Makalah Tugas Komunitas Tbc

  • View
    187

  • Download
    1

Embed Size (px)

Text of Makalah Tugas Komunitas Tbc

TUGAS KOMUNITASASUHAN KEPERAWATAN KOMUNITAS PADA TBC

DISUSUN OLEH :

BAB IPENDAHULUANA. Latar BelakangKeluarga merupakan unit pelayanan kesehatan yang terdepan dalam meningkatkan derajat kesehatan komunitas. Apabila setiap keluarga sehat akan tercipta komunitas yang sehat pula. Masalah kesehatan yang dialami oleh sebuah keluarga dapat mempengaruhi komunitas setempat bahkan dapat pula mempengaruhi komunitas global. Sebagai contoh apabila ada seorang anggota keluarga yang menderita penyakit demam berdarah,nyamuk sebagai vector penularan dan penyebab dapat menggigit anggota keluarga lain dan juga tetangga,dimana hal tersebut dapat mempengaruhi system keluarga dan juga komunitas tempat keluarga tersebut tinggal. Membangun Indonesa sehat seharusnya dimulai dengan membangun keluarga yang sehat sesuai dengan budaya keluarga ( Sudiharto,2007: 22).Oleh karena itu, dalam melaksanakan asuhan keperawatan komunitas pada keluarga yang menjadi prioritas utama adalah keluarga dengan masalah kesehatan yang rentan (menular atau menjangkiti) anggota keluarga lainnya, seperti pada keluarga yang salah satu anggota keluarganya menderita penyakit TBC Paru.Tuberculosis paru adalah penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh mycobacterium tuberculosis. Kuman ini berbentuk batang dan tahan asam dapat berupa organisme pathogen dan saprovit ( Sylvia,A.Price.2005: 825). Tanda dan gejala yang sering dijumpai atau dikeluhkan berupa batuk batuk berlendir atau tidak berlendir lebih dari 3 minggu, keringat berlebihan pada malam hari,napsu makan berkurang,berat badan menurun,serta kelelahan dan kelemahan.WHO melaporkan angka kesakitan dan kematian akibat kuman mycobakterium tuberkulosis masih tinggi pada saat ini.Tahun 2009 jumlah penderita yang meninggal karena TBC sebanyak 1,7 juta orang (600.000 diantaranya perempuan) sementara ada 9,4 juta kasus TB baru didunia pada tahun 2009 juga. Sepertiga dari populasi dunia sudah tertular dengan TB dimana sebagian besar penderita TB adalah usia produktif (15 55 tahun). Dinegara negara miskin kematian akibat tuberkulosis menempatkan 25 % dari seluruh kematian yang terjadi. Daerah Asia Tenggara menanggung bagian yang terberat dari bagian TBC global yakni sekitar 38 % dari kasus tuberkulosis di dunia. Di Indonesia pada tahun 2009 WHO mencatat jumlah penderita tuberkulosis menurun ke peringkat lima dunia dengan jumlah penderita 429.000 orang. Kesakitan dan kematian akibat TBC mempunyai konsekuensi yang sangat signifikan terhadap permasalahan ekonomi baik secara individu,keluarga maupun masyarakat. Strategi DOTS ( Directly Observed Treatment Shortcourse chemotherapy) yang direkomendasikan oleh WHO merupakan pendekatan yang paling tepat saat ini dan harus dijalankan secara sungguh(www.depkes.go.id). Menurut WHO seseorang yang menderita tuberkulosis akan kehilangan pendapatan rumah tangganya sekitar tiga sampai empat bulan.B. FC. FD. FE. FF. FG. F

BAB IILANDASAN TEORIA. Keperawatan KomunitasWHO ( 1974) komunitas sebagai kelompok sosial yang ditentukan oleh batas batas wilayah,nilai nilai keyakinan dan minat yang sama serta adanya saling mengenal dan berinteraksi antara anggota masyarakat yang satu dengan yang lainnya. Koentjaraningrat(1990) komunitas merupakan suatu kesatuan hidup manusia yang menempati suatu wilayah nyata dan berinteraksi menurut suatu sistem adat istiadat serta terikat oleh rasa identitas suatu komunitas.Depkes RI ( 1986) keperawatan masyarakat adalah suatu upaya pelayanan keperawatan yang merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan yang dilaksanakan oleh perawat dengan mengikut sertakan team kesehatan lainnya dan masyarakat untuk memperoleh tingkat kesehatan yang lebih tinggi dari individu,keluarga dan masyarakat( Mubarak,2009:2)Dari beberapa pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa keperawatan komunitas adalah pelayanan keperawatan kesehatan yang diberikan oleh perawat kepada individu,keluarga dan masyarakat dengan melibatkan keluarga dan masyarakat dalam suatu wilayah.B. Tuberculosis 1. Pengertian Tuberculosis paru adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis dengan gejala yang sangat bervariasi. (Mansjoer, 1999 :472). Tuberculosis (TB) adalah penyakit infeksius yang terutama menyerang parenkim paru. ( smeltzer, 2001 :584). Tuberculosis (TB) adalah penyakit menular langsung yang disebabkan oleh kuman TB( Mycobacterium tuberculosis). (depkes RI, 2001 :7). 2. EtiologiAgens infeksius utama, Mycobacterium tuberculosis adalah batang aerobic tahan asam yang tubuh dengan lambat dan sensitif terhadap panas dan sinar ultraviolet. (smaltzer, 2001 : 584). Penyebab utama tuberculosis adalah Mycobacterium tuberculosis, sejenis kuman berbentuk batang dengan ukuran panjang 1- 4/ um dan tebal 0,3 - 0,6/um. Yang tergolong dalam kuman Mycobacterium tuberculosis komplek adalah :a. Mycobacterium tuberculosisb. Varian asam.c. Varian african I.d. Varian african II. e. M. Bovis.Pembagian tersebut adalah berdasarkan perbedaan secara epidemologi. Kelompok kuman M. Tuberculosae dan Micobacterium other than TB ( MOTT, atypical) adalah M. Malmacerce , M. Xenopi.Sebagian besar kuman terdiri atas asam lemak (lipid), kemudian peptidoglikan dan arabinomanan. Lipid inilah yang membuat kuman lebih tahan terhadap asam ( asam alkohol) sehingga disebut bakteri tahan asam (BTA) dan ia juga lebih tahan terhadap gangguan kimia dan fisis. Kuman dapat tahan hidup pada udara kering maupun dalam keadaan dingin ( hal ini terjadi karena kuman berada dalam keadaan dormant. Dari sifat dormant menjadi tuberculosis aktif lagi.Sifat lain kuman ini adalah aerob. Sifat ini menunjukkan bahwa kuman lebih menyenangi jaringan yang tinggi kandungan oksigennya. Dalam hal ini tekanan oksigen pada bagian apical paru-paru lebih tinggi dari pada lain, sehingga bagian apical ini merupakan tempat predileksi penyakit tuberculosis. ( Bahar, 2001 : 820 -821)3. Manifestasi Klinisa. Demam (subfebris, kadang-kadang 40 - 41 C, seperti demam influensa.b. Batuk (kering, produktif, kadang-kadang hemoptoe (pecahnya pembuluh darah).c. Sesak napas, jika infiltrasi sudah setengah bagian paru.d. Nyeri dada, jika infiltrasi sudah ke pleura.e. Malaise , anoreksia, badan kurus, sakit kepala, meriang, nyeri otot, keringat malam.4. Cara PenularanTubercolosis ditukarkan dari orang ke orang oleh transmisi melalui udara, individu terinfeksi melalui berbicara, batuk, bersin, tertawa atau bernyayi, melepaskan droplet besar (lebih besar dari 100m) dan kecil (1sampai 5 m). Droplet yang besar manetap, sementara droplet yang kecil tertahan di udara dan tertiup oleh individu yang rentan. Individu yang beresiko tinggi untuk tertular TB, menurut Smeltzer ( 2001:594 ) adalah :a. Mereka yang kontak dengan seseorang yang mempunyai TB aktif.b. Individu imunosupresif (termasuk lansia, pasien dengan kanker mereka yang dalam tetapi kontrikosteroid atau mereka yang terinfeksi dengan HIV).c. Penggunaan obat-obat intravena (IV) dan Alkoholik.d. Setiap individu tanpa perawatan kesehatan yang adekuat ( tuna wisma, tahanan, etnik dan ras minoritas terutama anak-anak dibawah usia 15 tahun dan dewasa muda antara yang berusia 15-44 tahun).e. Setiap individu dengan gangguan medis yang sudah ada sebelumnya, misal diabetes militus ( DM ) gagal ginjal kronis rentan sekali terhadap kuman TB.f. Imigrasi dari negara dengan insiden TB yang tinggi (Asia Tenggara, Afrika, Amerika Serikat dan Latin, Karibia). Seseorang dari daerah endemis beresiko tinggi tertular kuman TB.g. Setiap individu yang tinggal di institusi (misal fasilitas perawatan jangka panjang, psikiatrik, penjara)h. Daerah perumahan kumuh.Sanitasi yang buruk menyebabkan imun buruk, sehingga mempercepat perembangan kuman TB. (Smeltzer 2001 : 594)Daya penularan dari seorang penderita ditentukan oleh banyaknya kuman yang dikeluarkan dari parunya. Makin tinggi derajat positif hasil pemeriksaan dahak, makin menular penderita tersebut. Bila hasil pemeriksaan hasil dahak negatif (tidak terlihak kuman), maka penderita tersebut tidak menular. Kemungkinan seseorang terinfeksi TB paru ditentukan oleh konsentrasi droplet dalam udara dan lamanya menghirup udara tersebut. (Depkes RI 2002 : 9)

5. PatofisiologiTempat masuknya kuman Mycobacterium tuberculosis adalah saluran pernafasan, saluran pencernaan dan luka terbuka pada kulit. Kebanyakan infeksi tuberculosis terjadi melalui udara ( air bone 0, yaitu melalui inhalasi droplet mengandung kumankuman basil tuberkel yang berasal dari orang yang terinfeksi. Tuberculosis adalah penyakit yang dikendalikan oleh respon imunitas selsel efektornya adalah makrofag, sedangkan lomfosis (biasanya sel T) adalah sel imunoresponsifnya.Basil tuberkel yang mencapai permukaan alveolus biasanya di inhalasi sebagai suatu unit yang terdiri dari satu sampai tiga basil, gumpalan basil yang lebih besar cenderung bertahan disaluran hidung dan cabang besar bhroncus. Setelah berada dalam ruang alveolus biasanya dibagian bawah lobus atas paruparu atau di bagian atas lobus bawah, basil tuberkel ini membangkitkan reaksi peradangan. Leukosit pada morfonuklear tampak pada tempat tersebut. Sesudah harihari pertama maka leukosit diganti oleh makrofag. Alveoli yang terserang akan mengalami konsolidasi dan timbul gejala pneumonia akut. Basil juga menyebar melalui getah bening regional. Makrofag yang mengadakan infiltrasi menjadi lebih panjang dan sebagian bersatu sehingga membentuk sel tuberkel epiteloid yang dikelilingi oleh limfosit.Nekrosis bagian sentral lesi memberikan gambaran yang relatif padat dan seperti keju disebut nekrosis kaseosa. Daerah yang mengalami nekrosis kaseosa dan jaringan granulasi disekitarnya yang terdiri dari satu sel epiteloid dan fibroblas, menimbulkan respon berbeda. Jaringan granulasi menjadi lebih fibrosa, membentuk jaringan parut yang akhirnya akan membentuk suatu kapsul yang menglilingi tuberkel. Lesi primer paruparu dinamakan fokus ghon dan gabungan terserangnya kelenjar getah bening regional dan lesi primer dinamakan kompleks ghon.