Click here to load reader

Malunion Fraktur Print

  • View
    51

  • Download
    1

Embed Size (px)

DESCRIPTION

pohon masalah

Text of Malunion Fraktur Print

LAPORAN KASUS

MALUNION FRAKTUR 1/3 DISTAL FEMUR DEXTRA

OLEH :

M. Prayogo Miraj09310051

Pembimbing :

dr. H. Sunaryo, Sp.OT, SH, MH.Kes

PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI DOKTER

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MALAHAYATI

BAGIAN BEDAH RUMAH SAKIT UMUM DR. SOEKARDJO TASIKMALAYA

2015BAB I

PENDAHULUAN

Fraktur adalah diskontinuitas tulang, tulang rawan, tulang rawan epifisis baik yang bersifat total maupun parsial. Penilaian penyembuhan fraktur (union) didasarkan atas union secara klinis dan union secara radiologik. Penilaian secara klinis dilakukan dengan pemeriksaan pada daerah fraktur dengan melakukan pembengkokan pada daerah fraktur, pemutaran dan kompresi untuk mengetahui adanya adanya atau perasaan nyeri pada penderita. Keadaan ini dapat dirasakan oleh pemeriksa atau oleh penderita sendiri. Apabila tidak ditemukan adanya gerakan, maka secara klinis telah terjadi union dari fraktur.1Union secara radiologik dinilai dengan pemeriksaan rontgen pada daerah fraktur dan dilihat adanya garis fraktur atau kalus dan mungkin dapat ditemukan adanya trabekulasi yang sudah menyambung pada kedua fragmen. Pada tingkat lanjut dapat ditemukan adanya medula atau ruangan dalam daerah fraktur. 1Pada proses penyembuhan tulang dapat terjadi hasil yang tidak diinginkan, dimana tulang menyatu sesuai dengan harapan, baik cara penyatuan maupun waktu terjadinya penyatuan. Proses penyembuhan yang dimaksud adalah malunion, delayed nonunion dan union. 1BAB II

STATUS PASIENIDENTITAS PASIEN

Nama

: Tn AUsia

: 45 tahun

Jenis Kelamin

: Laki-LakiAlamat

: Jl Pegangsaan Dua No 55 Rt 03 Rw 01 TasikmalayaStatus

: Menikah

Pekerjaan

: PNSPendidikan

: S1 Tanggal Masuk RS: 19 Maret 2015ANAMNESIS

Diambil dari autoanamnesis tanggal 19 Maret 2015 Keluhan Utama: Sakit di paha kananKeluhan Tambahan: (-)Riwayat Penyakit Sekarang : Pasien datang pada tanggal 19 Maret 2015 dengan keluarganya nya. Pasien mengeluh nyeri di paha kanan SMRS. Nyeri dirasakan hanya pada satu tempat dan tidak menjalar ke daerah lain. Pasien mengaku bahwa 3 bulan yang lalu mengalami patah tulang, dikarenakan saat pasien mengendarai motor dengan kecepatan 40 km/jam menabrak motor yang ada didepannya lalu pasien terjatuh ke arah kanan. Pasien mengaku memakai helm, pada saat kejadian kaki tidak bisa diangkat, pada daerah paha tampak bengkak dan sakit, tidak pingsan, tidak pusing, tidak muntah, tidak sesak, tidak nyeri pada perut, tidak ada perdarahan. Pasien juga mengaku tidak BAK dan BAB secara spontan pada saat kejadian. Setelah kejadian Pasien dibawa ke IGD RSUD Soekardjo Tasikmalaya, dokter IGD menjelaskan bahwa harus dilakukan operasi pemasangan pen namun keluarga pasien menakut-nakuti pasien dengan mengatakan harus dioperasi dan diberi obat bius sehingga pasien ketakutan dan menolak untuk dilakukan operasi dan hanya dilakukan tindakan bidai. Pasien akhirnya pulang hari itu juga ke rumah dan dengan keluarganya, pasien dibawa ke dukun pijat. Suatu ketika saat di kantor pasien merasa paha kanan nya sangat sakit dan akhirnya pasien dibawa ke dukun patah tulang kembali, ketika diperiksa dikatakan bahwa mereka tidak menjamin 100% kesembuhan pasien lalu menyarankan untuk dirujuk ke Rumah Sakit, dan karena keluarga lebih gampang mengurus surat untuk ke RSUD Tasikmalaya, maka keluarga memasukkan Pasien ke RSUD Tasikmalaya. Pasien dipijat oleh dukun pijat 10 kali. Riwayat Penyakit Dahulu :

Os mengaku selama 3 bulan, Os dipijat oleh dukun pijat 10 kali, penyakit lain disangkal.Riwayat Penyakit Keluarga :

Tidak ada keluarga yang menderita penyakit yang sama. Riwayat penyakit hipertensi,kencing manis, asma dan keganasan pada anggota keluarga disangkal oleh OSRiwayat Pengobatan :

Selama 3 bulan, Os dipijat oleh dukun pijat 10 kali.

Riwayat Kebiasaan :

Pasien tidak merokok dan tidak mengkonsumsi alkohol. PEMERIKSAAN FISIKKeadaan Umum : tampak sakit ringanKesadaran

: compos mentisTanda-tanda vital: Tekanan Darah : 130/100 mmHg

Nadi

: 88x/menit

Pernapasan

: 25x/menit

Suhu

: 36C

Status Generalis :

Kepala

Normocephali, rambut hitam dengan distribusi merata, tidak mudah dicabut, tidak terdapat jejas maupus benjolan

Mata

Bentuk normal, simetris, pupil bulat dan isokor, conjungtiva anemis (-/-), sklera ikterik (-/-), refleks cahaya langsung (+/+), refleks cahaya tidak lagsung (+/+).

Telinga

Normotia, liang telinga lapang, tidak hiperemis, sekret (-/-), serumen (-/-), membran timpani utuh, benda asing (-/-).

Hidung

Bentuk normal, tidak ada deformitas, septum deviasi (-), konka hipertrofi (-/-), tidak hiperemis, sekret (-/-). Mulut

Bibir luka (-), hematom (-), trismus (-), gigi- geligi dalam batas normal, oral hygiene baik. Leher

Inpeksi : jejas (-), oedem (-), hematom (-)

Palpasi :Bentuk normal , tidak teraba pembesaran KGB dan tiroid, nyeri tekan (-) Thorax

Paru Paru

Inspeksi : gerak napas kanan dan kiri simetris, retraksi sela iga (-/-), jejas (-),oedem (-), hematom (-), deformitas (-)

Palpasi: vocal fremitus simetris kiri dan kanan, nyeri tekan (-/-)

Perkusi : sonor di kedua lapang paru

Auskultasi: suara nafas vesikuler kanan dan kiri, ronkhi (-/-), wheezing (-/-)

Jantung

Auskultasi : bunyi jantung I-II murni reguler, gallop (-), murmur (-) Abdomen

Inspeksi : datar, jejas (-), hematom (-), oedem (-)Auskultasi : bising usus (+)

Palpasi : supel, nyeri tekan dinding perut (-), defense muscular (-)

Perkusi : timpani, shifting dullness (-)

Genitalia

Tidak ada jejas, tidak terdapat nyeri Ekstremitas

Kanan Kiri

OtotEutrofiEutrofi

TonusNormotoniNormotoni

MassaTidak ada kelainanTidak ada kelainan

SendiTidak ada kelainanTidak ada kelainan

GerakkanAktif terbatasAktif

KekuatanNormalNormal

OedemaAda Tidak ada

Status lokalis regio femur dekstra :

Look :

(+) pembengkakan di tungkai atas kanan; (-) angulasi; (-) rotasi

Feel : (+) deformitas

(+) pembengkakan di tungkai atas kanan, 12 cm diatas lutut, suhu kulit normal, teraba keras, (-) mobile, (-) nyeri tekan, pulsasi ke distal (+), CRT 2

True LenghtKanan 84Kiri 87

Apperant LenghtKanan 65 Kiri 68

Anatomical LenghtKanan 37Kiri 40

Move :

(-) krepitasi ROM (+)LABORATORIUM

Tanggal 19 Maret 2015Hematologi

Hb

: 13,9

(13,7-17,5 g/dl)

Leukosit : 8.300

(4.200-9.100/ul)

Hematokrit: 44

(40-51 %)

Trombosit: 330.000(163.000-337.000/ul)

PEMERIKSAAN PENUNJANGFoto regio femur dekstra setelah dilakukan refrakturisasi

RESUMEPasien laki-laki umur 45 tahun datang dengan keluhan nyeri pada paha kanan. Tiga bulan sebelum masuk rumah sakit pasien mengalami kecelakaan motor. Motor yang dikendarainya dengan kecepatan 40 km/jam menabrak motor yang ada didepannya lalu Os terjatuh ke arah kanan dan terseret 1 m . Os mengaku memakai helm, pada saat kejadian kaki tidak bisa diangkat, pada daerah paha tampak bengkak dan sakit, tidak pingsan, tidak pusing, tidak muntah, tidak sesak, tidak nyeri pada perut, tidak ada perdarahan. Os juga mengaku tidak BAK dan BAB secara spontan pada saat kejadian. Setelah kejadian Os dibawa ke RSUD Soekardjo Tasikmalaya lalu di RS hanya di bidai. Os akhirnya pulang hari itu juga ke rumah dan dibawa ke dukun pijat. Selama 3 bulan, Os dipijat oleh dukun pijat 10 kali. Status lokalis regio femur dekstra :

Look :

(+) pembengkakan di tungkai atas kanan; (-) angulasi; (-) rotasi

Feel :

(+) deformitas (+) pembengkakan di tungkai atas kanan, 12 cm diatas lutut, suhu kulit normal, teraba keras, (-) mobile, (-) nyeri tekan, pulsasi ke distal (+), CRT 2

Apperant LenghtKanan 65 Kiri 68

True LenghtKanan 84Kiri 87

Anatomical LenghtKanan 37Kiri 40

Move :

(-) krepitasi ROM (+)DIAGNOSIS KERJA DAN DASAR DIAGNOSIS

Malunion Femur 1/3 Distal Dextra Dasar diagnosis :

Malunion 1/3 Femur Distal Dextra karena pada anamnesis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang didapatkan bahwa pasien saat kejadian tidak dapat mengangkat kakinya dan dalam 3 bulan tidak dibawa ke RS hanya dibawa ke dukun pijat. Pada foto rontgen juga dapat dilihat adanya fraktur pada 1/3 femur distal dextra dan sudah terdapat pemendekkan pada kaki kanannya.PENATALAKSANAAN

Refrakturisasi Kallus Pasang Skeletal Traction ORIEF

Medikamentosa

Infus RL : D5 NaCl = 1:3/24 jam Sopirom 2x1 g Hypobac 3x500 mg

Ketopain 3x1 g

Non Medikamentosa

Diet BebasPROGNOSISAd Vitam : ad bonam

Ad Fungsionam : dubia ad bonam

Ad Sanationam : dubia ad bonamBAB III

TINJAUAN PUSTAKA

Dengan makin pesatnya kemajuan lalu lintas baik dari segi jumlah pemakai jalan, jumlah kendaraan, jumlah pemakai jasa angkutan dan bertambahnya jaringan jalan dan kecepatan kendaraan maka mayoritas kemungkinan terjadinya fraktur adalah akibat kecelakaan lalu lintas. Sementara trauma trauma lain yang dapat mengakibatkan fraktur adalah jatuh dari ketinggian, kecelakaan kerja, dan cedera olah raga. 1Batang femur dapat mengalami fraktur oleh trauma langsung, puntiran (twisting), atau pukulan pada bagian depan lutut yang berada dalam posisi fleksi pada kecelakaan jalan raya. Femur merupakan tulang terbesar dalam tubuh dan batang femur pada orang dewasa sangat kuat. Dengan demikian, trauma langsung yang keras, seperti yang dapat dialami pada kecelakaan automobil, diperlukan untuk menimbulkan fraktur batang femur. Perdarahan interna yang masif dapat menimbulkan renjatan berat. 1F

Search related