Click here to load reader

Obat Kortikosteroid

  • View
    72

  • Download
    1

Embed Size (px)

DESCRIPTION

obat kulit kortikosteroid

Text of Obat Kortikosteroid

  • 5/26/2018 Obat Kortikosteroid

    1/22

    KORTIKOSTEROID

    PENDAHULUAN

    Keberhasilan penyembuhan berbagai kelainan kulit dengan menggunakan

    kortikosterid serta meningkatnya berbagai jenis sediaan di pasaran telah semakin

    meningkatkan penggunaannya. Keadaan ini selain memberikan dampak positif,

    berupa tersedianya alternatif sediaan kotikosteroid yang digunakan, juga

    berdampak negatif, yaitu meningkatkan resiko terjadinya efek samping obat,

    terutama akibat misusedan abusesediaan kortikosteroid.

    Untuk meningkatkan keberhasilan terapi dan meminimalkan efek samping

    obat akibat penggunaan kortikosteroid, perlu pola pikir yang rasional dalam

    memilih sedian kortikosteriod dengan senantiasa mempertimbangkan antara lain

    jenis, fase, lokalisasi dan distribusi kelainan kulit, usia penderita serta potensi,

    keamanan dan formulasi obat.

    Kortikosteroid dibedakan menjadi dua golongan besar yaitu

    glukokortikoid dan mineralokortikoid. Efek utama glukokortikoid adalah

    penyimpanan glikogen hepar dan efek antiinflamasinya, sedangkan pengaruhnya

    pada keseimbangan air dan elektrolit kecil. Efek utama golongan

    mineralokortikoid adalah terhadap keseimbangan air dan elektrolit, sedangkan

    pengaruhnya pada penyimpanan glikogen hepar kecil. Golongan

    mineralokortikoid tidak mempunyai efek antiinflamasi.

    Sediaan kortikosteriod dapat dibedakan menjadi 3 golongan berdasarkan

    masa kerjanya, yaitu kerja singkat, sedang dan lama. Sediaan kerja singkat

    mempunyai masa paruh biologis kurang dari 1 jam. Sediaan kerja sedang

    mempunyai masa paruh biologis 1!3" jam. Sediaan kerja lama mempunyai masa

    paruh biologis lebih dari 3" jam.

    Kortikosteroid alami yang paling banyak dihasilkan oleh tubuh adalah

    kortisol. Kortisol disintesis dari kolesterol oleh korte# adrenal. Sekresi kortisol per

    hari berkisar antara 1$ sampai $ mg dengan puncak diurnal sekitar pukul % pagi.

  • 5/26/2018 Obat Kortikosteroid

    2/22

    Sediaan kortikosteroid dapat diberikan secara oral, parenteral &'(, '),

    intrasino*ial, dan intralesi+, topikal pada kulit dan mata &dalam bentuk salep,krim, losio+, serta aerosol melalui jalan napas.

  • 5/26/2018 Obat Kortikosteroid

    3/22

    KORTIKOSTEROID SISTEMIK

    Glukokortikoid

    ormon yang dihasilkan korteks adrenal disebut hormon adrenokortikal.

    -da dua jenis hormon adrenokortikal yang utama, yakni mineralokortikoid dan

    glukokortikoid.

    Efek dan Mekanisme Kera

    Sebagian besar efek glukokortikoid dimediasi oleh reseptor glukokortikoid

    pada sitoplasma dan dapat masuk ke inti sel. Kortikosteroid akan berinteraksi

    dengan reseptor spesifik pada jaringan target untuk mengatur ekspresi gen yang

    responsif terhadap kortikosteroid, sehingga akan mengubah proses sintesis protein

    pada jaringan yang bersangkutan. Ekspresi gen dan sintesis protein akan

    membutuhkan cukup banyak aktu, sehingga sebagian besar efek kortikosteroid

    baru akan muncul beberapa jam kemudian.

    /eseptor glukokortikoid terdiri atas sekitar %$$ asam amino dan dapat

    dibagi dalam 3 domain fungsional, yaitu 0

    1. Glukokortikoid!binding domain yang berada pada ujung karboksil molekul,

    merupakan tempat berikatan dengan glukokortikoid bebas.

    . 2-!binding domain yang terletak pada pertengahan, mengandung residu

    sistein. 4agian ini terlipat sehingga membentuk struktur 5two finger6 yang

    distabilisasi oleh ion seng.

    3. -mino!terminal domain, bagian ini bersifat sangat antigenik dan

    meningkatkan spesifisitas reseptor.

  • 5/26/2018 Obat Kortikosteroid

    4/22

    Gambar ". )ekanisme kerja glukokortikoid.

    i dalam darah, steroid

    berada dalam bentuk terikat

    dengan kortikosteroid

    binding!globulin &74G+, namun

    berada dalam keadaan bebas

    ketika memasuki sel target.

    /eseptor steroid intraseluler berikatan dengan beberapa protein stabilisator,

    termasuk dua buah molekul heat shock protein &sp$+, dan beberapa molekul

    lain, yang degambarkan dengan 8595. Ketika kompleks reseptor tersebut

    berikatan dengan kortisol, terbentuklah kompleks yang tidak stabil dan molekul

    sp$ dan 595 dilepaskan. Kompleks steroid!reseptor mampu memasuki nucleus,

    berikatan dengan gen melalui glucocorticoid response element &G/E+, dan

    mengatur transkripsi dengan bantuan faktor!faktor transkripsi lain. m/2- yang

    terbentuk akan memasuki sitoplasma untuk membentuk protein yang merupakan

    respon akhir hormon.

  • 5/26/2018 Obat Kortikosteroid

    5/22

    Gambar :. )odel interaksi steroid, S, &contoh 0 cortisol+, reseptor steroid, /,

    dan proses yang terjadi pada sel target.

    Ketika berikatan dengan G/E, kompleks steroid!reseptor juga membentuk

    kompleks dan mempengaruhi fungsi faktor transkripsi lain, seperti -;1 dan 2

    =b, sehingga akan mempengaruhi pengaturan transkripsi gen yang bersangkutan.

  • 5/26/2018 Obat Kortikosteroid

    6/22

    Glukokortikoid menyebabkan penurunan eosinofil, basofil, monosit, dan

    limfosit dengan jalan meredistribusinya ke jaringan limfoid dari sirkulasi.Sebaliknya, glukokortikoid meningkatkan kadar hemoglobin, trombosit, eritrosit,

    dan neutrofil yang terjadi karena meningkatnya influks dari sumsum tulang ke

    dalam darah dan berkurangnya migrasi dari pembuluh darah &sehingga akan

    mengurangi jumlah sel pada lokasi inflamasi+.

    Glukokortikoid akan meningkatkan ekspresi '@4 sehingga mengakti*asi

    2 kortisol dalam plasma terikat pada protein.

    anya fraksi kortikosteroid yang tidak terikat yang dapat memasuki sel dan

    menimbulkan efek.3 ?ika kortisol plasma melebihi $!3$ FgdA, 74G akan

  • 5/26/2018 Obat Kortikosteroid

    7/22

    tersaturasi dan konsentrasi kortisol bebas akan meningkat dengan cepat. ;rotein

    plasma yang mengikat sebagian besar hormon steroid adalah 01. Corticosteroid binding globulin&74G, disebut juga transkortin+

    74G adalah suatu H!globulin yang disintesa oleh hepar. 74G memiliki

    afinitas tinggi terhadap steroid, namun kapasitas pengikatan total &total

    binding capacity+ nya rendah.

    74G memiliki afinitas yang relatif tinggi terhadap kortisol, dan memiliki

    afinitas rendah terhadap aldosteron dan metabolit steroid terkonjugasi

    glukoronid.

    74G akan meningkat pada kehamilan, pemberian estrogen, dan hipertiroid,

    dan menurun pada hipotiroid, defek genetik pada sintesis, dan defisiensi

    protein.

    . -lbumin

    -lbumin juga disintesa oleh hepar, namun memiliki sifat yang berbeda dengan

    74G, di mana memiliki afinitas yang rendah terhadap steroid dan kapasitas

    pengikatan yang tinggi.

    Kortikosteroid sintetik, seperti de#ametason, sebagian besar terikat pada

    albumin.

    Iaktu paruh kortisol pada sirkulasi adalah sekitar "$!$ menitB aktu

    paruh dapat meningkat pada pemberian hidrokortison dalam dosis besar, pada

    keadaan stres, hipotiroid, atau pada gangguan hepar.

    '# Meta$olisme

    Sebagian besar kortisol diinakti*asi oleh hepar dengan reduksi ikatan

    ganda J, pada cincin - dan akan diubah menjadi tetrahidrokortisol dan

    tetrahidrokortison oleh 3!hidroksisteroid dehidrogenase. 4eberapa diubah menjadi

    kortol dan kortolon dengan reduksi keton 7$.

    Sebagian besar metabolit kortisol mengalami konjugasi dengan asam

    glukoronat atau sulfat pada hidroksil 73 dan 71, yang kemudian akan kembali

    memasuki sirkulasi.

  • 5/26/2018 Obat Kortikosteroid

    8/22

    Steroid sintetik dengan komponen 11!keto, seperti kortison dan prednison,

    secara enDimatik harus direduksi menjadi deri*at 11!L hidroksi supaya menjadiaktif. /eaksi ini dikatalisis di hepar isoDim tipe 1 11!L hidroksisteroid

    dehidrogenase, sehingga untuk pasien dengan gagal hati ataupun gangguan enDim

    tersebut, lebih baik diberi steroid yang tidak perlu akti*asi enDimatik &seperti

    hidrokortison dan prednisolon+.

    (# Ekskresi

    Steroid yang sudah terkonjugasi akan menjadi larut air &ater soluble+ dan

    dapat diekskresikan melalui urin. Sekresi steroid juga dapat terjadi melalui bilier

    dan fecal, namun dalam jumlah yang kurang bermakna.

    Indikasi

    Glukokortikoid diindikasikan sebagai agen imunosupresif pada

    pencegahan dan pengobatan reaksi penolakan transplantasi organ, artritis

    reumatoid, sistemik lupus eritematosus, dermatomiositis sistemik, psoriasis, asma,

    eksaserbasi akut sklerosis multipel, reaksi alergi, dan gangguan otoimun lain.

    Efek Sam%in)

    Efek samping penggunaan steroid antara lain retardasi pertumbuhan,

    nekrosis a*askular tulang, osteopenia, meningkatkan resiko infeksi, menghambat

    penyembuhan luka, katarak, hiperglikemia, dan hipertensi.

  • 5/26/2018 Obat Kortikosteroid

    9/22

    KORTIKOSTEROID TOPIKAL

    A# Pemili*an Kortikosteroid To%ikal +KST, Pada Oran) De-asa

    Prinsi% Dermatotera%i

    alam mengobati seorang penderita penyakit kulit, dianut prinsip!prinsip

    umum, dan bila diberikan obat topikal, selain berlaku prinsip umum dianut pula

    prinsip khusus.

    ;rinsip umum0

    1. ;erhatikan penderita secara keseluruhan, somatik dan psikis

    . 4erikan kesempatan pada alam untuk menyembuhkan penyakit tersebut, obat

    yang diberikan bertujuan membantu penyembuhan oleh alam.

    3. Segi fisiologi, patologi, biokimia dan anatomi kulit perlu diperhatikan.

    J. Kuasai materi medika.

    . ;erhatikan farmasi dan farmakologi obat!obatan, misalnya sinergisme, efek

    samping dan toksisitas obat.

    ". Cerapi yang baik adalah terapi kausal.

    :.