Click here to load reader

Infark Miokard

  • View
    369

  • Download
    1

Embed Size (px)

Text of Infark Miokard

Modul Organ Kardiovaskular LAKI LAKI UMUR 65 TAHUN DENGAN NYERI DADA Kelompok III 030.08.237 030.08.239 030.08.255 030.09.029 030.09.071 030.09.108 030.09.123 030.09.143 030.09.185 030.09.251 030.09.252 030.09.267 T. Rini Puspasari Thresia Vivi Puspitasari M Arini Damayanti Dimas Widi Anugrah Haryo Ganeca Widyatama Irmawati Marlia Rohim Margo Sebastian Chandra Prasada Wedatama Tasya Rahmani Teresa Shinta Prameswari Widya Rahayu Arini Putri

Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti

14 November 2011

BAB I PendahuluanInfark miokard akut (IMA) merupakan salah satu diagnosis rawat inap tersering di negara maju. Laju mortalitas awal (30 hari) pada IMA adalah 30% dengan lebih dari separuh kematian terjadi sebelum pasien mencapai Rumah Sakit. Walaupun laju mortalitas menurun sebesar 30% dalam dua dekade terakhir, sekitar 1 di antara 25 pasien yang tetap hidup pada perawatan awal, meninggal dalam tahun pertama setelah IMA.3 Infark Miokard Akut dengan elevasi ST (ST elevation myocardial infarction = STEMI) merupakan bagian dari spektrum Sindrom Koroner Akut (SKA) yang terdiri dari angina pektoris tak stabil, IMA tanpa elevasi ST dan IMA dengan elevasi ST.

2

BAB IIKASUS Sesi I Saudara sedang bertugas di UGD RS Trisakti. Dini hari datang seorang laki-laki 65 tahun yang dirujuk dari Rumah Sakit setempat dengan keluhan nyeri dada sejak kurang lebih 2 jam yang lalu dan masih terasa sakit hingga sekarang. Nyeri timbul pertama kali saat pasien bekerja memindahkan lemari. Rasa sakit seperti ditindih benda berat, menjalar ke leher, rahang, lengan kiri, epigastrium disertai banyak keringat. Nyeri dada ini seperti ini baru pertama kali dirasakan pasien. Pasien adalah perokok, merokok 1 bungkus per hari. Ayah menderita hipertensi meninggal di usia 78 tahun karena stroke. Ibu meninggal pada usia 50 tahun karena serangan jantung. Sesi II Pada Pemeriksaan Fisik didapatkan : Tampak kesakitan, berkeringat, pucat. TD : 180/100 mmHg S : 36,50C JVP tidak tinggi. Thoraks Simetris, Ictus Cordis normal, S1-S2 normal, S3 (+), S4 (-), murmur (-), ronki basah halus (+) di basal kedua paru. Hepatomegali (-), Splenomegali (-), Edema Tungkai (-) HR : 105x/menit BB : 83 Kg RR : 24x/menit TB : 165cm

3

Sesi III

Sesi IV Diruang UGD anda memberikan pertolongan pertama dengan memberikan oksigen kanul nasal 4liter/menit, aspirin 160mg dikunyah, dan isosorbid dinitrat 5mg sublingual. Dilanjutkan dengan isosorbid dinitrat intravena dimulai 10mg/menit. Dengan mempertimbangkan onset nyeri dada, akan dilakukan terapi fibrinolitik dengan streptokinase 1,5juta unit. Obat-obat lain yang diberikan adalah furosemid IV 40mg, atorvastatin 40mg, clopidogrel 1x75mg dan catopril 3x12,5 mg. Pasien direncankan dirawat di ICCU.

4

Bab III LAPORAN KASUS Identitas Pasien Nama Usia Jenis Kelamin Alamat Pekerjaan Status : Tn. : 65 tahun : Laki-laki : Jalan Tawakal ::-

Anamnesis

Keluhan Utama Pasien merasakan nyeri dada seperti ditindih benda berat dan menjalar ke leher, rahang, lengan kiri, epigastrium ejak 2 jam yang lalu, nyeri dirasakan setelah mengangkat lemari, dan pertama kali dirasakan. Keluhan Tambahan

Berkeringat Riwayat Penyakit Sekarang

Dapat dilakukan anamnesa tambahan berupa pertanyaan berikut:

5

Apakah terdapat pengurangan nyeri setelah istirahat? Apakah nyeri tersebut berulang? Lokasi nyerinya dimana? Apakah nyeri bertambah saat batuk, menelan, atau bernafas? Apakah ada gejala penyerta seperti mual, muntah, cemas, sulit bernafas, dan keringat dingin?

-

Riwayat Penyakit Dahulu

Dapat dilakukan anamnesa tambahan berupa pertanyaan berikut : Apakah pernah mengalami trauma? Apakah ada riwayat hipertensi, penyakit jantung, atau DM? Riwayat Keluarga Ayah menderita hipertensi dan meninggal pada umur 78 tahun karena stroke Ibu meninggal pada umur 50 tahun karena serangan jantung

Dapat dilakukan anamnesa tambahan berupa pertanyaan berikut : Apakah ada riwayat penyakit DM dan hiperlipidemia dalam keluarga? Riwayat Pengobatan

Dapat dilakukan anamnesa tambahan berupa pertanyaan berikut : Apakah mengkonsumsi obat-obat anti hipertensi?

6

Riwayat Kebiasaan Pasien merokok 1 bungkus per hari

Dapat dilakukan anamnesa tambahan berupa pertanyaan berikut : Apakah sering berolahraga? Bagaimanakah pola makannya?

Pemeriksaan Fisik

Keadaan Umum

Kesadaran Tanda vital

: compos mentis

Suhu : 36,50C; RR TD HR : 24 x/menit; : 180/100 mmHg; : 105 x/menit

Antropometri BB : 83 Kg TB : 165 cm BMI = 30,5 (obes II)

7

Inspeksi: Thoraks Ekstremitas Palpasi Leher : JVP tidak meningkat Hepar : Hepar tidak membesar Lien : Lien tidak membesar : Simetris : Tidak ada Edema tungkai

Auskultasi Jantung Paru : Ictus Cordis normal, S3 terdengar, S4 tidak terdengar : Terdengar ronkhi basah halus di bagian basal kedua paru

Pemeriksaan Penunjang Laboratorium

Variabel Hb Leukosit Hematokrit

Nilai Normal 13-16 gr% 5000-10000/mm3 45 %

Hasil Pemeriksaan 15.6 gr% 12.000/mm3 40-48%

Interpretasi Normal Meningkat Normal

8

Ureum Kreatinin GDS CK CKMB Troponin T Na K Chol total LDL Trigliserida Asam urat

10-40 mg/dl

40 mg/dl

Normal Normal Normal Normal Meningkat Meningkat Normal Normal Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat

0.5 1.5 mg/dl1.2 mg/dl 160 mg/dl Agak tinggi (Pertengahan) 2-239 mg/dl Tinggi >240 mg/dl

c. HDL Koleserol : HDL (High Density Lipoprotein) kolesterol merupakan jenis kolesterol yang bersifat baik atau menguntungkan (good cholesterol) : karena mengangkut kolesterol dari pembuluh darah kembali ke hati untuk di buang sehingga mencegah penebalan dinding pembuluh darah atau mencegah terjadinya proses arterosklerosis . Normal Agak (Pertengahan)26

tinggi Tinggi

< 45 mg/dl

35-45 mg/dl

>35 mg/dl

Jadi makin rendah kadar HDL kolesterol, makin besar kemungkinan terjadinya PJK. Kadar HDL kolesterol dapat dinaikkan dengan mengurangi berat badan, menambah exercise dan berhenti merokok. d. Rasio Kolesterol Total : HDL Kolesterol Rasio kolesterol total: HDL kolesterol sebaiknya (4.5 pada laki-laki dan 4.0 pada perempuan). makin tinggi rasio kolesterol total : HDL kolesterol makin meningkat resiko PJK. e. kadar Trigliserida. Trigliserid didalam yang terdiri dari 3 jenis lemak yaitu Lemak jenuh, Lemak tidak tunggal dan Lemak jenuh ganda. Kadar triglisarid yang tinggi merupakan faktor resiko untuk terjadinya PJK. Kadar Trigliserid Normal Agak tinggi < 150 mg/dl 150 250 mg/dl

Tinggi 250-500 mg/dl

Sangat Sedang >500 mg/dl

Kadar trigliserid perlu diperiksa pada keadaan sbb : Bila kadar kolesterol total > 200 mg/dl, PJK, ada keluarga yang menderita PJK < 55 tahun, ada riwayat keluarga dengan kadar trigliserid yang tinggi, ada penyakit DM & pankreas. 3. Merokok. Pada saat ini merokok telah dimasukkan sebagai salah satu faktor resiko utama PJK disamping hipertensi dan hiperkolesterolami. orang yang merokok > 20 batang perhari dapat mempengaruhi atau memperkuat efek dua faktor utama resiko lainnya. Penelitian Framingham mendapatkan kematian mendadak akibat PJK pada laki-laki perokok 10X lebih besar dari pada bukan perokok dan pada perempuan perokok 4.5X lebih dari pada bukan perokok. Efek rokok adalah Menyebabkan beban miokard bertambah karena rangsangan oleh katekolamin dan menurunnya komsumsi 02 akibat inhalasi co atau dengan perkataan lain dapat menyebabkan Tahikardi, vasokonstrisi pembuluh darah, merubah permeabilitas dinding pembuluh darah dan merubah 5-10 % Hb menjadi carboksi -Hb. Disamping itu dapat menurunkan HDL kolesterol tetapi mekanismenya belum jelas . Makin banyak jumlah rokok yang dihidap, kadar HDL kolesterol makin menurun. Perempuan yang merokok penurunan kadar HDL kolesterolnya lebih besar dibandingkan laki laki perokok. Merokok juga dapat meningkatkan tipe IV abnormal pada diabetes disertai obesitas dan27

hipertensi, sehingga orang yan gmerokok cenderung lebih mudah terjadi proses aterosklerosis dari pada yang bukan perokok. Apabila berhenti merokok penurunan resiko PJK akan berkurang 50 % pada akhir tahun pertama setelah berhenti merokok dan kembali seperti yang tidak merokok setelah berhenti merokok 10 tahun. B. FAKTOR RESIKO LAINNYA. 1. Umur Telah dibuktikan adanya hubungan antara umur dan kematian akibat PJK. Sebagian besar kasus kematian terjadi pada laki-laki umur 35-44 tahun dan meningkat dengan bertambahnya umur. Kadar kolesterol pada laki-laki dan perempuan mulai meningkat umur 20 tahun. Pada laki-laki kolesterol meningkat sampai umur 50 tahun. Pada perempuan sebelum menopause ( 45-0 tahun ) lebih rendah dari pada laki-laki dengan umur yang sama. Setelah menopause kadar kolesterol perempuan meningkat menjadi lebih tinggi dari pada laki-laki. 2. Jenis kelamin. Di Amerika Serikat gejala PJK sebelum umur 60 tahun didapatkan pada 1 dari 5 lakilaki dan 1 dari 17 perempuan . Ini berarti bahwa laki-laki mempunyai resiko PJK 2-3 X lebih besar dari perempuan. 3. Geografis. Resiko PJK pada orang Jepang masih tetap merupakan salah satu yang paling rendah di dunia. Akan tetapi ternyata resiko PJK yang meningkat padta orang jepang yang melakukan imigrasi ke Hawai dan Califfornia . Hal ini menunjukkan faktor lingkungan lebih besar pengaruhnya dari pada genetik. 4. Ras Perbedaan resiko PJK antara ras didapatkan sangat menyolok, walaupun bercampur baur dengan faktor geografis, sosial dan ekonomi . Di Amerika serikat perbedaan ras perbedaan antara ras caucasia dengan non caucasia ( tidak termasuk Negro) didapatkan resiko PJK pada non caucasia kira-kira separuhnya. 5. Diet. Didapatkan hubungan antara kolesterol darah dengan jumlah lemak di dalam susunan makanan sehari-hari ( diet ). Makanan orang Amerika rata-rata mengandung lemak dan kolesterol yang