BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Data hasil IV.pdf  Pembahasan hasil pengukuran luasan dan

  • View
    221

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Data hasil IV.pdf  Pembahasan hasil pengukuran luasan...

  • 48

    BAB IV

    HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

    4.1. Data hasil penelitian

    Dari hasil pembuatan specimen yang telah dilakukan dengan

    variasi suhu 1500C, 1550C, 1600C, 1650C dan 1700C diperoleh

    data sebagai berikut:

    Tabel 4.1 Data hasil proses percobaan

    Parameter Nilai

    Temperatur Air 31.44°C

    Temperatur Cetakan 33°C

    Temperatur Leleh 150° C -170°C

    Temperatur Spesimen 57°C

    Tekanan Injeksi 25Kg/cm²

    Waktu Tahan 8 detik

    Dari data yang didapat dalam pembuatan spesimen

    menunjukkan bahwa pada temperature rendah (1500C dan

    1550C) sudah ditemukan cacat short shot seperti lubangan

    yang membuat spesimen tidak rata atau sempurna, cacat

    tersebut juga dapat dilihat dengan kasat mata,dan ketika suhu

    dinaikkan pada temperature 1600C, 1650C dan 1700C sudah

    tidak ditemukanya cacat short shot.

  • 49

    Tabel 4.2 Hasil pengamatan short shot pada produk

    Dari hasil pengamatan yang telah dilakukan bahwa pada

    parameter suhu 1500 dan 1550 diketahui semua specimen

    Short Shot

    N0 Temperature

    (°C )

    Tidak Ada

    1 150°C

    Specimen 1 V

    Specimen 2 V

    Spesimen 3 V

    2 155°C

    Spesimen 1 V

    Spesimen 2 V

    Specimen 3 V

    3 160°C

    Specimen 1 V

    Spesimen 2 V

    Spesimen 3 V

    4 165°C

    Spesimen 1 V

    Spesimen 2 V

    Spesimen 3 V

    5 170°C

    Spesimen 1 V

    Spesimen 2 V

    Spesimen 3 V

  • 50

    mengalami cacat short shot sedangkan pada suhu 1600 -1700

    spesimen tidak mengalami cacat short shot.Pada percobaan

    ini indicator pada parameter waktu tahan,parameter pendingin

    dan tekanan di atur konstan.Berikut adalah gambar yang di

    hasilkan:

    Gambar 4.1 spesimen yang di hasilkan

    4.2. Hasil Pengukuran Cacat Short Shot

    4.2.1. Pengukuran dengan menggunakan mesin CNC Router

    Dari hasil proses injeksi pada produk,kemudian di

    lakukan pengamatan cacat produk dengan melakukan titik

    koordinat menggunakan mesin CNC Router dengan

    maksud untuk mengukur titik koordinat luasan cacat short

    shot agar di dapatkan hasil yang akurat dan selanjutnya di

    lakukan analisa dengan menggunakan solidwork.

  • 51

    Gambar 4.2 penandaan luasan short shot

    Penandaan luasan short shot bertujuan untuk

    mengetahui permukaan specimen yang cacat pada

    specimen.Penandaan dilakukan pada area yang mengalami

    cacat short shot kemudian ditandai dengan beberapa titik

    koordinat (sesuai luasan short shot).Selanjutnya

    menentukan titik nol pada specimen yang akan di ukur.

    Gambar 4.3 penentuan titik nol koordinat

  • 52

    Gambar 4.4 pengukuran titik koordinat dengan mesin CNC router

    Gambar 4.5. Hasil pengukuran koordinat

    Dari hasil pengukuran dengan menggunakan mesin

    CNC router,maka diperoleh titik titik koordinat dari luasan

    short shot pada specimen.Kemudian data koordinat

    tersebut di olah dengan menggunakan software solid works.

  • 53

    4.2.2 Analisa cacat short shot dengan solid works

    Dari hasil pengukuran koordinat dengan mesin CNC

    router diperoleh gabungan titik X dan titik Y untuk

    membentuk koordinat satu,koordinat dua,koordinat

    tiga,koordinat empat dan seterusnya. Hasil dari beberapa

    titik koordinat tersebut kemudian disatukan sehingga dapat

    diketahui luasan short shot yang dianalisa.

    Gambar 4.6 koordinat titik pada solid works

    Dari semua titik tersebut kemudian digabungkan sehingga

    terbentuk pola lingkaran pada luasan. Untuk memperjelas

    kontur dari luasan cacat short shot maka dibuat dalam

    bentuk 3D dengan software solid works.

  • 54

    Gambar 4.7 bentuk 3D specimen

    Gambar 4.8 Luas short shot

    Dari hasil pengukuran dengan solidworks di dapatkan

    hasil luas short shot adalah sebagai berikut:

  • 55

    Tabel 4.3 Hasil luasan cacat short shot

    No Temperatur Luas Short Shot

    1 150°C

    Spesimen 1 1323,72 mm²

    Spesimen 2 364,14 mm²

    Spesimen 3 5574,256 mm²

    Rata-rata 754,256 mm²

    2 155°C

    Spesimen 1 52,21 mm²

    Spesimen 2 140,21 mm²

    Spesimen 3 20,83 mm²

    Rata-rata 71,083 mm²

    3 160°C

    Spesimen 1 Tidak ada

    Spesimen 2 Tidak ada

    Spesimen 3 Tidak ada

    4 165°C

    Spesimen 1 Tidak ada

    Spesimen 2 Tidak ada

    Spesimen 3 Tidak ada

    5 170°C

    Spesimen 1 Tidak ada

    Spesimen 2 Tidak ada

    Spesimen 3 Tidak ada

  • 56

    Grafik 4.1. Histogram luas area short shot

    Penguukuran besaran short shot dari data-data yang

    diperoleh dari percobaan injection molding pada

    temperature 150 C pada ketiga specimen ditemukan cacat

    short shot dengan besaran terkecil sebesar 364,14 mm2 dan

    berturut-turut sebesar 574,256 mm2 dan 1323,72 mm2

    dengan rata-rata 754,256 mm2dan cacat short shot

    mengecil menjadi 140,21 mm2 , 52,21 mm2 dan20,83 mm2

    pada temperature 155 C dengan rata-rata 71,083 mm2.

    Pada temperature 160-170 tidak ditemukan cacat short

    shot.

    0

    100

    200

    300

    400

    500

    600

    700

    800

    L u

    a s

    R a

    ta -r

    a ta

    S h

    o rt

    s h

    o t(

    m m

    )

    (Temperatur 150°C, 155°C)

    Luas Rata-rata Short shot Ke-2 Spesimen

    suhu 150

    suhu 155

  • 57

    Tabel 4.4. Hasil persentase cacat short shot

    NO Temperatur Short Shot

    Luas (mm²) %

    1 150°C

    Spesimen 1 1323,72 mm² 0,344%

    Spesimen 2 364,14 mm² 0,094%

    Spesimen 3 574,91 mm² 0,144%

    Rata-rata 754,256 mm² 0,196%

    2 155°C

    Spesimen 1 52,21 mm² 0,013%

    Specimen 2 140,21 mm² 0,036%

    Spesimen 3 20,83 mm² 0,005%

    Rata-rata 71,083 mm² 0,018%

    3 160°C

    Spesimen 1 0 0

    Spesimen 2 0 0

    Spesimen 3 0 0

    4 165°C

    Spesimen 1 0 0

    Spesimen 2 0 0

    Spesimen 3 0 0

    5 170°C

    Spesimen 1 0 0

    Spesimen 2 0 0

    Spesimen 3 0 0

  • 58

    Grafik 4.2. Histogram hasil presentase besaran short shot

    Dari grafik presentase besaran cacat short shot dapat

    diketahui pada percobaan 150 C di temukan cacat pada

    ketiga specimen dengan luas terkecil 364,14 mm2 (0,094%)

    dan luas terbesar 1323,72 mm2 (0,344%) dan pada

    temperature 1550C besarnya cacat short shot menjadi lebih

    kecil yaitu dengan luasan terkecil 20,83 mm2 (0,005%) dan

    luas terbesarnya adalah 140,21 mm2 (0,036%) Jika dilihat

    dari data tersebut memperlihatkan bahwa menggunakan

    temperatur proses 1500C - 1550C tidak optimal dalam

    produksi produk Injection Molding dengan bahan

    polyprophylene.

    0

    0,05

    0,1

    0,15

    0,2

    0,25

    P e

    rs e

    n ta

    s e

    S h

    o rt

    s h

    o t

    (% )

    (Temperatur 150°C, 155°C)

    suhu 150

    suhu 155

  • 59

    4.2.3. Pembahasan hasil pengukuran luasan dan persentase cacat

    Short Shot

    Dalam percobaan yang telah dilakukan dapat dilihat dari

    hasil analisa penelitian pada produk bahwa pada suhu 150°C

    dan 155°C ditemukannya cacat Short Shot pada produk. Pada

    suhu 150°C dari ketiga percobaan terdapat luasan produk yang

    terbesar adalah 1323,72 mm² dan dengan persentase terbesar

    juga yakni 0,344 % dan pada luasan terkecil adalah 364,14

    mm² dan dengan persentase terkecil juga yakni 0,094 %.

    Sehingga didapat luasan rata-rata sebesar 754,256 mm² dan

    dengan persentase rata-rata sebesar 0,196 %.

    Dan pada suhu 155°C dari ketiga percobaan terdapat luasan

    produk yang terbesar adalah 140,21 mm² dan dengan

    persentase terbesar juga yakni 0,036 % dan pada luasan

    terkecil adalah 20,83 mm² dan dengan persentase terkecil juga

    yakni 0,005 %. Sehingga didapat luasan rata-rata sebesar

    71,083 mm² dan dengan persentase rata-rata sebesar 0,018 %.