Case Meningoensefalitis

  • View
    20

  • Download
    0

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Case Meningoensefalitis

Text of Case Meningoensefalitis

CASE STROKE HEMORAGIK

CASE MENINGOENCEFALITIS(nama)(nim)Pembimbing :dr. (nama)1Meningitis adalah suatu peradangan yang mengenai satu atau semua lapisan selaput yang membungkus jaringan otak dan sumsum tulang belakang, yang menimbulkan eksudasi (keluarnya cairan) berupa pus (nanah) atau serosaEnsefalitis adalah suatu peradangan pada otak, yang biasanya disebabkan oleh virus dan dikenal sebagai ensefalitis virus

Meningoencefalitis berarti peradangan pada otak (encephalon) dan selaput pembungkusnya (meningen)Etiologi Meningitis dapat disebabkan oleh :Bakteri Virus Virus golongan enterovirus dan arbovirus (St. Louis, LaCrosse, California vencephalitis viruses) adalah golongan virus yang paling sering menyebabkan meningoencephalitisBeberapa kasus yang jarang disebabkan oleh jamurGambaran patologik :

robeknya pembuluh darah otak

ekstravasasi darah

edema + hematoma

kompresi & diskontinuitas jaringan& pembuluh darah otak

menyumbatnya

iskemi5Faktor risiko strokeA. Yang tdk dapat dimodifikasiUsia : Usia > 55 thn angka kejadian 2 x meningkatJenis kelamin : Laki-laki > WanitaHerediterRas / EtnikB. Yang dapat dimodifikasiRiwayat strokeHipertensi 5 10 xPenyakit jantungDiabetes melitus ( kencing manis ) 2 xTIA ( Serangan otak sepintas ) Hiperkolesterol / hiperlipidemia 1,5 xObesitas 1,5 xMerokokPeningkatan kadar fibrinogenPenyakit karotis asimptomatisPeningkatan kadar asam urat dan homosisteinPenggunaan narkotik dan kontrasepsiDiagnosis stroke

Anamnesis ( onset mendadak )

Pemeriksaan fisik dan neurologisAlgoritma Gajah Mada dan SSS

Pemeriksaan CT Scan kepala, jika perlu MRI dan MRA kepalaPerbedaan stroke hemorhagik dan nonhemorhagikAnamnesisS HS N HOnset / awitanSaat onsetPeringatanNyeri kepalaKejangMuntahPenurunan kesadaranMendadakSedang Aktif(-)(+++)(+)(+)(+++)MendadakIstirahat(+)(-)(-)

Perbedaan antara PIS dan PSAGejalaP I SP S ADefisit neurologisSakit kepalaKaku kuduk KesadaranHipertensiLemah sesisi tubuhLCSHebatHebatJarangTergangguSelalu adaSejak awalEritrosit > 5000 /mmRinganSangat hebatBiasa adaTergangguBiasa tidak adaTdk ada pada awalEritrosit > 25.000/mmDiagnosis stroke secara klinisAlgoritma Gajah MadaKesadaran menurun, N K., Ref. Babinski.B. Siriraj Stroke Score

NoGejala/TandaPenilaianIndeks1Kesadaran(0) Kompos mentisMengantukSemi koma/komaX 2,52Muntah(0) TidakYaX 23Nyeri kepala(0) TidakYaX2

4Tek darahDiastolikX 10 %5Ateroma (DM, Angina pektoris, klaudicatio intermt(0) Tidak(1) YaX (-3)6Konstante- 12Total SSSPenanganan stroke

Saat awal ditemukan : Rujuk ke RS danrawat inap

Tujuan rawat inap: Memperbaiki aliran darah ke otak secepat mungkin dan melindungi sel saraf dari kerusakan yang lebih beratPengelolaan stroke

Evaluasi cepat dan diagnosisa. Anamnesis ( gejala awal, waktu awitan, faktor risiko).b. Pem. fisik ( nilai ABC, nadi,suhu, TD, Oximetri )c. Pemeriksaan Neurologik dan skala stroked. Studi diagnostik ( CT Scan atau MRI kepala, gula darah, elektrolit, darah lengkap)

2. Terapi umumStabilisasi jalan nafas dan pernafasan- perbaiki jalan nafas ( pipa orofaring, bantuan ventilasi pd pasien tdk sadar, disfungsi bulbar dgn ggn nafas.- Hipoksia oksigen- Pasang ETT bila p O2 < 60 mmHg atau p CO2 > 50 mmHg- Pasang tracheostomi bila ETT > 2 mgg.

b. Stabilisasi hemodinamik

- Berikan cairan kristaloid atau koloid

- Monitor tek. darah sesuai kondisi

- Monitor EKG

- Hindari hipotensi & jika ada cari penyebab.B. Penatalaksanaan di ruang rawat.Cairan- Cairan isotonis NaCl 0,9 % untuk jaga euvolemia- Kebutuhan cairan 30 ml/kbBB/hari (parenteral atau enteral).- Hitung balans cairan setiap hari.- Monitor elektrolit (Na, K, Ca, Mg).- Koreksi asidosis / alkalosis sesuai kebutuhan- Jangan memberikan cairan glukosa kecuali hipoglikemia

2. Nutrisi

Paling lambat 48 jam sudah harus diberikan --> oral jika fx menelan baik

- Jika menelan tdk adekuat --> NGT

Keadaan akut butuh kalori 25 30 kkal / kg BB/ hariKH 30 40 %Lemak 20 35 %Protein 20 30 % ( keadaan stres 1,4 2 gr / kg bb)

- Perhatikan jenis diet sesuai penyakit dasar yg lain

3. Pengendalian peninggian TIK- TIK diusahakan < 20 mmHg dan Cerebral Perfussion Pressure > 70 mmHg- Curiga TIK naik jika terjadi perburukan klinis- Pasang monitor TIK bila GCS < 9- Tatalaksana- elevasi kepala 20 30 - hindari penekanan vena jugulare- hindari pemberian cairan glukosa / hipotonik- hindari hipertermia- jaga normovolemia- Osmoterapi- Manitol 20 % 0,25 0,50 gr/kgBB, selama > 20 mnt ulang setiap 4-6 jam.- Kalau perlu furosemid 1 mg/kgbb iv. Intubasi untuk menjaga normoventilasi (pCO2 35 40 mmHg.

Drainase ventrikel pada hidrocephalus

Tindakan bedah dekompresif pada iskemik serebellar yg menimbulkan efek massa tindakan life saving.4. Penanganan hipertensi

TD diukur min 2 x, selang waktu 5-20 mntMABP = TDS + 2 TDD = 3MABP hipertensi kronis : 120 mmHgCPP = MABP ICP dipertahankan 60 70 mmHgTarget penurunan TD 20 25 % dari MABPPd SNH TD diturunkan jika TD > 220 / 120, kecuali pada gagal ventrikel kiri, infark miokard akut, gagal ginjal akut, edem paru, diseksi aortaPd SH TD diturunkan jika TD > 180 / 100 mmHgStroke hemoragikAnti edemaAntifibrinolitik21PRESENTASI KASUSIDENTITAS PASIENNama: Tn.UJenis kelamin: Laki-lakiUmur: 36 tahunPekerjaan: PegawaiswastaAgama: IslamAlamat: Cipinang Muara, Jatinegara, Jakarta TimurMasuk tanggal: 25 Februari 2015

22ANAMNESISAlloanamnesis dengan istri pasientanggal: 2 Februari 2015Keluhan Utama: Sakit kepalaKeluhan Tambahan: Demam, menggigil, sulit diajak berkomunikasi, gaduh gelisah23Pasien datang dengan keluhan sakit kepala sejak 4 hari SMRS. Sakit kepala dirasakan terus menerus seperti ditusuk-tusuk di seluruh bagian kepala. Sakit kepala yang dirasakan pasien tidak hilang walaupun pasien sudah meminum obat sakit kepala. Awalnya pasien hanya mengeluh tidak enak badan dan pusing, kemudian diikuti dengan demam tinggi hingga pasien menggigil. Pada hari ke-3 demam, pasien mulai mengeluhkan sakit kepala hebat, yang diikuti dengan keadaan pasien yang lebih sering tidur, tidak nyambung saat diajak berbicara dan gaduh gelisah. Sebelum dibawa ke rumah sakit, pasien juga sudah mengkonsumsi obat parasetamol tetapi tidak membantu mengurangi keluhan pasien. Kejang disangkal, mual & muntah disangkal.24Riwayat Penyakit DahuluPasien belum pernah mengalami hal serupa sebelumnya. Riwayat hipertensi disangkal, riwayar diabetes disangkal. Riwayat KebiasaanPasien memiliki beberapa tato di tubuhnya, tetapi istri pasien kurang tahu mengenai tempat dan kebersihan alat yang digunakan untuk mentato pasien. Pasien memiliki kebiasaan merokok sejak SMA.

25PEMERIKSAAN UMUMKesadaran: Somnolen ( E3V2M6)Nadi: 92 x/menitTekanan Darah: lengan kiri 110/70 mmHgSuhu: 38,3 CRespirasi: 20x/menitUmur klinis: 30anBentuk Badan: AstenikusGizi: CukupKulit: Sawo matangKGB: Tidak teraba membesar

26STATUS REGIONALKepala : NormochepaliMata : Konjungtiva tidak anemis, Sklera tidak ikterikHidung : Bentuk biasa, lapang +/+, sekret -/-, deviasi septum -Mulut : Mukosa bibir kering, lidah kering (putih, tepi tidak hiperemi)Telinga : Bentuk biasa, serumen -/-Leher : Dalam batas normalToraks : - Paru-paru: Pergerakan simetris, BND vesikuler, rhonki -/-, wheezing -/- - Jantung: BJ I dan II normal, murmur -, gallop Abdomen : Datar, supel, BU (+) normal, hepar dan lien tidak membesar.Vesika Urinaria: Bulging (-), nyeri ketok (-)

27Genitalia eksterna : tidak dilakukan pemeriksaanEkstremitas: Akral hangat, Capillary Refill 2Otot: Nyeri tekan ()Nyeri ketok: Tidak adaNyeri sumbu: Tidak adaPEMERIKSAAN NEUROLOGISRangsang meningeal :Kaku kuduk: +Brudzinski I: +/+Brudzinski II: +/ +Kernig: +/+Laseque: < 70 / < 7029Saraf - saraf cranial N.I Cavum nasi: Lapang / lapang, Penciuman: Normosmia kanan = kiriN.IIVisus kasar : Sulit dinilai Lihat warna : Sulit dinilaiLapang pandang : Sulit dinilaiFunduskopi : Tidak dilakukan

N. III, IV, VISikap bola mata: SimetrisPtosis : -/-Strabismus : -/-Nistagmus : -/-Eksoftalmus : -/-Enoftalmus: -/-Diplopia : Tidak dapat dinilaiDeviasi konjugae: Tidak dapat dinilaiPergerakan bola mata : Tidak dapat dinilaiPupil : Bulat, ditengah, tepi rata, isokor, 3mm/3mm, Rangsang cahaya langsung +/+, Rangsang cahaya tidak langsung +/+.Refleks akomodasi: Tidak dapat dinilai

N.VMotorik : Buka tutup mulut: Baik Gerakan rahang : Baik Menggigit: Maseter baik/baik, temporalis baik/baikSensorik : Rasa raba : Kanan = kiri Rasa nyeri : Kanan = kiri Rasa suhu : Kanan = kiriRefleks : Kornea : +/+ Maseter : +N.VIISikap wajah (dalam istirahat) : SimetrisMimik : BiasaKerut dahi : BaikAngkat alis : BaikKembung pipi : sulit dinilaiMenyeringai: SNL tidak mendatarLagoftalmus : -/-Rasa kecap 2/3 depan lidah : tidak dilakukanFenomena chovstek : -

N.VIIIVestibularisNistagmus : -Vertigo : -Khoklearis Tes gesek jari : BaikTes berbisik: tidak dilakukanTes Rinne: +/+Tes weber : Tidak ada lateralisasiTes Scwabach : Pasien = PemeriksaN.IX, XArcus faring : Simetris,Uvula : Ditengah Palatum molle: IntakDisfoni: -Rinolalia: -Disfagi : -Menelan : +Refleks oculocardiak: +Refleks sinus carotikus : +Refleks faring : +Refleks muntah: +

N.XIMenoleh: kanan dan kiri baikAngkat bahu: Tidak bisa dinilaiN.XIISikap lidah : ditengahGerakan lidah : BaikJulur lidah : BaikTenaga otot lidah: BaikAtrofi: -Tremor : -Fasikulasi:-

MotorikDerajat kekuatan otot :