Click here to load reader

SUSPECT FRAKTUR OS FEMUR SINISTRA et causa

  • View
    254

  • Download
    0

Embed Size (px)

DESCRIPTION

ini masih banyak kekukarangan

Text of SUSPECT FRAKTUR OS FEMUR SINISTRA et causa

SUSPECT FRAKTUR OS FEMUR SINISTRA et causa OSTEOPOROSIS

SKENARIO 1Nenek Nori 75 tahun datang ke RSU diantar anaknya dengan keluhan utama nyeri hebat di paha kiri. Nyeri dirasakan 3 jam yang lalu setelah ia tersenggol cucunya yang sedang bermain sepeda lalu ia terjatuh. Nenek Nori kemudian merasakan nyeri pada paha kirinya dan tidak dapat berjalan sehingga harus dibopong anaknya untuk masuk kedalam rumah. Oleh anaknya ia diberi obat penghilang nyeri sehingga nyerinya sedikit berkurang. Nenek Nori kemudian dibawa ke RS untuk diperiksa lebih lanjut. Sewaktu usia 35 tahunNenek Nori pernah terjatuh akibat terpeleset dikamar mandi, namun tidak menimbulkan keluhan seperti ini. Nenek Nori sudah menopause sejak 25 tahun yang lalu dan sewaktu muda jarang minum susu. Pemeriksaan fisik didapatkan tanda vital baik dan ditemukan deformintas pada paha kiri, tidak terdapat luka terbuka. Dokter yang memeriksanya lalu meminta Nenek Nori untuk melakukan pemeriksaan Radiologi.

Klarifikasi Istilah 11. Nyeri : Pengalaman sensoris yang tidak menyenangkan yang berkaitan dengan kerusakan jaringan.

2. Menopause: Periode ketika siklus menstruasi terhenti dan hormon-hormon kelamin wanita yang menghilang dengan cepat sampai tidak ada. Pada usia 40-50 taun.

3. Deformitas: Pergeseran fragmen pada fraktur (Perubahan bentuk tulang)

4. Radiologi : ilmu di bidang kedokteran untuk pencitraan pada suatu penyakit

5. Luka terbuka: luka yang melibatkan robekan pada kulit/ membran mukosa penyebabnya biasanya adalah trauma

Identifikasi Masalah 1. Meakna klinis Nenek Nori mengalami nyeri hebat di paha kirinya sejak 3 jam yang lalu, dan bagaimana mekanismenya? 2. Penyakit apa saja yang ditandai dengan nyeri hebat di paha kiri?3. Mengapa nyeri pada paha kirinya menyebabkan Nenek Nori tidak dapat berjalan hingga harus dibopong?4. Oba apa saja yang mungkin di berikan kepada nenek nori untuk mengatasi rasa nyeri ?5. Bagaimana mekanisme obat penghilang rasa nyeri ?6. Apa hubungannya jatuh pada usia 35 tahun dengan jatuh pada usia 75 tahun?7. Apa hubungannya menopause dengan keluhan yang dialami Nenek Nori?8. Apa hubungan Nenek Nori jarang minum susu dengan keluhan sekarang?9. Bagaimana interpretasi dari hasil pemeriksaan fisik Nenek Nori ?10. Pemeriksaan radiologi apa yang sebaiknya dilakukan kepada Nenek Nori ?11. Bagaimana alur diagnosa dari penyakit Nenek Nori? 12. Apa saja diagnosa banding dari penyakit Nenek Nori? 13. Apa yang terjadi pada Nenek Nori? 14. Apa definisi dari penyakit Nenek Nori? 15. Apa saja klasifikasi dari penyakit Nenek Nori ?16. Bagaimana epidemiologi dari penyakit Nenek Nori? 17. Apa etiologi dari penyakit Nenek Nori? 18. Apa saja faktor resiko dari penyakir Nenek Nori ?19. Bagaimana patofisiologi/patogenesis dari penyakit Nenek Nori? 20. Apa saja manifestasi klinis dari penyakit Nenek Nori? 21. Bagaimana tatalaksana dan edukasi dari penyakit Nenek Nori? 22. Apa saja komplikasi dari penyakit Nenek Nori?23. Bagaiamana prognosis dari penyakit Nenek Nori?

ANALISIS MASALAH

1. Makna klinis Nenek Nori mengalami nyeri hebat di paha kirinya sejak 3 jam yang lalu, dan bagaimana mekanismenya? (11)Jawab :Nyeri hebat yang di rasakan oleh nenek nori adalah adanya kelainan atau terjadinya fraktur dimana adanya kerusakan jaringan, pembuluh darah, saraf dan jaringan penyokong lainnya yang menyebabkan terjadinya sensasi nyeri pada nenek nori.Pada kasus nenek Nori kemungkinan yang terjadi adalah fraktur pada os femur sisnistra yang terjadi akibat proses penuaan dan menopause.Akibat proses penuaan sehingga terjadi ketidakseimbangan antara pembentukan osteoklas dibandingkan osteoblas mengakibatkan tulang yang rapuh apabila terkena trauma.berikut tahapan stimulasi rasa nyeri:a) Transduksimerupakan proses perubahan rangsang nyeri menjadi suatu aktifitas listrik yang akan diterima ujung - ujung saraf. Rangsang ini dapat berupa stimulasi fisik, kimia, ataupun panas. Dan dapat terjadi di seluruh jalur nyeri.

b) Transmisiadalah proses penyaluran impuls listrik yang dihasilkan oleh proses transduksi sepanjang jalur nyeri, dimana molekul molekul di celah sinaptik mentransmisi informasi dari satu neuron ke neuron berikutnya

c) Modulasi adalah proses modifikasi terhadap rangsang. Modifikasi ini dapat terjadi pada sepanjang titik dari sejak transmisi pertama sampai ke korteks serebri. Modifikasi ini dapat berupa augmentasi (peningkatan) ataupun inhibisi (penghambatan).

d) Persepsiadalah proses terakhir saat stimulasi tersebut sudah mencapai korteks sehingga mencapai tingkat kesadaran, selanjutnya diterjemahkan dan ditindaklanjuti berupa tanggapan terhadap nyeri tersebut.

2. Penyakit apa saja yang ditandai dengan nyeri hebat di paha kiri?Jawab : osteoporosis fraktur acetabullum os femur dislokasi articulatio coxae paget disease osteomalasia osteoarthritis riketsia

3. Mengapa nyeri pada paha kirinya menyebabkan Nenek Nori tidak dapat berjalan hingga harus dibopong? (11)Jawab :Karena rasa nyeri yang hebat pada paha kirinya membuat nenek nori tidak sanggup berjalan atau mengurangi intensitas pergerakan pada tungkainya untuk menghindari rasa nyeri yang dirasakan, rasa nyeri hebat yang dirasakan kemungkinan karena fraktur akibat trauma yang dipengaruhi juga karena rapuhnya tulang nenek nori.

4. Oba apa saja yang mungkin di berikan kepada nenek nori untuk mengatasi rasa nyeri ?(2)Jawab : Obat Anti Inflamasi Non-Steroid (NSAID)Contohnya : ibuprofen, asam mefenamat

Obat OpioidContohnya : Metadon,Kodein,fentanil

5. Bagaimana mekanisme obat penghilang rasa nyeri ? (5,12)Jawab :Obat penghilang rasa nyeri (analgetik) bekerja melalui penghambatan enzim siklooksigenase pada biosintesis prostaglandin , sehingga konversi asam arakhidonat menjadi PG-G2 terganggu dan mengurangi atau menghilangkan rasa nyeria. mekanisme kerja NSAIDObat-obatan anti inflamasi non steroid (AINS) memiliki ekanisme kerja yang berhubungan dengan system biosintesis prostaglandin (PG). Penelitian lanjut mengungkapkan bahwa produksi PG akan meningkat jika sel mengalami kerusakan. Disaat terjadinya trauma atau kerusakan ada membrane sel maka akan disintesis fosfolipid yang nanti nya menjadi asam arakidonat. Melalui enzim siklooksigenase (COX) dan enzim lipoksigenase, asam arakidonat akan diubah menjadi endoperoksi dan hidroperoksid yang kemudian dapat mengeluarkan mediator-mediator infalamasi. Berikut adalah diagram pensintesisan mediator-mediator inflamasi dimulai dari adanya trauma atau luka pada sel:

Mekanisme kerja utama NSAID adalah dengan menghambat enzim COX dimana enzim ini terdapat dalam 2 isoform disebut COX-1 dan COX-2. Enzim COX-1 essensial dalam pemeliharaan berbagai fungsi dalam kondisi normal diberbagai jaringan khususnya ginjal, saluran cerna, dan trombosit, aktivasinya di mukosa lambung menghasilkan prostasiklin yang bersifat sitoprotektif. Enzim COX-2 mempunyai fungsi fisiologis yaitu di ginjal, jaringan vascular dan pada proses perbaikan jaringan. COX-1 menghasilkan Tromboksan A2 dari sintesis trombosit, menyebabkan agregasi trombosit, vasokonstriksi, dan proliferasi sel otot polos, sementara COX-2 mensintesis prostasiklin (PGI2) yang menyebabkan penghambatan agregasi trombosit, vasodilatasi dan efek anti-proliferatif. Berdasarkan penelitian prostaglandin E2 (PGE2) dan prostasiklin (PGI2) dalam jumlah nanogram menimbulkan eritema, vasodilatasi dan peningkatan aliran darah lokal,sehingga pada keadaan trauma hal inilah yang seharusnya dapat dihambat.Berdasarkan selektivitasnya NSAID terdiri dari non-selektif COX inhibitor dan COX-2 inhibitor.Non selektif COX inhibitor antara lain:1. Derivat asam salisilat2. Derivat asam propionate3. Derivat asam antranilat4. Derivat asam fenilasetat5. Derivat asam asetat6. Derivat pirazolon7. Derivat oksikamSelektif COX-2 inhibitor adalah seperti:1. Rofecoxib2. Valdecoxib3. celecoxib

b. Mekanisme kerja obat opioidAnalgesik opioid merupakan kelompok obat yang memiliki sifat seperto opium yang dapat digunakan untuk meredakan atau menghilangkan rasa nyeri, meskipun juga memperlihatkan berbagai efek farmakodinamik lainnya. Yang termasuk golongan opioid adalh alkaloid opium, derivate semisintetik alkaloid opium, senyawa sintetik dengan sifat farmakologik menyerupai morfin. Didalam tubuh terdapat 3 jnis utama reseptor opioid yaitu mu (1,2), delta (1, 2), dan kappa (1, 2, 3) yang berpasangan dengan protein G. Reseptor memperantarai efek analgesik mirip morfin, euphoria, depresi nafas, miosis dan berkurangnya motilitas saluran cerna. Terdapat 2 jenis reseptor , reseptor 1 hanya didapatkan di SSP dan dihubungkan dengan analgesic supraspinal, penglepasan prolactin, hipotermia dan katalepsi, reseptor 2 dihubuungkan dengan penurunan volume tidal dan bradikardi. Reseptor diduga memperantarai analgesia seperti sedasi serta miosis dan depresi nafas yang tidak sekuat reseptor . Analgesik yang berperan pada tingkat spinal berinteraksi dengan reseptor dan .Efek analgesik yang ditimbulkan oleh opioid terutama terjadi akibat kerja opioid pada reseptor . Opioid menimbulkan analgesia dengan cara berikatan dengan reseptor opioid terutama di SSP dan medulla spinalis yang berperan pada transmisi dan modulasi nyeri. Ketiga reseptor opioid dapat ditemukan pada kornu dorsalis medulla spinalis. Agonis opioid melalui ketiga reseptor tersebut pada ujung prasinaps aferen primer nosiseptif mengurangi penglepasan transmitter dan selanjutnya menghambat saraf yang mentransmisi nyeri di kornus dorsalis medulla spinalis. Dengan demikian opioid memiliki efek analgetik yang kuat melalui pengahruh pada medulla spinalis.

6. Apa hubungannya jatuh pada usia 35 tahun dengan jatuh pada usia 75 tahun?Jawab :Tidak ada hubungannya. Karena pada usia 35 tahun Nenek Nori tidak mengalami kerusakan tulang, sedangkan pada usia 75 tahun, sesuai dengan pertambahan umur sudah terjadi pengurangan massa tulang dan degeneratif.

7. Apa hubu