Pembahasan Kasus Peritonitis

  • Published on
    14-Dec-2014

  • View
    39

  • Download
    10

Embed Size (px)

Transcript

<p>PERITONITIS</p> <p>Pendahuluan Infeksi intraabdominal Penyebab morbiditas &amp; mortalitas yg penting Era antibiotika : Mortalitas 10 20 %.</p> <p> Etiologi : Bervariasi secara geografis. Di Indonesia : Penyebab tersering,ad. : Perforasi appendisitis, perforasi typhus abdominalis, trauma organ hollow viscus.</p> <p>Definisi Infeksi intraabdominal adalah respon inflamasi pada peritoneum terhadap mikroorganisme dan toksinnya yang menghasilkan eksudat purulen pada rongga peritoneum. Infeksi difus : peritonitis Infeksi fokal : intraperitoneal/intraabdominal.</p> <p>abses</p> <p>Peritonitis Peritonitis Primer Terjadi melalui penyebaran hematogen atau limfatik Peritonitis Sekunder Akibat proses biologik yang lain : perforasi bilio-enterik, kebocoran anastomosis, pankreatitis terinfeksi Peritonitis Tersier Infeksi intraabdominal persisten yang berespon terhadap operasi Infeksi nosokomial</p> <p>Konsensus "the American College of Chest Physicians and the Society of Critical Care Medicine" (1991)</p> <p> SIRS = Systemic Inflammatory Response Syndrome Terdapat 2 atau lebih tanda berikut : Temperatur &gt; 380C atau &lt; 360C Denyut Jantung &gt; 90 Frekuensi pernafasan &gt; 20 Lekosit &gt; 12 x 109/L atau &lt; 4 x 109/L atau 10% bentuk immature</p> <p> Sepsis = SIRS + Infeksi yang dibuktikan dengan kultur</p> <p>Konsensus "the American College of Chest Physicians and the Society of Critical Care Medicine" (1991) (2)</p> <p> Sepsis Berat</p> <p> Sepsis + disfungsi organ, hipotensi atau hipoperfusi (termasuk laktat asidosis, oliguria atau perubahan status mental akut) Syok Septik</p> <p> Hipotensi (meskipun dengan resusitasi cairan) + abnormalitas hipoperfusi</p> <p> Anamnesis: Keluhan nyeri seluruh perut (akut abdomen) Keluhan perubahan kesadaran Demam Anoreksia, vomitus, perut kembung, tidak bisa b.a.b., flatus.</p> <p> Pemeriksaan Fisik: Tanda vital : Kesadaran menurun, Tekanan darah(MAP) , takipneu, takikardi, subfebris/febris.</p> <p> Thoraks: dapat ditemukan tanda-tanda pneumoni, empyema. Abdomen: distensi abdomen, nyeri tekan, nyeri lepas, defance musculair, tanda-tanda ileus paralitik : bising usus menurun. Colok Dubur: Sphincter lemah, nyeri tekan. Produksi urin berkurang.</p> <p>Diagnosis (3): Pemeriksaan Laboratorium : Hemoglobin : Mungkin anemi Leukositosis/ Leukopeni. Komplikasi : Ureum, kreatinin, gula darah, Natrium, Kalium, AGD. Kultur : cairan peritoneum/ pus (abses/peritonitis tersier).</p> <p> Diagnostik pencitraan : Foto 3 posisi: Free air, dilatasi, preperitoneal fat (-). CT-Scan,USG = koleksi cairan (abses).</p> <p>Terapi Peritonitis Sekunder (Akut) Operasi untuk mengontrol sumber primer kontaminasi bakteri Terapi suportif: oksigen, dekompresi, resusitasi cairan dan elektrolit. Antibiotika : Spektrum luas : gram positif, negatif, dan anaerob. Surveillance infeksi residual</p> <p>Terapi Empirik pada Peritonitis AkutAntibiotics choice Single drug Cefotixin Cefotetan Ceftizoxime Ampicillin/sulbactam Ticarcillin/clavulanate</p> <p>Dosing/d</p> <p>8-16 g 4g 4-6 g 12-18 g 12.4-18.6 g</p> <p>Terapi Empirik pada Peritonitis Akut</p> <p>Double drug Gentamicin + Clindamycin or Metronidazole Triple drug Gentamicin + Clindamycin or Metronidazole</p> <p>5 mg/kg 2.4-3.6 g 2g 2.4 - 3.6 g 2g 4-6 g</p> <p>Laparotomi untuk Peritonitis Akut Disertai pembilasan sebersih mungkin Debridement radikal Penutupan sumber kontaminasi : simple closure, diversi, reseksi + reanastomosis. Lavase peritoneal pasca bedah Luka abdomen terbuka Staged laparotomy Etappen lavage</p> <p>Prinsip Laparotomi Prinsip I : Repair Kontrol sumber infeksi</p> <p> Principle 2: Purge Evakuasi inokulasi bakteri , pus, dan adjuvants (peritoneal toilet)</p> <p>Prinsip Laparotomi Prinsip 3: Dekompresi Terapi abdominal compartment syndrome Prinsip 4 : Kontrol Pencegahan &amp; terapi infeski yg. persisten/rekuren atau pembuktian repair &amp; purge</p> <p>Prognosis : Lamanya peritonitis : &lt; 24 jam : &gt; 90 % 24 - 48 jam : 60% &gt; 48 jam : 20 %</p> <p> Adanya penyakit penyerta Usia Komplikasi</p> <p>DIAGNOSA KEP Risti infeksi (septikemia) b/d imunosupresi, invasif prosedur Tujuan Status infeksi (waktu penyembuhan, bebas purulent dan tidak febris) Kontrol infeksi (secara verbal mengerti dari faktor risiko infeksi)</p> <p>Identifikasi faktor risiko (apendik) Kaji tanda vital Kaji kesadaran Temperatur Urine output Teknik aseptik perawatan luka Observasi drainase Cateter care Kolaborasi Kultur Pemberian antibiotik</p> <p> Kurang volume cairan bd shif, muntah, puasa, febris, hipermetabolik Tujuan Cairan seimbang (tanda vital stabil, mukosa , turgor, crt, berat)</p> <p>Monitor tanda vital Monitor intake output Mengukur urin gravitasi Observasi mukosa</p>