Meningoensefalitis Toksoplasma

  • View
    49

  • Download
    1

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Infeksi SSP

Text of Meningoensefalitis Toksoplasma

MAKALAH PRESENTASI KASUS LANGSUNGMENINGOENSEFALITIS TOXOPLASMA

Disusun oleh:Bening Putri Ramadhani Usman1110103000084

Pembimbing :dr. Hastari Soekardi, Sp.S

KEPANITERAAN KLINIKSMF NEUROLOGI RSUP FATMAWATIPROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTERFAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATANUIN SYARIF HIDAYATULLAHJAKARTA2014KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah SWT atas berkat rahmat dan hidayah-nya kami dapat menyelesaikan makalah diskusi topik ini yang berjudul Meningoensefalitis Toxoplasma. Makalah presentasi kasus langsung ini disusun untuk memenuhi salah satu tugas dalam kepaniteraan klinik di stase Neurologi Rumah Sakit Umum Pusat Fatmawati Jakarta.Dalam kesempatan ini kami mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah membantu dalam penyusunan danpenyelesaian makalah ini, terutama kepada :1. Dr. Hastari Soekardi, Sp.S selaku pembimbing diskusi topik ini.2. Semua dokter dan staf pengajar di SMF Neurologi Rumah Sakit Umum Pusat Fatmawati Jakarta.3. Rekan-rekan Kepaniteraan Klinik Neurologi Rumah Sakit Umum Pusat Fatmawati Jakarta.Kami menyadari dalam pembuatan makalah diskusi topik ini masih banyak terdapat kekurangan, oleh karena itu segala kritik dan saran yang membangun guna penyempurnaan makalah diskusi topik ini sangat kami harapkan.Demikian, semoga makalahpresentasikasus ini dapat bermanfaat bagi kita semua dan bisa membuka wawasan serta ilmu pengetahuan kita,terutama dalam bidang neurologi.

Jakarta, 12 Agustus 2014

Penyusun

BAB ISTATUS PASIEN

I. IDENTITAS PASIENNama: Tn. HBJenisKelamin:Laki-lakiUsia: 25 tahun Agama: IslamAlamat: Kp.Rawakalong RT 002/RW 011, Gunung Sindur, BogorSuku: SundaPekerjaan : Pegawai swastaPendidikan terakhir: SLTAStatus Pernikahan: Sudah menikahNo. RM: 01313260Pasien datang ke IGD RSUP Fatmawati pada tanggal 7 Agustus 2014.

II. ANAMNESISAnamnesis dilakukan secara alloanamnesis dengan ibu dan istri pasien pada tanggal 8 Juni 2014.a. Keluhan UtamaPenurunan kesadaran sejak 2 minggu SMRS.

b. Riwayat Penyakit SekarangPasien datang dengan keluhan penurunan kesadaran sejak 2 minggu SMRS. Penurunan kesadaran yang dialami seperti pingsan, kadang seperti mengantuk dan sulit dibangunkan. Pasien sering tidak nyambung bila diajak berbicara. Sejak 1 bulan SMRS, pasien mengalami demam dan nyeri kepala yang hilang timbul, serta mual dan muntah. Sifat dan karakteristik nyeri kepala tidak diketahui. Keluhan lain seperti kejang, kelemahan pada lengan dan tungkai, lidah pelo, mulut mencong, tersedak, muntah menyemprot, gangguan penglihatan, gangguan pendengaran, pusing berputar, dan rasa baal disangkal. Pasien sering mengalami cegukan setelah makan atau minum. Saat ini pasien sudah sadar, namun masih sering tidak nyambung bila diajak berbicara. BAB dan BAK lancar, menggunakan pampers.Pada awal Juli 2014, pasien dirawat di Puskesmas akibat typhoid selama dua hari. Karena tidak ada perbaikan, pasien dirujuk ke RSUD Tangsel. Namun, keluarga memilih pulang paksa karena merasa tidak dilayani dengan baik. Saat itu, pasien mulai tidak nyambung bila diajak berkomunikasi. Dua hari kemudian, pasien mendadak tidak sadarkan diri. Kemudian, pasien dibawa oleh keluarga ke RS Atang Sanjaya Bogor, dan dikatakan mengalami meningitis. Setelah dirawat di sana, keadaan pasien sudah membaik dan pasien sudah sadar. Lalu, keluarga membawa pasien pulang paksa dengan alasan lebaran. Empat hari kemudian, pasien kembali mengalami penurunan kesadaran dan keluarga membawa pasien ke RS Sari Asih, RS Gaplek, RS PMI, dan RSUD Depok, namun tidak ada ruangan. Akhirnya pasien dirujuk dari RSUD Depok ke RSUP Fatmawati pada tanggal 7 Agustus 2014.

c. Riwayat Penyakit DahuluPasien belum pernah mengalami hal serupa sebelumnya. Riwayat darah tinggi, kencing manis, kolesterol tinggi, gangguan hati, penyakit jantung, stroke, asma, alergi, dan trauma disangkal. Riwayat batuk-batuk lama disangkal. Riwayat sering demam, diare, flu, dan kelainan kulit disangkal.

d. Riwayat Penyakit KeluargaPaman dan nenek pasien mengalami darah tinggi. Riwayat kencing manis, penyakit jantung, stroke, asma, alergi, dan sakit paru pada keluarga disangkal.

e. Riwayat Sosial dan KebiasaanPasien makan 3 kali sehari, dengan kebiasaan makan makanan berlemak dan bersantan. Pasien menyukai makanan asin dan minuman manis. Pasien tidak memiliki kebiasaan merokok, mengkonsumsi alkohol, menggunakan obat-obatan terlarang, atau seks bebas. Pasien jarang berolahraga. Pasien tidak rutin mengkonsumsi obat-obatan tertentu.

III. PEMERIKSAAN FISIKPemeriksaan fisik di bangsal Teratai tanggal 8 Agustus 2014.

I. Pemeriksaan Fisik Status GeneralisKeadaan Umum: Tampak sakit sedangKesadaran: Somnolen Tanda Vital Tekanan darah: 110/70 mmHg / 110/70 mmHgNadi: 92x/menit, regular, kuat angkat, isi cukupNapas: 18x/menit, regular, kedalaman cukupSuhu: 36,6oCBerat badan: 60 kgTinggi badan: 160 cmBMI: 23,4 kg/m2

Mata Inspeksi : alis mata cukup, enoftalmus (-)/(-), eksoftalmus (-)/(-), nistagmus (-)/(-), ptosis (-)/(-), lagoftalmus (-)/(-), edema palpebra (-)/(-),konjungtiva anemis(-)/(-), sklera ikterik (-)/(-), sekret (-)/(-), tampak berair, pterigium (-)/(-), ulkus kornea (-)/(-), kekeruhan lensa (-) Palpasi : tekanan bola mata secara manual normal

Telinga,Hidung,TenggorokanHidung : - Inspeksi : Deformitas (-), kavum nasi lapang, sekret (-)/(-), deviasi septum (-)/(-), konka nasal hiperemis (-)/(-), edema (-)/(-), NCH (-)/(-)- Palpasi : Nyeri tekan sinus (-), krepitasi (-)Telinga : Inspeksi : Preaurikuler : hiperemis (-)/(-), abses (-)/(-), massa (-)/(-), skar (-)/(-), Aurikuler : normotia, hiperemis (-)/(-), cauli flower (-)/(-), pseudokista (-)/(-), Postaurikuler : hiperemis (-)/(-), abses (-)/(-), massa (-)/(-), skar (-)/(-), Liang telinga : lapang, serumen (-)/(-), Ottorhea (-)/(-), membran timpani intak

Tenggorokan dan Rongga mulut : Inspeksi : Bucal : warna normal, ulkus (-) Lidah : massa (-), ulkus (-), plak (-) Palatum : penonjolan (-) Tonsil : tidak valid dinilai Pursed lips breathing(-), karies gigi (+), kandidisasis oral (+)

Leher Inspeksi : bentuk simetris, warna normal, penonjolan vena jugularis (-), tumor (-), retraksi suprasternal (-), tidak tampak perbesaran KGB Palpasi : pulsasi arteri carotis normal, perbesaran thyroid (-), posisi trakea ditengah, KGB tidak teraba membesar Auskultasi : bruit (-), Tekanan vena jugularis tidak meningkat, 5+2

Thoraks Depan Inspeksi : Penggunaan otot bantuan nafas (-)/(-), retraksi sela iga (-/-), bentuk dada normal, barrel chest (-), pectus carinatum (-)/(-), pectus ekskavatum (-)/(-), pelebaran sela iga (-)/(-), tumor (-)/(-), skar (-), emfisema subkutis (-)/(-), spider naevi (-)/(-), pergerakan kedua paru simetris statis dan dinamis, pola pernapasan normal Palpasi : massa (-)/(-), emfisema subkutis(-)/(-), ekspansi dada simetris, vocal fremitus sama di kedua lapang paru, pelebaran sela iga (-)/(-) Perkusi : Sonor di kedua lapang paru Batas paru hati : pada garis midklavikula kanan sela iga 6, peranjakan hati sebesar 2 jari Batas paru lambung : pada garis aksilaris anterior kiri sela iga 8 Auskultasi : Suara nafas vesikuler (+/+), wheezing (-/-), ronki (+/+)

Thoraks Belakang Inspeksi : Penggunaan otot bantuan nafas (-)/(-), Retraksi sela iga (-/-), pelebaran sela iga (-)/(-), tumor (-)/(-), emfisema subkutis (-)/(-), Pergerakan kedua paru simetris statis dan dinamis, pola pernapasan normal, scar (-), luka operasi (-), massa (-), gibus (-), kelainan tulang belakang (-) Palpasi : massa (-)/(-), emfisema subkutis(-)/(-), ekspansi dada simetris,vocal fremitus sama di kedua lapang paru Perkusi : Sonor dikedua lapang paru Auskultasi : Suara nafas vesikuler (+/+), wheezing (-/-), ronki (+/+)

Jantung Inspeksi : Pulsasi ictus cordis tidak terihat Palpasi : Pulsasi ictus cordis teraba 2 jari medial dari linea midklavikulasinistra ICS V, thrill (-), heaving (-), lifting (-), tapping (-) Perkusi : Batas jantung kananICS IV linea sternalis dextra, batas jantung kiri ICS V 2 jari medial linea midklavikulasinistra, Pinggang jantung ICS II linea parasternalis sinistra Auskultasi : BJ I-II reguler normal, murmur (-), gallop(-)

Abdomen Inspeksi : simetris, datar, striae (-), skar (-), penonjolan (-), bekas operasi (-), kaput medusa (-) Auskultasi : BU (+) normal, metalic sound (-), borborigmi (-), bruit (-) Palpasi : supel, nyeri tekan epigastrium (+), massa (-) Hepar dan lien tidak teraba Ginjal : Ballotemen (-)/(-), Perkusi : timpani, shifting dullnes (-), undulasi (-), fenomena papan catur (-), nyeri ketok CVA (-)/(-),

EkstremitasAkral teraba hangat, sianosis (-), CRT < 3 detik, edema (-)/(-), jari tabuh (-), koilonikia (-), hiperemis (-), deformitas (-)

Status neurologisGCS: E3M5V4Tanda Rangsang Meningeal Kaku kuduk: + Lasegue: