Click here to load reader

Miokard infark

  • View
    5.151

  • Download
    12

Embed Size (px)

Text of Miokard infark

  • 1. ASUHAN KEPERAWATAN KLIENDENGAN MIOKARD INFARKOleh : Kismiyati, S.Kep, Ns

2. MIOKARD INFARKsuatu proses dimana jaringanmiokard mengalami kerusakan(nekrosis) dalam region jantungyang kekurangan suplai darahadekuat karena penurunan alirandarah koroner. 3. ETIOLOGIPenyempitan kritis arterikoroner akibat aterosklerosisPenyumbatan total pembuluhdarah arteri oleh trombus atauemboliPerdarahan 4. PATOFISIOLOGIPenyumbatan total,Aterosklerotik emboli, trombusAliran darah terhambatAliran darah terhambatSuplai darah tidak adeluat 5. Iskemik Kerusakan jaringan miocard( InfarkMiocard ) Bgn miocard yg nekrosismengalami hambatan utk berkontraksi Gangguan konduktivitas 6. Gangguan Kontraktilitas Penurunan COPengurangan fraksi ejeksi 7. Suplai darah Kejaringan menurun Perfusi jaringan menurunGinjal, otak, jantung, perifer 8. JENIS-JENIS MIOKARD INFARK MIOKARD INFARK SUBENDOKARDIAL Daerah subendokardial sgt peka thdp iskemia dan infark. terjadi akibat aliran darah subendokardial yang relatif menurun dalam waktu lama sebagai akibat perubahan derajat penyempitan arteri koroner atau dicetuskan oleh kondisi-kondisi seperti hipotensi, perdarahan dan hipoksia. 9. MIOKARD INFARKTRANSMURAL.90 % pasien miokardberkaitan dengan trombosiskoroner.Nekrosis pada semua lapisan miocard 10. FAKTOR PENCETUS Stress. Cuaca yang dingin atau panas. Pekerjaan fisik. Merokok. Minum kopi. OBESITAS 11. MANIFESTASI KLINISNyeri dada secara mendadakdan terus tidak mereda,biasanya diatas region sternalbawah dan abdomen bagianatasNyeri seperti ditusuk-tusuk yangdapat menjalar kebahu danterus ke bawah menuju lengan(biasanya lengan kiri). ke arahrahang dan leherNyeri mulai secara spontan 12. Nyeri dapat meningkat secaramenetap sampai nyeri tidakdapat tertahankanNyeri dapat menetapbeberapa jam.Nyeri sering disertai dengansesak nafas, pucat, dingin,diaforesis berat, pusing, mualserta muntah 13. PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK Pemeriksaan Laboratorium. SGOT . Laktat dehidrogenase (Alfa-HBDH). Isoenzim CPK-MB (CK-MB) LDH 14. Pemeriksaan diagnostik Echocardiogram. Elektrokardiografi. Pemeriksaan radioisotop. 15. PROSES KEPERAWATANPENGKAJIAN Gambaran gejala ( nyeri dada,sulit bernafas,keringat dingin ),intensitas nyeriWaktu terjadinya gejala, durasinyaFaktor yang mencetuskan dan faktro yang memperberatTingkat kesadaran 16. Tekanan darahDenyut nadi periferWarna kulit, suhuBatuk dengan atau tanpa sputumFungsi gastrointestinal 17. PENGKAJIAN FISIKPenting untuk mendeteksi komplikasiTingkat kesadaran.Nyeri dada (temuan klinik yang paling penting).Frekwensi dan irama jantung : Disritmia dapat menunjukkan tidak mencukupinya oksigen ke dalam miokard.Bunyi jantung : S3 dapat menjadi tanda dini ancaman gagal jantung. 18. Tekanan darah : Diukur untuk menentukan respons nyeri dan pengobatan, perhatian tekanan nadi, yang mungkin akan menyempit setelah serangan miokard infark, menandakan ketidakefektifan kontraksi ventrikel.Nadi perifer : Kaji frekwensi, irama dan volume.Warna dan suhu kulit. 19. Paru-paru : Auskultasi bidang paru padainterval yang teratur terhadap tanda-tanda gagal ventrikel ,kaji adanya suaratambahan,: krekels, mengi, ronchi Fungsi gastrointestinal : Kaji bising usus,normalnya peristaltik aktif akan terdengarsetiap 5 20 detik. Status volume cairan : Amati haluaranurine, periksa adanya edema, adanyatanda dini syok kardiogenik merupakanhipotensi dengan oliguria. 20. DIAGNOSA KEPERAWATANDiagnosa keperawatan yang seringterjadi/yang utama :Nyeri dada berhubungan denganpenurunan aliran darah koroner.Tujuan : Nyeri dada dapatterkontrol 21. Intervensi :1)Kaji keluhan pasien mengenai nyeridada, meliputi : lokasi, radiasi,durasi dan faktor yangmempengaruhinyaRasional : Data tersebut membantumenentukan penyebab dan efek nyeridada serta merupakan garis dasaruntuk membandingkan gejala pascaterapi. 22. 2) Berikan istirahat fisik dengan punggung ditinggikan atau dalam kursi kardiak. Rasional : Untuk mengurangi rasa tidak nyaman serta dispnea dan istirahat fisik juga dapat mengurangi konsumsi oksigen jantung. 23. 3)Kolaborasi dengan tim medis pemberian : Obat vasodilator (NTG) danantikoagulan. Terapi trombolitik. Preparat analgesik (Morfin Sulfat) Pemberian oksigen bersamaan dengananalgesikRasional : Untuk memulihkan ototjantung dan untuk memastikanperedaan maksimum nyeri (inhalasioksigen menurunkan nyeri yangberkait dengan rendahnya tingkat oksigenyang bersirkulasi). 24. Resiko pola pernapasan tidak efektif berhubungan dengan kelebihan cairan. Tujuan : Tidak terjadi kesulitan pernapasan / pola pernafasan efektif Intervensi : 1). Kaji fungsi pernapasan. Rasional : Untuk mendeteksi tanda dini komplikasi. 25. 2)Perhatikan status volume cairan.Rasional : Untuk mencegahkelebihan cairan pada paru danjantung.3)Dorong pasien untuk napas dalamdan mengubah posisi.Rasional : Untuk mencegahpengumpulan cairan dibagian dasarparu. 26. Resiko perfusi jaringan tidak adekuat berhubungan dengan penurunan curah jantung. Tujuan : Mempertahankan/mencapai perfusi jaringan yang adekuat. Intervensi : 1). Kaji / periksa suhu kulit dan nadi perifer dengan sering Rasional : Untuk menentukan perfusi jaringan yang adekuat. 27. 2)Anjurkan klien untuk istirahatditempat tidur.Rasional : Untuk mengurangikelebihan beban kerja jantung.3)Kolaborasi dengan tim medispemberian oksigen.Rasional : Untuk kebutuhansuplai oksigen yang adekuat. 28. Ansietas berhubungan dengan ketakutan akan kematian. Tujuan : Kecemasan berkurang sampai hilang. Intervensi : 1) Kaji tingkat kecemasan pasien dan keluarganya serta mekanisme koping Rasional : Data tersebut memberikan informasi mengenai perasaan sehat secara umum dan psikologis sehingga gejala pasca terapi dapat dibandingkan 29. 2)Kaji kebutuhan bimbingan spiritual.Rasional : Jika pasien memerlukandukungan keagamaan, konselingagama akan membantu mengurangikecemasan dan rasa takut.3)Biarkan pasien dan keluarganyamengekspresikan kecemasan danketakutannya.Rasional : Kecemasan yang tidakdapat dihilangkan (respons stress)meningkatkan konsumsi oksigenjantung. 30. 4) Manfaatkan waktu kunjungan yang fleksibel, yang memungkinkan kehadiran keluarga untuk membantu mengurangi kecemasan pasien. Rasional : Kehadiran dukungan anggota keluarga dapat mengurangi kecemasan pasien maupun keluarga.5) Dukung partisipasi aktif dalam program rehabilitasi jantung. Rasional : Rehabilitasi jantung yang dianjurkan dapat membantu menghilangkan ketakutan akan kematian, dapat meningkatkan perasaan sehat. 31. 6)Ajarkan tehnik penguranganstress.Rasional : Pengurangan stressdapat membantu mengurangikonsumsi oksigen miokardiumdan dapat meningkatkanperasaan sehat. 32. Resiko ketidakpatuhan dengan program perawatan diri yang berhubungan dengan penolakan terhadap diagnosis miokard infark. Tujuan : Mematuhi program perawatan di rumah. 33. Intervensi :1)Beri penjelasan mengenai prosespenyakitnya.Rasional : Penjelasan tersebut akanmembantu klien untuk menerimapenyakitnya dan menguatkan kebutuhanmenepati instruksi diit, latihan dan aspeklain dari regimen tindakan.2)Beri penjelasan tentang diit terapeutik.Rasional : Penjelasan dapat membantumemperbaiki kebutuhan terhadap diitterapeutik serta peningkatan pemahaman. 34. 3)Berikan informasi sumberkomunitas, seperti : club jantungsehat, kelompok bantuan mandiri,konseling dan kelompok rehabilitasijantung.Rasional : Sumber tersebut dapatmemberikan dukungan, informasitambahan, dan bantuan tindak lanjutyang mungkin diperlukan pasien dankeluarganya 35. TERIMA KASIH