari tabel tersebut, diperoleh titik (1,3) dan (2,6). Kedua titik tersebut kemudiandigambarpadabidangCartesius,selanjutnyakeduatitik tersebutdihubungkansehinggamembentuksebuahgarislurusyang memenuhi persamaan tersebut 22 (2,0) (1,0) (0,3) (1,3) (2,6) (0,6) (5,0) (0,6) Sketsa dari persamaan garis tersebut dapat dilihat pada gambar berikut: 6 5 4 3 2 1 01 2 34 56 c.MenyatakanGarisyangDigambarpadaBidangCartesiuskeBentuk y= mx+c Untukmenyatakanpersamaangarisdarigambaryangdiketahumaka terlebihdahuluharusdicarihubunganantaraabsisdanordinatdari titik-titik yang dilalui oleh garis tersebut. Contoh: Tentukan persamaan garis pada gambar berikut: 6(5,6) 0 5 23 Langkah-langkahnya adalah: 1. Tentukan dua titik yang melalui garis tersebut 2. Tentukan hubungan antara ordinat dan absis pada gambar tersebut pada dua titik yang yang diketahui. 3. Jadi dapat ditentukan persamaan garis tersebut yaitu: Melalui titik (0,0) dan (5,6) diperoleh hubungan m = y2-y1 / x2-x1 m = 6/5 jadi persamaan garis tersebut adalah y = 6/5 xatau 6/5 x + y = 0 II.Gradien Gradiengarisadalahkoefisienarahsuatgarislurusataudapatdisebut dengantingkatkemiringangarislurus,gradienbiasanyadilambangkan dengan huruf m. Beberapa hal yang perlu diketahui dari gradien garis adalah : 1.Gradien garis yang sejajr sumbu x adalah nol ( m = 0 ) 2.Gradien garis yang sejajar sumbu y adalah tidak didefinisikan 3.Garis-garis yang sejajar memiliki gradien yang sama atau m1 = m2 4.Hasilkaligradiengarisyangsalingtegaklurusadalah-1ataum1 . m2 = -1III. Persamaan Garis II 1.Menggambar Garis jikaGradien dan Satu Titikyang Dilalui Garis itu Diketahui Sebelumnyaperludiketahuibahwapersamaangarisyangmelaluititik (a,b) adalah y-b = m(x-a). 24 Contoh:tentukanpersamaangarisyangmelaluititik(2,5)bergradien3, kemudian gambarlah garis itu pada bidang Cartesius. Jawab : persamaan garis tersebut adalahy b = m(x a ).melalui (2,5) dan m = 3 y 5 = 3(x 2 ) y 5 = 3x 6y = 3x 6 +5 y = 3x -1Titik Potong terhadapa sumbu X yaitu jika y = 0, maka diperoleh y = 3x -10 = 3x -10 + 1 = 3x -1 + 1(kedua ruas ditambah dengan 1) 1 = 3x + 0(invers penjumlahan) 3x = 1( sifat komutatif penjumlahan) x = 31 Titik Potong terhadapa sumbu Y yaitu jika x = 0, maka diperoleh y = 3x -1y = 3.0 - 1y = 0 + 1(invers perkalian) y = 1 (identitas penjumlahan) 25 (2,0) (0,5) (31,0) (0,-1) gambar : 5(2,5) 4 3 2 1 01 234 -1 2.MenentukanGradienGarisdenganPersamaanBerbentuk ax + by + c = 0 Untukmenentukangradiengarisdenganpersamaanax+by+c=0, makaterlebihdahulupersamaantersebutdiubahdalambentukyang lainnyayaituy=mx+c,sehinggagradiengaristersebutdapat ditentukan yaitu m Contoh : Tentukan gradien garis dengan persamaan 3x 5y + 20 = 0. Jawab : 3x 5y + 20 = 0 3x + 20 = 5y(kedua ruas ditambah dengan 5y) 5y = 3x + 20(sifat komutatif penjumlahan) y =453+ x(kedua ruas dibagi 5) 26 dari persamaan garis tersebut dapat diketahui bahwa gradiennya adalah 53. 3.Menentukan Gradien Suatu Garis yang Melalui Dua TitikGradien garis yang melalui titik mAB = 1 21 2x xy y Contoh : Tentukan gradien garis yang melalui titik (2,2) dan (6,7). Jawab : m = 2 62 7 m = 45 4.MenentukanPersamaanGarisyangMelaluiSebuahTitikdanSejajar Garis Lain Persamaan garisyang melalui titik (a,b) dan sejajar dengan garisyang persamaannya y = mx + c adalah y b = m(x a) Contoh : Tentukanpersamaangarisyangmelaluititik(4,5)dansejajargarisy = 3x + 5, kemudian gambarlah dalam bidang Cartesius! Jawab : Gradiengarisy=3x+5adalahm=3,sehinggadapatditentukan persamaan garis baru yang melaluli titik (4,5) dan sejajar dengan garis tersebut yaitu : 27 (37 ,0) (35,0) (4,0) y b = m(x a) y 5 = 3(x 4) y 5 = 3x 12 y = 3x 7 gambar dari kedua garis tersebut dalam bidang Cartesius adalah: y = 3x + 5 6 5 (0,5) (4,5) 4 3 2 1y = 3x 7-2-1 01234 5 6 5.MenentukanPersamaanGarisyangMelaluiSebuahTitikdanTegak Lurus Garis Lain. Persamaangarisyangmelaluititik(a,b)dantegaklurusgarisdengan persamaan y = mx + c adalah y b =) (1a xm Contoh : Tentukan persamaan garis yang melalui titik (3,5) dan tegak lurus garis y=4x+5.Kemudiangambarlahkeduagaristersebutpadabidang Cartesius. Jawab : 28 (3,0) (0,5) (45,0) Gradien garis y = 4x + 5 adalah m1 = 4, maka gradien garis yang tegak lurus terhadap garis y = 4x + 5 adalah m1.m2 = -1 4.m2 = -1 412 = mJadipersamaangarisyangmelaluititik(3,5)dantegaklurusgaris dengan persamaan y = 4x + 5 adalah y 5 =) 3 (41 xy 5 = -4341+ xy = 42341+ x4y + x 23 = 0 Gambar kedua garis tersebut dalam bidang Cartesius adalah : 7 y = 4x + 5 6 5(3,5) 4 4y + x 23 = 0 3 2 1 0 12345 29 IV. Menentukan Titik Potong Dua Buah Garis Jika y1 = a1x + b1 dan y2 = a2x + b2 adalah persamaan dua garis yang tidak sejajarmakatitikpotongnyadapatdicaridenganmenyelesaikan persamaan a1x + b1 = a2x + b2, kemudian mensubtitusikan x ke salah satu persamaan garis itu. Contoh : Tentukan titik potong garis y = 3x + 5 dan y = x 7 Titikpotongkeduagaristersebutdapatditentukandenganmenyelesaikan persamaan berikut: 3x + 5 = x 7 3x x = (-7)- 5 2x = -12 x = -12/2 x = -6 denganmensubtitusikannilaix=-6kesalahsatupersamaangaris tersebut, misalnya y = x 7 maka akan diperoleh nilai y yaitu : y = x 7 y = (-6) 7y = -13. Jadi titik potong dari kedua persamaan garis tersebut adalah (-6,-13). V.Penerapan Konsep Persamaan Garis Lurus dalam Kehidupan Konseppersamaangarislurusdapatdigunakanuntukmenyelesaikan maslah-masalahperhitunganyangseringkitajumpaidalamkehidupan 30 sehari-hari.Konsepyangakanditerapkanadalahkonseptitikpotongdari dua garis. Contoh : Rosy membeli 3 celan dan 2 baju dengan harga Rp. 280.000,00.Adimembeli1celanadan3bajudenganhargaRp.210.000,00.Celana danbajuyangdibeliolehRosydanAdijenisnyasama,berapajumlah harga 2 celana dan 2 baju? Jawab : Misalkanhargasebuahcelanaadalahxdanhargasebuahbajuadalahy. dengandemikiankitadapatmembentukpersamaanbarudalambentukx dan y sebagai berikut: 3x + 2y = 280.000 x + 3y = 210.000 nilaixdanydapatdicaridengancaramenentukantitikpotonggaris3x + 2y = 280.000 danx + 3y = 210.000. x + 3y = 210.000 3y = 210.000 x y = 70.000 -x31(1) 3x + 2y = 280.000 2y = 280.000 3x y = 140.000 -x23..(2) 31 dari persamaan (1) dan (2) akan dicari titik potongnya dengan cara berikut: 70.000 -x x2300 . 14031 = 000 . 70 000 . 14067 = x000 . 7067= xx = 60.000 jadi harga sebuah celana (x) adalah Rp. 60.000,00 Denganmemasukkannilaix=60.000kepersamaan(1)atau(2)maka akan diperoleh : y = 70.000 -x31 y = 70.000 -) 000 . 60 (31 y = 70.000 20.000 y = 50.000 harga sebuah baju (y) adalah Rp. 50.000,00 jadi harga 2 celana dan baju dapat dihitung sebagai berikut : 2 x Rp. 60.000,00 + 2 x Rp. 50.000,00 = Rp. 220.000,00 B.Penelitian Yang Relevan Berdasarkanpengalamanpenelitiselamainimasihbanyakdijumpai nilaiatauprestasibelajarmatematikasiswakurangmemuaskanartinya nilainya relatif rendah. 32 Adapunpenelitianyangrelevanyangmendukungpenelitianiniadalah penelitianyangdilakukanolehBambangSubagyo(2008)untukmengetahui bagaimanapenerapanmodelpembelajarankooperatifmelaluimetode penemuanpadapokokbahasanteoremapythagoraspadasiswakelasVIII SMPNegeri3Sikurtahunpelajaran2007/2008.Penelitiantersebut menyimpulkanbahwaprosespembelajaranmelaluimetodepenemuandapat meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar siswa, ini dilihat dari peningkatan rata-rata skor nilai hasil evaluasi siswa pada masing-maing siklus yaitu: siklus I rata-rata adalah 6,23 dan siklus II rata-rata adalah 7,21.PenelitianrelevanlainnyajugapernahdilakukanolehL.Asroruddin (2006)untukmengetahuibagaimanapenerapanmodelpembelajaran kooperatifcomplexinstructionspadapokokbahasantrigonometridiSMA Negeri 1 Selong kelas X-5 tahun pembelajaran 2005/2006. Penelitian tersebut menyimpulkanbahwametodecomplexinstructionsdapatmeningkatkan aktivitasdanprestasibelajarsiswa.Halinidapatdilihatdaripeningkatan rata-rataskorhasilevaluasidanrata-rataskoraktivitassiswa.PadasiklusII rata-rataskorevaluasi59,95danrata-rataaktivitassiswa10,56kemudian mengalamipeningkatanpadasiklusIIIyaiturata-ratahasilevaluasi77,17 dan rata-rata skor aktivitas siswa 14,2. PenelitianlainnyayangrelevanadalahyangdilakukanolehHayatun Nufusuntukmeningkatkanprestasibelajarsiswadenganpenerapanmodel pembelajaran Kooperatif tipe STAD pada materi sistem persamaan linier dua variabel siswa kelas VIII A MTs Muallimat NW Kelayu tahun pembelajaran 33 2008/2009. Penelitian tersebut menyimpulkan bahwa pembelajaran kooperatif tipeSTADdapatmeningkatkanaktivitasdanprestasibelajarsiswa.Halini dapatdilihatdaripeningkatanrata-rataskorhasilevaluasidanrata-rataskor aktivitassiswa.PadasiklusIIrata-rataskorevaluasi65,55danrata-rata aktivitassiswa9,75kemudianmengalamipeningkatanpadasiklusIIIyaitu rata-rata hasil evaluasi 77,57 dan rata-rata skor aktivitas siswa 12,25. C.Kerangka Pikir Dalamprosesbelajarmengajarmatematikatentutidakterlepasdari suatumetodepembelajaran,olehkarenaitusudahmenjadituntutansupaya guru harus dapat memilih metode yang tepat agar tidak asal mengajar. Metode mempunyaiandilyangcukupbesardalamkegiatanbelajarmengajar. Kemampuanyangdiharapkandapatdimilikianakdidikakanditentukanoleh kerelevansian penggunaan suatu metode yang sesuai dengan tujuan. Untukmendapatkanhasilyangmaksimaldalampembelajaran matematikakhususnyapadamateripersamaangarislurus,perluadanya ketepananpengggunaanmetodepembelajaranyangdipiliholehguruagar siswaberperanaktifmelaluiinteraksiantarsesamasiswadalammemahami materidanmenemukanpemecahanmasalah.Halinidapatdimungkinkan melaluipembelajarankooperatiftipeSTAD.Denganmenggunakanlembar kerjasiswadiberikankesempatanuntukterlibatlangsungdalammengolah informasisehinggasiswadapatsalingberinteraksidansalingmemunculkan strategi-strategipemecahanmasalahyangefektifdanbekerjasamauntuk memahamimateripembelajaran.Dimanastrukturtujuankooperatif 34 menciptakansituasiyaitukelompokdapatmencapaitujuannyahanyaapabila semuaanggotakelompokituberhasilmencapaitujuannya.Olehkarenaitu anggotakelompokharussalingmembantudanmendoronguntukmencapai tujuanmasing-masingdalamhalinipenguasaanterhadapmateri pembelajaran. PembelajarankooperatiftipeSTADinidapatlebihmengaktifkansiswa dalam proses belajar mengajar dan membantusiswa dalam memahami materi pembelajarankhususnyapadamateripersamaangarislurusdimanasiswa dituntut lebih banyak peran aktif dan kerja sama dalam menyelesaikan materi tersebut. Jikakondisiiniterjadi,makadapatdidugabahwadenganmenerapakan pembelajarankooperatiftipeSTADmempunyaipengaruhterhadaphasil belajar siswa pada materi persamaan garis lurus.D.Hipotesis Tindakan Hipotesisadalahsuatuanggapansementarayangmasihdibuktikanlagi kebenarannyamelaluipenelitian,atausuatudugaansementarayangmungkin benardanmungkinjugasalah.HipotesisdaripenelitianiniadalahTerdapat pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD terhadap hasil belajarsiswapadamateripersamaangarisluruskelasVIIIMTs.Muallimat NW Kelayu tahun pembelajaran 2010/2011. 35 BAB III METODE PENELITIAN A.Tempat dan Waktu Penelitian PenelitianinidilaksanakandiMTs.MuallimatNWKelayudengan melibatkansiswakelasVIIIyangberjumlah37orangpadasemesterITahun Pembelajaran 2010/2011.B.Jenis Penelitian Metodeyangdigunakandalampenelitianiniadalahmetode eksperimen.Desainpenelitianyangdigunakanyaitudenganmenggunakan Pre-experimentaldesign,dimanatidakterdapatkelaskontrol(Sugiyono, 2008:110).Dalampenelitianinipeneliti menggunakansatukelasyaitukelas VIIIyangterdiridari37siswayangdiberikanperlakuan(pembelajaran kooperatif) kemudian dilihat hasilnya. C.Populasi Penelitian dan Sampel Penelitian 1.Populasi Penelitian Apabila seorang peneliti ingin meneliti semua elemen yang ada dalam wilayahpenelitian,makapenelitiannyamerupakanpenelitianpopulasi (Suharsimi Arikunto, 2006:50) Berdasarkan pendapat di atas maka yang akan menjadi populasi dalam penelitianiniadalahseluruhsiswakelasVIIIMTs.MuallimatNWKelayu yangmengikutikegiatanpembelajaranpadatahunpembelajaran2010/2011. Kelas VIII terdiri dari satu kelas dengan siswa berjumlah 37 orang. 36 Tabel 04Keadaan Populasi siswa di MTs. Muallimat NW KelayuTahunPembelajaran 2010/2011 KelasBanyak Siswa VIII 37 Jumlah37 2.Sampel Penelitian Dalam penelitian pendidikan subyekyang dikenai penelitian biasanya dikenai tahap sampel. Sampel merupakan bagiandari polpulasi. Sehubungan denganinisalahsatupendapatmenyatakanbahwa:Jikakitahanyaakan menelitisebagiandaripopulasimakadissebutpenelitiansampel.Sampel adalahsebagianatauwakildaripopulasiyangakanditeliti(Suharsimi Arikunto, 2006:92) Salahsatudarisampelyangbaikadalahbahwasampelituharus mencerminkanseluruhpopulasi.Untukmemenuhisyaratini,harus diperhatikan prosedur atau teknik pengambilan sampel. Karenapenelitianinimerupakanpenelitianpopulasimakapada penelitianinisampelyangakandigunakanadalahkelasVIIIyangtersedia yaitu sebanyak 37 orang siswa.Tabel 05.Ukuran Sampel Penelitian di MTs. Muallimat NW Kelayu KelasSampel VIII 37 Jumlah37 37 D. Desain Penelitian Desain atau rancangan penelitian ini menggunakan model One-Shot Case Study yang digambarkan sebagai berikut : Keterangan : X: Pembelajaran Kooperatif tipe STAD Y: Hasil Belajar Siswa E. Teknik Pengumpulan Data Teknikpengambilandatayangakandigunakandalampenelitianini adalahmelaluipemberianteshasilbelajarbaikpadakelassiswa.Tes berbentuksoalpilihangandadengan4alternatifpilihandenganjumlahsoal 20 soal. 1.Identifikasi Variabel. Variabeldapatdiartikansebagaisegalasesuatuyangakanmenjadi objekpengamatanpenelitian(SumadiSuryabrata,1980:79).Untuk mendapatkangambaranyangjelasmengenaipenelitianiniperludiadakan identifikasi.Adapun dua jenis variabel dalam penelitian ini yaitu variabel bebas dan variabel terikat. Berdasarkan dengan hal ini dapat dijelaskan bahwa: variabel yangmempengaruhi(Penyebab)disebutvariabelbebasatauindevendent variable(X),sedangkanvariabelyangakibattergantungatauvariabeltidak XY 38 bebasdisebutvariabelterikatataudependentvariabel(Y)(Suharsimi Arikunto, 1985:82) a.Variabel bebas ( independent variabel)Variabelbebasadalahvariabelyangmempengaruhiatauyang menjadisebabperubahannyaatautimbulnyavariabelterikat(Sugiyono, 2006:3).Variabelbebasdalampenelitianiniadalahpembelajaran kooperatiftipeSTADyangdiberikanpadakelompokeksperimendan kelompok kontrol. b.Variabel terikat ( Dependent Variabel) Variabelterikatadalahmerupakanvariabelyangdipengaruhiatau yangmenjadiakibat,karenaadanyavariabelbebas(Sugiyono,2006:3). Variabel terikat dalam penelitian ini adalah hasil belajar siswa. 2.Definisi Operasional Variabel Ridwan,(1994:43)menjelaskanbahwa:suatudefinisioperasional merupakanspesifikasipenelitiandalammengukursuatuvaribelatau manipulasinya.Suatudefinisioperasionalmerupakansemacambuku peganganyangberisipetunjukbagipeneliti.Dengandemikiandefinisi operasional berbunyi kerjakan ini dan itu dengan cara begini dan begitu. yang perlu dijelaskan dalam operasional variabel ini adalah : a.Hasil Belajar matematika Siswa Hasilbelajarmatematikasiswayangdimaksuddalampenelitian iniadalahnilaiyangdipeolehdarihasilpengukurantespretasibelajar matematikasiswamengembangkanaspek-aspekkognitif,afektifdan 39 psikomotordarimaterimateripersamaangarislurus.Datayang diperolehdarikelompokeksperimenmaupundarikelompok pembanding dengan bersekala interval. b.Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD PembelajarankooperatiftipeSTADyangdimaksuddalam penelitianiniadalahberupakegiatanbelajarmengajardalam menyampaikanmaterimateripersamaangarislurus,dengan memberikanmasalahataupertanyaankepadasiswakemudiandicari pemecahan masalahnya melalui pembelajaran Kooperatif tipe STAD. 3.Instrumen Penelitian Instrumenpenelitiandapatdiartikansebagaialatyangdigunakan olehpenelitidalammengumpulkandataagarpekerjaanmenjadilebih mudah dan hasilnya lebih baik. a.Jenis Instrumen Jenisinstrumenyangdigunakandalampengumpulandatapada penelitianiniadalahberupaangket/kuesionerdantestulispilihan ganda. Angket atau kuesioner adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakanuntukmemperolehinformasidarirespondendalamarti laporan tentang pribadinya atau hal-hal yang diketahuinya. Tes adalah serentetan pertanyaan atau latihan serta alat lain yang digunakanuntukmengukurketerampilan,pengetahuanintelegens, kemampuanataubakatyangdimilikiolehindividuataukelompok. 40 Jenistesyangdigunakanadalahtesobjektifdalambentukpilihan ganda.Soalobjektifmemilikiempatpilihanjawaban,darikeempat jawaban tersebut hanya ada satu jawaban yang benar. b.Kisi-kisi Instrumen Kisi-kisi merupakan rancangan penyusunan instrumenyang dijadikan acuan dalam menyusun istrumen yang baik. i. Kisi-kisi instrumen tes Tabel 06 Kisi-kisi Instrumen Tes NoSK/KDIndikator Jumlah soal 1.1.Memahamibentuk aljabar,relasi,fungsi, danpersamaangaris lurus 1.1. 1.6Menentukan gradien, persamaangaris lurus 1.Mengenal pengertian garis lurusdanmenentukan gradiennyadalam berbagai bentuk 2.Menentukanpersamaan garislurusyangmelalui dua titik, melalui satu titik dengan gradien tertentu 3.Menggambargarfikgaris lurus 4.Memecahkan permasalahansehari-hari yangberkaitandengan persamaan garis lurus 6 6 4 4 ii.Kisi-kisi instrumen Angket Tabel 07 Kisi-kisi Instrumen Angket NoAspekIndikator Jumlah Soal 1.Persepsi Siswa1.Perasaandenganmetodeyang diterapkan 2.Keaktifansiswadalamproses pembelajaran 3.Kemudahan memahami materi 5 5 5 41 ( )( )( ) ( ) ( ) ( )2222 =y y N x x Ny x xy NrxyUntukmendapatkansoalyangbaiksebelumtesdilaksanakan dilakukanujicobauntukmengetahuivaliditas,reliabilitas,derajat kesukaran, dan daya pembeda dari tes tersebut. 1.Uji ValiditasValiditasadalahsuatuukuranyangmenunjukkantingkattingkat kevalidanataukesahihansuatuinstrumen(SuharsimiArikunto,2006: 168).Instrumenyangvalidberartialatukuryangdigunakanuntuk mendapatkandataituvalid.Denganmenggunakaninstrumenyangvalid dalampengambilandata,makadiharapkanhasilpenelitianakanmenjadi validpula.Untukmengetahuivaliditasinstrumenberbentuktes,peneliti menggunakan rumus angka kasar sebagai berikut: (Suharsimi Arikunto, 2006: 170) Keterangan: x = skor item y = skor total N = cacah subyek rxy = angka validitas item Kriteriahargarxy adalahitemtesdikatakanvalidjikarxy-obs> rxy-tabel pada taraf signifikasi 5%. 42 ((

=ttVpq Vkkr111Sesuaidenganhasilperhitunganyangtelahdilakukanmakadapat disajikanhasildariujivaliditasinstrumensepertitampakpadatabel beriktu ini : Tabel 08 Hasil Uji Validitas Instrumen Tes dan Angket Persepsi Siswa NOKonstruk Banyak SoalNo. Soal ValidTidak ValidValidTidak Valid 1Hasil Belajar20-1 s/d 20- 2Persepsi Siswa15-1 s/d 15- 2.Uji Reliabilitas Reliabilitasmenunjukkanpadasuatupengertianbahwainstrumenyang disusun dapat dipercaya sebagai alat pengumpul data, instrumen memiliki keajegan dalam menilai apa yang dinilainya. Artinya kapanpun digunakan, akanmemberikanhasilyangrelatifsama.Untukmengukurreliabilitas instrumenpenelitimenggunakanrumusK-R20(KuderRicardson)yaitu sebagai berikut: (Suharsimi Arikunto, 2006: 188) Keterangan: 11r = reliabilitask= banyaknya item tV= varians total p = proporsi subyek yang menjawab betul q = proporsi subyek yang menjawab salah pq = jumlah hasil perkalian antara p dan q 43 Reliabilitasinstrumentberbentukangketdapatdicaridengan rumusalfakarenainstrumenyangdigunakanskornyabukan1atau0 (Suharsimi Arikunto, 2003 : 109). Rumusnya :( )|||

\||||

\|=2211111tnnR Keterangan :R11= Reabilitas Instrumenn= Banyaknya soal21 = Jumlah Varians butir2t = Varians totalKriteria reliabilitas adalah: 0