Makalah Asuhan Kebidanan Komunitas

  • View
    3.433

  • Download
    98

Embed Size (px)

DESCRIPTION

ASKEB V Sopandi

Text of Makalah Asuhan Kebidanan Komunitas

MAKALAH ASUHAN KEBIDANAN KOMUNITAS

Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas individu mata kuliah Asuhan Kebidanan V (Komunitas)

Disusun Oleh :

LINA YULIANANIM : 011.201.1.710

AKADEMI KEBIDANAN BHAKTI NUGRAHA SUBANGJln. Ki Hajar Dewantara No.15 Subang Tlp.( 0260 ) 7707775 2013

KATA PENGANTAR

Puji syukur atas kehadiran Allah SWT yang telah memberikan Rahmat serta Hidayah-Nya kepada kita sehingga dapat menyelesaikan makalah asuhan kebidanan komunitas (ASKEB V). Makalah ini disusun untuk memenuhi mata kuliah Askeb V pada Akbid Bhakti Nugraha Subang atas terselesainya makalah ini tidak terlepas dari bantuan semua pihak yang tidak bisa disebut satu persatu. Saya menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih banyak kekurangan, keterbatasan pengetahuan penulis oleh karena itu kritik dan saran yang sifatnya membangun demi kesempurnaan dalam penyusunan makalah dimasa yang akan datang. Namun demikian penulis berharap, semoga apa yang sudah penulis persembahkan ini dapat bermanfaat khususnya pada penulis dan pembaca pada umumnya.

Subang, Februari 2013

Penulis

i

DAFTAR ISIKATA PENGANTAR .............................................................................. DAFTAR ISI ............................................................................................. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang .................................................................. B. Tujuan ................................................................................ BAB II BAB III KEBIDANAN KOMUNITAS A. Definisi Kebidanan Komunitas ASPEK PERLINDUNGAN HUKUM BIDAN DI 7 9 12 15 16 18 19 KOMUNITAS A. Aspek Perlindungan Hukum di Komunikasi ..................... B. Standar pelayanan kebidanan ............................................ C. Kode Etik Bidan ................................................................ BAB IV STANDAR ASUHAN KEBIDANAN A. Standar asuhan kebidanan ................................................. B. Registrasi Praktik Bidan .................................................... C. Kewenangan Bidan Di Komunitas .................................... D. Profesi Kebidanan ............................................................. BAB V KEGAWATDARURATAN NEONATAL A. Pengertian .......................................................................... B. Tujuan pertolongan pertama kegawatdaruratan ................ C. Prinsip Penanggulangan Pasien Gawat Darurat ................ BAB VI PELAYANAN KONTRASEPSI DAN RUJUKAN A. Pengertian Kontrasepsi ...................................................... B. Cara Kontrasepsi ............................................................... C. Mekanisme (Tata Cara) Rujukan ...................................... BAB VII SISTEM RUJUKAN A. Sistem Rujukan ................................................................. B. Jenis-jenis rujukan ............................................................. C. Jenjang Tingkat Tempat Rujukan ..................................... BAB VIII KESIMPULAN ...................................................................... DAFTAR PUSTAKA ............................................................................... 42 42 43 50 51 23 23 38 20 20 21 OBSTETRI DAN 1 3 i ii

ii

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Kebidanan komunitas tidak dapat dipisahkan dengan masyarakat, keberhasilan kebidanan komunitas dalam rangka upaya peningkatan kesehatan ibu, anak dan keluarga bergantung kepada dukungan masyarakat itu sendiri. Sebagai warga Negara Indonesia yang mempunyai pandangan hidup pancasila, seorang bidan harus menganut filosofi yang mempunyai keyakinan bahwa setiap manusia adalah biopsikososio kultural spiritual yang unik mempunyai satu kesatuan jasmani yang utuh dan tidak ada individu yang sama. Bidan berkeyakinan bahwa setiap individu berhak memperoleh keyakinan bahwa setiap individu berhak memperoleh pelayanan kesehatan yang aman dan memuaskan sesuai dengan kebutuhan manusia dan perbedaan budaya. Keberadaan bidan sangat diperlukan untuk meningkatkan

kesejahteraan ibu dan janinnya pelayanan kesehatan terutama kebidanan berada dimana-mana dan kapan saja selama ada proses reproduksi manusia. Untuk mendapatkan Asuhan Kebidanan yang berkualitas perlu didukung dengan tersedinya standar Asuhan. Standar asuhan itu sendiri dilandasi dasar-dasar kebidanan sebagai filosofi. Mengacu pada keadaan tersebut maka seorang bidan harus mengetahui : Falsafah Asuahan Kebidanan dan Asuahan Kebidanan. Peran serta masyarakat proses dimana individu, keluarga, lembaga swadaya masyarakat, dunia usaha dan masyarakat luas pada umumnya. Bidan bersama sektor yang bersangkutan menggerakan peran serta masyarakat dalam bentuk pengorganisasian masyarakat adalah proses pembentukan organisasi di

1

masyarakat dan dapat mengidentifikasi kebutuhan prioritas dari kebutuhan tersebut, serta mengembangkan keyakinan dan berusaha memenuhi atas sumber sumber yang ada di masyarakat. Penggerakkan dan pemberdayaan masyarakat adalah segala upaya fasilitas yang bersifat persuasif dan melalui pemerintah yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, perilaku, dan kemampuan masyarakat dalam menemukan, merencanakan serta memecahkan masalah menggunakan sumber daya atau potensi yang mereka miliki termasuk partisipasi dan dukungan tokoh tokoh masyarakat serta LSM (Lembaga Sosial Masyarakat) yang masih ada dan hidup di masyarakat. Penggerakkan dan pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan akan menghasilkan kemandirian masyarakat di bidang kesehatan dengan demikian penggerakkan dan pemberdayaan masyarakat merupakan proses sedangkan kemandirian merupakan hasil, karenanya kemandirian masyarakat dibidang kesehatan dapat diartikan sebagai kemampuan untuk dapat mengidentifikasi masalah kesehatan yang ada di lingkungannya. Peran serta masyarakat di dalam pembangunan kesehatan dapat diukur dengan makin banyaknya jumlah anggota masyarakat yang mau

memanfaatkan pelayanan kesehatan seperti, Puskesmas, Pustu (Puskesmas Pembantu), Polindes (Poli Bersalin Desa), mau hadir ketika ada kegiatan penyuluhan kesehatan, mau menjadi kader kesehatan, mau menjadi peserta Tabulin (Tabungan Ibu Bersalin), JPKM (Jaminan Kesehatan Pra-bayar), dan lain sebagainya. Peran serta masyarakat adalah proses dimana individu, keluarga, lembaga swadaya masyarakat, dunia usaha dan masyarakat luas pada umumnya. Bidan bersama sektor yang bersangkutan menggerakkan

masyarakat dalam bentuk pengorganisasian masyarakat yaitu proses

2

pembentukkan organisasi di masyarakat dan dapat mengidentifikasi kebutuhan prioritas dari kebutuhan tersebut, serta mengembangkan keyakinan dan berusaha memenuhi atas sumber sumber yang ada di masyarakat.

B. Tujuan Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas mata kuliah Askeb V (Kebidanan Komunitas) pada jurusan D3 Kebidanan dan mahasiswa memahami dan mengerti tentang materi kebidanan komunitas.

3

BAB II KEBIDANAN KOMUNITAS

A. Definisi Kebidanan Komunitas Konsep merupakan kerangka ide yang mengandung suatu pengertian tertentu. Kebidanan berasal dari kata bidan. Menurut kesepakatan antara ICM; IFGO dan WHO tahun 1993, mengatakan bahwa bidan (midwife) adalah seorang yang telah mengikuti pendidikan kebidanan yang diakui oleh Pemerintah setempat, telah menyelesaikan pendidikan tersebut dan lulus serta terdaftar atau mendapat izin melakukan praktek kebidanan (Syahlan, 1996 : 11). Bidan di Indonesia (IBI) adalah seorang wanita yang mendapat pendidikan kebidanan formal dan lulus serta terdaftar di badan resmi pemerintah dan mendapat izin serta kewenangan melakukan kegiatan praktek mandiri (50 Tahun IBI). Kebidanan (Midwifery) mencakup pengetahuan yang dimiliki dan kegiatan pelayanan untuk menyelamatkan ibu dan bayi. (Syahlan, 1996 : 12). Komunitas berasal dari bahasa Latin yaitu Communitas yang berarti kesamaan, dan juga communis yang berarti sama, publik ataupun banyak. Dapat diterjemahkan sebagai kelompok orang yang berada di suatu lokasi/ daerah/ area tertentu (Meilani, Niken dkk, 2009 : 1). Menurut Saunders (1991) komunitas adalah tempat atau kumpulan orang atau sistem sosial. Dari uraian di atas dapat dirumuskan definisi Kebidanan Komunitas sebagai segala aktifitas yang dilakukan oleh bidan untuk menyelamatkan pasiennya dari gangguan kesehatan. Pengertian kebidanan komunitas yang lain menyebutkan upaya yang dilakukan Bidan untuk pemecahan terhadap masalah kesehatan Ibu dan Anak balita di dalam keluarga dan masyarakat.

4

Kebidanan komunitas adalah pelayanan kebidanan profesional yang ditujukan kepada masyarakat dengan penekanan pada kelompok resiko tinggi, dengan upaya mencapai derajat kesehatan yang optimal melalui pencegahan penyakit, peningkatan kesehatan, menjamin keterjangkauan pelayanan kesehatan yang dibutuhkan dan melibatkan klien sebagai mitra dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pelayanan kebidanan (Spradly, 1985; Logan dan Dawkin, 1987 dalam Syafrudin dan Hamidah, 2009 : 1) Pelaksanaan pelayanan kebidanan komunitas didasarkan pada empat konsep utama dalam pelayanan kebidanan yaitu : manusia, masyarakat/ lingkungan, kesehatan dan pelayanan kebidanan yang mengacu pada konsep paradigma kebidanan dan paradigma sehat sehingga diharapkan tercapainya taraf kesejahteraan hidup masyarakat (Meilani, Niken dkk, 2009 : 8). 1. Riwayat Kebidanan Komunitas di Indonesia Pelayanan kebidanan komunitas dikembangkan di Indonesia dimana bidan sebagai ujung tombak pemberi pelayanan kebidanan komunitas. Bidan yang bekerja melayani keluarga dan masyarakat di wilayah tertentu disebut bidan komunitas (community midwife) (Syahlan, 1996 : 12). Di Indonesia istilah bidan komunitas tidak lazim digunakan sebagai panggilan bagi bidan yang bekerja di luar Rumah Sakit. Secara umum di Indonesia seorang bidan yang bekerja di masyarakat termasuk bidan desa dikenal sebagai bidan komunita