Click here to load reader

MALUNION FRAKTUR

  • View
    346

  • Download
    1

Embed Size (px)

Text of MALUNION FRAKTUR

PENYUSUN YURIKE NATALIE ( 030.08.266 ) PEMBIMBING dr. Moch.Nagieb, Sp.OT

IDENTITAS

PASIEN : Acep Rona : 16 tahun : Laki-Laki : Jl Pegangsaan Dua No 55 Rt 03 Rw 01 : Belum Menikah : Pelajar : Jawa : SMK : 29 Juli 2012

Nama Usia Jenis Kelamin Alamat Status Pekerjaan Suku Pendidikan Tanggal Masuk RS

Diambil dari autoanamnesis tanggal 29 Juli 2012

Keluhan Utama: Sakit di paha kanan

Keluhan Tambahan (-)

Pasien datang pada tanggal 29 Juli 2012 dengan orangtua nya. Pasien mengeluh nyeri di paha kanan sebelum masuk rumah sakit. Nyeri dirasakan hanya pada satu tempat dan tidak menjalar ke daerah lain. Pasien mengaku bahwa 3 bulan yang lalu mengalami patah tulang, dikarenakan saat Pasien mengendarai motor dengan kecepatan 40 km/jam menabrak motor yang ada didepannya lalu Pasien terjatuh ke arah kanan. Pasien mengaku memakai helm, pada saat kejadian kaki tidak bisa diangkat, pada daerah paha tampak bengkak dan sakit, tidak pingsan, tidak pusing, tidak muntah, tidak sesak, tidak nyeri pada perut, tidak ada perdarahan. Pasien juga mengaku tidak BAK dan BAB secara spontan pada saat kejadian. Setelah kejadian Pasien dibawa ke rumah sakit Intan Barokah, Karawang lalu di rumah sakit menurut Pasien , dokter IGD menjelaskan bahwa harus dilakukan operasi pemasangan pen namun kakak Pasien menakut-nakuti Pasien dengan mengatakan tidak akan memberi obat bius sehingga Pasien ketakutan dan menolak untuk dilakukan operasi dan hanya dilakukan tindakan bidai. Pasien akhirnya pulang hari itu juga ke rumah dan dengan saran kakak nya Pasien dibawa ke dukun pijat.

Awalnya ke dukun pijat di daerah Karawang, dikatakan harus membayar Rp 25.000.000,- sampai sembuh namun karena keluarga tidak mempunyai duit sebanyak itu maka keluarga memutuskan untuk hanya menginap 4-5 hari dengan biaya Rp 1.200.000,-. Lalu Pasien pulang ke rumah dan memanggil tukang pijat 1 minggu 2x pijat dengan biaya Rp. 300.000,-. Setelah itu Pasien dibawa ke kampung dan diurut kembali oleh tukang urut dengan biaya Rp 50.000,- seminggu, menurut tukang urut ini, Pasien diharuskan memakai tongkat. Lalu ketika Pasien harus masuk sekolah, Pasien pergi dari kampung dan balik ke Karawang, sehingga Pasien pergi ke tukang urut di Karawang 3 hari sekali dengan biaya Rp 30.000,- per 3 hari, dan menurut tukang urut ini Pasien dilarang untuk memakai tongkat sehingga Pasien tidak memakai tongkat lagi namun karena Pasien tidak merasa ada perubahan pada kakinya sehingga setelah beberapa kali ke tukang pijat ini, Pasien tidak datang lagi.

Suatu

ketika saat di sekolah Pasien merasa paha kanan nya sangat sakit dan akhirnya Pasien dibawa ke dukun patah tulang Guru Singa, ketika diperiksa dikatakan bahwa mereka tidak menjamin 100% kesembuhan Pasien lalu menyarankan untuk dirujuk ke Rumah Sakit, dan karena keluarga lebih gampang mengurus surat untuk ke RSUD Koja, maka keluarga memasukkan Pasien ke RSUD Koja. Pasien dipijat oleh dukun pijat 20 kali.

Riwayat Penyakit Dahulu : Os mengaku selama 3 bulan, Os dipijat oleh dukun pijat 20 kali, penyakit lain disangkal.

Riwayat Penyakit Keluarga : Tidak ada keluarga yang menderita penyakit yang sama. Riwayat penyakit hipertensi,kencing manis, asma dan keganasan pada anggota keluarga disangkal oleh OSRiwayat Pengobatan : Selama 3 bulan, Os dipijat oleh dukun pijat 20 kali. Riwayat Kebiasaan : Pasien tidak merokok dan tidak mengkonsumsi alkohol. Os rajin berolahraga seperti karate.

Keadaan Umum Kesadaran Tanda-tanda vital

Tinggi Badan Berat Badan Keadaan Gizi

: tampak sakit ringan : compos mentis : Tekanan Darah Nadi Pernapasan Suhu : 155 cm : Baik

: 120/70 mmHg : 88x/menit : 18x/menit : 36C: 45 kg

Status Generalis : Kepala Normocephali, rambut hitam dengan distribusi merata, tidak mudah dicabut, tidak terdapat jejas maupus benjolan Mata Bentuk normal, simetris, pupil bulat dan isokor, conjungtiva anemis (-/-), sklera ikterik (-/-), refleks cahaya langsung (+/+), refleks cahaya tidak lagsung (+/+). Telinga Normotia, liang telinga lapang, tidak hiperemis, sekret (-/-), serumen (+/+), membran timpani utuh, benda asing (-/-). Hidung Bentuk normal, tidak ada deformitas, septum deviasi (-), konka hipertrofi (-/-), tidak hiperemis, sekret (-/-). Mulut Bibir luka (-), hematom (-), trismus (-), gigi- geligi dalam batas normal, oral hygiene baik.

Leher Inpeksi : jejas (-), oedem (-), hematom (-) Palpasi :Bentuk normal , tidak teraba pembesaran KGB dan tiroid, nyeri tekan (-) Thorax Paru Paru Inspeksi : gerak napas kanan dan kiri simetris, retraksi sela iga (-/-), jejas (-),oedem (-), hematom (-), deformitas (-) Palpasi : vocal fremitus simetris kiri dan kanan, nyeri tekan (-/-) Perkusi : sonor di kedua lapang paru Auskultasi: suara nafas vesikuler kanan dan kiri, ronkhi (-/-), wheezing (-/-) Jantung Auskultasi : bunyi jantung I-II murni reguler, gallop (-), murmur (-) Abdomen Inspeksi : datar, jejas (-), hematom (-), oedem (-) Auskultasi : bising usus (+) Palpasi : supel, nyeri tekan dinding perut (-), defense muscular (-) Perkusi : timpani, shifting dullness (-) Genitalia Tidak ada jejas, tidak terdapat nyeri Ekstremitas Lihat status lokalis

Status lokalis regio femur dekstra : Look : (+) pembengkakan di tungkai atas kanan; (-) angulasi; (-) rotasi

(+) deformitasFeel : (+) pembengkakan di tungkai atas kanan, 12 cm diatas lutut, suhu kulit normal, teraba keras, (-) mobile, (-) nyeri tekan, pulsasi ke distal (+), CRT 2

Apperant Lenght

Kanan 65

Kiri 68

True Lenght

Kanan 84

Kiri 87

Anatomical Lenght

Kanan 37

Kiri 40

Move : (-) krepitasiROM aktif-pasif terbatas akibat nyeri

Fraktur

tertutup Femur dekstra

Tanggal 29 Juli 2012, jam 11.11 WIB Hematologi Hb : 13,9 (13,7-17,5 g/dl) Leukosit : 8.300 (4.200-9.100/ul) Hematokrit : 44 (40-51 %) Trombosit : 330.000 (163.000-337.000/ul)

Dilakukan

foto rontgen regio Femur dextra dan foto thoraks PA

Diagnosis Kerja Malunion 1/3 Femur Distal Dextra Dasar diagnosis : Malunion 1/3 Femur Distal Dextra karena pada anamnesis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang didapatkan bahwa pasien saat kejadian tidak dapat mengangkat kakinya dan dalam 3 bulan tidak dibawa ke RS hanya dibawa ke dukun pijat. Pada foto rontgen juga dapat dilihat adanya fraktur pada 1/3 femur distal dextra dan sudah terdapat pemendekkan pada kaki kanannya.

Tindakan Operatif : a. Refrakturisasi Kallus b. Pasang Skeletal Traction

c. ORIEF

Medikamentosa

Infus RL : D5 NaCl = 1:3/24 jam Sopirom 2x1 g Hypobac 3x500 mg Ketopain 3x1 g Non Medikamentosa

Diet Bebas

Foto

regio femur dekstra setelah dilakukan refrakturisasi

Ad Vitam : ad bonam Ad Fungsionam : dubia ad bonam Ad Sanationam : dubia ad bonam

A. Fraktur Femur Definisi Fraktur adalah suatu patahan pada kontinuitas struktur tulang. Patahan tadi mungkin tak lebih dari suatu retakan, suatu pengisutan atau perimpilan korteks; biasanya patahan itu lengkap dan fragmen tulang bergeser. Bilamana tidak ada luka yang menghubungkan fraktur dengan udara luar atau permukaan kulit atau kulit diatasnya masih utuh ini disebut fraktur tertutup (atau sederhana), sedangkan bila terdapat luka yang menghubungkan tulang yang fraktur dengan udara luar atau permukaan kulit yang cenderung untuk mengalami kontaminasi dan infeksi ini disebut fraktur terbuka.

Epidemiologi Klasifikasi alfanumerik pada fraktur, yang dapat digunakan dalam pengolahan komputer, telah dikembangkan oleh (Muller dkk., 1990). Angka pertama menunjukkan tulang yaitu : 1. Humerus 2. Radius/Ulna 3. Femur 4. Tibia/FibulaSedangkan angka kedua menunjukkan segmen, yaitu : 1. Proksimal 2. Diafiseal 3. Distal 4. Maleolar

Etiologi Pada dasarnya tulang bersifat relatif rapuh, namun cukup mempunyai kekuatan dan daya pegas untuk menahan tekanan. Fraktur dapat terjadi akibat : Peristiwa trauma tunggal Sebagian besar fraktur disebabkan oleh kekuatan yang tiba tiba dan berlebihan, yang dapat berupa benturan, pemukulan, penghancuran, penekukan atau terjatuh dengan posisi miring, pemuntiran, atau penarikan. Bila terkena kekuatan langsung tulang dapat patah pada tempat yang terkena; jaringan lunak juga pasti rusak. Pemukulan (pukulan sementara) biasanya menyebabkan fraktur melintang dan kerusakan pada kulit diatasnya; penghancuran kemungkinan akan menyebabkan fraktur komunitif disertai kerusakan jaringan lunak yang luas. Bila terkena kekuatan tak langsung tulang dapat mengalami fraktur pada tempat yang jauh dari tempat yang terkena kekuatan itu; kerusakan jaringan lunak di tempat fraktur mungkin tidak ada.

Kekuatan dapat berupa : 1. Pemuntiran (rotasi), yang menyebabkan fraktur spiral 2. Penekukan (trauma angulasi atau langsung) yang menyebabkan fraktur melintang 3. Penekukan dan Penekanan, yang mengakibatkan fraktur sebagian melintang tetapi disertai fragmen kupu kupu berbentuk segitiga yang terpisah 4. Kombinasi dari pemuntiran, penekukan dan penekanan yang menyebabkan fraktur obliq pendek 5. Penatikan dimana tendon atau ligamen benar benar menarik tulang sampai terpisah

Tekanan yang berulang ulang Retak dapat terjadi pada tulang, seperti halnya pada logam dan benda lain, akibat tekanan berulang ulang. Kelemahan abnormal pada tulang (fraktur patologik) Fraktur dapat terjadi oleh tekanan yang normal kalau tulang itu lemah (misalnya oleh tumor) atau kalau tulang itu sangat rapuh (misalnya pada penyakit paget )

Klasifikasi Klasifikasi fraktur femur dapat dibagi dalam : a. FRAKTUR COLLUM FEMUR: Fraktur collum femur dapat disebabkan oleh trauma langsung yaitu misalnya penderita jatuh dengan posisi miring dimana daerah trochanter mayor langsung terbentur dengan benda keras (jalanan) ataupun disebabkan oleh trauma tidak langsung yaitu karena gerakan exorotasi yang mendadak dari tungk

Search related