BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN STUDI LINTAS

  • View
    222

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN STUDI LINTAS

  • 71

    BAB IV

    HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

    STUDI LINTAS BUDAYA

    KEPEMIMPINAN GAYA KOREA DI INDONESIA

    4.1 Hasil Penelitian

    4.1.1. Gambaran Umum PT. Semarang Garment

    PT. Semarang Garment merupakan perluasan usaha dari perusahaan

    internasional Kukdong Corporation yang berpusat di Seoul, Korea Selatan. Selain

    PT. Semarang Garment, PT. Kukdong Corporation (sebagai head office) telah

    memiliki perluasan usaha di Bekasi Jawa Barat, Indonesia tepatnya di Desa

    Cikiwul, Bantar Gebang serta beberapa negara lain seperti Amerika Serikat dan

    Meksiko. Untuk America Office, kantornya berlokasi di Wilshire Blvd, Los

    Angeles. Sementara Mexico Office & Factory berlokasi di Rancho Los Soles

    Atlico De Puebla, Mexico. PT. Semarang Garment sendiri terletak di wilayah

    Desa Wujil Bergas, Kabupaten Semarang. Perusahaan tersebut memiliki 2572

    karyawan. Di dalam perusahaan, mereka menempatkan pimpinan serta jajaran

    manajer ekspatriat yang berasal dari negaranya yaitu Korea Selatan dan para

    pemimpin ini membawahi sejumlah karyawan yang merupakan penduduk lokal.

    Perusahaan yang memiliki luas area (factory site) kurang lebih 30.000 m2

    dengan luas bangunan (factory building) 22.000 m2

    tersebut bergerak di bidang

    industri garment dan berdiri di Kabupaten Semarang sejak bulan September 2003.

    Total produksi pakaian jadi yang dihasilkan dalam perusahaan tersebut kurang

  • 72

    lebih 700.000 pieces per bulannya. Negara tujuan eksport dari PT. Semarang

    Garment antara lain Perancis, Jerman, Benelux, Inggris, Spanyol, Italia, Denmark,

    Belanda, Australia, Jepang, dan Amerika. Produksi pakaian jadi yang telah siap

    dikemas akan didistribusikan pada konsumer utama (main customers) seperti

    Nike, Columbia, H&M, Walmart, Hema, D&D, Daiz, Elcorte Ingles, VF

    Imagewear dan beberapa pembeli (buyer) lainnya.

    4.1.2. Struktur Organisasi Perusahaan

    PT. Semarang Garment memiliki dua buah factory pada satu area yang

    sama. Perusahaan yang dipimpin langsung oleh seorang pimpinan yang juga

    sebagai pemilik perusahaan yaitu Byun Hyo Su, berkebangsaan Korea Selatan dan

    telah mengembangkan usahanya ke beberapa negara di dunia ini mempekerjakan

    1451 karyawan pada factory I dan sejumlah 1121 karyawan pada factory II

    sehingga total karyawan keseluruhan adalah 2572 orang yang merupakan

    penduduk lokal. Struktur organisasi perusahaan yang terdapat pada PT. Semarang

    Garment terdiri dari tiga struktur organisasi yang merupakan bagian dari

    perusahaan, dimana terdapat struktur organisasi pada kantor (office) dan struktur

    organisasi pada factory pertama dan factory kedua. Keseluruhan struktur

    organisasi yang ada menggambarkan tatanan organisasi pada PT. Semarang

    Garment.

  • 73

    Gambar 4.1

    Struktur Organisasi PT. Semarang Garment 2013

    A. Struktur Organisasi Office

    Sumber : Hasil Observasi Peneliti, 2013

  • 74

    B. Struktur Organisasi Factory I

  • 75

    C. Struktur Organisasi Factory II

    Sumber : Hasil Observasi Peneliti, 2013

  • 76

    4.1.3. Lokasi Perusahaan

    Perusahaan yang bergerak di bidang industri garmen ini telah beroperasi

    kurang lebih sepuluh tahun di Kabupaten Semarang. Lokasi PT. Semarang

    Garment sendiri tepatnya berada pada :

    Jalan : Jl. Soekarno Hatta Km.25

    Desa : Desa Wujil

    Kecamatan : Kecamatan Bergas

    Kabupaten : Semarang

    Propinsi : Jawa Tengah

    Negara : Indonesia

    Lokasi tersebut merupakan area yang telah disetujui untuk kegiatan

    industri dan telah terdaftar serta mendapat sertifikasi dari pemerintah sebagai

    lokasi untuk kegiatan operasional industri.

    PT. Semarang Garment memiliki area dengan luas wilayah 30.000 m2

    dimana terdapat bangunan untuk kantor (office), factory I dan factory II, serta

    terdapat rumah inap (mess) bagi karyawan ekspatriat dari Korea Selatan dan

    berbagai fasilitas pendukung operasional pabrik. Semuanya terletak pada satu

    komplek yang sama, yaitu di area PT. Semarang Garment.

    4.1.4. Aktivitas dalam Perusahaan Semarang Garment

    Setiap perusahaan menjalankan aktivitas untuk mendukung operasional

    perusahaan tersebut. PT. Semarang Garment memiliki berbagai kegiatan yang

    dilakukan untuk menghasilkan produk dan manajemen dalam perusahaan sendiri.

  • 77

    4.1.4.1. Aktivitas Produksi

    Berbagai kegiatan terjadi pada perusahaan, khususnya untuk mendukung

    proses produksi. Perusahaan yang bergerak di bidang industri garmen ini memiliki

    kegiatan produksi sebagai berikut :

    Gambar 4.2

    Proses Produksi pada PT. Semarang Garment

    Sumber : Hasil observasi peneliti, 2013

    Proses produksi dimulai dengan barang (bahan baku) yang datang

    disimpan dalam gudang atau penyimpanan. Setelah itu disusun sebuah sample

    yang akan disetujui oleh pusat dan dikonsultasikan dengan buyer. Jika telah

    didapat sample yang dibutuhkan, akan masuk ke tahap autocad yaitu

    penggambaran desain pasti yang akan digunakan sebagai acuan pembuatan

    produk. Selanjutnya melalui proses cutting, printing embroidery (jika diperlukan

    materi atau produk yang berbordir) selanjutnya ke tahap penjahitan (sewing).

    Setelah berupa pakaian jadi akan masuk ke tahap pengecekan (quality control)

    Gudang Cutting

    Embroidery

    Sample Autocad

    QC Printing Sewing

    Ironing Packing Gudang Finishing

    Spot Cleaning

    Export

  • 78

    untuk dilihat dan ditinjau mengenai kualitas produk dan selanjutnya spot cleaning

    hingga ironing. Setelah produk siap semuanya akan dilanjutkan ke tahap

    pengemasan (packing) dan masuk ke gudang (finishing) sebelum pada akhirnya

    akan diekspor.

    Gambar 4.3

    Beberapa Kegiatan Produksi Perusahaan PT. Semarang Garment

    Sewing Department Embroidery Department

    Warehouse Departement Cutting Department

    Finishing Sumber : Hasil observasi peneliti, 2013

  • 79

    4.1.4.2. Aktivitas Pelatihan (Training)

    Selain kegiatan produksi, juga terdapat kegiatan pelatihan pada PT.

    Semarang Garment yang dilakukan secara berkala. Diantaranya terdapat pelatihan

    terhadap karyawan yang merupakan fungsional perusahaan sebagai penjaga

    keamanan (security) yaitu berupa pelatihan terkait dengan pengamanan di

    lingkungan perusahaan. Selain itu juga terdapat pelatihan bagi karyawan baru

    yang akan bergabung sebagai tenaga penjahit, pembordir, maupun tenaga untuk

    desain di bagian autocad dan lainnya. Bagi karyawan yang telah bekerja di PT.

    Semarang Garment juga memperoleh pelatihan mengenai abuse & harrasment

    atau pelecehan dan kekerasan yang mungkin terjadi pada lingkungan kerja. Hal ini

    dilakukan untuk upaya mencegah terjadinya kekerasan dan pelecehan pada

    lingkungan kerja di PT. Semarang Garment.

    Pelatihan lain yang juga diberikan pada karyawan di PT. Semarang

    Garment antara lain, pelatihan menganai sistem pinjaman atau lean system, juga

    pelatihan mengenai sistem gaji yang diterapkan di PT. Semarang Garment

    (payroll system) serta berbagai pelatihan lain untuk mencegah keamanan,

    kenyamanan serta kelancaran para karyawan dalam melakukan pekerjaan di PT.

    Semarang Garment.

    Keseluruhan pelatihan yang diberikan pada karyawan merupakan bentuk

    pelatihan yang meningkatkan kemampuan atau keahlian karyawan serta pelatihan

    untuk mengamankan diri dan menjadikan suasana kerja lebih nyaman serta

    bertujuan untuk melancarkan kegiatan operasional perusahaan.

  • 80

    Gambar 4.4

    Beberapa Kegiatan Pelatihan PT. Semarang Garment

    EVACUATION DRILL FIRE DRILL

    TRAINING PAYROLL SYSTEM TRAINING ABUSE AND HARASSMENT

    TRAINING LEAN SYSTEM TRAINING CTPAT

    Sumber : Hasil observasi peneliti, 2013

  • 81

    4.1.4.3. Aktivitas Penunjang Lainnya

    PT. Semarang Garment juga memiliki kegiatan di dalam manajemen

    perusahaan, seperti rapat rutin komitte, rapat komitte HSE, rapat dan pelatihan

    dengan buyer. Selain itu, secara berkala akan ada kunjungan dan rapat dengan

    pihak pemerintah dan kegiatan sertifikasi tertentu bagi perusahaan. Ketika tiba

    waktunya peringatan hari buruh, juga terdapat acara yang diadakan perusahaan

    bagi seluruh karyawan sebagai bentuk apresiasi perusahaan atas kinerja seluruh

    karyawan selama bekerja di PT. Semarang Garment.

    Gambar 4.4

    Beberapa Kegiatan Lain PT. Semarang Garment

    Bipartite Comitte Meeting & Training with Buyer

    Government Visitation & Training

    Human Right Celebration Day

    Sumber : Hasil observasi peneliti, 2013

  • 82

    4.1.5. Produk PT. Semarang Garment

    PT. Semarang Garment bergerak di bidang industri garmen dan telah

    menjalankan usahanya di Semarang selama sepuluh tahun. Perusahaan ini

    memiliki capital (paid up) sebesar US $ 2.000.000; dan line produksi sebanyak 33

    sewing lines yqng terdiri dari 17 lines pada factory I dan 15 lines pada factory II.

    Jumlah keseluruhan mesin yang digunakan untuk kegiatan produksi sebanyak

    1447 mesin jahit (sewing machines) dengan 15 mesin komputer pembordiran.

    Total produktivitas yang dilakukan pada PT. Semarang Garment kurang

    lebih 700.000 pieces per bulan. Item-item yang diproduksi pada perusahaan ini,

    antara lain knit sweat shirt, training suits, pants, polo shirts, T-shirts, dress skirtts,

    ca