Makalah Asuhan Keperawatan Komunitas

  • View
    1.021

  • Download
    100

Embed Size (px)

Text of Makalah Asuhan Keperawatan Komunitas

MAKALAH ASUHAN KEPERAWATAN KOMUNITAS

( Makalah ini disusun untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah CNP III)

Disusun oleh :

AJENG GUSTIANI 220110110006RIZKI SELLY APRILIANI 220110110018SANI OKTORIANI M 220110110030ASTI NURHALIMAH 220110110042RIBKA E SIMBOLON 220110110054DEVI SUKMAWATI 220110110066TANTY PERMATASARI 220110110078RISMA DAMAYANTI 220110110090GLORY NACTASIA 220110110114JUNI PURNAMASARI 220110110126REZA ALFIAN FUADY 220110110138IZQHIR RAHMA CIPTA 220110110150

FAKULTAS KEPERAWATAN

UNIVERSITAS PADJAJARAN

2014KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat, karunia, serta taufik dan hidayah-Nya lah kami dapat menyelesaikan makalah ASUHAN KEPERAWATAN KOMUNITAS. Makalah ini dibuat dari pengetahuan dan kemampuan yang dimiliki serta sumber sumber yang terpercaya. Kami juga berterima kasih pada Dosen mata kuliah Keperawatan Komunitas yang telah memberikan tugas ini. Kami sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan serta pengetahuan mengenai asuhan keperawatan komunitas. Kami juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam tugas ini terdapat kekurangan dan jauh dari kesempurnaan. Untuk itu, kami berharap adanya kritik, saran dan usulan demi perbaikan di masa yang akan datang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa sarana yang membangun. Semoga makalah ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya. Sekiranya laporan yang telah disusun ini dapat berguna bagi kami sendiri maupun orang yang membacanya. Sebelumnya kami mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan dan kami memohon kritik dan saran yang membangun demi perbaikan di masa depan.

Jatinangor, Oktober 2014

Penyusun

BAB IPENDAHULUAN

1. Latar Belakang

Masalah kesehatan kini menjadi fokus penting dalam asuhan kepearwatan komunitas. Berbagai masalah dari masalah fisik, psikososial, budaya, hingga spiritual dapat menjadi salah satu sumber masalah di tingkat individu, keluarga, bahkan komunitas. Dalam proses menentukan masalah yang ada di masyarakat perkotaan, terlebih dahulu mengkaji dan menganalisis berbagai aspek yang dapat dijadikan data penunjang dalam menentukan masalah. Sehingga akan dapat diberikan intervensi yang sesuai yang salah satunya melalui proses pengorganisasian masyarakat untuk menjawab masalah yang ada.

Komunitas (community) adalah sekelompok masyarakat yang mempunyai persamaan nilai (values), perhatian (interest) yang merupakan kelompok khusus dengan batas-batas geografi yang jelas, dengan norma dan nilai yang telah melembaga (Sumijatun dkk, 2006). Misalnya di dalam kesehatan di kenal kelompok ibu hamil, kelompok ibu menyusui, kelompok anak balita, kelompok lansia, kelompok masyarakat dalam suatu wilayah desa binaan dan lain sebagainya. Sedangkan dalam kelompok masyarakat ada masyarakat petani, masyarakat pedagang, masyarakat pekerja, masyarakat terasing dan sebagainya (Mubarak, 2006).

Keperawatan komunitas sebagai suatu bidang keperawatan yang merupakan perpaduan antara keperawatan dan kesehatan masyarakat (public health) dengan dukungan peran serta masyarakat secara aktif serta mengutamakan pelayanan promotif dan preventif secara berkesinambungan tanpa mengabaikan perawatan kuratif dan rehabilitatif secara menyeluruh dan terpadu yang ditujukan kepada individu, keluarga, kelompok serta masyarakat sebagai kesatuan utuh melalui proses keperawatan (nursing process) untuk meningkatkan fungsi kehidupan manusia secara optimal, sehingga mampu mandiri dalam upaya kesehatan (Mubarak, 2006).

Proses keperawatan komunitas merupakan metode asuhan keperawatan yang bersifat alamiah, sistematis, dinamis, kontiniu, dan berkesinambungan dalam rangka memecahkan masalah kesehatan klien, keluarga, kelompok serta masyarakat melalui langkah-langkah seperti pengkajian, perencanaan, implementasi, dan evaluasi keperawatan (Wahyudi, 2010).

2. Tujuan Mencari dan mengetahui data yang harus dikaji pada masyarakat Mengetahui dan memahami diagnosa keperawatan komunitas Mengetahui dan memahami strategi intervensi dan evaluasi intervensi keperawatan komunitas Menerapkan evidence based practice (EBP) dalam mengatasi masalah-masalah yang ada

BAB IIPEMBAHASAN

KASUS IIHasil pengkajian dari desa Jatimakmur adalah sebagai berikut: Jumlah balita = 532 orang ; 15 balita belum diimunisasi lengkap ; sebanyak 443 menimbang rutinPengkajian: 220 mengalami sakit ISPA pada 3 bulan terakhir Jumlah remaja = 564 orang ; 268 remaja memanfaatkan waktu luang untuk kegiatan olahraga ; 91 orang mengalami kebiasaan merokok Jumlah lansia = 471 orang ; 123 mempunyai riwayat hipertensi ; 54 mempunyai riwayat diabetes melitus.Pengkajian:

Pengkajian merupakan upaya pengumpulan data secara lengkap dan sistematis terhadap masyarakat untuk dikaji dan dianalisis sehingga masalah kesehatan yang dihadapi oleh masyarakat baik individu, keluarga atau kelompok yang menyangkut permasalahan pada fisiologis, psikologis, social ekonomi, maupun spiritual dapat ditentukan. Dalam tahap pengkajian ini terdapat lima kegiatan yaitu : pengumpulan data, pengolahan data, analisis data, perumusan atau penentuan masalah kesehatan masyarakat dan prioritas masyarakat.

Jenis data secara umum dapat diperoleh dari data subyektif dan objektif. Data subyektif adalah data yang diperoleh dari keluhan atau masalah yang dirasakan oleh individu, keluarga, kelompok dan komunitas yang diungkapkan secara langsung melalui lisan sedangkan data objektif adalah data yang diperoleh melalui suatu pemeriksaan, pengamatan dan pengukuran.

Sumber data terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang dikumpulkan oleh pengkaji dalam hal ini mahasiswa atau perawat kesehatan masyarakat dari individu, keluarga, kelompok dan masyarakat berdasarkan hasil pemeriksaan dan komunitas. Data sekunder adalah data yang diperoleh dari sumber lain yang dapat dipercaya, misalnya : kelurahan, catatan riwayat kesehatan pasien atau medical record (Wahit, 2005).Cara pengumpulan data terdiri dari tiga cara yaitu dengan wawancara atau anamnase, pengamatan dan pemeriksaan fisik.

I. Pengumpulan dataPengumpulan data bertujuan untuk memperoleh informasi mengenai masalah kesehatan pada masyarakat sehingga dapat ditentukan tindakan yang harus diambil untuk mengatasi masalah tersebut yang menyangkut aspek fisik, psikologis, social ekonomi dan spiritual serta factor lingkungan yang mempengaruhinya. Oleh karena itu data tersebut harus akurat dan dapat dilakukan analisa untuk pemecahan masalah. Kegiatan pengkajian yang dilakukan dalam pengumpulan data meliputi :a) Data inti : Riwayat atau sejarah perkembangan komunitasData dikaji melalui wawancara kepada tokoh formal dan informal di komunitas dan studi dokumentasi sejarah komunitas tersebut. Uraikan termasuk data umum mengenai lokasi daerah binaan (yang dijadikan praktek keperawatan komunitas), luas wilayah, iklim, type komunitas (masyarakat rusal atau urban), keadaan demografi, struktur politik, distribusi kekuatan komunitas dan pola perubahan komunitas. Data demografiKajilah jumlah komunitas berdasarkan : usia, jenis kelamin, status perkawinan, ras atau suku, bahasa, tingkat pendapatan, pendidikan, pekerjaan, agam dan komposisi keluarga. Vital statisticJabarkan atau uraikan data tentang : angka kematian kasar atau CDR, penyebab kematian, angka pertambahan anggota, angka kelahiran. Status kesehatan komunitasStatus kesehatan komunitas dapat dilihat dari biostatistik dan vital statistic antara lain : dari angka mortalitas, morbiditas, IMR. MMR, cakupan imunisasi. Selanjutnya status kesehatan komunitas kelompokkan berdasarkan kelompok umur : bayi, balita, usia sekolah, remaja dan lansia. Pada kelompok khusus di masyarakat : ibu hamil, pekerja industri, kelompok penyakit kronis, penyakit menular. Adapun pengkajian selanjutnya dijabarkan sebagaimana dibawah ini : Keluhan yang dirasakan saat ini oleh komunitas Tanda-tanda vital : tekanan darah, nadi, respirasi, suhu tubuh Kejadian penyakit (dalam 1 tahun terakhir) : ISPA Penyakit asthma TBC paru Penyakit kulit Penyakit mata Penyakit rheumatic Penyakit jantung Penyakit gangguan jiwa Kelumpuhan Penyakit menahun lainnya Riwayat penyakit keluarga Pola pemenuhan sehari-hari (KDM) Status psikososial : Komunikasi dengan sumber-sumber kesehatan Hubungan dengan orang lain Peran di masyarakat Kesedihan yang dirasakan Stabilitas emosi Penelantaran anak atau lansia Perlakuan yang salah dalam kelompok dalam hal ini perilaku tindakan kekerasan Status pertumbuhan dan perkembangan Pola pemanfaatan fasilitas kesehatan Pola pencegahan terhadap penyakit dan perawatan kesehatan Pola perilaku tidak sehat seperti : kebiasaan merokok, minum kopi yang berlebihan, mengkonsumsi alcohol, penggunaan obat tanpa resep, penyalahgunaan obat terlarang, pola konsumsi tinggi garam, lemak dan purin.

Data lingkungan fisik Pemukiman Luas bangunan Bentuk bangunan Jenis bangunan Atap rumah Dinding Lantai Ventilasi Pencahayaan Penerangan Kebersihan Pengaturan ruangan Sanitasi Penyediaan air bersih (MCK) Penyediaan air minum Pengelolaan jamban : bagaimana jenisnya, berapa jumlahnya dan bagaimana jarak dengan sumber air Sarana pembuangan air limbah (SPAL) Pengelolaan sampah : apakah ada sarana pembuangan sampah, bagaimana cara pengolahannya : dibakar, ditimbun, atau cara lainnya, sebutkan. Polusi udara, air, tanah atau suara/kebisingan Sumber polusi : pabrik, rumah tangga, industri lainnya, sebutkan. Fasilitas Peternakan, pertanian, perikanan dan lain-lain Pekarangan Sarana olahraga Taman, lapangan Ruang pertemuan Sarana hiburan Sarana ibadah Batas-batas wilayah Sebelah utara, barat, timur, dan selatan Sarana ibadah

Pelayanan kesehatan dan social Pelayanan kesehatan Lokasi sarana kesehatan Sumber daya yang dimiliki (tenaga kesehatan dan kader) Jumlah kunjungan System rujukan Fasilitas social (pasar