Tinea Korporis Dan Kruris Sri PSIKOMOTOR

  • View
    227

  • Download
    4

Embed Size (px)

DESCRIPTION

tinea

Text of Tinea Korporis Dan Kruris Sri PSIKOMOTOR

Slide 1

PSIKOMOTORPembimbing : dr. Heryanto Syamsuddin, Sp.KKPresentan : sri asmawati20107301011

Identitas PasienNama: Tn. EUsia: 21tahunJenis Kelamin: laki-lakiStatus : belum menikahPekerjaan: karyawan Alamat : cakungAgama: IslamSuku: JawaTanggal Dtg ke RS: 14-01-2015

AnamnesisKeluhan Utama:Gatal-gatal di punggung sejak sejak 9 bulan lalu

Keluhan TambahanTerdapat bercak hitam leher, punggung, dada, perut, lipat paha, kedua kaki dna kedua tangan.

Riwayat Penyakit Sekarang Pasien datang ke RSIJ Sukapura dengan keluhan gatal-gatal di punggung, perut, leher, lipat paha, kedua kai dan kedua tangan sejak 9 bulan lalu. Gatal pertama kali timbul di punggung, kemudian gatal menyebar pada leher, perut, lipat paha, kedua kaki dan kedua tangan. Gatal dirasakan terus menerus sepanjang hari. Pasien sering menggaruk daerah gatal sehingga kulit pasien menjadi kemerahan, dan gatalnya meluas ke daerah sekitarnya. Pasien juga mengeluhkan adanya daerah berwarna lebih gelap dari kulit sekitarnya. Selain itu, pasien juga engeluh terdapat bercak putih di perut bawah, dan saat digaruk akan bersisik.

Riwayat PengobatanPasien sudah pernah berobat ke klinik 2 kali tetapi tidak sembuh. Pasien tidak mengetahui jenis obatnya

5

Riwayat Penyakit DahuluBelum pernah sakit hal yang samaRiwayat asma : disangkal Riwayat alergi: debu (disangkal), makanan (-) dan obat-obatan (disangkal )

6

Riwayat Penyakit KeluargaDi keluarga pasien tidak ada yang sakit seperti ini

RIWAYAT ALERGIPasien tidak mempunyai riwayat alergi obat, makanan dan yang lainnya. Asma (-). Alergi (-)

7

Riwayat PsikososialPasien mandi 2 kali sehari dan berganti pakaian 2 kali sehari. Pasien tidak pernah bertukar-tukar pakaian ataupun handuk dengan orang lain. Pasien jarang mengeringkan badannya setelah mandi.

Pasien tidak mengetahui adanya riwayat penyakit yang sama seperti pasien di lingkungan sekitar rumahnya.

8

Pemeriksaan FisikKeadaan umum: BaikKesadaran : ComposmentisTanda vital: Tidak dilakukan pemeriksaanStatus Generalis : Tidak ada kelainanStatus LokalisLokasi : perut bagian bawah, punggung, leher, lipat paha.kedua kaki dan kedua tangan.Efloresensi : makula hiperpigmentasi dengan skuama halus di atasnya dan batas tegas. terdapat plak di perut bawah dengan skuama kasar,

9

Terdapat hiperpigmentasi di daerah leher, punggung, perut, lipat paha, kedua kaki dan kedua tangan. Penyebarannya regional dan simetris, ukuran multipel, batas tegas, terdapat skuama halus, dan di perut bawah terdapat plak dengan skuama kasar, permukaan tidak menonjol dan permukaan datar.

Status dermatologi Lokasi : leher, punggung, perut, lipat paha, kedua kaki dan kedua tangan.Distribusi : regional dan simetris.Bentuk : iregulerUkuran : multipelEfloresensi primer : hiperpigmentasi dan plakEfloresensi sekunder : skuama halus

Diagnosis KerjaTinea korporis et krurisDiagnosis Banding :Psoriasis Eritrasma

18

Pemeriksaan PenunjangPemeriksaan larutan KOH 10%

19

PengobatanNon medikamentosa :Memberikan edukasi kepada pasien untuk menjaga kebersihan diri dan lingkungannyaMemberitahukan kepada pasien agar tidak menggunakan pakaian yang ketat, dan menggunakan pakaian yang berbahan menyerap keringat.Memberitahu kepada pasien untuk minum obat secara teratur, dan kontrol teratur ke dokterTidak menggaruk daerah yang gatalTidak mengompres dengan air hangat

20

cont..MedikamentosaSistemik :Ketokonazol : 1x200 mg selama 10 hariAntihistamin: cetirizine Loratadin 2x10mg (bila gatal)Topikal :Cream mikonazol 2x sehari

Prognosis ad Vitam : bonamad Funtionam : bonamad Sanationam : bonam

PatogenesisAgen penyebab (Trichopyhton rubrum,Epidermophython fluccosumTrichophyton mentagrophytes,Trichopyhton tonsurans) menghasilkan keratinase yang mencerna keratin shg dapat memudahkan invasi ke stratum korneum.

Infeksi dimulai dengan kolonisasi hifa atau cabang-cabangnya didalam jaringan keratin yang mati.

Definisi Infeksi jamur dermatofita pada kulit tidak berambut (glaborous skin) di daerah muka, badan, lengan dan tungkai.

Hifa ini menghasilkan enzim keratolitik yang berdifusi ke jaringan epidermis dan menimbulkan reaksi peradangan.Pertumbuhannya dengan pola radial di stratum korneum menyebabkan timbulnya lesi kulit dengan batas yang jelas dan meninggi (ringworm). Reaksi kulit semula berbentuk papula yang berkembang menjadi suatu reaksi peradangan.