Bab 6 Hasil Pembahasan

  • View
    17

  • Download
    2

Embed Size (px)

Text of Bab 6 Hasil Pembahasan

BAB VI

HASIL DAN PEMBAHASAN

VI.1. Hasil

Berdasarkan hasil pengumpulan data mengenai hubungan antara infeksi cacing yang ditularkan melalui tanah dengan status gizi anak sekolah dasar, pada SD Bontoramba I, SDI Tamalanrea II dan SDI Tamalanrea IV sebanyak 300 responden diperoleh hasil sebagai berikut :

VI.1.1. Gambaran umum lokasi

Sekolah yang digunakan sebagai lokasi penelitian adalah SD Bontoramba I, SDI Tamalanrea II dan SDI Tamalanrea IV. Ketiga sekolah dasar ini berada di kecamatan tamalanrea dimana SD Bontoramba I terletak di Jl.Bontoramba yang cukup jauh dari jalan besar, SDI Tamalanrea II terletak di blok I BTP sedangkan SDI Tamalanrea IV terletak di blok ??? Tepat dibelakang puskesmas tamalanrea. Ketiga sekolah ini terlihat sangat berbeda baik dari lokasi, fasilitas maupun tingkat kebersihannya.

Pada SD Bontoramba I terdapat 1 ruang guru yang juga digabung dengan ruang kepala sekolah dan 5 ruang kelas, dimana ruangan kelas 1 dan kelas 2 sama dan digunakan secara bergantian. Guru yang mengajar kurang lebih 7 orang yang merupakan wali dari tiap-tiap kelas, 1 guru agama kristen, dan 1 penjaga sekolah. Selain itu ada pula yang bekerja dibagian tata usaha. Jumlah murid yang masih aktif di sekolah tersebut ???. Disekolah ini terdapat 1 wc yang sudah tidak terpakai. Di bagian samping kiri sekolah terdapat kebun dan jalanan menuju ke sekolah ini sangat sempit, hanya untuk 1 mobil saja. Fasilitas di sekolah ini sangat kurang, jangankan perpustakan atau kantin ruangan untuk kelas 1 dan 2 saja digabung, ruang guru berikut ruang kepala sekolah nya juga sangat sempit. Dan untuk kebersihan sekolah juga masih rendah, selain itu halaman kelas atau halaman sekolah masih beralaskan tanah yang lembab, sehingga jika musim hujan maka air akan tergenang disekitar halaman kelas atau halaman sekolah.

Untuk SDI Tamalanrea II terdapat 6 ruang kelas selain itu juga terdapat 1 ruang perpustakaan, 1 ruang kantor, 1 ruang guru, 1 kantin, 1 ruang dapur, 1 wc yang masih berfungsi. Guru yang mengajar berjumlah 18 orang, penjaga perpustakaan 1 orang, penjaga sekolah 1 orang , dan petugas kebersihan 1 orang. Jumlah murid pada tahun ajaran 2010/2011 adalah 451 orang dengan rincian laki-laki 254 orang (56,32%) dan perempuan 197 orang (43,68%). Di sekolah ini siswanya terbagi, ada yang masuk pagi dan ada yang masuk siang, tapi hal ini sudah cukup sebanding dengan jumlah guru yang ada. Lokasi sekolah ini cukup luas karena di dalam nya juga terdapat taman kanak-kanak. Tetapi hal ini tidak mengurangi kualitas dari sekolah ini karena pada dasarnya lokasinya cukup luas. Selain itu fasilitas yang ada juga cukup lengkap, bahkan setiap kelas mempunyai dispenser beserta galon yang berisi air minum yang memang disediakan khusus untuk murid sekolah ini. Lingkungan sekolah ini juga cukup bersih, selain itu halaman dan sekitar nya beralaskan semen jadi tidak terlihat kotor jika sedang musim hujan.

Pada SDI Tamalanrea IV terdapat 1 ruang guru yang juga digabung dengan ruang kepala sekolah, 6 ruang kelas, 1 kantin, dan 1 mushallah. Guru yang mengajar berjumlah ??? orang, penjaga sekolah 1 orang dan penjaga kantin 1 orang. Jumlah murid pada tahun ajaran 2010/2011 adalah ??? orang dengan rincian laki-laki ??? orang (%) dan perempuan ??? orang (.%). Di sekolah ini siswanya terbagi, ada yang masuk pagi dan ada yang masuk siang, tapi hal ini sudah cukup sebanding dengan jumlah guru yang ada. Lokasi sekolah ini kurang luas jika dibandingkan dengan SDI Tamalanrea II. Selain itu fasilitas yang ada juga kurang lengkap, tetapi dari segi kebersihannya termasuk kategori cukup bersih, dan halaman serta lingkungan sekitar nya beralaskan semen jadi tidak terlihat kotor jika sedang musim hujan.

VI.1.2. Karakteristik Siswa

Tabel 6.1. Distribusi Karakteristik Siswa berdasarkan jenis kelamin dan umur

N = 300

Persen (%)

Jenis kelamin

laki-laki

160

53,3

Perempuan

140

46,7

Umur

7 tahun

42

14

8 tahun

94

31,3

9 tahun

75

25

10 tahun

73

24,3

11 tahun

16

5,3

300

100

Berdasarkan tabel di atas, dapat kita lihat distribusi jenis kelamin pada 300 responden, dimana jumlah laki-laki lebih banyak daripada perempuan dengan jumlah responden laki-laki sebanyak 160 orang (53,3%) dan responden perempuan sebanyak 140 orang (46,7%).

Pada kolom umur dapat kita lihat bahwa umur terbanyak responden adalah umur 8 tahun sebanyak 94 responden (31,3%), diikuti dengan umur 9 tahun sebanyak 75 responden (25%), kemudian umur 10 tahun sebanyak 73 responden (24,3%) dan 7 tahun sebanyak 42 responden (14%), dan terakhir umur 11 tahun sebanyak 16 responden (5,3%).

VI.1.3. Hygiene Perorangan

Tabel 6.2. Distribusi hygiene perorangan

Hygiene Perorangan

N = 300

PERSEN (%)

KEBIASAAN MEMAKAI ALAS KAKI JIKA KELUAR RUMAH

Ya

259

86,3

Kadang-kadang

31

10,3

Tidak

10

3,3

KEBIASAAN MEMAKAI SEPATU SAAT ISTIRAHAT SEKOLAH

Ya

242

80,7

Kadang-kadang

37

12,3

Tidak

21

7

KEBIASAAN BERMAIN DILANTAI

Tidak

76

25,3

Kadang-kadang

119

39,7

Ya

105

35

CUCI TANGAN DAN KAKI SETELAH BERMAIN

Ya

233

77,7

Kadang-kadang

48

16

Tidak

19

6,3

CUCI TANGAN SEBELUM MAKAN

Ya

281

93,7

Kadang-kadang

17

5,7

Tidak

2

0,7

CUCI TANGAN DENGAN SABUN SEBELUM MAKAN

Ya

264

88

Kadang-kadang

24

8

Tidak

12

4

CUCI TANGAN SETELAH BUANG AIR BESAR

Ya

280

93,3

Kadang-kadang

10

3,3

Tidak

10

3,3

CUCI TANGAN DENGAN SABUN SETELAH BUANG AIR BESAR

Ya

274

91,3

Kadang-kadang

18

6

Tidak

8

2,7

MEMOTONG KUKU SETIAP MINGGU

Ya

212

70,7

Kadang-kadang

66

22

Tidak

22

7,3

KEBIASAAN MENGGIGIT KUKU

Tidak

258

86

Kadang-kadang

28

9,3

Ya

14

4,7

OBSERVASI KUKU

Pendek Bersih

200

66,7

Pendek Kotor

59

19,7

Panjang Kotor

41

13,7

Dari tabel diatas dapat dilihat hygiene perorangan pada 300 responden dimana pada kolom kebiasaan memakai alas kaki jika keluar rumah, jawaban terbanyak adalah ya sebanyak 259 responden (86,3%), kemudian yang menjawab kadang-kadang sebanyak 31 responden (10,3%), dan yang menjawab tidak sebanyak 10 responden (3,3%).

Untuk kolom kebiasaan memakai sepatu saat istirahat sekolah, jawaban terbanyak adalah ya sebanyak 242 responden (80,7%), kemudian yang menjawab kadang-kadang sebanyak 37 responden (12,3%), dan yang menjawab tidak sebanyak 21 responden (7%).

Pada kolom kebiasaan bermain dilantai, jawaban terbanyak adalah kadang-kadang sebanyak 119 responden (39,7%), kemudian yang menjawab ya sebanyak 105 responden (35%) dan sebanyak 76 responden (25,3%) menjawab tidak.

Pada kolom cuci tangan dan kaki setelah bermain, jawaban terbanyak adalah ya sebanyak 233 responden (77,7%), kemudian yang menjawab kadang-kadang sebanyak 48 responden (16%), dan yang menjawab tidak sebanyak 19 responden (6,3%).

Pada kolom cuci tangan sebelum makan, jawaban terbanyak adalah ya sebanyak 281 responden (93,7%), kemudian yang menjawab kadang-kadang sebanyak 17 responden (5,7%), dan yang menjawab tidak sebanyak 2 responden (0,7%).

Pada kolom cuci tangan dengan sabun sebelum makan, jawaban terbanyak adalah ya sebanyak 264 responden (88%), kemudian yang menjawab kadang-kadang sebanyak 24 responden (8%), dan yang menjawab tidak sebanyak 12 responden (4%).

Untuk kolom cuci tangan setelah buang air besar, jawaban terbanyak adalah ya sebanyak 280 responden (93,3%), kemudian yang menjawab kadang-kadang sebanyak 10 responden (3,3%), dan yang menjawab tidak sebanyak 10 responden (3,3%).

Pada kolom cuci tangan dengan sabun setelah buang air besar, jawaban terbanyak adalah ya sebanyak 274 responden (91,3%), kemudian yang menjawab kadang-kadang sebanyak 18 responden (6%), dan yang menjawab tidak sebanyak 8 responden (2,7%).

Untuk kolom memotong kuku setiap minggu, jawaban terbanyak adalah ya sebanyak 212 responden (70,7%), kemudian yang menjawab kadang-kadang sebanyak 66 responden (22%), dan yang menjawab tidak sebanyak 22 responden (7,3%).

Pada kolom kebiasaan menggigit kuku, jawaban terbanyak adalah tidak sebanyak 258 responden (86%), kemudian yang menjawab kadang-kadang sebanyak 28 responden (9,3%), dan yang menjawab ya sebanyak 14 responden (4,7%).

Untuk kolom observasi kuku, terbanyak adalah pendek bersih sebanyak 200 responden (66,7%), kemudian pendek kotor sebanyak 59 responden (19,7%), dan untuk panjang kotor sebanyak 41 responden (13,7%).

Tabel 6.3. Distribusi hygiene perorangan secara umum

Hygiene Perorangan

N = 300

PERSEN (%)

Baik

223

74,3

Cukup

51

17

Kurang

26

8,7

TOTAL

300

100

Dari tabel di atas, dapat kita lihat hygiene perorangan secara umum pada 300 responden dimana yang terbanyak adalah kategori baik sebanyak 223 responden (74,3%), kemudian 51 responden (17%) termasuk kategori cukup, dan 26 responden (8,7%) termasuk kategori kurang.