Click here to load reader

Rang Kuman

  • View
    213

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of Rang Kuman

  • Yang wajib mengambil sumpahSemua dokter Indonesia lulusan pendidikan dalam negeri maupun luar negeri wajib mengambil sumpah dokter.Mahasiswa asing yang belajar di Perguruan Tinggi Kedokteran Indonesia juga diharuskan mengambil sumpah dokter Indonesia.Dokter asing tidak harus diambil sumpahnya karena tamu, ia menjadi tanggung jawab instansi yang memperkerjakannya. Dokter asing yang memberi pelayanan langsung kepada masyarakat Indonesia, harus tunduk pada KODEKI. Penjelasan beberapa hal yang berkaitan dengan lafal sumpah dokterDalam pengertian "Guru-guru saya", termasuk juga mereka yang pernah menjadi guru / dosennya.Dalam ikrar sumpah yang keempat, dikemukakan bahwa dalam menjalankan tugas seorang dokter akan mengutamakan kepentingan masyarakat dalam pengertian ini tak berarti bahwa kepentingan individu pasien dikorbankan demi kepentingan masyarakat tetapi harus ada keseimbangan pertimbangan antara keduanya.

  • LAFAL SUMPAH DOKTER INDONESIA (Berdasarkan SK Menkes No. 434/SK/X/1983)DEMI ALLAH SAYA BERSUMPAH BAHWA :Saya akan membaktikan hidup saya guna kepentingan kemanusiaan.Saya akan memelihara dengan sekuat tenaga, martabat, dan tradisi luhur jabatan kedokteran.Saya akan menjalankan tugas saya dengan cara yang terhormat dan bersusila sesuai dengan martabat pekerjaan saya sebagai dokter.Saya akan menjalankan tugas saya dengan mengutamakan kepentingan masyarakat.Saya akan merahasiakan segala sesuatu yang saya ketahui karena pekerjaan saya dan karena keilmuan saya sebagai dokter.Saya tidak akan mempergunakan pengetahuan kedokteran saya untuk sesuatu yang bertentangan dengan perikemanusiaan sekalipun diancam.Saya akan menghormati setiap hidup insani mulai dari saat pembuahan.Saya akan senantiasa mengutamakan kesehatan penderita.Saya akan berikhtiar dengan sungguh-sungguh supaya saya tidak terpengaruh oleh pertimbangan keagamaan, kebangsaan, kesukuan, perbedaan kelamin, politik kepartaian, atau kedudukan sosial dalam menunaikan kewajiban terhadap penderita.Saya akan memberikan kepada guru-guru saya, penghormatan dan pernyataan terima kasih yang selayaknya .Saya akan perlakukan teman sejawat saya, sebagaimana saya ingin diperlakukan.Saya akan menaati dan mengamalkan Kode Etik Kedokteran Indonesia.Saya ikrarkan sumpah ini dengan sungguh-sungguh dan dengan mempertaruhkan kehormatan diri saya.

  • Saya bersumpah demi Apollo dewa penyembuh, dan Aesculapius dan Hygeia, dan Panacea dan semua dewa sebagai saksi, bahwa sesuai dengan kemampuan dan fikiran saya akan mematuhi janji-janji berikut:Saya akan memperlakukan guru yang telah mengajarkanilmu ini dengan penuh kasih sayang sebagaimana terhadap orang tua saya sendiri, jika perlu akan saya bagikan harta saya untuk dinikmati bersamanyaSaya akan memperlakukan anak-anak sebagai saudara kandung saya dan saya akan mengajarkan ilmu yang telah saya peroleh dari ayahnya, kalau memang mereka mau mempelajarinya, tanpa imbalanSaya akan meneruskan ilmu pengetahuan ini kepada anak-anak saya sendiri, dan kepada anak-anak guru saya, dan kepada mereka yang telah mengikatkan diri dengan janji dan sumpah untuk mengabdi kepada ilmu pengobatan, dan tidak kepada hal-hal yang lainyaSaya akan mengikuti cara pengobatan yang menurut pengetahuan dan kemampuan saya akan membawa kebaikan bagi penderita, dan tidak akan merugikan siapapun Saya tidak akan memberikan obat yang mematikan kepada siapapun meskipun diminta, atau menganjurkan kepada mereka untuk tujuan itu. Atas dasar yang sama, saya tidak akan memberikan obat untuk menggugurkan kandunganSaya ingin menempuh hidup saya yang saya baktikan kepada ilmu saya ini dengan tetap suci dan bersihSaya tidak akan melakukan pembedahan terhadap seseorang, walaupun ia menderita penyakit batu, tetapi akan menyerahkannya kepada mereka yang berpengalaman dalam pekerjaan iniRumah siapapun yang saya masuki, kedatangan saya itu saya tujukan untuk kesembuhan yang sakit dan tanpa niat-niat buruk atau mencelakakan, dan lebih jauh lagi tanpa niat berbuat cabul terhadap wanita ataupun pria, baik merdeka maupun hambaApapun yang saya dengar atau lihat tentang kehidupan seseorang yang tidak patut disebarluaskan, tidak akan saya ungkapkan karena saya harus merahasiakan selama saya tetap mematuhi sumpah ini, izinkanlah saya menikmati hidup dalam mempraktikan ilmu sa ini, dihormati semua orang sepanjang waktu! Tetapi jika saya sampai saya mengkhianati sumpah ini, balikkanlah nasib saya iniSumpah Hippokrates

  • NASKAH SUMPAH HIPPOKRATESASAS ETIKA MEDISSaya akan menetapkan peraturan diet untuk orang yang sakit sesuai dengan dan penilaian saya; saya akan menjaga mereka terhadap cidera dan ketidakadilanAsas berbuat baik (beneficence) & Asas tidak menimbulkan mudharat (non maleficence)Saya tidak akan memberikan obat yang mematikan kepada siapapun jika diminta, saya juga tidak akan mengajukan saran tentang itu.Demikian juga sya tidak akan memberikan kepada perempuan obat untuk terjadinya keguguran. Dalam kemurnian dan kesucian saya akan menjaga hidup dan seni sayaAsas menghormati hidup manusiaSaya tidak akan menggunakan pisau, juga tidak pada penderita batu, tapi saya menarik diri dan menyerahkan pekerjaan kepada orang orang yang memang biasa melakukannyaAsas menyadari keterbatasan diri sendiriDirumah manapun saya berkunjung, saya datang untuk kebaikan yang sakit, menjauhkan diri dari semua ketidakadilan yang disengaja, dari semua perbuatan jahat dan khusus hubungan kelamin dengan perempuan maupun laki laki, apakah mereka orang orang bebas atau budak belianAsas beneficence, berakhlak dan berbudi luhurApapun yang saya lihat atau dengar selama menjalankan pengobatan malahan di itu berhubungan dengan hidup orang yang dengan alasan apapun tidak boleh diumumkan, akan saya simpan untuk saya sendiri karena hal-hal seperti itum memalukan untuk dibicarakanAsas menjaga kerahasiaan pasien (asas konfidensialitas)

  • Saya bersumpah bahwa:Saya akan membaktikan hidup saya guna kepentingan perikemanusiaanSaya akan menghormati dan berterimakasih kepada guru-guru saya sebagaimana mestinyaSaya akan menjalankan tugas saya sesuai hati nurani dengan cara terhormatKesehatan penderita senantiasa akan saya utamakanSaya akan merahasiakan segala rahasia yang saya ketahui bahkan sesudah pasien meninggal duniaSaya akan memelihara dengan sekuat tenaga martabat dan tradisi luhur jabatan kedokteranTeman sejawat saya akan saya perlakukan sebagai saudara-saudara sayaDalam menunaikan kewajiban pasien, saya tidak mengizinkan terpengaruh oleh pertimbagan keagamaan, kebangsaan, kesukuan, politik, kepartaian, kedudukan sosialSaya akan menghormati setiap insani mulai dari saat pembuahanSekalipun diancam, saya tidak akan mempergunakan pengetahuan kedokteran saya unuk sesuatu yang bertentangan dengan hukum perikemanusiaan

    Sumpah Dokter yang sesuai DEKLARASI GENEVA (1940)

  • Kodeki

  • MukadimahSejak permulaan sejarah yang tersurat mengenai umat manusia, sudah dikenal hubungan kepercayaan antara dua insan yaitu sang pengobat dan penderita. Dalam zaman modern, hubungan ini disebut hubungan kesepakatan terapeutik antara dokter dan penderita (pasien) yang dilakukan dalam suasana saling percaya mempercayai (konfidensial) serta senantiasa diliputi oleh segala emosi, harapan dan kekhawatiran makhluk insani. Sejak terwujudnya sejarah kedokteran, seluruh umat manusia mengakui serta mengetahui adanya beberapa sifat mendasar (fundamental) yang melekat secara mutlak pada diri seorang dokter yang baik dan bijaksana, yaitu sifat ketuhanan, kemurnian niat, keluhuran budi, kerendahan hati, kesungguhan kerja, integritas ilmiah dan sosial, serta kesejawatan yang tidak diragukan. Inhotep dan Mesir, Hippocrates dari Yunani, Galenus dan Roma, menupakan beberapa ahli pelopor kedokteran kuno yang telah meletakkan sendi-sendi permulaan untuk terbinanya suatu tradisi kedokteran yang mulia. Beserta semua tokoh dan organisasi kedokteran yang tampil ke forum internasional, kemudian mereka bermaksud mendasarkan tradisi dan disiplin kedokteran tersebut atas suatu etik profesional. Etik tersebut, sepanjang masa mengutamakan penderita yang berobat serta demi keselamatan dan kepentingan penderita. Etik ini sendiri memuat prinsip-prinsip, yaitu: beneficence, non maleficence, autonomy dan justice. Etik kedokteran sudah sewajarnya dilandaskan atas norma-norma etik yang mengatur hubungan manusia umumnya, dan dimiliki asas-asasnya dalam falsafah masyarakat yang diterima dan dikembangkan terus. Khusus di Indonesia, asas itu adalah Pancasila yang sama-sama kita akui sebagai landasan Idiil dan Undang-Undang Dasar 1945 sebagai landasan struktural.Dengan maksud untuk lebih nyata mewujudkan kesungguhan dan keluhuran ilmu kedokteran, kami para dokter Indonesia baik yang tergabung secara profesional dalam Ikatan Dokten Indonesia, maupun secara tungsional terikat dalam organisasi bidang pelayanan, pendidikan serta penelitian kesehatan dan kedokteran, dengan Rakhmat Tuhan Yang Maha Esa, telah menumuskan Kode Etik Kedokteran Indonesia (KODEKI), yang diuraikan dalam pasal-pasal berikut:

  • KEWAJIBAN UMUMPasal 1 Setiap dokter harus menjunjung tinggi, menghayati dan mengamalkan sumpah dokterPasal 2 Seorang dokter harus senantiasa berupaya melaksanakan profesinya sesuai dengan standar profesi yang tertinggi.Pasal 3 Dalam melakukan pekerjaan kedokterannya, seorang dokter tidak boleh dipengaruhi oleh sesuatu yang mengakibatkan hilangnya kebebasan dan kemandirian profesi.Pasal 4 Setiap dokter harus menghindarkan diri dari perbuatan yang bersifat memuji diri.Pasal 5 Tiap perbuatan atau nasehat yang mungkin melemahkan daya tahan psikis maupun fisik hanya diberikan untuk kepentingan dan kebaikan pasien, setelah memperoleh persetujuan pasien.Pasal 6 Setiap dokter harus senantiasa berhati-hati dalam mengumumkan dan menerapkan setiap penemuan teknik atau pengobatan baru yang belum diuji kebenarannya dan hal-hal yang dapat menimbulkan keresahan masyarakat.

  • Pasal

Search related