of 29 /29
Tutor : dr.Wardiansah LAPORAN PBL SKENARIO A LAPORAN PBL SKENARIO A BLOK V BLOK V I I oleh: oleh: Kelompok Kelompok IX IX FAKULTAS KEDOKTERAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SRIWIJAYA UNIVERSITAS SRIWIJAYA 2009 2009

blok 6, sken a

Embed Size (px)

DESCRIPTION

ghghgh

Citation preview

  • Tutor : dr.WardiansahLAPORAN PBL SKENARIO A BLOK VI oleh: Kelompok IX FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SRIWIJAYA 2009

  • Anggota Kelompok:

    Yayuk Suzena04081001005Priska Pramuji04081001025Aulia Permata Sari04081001027Mahyudin04081001038Yuliana Sari04081001066Silvia04081001078Utami Suci Pekerti04081001088Asri Indriyani Putri04081001094Pratiara Syamir Fasa04081001099Salahudin Alvayubi04081001111

  • Skenario dr. Belagak, a popular neuro surgeon in Amerika spent his vacation in Sekayu. Because of hot weather, he swim in the river for couple of hours. After swimming, around 12 am he felt hungry, but his grandma asked him to perform prayer in the mosque. When he back home, he smelt a nice aroma of pindang patin which was cooked by his aunty and he felt more hungry. Suddenly his salivary glands produced a lot of saliva. He ate the food as much and as fast as he could because he did not eat pindang patin for long time.Being too greedy mede him chock and he has to drink lots a water.He asked you what happened to him.

  • Klarifikasi IstilahNeuro surgeon Hungry Salivary gland Chock SalivaSmelt Diglusi

  • Identifikasi Masalah1. Karena cuaca yang panas, dr. Belagak, ahli bedah saraf di Amerika menghabiskan liburannya di Sekayu, berenang di sungai selama beberapa jam.2. Sekitar pukul 12.00 ia meresa lapar, tetapi neneknya memintanya untuk sholat di masjid.3. Dia mencium aroma yang sedap dari pindang patin dan dia merasa lebih lapar, dan tiba-tiba kelenjar ludahnya lebih banyak mengeluarkan saliva.4. Dia makan sebanyak dan secepat yang dia bisa sebab ia sudah lama tidak makan pindang patin. Karena terlalu rakus, dia tersedak dan harus minum banyak air.

  • Analisis Masalah1. a. Mengapa dia merasa panas ? b. Bagaimana mekanisme homeostasis tubuh dalam merespon panas ? c. Bagaimana metabolism tubuh dalam menghasilkan energi ?

    2. a. Bagaimana mekanisme lapar ? b. Bagaimana hubungan jam 12 siang dengan rasa lapar ? c. Bagaimana hubungan kegiatan berenang dengan rasa lapar ? (etiologi) d. Bagaimana hubungan sholat (pengaruh emosi / psikologis) dengan menahan rasa lapar ? e. Bagaimana hubungan metabolisme tubuh dalam menahan lapar yang cukup lama ? (kisaran waktu, sebentar / lama)

  • 3. a. Bagaimana mekanisme penciuman aroma sedap memicu rasa lapar ? b. Bagaimana mekanisme produksi saliva ? c. Apa saja faktor yang mempengaruhi produksi saliva ?d. Bagaimana mekanisme penciuman aroma yang sedap memicu produksi saliva yang berlebih ?4. a. Bagaimana mekanisme diglusi ? b. Bagaimana mekanisme tersedak ? c. Bagaimana hubungan tersedak dan banyak minum air ?

  • Hipotesisdr. Belagak berenang (melepaskan panas) sebagai respon untuk menjaga homeostasis tubuh.dr. Belagak makan (mendapatkan energi) sebagai upaya untuk menjaga homeostasis tubuh.dr. Belagak tersedak sebagai upaya untuk mengeluarkan benda asing dari dalam saluran pernapasan.

  • Kerangka Konsep...

  • Homoioterm Area preoptik dari hipotalamus memiliki kemampuan untuk berfungsi sebagai termostatik pusat kontrol suhu tubuh.Tiga mekanisme penting untuk menurunkan panas; vasodilatasi, berkeringat, penurunan pembentukan panas.Suhu tubuh manusia diatur dengan mekanisme umpan balik (feed back) yang diperankan oleh pusat pengaturan suhu di hipotalamus.

  • HyperthermiaHeat receptors in the skinHypothalamusStressSensorsControl CenterIncreased activity of sweat glandsIncreased blood flow to the skinEffectors evaporates cooling the skinEffectStress is reduced shutting down mechanismHomeostatic Regulation of Body Temperature through Negative Feedback

  • sintesisMetabolisme

    Metabolisme dibagi menjadi anabolisme dan katabolisme.

  • Metabolisme Glukosa

    Melalui proses glikolisis ini 2 asam piruvat, 4 buah molekul ATP & 2 buah molekul NADH (6 ATP) akan dihasilkan serta pada awal tahapan prosesnya akan mengkonsumsi 2 buah molekul ATP sehingga total 8 buah ATP akan dapat terbentuk.

  • Respirasi Selular Dalam kondisi aerobik, piruvat hasil proses glikolisis akan teroksidasi menjadi produk akhir berupa H O dan CO di dalam tahapan proses yang dinamakan respirasi selular (Cellular respiration).

    Proses respirasi selular ini terbagi menjadi 3 tahap utama yaitu produksi Acetyl-CoA, proses oksidasi Acetyl-CoA dalam siklus asam sitrat (Citric-Acid Cycle) serta Rantai Transpor Elektron (Electron Transfer Chain/Oxidative Phosphorylation).

    Tahap kedua dari proses respirasi selular yaitu Siklus Asam Sitrat merupakan pusat bagi seluruh aktivitas metabolisme tubuh. Siklus ini tidak hanya digunakan untuk memproses karbohidrat namun juga digunakan untuk memproses molekul lain seperti protein dan juga lemak.

  • Produksi acetyl-CoA / Proses Konversi Pyruvate Gambar memperlihatkan secara sederhana proses konversi piruvat. Dari gambar juga dapat dilihat bahwa proses konversi piruvat tidak hanya akan menhasilkan CO dan Acetyl-CoA namun juga akan menghasilkan produk samping berupa NADH yang memiliki nilai energi ekivalen dengan 3xATP.

  • Proses oksidasi Acetyl-CoA (Citric-Acid Cycle) Molekul Acetyl CoA yang merupakan produk akhir dari proses konversi Pyruvate kemudian akan masuk kedalam Siklus Asam Sitrat. Secara sederhana persamaan reaksi untuk 1 Siklus Asam Sitrat (Citric Acid Cycle) dapat dituliskan :

    Acetyl-CoA + oxaloacetate + 3 NAD + GDP + Pi +FAD --> oxaloacetate + 2 CO + FADH + 3 NADH + 3 H + GTP

    Siklus Asam SItrat juga akan menghasilkan molekul NADH & molekul FADH .

  • Proses /Rantai Transpor Elektron Di dalam proses ini, elektron-elektron yang terkandung didalam molekul NADH & FADH ini akan dipindahkan ke dalam aseptor utama yaitu oksigen (O ).

    Pada akhir tahapan proses ini, elektron yang terdapat di dalam molekul NADH akan mampu untuk menghasilkan 3 buah molekul ATP sedangkan elektron yang terdapat dalam molekul FADH akan menghasilkan 2 buah molekul ATP.

  • Energi Metabolisme Glukosa Glukosa akan menghasilkan produk samping berupa karbon dioksida (CO ) dan air (H O). Karbon dioksida dihasilkan dari siklus Asam Sitrat sedangkan air (H O) dihasilkan dari proses rantai transport elektron.

    Melalui proses metabolisme, energi kemudian akan dihasilkan dalam bentuk ATP dan kalor panas. Terbentuknya ATP dan kalor panas inilah yang merupakan inti dari proses metabolisme energi

  • Fungsi ganjaran dan fungsi hukuman dari sistem limbik Makna ganjaran pada perilaku..

  • Manfaat mempunyai sistem pengaturan jangka-lama dan jangka-pendek untuk makan.Sistem pengaturan jangka-lama, khususnya mekanisme umpan-balik hipostatik, jelas membantu mempertahankan cadangan zat gizi yang konstan dalam jaringannya, mencegah cadangan ini terlalu rendah atau telalu tinggi.

    Sebaliknya, rangsang pengaturan jangka-pendek membuat hanya makan bila saluran pencernaan bisa menerima makanan.

  • SEKRESI SALIVA Kelenjar saliva yang utama ialah kelenjar parotis, kelenjar sublingualis, dan kelenjar submandibularis.

    Saliva mengandung 2 tipe sekresi protein yang utama yakni,sekresi serosa yang mengandung ptialin ( suatu alfa-amilase), yakni enzim yang memetabolisme karbohidrat.sekresi mukus yang mengandung mucin untuk pelumasan dan perlindungan permukaan

  • Saliva mengandung utama ion kalium dan ion bikarbonat, Sekresi saliva ada 2 tahap:Tahap pertama melibatkan asinus dan tahap kedua melibatkan duktus salivarius. Pertama, ion natrium secara aktif direabsorpsi dari semua duktus salivarius, dan ion kalium disekresi secara aktif sebagai pengganti natrium. Kedua, ion bikarbonat disekresi leh epitel duktus kedalam lumen duktus. Hasil akhir proses transpor ini ialah konsentrasi Na dan Cl lebih sedikit dalam plasma.

  • Sekresi saliva berada dibawah kontrol saraf parasimpatis darinukleus salivatorius superior (bagian dari nervus fasialis dan berlokasi di pontine tegmentum) sepanjang jalan dari nukleus salivatorius superior dan inferior pada batang otak.

    Rangsangan saraf simpatis menyebabkan vasokonstriksi dan sekresi sedikit saliva yang akan bahan organik dari kelenjar submandibulais.

    Makanan dalam mulut menyebabkan refleks sekresi saliva, juga rangsangan serat-serat vagus eferen di ujung esofagus yang dekat dengan gaster.

  • Pusat laparHipotalamus, nucleus perifornikal, - rasa lapar Area hipotalamik lateral (tak tampak), - rasa haus dan lapar

    Nukleus-nukleus ventromedialmemberi tanda kapan berhenti makan, sedangkanhypothalamus lateralmemberi tanda kapan mulai makan.

    Sebaliknya, pada tingkat saluran pencernaan, rasa kenyang berasal dari perut, yang mengatur aktivitas makan dalam jangka pendek.

  • MENELANFASE ORAL Pada fase oral ini akan terjadi proses pembentukan bolus makanan yang dilaksanakan oleh gigi geligi, lidah, palatum mole, otot-otot pipi dan saliva untuk menggiling dan membentuk bolus dengan konsistensi dan ukuran yang siap untuk ditelan. Proses ini berlangsung secara disadari.

  • FASE FARINGEALFase ini dimulai ketika bolus makanan menyentuh arkus faring anterior (arkus palatoglosus) dan refleks menelan segera timbul. Pergerakan laring ke atas dan ke depan, relaksasi dari introitus esofagus dan dorongan otot-otot faring ke inferior menyebabkan bolus makanan turun ke bawah dan masuk ke dalam servikal esofagus. Proses ini hanya berlangsung sekitar satu detik untuk menelan cairan dan lebih lama bila menelan makanan padat.

  • FASE ESOFAGEAL Bolus makanan turun lebih lambat dari fase faringeal yaitu 3-4 cm/ detik. Fase ini terdiri dari beberapa tahapan :1. Dimulai dengan terjadinya relaksasi m.kriko faring. Gelombang peristaltik primer terjadi akibat kontraksi otot longitudinal dan otot sirkuler dinding esofagus bagian proksimal. Gelombang peristaltik pertama ini akan diikuti oleh gelombang peristaltik kedua yang merupakan respons akibat regangan dinding esofagus.2. Gerakan peristaltik tengah esofagus dipengaruhi oleh serabut saraf pleksus mienterikus yang terletak diantara otot longitudinal dan otot sirkuler dinding esofagus dan gelombang ini bergerak seterusnya secara teratur menuju ke distal esofagus.

  • Mekanisme Tersedakepiglotis, yang berupa jaringan tulang rawan di saluran pernafasan. Katub ini akan secara otomatis dan akurat menutup saluran udara, saat kita menelan sesuatu. Katub akan membuka saat kita bernafas, atau berbicara. Dalam kondisi tertentu bisa saja terjadi makananm masuk ke saluran udara. Tentu saja ini bisa berakibat fatal. Ini terjadi saat katub menutupi jalur udara sewaktu kita menelan makanan, sekonyong-konyong katub itu membuka karena kamu berbicara. Akibatnya bisa jadi secuil makanan menyelinap masuk ke saluran udara. Namun tubuh memiliki mekanisme yang menolak benda asing masuk ke saluran udara, yaitu dengan mekanisme BATUK, atau juga TERSEDAK.

  • Daftar Pustaka

    Dorland, W.A. Newman. 2002. Kamus Kedokteran Dorland. ed : Hartanto, Huriawati, dkk. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC.Ganong, William F.Review of Medical Physiology. 2001.USA: McGraw-HillGuyton, Arthur C & John E. Hall.Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. 1997. Jakarta: EGCSilverthorn, Dee Unglaub.Human Physiology: An Integrated Approach.USA: Prentice Hallhttp://www.medicastore.com/med/ (28 April 2008)http://library.usu.ac.id/download/fk/biokimia-rusdiana.