Click here to load reader

KGD keperawatan

  • View
    63

  • Download
    2

Embed Size (px)

DESCRIPTION

keperawatan Stikes

Text of KGD keperawatan

BAB IPENDAHULUAN1.1 Latar BelakangMetode pemanggilan (misalnya telepon) dan pengiriman ambulans biasanya bergantung pada peralatan elektronik, yang itu sendiri seringkali bergantung pada jaringan listrik utuh.Demikian pula, ambulans modern dilengkapi dengan radio dua arah atau telepon seluler untuk memungkinkan mereka untuk menghubungi rumah sakit, baik untuk memberitahu rumah sakit sesuai kedatangan ambulans tertunda, atau, dalam kasus di mana dokter tidak merupakan bagian dari kru ambulans, untuk berunding dengan dokter untuk pengawasan medis.Komponen penting pada system pelayanan gawat darurat yang harus disiapkan diantaranya yaitu pertama, system komunikasi berupa kejelasan kemana berita adanya kejadian gawat darurat disampaikan, akan memperpendek masa pra rumah sakit yang dialami penderita. Pertolongan yang datang dengan segera akan meminimalkan resiko-resiko penyulit lanjutan seperti syok hipovolemia akibat kehilangan darah yang berkelanjutan, hipotermia akibat terpapar lingkungan dingin dan sebagainya. Siapapun yang menemukan penderita pertama kali dilokasi harus tau persis kemana informasi diteruskan. Kedua, system pendidikan; penolong pertama sering kali orang awam yang tidak memiliki kemampuan menolong yang memadai sehingga dapat dipahami jika penderita dapat langsung meninggal di tempat kejadian atau mungkin selamat sampai ke fasilitas kesehatan dengan mengalami kecacatan karena cara transportasi yang salah. Ketiga, system pendanaan. Sumber pendanaan cukup memungkinkan karena system asuransi yang kini berlaku di Indonesia. Pegawai negeri punya ASKES, pegawai swasta memiliki jamsostek, masyarakan miskin memiliki ASKESKIN. Dan tidak kalah pentingnya komponen yang berperan penting dalam pelayanan gawat darurat yaitu system transportasi, emergency ambulans (ambulans gawat darurat) adalah unit transportasi medis yang didesain khusus yang berbeda dengan model transportasi lainnya. Ambulan gawat darurat didesain agar dapat menangani pasien gawat darurat, memberikan pertolongan pertama dan melakukan perawatan intensif selama dalam perjalanan menuju rumah sakit rujukan. Ambulans gawat darurat juga harus memenuhi aspek hygiene dan ergonomic. Selain itu ambulan gawat darurat juga harus dilengkapi dengan peralatan yang lengkap dan dioperasikan oleh petugas yang professional dibidang pelayanan gawat darurat.Kebutuhan akan ambulans gawat darurat menjadi sangat penting sebagai pilar utama dalam rantai pelayanan kesehatan dan emergency respons plan baik di rumah sakit maupun public servis/ perusahaan. Ambulans gawat darurat merupakan sarana pelayanan medis darurat di luar rumah sakit (pra hospital) dengan kata lain sarana kesehatan (gawat darurat). Menghampiri pasien / korban bukan pasien/ korban yang menghampiri sarana kesehatan. Dengan demikian respons pertolongan tim pertolongan darurat dapat terlaksana secara cepat dan tepat, dan terhindar dari keterlambatan.Pada kejadian kecelakaan transportasi, industry, rumah tangga, serangan jantung, dan kegawatdaruratan medis lain memerlukan pelayanan ambulan gawat darurat yang memiliki peralatan memadai, petugas yang professional dan kecepatan dalam merespon setiap keadaan darurat. Selain itu, evakuasi pasien kritis antar rumah sakit baik di dalam maupun kota juga tida lepas dari kebutuhan akan pelayanan ambulan gawat darurat. Dalam makalah ini membahas mengenai standar dari transportasi gawat darurat atau bisa disebut juga dengan ambulan gawat darurat berdasarkan Kepmenkes No. 0152/ YanMed/ RSKS/1987, tentang standarisasi kendaraan pelayanan medic. Kepmenkes No. 143/ Menkes- Kessos/ SK/ II/ 2001, tentang standarisasi kendaraan pelayanan medic.

1. 2. Tujuan1.2.1 Tujuan Umum Untuk mempelajari tentang ketentuan standar transportasi gawat darurat dan kekritisan1.2.1 Tujuan Khusus Untuk mengetahui dasar hukum yang mengatur tentang standar transportasi gawat darurat. Untuk mengetahui jenis dan standar transportasi gawat darurat. 1.3 Manfaat Secara aplikatif, diharapkan makalah ini dapat menambah pengetahuan tentang standar transportasi gawat darurat dan kekritisan Menambah pengetahuan dan wawasan bagi pembaca Sebagai sumber referensi bagi pembaca mengenai strndar transportasi gawat darurat.

BAB IITINJAUAN TEORITIS2.1 Landasan HukumKepmekes No. 0152/YanMed/RSKS/1987, tentang Standarisasi Kendaraan Pelayanan Medik. Kepmenkes No 143/Menkes-kesos/SK/II/2001, tentang Standarisasi Kendaraan Pelayanan Medik. Diperlukan standarisasi perlengkapan umum dan medic pada kendaraan ambulans AGDT khususnya untuk keseragaman dan peningkatan mutu pelayanan rujukan kegawatdaruratan medic yang diatur dalam Kepmenkes adalah jenis kendaraan:1. Ambulan transportasi 2. Ambulan gawat darurat3. Ambulan Rumah Sakit Lapangan4. Ambulan pelayanan medic bergerak.5. Kereta jenazah6. Ambulan udara2.2 Jenis dan standar transportasi1. Ambulan transportasia. Tujuan penggunaanPengengkutan penderita yang tidak memerlukan perawatan khusus/ tindakan darurat untuk menyelamatknan nyawa dan diperkirakan tidak akan timbul kegawatan selama dalam perjalanan. b. Persyaratan Kendaraan1. Teknis kendaraana. Roda empat atau lebih dengan suspense lunakb. Warna kendaraan: Putih (DKI warna hijau lapis)c. Tanda pengenal kendaraan: di depan gawat darurat/ emergency di damping kanan dan kiri tertulis: ambulans dan logo: Bintang enam biru dan ular tongkat.d. Ruang penderita mudah dicapai dari tempat pengemudi, tempat duduk bagi petugas dan keluarga di ruangan penderita dilengkapi sabuk pengaman untuk petugas dan penderita.e. Ruangan penderita cukup luas untuk sekurang-kurangnya satu tandu.f. Ruangan penderita berhubungan langsung dengan tempat pengemudi.g. Gantungan infuse terletak sekurangnya 90 cm di atas tempat penderita.h. Stop kontak khusus 12 VDC di ruangan penderita i. Lampu ruangan secukupnya/ bukan neon, dan lampu sorot yang dapat digerakkanj. Lemari obat dan peralatan.k. Penyimpanan air bersih 20 l, wastafel dan penampungan air limbah sirinel. Dua nada lampu rotator warna merah dan biru, ditengah atas kendaraanm. Radio komunikasi dan atau radio genggam di ruang kemudi,n. Tersedia peta wilayaho. Buku petunjuk pemeliharaan semua alat berbahasa Indonesiap. Tanda pengenal ambulan transportasi dari bahan pemantul sinarq. Kendaraan mudah dibersihkan, lantai-lantai dan batas dinding dengan lantai tidak menyudut.r. Dapat membawa incubator transportPersyaratan lain sesuai peraturan perundangan medis yang berlaku.s. Tabung oksigen dengan peralatannya, alat penghisap cairan atau lendir 12 Volt DC.t. Peralatan medis PPGD (tensi meter dengan manset anak dewasa) dll.u. Obat-obatan sederhanav. Cairan infuse secukupnyaw. Petugan 1 (satu) supir dengan kemampuan BHD (Bantuan Hidup Dasar) dan berkomunikasi 1 (satu) perawatan dengan kemampuan PPGD.2. Tata Tertiba. Sewaktu menuju tempat penderita boleh menghidup sirine dan rotator b. Selama mengangkut penderita hanya menggunakan lampu rotator c. Mematuhi semua peraturan lalu lintas, kecepatan kendaraaan maksimum 40 km di jalan biasa.d. 80 km di jalan bebas hambatane. Petugas membuat/ mengisi laporan selama perjalanan yang disebut dengan lembar catatan penderita, yang mencakup identitas, waktu, dan keadaan penderita setiap 15 menit. f. Petugas memakai seragam awak ambulan dengan identitas yang jelas.

3. Ambulan Gawat Darurata. Tujuan Penggunaan1. Pertolongan penderita gawat darurat pra rumah sakit2. Pengangkutan penderita gawat darurat yang sudah distabilkan dari lokasi kejadian ke tempat tindakan definitive atau ke rumah sakit.b. PersyaratanI. Teknis kendaraan 1. Kendaraan roda empat atau lebih dengan suspense lunak2. Warna kendaraan: kuning muda3. Tanda pengenal kendaraan: di depan gawat darurat / emergency, di samping kanan dan kiri ditulis: ambulans dan logo: star of life, bintang enam biru dan ular tongkat.4. Menggunakan pengatur udara AC dengan pengendali di ruang pengemudi, pintu belakang dapat dibuka kea rah atas.5. Ruang penderita tidak dipisahkan dari ruang pengemudi.6. Tempat duduk petugas di ruang penderita dapat diatur/ dilipat.7. Dilengkapi sabuk pengaman bagi pengemudi dan pasien8. Ruang penderita cukup luas untuk sekurangnya 2 tandu. Tandu dapat dilipat9. Ruang penderita cukup tinggi sehingga petugas dapat berdiri tegak untuk melakukan tindakan 10. Gantungan infuse terletak sekurang-kurangnya 90 cm di atas tempat penderita.11. Stop kontak khusus 12 Volt DC di ruang penderita12. Lampu ruangan secukupnya/bukan neon dan lampu sorot yang dapat digerakan.13. Meja yang dapat dilipat.14. Lemari obat dan peralatan.15. Tersedia peta wilayah dan detailnya.16. Penyempanan air bersih 20 liter, wastapel dan penampungan air limbah sirine 2 nada.17. Lampu rotator warna merah dan biru.18. Radio komunikasi dan telepon gengam diruang kemudi.19. Buku petunjuk pemeliharaan semua alat berbahasa Indonesia.20. Peralatan rescue.21. Lemari obat dan peralatan.22. Tanda pengenal dari bahan pemantul sinar.23. Peta wilayah setempat-jabotabek Persyaratan lain menurut perundangan yang berlaku.24. Lemari es/freezer, atau kotak pendingin medis.25. Tabung oksigen dengan peralatan bagi 2 orang.26. Peralatan medis PPGD.27. Alat resusitasi manual/automatic lengkap bagi dewasa dan anak/bayi28. Suction pump manual dan listrik 12 V DC.29. Peralatn monitor jantung dan napas.30. Alat monitor dan diagnostic.31. Peralatan defibrillator untuk anak dan dewasa32. Minor surgery set.33. Obat-obatan gawat darurat dan cairan infus secukupnya.34. Entonok35. Kantung mayat36. Sarung tangan disposable.37. Sepatu boot38. Petugas:1(satu) pengemudi berkemampuan PPGD dan berkomunikasi1(satu) perawat berkemampuan PPGD1(satu) dokter berkemampuan PPGD atau ATIS/ACLSII. Tata tertib berkendara1. Saat menuju bertempur penderita boleh menghidupkan sirine dan lampu rotator.2. Selama mengangkut penderita hanya lampu rotator yang di hidupkan.3. Mematuhi peraturan lalu lintas yang berlaku.4. Kecepatan kendaraan kurang dari 40 km di jalan biasa, 80 km dijalan bebas hambatan.5. Petugas membuat/ mengisi laporan selama