BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN - media.unpad.ac. HASIL DAN PEMBAHASAN ... penguatan dan perolehan hasil

  • View
    222

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN - media.unpad.ac. HASIL DAN PEMBAHASAN ... penguatan dan perolehan hasil

53

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Deskripsi Daerah Penelitian

4.1.1 Kondisi Geografis Kawasan Cibaduyut

Secara geografis Kawasan Sentra Sepatu Cibaduyut terletak di Kecamatan

Bojongloa Kidul Kota Bandung pada 1073544 BT sampai dengan 1073710

BT dan 65552 LS sampai dengan 65747 LS.

Gambar 4.1 Peta Wilayah Bojongloa Kidul (Lokasi Penelitian)

Sumber : Goggle map

54

Adapun secara administratif Kecamatan Bojongloa Kidul Kota Bandung

berbatasan dengan :

a) Sebelah Utara : Kec. Astana Anyar

b) Sebelah Timur : Kec. Astana Anyar

c) Sebelah Selatan : Kabupaten Bandung

d) Sebelah Barat : Kec. Bojongloa Kaler dan Kec. Babakan Ciparay

Mempunyai luas wilayah 6,26 Km, yang terdiri dari 6 Kelurahan, 44 RW dan 262

RT.

Tabel 4.1 Luas Wilayah Kecamatan Bojongloa Kidul per Kelurahan

Sumber : Monografi Kecamatan, 2012

No Kelurahan

Luas Wilayah

Km %

1.

2.

3.

4.

5.

6.

Kebonlega

Situ Saeur

Mekarwangi

Cibaduyut

Cibaduyut Kidul

Cibaduyut Wetan

1.25

1.08

0.97

0.86

1.04

1.06

22.02

15.83

18.31

13.23

11.72

18.89

Jumlah 6.26 100.00

Untuk Kawasan Sentra Industri Sepatu Cibaduyut berada di 4 (empat)

Kelurahan yaitu :

55

a) Kelurahan Kebonlega;

b) Kelurahan Cibaduyut;

c) Kelurahan Cibaduyut Kidul;

d) Kelurahan Cibaduyut Wetan

4.1.2 Kepadatan Penduduk

Kecamatan Bojongloa Kidul mempunyai jumlah dan kepadatan penduduk

sebagaimana berikut :

Tabel 4.2 Kepadatan Penduduk Kecamatan Bojongloa Kidul per Kelurahan

Sumber : Monografi Kecamatan, 2012

No Kelurahan Jumlah

Penduduk

Luas

Wilayah

(Km)

Kepadatan

(Jiwa/Km)

1.

2.

3.

4.

5.

6.

Kebon Lega

Situ Saeur

Mekarwangi

Cibaduyut

Cibaduyut Kidul

Cibaduyut Wetan

18.321

20.654

7.464

9.614

6.739

3.518

1.25

1.08

0.97

0.86

1.04

1.06

6.82

260.85

81.54

145.34

115.00

37.24

56

4.1.3 Jumlah Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin

Jumlah penduduk Kecamatan Bojongloa Kidul menurut jenis kelamin :

Tabel 4.3 Jumlah Penduduk Kecamatan Bojongloa Kidul Berdasarkan

Jenis Kelamin

Sumber : Monografi Kecamatan, 2012

No Jenis Kelamin Jumlah (Jiwa) Persentase (%)

1

2

Laki-Laki

Perempuan

34.036

32.270

55.33

44.67

Jumlah 66.306 100.00

4.1.4 Potensi Kawasan Cibaduyut

Dengan jenis barang yang diproduksi di kawasan Cibaduyut meliputi :

a) Sepatu;

b) Sandal;

c) Tas;

d) Jaket;

e) Boneka;

f) Topi; dan

g) Ikat Pinggang

Potensi dari Kawasan Industri Sepatu Cibaduyut ini, yaitu terdiri dari :

a) Jumlah unit usaha : 646 Industri Kecil dan Menengah

b) Jumlah Tenaga Kerja : 2.799 Orang

57

c) Jumlah Toko Pemasaran : 165 Toko

d) Jumlah Kawasan Parkir Khusus : 4 Lokasi

4.1.5 Revitalisasi Kawasan Industri-Perdagangan di Kota Bandung

Menindaklanjuti dari Misi Pembangunan Kota Bandung yang saling

berkaitan terutama dalam hal Penyediaan dan Pengelolaan Infrastruktur serta

Penataaan Kota untuk Menumbuhkan Perekonomian Kreatif di Kota Bandung

agar dapat meningkatkan investasi usaha di sektor industri dan perdagangan di

Kota Bandung serta dalam rangka harmonisasi, penguatan dan perolehan hasil

yang saling menguntungkan bagi seluruh pelaku usaha di kawasan sentra industri

dan perdagangan Sepatu Cibaduyut, Jeans Cihampelas, Kaos dan Sablon PHH.

Mustopa, Rajut Binongjati, tekstil dan Produk Tekstil Cigondewah, Pemerintah

Kota Bandung berdasarkan Keputusan Walikota Bandung Nomor : 517/Kep.793-

Huk tanggal 03 Oktober 2006 telah membentuk Tim Penataan Revitalisasi

Kawasan Sentra Industri Sepatu Cibaduyut, Jeans Cihampelas, Kaos dan Sablon

PHH. Mustopa, Rajut Binongjati, Tekstil dan Produk Tekstil Cigondewah.

Pencanangan program Revitalisasi Lima Sentra Industri dan Perdagangan

Kota Bandung, yang terdiri dari : sentra kain Cigondewah, sepatu Cibaduyut,

jeans Cihampelas, rajut Binongjati, dan kaus Suci, dilakukan oleh Walikota

Bandung pada tanggal 12 Pebruari 2007 bertempat di Sentra perdagangan Kain

Cigondewah. Dimana program pemerintah ini direncanakan akan menghabiskan

anggaran sebesar Rp. 11.800.000.000,- (sebelas milyar delapan ratus juta rupiah).

58

Meski baru dicanangkan secara resmi pada 2007, semua kajian mengenai

revitalisasi kelima kawasan itu, sebenarnya, telah dimulai sejak 2006.

Rencananya, tahun 2009 revitalisasi ini rampung.Tetapi ternyata sampai dengan

tahun 2009, rupanya, program tersebut masih jalan di tempat.Masih berbentuk

konsep.Miliaran rupiah yang dijanjikan pemerintah untuk program ini nyaris

belum berwujud.

Walikota Bandung Dada Rosada pada tahun 2009 menyampaikan bahwa

program revitalisasi akan dilakukan secara bertahap. Untuk mencapai hal itu

dibutuhkan waktu serta proses yang tidak singkat. Ada berbagai tahapan dan

kebutuhan yang harus diselesaikan,"Mulai dari yang sifatnya fisik hingga non

fisik, seperti infrastruktur, permodalan, pembinaan, hingga pemasaran.Tentunya,

setiap permasalahan membutuhkan pendekatan yang berbeda". Dalam

realisasinya, dibutuhkan dukungan dana yang tidak sedikit. Sementara, kebutuhan

Kota Bandung (untuk kegiatan lain) juga tidak sedikit. Banyak hal-hal lain juga

yang membutuhkan pengalokasian dana. "Kita bisa saja memfokuskan pada

revitalisasi ini, tapi kan itu berarti ada program dan kegiatan lain yang

terbengkalai. Sedangkan program lain itu juga berhubungan dengan kepentingan

serta pelayanan kepada publik. Oleh karena itu, kita secara bertahap

merampungkan program revitalisasi ini".

Selanjutnya, berdasarkan hasil evaluasi kegiatan revitalisasi pada 5 (lima)

sentra industri dan perdagangan Kota Bandung ditetapkan kembali tambahan

kawasan yaitu Sentra Tahu dan Tempe Cibuntu sebagai kawasan industri dan

perdagangan di Kota bandung yang perlu dilakukan revitalisasi, dengan

59

menetapkan kembali Keputusan Walikota Bandung Nomor : 530/Kep.295-

DISKUKM.PERINDAG/2009 Tentang Tim Revitalisasi Kawasan Sentra Industri

Sepatu Cibaduyut, Jeans Cihampelas, Kaos dan Sablon PHH. Mustopa, Rajut

Binongjati, Tekstil dan Produk Tekstil Cigondewah, Tahu dan Tempe Cibuntu.

Adapun kawasan industri dan perdagangan yang paling terlihat aktifitas

pelaksanaan revitalisasinya adalah Kawasan Sentra Industri Sepatu Cibaduyut.

Hal ini dikarenakan fasilitas infrastrukturnya seperti jalan, trotoar, drainase,

penerangan jalan yang sampai tahun 2009 sudah terlihat rusak parah serta tidak

adanya Tempat Pembuangan Sampah (TPS) yang permanen.

4.1.6 Permasalahan di Kawasan Cibaduyut

Proses revitalisasi pada kawasan Cibaduyut di mulai dari tahun 2005,

yang ditindaklanjuti dengan dikeluarkannya Surat Keputusan walikota tahun

2006 mengenai revitalisasi lima sentra industri Bandung, yang kemudian

dilakukan perubahan pada tahun 2009 menjadi tujuh sentra industri. Cibaduyut

salah satu tempat wisata dinilai tidak memenuhi kriteria daerah tujuan pariwisata

seperti yang tercantum dalam UU nomor 10 tahun 2009 tentang kepariwisataan.

Berdasarakan UU tersebut daerah tujuan pariwisata yang selanjutnya disebut

Destinasi Pariwisata adalah kawasan geografis yang berada dalam satu atau

lebih wilayah administratif yang di dalamnya terdapat daya tarik wisata, fasilitas

umum, fasilitas pariwisata, aksesibilitas, serta masyarakat yang saling terkait dan

melengkapi terwujudnya kepariwisataan.

Juga berdasarkan dari teori-teori revitalisasi kawasan Cibaduyut ini

termasuk kedalam suatu kawasan yang mengalami penurunan kondisi pelayanan

60

prasarananya (jalan, drainase sanitasi, trotoar dan persampahan) dan termasuk

kedalam kawasan hidup tapi kurang terkendali sehingga termasuk kedalam

target kawasan yang harus direvitalisasi.

Hasil pengamatan kawasan Cibaduyut sebelum revitalisasi terdapat

beberapa kendala dalam hal keadaan fasilitas dan infrastrukturnya yang tidak

aman dan nyaman untuk dikatakan sebagai suatu daerah wisata dan

industri,seperti :

a. PATUNG SEPATU, sebagai gerbang identitas bagi keberadaan Kawasan

Wisata dan Industri Sepatu Cibaduyut yang terletak di perempatan Jl.

Soekarno-Hatta, Jl. Leuwipanjang dan Jl. Cibaduyut tidak terawat dengan

baik, bahkan dijadikan sebagai tempat mangkalnya gelandangan dan

pengemis jalanan

Gambar 4.2 Kondisi Gerbang Masuk Kawasan Cibaduyut (Patung Sepatu)

Foto lokasi : tanggal 20-Nopember-2010

b. TROTOAR, sebagai lahan tempat berjalan wisatawan untuk menyusuri

pertokoan-pertokoan yang ada di Kawasan Cibadu