Click here to load reader

Kgd Fraktur Sinistra

  • View
    29

  • Download
    5

Embed Size (px)

DESCRIPTION

maronk

Text of Kgd Fraktur Sinistra

KGD FRAKTUR SINISTRA ASUHAN KEPERAWATAN GAWAT DARURAT PADA TN. YDENGAN OPEN FRAKTUR FEMUR SINISTRA DI UNIT GAWAT DARURAT RUMAH SAKIT ANGKATAN LAUT Dr. MINTOHARDJO

Disusun Oleh:Nilasari Sidik11048

AKADEMI KEPERAWATAN HANG TUAH JAKARTATAHUN AJARAN 2013/2014

KATA PENGANTAR

Dengan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas berkat rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ilmiah dengan judul Asuhan Keperawatan Gawat Darurat pada Tn. Y dengan Open Fraktur Femur Sinistra di Unit Gawat Darurat Rumah Sakit Angkatan Laut Dr. Mintohardjo selesai tepat pada waktunya.

Dalam penulis makalah ini penulis banyak menemukan hambatan namun berkat adanya bimbingan dan arahan akhirnya penulis dapat menyelesaikan makalah ini. Untuk itu pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada : 1. Direktur Akademi Keperawatan Hang Tuah Jakarta, Kolonel Laut (K/W) Rita Wismajuwani, SKM, MAP2. Pudir III Akademi Keperawatan Hang Tuah Jakarta, Ns. Sugeng Haryono, S.Kep. selaku pembimbing dan penguji. 3. Dosen beserta staf Akademi Keperawatan Hang Tuah Jakarta yang telah memberikan bimbingannya.4. Kedua orang tua dan keluarga besar yang senantiasa memberikan dukungan material maupun spiritual. 5. Seluruh Mahasiswa/I Angkatan XVI dan semua pihak yang telah membantu dalam pembuatan makalah ini yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu. Penulis menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini banyak kekurangan, oleh karena itu penulis mengharapkan adanya kritik dan saran yang sifatnya membangun demi kesempurnaan karya tulis ilmiah ini. Semoga karya tulis ilmiah ini berguna bagi penulis dan pembaca pada umumnya serta dapat menjadi bahan acuan yang bermanfaat di kemudian hari. Jakarta, Juni 2014 Penulis

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR........................................................................................................ iDAFTAR ISI..................................................................................................................... iiBAB I PENDAHULUAN............................................................................................... 1A. Latar Belakang........................................................................................................ 1B. Tujuan Penulisan..................................................................................................... 2C. Metode Penulisan.................................................................................................... 3D. Ruang Lingkup........................................................................................................ 3E. Sistematika Penulisan.............................................................................................. 3BAB II TINJAUAN TEORI............................................................................................ 4A. Pengertian................................................................................................................ 4B. Etiologi.................................................................................................................... 4C. Patofisiologi............................................................................................................ 5D. Klasifikasi Fraktur................................................................................................... 6E. Gambaran Klinik..................................................................................................... 7F. Komplikasi.............................................................................................................. 8G. Penatalaksanaan Kedaruratan................................................................................. 8H. Pengkajian............................................................................................................. 10I. Diagnosa Keperawatan......................................................................................... 11J. Rencana Keperawatan........................................................................................... 11BAB III TINJAUAN KASUS....................................................................................... 14A. Identitas Mahasiswa.............................................................................................. 14B. Identitas Pasien..................................................................................................... 14C. Patoflow Gadar..................................................................................................... 15D. Pengkajian............................................................................................................. 15E. Diagnosa Keperawatan......................................................................................... 16F. Rencana KGD....................................................................................................... 16G. Tindakan KGD...................................................................................................... 17H. Evaluasi KGD....................................................................................................... 17DAFTAR PUSTAKA...................................................................................................... 18

BAB ITINJAUAN TEORI

A. PengertianFraktur adalah terputusnya kontinuitas tulang dan ditentukan sesuai jenis dan luasnya. (Smeltzer dan Bare, 2002).

Fraktur adalah diskontinuitas dari jaringan tulang yang biasanya disebabkan adanya kekerasan yang timbul secara mendadak. Fraktur dapat terjadi akibat trauma langsung maupun trauma tidak langsung. (Paula Krisanty, dkk.)

Fraktur femur adalah terputusnya kontinuitas batang femur yang bisa terjadi akibat trauma langsung (kecelakaan lalu lintas, jatuh dari ketinggian), dan biasanya lebih banyak dialami oleh laki-laki dewasa. Patah pada daerah ini dapat menimbulkan perdarahan yang cukup banyak, mengakibatkan pendertia jatuh dalam syok (FKUI, 2005:543)

B. Etiologi1. Kekerasan langsungKekerasan langsung menyebabkan patah tulang pada titik terjadinya kekerasan. Fraktur demikian demikian sering bersifat fraktur terbuka dengan garis patah melintang atau miring.2. Kekerasan tidak langsungKekerasan tidak langsung menyebabkan patah tulang ditempat yang jauh dari tempat terjadinya kekerasan. Yang patah biasanya adalah bagian yang paling lemah dalam jalur hantaran vektor kekerasan.

3. Kekerasan akibat tarikan ototPatah tulang akibat tarikan otot sangat jarang terjadi.Kekuatan dapat berupa pemuntiran, penekukan, penekukan dan penekanan, kombinasi dari ketiganya, dan penarikan.4. Fraktur patologik yaitu fraktur yang terjadi pada tulang disebabkan oleh melelehnya struktur tulang akibat proses patologik. Proses patologik dapat disebabkan oleh kurangnya zat-zat nutrisi seperti vitamin D, kaslsium, fosfor, ferum. Factor lain yang menyebabkan proses patologik adalah akibat dari proses penyembuhan yang lambat pada penyembuhan fraktur atau dapat terjadi akibat keganasan.

C. PatofisiologiMenurut Black dan Matassarin (1993) serta Patrick dan Woods (1989). Ketika patah tulang, akan terjadi kerusakan di korteks, pembuluh darah, sumsum tulang dan jaringan lunak. Akibat dari hal tersebut adalah terjadi perdarahan, kerusakan tulang dan jaringan sekitarnya. Keadaan ini menimbulkan hematom pada kanal medulla antara tepi tulang di bawah periostinum dengan jaringan tulang yang mengatasi fraktur. Terjadinya respon inflamasi akibat sirkulasi jaringan nekrotik adalah ditandai dengan vasodilatasi dari plasma dan leukosit. Ketika terjadi kerusakan tulang, tubuh mulai melakukan proses penyembuhan untuk memperbaiki cidera, tahap ini menunjukkan tahap awal penyembuhan tulang. Hematom yang terbentuk bisa menyebabkan peningkatan tekanan dalam sumsum tulang yang kemudian merangsang pembebasan lemak dan gumpalan lemak tersebut masuk ke dalam pembuluh darah yang mensuplai organ-organ yang lain. Hematom menyebabkan dilatasi kapiler di otot, sehingga meningkatkan tekanan kapiler, kemudian menstimulasi histamine pada otot yang iskhemik dan menyebabkan protein plasma hilang dan masuk ke interstitial. Hal ini menyebabkan terjadinya edema. Edema yang terbentuk akan menekan ujung syaraf, yang bila berlangsung lama bisa menyebabkan syndrome compartement.(Musliha, 2010)

D. Klasifikasi FrakturBerikut terdapat beberapa klasifikasi fraktur sebagaimana yang dikemukakan oleh para ahli :1. Menurut Depkes RI (1995), berdasarkan luas dan garis fraktur meliputi :a. Fraktur komplitAdalah patah atau diskontinuitas jaringan tulang yang luas sehingga tulang terbagi menjadi dua bagian dan garis patahnya menyeberang dari satu sisi ke sisi lain serta mengenai seluruh korteks.b. Fraktur inkomplitAdalah patah atau diskontinuitas jaringan tulang dengan garis patah tidak menyeberang, sehingga tidak mengenai korteks (masih ada korteks yang utuh).2. Menurut Black dan Matassarin (1993) yaitu fraktur berdasarkan hubungan dengan dunia luar, meliputi :a. Fraktur tertutup yaitu fraktur tanpa adanya komplikasi, kulit masih utuh, tulang tidak menonjol melalui kulit.b. Fraktur terbuka yaitu fraktur yang merusak jaringan kulit, karena adanya hubungan dengan lingkungan luar, maka fraktur terbuka potensial terjadi infeksi. Fraktur terbuka terbagi menjadi 3 grade yaitu :1) Grade I : Robekan kulit dengan kerusakan kulit otot2) Grade II : Seperti grade I dengan memar kulit dan otot3) Grade III : Luka sebesar 6 8 cm dengan kerusakan pembuluh darah, syaraf otot dan kulit.3. Long (1996) membagi fraktur berdasarkan garis patah tulang, yaitu :a. Green Stick yaitu pada sebelah sisi dari tulang, sering terjadi pada anak-anak dengan tulang lembekb. Transverse yaitu patah melintangc. Longitudinal yaitu patah memanjangd. Oblique yaitu garis patah miringe. Spiral yaitu patah melingkar4. Black dan Matassarin (1993) mengklasifikasi lagi fraktur berdasarkan kedudukan fragmen yaitu :a. Tidak ada disloka