Makalah Komunitas Estuary

  • View
    39

  • Download
    2

Embed Size (px)

DESCRIPTION

makalah

Text of Makalah Komunitas Estuary

MAKALAH KOMUNITAS ESTUARYTUGAS MATA KULIAH EKOLOGI HEWAN

Disusun oleh:1) Tutik Wulandari(k4312065)2) Tyas Ana Cahyanti(k4312066)3) Vita Yuliana(k4312068)4) Wahyu Adhi Nugroho(k4312069)5) Wahyu Kusumawardani(k4312070)6) Wike Trajuningtyas (k4312073)

Kelas B

PENDIDIKAN BIOLOGIFAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKANUNIVERSITAS SEBELAS MARETSURAKARTA2015

PENDAHULUANA. Latar Belakang

Estuari merupakan daerah pantai semi tertutup yang mempunyai hubungan dengan laut terbuka sehingga dipengaruhi oleh pasang, dan di dalamnya terjadi percampuran antara air laut dan air tawar. Estuari dapat disebut sebagai daerah peralihan antara habitat laut dan habitat air tawar. Memiliki karakter fisik, kimiawi, dan biologis yang khas, didominasi oleh substrat berlumpur dan endapan kebanyakan merupakan bahan organik. Estuari memiliki karakter perairan yang khas karena salinitas yang berbedadi setiap titik di estuari. Sedikit organisme yang dapat bertahan hidup di perairan estuari karena diperlukan kemampuan osmoregulasi yang cukup. Estuari didominasi oleh substrat berlumpur, hutan mangrove dapat tumbuh secara optimal di daerah perairan estuari. Mangrove mempunyai arti penting karena dapat memberikan bahan organik, sebagai daerah asuhan dan pemijahan biota perairan, perakarannya yang kokoh dapat meredam gelombang, menahan lumpur, dan melindungi pantai dari abrasi.Estuari adalah jenis perairan yang memiliki variasi yang tinggi ditinjau dari faktor fisik, kimia, biologi, ekologi dan jenis habitat yang terbentuk di dalamnya. Oleh karena itu interaksi antara komponen fisik, kimia dan biologi yang membentuk suatu ekosistem sangat kompleks. Hal ini disebabkan karena dinamika dari estuari sangat besar, baik dalam skala waktu yang pendek karena adanya pasang surut maupun dalam skala waktu yang panjang karena adanya pergantian musim.Pada ekosistem estuari ini terbentuk habitat-habitat yang memiliki ciri khas tersendiri dengan organisme-organisme penyusunnya yang spesifik. Respon dari tingkah laku organisme estuari dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya juga beragam dan memiliki ciri khas tersendiri. Pada batas ambang toleransi organisme terhadap lingkungan membatasi keberadaannya di suatu organisme. Organisme yang mampu bertahap pada kondisi fisik dan kimia perairan dapat tetap hidup dan tinggal nyaman di habitatnya, tetapi bagi organisme yang tidak mampu bertahan pada ambang toleransinya akan menjadi organisme pengunjung transisi, dimana pada saat sesuai dengan batas ambangnya organisme ini akan masuk ke habitat di estuari, tetapi jika tidak maka organisme ini akan meninggalkan daerah estuari ini.Oleh karena hal diatas dapat dikatakan estuari memiliki karakteristik yang spesifik, di dalam makalah ini akan dibahas terkait dengan karakteristik komunitas dari estuari.

B. Rumusan Masalah Bagaimanakah karakteristik dari komunitas estuari?

C. Tujuan Mengetahui karakteristik dari komunitas Estuari

PEMBAHASAN

Pengertian Estuari

Kata estuari berasal dari istilah bahasa inggris estuary, dan bahasa latin aestuarium yang berarti aliran air pasang dari laut, yang akar katanya adalah aestus, pasang surut air laut. Per definisi, ada banyak pengertian yang dipakai orang untuk menjelaskan estuari. Salah satu definisi yang diterima orang secara luas menyebut estuari sebagai :badan air pesisir yang semi-tertutup, yang terhubung bebas dengan laut terbuka, yang di dalamnya air laut nyata tercampur dan terencerkan oleh air tawar yang mengalir dari daratan.Estuari merupakan tempat bersatunya sungai dengan laut. Estuari sering dipagari oleh lempengan lumpur intertidal yang luas atau rawa garam. Salinitas air berubah secara bertahap mulai dari daerah air tawar ke laut.Estuari merupakan bagian dari lingkungan perairan yakni daerah percampuran antara air laut dan air tawar yang berasal dari sungai, sumber air tawar lainnya (saluran air tawar dan genangan air tawar). Lingkungan estuari merupakan peralihan antara darat dan laut yang sangat di pengaruhi oleh pasang surut, tetapi terlindung dari pengaruh gelombang laut (Kasim, 2005).Menurut Bengen, 2002 dan Pritchard, 1976 dalam Tiwow (2003), estuari adalah perairan yang semi tertutup yang berhubungan bebas dengan laut, sehingga air laut dengan salinitas tinggi dapat bercampur dengan air tawar. Estuari adalah jenis perairan yang memiliki variasi yang tinggi ditinjau dari faktor fisik, kimia, biologi, ekologi dan jenis habitat yang terbentuk di dalamnya. Oleh karena itu interaksi antara komponen fisik, kimia dan biologi yang membentuk suatu ekosistem sangat kompleks. Hal ini disebabkan karena dinamika dari estuari sangat besar, baik dalam skala waktu yang pendek karena adanya pasang surut maupun dalam skala waktu yang panjang karena adanya pergantian musim.Pembentukan daerah estuari diawali dari suatu aliran sungai yang menuju laut, daerah ini dapat berupa muara sungai yang sangat lebar, rawa-rawa pantai atau daerah lain yang tidak terlepas dari pengaruh air laut. Pengaruh campuran massa air tawar dan air laut tersebut menghasilkan suatukondisi lingkungan dan komunitas biota yang khas, komplek dan dinamis yang tidaksama dengan air tawar atau air laut. Dinamika tersebut sangat terkait dengan pola distribusi salinitas, kekuatan arus, amplitude pasang-surut, kekuatan ombak, pengendapan sedimen, suhu, oksigen serta penyediaan unsur hara (Suyasa dkk., 2008).Air tawar yang mempunyai densitas lebih kecil dari air laut cenderung mengembang diatasnya. Pada daerah estuari ini juga terdapat fluktuasi perubahan salinitas yang berlangsung sacara tetap yang berhubungan dengan gerakan air pasang. Massa air yang masuk ke dalam daerah estuari pada waktu terjadi air surut hanya bersumber dari air tawa, akibatnya salinitas air didaerah estuari pada saat itu umumnya rendah. Pada waktu air pasang air masuk ke dalam estuari dari air laut bercampur dengan estuari, sehingga mengakibatkan salinitas naik. Mengakibatkan organisme-organisme laut tidak dapat hidup didaerah estuari, kebanyakan organisme-organisme laut tersebut hanya dapat bertoleransi terhadap perubahan salinitas yang kecil. Dan akibatnya mereka tidak di bisa hidup di daerah estuari. Hanya spesiesyang memiliki kekhususan fisiologi baik ikan air tawar, ikan asli estuarine dan ikan dari laut yang mampu bertahan hidup di perairan estuari. Oleh karena itu jumlah spesies yang mendiami perairan estuari lebih sedikit dibandingkan dengan organisme yang hidup di perairan tawar atau laut. (Bengen, 2002).Respon dari tingkah laku organisme dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya juga beragam dan memiliki ciri khas tersendiri. Pada batas ambang toleransi organisme terhadap lingkungan membatasi keberadaannya di suatu organisme. Organisme yang mampu bertahap pada kondisi fisik dan kimia perairan dapat tetap hidup dan tinggal nyaman di habitatnya, tetapi bagi organisme yang tidak mampu bertahan pada ambang toleransinya akan menjadi organisme pengunjung transisi, dimana pada saat sesuai dengan batas ambangnya organisme ini akan masuk ke habitat di estuari, tetapi jika tidak maka organisme ini akan meninggalkan daerah estuari ini.Estuari merupakan perairan yang semi tertutup yang berhubungan bebas dengan laut, sehingga laut dengan salinitas tinggi dapat bercampur dengan air tawar (Bengen, 2002). Kombinasi pengaruh air laut dan air tawar akan menghasilakan suatu komunitas yang khas, dengan lingkungan yang bervariasi (Supriharyono, 2000), antara lain:a. Tempat bertemunya arus air dengan arus pasang-surut, yang berlawanan menyebabkan suatu pengaruh yang kuat pada sedimentasi, pencampuran air dan ciri-ciri fisika lainnya, serta membawa pengaruh besar pada biotanya.b. Pencampuran kedua macam air tersebut menghasilkan suatu sifat fisika lingkungan khusus yang tidak sama dengan sifat air sungai maupun air laut.c. Perubahan yang terjadi akibat adanya pasang-surut mengharuskan komunitas mengadakan penyesuaian secara fisiologis dengan lingkungan sekelilingnya.d. Tingkat kadar garam didaerah estuari tergantung pada pasang-surut air laut, banyaknya aliran air tawar dan arus-arus lainnya, serta topografi daerah estuari tersebut.Adapun pembagian estuari berdasarkan pola sirkulasi dan stratifikasi air adalah sebagai berikut : 1. Estuari berstratifikasi sempurna/nyata : Disebut juga dengan estuari baji garam, dicirikan oleh adanya batas yang jelas antara air tawar dan air asin. Estuari tipe ini ditemukan di daerah-daerah dimana aliran air tawar dari sungai besar lebih dominan dari pada intrusi air asin dari laut yang dipengaruhi oleh pasang-surut.2. Estuari berstratifikasi sebagian/parsial : Merupakan tipe yang paling umum dijumpai. Pada estuari ini, aliran air tawar dari sungai seimbang dengan air laut yang masuk melalui arus pasang. Pencampuran air dapat terjadi karena adanya turbulensi yang berlangsung secara berkala oleh aksi pasang-surut.3. Estuari campuran sempurna : Sering disebut dengan estuari homogen vertikal. Estuari tipe ini dijumpai di lokasi-lokasi dimana arus pasang-surut sangat dominan dan kuat, sehingga air estuari tercampur sempurna dan tidak terdapat stratifikasi.Berdasarkan salinitas (kadar garamnya), estuari dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu :1. Oligohalin yang berkadar garam rendah ( 0,5% 3 % )2. Mesohalin yang berkadar garam sedang ( 3% 17 %)3. Polihalin yang berkadar garam tinggi, yaitu diatas 17 %Bentuk estuari bervariasi dan sangat bergantung pada besar kecilnya air sungai, kisaran pasang surut, dan bentuk garis pantai. Kebanyakan estuari didominasi subtrat lumpur yang berasal dari endapan yang dibawa oleh air tawar maupun air laut. Karena partikel yang mengendap kebanyakan bersifat organik, subtrat dasar estuari biasanya kaya akan bahan organik. Bahan organic ini menjadi cadangan makanan utama bagi organisme estuari.Dengan kondisi lingkungan fisik yang bervariasi dan merupakan daerah peralihan antara darat dan laut, estuari mempunyai pola pencampuran air laut dan air tawar yang tersendiri. Menurut