of 59 /59
Presentasi Kasus Diare Akut Dehidrasi Berat, Anemia dan Gizi Kurang PEMBIMBING : dr. H. Abdurahman Erman, Sp.A Tubagus Budi Pratama 2008730128

Presentasi Kasus Diare Tb

Embed Size (px)

Text of Presentasi Kasus Diare Tb

Presentasi Kasus Diare Akut Dehidrasi Berat, Anemia dan Gizi Kurang

Presentasi KasusDiare Akut Dehidrasi Berat, Anemia dan Gizi Kurang

PEMBIMBING :dr. H. Abdurahman Erman, Sp.A

Tubagus Budi Pratama2008730128DENTITAS PENDERITANama: An. AUmur: 9 bulanJenis Kelamin: Laki-lakiBB: 7,8 kgTB: 77 cmAgama: IslamAlamat: Sukagalih, Cikalong kulonTanggal masuk: 27 Agustus 2012Tanggal Keluar: 31 Agustus 2012No. CM: 5385xx

Keluhan Utama BAB cair.Riwayat Penyakit SekarangKurang lebih satu hari SMRS pasien BAB cair 10x, tiap kali BAB kurang lebih gelas aqua, konsistensi cair lebih banyak dari ampas, warna kekuningan, tidak ada lendir, tidak ada darah, disertai panas, disertai muntah 10x, tiap kali muntah sekitar gelas aqua isi makanan dan minuman, pasien masih mau minum, tetapi pasien mulai lemas. 2 jam sebelum masuk rumah sakit, pasien BAB cair sekitar 10x, tiap kali BAB gelas aqua, konsistensi cair lebih banyak dari ampas, warna kuning, tidak ada lendir, tidak ada darah, disertai muntah, tiap kali muntah sekitar gelas aqua isi makanan dan minuman, pasien lemas, rewel, terlihat kehausan. Pasien juga mengeluhkan panas selama pasien diare. Lalu oleh keluarga pasien dibawa ke IGD RSUD Cianjur. Saat di IGD pasien lemas, menangis, BAB cair 2x, tiap kali BAB sekitar gelas aqua, BAK dirasakan berkurang dari biasanya, warna pekat kuning, terakhir 1 jam SMRS. Batuk dan pilek disangkal, kejang disangkal. Sumber air minum berasal dari air galon isi ulang.

Riwayat Penyakit Dahulu Riwayat sakit serupa : (-)Riwayat dirawat di RS : (-)Riwayat alergi obat/makanan : (-)Riwayat ganti susu : (-)Riwayat makan makanan yang tidak biasa: (-)

Riwayat Penyakit KeluargaRiwayat penyakit serupa : (-)Riwayat alergi obat/makanan : (-)

Riwayat Penyakit yang Pernah DideritaFaringitis(-)Bronkitis(-)Morbili(-)Pertusis(-)Varicella(-)Malaria(-)Polio(-)Diare(-)Disentri (-)Thypus abdominalis(-)Cacingan(-)

Riwayat Sosial Ekonomi dan LingkunganPenderita adalah anak ketiga dari 3 bersaudara. Anggota keluarganya terdiri dari ayah, ibu, dua kakak dan penderita sendiri. Ayah penderita bekerja sebagai wiraswasta yang rata-rata penghasilan perbulannya kurang lebih 800-900 ribu rupiah. Ibu wiraswasta membantu ayah. Sumber air minum keluarga berasal dari air galon isi ulang.

Riwayat Makan Minum AnakUsia 0-6 bulan : ASI saja, frekuensi minum ASI tiap kali bayi menangis atau minta minum, sehari biasanya lebih dari 10 kali dan lama menyusui 10 menit, bergantian kiri kanan.Usia 6 - sekarang : bubur susu 2-3 kali sehari satu mangkok kecil, dengan diselingi dengan ASI jika bayi lapar. Buah pisang/pepaya, seminggu 2 kali dipotong-potong siang hari.

Riwayat Pemeriksaan Kehamilan dan PrenatalPemeriksaan kehamilan dilakukan ibu penderita di bidan setempat. Frekuensi pemeriksaan pada trimester I dan II 2 kali tiap bulan, dan pada trimester III 1 kali tiap bulan. Penyakit kehamilan (-).Riwayat minum jamu selama hamil (-), obat-obatan yang diminum adalah vitamin dan tablet penambah darah

Riwayat KelahiranPenderita lahir di rumah bersalin, partus normal, ditolong oleh bidan, cukup bulan, menangis kuat segera setelah lahir. Berat waktu lahir 3000 gram, panjang badan saat lahir 50 cm.

Riwayat Pemeriksaan Post NatalPemeriksaan bayi setelah lahir dilakukan di posyandu, setiap 6 bulan sekali dan saat imunisasi.

Riwayat ImunisasiBCG 1x, 2 bulan setelah lahir di puskesmas.Hepatitis 3x, satu minggu setelah lahir, 1 bulan, 6 bulan DPT 4x, 2 bulan, 4 bulan, 6 bulan.Polio 4x , 0 bulan, 2 bulan, 4 bulan, 6 bulan.Campak 1x, 9 bulan.

Riwayat Pertumbuhan dan Perkembangan

Motorik KasarMengangkat kepala : 3 bulanTengkurap kepala tegak : 4 bulanDuduk sendiri : 6 bulanBangkit terus duduk : 8,5 bulanBahasa Bersuara aah/ooh : 2,5 bulanBerkata (tidak spesifik) : 8,5 bulanMotorik halusMemegang benda 3,5 bulanMeraih : 6 bulanMengambil benda : 9 bulanPersonal sosialTersenyum : 2 bulanMulai makan : 6 bulanTepuk tangan : 9 bulan

PEMERIKSAAN FISIKKeadaan Umum: tampak lemasDerajat Kesadaran: Compos mentisStatus gizi : BB/U: 7,8/8,9 x 100 % = 87,64 % (-2SD < BB/U < 0 SD) TB/U: 77/73x 100 % = 105,48 % (2SD < TB/U < 3SD)BB/TB: 7,8/10 x 100 % = 78%(BB/TB= -3SD) Gizi kurangBMI : 7,8/(0,77)2 = 13,15Kesan : Gizi kurang

15Vital signT : 100/60 mmHgS: 37,5oC per aksilerN: 110 x/menit, reguler, simetris, isi dan tegangan cukup.RR: 30 x/menit, tipe abdominotorakalBB : 7,8 kgTB: 77 cm

Kulit : warna sawo matang, kelembaban baik, turgor kurang, tekstur halusKepala : bentuk normocephal, UUB sudah menutup, UUB cekung (-), rambut hitam, distribusi merata, tidak mudah rontok dan sukar dicabut.Mata : mata cekung (+/+), air mata berkurang (+/+), conjunctiva anemis (-/-), sklera ikterik (-/-), RC (+/+), isokor (2mm/2mm), bulu mata hitam lurus tidak rontok.Hidung: bentuk normal, napas cuping hidung (-), sekret (-), darah (-), deformitas(-).Mulut: mukosa basah (+), sianosis (-), gusi berdarah (-).

Tenggorokan : uvula di tengah, tonsil T1T1, faring hiperemis (-), pseudomembran (-), post nasal drip (-).Telinga : bentuk normal, kelainan MAE (-), prosesus mastoideus tidak nyeri tekan, tragus pain (-), sekret (-).Leher : bentuk normal, trachea ditengah, kelenjar thyroid tidak membesar.Limfonodi : kelenjar limfe auricular, submandibuler, servikalis, suparaklavikularis, aksilaris, dan inguinalis tidak membesar.

Thorax : Bentuk normochest, retraksi (-), gerakan simetris ka=kiCor : Inspeksi : Ictus cordis tidak tampakPalpasi: Ictus cordis tidak kuat angkatPerkusi : Batas jantung kesan tidak membesarKiri atas: SIC II Linea Para Sternalis SinistraKiri bawah: SIC IV Linea Medio Clavicularis SinistraKanan atas: SIC II Linea Para Sternalis DextraKanan bawah: SIC IV Linea Para Sternalis DextraAuskultasi: BJ I-II intensitas normal, reguler, bising (-)

Pulmo:Inspeksi: Pengembangan dada kanan = kiriPalpasi : Fremitus raba sdePerkusi : Sonor / Sonor di semua lapang paruBatas paru-hepar: SIC V kananBatas paru-lambung : SIC VI kiriRedup relatif di: SIC V kananRedup absolut : SIC VI kanan (hepar)Auskultasi : vesikuler (+/+), RBK (-/-), RBH (-/-)

Abdomen : Inspeksi : dinding dada setinggi dinding perutAuskultasi : Bising usus (+) NormalPerkusi: tympaniPalpasi: nyeri tekan (-), hepar tidak teraba, lien tidak teraba, turgor kembali lambat.Urogenital : dalam batas normalEkstremitas:akral hangat, sianosis (-), oedem (-), CRT 14 hari. Penyebab biasanya multipel: EAEC, Shigella, dan Cryptosporum.

PATOMEKANISMEDIARE SEKRETORIKakibat aktifnya enzim adenil siklase mengubah ATP menjadi cAMP. Akumulasi cAMP intrasel sekresi aktif air, ion Cl, Na, K dan HCO3- ke dalam lumen usus.Adenilsiklase dirangsang oleh toksin :Vibrio (paling kuat)ETECShigellaClostridiumSalmonella danCampylobacterDIARE INVASIFinvasi m.o. kerusakan mukosa usus. disebabkan oleh :Rotavirus (diarenya tidak berdarah)Bakteri : ShigellaSalmonellaCampylobacterEIECYarsiniaSemua bakteri ini menyebabkan diare berdarahParasit : AmoebaDIARE OSMOTIKtek osmotik lumen usus menarik cairan dari intraseluler ke dalam lumen watery diarrhea. Malabsorbsi karbohidrat. def disakaridase akumulasi KH/disakarida/polisakarida pada lumen usus osmotic pressure diare.KH oleh m.o difermentasi asam laktat, H+ dan asam lemak rantai pendek (short chain fatty acid).Rotavirus (25-30%) def laktase diare osmotik.Malabsorbsi protein dan lemak jarang terjadi pada diare akutMANIFESTASI KLINIS1. Diare SekretorikGejala berupa: diare cair disertai dengan muntah-muntah tidak ada panas badan cepat menyebabkan dehidrasi2. Diare OsmotikGejala gejala :Tinja cairDistensi abdomen (kembung): karena banyaknya gas Hidrogen yang dihasilkan dari fermentasi karbohidrat oleh mikroorganisme usus.Diaper rash : karena meningkatnya asam laktatpH asam, klinitest positifBreath Hidrogen test (+)

3. Diare invasifDiare yang disebabkan oleh rotavirus menimbulkan gejala berupa:diare cair tanpa berdarahpanas badan yang tidak begitu tinggidisertai batuk pilek, muntahbiasanya pada usia < 2 tahun

Sedangkan diare yang bersifat dysentriform menimbulkan gejala berupa: Tinja berlendir, berdarahDiare sering namun sedikitDisertai panas badanTenesmus aniNyeri abdomenProlapsus aniKOMPLIKASISebagai akibat diare baik akut maupunkronik akan terjadi :1. Kehilangan cairan (dehidrasi)Dehidrasi terjadi karena output air lebih banyak daripada input air.PemeriksaanABCKeadaan UmumBaik, sadarGelisah, rewel*Lesu, tidak sadar*MataNormalCekungSangat cekung dan keringAir mataAdaTidak adaTidak adaMulut dan lidahBasahKeringKeringRasa HausMinum biasaHaus, minum banyak*Malas minum/tidak bisa minum*Periksa turgor kulitKembali cepatKembali lambat*Kembali sangat lambat*Derajat dehidrasiTANPA DEHIDRASIDEHIDRASI RINGAN-SEDANG Bila ada satu tanda* ditambah 1 tanda lainDEHIDRASI BERAT Bila ada satu tanda* ditambah 1 tanda lainTerapi Rencana terapi ARencana terapi BRencana terapi CPenetuan Derajat DehidrasiPenilaian Degidrasi Menurut MTBSTeradapat dua atau lebih dari tanda-tanda berikut ini: Letargis atau tidak sadar Mata cekungTidak bisa minum atau malas minumCubitan kulit perut kembalinya sangat lambatDEHIDRASI BERATTeradapat dua atau lebih dari tanda-tanda berikut ini: Gelisah, rewel/mudah masalah Mata cekungCubitan kulit perut kembalinya lambatDEHIDRASI RINGAN/SEDANGTidak cukup tanda-tanda untuk diklasifikasikan sebagai dehidrasi berat atau ringan/sedangTANPA DEHIDRASIGangguan keseimbangan asam-basa (metabolik asidosis)Kehilangan Na-bikarbonat bersama fesesProduk metabolisme yang bersifat asam meningkat karena tidak dapat dikeluarkan oleh ginjal.Pemindahan ion Na dari cairan ekstraselular ke dalam cairan intraselular (Haroen N.,dkk).Hipoglikemia Penyimpanan/persediaan glikogen dalam hati tergangguAdanya gangguan absorbsi glukosa.

Gangguan gizi Makanan sering dihentikan oleh orang tua karena takut diare dan/atau muntahnya akan bertambah berat.Tidak dapat dicerna dan diabsorbsi dengan baik hiperperistaltik (Haroen N.,dkk).

Gangguan sirkulasi Ggn sirkulasi darah shock hipovolemik perfusi jaringan hipoksia dan asidosis bertambah berat. PENGOBATANPengobatan kausalPengobatan simptomatikPengobatan cairanPengobatan dietetik (Haroen N.,dkk). a. Pengobatan kausalAntibiotika hanya boleh diberikan kalau :Ditemukan bakteri pathogen (mikroskopik dan/atau biakan)Pada pemeriksaan makroskopis dan/atau mikroskopis ditemukan darah pada fesesDi daerah endemic koleraPada neonatus bila diduga terjadi infeksi nosokomial (Haroen N.,dkk).

b. Pengobatan simptomatik1. Obat anti diareanti spasmodik/spasmolitik atau opium (papverinTerkumpulnya cairan di lumen usus dan over growth bakteri, gangguan digesti, dan absorbsi memperburuk diare 2. AdsorbenObat-obatan seperti kaolin, pektin, dan carcoal (norit, tabonal), bismut subbikarbonat dan sebaginya telah dibuktikan tidak ada manfaatnya. 3. StimulanObat-obatan stimulan seperti adrenalin, nikotinamid, dan sebagainya tidak akan memperbaiki rejatan atau dehidrasi4. Anti emetikChlorpromazin (Largaktil) mencegah muntah + mengurangi sekresi dan kehilangan cairan

5. Anti piretikpreparat salisilat (asetosal, aspirin) m panas karena dehidrasi atau panas karena infeksi penyerta, juga mengurangi sekresi cairan yang keluar bersama feses.Rehidrasi untuk Dehidrasi beratRehidrasi parenteral dengan cairan ringer laktat atau ringer asetat 100 cc/kgBB. Cara pemberian :< 1 tahun 30 cc/kgBB dalam 1 jam pertama dilanjutkan 70 cc/kgBB dalam 5 jam berikutnya.> 1 tahun 30 cc/kgBB dalam jam pertama dilanjutkan 70 cc/kgBB dalam 2 jam berikutnya.Minum diberikan jika pasien sudah mau minum 5 cc/kgBB selama proses rehidrasi.

c. Pengobatan cairanJumlah cairan yang harus diberikan sama dengan :1. Jumlah cairan yang telah hilang melalui diare dan/atau muntah (preious water losses=PWL) ditambah dengan,2. Banyaknya cairan yang keluar melalui keringat, urine, dan pernapasan (normal water losses=NWL), ditambah dengan,3. Banyaknya cairan yang keluar melalui feses dan muntah yang masih terus berlangsung (concomitant water losses=CWL) PENCEGAHANrehidrasi oral dan pemberian makanan m efek buruk diare (dehidrasi, kurang gizi dan resiko kematian) mengurangi penyebaran m.o penyebab diare juga meningkatkan resistensi anak terhadap infeksi kuman ini.Ada 7 cara diidentifikasi sebagai sasaran Untuk promosi, yaitu:Pemberian ASIPerbaikan makanan pendamping ASIPenggunaan air bersih untuk kebersihan dan untuk minumCuci tanganPenggunaan jambanPembuangan tinja bayi yang amanImunisasi campak.TERIMA KASIH