Click here to load reader

blok 15 Tinea Kruris

  • View
    247

  • Download
    2

Embed Size (px)

DESCRIPTION

makalah pbl blok 15 tinea kruris

Text of blok 15 Tinea Kruris

Makalah MandiriBlok 15Skin & Integumen

Disusun oleh :

Nama: Esti OktafaniNIM: 10.2009.150Kelompok: C 5Email : [email protected]

Program Studi Sarjana KedokteranFakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana(Jl. Terusan Arjuna No 6, Jakarta 11510)

BAB IPENDAHULUAN1.1 Latar belakang

Kulit dapat dengan mudah dilihat dan diraba dan menjamin kelangsungan hidup.kulit pun menyokong penampilan dan kepribadian seseorang.dengan demikian kulit pad manusia mempunyai peranan yang sangat penting,selain fungsi utama yang menjalin kelangsungan hidup juga mempunyai arti lain yaitu estetik.fungsi utama kulit ialah proteksi,absorpsi,ekskresi dan keratinasi Dinegara yang beriklim tropis dengan kelembaban udara relatif tinggi , akan menyebabkan mudah berpeluh, memicu terjadinya penyakit jamur.Pada infeksi kulit karena jamur selain gatal gejalanya berupa bercak putih bersisik halus atau bintil merah . Tanda awal kulit terkena infeksi jamur adalah rasa gatal yang hebat saat kulit berkeringat1 .Gejala penyakit jamur pada kulit juga bergantung pada bagian kulit yang terkena serta jenis jamur penyebabnya . Pada dasarnya jamur paling sering menyerang lokasi yang lembab dan orang yang kurang menjaga kebersihannya.infeksi pada penyakit kulit dapat ditimbulkan juga dari jamur.golongan jamur yang menyerang ini mempunyai sifat mencernakan keratin.golongan dermatofita termasuk kelas fungi imperfecti yang terbagi dalam 3 genus yaitu:microsparum,trichopyton dan epidermiphyton pada dermatofitosis dapat menyerang stratum korneum pada epidermis,rambut dan kuku.dermatofitosis sendiri berdasarkan tubuh yang diserang terbagi menjadi tinea kapitis,tinea barbe,tinea kruris,tinea pedis,tinea unguium dan tinea korporis.

1.2 TujuanUntuk memahami perjalanan penyakit yang diawali bercak merah pada kedua lipatan paha terutama pada cuaca panas dan disertai dengan berkeringat mulai dari anamnesis,pemeriksaan,diagnosis,epidemiologi,etiologi,patofisiologi,penatalaksanaan(medikamentosa dan non medikamentosa),komplikasi,pencegahan,prognosis dan morfologi jamur.

1BAB IIPembahasan

Istilah dermatofitosis harus dibedakan dengan dermatofikosis.dermatofitosis telah jelas pada definisi diatas,sedangkan dermatomikosis mempunyai arti umum yaitu semua penyakit jamur yang menyerang kulit.pada dermatofitosis adalah penyakit pada jaringan yang mengandung zat tanduk misalnya stratum korneum pada epidermidis,rambut dan kuku yang disebabkan oleh golongan jamur dermatofita.golongan jamur ini mempunyai sifat mencernakan keratin dermatofita termasuk kelas fungi imperfecti yang terbagi dalam 3 genus yaitu:microsparum,trichopyton dan epidermiphyton(EMMONS,1934).Menurut RIPPON(1974) selain sifat keratolitik masih banyak sifat yang sama diantara dermatofita misalnya sifat faali,taksonomis,antigenic,kebutuhan zat makanan untuk pertumbuhannya dan penyebab penyakit.hingga kini dikenal sekitar 41 spesies dermatofita masing masing 2 spesies epidermophyton,17 spesies microsporum dan 21 spesies trichopyton.pada tahun tahun terakhir ditemukan bentuk bentuk sempurna yang terbentuk. Dinegara yang beriklim tropis dengan kelembaban udara relatif tinggi , akan menyebabkan mudah berpeluh, memicu terjadinya penyakit jamur.Pada infeksi kulit karena jamur selain gatal gejalanya berupa bercak putih bersisik halus atau bintil merah1. Tanda awal kulit terkena infeksi jamur adalah rasa gatal yang hebat saat kulit berkeringat .Gejala penyakit jamur pada kulit juga bergantung pada bagian kulit yang terkena serta jenis jamur penyebabnya . Pada dasarnya jamur paling sering menyerang lokasi yang lembab dan orang yang kurang menjaga kebersihannya dermatofitosis sendiri berdasarkan tubuh yang diserang terbagi menjadi tinea kapitis,tinea barbe,tinea kruris,tinea pedis,tinea unguium dan tinea korporis.a. Tinea kapitisberbagai spesies daripada Microsporum dan Trichophyton.distribusi geografik: terdapat baik di daerah tropis maupun sub tropis.patologi dan gejala klinik kelainan ini mengenai kulit dan rambut kepala dan lebih banyak terdapat pada anak,kelainan kulit mungkin berat atau ringan tergantung dari penyebabnya jamur zoofilik dan geofilik dapat menimbulkan kerion, yaitu kelainan yang bersifat akut disertai peradangan dan pembentukan nanah.rambut yang terinfeksi tidak mengakibatkan terjadinya alpesia (botak)Pada infeksi endoteriks jamur tampak sebagai 2spora-spora di dalam rambut kelainan ini disebabkan oleh jamur. T tonsavenis, T violaceum dan T schoenteini.rambut yang terinfeksi patah pada permukaan kulit dan tampak sebagai titik-titik hitam (black dots) kelainan ini ditemukan di Indonesia. pada infeeksi Ektontes jamur tampak sebagai hifa atau spora di dalam dan di luar rambut.penyakit ini disebabkan oleh spesies-spesies olain dari Tricophyton dan microsposum pada infeksi rambut parah diatas permukaan kulit. Pada tinea kapitis yang disebabkan oleh M.canis dan M.gypseum tampak fluoresensi hijau kekuninganbila disinari dengan sinar ultraviolet (woods light) reaksi positif tidak khas (tidak hijau kekuningan) spesies jamur lainnya member efek negative.b. Tinea barbePenyebab oleh berbagai spesies jamur yang zoofilik misalnya T verrocosum.distribusi geografik penyakit ini belum pernah ditemukan di Indonesia.patologi dan gejala klinis kelainan pada kulit disertai folikulitis (radang pada folikel rambut)terdapat di daerah dagu dan bagian bagian lain muka dan leher. Bila disebabkan oleh jamur zoofilik lama kelamaan ini dapat menyebabkan semua rambut yang terkena penyakit menjadi rontok,orang dapat sembuh tanpa pengobatan.c. Tinea krurisPenyebab ialah spesies dari pada Microsporum Trichophton dan Epidermphyton floecesum.distribusi geografik : penyakit terdapat baik di darerah tropic maupun di daerah dingin banyak ditemukan di Indonesia.patologi dan gejala klinik : kelainan mengenai kulit di daerah inguinalis, paha bagian dalam dan perineum,kelainannya seperti telah diterangkan dibagian umum. Lesi kulit dapat terbatas pada daerahgenito-krural saja atau bahkan meluas ke daerah sekitar anus, daerah gluteus dan perut bagian bawah atau bagian tubuh yang lain. Tinea cruris mempunyai nama lain eczema marginatum, jockey itch, ringworm of the groin, dhobie itch (Rasad, Asri, Prof.Dr. 2005).kelainan kulit yang tampak pada paha merupakan lesi berbatas tegas.peradangan pada tepi lebih nyata daripada daerah tengahnya.enflorensi terdiri atas macam bentuk primer dan sekunder,dapat berupa bercak hitam maupun sedikit sisik.erosi dan keluarnya cairan biasanya akibat garukan2.d. Tinea pedisPenyebab utama ialah spesies Trichopyton dan E Floecosum.pada distribusi geografik : penyakit ini terdapat baik didaerah tropic maupun daerah lainnya terdapat di Indonesia.patologi dan gejala

3klinik : kelainan mengenai kulit di antara jari-jari kaki, terutama antara jari ke 3-4 dan ke 4-5 telapak kaki juga bagian lateral kaki merupakan celah-celah bersisik,kadang-kadang dengan infeksi sekunder oleh bakteri sehingga menimbulkan rasa nyeri.e. Tinea unguiumpenyebab kelainan ini disebabkan oleh jamur dermatofita biasanya spesies floecosum dan genus Therophyton pernah dilaporkan genus. Microsporum menginfeksi kuku.distribusi geografik : penyakit ini terdapat diseluruh dunia, juga di Indonesia.Patologi dan gejala klinik kelainan hanya mengenai satu kuku atau lebih,permukaan kuku tidak rata kuku menjadi rapuh atau keras kelainan kuku terasanya mulai dari bagian distal.Penyembuhan ini memerlukan waktu beberapa bulan sampai beberapa tahun.f. Tinea korporisPenyebab spesies dari mikrosporum, Tricophyton dan flocostum.distribusi geografik : penyakit terdapat terutama di daerah tropic, banyak terdapat di Indonesia.patologi dan gejala klinis kelainan mengenai kulit badan, tangan dan tungkai. Kelainan pada bagian badan yang tertekan oleh sesuatu misalnya tali pinggang biasanya disebabkan oleh T.rubrum.Pada kasus yang kami bahas bahwa pasien mendapat gejala klinis berawal dari bercak merah pada kedua lipatan paha terutama pada cuaca panas dan disertai dengan berkeringat.dalam hal ini hal yang pertama dilakukan sebagai dokter ialah melakukan anamnesis.1. AnamnesisBila penderita datang pertama kali pada dokter dapat ditanyakan kepada pasien berobat untuk penyakit keluhan apa.hal yang penting ditanyakan pada penderita adalah riwayat penyakit,penggunaan obat obat untuk penyakit yang dideritanya maupun penyakit lain,penyakit yang diderita oleh anggota keluarga lain,penyakit penyakit yang diderita masa lampau dan kebiasaan tertentu.anamnesis tidak perlu lebih terperinci akan tetapi dapat dilakukan lebih terarah pada diagnosis banding.biasanya pada penderita tinea cruris Keluhan penderita adalah rasa gatal dan kemerahan di regio inguinalis dan dapat meluas ke sekitar anus, intergluteal sampai ke gluteus2. Dapat pula meluas ke supra pubis dan abdomen bagian bawah. Rasa gatal akan semakin meningkat jika banyak berkeringat. Riwayat pasien sebelumnya adalah pernah memiliki keluhan yang sama. Pasien berada pada tempat yang beriklim agak lembab, memakai

4pakaian ketat, bertukar pakaian dengan orang lain, aktif berolahraga, menderita diabetes mellitus. Penyakit ini dapat menyerang pada tahanan penjara, tentara, atlit olahraga dan individu yang beresiko terkena dermatophytosis.2. Pemeriksaan fisik dan penunjanga. Pemeriksaan fisikPada pemeriksaan fisik yang local berawal pada inspeksi diperhatikan lokalisasi,warna,bentuk,ukuran,penyebaran,batas dan eflorensi yang khusus.bila terdapat kemerahan pada kulit ada 3 kemungkinan eritema,purpura dan talangiektasis cara membedakannya yakni ditekan dengan jari dan digeser.pada eritema warna kemerahan akan hilang dan warna tersebut akan kembali setelah jari dilepaskan karena terjadi vasodilatasi kapiler.sebaliknya pada purpura tidak menghilang sebab terjadi pendarahan di kulit demikian juga talangiekstasis akibat penebalan kapiler yang menatap.pada hal ini tampak kapiler yang berbentuk seperti tali yang berkelok kelok dapa

Search related