Rang Kuman 1

  • View
    221

  • Download
    0

Embed Size (px)

DESCRIPTION

rangkuman

Text of Rang Kuman 1

  • PEDOMAN TATA CARA REGISTRASI ULANG DOKTER, DOKTER GIGI, DOKTER SPESIALIS & DOKTER GIGI SPESIALIS BERDASARKAN KEPUTUSAN KONSIL KEDOKTERAN INDONESIA NOMOR 27/KKI/KEP/XI/2006dr/drg dan dr. Spes/ drg. spesKKIPB IDI/PB PDGIDinkes Kab/KotaKet : 1 : alur masuk2 : alur keluar3a,b, : tembusan123a3b

  • ALUR PERMOHONANDokter/dokter spesialis dan dokter gigi/dokter gigi spesialis mengajukan permohonan kepada KKI melalui temat kerja OP, langsung untk melakukan registrasi ulang selambat-lambatnya 6 (enam) bulan sebelum habis masa berlaku STR dengan melengkapi persyaratan yang diperlukanKKI akan meneliti persyaratan dan menerbitkan STR dokter atau STR dokter gigi yang baru setelah permohonan disetujui, selambat-lambatnya 3 (tiga) bulan setelah berkas diterima oleh KKISTR asli dan 3 (tiga) lembar fotokopi STR yang dilegalisir oleh KKI dikirim langsung kepada pemohon, dengan tembusan ke Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dan PB IDI atau PB PDGIPermohonan STR yang tidak disetujui, akan dikembalikan kepada pemohon selambat-lambatnya 3 (tiga) bulan sejak berkas diterima KKIPERSYARATANMengisi surat permohonan untuk memperbaharui STRsebagaimana terlampir pada formulir 1c Melampirkan persyaratan yang meliputi :Fotokopi STR dokter/dokter spesilais atau dokter gigi/dokter gigi spesialis yang masih berlaku;Surat keterangan sehat fisik dan mental (asli) dari dokter yang memiliki SIP (Nomor SIP dicantumkan);Fotokopi sertifikat kompetensi yang dilegalisir oleh Kolegium terkait;Surat pernyataan akan mematuhi dan melaksanakan ketentuan etika profesi (bermaterai);Pas foto terbaru berwarna ukuran 4 x 6 cm sebanyak 4 (empat) lembar dan ukuran 2 x 3 cm sebanyak 2(dua) lembar;Bukti Asli bayar registrasi dari Bank.

  • Surat Izin Praktek (SIP)Bukti tertulis yang diberikan pemerintah kepada dokter atau dokter gigi yang akan menjalankan praktik kedokteran setelah memenuhi persyaratan (Pasal 1 butir 7)Setiap dokter dan dokter gigi yang melakukan praktik kedokteran di Indonesia wajib memiliki SIP(Pasal 36)SIP dikeluarkan oleh pejabat kesehatan yang berwenang di Kabupaten/Kota tempat praktik kedokteran atau kedokteran gigi dilaksanakan (Pasal 37 ayat 1)SIP dokter atau dokter gigi hanya diberikan untuk paling banyak tiga tempat (Pasal 37 ayat 2)Satu SIP hanya berlaku untuk satu tempat praktik (Pasal 37 ayat 3)Syarat mendapatkan SIP (Pasal 38 ayat 1)STR dokter atau dokter gigi yang masih berlakuMempunyai tempat praktikMemiliki rekomendasi dari organisasi profesiSIP masih berlaku sepanjang (Pasal 38 ayat 2)Surat tanda registrasi dokter atau dokter gigi masih berlakuTempat prakti masih sesuai dengan yang tercantum dalam SIP

  • Syarat- syarat yang diminta: 1. SIP lama 2. STR yang dilegalisir 3. Fotocopy ijazah 4.REKOMENDASI IDI 5.Pas foto 4x6 = 4 lbr 2x3 = 1 lbr 6.Mengisi formulir permohonan. 7.Biaya administrasi.

  • Sumpah Dokter Indonesiasumpah yang dibacakan oleh seseorang yang akan menjalani profesi dokter Indonesia secara resmi.didasarkan atas Deklarasi Jenewa yang isinya menyempurnakan Sumpah Hippocrates.Pengambilan Sumpah DokterPengambilan sumpah dokter merupakan saat yang sangat penting artinya bagi seorang dokter berikrar bahwa dalam mengamalkan profesinya, ia akan selalu mendasarkannya dengan kesanggupan yang telah diucapkannya sebagai sumpah. Suasana hikmat dapat diwujudkan bila upacara pengambilan sumpah dilaksanakan secara khusus, mendahului acara pelantikan dokter.Untuk yang beragama Islam, "Demi Allah saya bersumpah". Untuk penganut agama lain mengucapkan lafal yang diharuskan sesuai yang ditentukan oleh agama masing-masing. Sesudah itu lafal sumpah di ucapkan secara bersama-sama oleh semua peserta pengambilan sumpah.Bagi mereka yang tidak mengucapkan sumpah, perkataan sumpah di ganti dengan janji.

  • Yang wajib mengambil sumpahSemua dokter Indonesia lulusan pendidikan dalam negeri maupun luar negeri wajib mengambil sumpah dokter.Mahasiswa asing yang belajar di Perguruan Tinggi Kedokteran Indonesia juga diharuskan mengambil sumpah dokter Indonesia.Dokter asing tidak harus diambil sumpahnya karena tamu, ia menjadi tanggung jawab instansi yang memperkerjakannya. Dokter asing yang memberi pelayanan langsung kepada masyarakat Indonesia, harus tunduk pada KODEKI. Penjelasan beberapa hal yang berkaitan dengan lafal sumpah dokterDalam pengertian "Guru-guru saya", termasuk juga mereka yang pernah menjadi guru / dosennya.Dalam ikrar sumpah yang keempat, dikemukakan bahwa dalam menjalankan tugas seorang dokter akan mengutamakan kepentingan masyarakat dalam pengertian ini tak berarti bahwa kepentingan individu pasien dikorbankan demi kepentingan masyarakat tetapi harus ada keseimbangan pertimbangan antara keduanya.

  • LAFAL SUMPAH DOKTER INDONESIA (Berdasarkan SK Menkes No. 434/SK/X/1983)DEMI ALLAH SAYA BERSUMPAH BAHWA :Saya akan membaktikan hidup saya guna kepentingan kemanusiaan.Saya akan memelihara dengan sekuat tenaga, martabat, dan tradisi luhur jabatan kedokteran.Saya akan menjalankan tugas saya dengan cara yang terhormat dan bersusila sesuai dengan martabat pekerjaan saya sebagai dokter.Saya akan menjalankan tugas saya dengan mengutamakan kepentingan masyarakat.Saya akan merahasiakan segala sesuatu yang saya ketahui karena pekerjaan saya dan karena keilmuan saya sebagai dokter.Saya tidak akan mempergunakan pengetahuan kedokteran saya untuk sesuatu yang bertentangan dengan perikemanusiaan sekalipun diancam.Saya akan menghormati setiap hidup insani mulai dari saat pembuahan.Saya akan senantiasa mengutamakan kesehatan penderita.Saya akan berikhtiar dengan sungguh-sungguh supaya saya tidak terpengaruh oleh pertimbangan keagamaan, kebangsaan, kesukuan, perbedaan kelamin, politik kepartaian, atau kedudukan sosial dalam menunaikan kewajiban terhadap penderita.Saya akan memberikan kepada guru-guru saya, penghormatan dan pernyataan terima kasih yang selayaknya .Saya akan perlakukan teman sejawat saya, sebagaimana saya ingin diperlakukan.Saya akan menaati dan mengamalkan Kode Etik Kedokteran Indonesia.Saya ikrarkan sumpah ini dengan sungguh-sungguh dan dengan mempertaruhkan kehormatan diri saya.

  • Saya bersumpah demi Apollo dewa penyembuh, dan Aesculapius dan Hygeia, dan Panacea dan semua dewa sebagai saksi, bahwa sesuai dengan kemampuan dan fikiran saya akan mematuhi janji-janji berikut:Saya akan memperlakukan guru yang telah mengajarkanilmu ini dengan penuh kasih sayang sebagaimana terhadap orang tua saya sendiri, jika perlu akan saya bagikan harta saya untuk dinikmati bersamanyaSaya akan memperlakukan anak-anak sebagai saudara kandung saya dan saya akan mengajarkan ilmu yang telah saya peroleh dari ayahnya, kalau memang mereka mau mempelajarinya, tanpa imbalanSaya akan meneruskan ilmu pengetahuan ini kepada anak-anak saya sendiri, dan kepada anak-anak guru saya, dan kepada mereka yang telah mengikatkan diri dengan janji dan sumpah untuk mengabdi kepada ilmu pengobatan, dan tidak kepada hal-hal yang lainyaSaya akan mengikuti cara pengobatan yang menurut pengetahuan dan kemampuan saya akan membawa kebaikan bagi penderita, dan tidak akan merugikan siapapun Saya tidak akan memberikan obat yang mematikan kepada siapapun meskipun diminta, atau menganjurkan kepada mereka untuk tujuan itu. Atas dasar yang sama, saya tidak akan memberikan obat untuk menggugurkan kandunganSaya ingin menempuh hidup saya yang saya baktikan kepada ilmu saya ini dengan tetap suci dan bersihSaya tidak akan melakukan pembedahan terhadap seseorang, walaupun ia menderita penyakit batu, tetapi akan menyerahkannya kepada mereka yang berpengalaman dalam pekerjaan iniRumah siapapun yang saya masuki, kedatangan saya itu saya tujukan untuk kesembuhan yang sakit dan tanpa niat-niat buruk atau mencelakakan, dan lebih jauh lagi tanpa niat berbuat cabul terhadap wanita ataupun pria, baik merdeka maupun hambaApapun yang saya dengar atau lihat tentang kehidupan seseorang yang tidak patut disebarluaskan, tidak akan saya ungkapkan karena saya harus merahasiakan selama saya tetap mematuhi sumpah ini, izinkanlah saya menikmati hidup dalam mempraktikan ilmu sa ini, dihormati semua orang sepanjang waktu! Tetapi jika saya sampai saya mengkhianati sumpah ini, balikkanlah nasib saya iniSumpah Hippokrates

  • NASKAH SUMPAH HIPPOKRATESASAS ETIKA MEDISSaya akan menetapkan peraturan diet untuk orang yang sakit sesuai dengan dan penilaian saya; saya akan menjaga mereka terhadap cidera dan ketidakadilanAsas berbuat baik (beneficence) & Asas tidak menimbulkan mudharat (non maleficence)Saya tidak akan memberikan obat yang mematikan kepada siapapun jika diminta, saya juga tidak akan mengajukan saran tentang itu.Demikian juga sya tidak akan memberikan kepada perempuan obat untuk terjadinya keguguran. Dalam kemurnian dan kesucian saya akan menjaga hidup dan seni sayaAsas menghormati hidup manusiaSaya tidak akan menggunakan pisau, juga tidak pada penderita batu, tapi saya menarik diri dan menyerahkan pekerjaan kepada orang orang yang memang biasa melakukannyaAsas menyadari keterbatasan diri sendiriDirumah manapun saya berkunjung, saya datang untuk kebaikan yang sakit, menjauhkan diri dari semua ketidakadilan yang disengaja, dari semua perbuatan jahat dan khusus hubungan kelamin dengan perempuan maupun laki laki, apakah mereka orang orang bebas atau budak belianAsas beneficence, berakhlak dan berbudi luhurApapun yang saya lihat atau dengar selama menjalankan pengobatan malahan di itu berhubungan dengan hidup orang yang dengan alasan apapun tidak boleh diumumkan, akan saya simpan untuk saya sendiri karena hal-hal seperti itum memalukan untuk dibicarakanAsas menjaga kerahasiaan pasien (asas konfidensialitas)

  • Saya bersumpah bahwa:Saya akan membaktikan hidup saya guna kepentingan perikemanusiaanSaya akan menghormati dan berterimakasih kepada guru-guru saya sebagaimana mestinyaSaya akan menjalankan tugas saya sesuai hati nurani dengan cara terhormatKesehatan penderita senantiasa akan saya utama