of 15 /15
Benda Asing konjungtiva Definisi Corpus Alineum/Benda Asing adalah benda atau suatu massa yang berasal dari luar tubuh yang terdapat pada tubuh, dimana pada kondisi normal, benda tersebut tidak seharusnya berada disana. Corpus alineum pada bagian mata, dapat terbagi menjadi 2 bagian : o Intraokular o Ekstraokular pada konjungtiva dan kornea Epidemiologi Corpus alineum pada konjungtiva (bentuk paling sering terjadi berkaitan dengan posisi anatomi yang merupakan bagian terluar dari pembungkus bola mata. Dapat terjadi pada semua usia (lebih sering terjadi pada dewasa muda) Pria >> Wanita. Faktor Resiko Pekerja dengan pekerjaan yang menyebabkan terbentuknya fragmen-fragmen kecil (pekerjaan yang menggunakan palu, gergasi, grinders, pemotong rumput, dsb) Corpus alineum yang mengenai mata dengan kecepatan yang lebih tinggi, beresiko lebih tinggi untuk menimbulkan

Benda Asing Di Konjuntiva, Perdarahan Sub Konjungtiva, Pterigium

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Benda Asing Di Konjuntiva, Perdarahan Sub Konjungtiva, Pterigium

Text of Benda Asing Di Konjuntiva, Perdarahan Sub Konjungtiva, Pterigium

Benda Asing konjungtiva

Definisi

Corpus Alineum/Benda Asing adalah benda atau suatu massa yang berasal dari luar tubuh yang terdapat pada tubuh, dimana pada kondisi normal, benda tersebut tidak seharusnya berada disana.

Corpus alineum pada bagian mata, dapat terbagi menjadi 2 bagian :

Intraokular

Ekstraokular ( pada konjungtiva dan kornea

Epidemiologi

Corpus alineum pada konjungtiva (bentuk paling sering terjadi berkaitan dengan posisi anatomi yang merupakan bagian terluar dari pembungkus bola mata.

Dapat terjadi pada semua usia (lebih sering terjadi pada dewasa muda)

Pria >> Wanita.

Faktor Resiko

Pekerja dengan pekerjaan yang menyebabkan terbentuknya fragmen-fragmen kecil (pekerjaan yang menggunakan palu, gergasi, grinders, pemotong rumput, dsb)

Corpus alineum yang mengenai mata dengan kecepatan yang lebih tinggi, beresiko lebih tinggi untuk menimbulkan kerusakan/trauma yang lebih berat, menimbulkan perforasi dan bersifat intraocular

Etiologi

Benda Logam

Benda magnetic (Besi, Seng)

Benda Non magnetic (Emas, perak)

Benda Non logam

Batu

Kaca

Bulu mata

Bahan pakaian

Manifestasi Klinis

Keluhan muncul segera setelah terpapar dengan benda asing, meliputi :

Rasa tidak nyaman dan adanya sensasi benda asing pada mata

Mata dapat terasa perih

Mata menjadi berair, sampai bisa terjadi pengeluaran air mata

Kedipan mata dapat meningkat

Mata tampak merah dengan injeksi konjungtiva

Discharge cairan dan pengerualan darah pada subkonjungtiva (Pada bentuk trauma yang sampai menimbulkan penetrasi)

Diagnosis

Anamnesis

Pasien datang dengan keluhan adanya benda yang masuk ke dalam mata Riwayat kebiasaan / pekerjaan

Keluhan / gejala yang dialami pasien

Pemeriksaan Fisik

Terlihat benda asing dipermukaan mata/dikonjungtiva ( upper eyelid eversion (bila benda asing terdapat di konjungtiva tarsalis palpebral)

Pemeriksaan Penunjang

Slitlamp, untuk melihat partikel yang sangat kecil dan mengetahui ada/tidaknya abrasi kornea.

Teknik yang digunakan meliputi : Slitlamp dengan eversi palpebral ( untuk mengetahui benda asing yang kecil dan tersembunyi pada palpebra superior

Slitlamp dengan pemulasan fluorescein ( untuk mengetahui benda asing yang sampai ke kornea dan ada tidaknya kerusakan pada kornea

Komplikasi Komplikasi minimal dan jarang terjadi. Pada bentuk yang lebih berat dapat menyebabkan Abrasi kornea, Perforasi intraokular Infeksi sekunder, terutama pada bentuk intraocular.

Prognosis

Perbaikan kondisi biasanya terjadi segera, 1-2 jam setelah benda asing dieliminasi

Prognosis bengantung seberapa berat trauma pada mata dan penanganan yang dilakukan.PERDARAHAN SUBKONJUNGTIVA

Definisi

Perdarahan yang terjadi di daerah antara konjungtiva dan sklera. Sehingga mata akanmendadak terlihat merah

Sinonim

Bleeding in the eye Bleeding under the conjunctiva Eye injury Bloodshot eye

Ruptured blood vessels Pinkeye Blood in the eye

Epidemiologi

Dapat terjadi di semua kelompok umur.

Perdarahan subkonjungtiva sebagian besar terjadi unilateral (90%) Pada perdarahan subkonjungtiva tipe spontan (64.3%) Kondisi hipertensi memiliki hubungan yang cukup tinggi dengan angka terjadinya perdarahan subkonjungtiva (14.3%)Faktor resiko

Hipertensi

Trauma tumpul atau tajam

Penggunaan obat pengencer darah Benda asing KonjungtivitisEtiologi

Idiopatik

Genetik polimorfisme faktor XIII Val34Leu dengan

Manuver Valsalva (seperti batuk, tegang, muntah muntah, bersin)

Traumatik (terpisah atau berhubungan dengan perdarahan retrobulbar atau ruptur bola mata)

Hipertensi

Gangguan perdarahan (jika terjadi berulang pada pasien usia muda tanpa adanya riwayat trauma atau infeksi), termasuk penyakit hati atau hematologik, diabetes, SLE, parasit dan defisisensi vitamin C.

Obat-obatan (antibiotik, NSAID, steroid, kontrasepsi)

Klasifikasi

Berdasarkan mekanisme terjadinya perdarahan subkonjungtiva dibedakan atas :

Perdarahan subkonjungtiva tipe spontan

Perdarahan subkonjungtiva tipe traumatikManifestasi klinis

Sebagian besar asimptomatis (hanya terlihat darah pada bagian sclera) Nyeri (jarang pada permulaan perdarahan)

Rasa tidaknyaman, sensasi seperti ada yang mengganjal dan penuh di mata

Tampak adanya perdarahan di sklera dengan warna merah terang (tipis) atau merah tua (tebal).

Tidak ada tanda peradangan, kalaupun adanya biasanya peradangan yang ringan.

Perdarahan akan terlihat meluas dalam 24 jam pertama setelah itu kemudian akan berkurang perlahan ukurannya karena diabsorpsi.

Diagnosis

Anamnesis ( Didapatkan pernyataan sesuai manifestasi klinis diatas)

Pemeriksaan fisik

Tampak adanya perdarahan di sklera dengan warna merah terang (tipis) atau merah tua (tebal) Pemeriksaan tajam penglihatan, jika visus dari derajat IIPterigium melewati pupil

Belum mencapai pupilTidak melebihi pinggiran pupil Adanya gangguan penglihatan

Tidak lebih dari 2 mm melewati korneaDiameter pupil 3-4 mm

Perjalanan penyakit Progresif Tebal Vaskular dengan beberapa infiltrat di kornea di depan kepala pterigium Regresif Tipis Atrofi Sedikit vaskular Membentuk membran dan tidak pernah hilang Terlihatnya Pembuluh darah episklera dengan pemeriksaan slit lamp T1 (Atrofi) Pembulu darah episklera jelas terlihat T2 (Intermediet) Pembulu darah episklera sebagian terlihat T3 (Fleshy, opaque) Pembulu darah tidak jelas

Manifestasi klinik

Asimptomatis awalnya Mata berair Merah Timbul astigmatisme karena kornea tertarikDiagnosis

Anamnesa Keluhan : mata gatal, merah, sering berair, gangguan penglihatan Riwayat : mata merah berulang, banyak kerja diluar rumah, trauma Px.Fisik Inspeksi : adanya jaringan fibrovaskular di permukaan konjungtiva ( gambaran yang vaskular dan tebal atau avaskular dan flat serta memiliki bentuk segitiga dengan apeks menghadap kornea dan basis menghadap lipatan semikunar pada cantus Lokasi : sering pada konjungtiva nasal, dan bisa di daerah temporal Px.Penunjang Topografi kornea ( untuk menilai seberapa besar komplikasi yang terjadiKomplikasi

Astigmatisma Merah, iritasi, bekas luka kronis pada konjungtiva dan kornea Diplopia ( karena keterlibatan otot ekstraokuler yang luas Pasca eksisi : Infeksi, diplopia, jaringan parut, perforasi mata, perdarahan dan ablasi retina Pterigium rekuren