Makalah perdarahan post partum

  • View
    1.603

  • Download
    1

Embed Size (px)

Text of Makalah perdarahan post partum

Perdarahan Post Partum

Tutorial A1 Larasjati Sartiko Harjo 1010211058 Reynita Setia Dewi 1010211059 Amanda Friska 1010211152 Rizki Rahmiana Harahap 1010211078 Mutia Rachmi 1010211179 Gina Novita Sari 1010211107 Dody Saputra 1010211103 Chaerunissa Utami 0910211146 Nita Juliana Anggraini 1010211097 Levi Aulia Rachman 1010211054 Novianto Adi 1010211065 Anna Andany Lestari 1010211056 FK UPN VETERAN JAKARTA TAHUN AJARAN 2010/2011 LEMBAR PENGESAHAN

Anna Andany Lestari utra

Dody Sap

Ketua Kasus

Sekertaris Kasus

dr. Maria S.T

Tutor KATA PENGANTAR Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang dengan rahmatnya, makala h ini dapat di selesaikan. Makalah ini mengenai case ke VIII tentang Perdarahan Post Partum yang didiskusikan mulai tanggal 27 April 2011 sampai dengan 30 Apri l 2011. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada dr. Maria atas pengarahan dan bimbingan yang telah di berikan selama proses tutorial berlangsung. Terima kasih juga kepada teman-teman kelompok tutorial A-1 atas kerjasamanya sehingga makala h ini dapat di selesaikan dengan baik. Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah sebagai laporan dan kesimpulan dari dis

kusi yang telah di laksanakan. Terima kasih atas perhatiannya dan semoga makalah ini dapat bermanfaat. Jakarta, Mei 2011 Penulis PAGE 1 Mrs. Puri 20 years old, P1A0 visits hospital with chief complain, fever. She al so feel pain at her lower abdomen since yesterday. She confess two days ago she had giver bierth by untrained traditional birth attendant. She complains some bl oody sischarge was still draining out through her vagina and it smelt foult. She confess until now, she cant breastfeed her baby because of her nipple inverte d. PAGE 2 Physical examinations: Conjunctiva : normal Heart and lungs : within normal limits Breast : signs of nipple inversion Abdomen : tenderness at suprapubic area Obstetric examination: Uterine fundus was at the level of umbilicus, soft, tenderness (+) Uterine contraction was poor Inspection : vulva normal Speculum examinations: vulva and vagina were within normal limit, fluxus (+) flo wing slowly out of the servix and smelt foul Vaginal toucher : - cervical dilation 2 fingers Portio was soft No tissue palpable in the uterine cavity Uterus was equal to 20 weeks pregnancy Uterine tanderness (+) Cervical motion tanderness (+) Adnexas were normal Ultrasound examinations result showed the uterus was enlarged; there was some co mplex mass in the uterine cavity, suggestive of placental remnants PAGE 3 Laboratory examination Hemoglobin level : 10 gram % Leukocyte : 27.00/ mm3 PCV : 30% Platelet count : 180.000/mm3 Blood culture : multiple bacterial infections Epilogue Doctor diagnose her metritis + late postpartum hemorrhage + inverted nipple grad e 2 Mrs. Puri was given uterotonic, ampicillin 2 gr IV every 6 hours + gentamycin 5m g/kgBB IV avery 24 hours + metronidazole 500 mg IV every 8 antibiotics prior to and after that doctor will do curettage. She was hospitalized for about 5 days. And for her inverted nipples doctor does Hoffman maneuver and she was also intro duce to some nurses in the Group of Support for Lactacing Mothers which may help her with lactation problems if ever she encounters it. KONSEP NIFAS PENGERTIAN NIFAS 1. Masa Nifas (puerpurium) adalah masa pulihnya kembali, mulai dari persali

nan selesai sampai alat alat kandungan kembali seperti pra-hamil. Lama masa nifa s yaitu 6-8 minggu (Mochtar, 2001:115) 2. Masa Nifas (puerpurium) dimulai setelah placenta lahir dan berakhir keti ka alat alat kandungan kembali seperti keadaan sebelum hamil,berlangsung selama kira kira 6 minggu (Prawirohardjo, 2009:237) 3. Nifas atau puerperium adalah periode waktu atau masa dimana organ-organ reproduksi kembali kepada keadaan tidak hamil. Masa ini membutuhkan waktu sekita r enam minggu (Farrer, 2001:36). PEMBAGIAN MASA POST PARTUM (NIFAS) Menurut referensi dari Prawirohardjo (2009:238), pembagian nifas di bagi 3 bagia n, yaitu: 1. Puerperium Dini Yaitu kepulihan dimana ibu di perbolehkan berdiri dan berjalan. Dalam agama Isla m, dianggap telah bersih dan boleh bekerja setelah 40 hari. 2. Puerperium Intermedial Yaitu kepulihan menyeluruh alat-alat genetalia yang lamanya 6-8 minggu. 3. Remote Puerperium Yaitu waktu yang diperlukan untuk pulih dan sehat sempurna terutama bila selama hamil atau waktu persalinan mempunyai komplikasi. Waktu untuk sehat sempurna bis a berminggu, bulan atau tahunan. PERUBAHAN-PERUBAHAN YANG TERJADI SELAMA POST PARTUM (NIFAS) 1. Uterus Involusi uterus melibatkan peng-reorganisasian dan pengguguran decidua atau endo metrium serta pengelupasan situs placenta sebagaimana diperlihatkan (Varney, 200 4:252). Segera setelah kelahiran bayi, placenta dan membran, beratnya adalah kira-kira 1 100 gram dengan panjang kira-kira 15 cm, lebar 12 cm, serta 8 sampai 10 cm tebal nya. Ukuran itu adalah kira-kira dua atau tiga kali ukuran uterus non hamil, mul tipara. Uterus berkurang beratnya sampai menjadi kira-kira 500 gram pada akhir m inggu pertama post partum, 300 gram sampai 350 gram pada akhir minggu kedua, 100 gram pada akhir minggu keenam, dan mencapai berat biasa non hamil 70 gram pada akhir minggu kedelapan post partum. Segera setelah kelahiran, bagian puncak dari fundus akan berada kira-kira dua pertiga sampai tiga perempat tingginya diantar a shympisis pubis dan umbilicus. Fundus ini kemudian akan naik ketingkat umbilic us dalam tempo beberapa jam. Ia akan tetap berada pada kira-kira setinggi (atau satu jari lebarnya di bawah) umbilicus selama satu, dua hari dan kemudian secara berangsur-angsur turun ke pinggul, kemudian menjadi tidak dapat dipalpasi lagi bila di atas symhisis pubis setelah hari ke sepuluh (Varney, 2004:252). 2. Involusi tempat plasenta Ekstrusi lengkap tempat plasenta perlu waktu sampai 6 minggu. Proses ini mempuny ai kepentingan klinik yang amat besar, karena kalau proses ini terganggu, mungki n terjadi pendarahan nifas yang lama. Segera setelah kelahiran, tempat plasenta kira-kira berukuran sebesar telapak tangan, tetapi dengan cepat ukurannya mengec il. Pada akhir minggu kedua, diameternya 3 sampai 4 cm. Segera setelah berakhirn ya persalinan, tempat plasenta normalnya terdiri dari banyak pembuluh darah yang mengalami trombosis yang selanjutnya mengalami organisasi trombus secara khusus . 3. Pembuluh darah uterus Di dalam uterus sebagian besar pembuluh darah mengalami obliterasi dengan peruba han hialain, dan pembuluh yang lebih kecil tumbuh ditempat mereka. Reasorbsi res idu yang mengalami hialinisasi diselesaikan dengan proses yang serupa dengan yan g di temukan di ovarium setelah ovulasi dan pembentukan korpus luteum. Tetapi si sa-sisa kecil tetap ada selama bertahun-tahun, yang dibawah mikroskop memberikan cara untuk membedakan antara uterus wanita multipara dan nullipara. 4. Lochia Lochia adalah nama yang diberikan pada pengeluaran dari uterus yang terlepas mel alui vagina selama masa nifas (Varney, 2004:253). Pengeluaran Lochia dapat dibagi berdasarkan jumlah dan warnanya sebagai berikut : 1). Lochia Rubra

1 sampai 3 hari berwarna merah dan hitam Terdiri dari sel decidua, verniks kaseosa, rambut, sisa mekonium, sisa darah 2). Lochia Sanguinolenta 3 sampai 7 hari Berwarna putih bercampur merah 3). Lochia Serosa 7 sampai 14 hari Berwarna kekuningan 4). Lochia Alba Setelah hari ke 14 Berwarna putih 5. Vagina dan Perineum Segera setelah persalinan, vagina dalam keadaan menegang dengan disertai adanya edema dan memar, dengan keadaan masih terbuka. Dalam satu atau dua hari edema va gina akan berkurang. Dinding vagina akan kembali halus, dengan ukuran yang lebih luas dari biasanya. Ukurannya akan mengecil dengan terbentuk kembalinya rugae, pada 3 minggu setelah persalinan. Vagina tersebut akan berukuran sedikit lebih b esar dari ukuran vagina sebelum melahirkan pertama kali. Meskipun demikian latih an untuk mengencangkan otot perineum akan memulihkan tonusnya (Varney, 2004:254) . 6. Payudara Konsentrasi hormon yang menstimulasi perkembangan payudara selama wanita hamil, (estrogen, progesteron, human chorionic gonadotropin, prolaktin, kortisol, dan i nsulin) menurun dengan cepat setelah bayi lahir. Waktu yang dibutuhkan hormon-ho rmon ini untuk kembali ke kadar sebelum hamil sebagian ditentukan oleh apakah ib u menyusui atau tidak. 7. Tanda-Tanda Vital Tekanan darah biasanya stabil dan normal, temperatur biasanya kembali normal dar i kenaikannya yang sedikit selama periode melahirkan dan menjadi stabil dalam 24 jam pertama setelah melahirkan. Denyut nadi biasanya normal kecuali bila ada ke luhan persalinan yang lama dan sulit atau kehilangan banyak darah (Varney, 2004: 254). 8. Perubahan Sistem Ginjal Pelvis ginjal dan ureter yang berdilatasi selama kehamilan, kembali normal pada akhir minggu setelah melahirkan. Segera setelah melahirkan kandung kemih tampak bengkak, sedikit terbendung, dapat hipotonik, dimana hal ini dapat mengakibatkan overdistensi, pengosongan yang tidak sempurna dan adanya sisa urin yang berlebi han kecuali bila diambil langkah-langkah yang mempengaruhi ibu untuk melakukan b uang air kecil secara teratur meskipun pada saat wanita itu tidak mempunyai kein ginan untuk buang air kecil. Efek dari trauma selama persalinan pada kandung kem ih dan ureter akan menghilang dalam 24 jam pertama setelah melahirkan (Varney, 2 004:255). 9. Kehilangan Berat Badan Seorang wanita akan kehilangan berat badannya sekitar 5 kg pada saat melahirkan. Kehilangan ini berhubungan dengan berat bayi, placenta dan cairan ketuban. Pada minggu pertama post partum seorang wanita akan kehilangan berat badannya sebesa r 2 kg akibat kehilangan cairan (Varney, 2004:255). 10. Dinding Abdomen Striae abdominal tidak bisa dilenyapkan sama sekali akan tetapi mereka bisa beru bah menjadi garis-garis yang halus berwarna putih perak (Varney, 2004:255). Ketika miometrium berkontraksi dan berektrasi setelah kelahiran dan beberapa har i s