15
i EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE MAKE A MATCH TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 7 SALATIGA JURNAL Disusun Oleh SIDROTUL KHASANAH 202009117 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA STRATA 1 FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS KRISTEN SATYA WACANA SALATIGA 2013

# EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE

others

• View
10

0

Embed Size (px)

Citation preview

i

EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE

MAKE A MATCH TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA

SISWA KELAS VII SMP NEGERI 7 SALATIGA

JURNAL

Disusun Oleh

SIDROTUL KHASANAH

202009117

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA STRATA 1

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS KRISTEN SATYA WACANA

SALATIGA

2013

ii

27 Mei 2013

iii

28 Juni 2013

1

EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE

MAKE A MATCH TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA

SISWA KELAS VII SMP NEGERI 7 SALATIGA

Sidrotul Khasanah (202009117)

Program Studi S1 Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Universitas Kristen Satya Wacana Jalan Diponegoro 52-60 Salatiga, Indonesia.

e_mail: [email protected]

Abstract

Problems in this study were students think that mathematics is difficult and

scary, so make students lazy and less active in following the teaching and learning

process. In order to improve the perception of students toward mathematics,

mathematics learning should appeal to students one using cooperative learning model

Make A Match. The purpose to determine the effectiveness of cooperative learning

model Make A Match on learning outcomes math class VII student of SMP Negeri 7

Salatiga. Types of research used in this study is quasi-experimental.

Data analysis using the t test, t is the value of the results obtained with

significance 0.047 <0.05. In addition, the results showed that the learning outcomes of

students who are taught with cooperative learning model Make A Match is higher than

with conventional learning models. This case, the average is 71.34 and 79.75.

Difference in learning outcomes indicated by N Gain between students taught with

cooperative learning model Make A Match with conventional learning models. This,

indicated by N Gain of 0.46 to 0.23 with the medium category and the low category. It

can be concluded that cooperative learning model Make A Match effective mathematics

learning outcomes.

Keywords: Effectiveness, Make A Match, Result of study.

A. PENDAHULUAN

1. Latar Belakang

Pendidikan merupakan suatu cara untuk mengembangkan keterampilan,

kebiasaan dan sikap yang diharapkan dapat membuat seseorang menjadi lebih

baik. Tujuan pendidikan nasional yaitu menciptakan seseorang yang

berkualitas dan berkarakter sehingga memiliki pandangan yang luas untuk

mencapai cita-cita yang di harapkan.

2

Keberhasilan belajar siswa tidak hanya dipengaruhi oleh keadaan siswa itu

sendiri, melainkan berasal dari lingkungannya. Selain itu, dipengaruhi oleh

kemampuan guru dalam menyampaikan materi pelajaran. Ketepatan seorang

guru dalam menggunakan model pembelajaran juga dapat membangkitkan

semangat belajar siswa terhadap materi pelajaran, sehingga berpengaruh

terhadap hasil belajar siswa. Siswa akan lebih mudah menerima materi yang

disampaikan oleh guru apabila model pembelajaran yang digunakan tepat

sehingga siswa dapat ikut aktif dalam kegiatan belajar mengajar, memudahkan

siswa untuk memahami materi pelajaran, dan mempengaruhi hasil belajar.

Proses belajar mengajar matematika, guru tidak hanya dituntut menguasai

materi, akan tetapi dalam proses belajar mengajar guru diharapkan dapat

menggunakan beberapa model pembelajaran. Hal ini bertujuan agar siswa tidak

mudah bosan dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar, sehingga hasil

belajar siswa dapat meningkat.

Hasil belajar matematika pada siswa SMP Negeri 7 Salatiga khususnya

siswa kelas 7 tergolong rendah. Hal tersebut terlihat dari persentase hasil

belajar siswa yaitu 14,81% yang lebih dari 70 dan 85,19% yang kurang dari 70

dengan rata-rata 62 sedangkan KKM yang ditentukan oleh sekolah adalah 70.

Berdasarkan observasi di SMP Negeri 7 Salatiga pada mata pelajaran

matematika pendekatan pembelajaran yang digunakan oleh guru adalah

pendekatan pembelajaran konvensional (ceramah) dan pemberian tugas.

Penggunaan pendekatan pembelajaran konvensional mengakibatkan proses

belajar mengajar tidak menarik bagi siswa, siswa cenderung pasif dalam proses

belajar mengajar dan siswa suka mengelompok. Siswa juga beranggapan

bahwa pelajaran matematika itu menakutkan dan membosankan. Akibatnya

berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Oleh karena itu guru dituntut untuk

mempunyai inovasi dalam menggunakan model pembelajaran yang sesuai

harapan, sehingga kesulitan tersebut dapat teratasi.

Berdasarkan uraian di atas, perlu diadakannya penelitian tentang

“Efektivitas Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Make A Match Terhadap

3

Hasil Belajar Matematika”. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui

keefektifan model pembelajaran kooperatif tipe Make A Match dalam

meningkatkan hasil belajar untuk mata pelajaran matematika yang akan

diajarkan di kelas VII SMP Negeri 7 Salatiga.

2. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan diatas adapun

kooperatif tipe Make A Match efektif terhadap hasil belajar matematika siswa

kelas VII SMP Negeri 7 Salatiga?

3. Tujuan Penelitian

Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui

efektivitas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Make A Match

terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VII SMP Negeri 7 Salatiga.

B. KAJIAN TEORITIS

1. Deskripsi Teori

a. Hasil Belajar

Hasil belajar siswa dapat diukur dengan menggunakan alat evaluasi

yang biasanya disebut tes hasil belajar, sedangkan hasil belajar matematika

yang dikemukakan oleh Hudoyo (1990: 139) dalam Zainal adalah tingkat

keberhasilan atau penguasaan seorang siswa terhadap bidang studi

matematika setelah menempuh proses belajar mengajar yang terlihat pada

nilai yang diperoleh dari tes hasil belajarnya. Dimyati dan Mudjiono

(2009: 3), menyatakan bahwa hasil belajar adalah hasil dari suatu interaksi

tindak belajar dan tindak mengajar. Hasil belajar merupakan berakhirnya

proses belajar dan diakhiri dengan proses evaluasi hasil belajar.

b. Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Make A Match

Model pembelajaran kooperatif tipe Make A Match atau mencari

pasangan dikembangkan oleh Lorna Curran pada tahun 1994. Model

4

pembelajaran kooperatif tipe Make A Match atau mencari pasangan (Isjoni,

2011: 112) adalah model pembelajaran kooperatif dengan cara mencari

pasangan soal atau jawaban yang tepat dan siswa yang sudah menemukan

pasangannya sebelum batas waktu akan diberi poin.

Langkah-langkah dalam pembelajaran kooperatif tipe Make A Match

(Isjoni : 2011) adalah guru menyiapkan kartu yang berisi beberapa konsep

atau topik yang cocok untuk sesi review; setiap siswa mendapatkan satu

buah kartu yang berisi soal atau jawaban; setiap siswa mencari pasangan

yang mempunyai kartu yang cocok dengan kartunya; siswa bisa juga

bergabung dengan 2 atau 3 siswa lain yang memegang kartu yang

berhubungan; setiap siswa yang dapat mencocokan kartunya sebelum batas

waktu, maka akan diberi hadiah atau poin; penutup.

2. Hipotesis

Berdasarkan permasalahan yang dihadapi penulis maka hipotesis yang

Match terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VII SMP Negeri 7

Salatiga.

C. METODE PENELITIAN

Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Quasi

Eksperimental (eksperimen semu). Desain ini mempunyai kelompok kontrol, tetapi

tidak dapat berfungsi sepenuhnya mengontrol variabel-variabel luar yang

mempengaruhi pelaksanaan eksperimen. Rancangan eksperimen yang digunakan

dalam penelitian ini adalah Nonequivalent Control Group Design.

Populasi dalam penelitian ini yaitu semua siswa kelas VII SMP Negeri 7

Salatiga semester II tahun ajaran 2012/2013 yang terbagi menjadi delapan kelas

dengan jumlah siswa 236 0rang. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian

ini adalah Cluster Sampling. Pengambilan kelas yang akan digunakan sebagai

sumber data, maka pengambilan sampelnya berdasarkan daerah populasi yang telah

ditetapkan. Berdasarkan populasi SMP Negeri 7 Salatiga, sampel yang digunakan

hanya 2 kelas yaitu kelas VII G dan VII H SMP Negeri 7 Salatiga tahun ajaran

5

2012/2013. Jumlah siswa kelas VII G terdapat 27 siswa dan VII H terdapat 27

siswa. Jadi, jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 54 siswa.

Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu tes pilihan ganda. Soal

pretest setelah selesai disusun, kemudian diuji cobakan kepada siswa diluar kelas

kontrol dan kelas eksperimen yaitu kelas VII G dan VII H SMP Negeri 7 Salatiga

Semester Genap Tahun ajaran 2012/2013. Data hasil penelitian yang terdapat dalam

penelitian ini adalah data kuantitatif. Hasil uji coba yang diperoleh kemudian

dianalisis, yaitu meliputi uji validitas, reliabilitas, taraf kesukaran, dan daya beda.

Analisis ini digunakan untuk menentukan instrumen yang akan digunakan dalam

penelitian.

Data hasil penelitian yang terdapat dalam penelitian ini adalah data

kuantitatif. Teknik analisis data menggunakan uji prasyarat yaitu uji normalitas dan

homogenitas. Sedangkan untuk mengetahui perbedaan rata-rata hasil belajar

menggunakan uji t (independent sampel t-test) dengan bantuan SPSS 16.00 for

H0: : tidak ada efektivitas model pembelajaran kooperatif tipe Make A

Match dalam peningkatan hasil belajar matematika siswa kelas VII

SMP Negeri 7 Salatiga.

H1: : ada efektivitas model pembelajaran kooperatif tipe Make A Match

dalam peningkatan hasil belajar matematika siswa kelas VII SMP

Negeri 7 Salatiga.

D. HASIL PENELITIAN

Hasil penelitian dapat diketahui dengan cara menganalisis data yang telah

diperoleh selama penelitian. Data yang diperoleh berupa hasil pretest dan posttes

kelompok eksperimen dan kelompok kontrol.

1. Hasil Pretest

Penelitian pada tahap awal ini, diperoleh data dari uji pretest. Uji pretest

diberikan pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol guna mempeloleh

data awal. Pretest dilakukan untuk mengetahui keadaan awal siswa antara

kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Uji pretest pada kelompok

eksperimen dan kelompk kontrol dilaksanakan pada tanggal 1 Maret 2013.

6

Hasil uji pretest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dapat dilihat

Tabel 1

Rata-rata Nilai Pretest Kelompok Eksperimen

dan Kelompok Kontrol

No Kelompok Rata-rata

1 Eksperimen 62,47

2 Kontrol 62,94

Berdasarkan Tabel 1, menunjukkan bahwa rata-rata untuk kelompok

eksperimen diperoleh sebesar 62,47 dan untuk kelompok kontrol sebesar 62,94.

Uji normalitas ini dilakukan untuk mengetahui normal atau tidaknya

sebaran data yang akan dianalisis. Berdasarkan uji normalitas terlihat bahwa

data baik kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol memiliki nilai

signifikansi lebih besar dari nilai yaitu diperoleh 0,144 untuk

kelompok eksperimen dan 0,087 untuk kelompok kontrol. Maka dapat

disimpulkan bahwa data populasi kedua kelompok berdistribusi normal.

Uji homogenitas dilakukan untuk mengetahui homogen atau tidaknya

sebaran data yang akan dianalisis. Berdasarkan uji homogenitas diketahui

bahwa taraf signifikansi lebih dari tingkat alpha yang ditetapkan yaitu 0,549 >

0,05. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa data tersebut homogen.

Tahap uji kesamaan dua rata-rata pretest ini digunakan untuk melihat

apakah kedua kelompok berbeda atau tidak. Uji t ini menggunakan Uji

Independent t-test diperoleh nilai F hitung sebesar 0,364 dengan probabilitas

0,549 > 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa kedua populasi memiliki

variance sama atau dengan kata lain kedua kelas homogen. Dengan demikian

uji t-test harus menggunakan asumsi equal variance assumed. Berdasarkan

Tabel 17 terlihat bahwa nilai t adalah -0,132 dengan sig. 0,895 > 0,05, maka

dapat dikatakan bahwa kelompok eksperimen dan kelompok kontrol tidak

terdapat perbedaan rata-rata.

7

2. Hasil Posttest

Penelitian pada tahap akhir ini, diperoleh data dari uji posttest. Uji

posttest diberikan pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol guna

mempeloleh data akhir. Posttest dilakukan untuk mengeahui keadaan akhir

siswa antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Uji Posttest pada

kelompok eksperimen dan kelompk kontrol dilaksanakan pada tanggal 20

Maret 2012.

Tabel 2

Rata-rata Nilai Posttest Kelompok Eksperimen

dan Kelompok Kontrol

No Kelompok Rata-rata

1 Eksperimen 79,75

2 Kontrol 71,34

Berdasarkan Tabel 2, terlihat jelas perbandingan siswa setelah diberi

perlakuan dalam pembelajaran. Kelompok eksperimen memperoleh rata-rata

sebesar 79,78, sedangkan untuk kelompok kontol hanya 71,34.

Berdasarkan uji normalitas yang telah dilakukan terlihat bahwa kedua

kelompok memiliki nilai signifikansi lebih besar dari nilai

yaitu diperoleh nilai signifikansi yang sama untuk kedua kelompok yaitu 0,200.

Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa data populasi kedua

kelompok berdistribusi normal. Selanjutnya dilakukan uji homogenitas.

Berdasarkan uji homogenitas diketahui bahwa taraf signifikansi > tingkat alpha

yang ditetapkan yaitu 0,562 > 0,05. Dengan demikian dapat disimpulkan

bahwa data tersebut homogen. Pengambilan keputusan dan penarikan

kesimpulan terhadap uji hipotesis dalam penelitian ini menggunakan teknik

analisis data yaitu uji t. Jenis data yang akan diuji adalah data hasil belajar

matematika. Uji t ini digunakan untuk melihat perbedaan dua rerata yang

berupa data interval atau rasio. Hasil uji t dapat dilihat pada Tabel 3.

8

Tabel 3

t-test Hasil Belajar Posttest

Hasil Belajar

Equal variances

assumed

Equal variances

not assumed

Levene's Test

for Equality

of Variances

t-test for

Equality of

Means

F

Sig.

t

df

Sig. (2-tailed)

Mean Difference

95% Confidence

Interval of the

Difference

Low

Up

.225

.637

2.035

52

.047

.81593

.01144

1.62041

2.035

51.985

.047

.81593

.01143

1.62042

Berdasarkan pada Tabel 3 dapat dilihat nilai F hitung sebesar 0,225

dengan probabilitas 0,637 > 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa kedua

populasi memiliki variance sama atau dengan kata lain kedua kelas

homogen. Dengan demikian uji t-test harus menggunakan asumsi equal

variance assumed. Berdasarkan Tabel 23 terlihat bahwa nilai t adalah

2,035 dengan sig. 0,047 < 0,05, maka dapat dikatakan bahwa terdapat

perbedaan hasil belajar antara siswa yang diajar dengan model

pembelajaran kooperatif tipe Make A Match dan model pembelajaran

konvensional.

3. Uji N Gain

N gain digunakan untuk mengetahui selisih hasil belajar matematika

siswa kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hasil uji N Gain dapat

Tabel 4

Hasil Analisis Rata-Rata Pretest dan Posttest

No Kelas Rata – rata Gain

Pretest Posttest

1 Eksperimen 62,47 79,75 17,28

2 Kontrol 62,96 71,34 8,38

9

Berdasarkan Tabel 4 terlihat bahwa rata-rata pretest dan posttest

diperoleh peningkatan 17,28 untuk kelompok eksperimen dan 8,38 untuk

kelompok kontrol. Berdasarkan rata-rata pretest dan posttest, selanjutnya

dilakukan uji N Gain untuk melihat selisih hasil belajar. Hasil uji N Gain dapat

Tabel 5

Hasil Uji N Gain Kelompok Eksperimen

dan Kelompok Kontrol

No Kelas N Gain Katagori

1 Eksperimen 0,46 Sedang

2 Kontrol 0,23 Rendah

Hasil analisis data uji N Gain diperoleh nilai N Gain untuk kelompok

eksperimen sebesar 0,46 (sedang), sedangkan untuk kelompok kontrol sebesar

0,23 (rendah).

E. PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN

Masalah yang hendak dijawab dalam penelitian ini adalah apakah model

pembelajaran kooperatif tipe Make A Match efektif terhadap hasil belajar

matematika siswa kelas VII SMP Negeri 7 Salatiga. Hasil dari penelitian

menunjukkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe Make A Mach efektif

Berdasarkan analisis data hasil belajar siswa, diketahui bahwa terdapat

perbedaan efektivitas antara model pembelajaran kooperatif tipe Make A Match dan

model pembelajaran konvensional. Hal ini ditunjukkan dengan nilai sig. pada uji t

sebesar 0,047 < 0,05, artinya ada perbedaan rerata antara 2 sampel yang

dibandingkan. Perbedaan rata-rata hasil belajar siswa yang diajar menggunakan

model pembelajaran kooperatif tipe Make A Match dengan model pembelajaran

konvensional yaitu 79,75 dan 71,34. Ini berarti rata-rata hasil belajar model

pembelajaran kooperatif tipe Make A Match lebih tinggi dibanding dengan model

pembelajaran konvensional. Hal ini terlihat dari uji N Gain yaitu diperoleh selisih

hasil belajar sebesar 0,46 dengan kategori sedang dan 0,23 dengan kategori rendah.

Hasil ini didukung dengan kondisi awal yang sama atau kedua kelas yang diteliti

10

memiliki kemampuan yang hampir sama (homogen). Ini menunjukkan bahwa

model pembelajaran kooperatif tipe Make A Match efektif terhadap hasil belajar

matematika siswa kelas 7 SMP Negeri 7 Salatiga.

Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Astika, dan Ayu

(2012) tentang Efektivitas Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Make A Match

Terhadap Hasil Belajar Siswa. Penelitian tersebut menyimpulkan bahwa dengan

model pembelajaran kooperatif tipe Make A Match lebih efektif meningkatkan hasil

belajar siswa dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional.

Peneliti melihat bahwa selama proses pembelajaran matematika dengan

menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Make A Match membuat siswa

mudah memahami materi himpunan dibandingkan kelas yang diajar menggunakan

model pembelajaran konvensional. Model pembelajaran kooperatif tipe Make A

Match, menjadikan siswa aktif, dan mudah memahami materi. Berikut foto yang

Berbeda dengan model pembelajaran konvensional, guru menyampaikan

materi dan memberikan comtoh soal. Setelah itu siswa disuruh mengerjakan latihan

soal sesuai dengan contoh soal yang diberikan oleh guru. Perbedaan hasil belajar

disebabkan adanya model pembelajaran yang mendorong siswa aktif, mengalami

secara langsung, dan kecepatan siswa dalam menyelesaikan masalah. Pembelajaran

dengan model pembelajaran kooperatif tipe Make A Match juga mengajarkan siswa

arti tanggung jawab, dan percaya diri. Berbeda dengan kelas yang diajar dengan

menggunakan model pembelajaran konvensional, yang berperan dalam

pembelajaran guru bukan siswa. Guru yang menjadi pelaku utama dalam proses

pembelajaran. Sehingga siswa kurang mampu mengungkapkan pendapatnya.

Berdasarkan pembahasan tersebut, menunjukkan bahwa model pembelajaran

kooperatif tipe Make A Match efektif terhadap hasil belajar matematika siswa kelas

VII SMP Negeri 7 Salatiga.

F. KESIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa model

pembelajaran kooperatif tipe Make A Match efektif dalam meningkatan hasil

belajar matematika siswa kelas VII SMP Negeri 7 Salatiga. Hal ini ditunjukkan

11

oleh adanya perbedaan hasil belajar yaitu dilihat dari uji t. Hasil uji t diperoleh nilai

t sebesar 2,035 dengan signifikan 0,047 < 0,05. Selain itu, hasil penelitian

menunjukkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe Make A Match lebih baik

dari model pembelajaran konvensional yang ditunjukkan dengan rata-rata hasil

belajar yaitu 79,75 dan 71,34. Selisih hasil belajar ditunjukkan dengan N Gain

antara siswa yang diajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe Make A Match

dengan siswa yang diajar dengan model pembelajaran konvensional. Uji N Gain

diperoleh sebesar 0,46 dengan kategori sedang dan 0,23 dengan kategori rendah.

Sehingga diperoleh bahwa model pembelajaran kooperatif tipe Make A Match

efektif terhadap hasil belajar matematika siswa SMP Negeri 7 Salatiga.

DAFTAR PUSTAKA

Anitah, Sri.W., dkk. 2007. Strategi Pembelajaran Matematika. Jakarta: Universitas

Terbuka.

Arifin, Zaenal. 2012. Penelitian Pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Arikunto, S. 2002. Dasar – Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.

Dimyati, dan Mudjiono. 2009. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: PT RINEKA

CIPTA.

Docstoc. 2009. Uji N Gain. http://www.docstoc.com/docs/68059517/n gain. Diunduh:

senin, 29 April 2013.

Hermawan, B. 2011. Efektivitas Metode Cooperrative Learning Tipe Make A Match

Terhadap Aktivitas Dan Hasil Belajar Pendidikan Kewarganegaraan Materi

Globalisasi Di Kelas IV SD Negeri Kaligangsa Kulon 01. Skripsi. Semarang:

UNNES. Diunduh: 26 Januari 2013.

Huda, M. 2012. Cooperative Learning. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Isjon. 2011. Pembelajaran Kooperatif Meningkatkan Kecerdasan Komunikasi Antar

Peserta Didik. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Mahmud. 2012. Tingkat Kesukaran dan Daya Beda. http://mahmud09-

kumpulanmakalah.blogspot.com/2012/06/tingkat-kesukaran-dan-daya-

beda.html. Diunduh: 15 Februari 2013.

Nurgiyantoro, B., dkk. 2009. Statistika Terapan. Yogyakarta: Gajah Mada University

Press.

Sugiyono. 2009. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta.

-----------. 2011. Statistika untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta.

-----------. 2012. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R & B. Bandung:

Alfabeta.

Suprijono, A. 2012. Cooperative Learning. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Syafaruddin, dan Irwan. 2005. Manajemen Pembelajaran. Jakarta: PT. Jakarta Press.

Warsita, B. 2008. Teknologi Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta.