Yohanes Precase

  • View
    26

  • Download
    0

Embed Size (px)

DESCRIPTION

ok

Text of Yohanes Precase

Laporan Ilmu Kesehatan Jiwa Nina Amelia Gunawan (406107037)

Laporan Kasus Ilmu Kesehatan Jiwa Yohannes Sugiarto (406138107)

I. IDENTITAS PASIEN

Nama Pasien

: Tn. B.S.Tempat/ Tanggal Lahir: Jakarta, 18 Januari 1978

Umur

: 36 tahun

Jenis kelamin

: Laki Laki

Suku Bangsa

: Jawa

Warga Negara

: Indonesia

Agama

: Islam

Pendidikan Terakhir

: SMA

Pekerjaan

: Belum bekerja

Status Pernikahan

: Belum menikah

Alamat: Jl. Legoso Raya Gang H.Koweng No.54 RT/RW 07/07. Pisangan Ciputat, Tangerang Selatan, Banten.

Tanggal masuk RS: 15 Maret 2014Riwayat perawatan : Prof. DR. Dadang Hawari di Tebet 1998-2002 Dr. Sukardi 2006-2010 RSJ Marjuki Mahdi Bogor (dr. Rahmat) 2010 Pergi berobat ke alternatif sejak 1998-2014Riwayat pengobatan

: CPZ 100, 200 mg HLP 3x5 mg 2 tablet Sizaril 2x0,5 Risperidone 3x2 mg Alprazolam 3x1 mg THP 3x2 mgII . STATUS PSIKIATRI

AUTOANAMNESA dan ALLOANAMNESA

Autoanamnesa dengan pasien pada tanggal 5, 7, 9, 12, 13, 15, 16, 19 dan 20 Mei 2014, di sekitar pendopo, depan pavilion tulip, di sekitar lapangan voli.Alloanamnesa dengan perawat dan akper pada tanggal 14, 16 dan 20 Mei 2014 di pendopo dekat poli dokter.A. Keluhan utama

Pasien dirawat di RS Khusus Jiwa Dharma Graha atas permintaan keluarga dengan alasan suka marah-marah jika mendengar suara keras, memukul orang, halusinasi, paranoid, dan menarik diri dari lingkungan sekitar rumah.B. Riwayat penyakit sekarang

Autoanamnesa : Menurut keterangan pasien, ia dibawa ke RSKJ Dharma Graha atas keputusan Bapaknya karena di rumah sering marah-marah, ngamuk-ngamuk, menyendiri di dalam kamar. Pasien juga sering mendengar suara-suara orang yang membicarakan diri pasien. Suara-suara itu mengatakan kalau mereka tidak menyukai pasien, pasien disalahkan terus-menerus oleh suara-suara itu, sehingga membuat pasien merasa ketakutan. Hal ini terjadi hampir setiap hari dan membuat pasien tidak bisa tidur dengan nyenyak, karena sering mimpi buruk.

Pasien merasa banyak memiliki musuh di rumah, karena pasien sering marah-marah. Pasien juga merasa banyak orang di sekitar rumah yang menyindir pasien, bicara keras-keras, mentertawakan, dan membicarakan pasien terus-menerus. Tetapi ayah pasien berkata sebaliknya, banyak yang suka terhadap pasien. Dan menurut ayahnya, semua hal yang dirasakan oleh pasien itu hanyalah perasaan yang ada di pikiran pasien semata. Hingga saat ini pasien masih mendengar suara-suara yang menakut-nakuti dirinya, membicarakan dirinya, dan menyalahkan dirinya terus-menerus.Alloanamnesa : Menurut perawat dan akper, pasien dibawa ke RSKJ Dharma Graha oleh keluarganya, karena sering marah-marah dan ada masalah dengan temannya. Pasien pernah berpacaran sekali, kemudian putus tanpa sebab setelah 6 bulan pacaran. Setelah hal itu pasien mulai menyendiri di dalam kamar dan merasa depresi. Pasien pernah ada ide bunuh diri, tetapi hal itu tidak jadi dilakukan. Ketika awal masuk pasien menarik diri, tidak mau berbicara dengan siapa-siapa. Pasien juga jarang berkomunikasi dengan temannya, pasien tidak terbuka dengan orang lain. Selain itu pasien jg susah makan ketika awal-awal masuk. Jika makan sesuatu, makanan tersebut keluar lagi.C. Riwayat penyakit sebelumnya

1. Riwayat Penyakit Psikiatri

Autoanamnesa : Awal gejala timbul sejak tahun 1998. Saat itu pasien sedang kuliah S1 Akuntansi di Perbanas. Pasien ada masalah keluarga, yaitu ayahnya ingin menikahi wanita lain. Hal ini membebani pikiran pasien, pasien tidak setuju dengan keputusan ayahnya untuk menikah lagi. Pasien syok dan merasa down. Kuliah pasien menjadi terganggu, hal ini membuatnya menjadi tidak konsentrasi dan sering mengambil cuti sampai beberapa kali. Sampai akhirnya pasien mundur dari kuliahnya tersebut. Pasien bersama dengan ibunya pulang pergi ke Bandung untuk menyusul ayahnya, dan berusaha untuk menyelesaikan masalah ini. Akhirnya masalah ini selesai dan ayah pasien tidak jadi menikah dengan wanita lain.

Pada tahun yang sama, pasien dikenalkan seorang wanita oleh ibunya. Pasien tertarik kepada wanita tersebut, dan mulai melakukan pendekatan. Sampai akhirnya pasien pacaran. Namun itu hanya bertahan selama 6 bulan, kemudian pasien diputusin tanpa alasan yang jelas. Setelah putus pasien mulai murung, menyendiri di dalam kamar, dan mendengar suara-suara yang berbicara dengan dirinya.. Kemudian pasien dibawa pergi berobat ke psikolog di Mampang. Namun psikolog tersebut tidak sanggup mengurus pasien, sehingga dibawa berobat ke psikiater di daerah Tebet bersama ibu dan psikolog tersebut. Saat di klinik psikiater tersebut, pasien mengaku bahwa pasien keceplosan bebicara, pasien bertanya kepada dokter jika mendengar suara-suara berbisik itu gimana? Itu tandanya sakit apa? Kemudian menurut pasien tanpa bertanya-tanya lagi kepada pasien, dokter langsung menjawab bahwa pasien sakit skizofrenia dan langsung memberikan resep obat. Pasien menyangkal bahwa ia mendengar suara-suara. Pasien terus minum obat, sampai tahun 2002 baru lepas dari obat. Pada tahun 2001 pasien dan keluarga pindah ke Bandung. Pasien mengambil kuliah Akuntansi kembali di YPKP Bandung. Akan tetapi kuliahnya kembali tidak selesai (hanya 2 semester). Menurut pasien pikirannya tidak fokus ke kuliah, ia banyak pikiran, sehingga tidak bisa konsentrasi. Jadi setelah pasien keluar dari kuliah, ia bekerja membantu ayah di PT Indofood pepsi cola bagian beverage dari tahun 2002-2004. Pada tahun 2004 pasien sekeluarga kembali ke jakarta, saat itu pasien sudah tidak minum obat lagi. Menurut pasien tahun 2004 itu pasien ngamuk-ngamuk yang paling parah. Pasien menyendiri terus-menerus. Setiap hari banyak orang yang membicarakan dirinya yang jelek-jelek, orang-orang tersebut tidak suka dengan pasien. Saat itu pasien ditangani oleh dr.Dadang. Kemudian pada tahun 2006 pasien kembali kuliah di Perbanas lagi, tetapi kembali lagi pasien tidak dapat menyelesaikan kuliahnya tersebut. Lalu pasien berobat ke dr. Sukardi. Menurut pasien, dr.Sukardi berkata bahwa pasien tidak menderita skizofrenia, tetapi hanya depresi biasa. Dr. Sukardi menyarankan pasien, agar kembali kuliah lagi dan serius untuk menyelesaikannya.

Setelah itu pasien dibawa berobat ke RSJ Bogor pada tahun 2010. Pasien hanya bertahan selama 3 minggu disana, kemudian dibawa pulang kembali ke rumah. Pasien berobat jalan kepada dr.Rahmat. Pasien diberi obat yang sangat banyak oleh dr.Rahmat. Akan tetapi pasien tidak minum obat yang diberikan untuk jangka waktu yang lama. Pasien juga jarang sekali kontrol, karena harus naik angkot untuk pergi kontrol. Pasien tidak kuat panas dan lama di jalan, sehingga jarang sekali untuk ikut. Biasanya ayah pasien yang pergi mengambil obat. Kemudian ayah pasien juga yang meracik obat berdasarkan resep dari dr.Rahmat. Karena pasien sudah lama sekali tidak datang berobat ke dr.Rahmat, akhirnya ayah coba membujuk pasien agar mau pergi berobat, akhirnya pasien mau ikut pergi bersama ayah, tetapi ternyata pasien dibohongi dan dibawa ke RSKJ Dharma Graha. Pasien pernah dibawa berobat ke pengobatan alternatif (dukun, kiai). Menurut pengobatan alternatif, pasien dikerjain oleh mantan pacarnya. Pasien diguna-guna oleh orang yang disewa oleh mantan pacarnya.

2. Kondisi medis umum

Menurut pemeriksaan lab di prodia tangaal 19 Maret 2014, pasien memiliki hasil pemeriksaan kolesterol total diambang batas tinggi sebesar 215, LDL 161 (tinggi), HDL 35 (rendah), trigliserida 152 (batas tinggi). 3. Riwayat penggunaan zat psikoaktif ( NAPZA )

Menurut auto-anamnesa, pasien merupakan seorang perokok aktif hingga saat ini (2-3 batang/hari). Pasien mengaku tidak pernah mengkonsumsi minuman beralkohol.

Selain itu, menurut pengakuan pasien ia juga tidak pernah menggunakan obat-obatan, tetapi dulu pernah mencoba zat terlarang jenis ganja, yang dikonsumsinya saat ia duduk di bangku SMA. Pada saat itu ia mengkonsumsi ganja karena ikut-ikutan teman sepermainannya.Pasien mengaku kalau ia sering ke diskotik, 1x/bulan, dan hal itu dibayarin oleh teman-temannya. Pasien pernah mengadakan pesta wisky di rumahnya, ketika ayah dan ibunya sedang pergi pulang kampung. Setiap hari sebelum pergi sekolah, pasien selalu minum. Suatu ketika, pasien minum wisky dan ketika olahraga basket, pasin terpeleset dan jatuh dengan kepala mengenai lantai. Pasien mengaku akibat jatuh tersebut, tulang belakang pasien patah, tetapi pasien takut dan tidak menceritakan kepada ayah dan ibu. Hal ini dirahasiakannya dan pasien mengobati diri sendiri sampai bisa sembuh sendiri.III . RIWAYAT KEHIDUPAN PRIBADI1. Riwayat masa kecil

a. Riwayat masa prenatal dan perinatal.Pasien merupakan anak yang dikehendaki orang tuanya. Selama kehamilan ibu pasien dalam kondisi sehat, hamil cukup bulan (9 bulan), dan lahir normal.

b. Masa kanak-kanak awal (0-3 tahun).

Selama masa batita, pasien tumbuh dan berkembang sesuai dengan usianya secara normal. Tidak ada riwayat penyakit yang cukup berat. Pasien hanya pernah menderita demam tinggi kemudian dibawa ke rumah sakit oleh ibunya.c. Masa kanak-kanak pertengahan (4-11 tahun).

Pasien tumbuh dan berkembang normal sesuai dengan usianya. Perkembangan, perilaku dan kepribadiannya juga normal sesuai dengan usianya. Pasien memiliki banyak teman dan dapat bergaul secara normal. Pasien tidak pernah tinggal kelas dan selalu menempati ranking 10 besar.Pasien mempunyai masalah keluarga yaitu ayah dan ibu sering bertengkar, karena ayah adalah anak yang paling tua di keluarganya, dan diharuskan untuk membantu menyekolahkan adik-adiknya. Ibu tidak setuju, sehingga pasien sering melihat kedua orang tuanya bertengkar.d. Masa kanak-kanak akhir (pubertas-remaja).

Pasien mengaku merupakan anak