of 5 /5
Manifestasi Klinis yang akan timbul pada penderita selain yang ada pada kasus: Anamnesis (riwayat penyakit) Timbulnya syok kardiogenik dalam hubungan dengan infark miokard dapat dikategorikan dalam: 1. Timbul tiba-tiba dalam waktu 4-6 jam setelah infark akibat gangguan miokard masif atau ruptur dinding bebas ventrikel kiri. 2. Timbul secara perlahan dalam beberapa hari sebagai akibat infark berulang. 3. Timbul tiba-tiba 2 hingga 10 hari setelah infark disertai timbulnya bising sistolik, ruptur septum atau disosiasi elektromekanik. Episode ini dapat disertai atau tanpa nyeri dada, tapi sering disertai dengan sesak napas akut. Keluhan nyeri dada pada IMA biasanya di daerah substernal, rasa seperti ditekan, diperas, seperti diikat, rasa cekik dan disertai rasa takut. Rasa nyeri menjalar ke leher, rahang, lengan, punggung. Nyeri biasanya hebat berlangsung lebih dari ½ jam, tidak menghilang

Manifestasi Klinis INFARK MIOKARD

Embed Size (px)

Citation preview

Page 1: Manifestasi Klinis INFARK MIOKARD

Manifestasi Klinis yang akan timbul pada penderita selain yang ada pada kasus:

Anamnesis (riwayat penyakit)

Timbulnya syok kardiogenik dalam hubungan dengan infark miokard dapat dikategorikan dalam:

1. Timbul tiba-tiba dalam waktu 4-6 jam setelah infark akibat gangguan miokard masif atau ruptur dinding bebas ventrikel kiri.

2. Timbul secara perlahan dalam beberapa hari sebagai akibat infark berulang.3. Timbul tiba-tiba 2 hingga 10 hari setelah infark disertai timbulnya bising sistolik,

ruptur septum atau disosiasi elektromekanik. Episode ini dapat disertai atau tanpa nyeri dada, tapi sering disertai dengan sesak napas akut.Keluhan nyeri dada pada IMA biasanya di daerah substernal, rasa seperti ditekan, diperas, seperti diikat, rasa cekik dan disertai rasa takut.

Rasa nyeri menjalar ke leher, rahang, lengan, punggung. Nyeri biasanya hebat berlangsung lebih dari ½ jam, tidak menghilang dengan obat-obatan nitrat. Syok kardiogenik yang berasal dari penyakit jantung lainnya, keluhan sesuai dengan penyakit dasarnya.

Pemeriksaan fisik

Penampakan umum penderita/manifestasi yang sering timbul

Diaforesis (kulit basah) Pernapasan cepat (takipnea) dan dalam Denyut cepat (kecuali dijumpai blok A-V) Ronki akibat bendungan paru Buunyi jantung lemah, dengan bunyi jantung 3 (S3)

Page 2: Manifestasi Klinis INFARK MIOKARD

Prekordium diskinetik Bising jantung bila syok berasal dari disfungsi vasvular (aorta atau bising mitral) Pulsus paradoksus pada infark miokard atau tamponade jantung

Catatan:

Diaforesis adalah mekanisme tubuh untuk mengurangi cairan yang terinfeksi dala tubuh dengan cara berkeringat. (Dongoes Marlyn, 2000)

Sumber: Bakta, I Made. I Ketut Suastika. 1999. Gawat Darurat di Bidang Penyakit Dalam. Jakarta : EGC.

Manifestasi Klinis (1)

Keluhan khas ialah nyeri dada retrosternal seperti diremas-remas, ditekan, ditusuk, panas atau ditindih barang berat. Nyeri dada serupa dengan angina, tetapi lebih intensif dan menetap (> 30 menit).  Nyeri dapat menjalar ke lengan (umumnya kiri), bahu, leher, rahang bahkan ke punggung dan epigastrium. Nyeri dapat disertai perasaan mual-muntah, sesak, pusing, keringat dingin, berdebar-debar atau sinkope. Nyeri berlangsung lebih lama dari angina

Page 3: Manifestasi Klinis INFARK MIOKARD

pektoris biasa dan tidak responsif terhadap nitrogliserin. Pada pemeriksaan fisik didapatkan muka pucat, takikardi, dan bunyi jantung III (jika disertai gagal jantung kongestif). Distensi vena jugularis umumnya terdapat pada

infark ventrikel kanan.

GAMBARAN KLINIK AWAL INFARK MIOKARD AKUT PADA USIA LANJUTAuthor : Abdul Wasid, dr. Jaja Suharja, dr. Mamat Suramat, dr. Dede, dr. Murhaedi, dr. cahyadi, dr. BurmanSenin, 06 Agustus 2007 00:00:00 Bagian Kardiologi FKUI/RSJHK Telah diteliti secara prospektif mengenai perbandingan gambaran klinik awal IMA dan beberapa hubungan diantaranya pada 9 grup pasien IMA waktu masuk RSJHK dan RSCM Jakarta pada periode tertentu, tahun 1986. Grup I terdiri dari 30 pasien IMA usia lebih dari 60 tahun (usia rata-rata 67,4+/-6,9 tahun) yang selanjutnya disebut grup studi, dengan 45 pasien IMA usia kurang dari 60 tahun (usia rata-rata 49,6+/-7,6 tahun) yang selanjutnya disebut grup kelola. Hasilnya menunjukkan bahwa keluhan sakit dada tidak khas lebih banyak terdapat terdapat pada grup I daripada grup II dengan perbedaan yang bermakna yaitu 83,3% berbanding 2,2% (p<0,001), sedangkan keluhan sakit dada khas IMA yang lebih banyak pada grup II daripada grup I dan perbedaannya juga bermakna yaitu 13,3% berbanding 97,8% (p<0,001). Ternyata keluhan sakit dada tidak khas tersebut tidak ada hubungannya dengan Diabetes Melitus (DM), tetapi ada hubungan yang bermakna dengan usia, yakni makin lanjut usia maka makin tidak khas sakit dadanya (p<0,0007). Pada usia lanjut terdapat hubungan yang bermakna antara keluhan lemas dengan timbulnya gangguan sistim hantaran jantung (p<0,002), dan antara DM dengan meningkatnya jumlah kematian pasien (p<0,002). Akhirnya dapat disimpulkan bahwa gambaran klinik awal IMA pada usia lanjut mempunyai beberapa perbedaan yang bermakna dengan IMA usia muda, mengenal gejala dan tanda klinik, maupun hubungannya dengan perjalanan penyakitnya.

Page 4: Manifestasi Klinis INFARK MIOKARD