Click here to load reader

Nessye Precase

  • View
    4

  • Download
    1

Embed Size (px)

DESCRIPTION

ok

Text of Nessye Precase

I

Laporan Kasus Ilmu Kesehatan Jiwa

Septinesya Yessica Wijaya 406138098

I. IDENTITAS PASIEN

Nama Pasien: Tn. MHP

Tempat/ Tanggal Lahir: Gresik, 5 Mei 1984

Umur: 30 tahun

Jenis kelamin: Laki-laki

Suku Bangsa: Jawa

Warga Negara: Indonesia

Agama: Islam

Pendidikan Terakhir: SMA

Pekerjaan: Belum bekerja

Status Perkawinan: Belum menikah

Alamat: Jl. Kaswari HB2 No. 17 Bintaro Jaya Sektor IX Bintaro

Tanggal masuk RS: 27 Oktober 2010

Riwayat Perawatan:

28 Mei 2004 - 1 September 2004: Pasien pertama kali dirawat di RS Khusus Jiwa Dharma Graha .

27 Oktober 2010 sekarang

II . STATUS PSIKIATRI

AUTOANAMNESA dan ALLOANAMNESA

Autoanamnesa dengan pasien pada tanggal 12 Mei 2014 pada pukul 13.00 WIB, 19, 20, 21 Mei 2014 pada pukul 13.00 WIB bertempat di sekitar pendopo RS Khusus Jiwa Dharma Graha.

Alloanamnesa juga dilakukan menurut rekam medis dan informasi dari perawat tanggal 19, 20 Mei 2014 pada pukul 11.00 WIB.

A. Keluhan utama

Pasien menyatakan bahwa indikasi pasien dirawat karena mengkonsumsi alkohol, merokok, pernah memukul orang, dan personal hygiene yang buruk bahkan dia pergi ke warung depan rumah dengan tidak memakai baju, pada saat di rumah juga, dia sering telanjang.

Berdasarkan rekam medis, indikasi pasien dirawat karena marah-marah, bertengkar dengan satpam rumah, bingung, mondar-mandir, tidak bersosialisasi, personal hygiene buruk, mandi 1 kali dalam seminggu dan tidak mengganti bajunya, pasien juga curiga berlebih, bicara dan tertawa sendiri, dan memiliki gangguan tidur sekitar 8 bulan.

B. Riwayat penyakit sekarang

Autonanamnesa:

Pasien mengaku dirawat di RS Khusus Jiwa Dharma Graha karena pasien marah-marah, tidak memakai baju, celana bahkan celana dalam saat dirumah, dan dia juga pergi ke warung dekat rumah dengan tidak memakai baju sehingga membuat pembantunya melapor ke keluarga pasien kalo pasien tidak benar, mengkonsumsi alkohol 3 botol sedang perhari dan merokok 1 bungkus perhari, pernah memukul orang, dan personal hygiene yang buruk.

Pasien mengaku anak kelima dari orangtua yang berasal dari Arab Saudi, lahir di Sydney, Australia. Dan pasien saat ini masih menjadi Warga Negara Australia. Kedua orang tua pasien telah meninggal, ayah pasien meninggal sebelum pasien lahir dikarenakan ayahnya yang seorang vegetarian, kehabisan tenaga saat berhubungan suami istri dengan ibunya, dan ibunya meninggal setelah melahirkan pasien, kemudian pasien pindah ke Indonesia pada umur 6 tahun dengan alasan ingin merasakan hidup di Indonesia.

Pasien mengaku tinggal dengan orang tua angkat. Keluarga tersebut memiliki lima orang anak, dan pasien adalah anak yang kelima. Pasien mengatakan keluarga angkat tersebut tidak berasal dari sanak famili dan tidak ada hubungan keluarga, pasien tidak bisa menjelaskan secara jelas kenapa bisa mempunyai keluarga angkat, pasien hanya mengatakan terjadi begitu saja.

Pasien menjalani pendidikan di SDN 02 Menes, Pandeglang, SMP Sumbangsih, Grogol dan SMA di Keluarga Widuri, Lebak Bulus. Pasien mengatakan tidak pernah tinggal kelas. Pasien lebih suka berdiam diri di kamar untuk belajar dan tidak terlalu tertarik bergaul dengan teman-teman. Pada saat SMA, pasien tinggal di rumah di daerah Cinere yang diakuinya dibeli dari uang pemberian kakaknya selama di Australia. Pasien tinggal bersama dengan seorang pembantu rumah tangga yang bekerja di rumahnya. Pasien mengaku bahwa sekolah-sekolah tersebut adalah rekomendasi dari Bank.

Setelah itu, pasien berkuliah di Marthin College, Australia dengan jurusan Diploma 1 Teknik Informatika pada tahun 2002, lalu S1 Teknik Mesin di University Of New South Wales, kemudian pasien menyelesaikan S2 dan S3 Teknik Mesin di universitas yang sama dalam waktu 2,5 tahun (1 tahun untuk gelar sarjana, dan 1,5 tahun untuk S2 dan S3).

Pasien mengaku bahwa saat kecil dia tidak bermain bersama kakaknya, karena dari kecil dia sudah hidup sendiri, sedangkan kakak kandungnya hanya mengirim uang saja. Tetapi sekarang, pasien mengaku segala biaya hidupnya dibiayai oleh keluarga angkatnya.

Tahun 2008, pasien pindah ke Indonesia dengan alasan melakukan perawatan gigi karena merasa gigi geraham pasien habis dikikir dan menghabiskan uang sejumlah dua puluh juta rupiah. Pasien juga sempat memasang crown gigi dan menghabiskan biaya sekitar seratus juta rupiah. Pasien memilih untuk menjadi vegetarian selama beberapa minggu dan meminum air mineral dalam kemasan karena dapat membantu pemulihan giginya serta merasa lebih segar.

Setelah menyelesaikan pendidikan di Australia pasien pindah ke Indonesia dan tinggal kembali di rumahnya yang di Cinere. Pasien mengaku bahwa dia mengisi kesehariannya dengan bekerja di perusahaan kakak, sebagai programer.

Pada awalnya, pasien ingin mencoba alkohol dan rokok pada usia 27 tahun dan merasa enak, segar kemudian menjadi suatu kebiasaan setiap hari selama 9 bulan sebelum masuk RSKJ Dharma Graha. Kadang pasien juga merasa takut apabila ketahuan oleh keluarganya jika mengkonsumsi minuman beralkohol, merokok dan melihat kamarnya berantakan. Pasien juga mencurigai pembantu rumah tangganya bahwa pembantunya tersebut mengadukan kepada keluarga angkatnya tentang apa yang dilakukan pasien di rumah.

Oktober 2010, pasien mengatakan dibawa oleh keluarganya ke RS Khusus Jiwa Dharma Graha. Ketika itu pasien kaget dan merasa kesal dengan keluarganya. Pasien mengaku tidak melawan ketika ditangkap, karena merasa diberikan suntikan obat sehingga pasien menjadi lemas. Sesampainya di Rumah Sakit Dharma Graha, pasien pasrah dan menjalani perawatan yang sebagaimana dianjurkan.

Pasien menyangkal pernah dirawat sebelumnya di RSKJ Dharma Graha ( di rekam medik pasien pernah dirawat pada tahun 2004). Pasien mengatakan bahwa yang ada dicatatan medis sebelumnya adalah orang yang kebetulan bernama sama dan merupakan hasil proyeksi (pencitraan) manusia dari satelit.

Pasien merasa nyaman tinggal di rumah sakit Darma graha ini, dan pasien saat ini sedang rajin push up tiap pagi, dan berat badannya dapat turun. Menurut pasien dia merasa hidupnya lebih teratur daripada ketika pasien masih mengkonsumsi alkohol. Pasien mengatakan bahwa dia sempat berhenti minum obat, dan pada saat berhenti minum obat, yang dirasakan adalah pikirannya kosong dan ketika sudah minum obat lagi, pasien merasa normal kembali.

Pasien menyatakan bahwa setelah mendapatkan laptop lenovo yang dipesannya kepada keluarga, dia ingin mengaplikasikan kemampuan IT nya dengan menggunakan kode-kode tertentu yang hanya dia yang tahu tentang kode tersebut dalam berbagai bidang, misalnya pertanian(menghasilkan padi dalam waktu 15 hari), dalam peternakan (memotong daging sirloin, tenderloin tanpa membunuh sapi dengan menjerat, tetapi dengan menggunakan komputer untuk memotong pembuluh darahnya), mengendalikan pesawat tanpa pilot, membuat rem angin dan mengontrolnya menggunakan komputer.

Pasien mengaku mendengar suara nada tinggi berdenging, menurut pasien suara itu timbul karena makanan yang dimakannya, misal ketika makanan tersebut tidak sehat atau setelah sendawa.

Alloanamnesa :

Menurut keterangan perawat dan catatan medis, pasien dijemput kedua kali oleh petugas RS Khusus Jiwa Dharma Graha dengan keluhan emosi labil, merokok berlebihan, konsumsi alkohol 3 botol perhari, kamar ditemukan dalam keadaan berantakan, tidak dapat mengurus dirinya sendiri, curiga berlebihan kepada orang-orang disekitarnya, merasa orang disekitarnya membicarakan pasien dan tidak mempercayai pasien.

Saat masuk rumah sakit perawatan diri kurang pasien jarang mandi, masih menarik diri, pasien tidak mau keluar kamar, jika keluar kamar hanya untuk makan saja masih suka berbicara sendiri, menggunakan istilah-istilah aneh, pasien mengatakan dia dapat berbahasa planet, saat berbicara jalan cerita pasien melompat-lompat dari satu ide ke ide lainnya, pasien mengatakan ingin diet dan ingin kurus.

Pasien sekitar awal tahun 2012 mulai mengikuti aktivitas dan mulai dapat bersosialisasi walaupun masih terkesan pasif . Namun untuk saat ini pasien sudah tidak merokok sama sekali.

Obat terakhir:

Abilify (aripiprazole) 1 x 15 mg

Clorilex (clozapine) 1x50 mg

C. Riwayat penyakit sebelumnya

1. Riwayat Penyakit Psikiatri

Alloanamnesa:

Pasien sebelumnya pernah dirawat di RS Khusus Jiwa Dharma Graha sejak 28 Mei 2004 1 September 2004. Menurut rekam medis, gejala timbul sejak bulan Oktober 2003, emosi pasien tak terkendali, marah-marah s/d agresif, menampar dan menendang ibu dan kakak perempuannya, gangguan tidur selama kurang lebih delapan bulan, personal hygiene buruk dan menarik diri. Pasien pernah dibawa berobat ke dr.R, ahli neurologi di RS Fatmawati, kemudian ke dr.Y, ahli jiwa dan dirujuk ke RS Khusus Jiwa Dharma Graha tanggal 28 Mei 2004. Kemudian dengan melihat perbaikan dan kondisi pasien yang mulai stabil dan desakan dari keluarga akhirnya pasien dipulangkan pada bulan September.

Riwayat perawatan :

Pasien pertama kali dirawat di RS Khusus Jiwa Dharma Graha pada tanggal 28 Mei 2004 sampai dengan 1 September 2004.

Kemudian di rawat lagi tanggal 27 Oktober 2010 sampai sekarang.

2. Kondisi medis umum

Menurut auto-anamnesa, pasien tidak pernah mengalami kejang dan trauma kepala.

3. Riwayat penggunaan zat psikoaktif ( NAPZA )

Pasien mengaku mengenal rokok dan alkohol saat usia 27 tahun, selama ketika berada di rumah di Cinere, selama 9 bulan pasien sering mengkonsumsi rokok dan alkohol. Pasien merokok 1 bungkus setiap hari dan minum minuman beralkohol (Bir) 3 botol sedang/hari, merek alkohol yang sering di minum Heineken dan Carlsberg. Namun sekarang tidak pernah m