kelompok 2 scenario 8.pptx

  • View
    221

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of kelompok 2 scenario 8.pptx

K e l o m p o k 2

K e l o m p o k 2P R E S E N TscenarioSeorang anak perempuan usia 12 bulan, dibawa orang tua nya ke tempat praktek dokter dengan keluhan utama muntah-muntah. Anak sudah muntah-muntah sejak 1 bulan yang lalu dan berwarna kuning. Anak sudah beberapa hari susah buang air besarPada pemeriksaan fisik didapatkan semuanya dalam batas normal. Termasuk berat badan dan tinggi badan nya normal. Ditemukan tanda-tanda dehidrasiAnamnesaIdentitas pasien Nama: Ny. NUmur: 12 bulanJenis kelamin: PerempuanKeluhan utama : Muntah-muntahRPS : sudah muntah-muntah sejak 1 bulan yang lalu dan berwarna kuninganak sudah beberapa hari susah buang air besar ditemukan tanda-tanda dehidrasiRPD: Muntah-muntah sejak 1 bulan yang lalu dan berwarna kuningVital sign :Kesan normalPemeriksaan fisik :Kesan normal Diagnosa : Stenosis pilorusDefinisiStenosis pilorik adalah penyempitan di bagian ujung lubang tepat makanan keluar menuju ke usus halus. Akibat penyempitan tersebut, hanya sejumlah kecil isi yang bisa masuk ke usus, selebihnya akan dimuntahkan sehingga anak mengalami penurunan berat badan. Gejala tersebut biasanya muncul pada usia 2-6 minggu selain muntah hebat dan menyemprot, bayi juga terus menerus merasa lapar, buang air besar tidak teratur serta gelisah

etiologiEtiologi pasti masih belum diketahui. Berbagai teori yang dikemukakan yaitu :Diturunkan secara poligenikHipoganglionosisInfeksiH. piloryHipergastrinemia dengan spasme pilorusKelainan terkait kongenital jarang.

patofisiologiSuatu hipertropi dan hyperplasia otot polos antrum lambung yang difus akan menyempitkan lumen sehingga mudah tersumbat. Bagian antrum akan memanjang, menebal menjadi 2 kali ukurn normal dan berkonsistensi seperti tulang rawan. Penebalan otot tidak hanya terbatas pada suatu kumpulan serabut otot sirkuler yang terpisah yaitu sfingter pylorus, tetapi meluas ke bagian proksimal ke dalam antrum dan ke bagian distal berakhir pada permulaan duodenum. Sebagai respons terhadap obstruksi lumen dn paristalik yang kuat otot lambung akan menebal (hipertrofi) dan mengembang (dilatasi).Manifestasi klinis* muntah proyektil mulai umur 2-3 minggu, dan tidak berwarna hijau ( nonbilious vomiting), Terkadang dijumpai muntah berwarna hijau dan dapat pula muntahan bercampur darah oleh karena adanya iritasi pada mukosa lambung.* Timbul 30-60 menit setelah makan dan minum* Setelah muntah kelihatan selalu masih lapar dan rakus bila diberikan minuman* Bayi senantiasa selalu menangis sesudah muntah dan akan muntah kembali setelah makan. Hal ini disebabkan karena obstruksi pylorus.Penurunan berat badan yang disertai dengan penurunan turgor kulit merupakan tanda adanya dehidrasi.

Konstipasi merupakan gejala yang sering muncul karena sedikitnya jumlah cairan yang melalui pilorus menuju usus halus.

* Anak juga tampak gelisah dan terus menangis.

Pemeriksaan penunjangPemeriksaan radiologi yaitu dengan barium meal maka akan tampak saluran pilorus kecil dan memanjang yang disebut string signPada fluoroskopi tampak pengosongan lambung terlambat, lambung tampak membesar dan jelas terlihat gambaran peristaltic.Pada pemeriksaan ultrasonografi, tampak gambaran dougnat sign atau target bull eye sign.USGPenebalan pylorus dg central sonolucent areaDiameter pylorus> 14 mmPenebalan mucosa > 4 mmPanjang > 16 mm

Penatalaksanaan medisPembedahanPembedahan yang dilakukan adalah pyloromiotomi dengan angka kematian kurang dari 1 persen. Untuk mencegah terjadinya keadaan yang berulang residif, piloromiotomi harus dilakukan tuntas dengan cara seluruh bagian otot pylorus yang hipertropi dibelah, termasuk sebagian otot di bagian proksimal.

Penatalaksanaan non bedah ( terapi obat )Tanpa pembedahan penyembuhan lambat (2-8 bulan), angka kematian lebih tinggi, dan biaya rawat inap tinggi. Serta dampak yang kurang menguntungkan terhadap perkembangan emosi akibat perawatan yang lama di rumah sakit. Pengobatan secara medis penyembuhannya biasanya berlangsung lambat.Untuk terapi obatnya yaitu dengansulfas atropin intravena :oDosis awal 0,4 mg/kg bb/ harioDitingkatkan 0,1 mg/kg bb/hari tiap 8 hari sampai muntah meredaoDilanjutkan atropin oral selama 2 mingguSelain itu dibutuhkan pula obat-obatan penenang, anti tikolinergik dan cairan parenteral.

Terapi nutrisiPada pasien post operasi pemberian makanan per oral mulai diberikan 4-6 jam pasca bedah, setelah 24 jam intake penuh diperbolehkan, Pada pasien non bedahdiberikan makanan kental dicampur tepung dan diberikan dengan porsi yang sedikit tapi sering. Selama kira-kira 1 jam setelah makan, bayi dipertahankan dalam posisi setengah duduk.

kesimpulanJadi dapat disimpulkan, Seorang anak perempuan usia 12 bulan, dibawa orang tua nya ke tempat praktek dokter dengan keluhan utama muntah-muntah. Anak sudah muntah-muntah sejak 1 bulan yang lalu dan berwarna kuning di diagnosa stenosis pilorik. Ini berdasarkan hasil anamnesa, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang. Penatalaksaan pada pasien yaitu stenosis pilorik.