HASIL DAN PEMBAHASAN Sistematika Penyajian Hasil dan ... IV Hasil...  HASIL DAN PEMBAHASAN . Sistematika

  • View
    224

  • Download
    4

Embed Size (px)

Text of HASIL DAN PEMBAHASAN Sistematika Penyajian Hasil dan ... IV Hasil...  HASIL DAN PEMBAHASAN ....

  • HASIL DAN PEMBAHASAN

    Sistematika Penyajian Hasil dan Pembahasan Hasil dan pembahasan pada disertasi ini akan diawali dengan menjelaskan

    terlebih dahulu uraian singkat dari PT XYZ sebagai tempat penelitian. Hal ini

    diperlukan mengingat penjelasan-penjelasan lebih lanjut akan mengacu kepada

    ruang lingkup bisnis dari PT XYZ, strategi yang diterapkan, disain struktur

    organisasi dan uraian jabatan dari masing-masing jabatan penting yang ada di

    perusahaan tersebut. Setelah itu baru akan dijelaskan bagaimana penelitian ini

    mendifinisikan sistem kompensasi dan bagaimana elemen-elemen dari sistem

    kompensasi tersebut dirancang sesuai dengan tujuan penelitian.

    Uraian Singkat Perusahaan PT XYZ merupakan anak perusahaan dari sub-holding yang merupakan

    bagian dari sebuah holding company (perusahaan induk) di Indonesia. Perusahaan

    ini berkantor pusat di Jakarta, dengan lokasi pabrik di pulau Sumatera. Peta lokasi

    pabrik dapat dilihat pada Gambar 8 berikut :

    Gambar 8. Peta Lokasi Pabrik PT XYZ

  • 56

    Persetujuan dari perusahaan induk untuk mendirikan PT XYZ keluar pada

    tahun 2005. Kemudian pada tahun 2006, rancangan keteknikan dan pekerjaan

    konstruksi mulai dilakukan. Pada tahun 2008 dilakukan commissioning test dan

    tahun 2009 mulai dilakukan uji coba produksi dengan ekspor perdana ke Korea.

    PT XYZ saat ini menyerap sekitar 1.200 ton bahan baku singkong perhari

    dengan target produksi ethanol sekitar 180 kilo liter perhari. Untuk menjaga

    kontinuitas bahan baku, PT XYZ juga mengakuisisi sebuah perusahaan yang

    bergerak di bidang budidaya dan perdagangan ubi kayu di wilayah yang

    berdekatan dengan lokasi pabrik.

    Produksi ethanol yang dihasilkan saat ini adalah untuk kebutuhan industri,

    namun dalam jangka panjang perusahaan ini merencanakan untuk

    mengembangkan produknya menjadi bahan bakar kendaraan.

    Perusahaan ini dipimpin oleh seorang direktur yang dalam kesehariannya

    dibantu oleh seorang General Manager pabrik. General Manager ini membawahi

    3 jabatan manajer, yakni Plan Manager, Supply Chain and By Product Manager,

    serta Finance & Administration Manager. Di tingkatan berikutnya ada 4 jabatan

    Superintendent. Di bawah tingkatan Superintendent adalah Supervisor yang

    jumlah jabatannya ada 13. Setiap jabatan memiliki satu orang pemangku jabatan,

    kecuali untuk jabatan Process Supervisor yang memiliki 4 orang pemangku

    jabatan dan Utility Supervisor yang memiliki 2 orang pemangku jabatan.

    Beberapa orang supervisor masih membawahi lagi beberapa orang foreman yang

    memimpin grup kecil di lingkungan kerjanya masing-masing. Meskipun

    demikian, ruang lingkup penelitian ini dibatasi hanya pada pemangku jabatan

    supervisor ke atas.

    PT XYZ menggunakan pendekatan balance scorecard dalam melakukan

    perencanaan strategiknya dan menerapkan manajemen SDM berbasis kompetensi

    sebagai langkah awal transformasi perusahaan dalam menerapkan pendekatan

    human capital.

    Ethanol yang merupakan produk utama PT XYZ adalah kelompok alkohol

    yang sebetulnya juga dapat diproduksi dari bahan baku tanaman lainnya yang

    mengandung pati seperti ubi jalar, jagung dan sagu. Ubi kayu, ubi jalar dan jagung

  • 57

    merupakan tanaman pangan yang biasa ditanam rakyat hampir di seluruh wilayah

    Indonesia, sehingga jenis tanaman tersebut merupakan tanaman yang potensial

    untuk dipertimbangkan sebagai sumber bahan baku pembuatan bioethanol atau

    gasohol. Sementara sagu relatif hanya ditemukan di Indonesia bagian timur.

    Dari semua jenis tanaman tersebut, menurut Solihin (2009) ubi kayu

    memang merupakan tanaman yang setiap hektarnya paling tinggi dapat

    memproduksi ethanol. Selain itu pertimbangan pemakaian ubi kayu sebagai bahan

    baku proses produksi bio-ethanol juga didasarkan pada pertimbangan ekonomi.

    Pertimbangan keekonomian pengadaan bahan baku tersebut bukan saja meliputi

    harga produksi tanaman sebagai bahan baku, tetapi juga meliputi biaya

    pengelolaan tanaman, biaya produksi pengadaan bahan baku, dan biaya bahan

    baku untuk memproduksi setiap liter ethanol. Secara umum ethanol/bio-ethanol

    dapat digunakan sebagai bahan baku industri turunan alkohol, campuran untuk

    miras, bahan dasar industri farmasi, campuran bahan bakar untuk kendaraan.

    Pemanfaatan ethanol sangat beragam, tergantung pada perbedaan grade-

    nya. Ethanol yang mempunyai grade 90-96,5% dapat digunakan pada industri,

    sedangkan ethanol yang mempunyai grade 96-99,5% dapat digunakan sebagai

    campuran untuk miras dan bahan dasar industri farmasi. Sementara itu ethanol

    yang dimanfaatkan sebagai campuran bahan bakar untuk kendaraan harus betul-

    betul kering dan anhydrous supaya tidak korosif. Dalam hal ini ethanol harus

    mempunyai grade sebesar 99,5-100%. Perbedaan besarnya grade akan

    berpengaruh terhadap proses konversi karbohidrat menjadi gula (glukosa) larut

    air.

    Selain dari bahan baku tanaman yang mengandung pati atau karbohidrat,

    bio-ethanol dapat diproduksi juga dari bahan tanaman yang mengandung selulosa.

    Namun dengan adanya lignin, proses penggulaannya menjadi lebih sulit, sehingga

    pembuatan bio-ethanol dari selulosa tidak terlalu direkomendasikan.

  • 58

    Identifikasi Sistem Identifikasi sistem dilakukan untuk menemukan determinan dari gaji pokok.

    Alat bantu yang digunakan adalah Influencing Diagram. Dengan menggunakan

    Influencing Diagram ini dapat digambarkan bahwa gaji pokok diperoleh dengan

    menentukan terlebih dahulu nilai total yang dimiliki oleh seorang karyawan. Nilai

    total tersebut diperoleh dari nilai jabatan (job value) dan person value sebagai

    pemangku jabatan. Nilai jabatan ditentukan oleh model kompetensi jabatan dan

    person value ditentukan oleh kompetensi yang dimiliki oleh pemangku jabatan.

    Nilai toal kemudian dikonversi menjadi gaji pokok menggunakan faktor anggaran

    yang ditetapkan oleh perusahaan. Adapun influencing diagram dimaksud dapat

    dilihat pada Gambar 9 berikut :

    Gambar 9. Influencing Diagram Sistem Penghitungan Gaji Pokok

    Gaji Pokok

    Job Value Person Value

    Nilai Relatif Kompetensi

    Model Kompetensi

    Jabatan

    Kompetensi Pemangku

    Jabatan

    Total Value

  • 59

    Identifikasi Uraian Jabatan Jumlah jabatan yang dijadikan ruang lingkup dalam penelitian ini adalah 20

    (dua puluh) jabatan. Adapun ke 20 (dua puluh) jabatan tersebut yang uraian

    jabatannya diidentifikasi adalah (1) General Manager, (2) Plant Manager, (3)

    Supply Chain and By Product Manager, (4) Finance & Administration Manager,

    (5) Feedstock Superintendent, (5) HSE Superintendent, (7) Maintenance

    Superintendent, (8) Technology Superintendent, (9) Pengembangan Tanaman

    Supervisor, (10) HR & GA Supervisor, (11) Public Relaton Supervisor, (12),

    Process Supervisor, (13) Maintenance Planning & Control Supervisor, (14)

    Mechanical Supervisor, (15) Electrical Supervisor, (16) Warehouse Supervisor,

    (17) Process Engineering Supervisor, (18) Laboratory Supervisor, (19) Port

    Panjang and Bay Product Supervisor dan (20) Utility Supervisor.

    Jabatan-jabatan manajerial ini memiliki 25 (dua puluh lima) orang

    pemangku jabatan, karena ada beberapa jabatan yang posisi pemangku jabatannya

    lebih dari 1 (satu). Semua Jabatan tadi sudah dilengkapi dengan uraian jabatan,

    yang menjelaskan dengan rinci tugas dan tanggung-jawab masing-masing jabatan,

    berikut ukuran-ukuran keberhasilan kinerja yang diharapkan. Dengan demikian

    uraian jabatan merupakan data sekunder yang digunakan dalam penelitian ini.

    Adapun uraian jabatan lengkap keduapuluh jabatan manajerial yang ada di

    PT XYZ dapat dilihat pada Lampiran 1.

    Pemodelan Kompetensi Jabatan

    Seperti yang sudah diuraikan pada bagian Metodologi Penelitian,

    pemodelan kompetensi dapat dilakukan dengan beberapa metode, yakni metode

    survey, behavior event interview (BEI), expert panel (panel ahli), expert system

    (sistem pakar) dan observasi (pengamatan). Dengan pertimbangan cost-

    effectiveness (efektivitas biaya), metode yang digunakan pada penelitian ini

    adalah metode expert panel (panel ahli).

    Adapun panel ahli yang dipilih dalam penelitian ini adalah Senior

    Manager Sumberdaya Manusia dari sub-holding company, yang juga menjadi

  • 60

    perancang organisasi untuk PT XYZ, General Manager PT XYZ yang mewakili

    direksi sebagai pimpinan tertinggi operasional PT XYZ di lokasi pabrik, dan

    seorang konsultan ahli organisasi yang sudah berpengalaman lebih dari 20 tahun

    termasuk lebih dari 5 tahun di perusahaan berbasis agroindustri.

    Pemodelan kompetensi jabatan dilakukan oleh panel ahli menggunakan

    20 (dua puluh) kompetensi pembeda yang ditemukan oleh Spencer & Spencer,

    yaitu orientasi berprestasi (achievement orientation), kepedulian terhadap

    keteraturan (concern for order), inisiatif (initiative), pencarian informasi

    (information seeking), pemahaman hubungan antar manusia (interpersonal

    understanding), orientasi pada pelayanan pelanggan (customer service

    orientation), dampak dan pengaruh (impact and influence), pemahaman

    keorganisasian (organizational awareness), membangun jejaring (relationship

    building), mengembangkan orang lain (developing others), pengarahan

    (directiveness), kerjasama (teamwork and cooperation), kepemimpinan (