Makalah Komunitas 2 Fix

  • View
    221

  • Download
    0

Embed Size (px)

DESCRIPTION

nvhgvv

Text of Makalah Komunitas 2 Fix

MAKALAHKOMUNITAS IIASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN ANAK USIA SEKOLAH

DISUSUN OLEH :

Erik Susanti( 1211031 )Anggita Agustina( 1211017 )Adrianus Asa B.( 1211034 )Nilsa Prih Utami(1211019 )Andri Lona(1212083 )Yuventus Mario A( 1212078 )

PRODI S-1 KEPERAWATANSEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATANPATRIA HUSADA BLITAR2015KATA PENGANTAR

Puji syukur penyusun panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberi rahmat dan karunia-Nya sehingga makalah tentang Asuhan Keperawatan keluarga dengan Anak Usia Sekolah ini dapat terselesaikan. Makalah ini diajukan guna memenuhi tugas mata kuliah Komunitas II. Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu sehingga makalah ini dapat diselesaikan sesuai dengan waktunya. Makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu saya mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan makalah ini.Semoga makalah ini memberikan informasi bagi masyarakat dan bermanfaat untuk pengembangan ilmu pengetahuan bagi kita semua.

Blitar, Mei 2015

Penyusun

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR 2DAFTAR ISI 3BAB I PENDAHULUAN 41.1 Latar Belakang 41.2 Rumusan Masalah 51.3 Tujuan 5BAB II TINJAUAN PUSTAKA 62.1Konsep Keluarga 6 2.1.1 Definisi Keluarga 6 2.1.2 Ciri-ciri Keluarga 6 2.1.3 Struktur Keluarga 7 2.1.4 Fungsi Keluarga 7 2.1.5 Tugas Perkembangan Sesuai Tahap Perkembangan ( Duval ) 8 2.1.6 Tugas Keluarga dalam bidang Kesehatan 92.2 Anak Usia Sekolah 10 2.2.1 Definisi Anak Usia Sekolah 10 2.2.2 Kelompok Anak Usia Sekolah 102.2.3 Ciri-ciri Anak Usia Sekolah 112.2.4 Perkembangan Fisik 122.2.5 Perkembangan Kognitif 132.2.6 Perkembangan Psikososial 142.2.7 Tugas Perkembangan Orangtua pada Anak Usia Sekolah 162.2.8 Tugas Perkembangan Keluarga pada Anak Usia Sekolah 172.2.9 Promosi Kesehatan 192.2.10 Masalah Kesehatan Spesifik anak Usia Sekolah 20BAB III ASUHAN KEPERAWATAN 233.1 Pengkajian 233.2 Diagnosa Keperawatan 32BAB IV PENUTUP 353.1 Kesimpulan 353.2 Saran 35DAFTAR PUSTAKA 36BAB 1PENDAHULUAN

1.1 Latar BelakangAnak merupakan individu tersendiri yang bertumbuh dan berkembang secara unik dan tidak dapat diulang setelah usianya bertambah. Menurut UU No. 4 tahun 1979 tentang Kesejahteraan Anak, yang dimaksud anak adalah seseorang yang belum mencapai umur 21 tahun dan belum pernah menikah. Saat ini yang disebut anak bukan lagi yang berumur 21 tahun, tetapi berumur 18 tahun, seperti yang ditulis Hurlock (1980) masa dewasa dini dimulai umur 18 tahun.Meskipun demikian, anak masih dikelompokkan lagi menjadi tiga sesuai dengan kelompok usia, yaitu: usia 2-5 tahun disebut usia prasekolah; usia 6-12 tahun sisebut usia sekolah; dan usia 13-18 tahun disebut usia remaja. Anak usia sekolah dapat disebut sebagai akhir dari masa kanak-kanak sejak usia 6 tahun atau masuk sekolah dasar kelas satu, ditandai oleh kondisi yang sangat mempengaruhi penyesuaian pribadi dan penyesuaian sosial anak. Selama pertengahan tahun masa kanak-kanak ini, dasar-dasar untuk peran dewasa dalam pekerjaan, rekreasi, dan interaksi sosial terbentuk. Dinegara-negara industri periode ini dimulai saat anak mulai masuk sekolah dasar sekitar usia 6 tahun, pubertas sekitar usia 12 tahun merupakan tanda akhir masa kanak-kanak menengah. Langkah perkembangan selama anak mengembangkan kompetensi dalam ketrampilan fisik, kognitif, dan psikososial. Selama masa ini anak menjadi lebih baiak dalam berbagai hal; misalnya, mereka dapat berlari lebih cepat dan lebih jauh sesuai perkembangan kecakapan dan daya tahannya.Sekolah atau pengalaman pendidikan memperluas dunia anak dan merupakan transisi dari kehidupan yang secara relatif bebas bermain ke kehidupan dengan bermain, belajar, dan bekerja yang terstruktur. Sekolah dan rumah mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan membutuhkan penyesuaian dengan orang tua dan anak, anak harus belajar menghadapi peraturan dan harapan yang dituntut oleh sekolah dan teman sebaya. Orang tua harus membiarkan anak-anak membuat keputusan menerima tanggung jawab dan belajar dari pengalaman kehidupan.Saat anak melalui penyesuaian ini, perawat membantu meningkatkan kesehatannya. Hal ini dilakukan dengan membantu orang tua dan anak mengidentifikasi stresor potensial dan merancang intervensi untuk meminimalkan stres dan respons stres anak. Intervensi melibatkan orang tua, anak dan guru untuk mencapai ke-0berhasilan yang maksimal.

1.2 Rumusan MasalahAdapun rumusan masalah makalah ini adalah sebagai berikut :1. Apa yang dimaksud dengan keluarga?2. Apa yang dimaksud dengan anak usia sekolah?3. Bagaimana perkembangan anak usia sekolah ?4. Bagaimana tugas perkembangan keluarga dengan anak usia sekolah ?5. Apa sajakah permasalahan yang mencul pada anak usia sekolah ? 6. Bagaimana proses asuhan keperawatan keluarga dengan anak usia sekolah?

1.3 Tujuana. Tujuan UmumSecara umum makalah ini dibuat untuk mempelajari lebih dalam tentang asuhan keperawatan keluarga terhadap anak usia sekolah. Disamping itu, penulisan juga bertujuan untuk memenuhi tugas mata kuliah Komunitas II yang bertujuan untuk menerapkan konsep materi keperawatan keluarga.b. Tujuan Khusus1. Mahasiswa mampu menjelaskan definisi keluarga.2. Mahasiswa mampu menjelaskan definisi anak usia sekolah3. Mahasiswa mampu menjelaskan tahap tumbuh kembang anak usia sekolah.4. Mahasiswa mampu menjelaskan tugas perkembangan keluarga dengan anak sekolah.5. Mahasiswa mampu menjelaskan masalah-masalah pada anak usia sekolah.6. Mahasiswa mampu menjelaskan asuhan keperawatan keluarga dengan anak usia sekolah.

BAB IITINJAUAN PUSTAKA

2.1 Keluarga2.1.1 Definisi KeluargaKeluarga adalah unit terkecil masyarakat, terdiri dari suami istri dan anaknya atau ayah dan anaknya atau ibu dan anaknya. (UU. No 10, 1992). keluarga adalah kumpulan dua orang / lebih hidup bersama dengan keterikatan aturan dan emosional, dan setiap individu punya peran masing-masing (Friedman 1998). Whall (1986) dalam analisis konsep tentang keluarga sebagai unit yang perlu dirawat, ia mendefinisikan keluarga sebagai kelompok yang mengidentifikasikan diri dengan anggotanya yang terdiri dari dua individu atau lebih yang asosiasinya dicirikan oleh istilah-istilah khusus, yang boleh jadi tidak diikat oleh hubungan darah atau hukum, tapi yang berfungsi sedemikian rupa sehingga mereka menganggap diri mereka sebagai sebuah keluarga .Dapat disimpulkan bahwa keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat dua orang / lebih, memiliki ikatan perkawinan dan pertalian darah, hidup dalam satu rumah tangga, berinteraksi, punya peran masing-masing dan mempertahankan suatu budaya.

2.1.2 Ciri-ciri Keluarga1. Diikat tali perkawinan2. Ada hubungan darah3. Ada ikatan batin4. Tanggung jawab masing masing5. Ada pengambil keputusan6. Kerjasama7. Interaksi8. Tinggal dalam suatu rumah

2.1.3 Struktur Keluarga1. Struktur peran keluarga, formal dan informal2. Nilai/ norma keluarga, norma yg diyakini oleh keluarga. Berhubungan dengan kesehatan3. Pola komunikasi keluarga, bagaimana komunikasi orangtua anak, ayah ibu, & anggota lain4. Struktur kekuatan Keluarga, kemampuan Mempengaruhi dan mengendalikan orang lain untuk kesehatan

2.1.4 Fungsi KeluargaFriedman (1998) mengidentifikasi lima fungsi dasar keluarga, sebagai berikut: 1. Fungsi afektif (the affective function) adalah fungsi keluarga yang utama untuk mengajarkan segala sesuatu untuk mempersiapkan anggota keluarga berhubungan dengan orang lain. Fungsi ini dibutuhkan untuk perkembangan individu dan psikososial anggota keluarga.2. Fungsi sosialisasi dan tempat bersosialisasi (socialization and social placement function) adalah fungsi mengembangkan dan tempat melatih anak untuk berkehidupan sosial sebelum meninggalkan rumah untuk berhubungan dengan orang lain di luar rumah.3. Fungsi reproduksi (the reproductive function) adalah fungsi untuk mempertahankan generasi dan menjaga kelangsungan keluarga.4. Fungsi ekonomi (the economic function), yaitu keluarga berfungsi untuk memenuhi kebutuhan keluarga secara ekonomi dan tempat untuk mengembangkan kemampuan individu meningkatkan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.5. Fungsi perawatan/ pemeliharaan kesehatan (the health care function). Keluarga juga berperan atau berfungsi untuk melaksanakan praktek asuhan kesehatan, yaitu untuk mencegah terjadinya gangguan kesehatan dan atau merawat anggota keluarga yang sakit. Kemampuan keluarga dalam memberikan asuhan kesehatan mempengaruhi status kesehatan keluarga. Kesanggupan keluarga melaksanakan pemeliharaan kesehatan dapat dilihat dari tugas kesehatan keluarga yang dilaksanakan. Keluarga yang dapat melaksanakan tugas kesehatan berarti sanggup menyelesaikan masalah kesehatan (Setyowati, 2008).2.1.5 Tugas Perkembangan sesuai tahap perkembangan ( Duval ) (Sociological Perspective)1. Keluarga baru menikaha. membina hubungan Intimb. bina hubungan dengan keluarga lain: teman dan kelompok sosialc. mendiskusikan rencana punya anak2. Keluarga. Dengan anak baru lahira. persiapan menjadi orang tuab. adaptasi keluarga baru , interaksi keluarga, hubungan Seksual3. Keluarga dengan anak usia pra sekolaha. memenuhi kebutuhan Anggota keluarga : rumah, rasa amanb. membantu anak untuk bersosialisasic. mempertahankan hubungan yg sehat keluarga intern dan luard. pembagian tanggung jawabe. kegiatan untuk stimulasi perkembangan Anak4. Keluarga dengan anak usia sekolaha. membantu sosialisasi anak dengan lingkungan luarb. mempertahankan keintiman pasanganc. memenuhi kebutuhan yang meningkat5. Keluarga dengan anak remajaa. memberikan kebebasan seimbang dan bertanggug jawabb. mempertahankan hubungan Intim dengan keluargac. komunikasi terbuka : hindari, debat, permusuhand. persiapan perub. Sistem peran6. Keluarga mulai melepas anak sebagai dewasaa. perluas jar. Keluarga dari keluarga inti ke extendedb. pertahnakan keintiman pasanaganc. mabantu anak untuk mandiri sbg keluarga barud. penataan kembali p