Click here to load reader

Rini Precase

  • View
    8

  • Download
    5

Embed Size (px)

DESCRIPTION

ok

Text of Rini Precase

rahma marini sulwana 406138128

[rahma marini sulwana 406138128]May 22, 2014

STATUS PSIKIATRII. Identitas PasienNama: Tn. MUmur: 33 tahunJenis Kelamin: Laki-lakiTempat, Tanggal, Lahir: Jakarta, 18 Oktober 1980Pendidikan: Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP)Agama: Kristen Protestan Suku/ Bangsa: Batak, IndonesiaStatus Pernikahan: Belum MenikahPekerjaan: Tidak BekerjaAlamat: Jl. Cililitan Besar RT 05/ 08 no. 05, Jakarta TimurTanggal Masuk RS: 15 Maret 2009Riwayat Perawatan: Tahun 1996 : Balai Kasih Sayang Pamardi Siwi Tahun 1999 : Rumah Sakit Ketergantungan Obat Fatmawati, panti rehabilitasi gunung salak Tahun 2000: Rumah Sakit Jiwa Grogol Tahun 2001: Rumah Sakit Khusus Jiwa Dharma Graha Serpong Tahun 2004: Wisma Siloam Bogor Tahun 2009 sekarang: Rumah Sakit Khusus Jiwa Dharma Graha

II. Riwayat PskiatriAutoanamnesa: Tanggal 5 mei 2014, pukul 13.00 14.00 00 di samping Ruang Anggrek Wanita RS Khusus Jiwa Dharma Graha Serpong Tanggal 14 mei 2014,pukul 13.00 14.00 di depan Ruang Tulip Tanggal 16 mei 2014, pukul 10.00-11.30 di depan Ruang Tulip dan pukul 13.00-14.00 di Samping Ruang Anggrek Wanita RS Khusus Jiwa Dharma Graha Serpong Tanggal 20 mei 2014, pukul 13.00-14.00 di Samping Ruang Anggrek Wanita RS Khusus Jiwa Dharma Graha Serpong

Alloanamnesa: Melalui catatan medis dan keterangan perawat

A. Keluhan Utama/Indikasi rawatAutoanamnesa : Pasien dirawat karena menggunakan dan kecanduan obat-obatan terlarang. Aloanamnesa : Pasien dirawat di RS Khusus Jiwa Dharma Graha Serpong atas permintaan keluarga, pasien dipindahkan dari wisma siloam akibat kecanduan obat-obatan terlarang. Pasien juga memiliki halusinasi, sering berbicara sendiri, sulit tidur dan memiliki emosi yang labil (suka marah-marah),

B. Riwayat Penyakit SekarangAuto-anamnesa : Pasien mengatakan ia dirawat di Rumah Sakit Khusus Jiwa Dharma Graha Serpong ini karena kecanduan obat-obatan terlarang, ia mulai menggunakan obat-obatan terlarang sejak kelas 3 SD yaitu menggunakan pil BK (nitrazepam), pada saat kelas 4 SD ia mulai mencoba ganja yang dikenalkan oleh teman sepupunya dan pernah mencoba amphetamine, valium, petidin dengan cara disuntik,pasien juga mengkonsumsi obat-obatan seperti nipam,rivotril, dll. yang paling sering ia gunakan adalah putaw, kemudian shabu, dan beberapa kali mencoba menggunakan ganja dan kokain.Ketika di SMA pasien sudah mulai keluar masuk panti rehabilitasi.ketika keluar dari rehabilitasi pasien mengaku kembali menggunakan obat-obatan terlarang,Pasien mengatakan ia ingin menjadi pengedar sehingga ia meminta uang ke ibunya, tapi tidak diberikan sehingga ia marah kemudian merusak motor,pasien juga sering marah-marah karena sering dilarang oleh ibunya, dan tidak diberikan uang,karena menggunakan narkoba dan sering marah-marah dirumah kemudian ia dimasukkan ke panti rehabilitasi, ia juga mengatakan bahwa ibunya lah yang menelpon polisi untuk menangkap dirinya.pasien pernah tertangkap polisi membawa narkoba 2 kali dan ia mengatakan sudah masuk cacatan hitam dikepolisian.ia pernah dikejar-kejar oleh seorang polisi sampai ke beberapa Negara.Pasien mengaku bahwa ia pernah membacok tangan ibunya sebanyak 3 kali, memotong tangan istrinya dan menembak kaki adiknya. Tangan ibunya yang ia bacok terputus tapi tidak berdarah dan bisa ia sambung sendiri pada saat pertama kali, begitu juga dengan tangan istrinya bisa tersambung dan kaki adiknya yang diamputasi akibat peluru kemudian disambung. Ia memotong tangan ibunya karena kesal dan marah,ia juga memotong tangan istrinya saat pertengkaran dengan ibunya, tapi yang terakhir kali ia memotong tangan ibunya pasien mengaku tidak sengaja, sedangkan menembak kaki adiknya karena ia hanya ingin mencoba pistolnya.Pasien mengaku sudah tunangan sejak SD kemudian menikah dengan Sinda Widodo adik dari artis Tamara Blezinsky, kemudian menikah dengan teman sekelas Sinda waktu SD yaitu Murer, ia memiliki anak 4 dari Sinda dan 2 anak dari Murer, namun pasien lupa dengan nama semua anaknya, pasien juga menikah dengan wanita bernama Indri dan memiliki 1 anak,ia mengatakan sebenarnya ia sudah menikah beberapa kali tapi lupa dengan siapa saja ia menikah. Pasien mengaku sudah bercerai dengan istrinya Sinda karena istrinya tersebut selingkuh dengan teman baiknya alex, ia juga menceraikan istrinya yang lain. Pasien mengaku bekerja diperusahaan milik ayahnya yang bernama PT. Bumi Mangun karsa, dimana perusahaan itu kemudian diberikan kepadanya, ia pernah membangun jalan layang semanggi, dan mengembangkan perusahaan tersebut diberbagai bidang dari hasil judi yang ia menangkan, ia juga mengatakan bekerjasama dengan wiranto dalam jual beli senjata,dan sutiyoso juga bekerja padanya. ia pernah menyelundupkan ganja ke afrika dengan tank dimana rute agar bisa ke eropa diberitahu oleh wiranto. Pasien juga mengaku memiliki cita-cita menjadi AKABRI dan masuk di AKABRI sebagai prajurit. Pasien mengaku sering melakukan perjudian sejak SD, perusahaan ayahnya tersebut juga dijadikan sebagai bahan perjudian,dari hasil berjudi ia berhasil mendapatkan hotel Indonesia, bank bukopin,sabung anjing, sabung ayam, peternakan banteng di Spanyol,PT.astra, pertamina dan pernah berjudi dengan Soeharto sehingga bisa mendapatkan beberapa aset milik Soeharto, pasien juga mengatakan ia pernah berjudi ke Eropa untuk judi pertandingan bola dengan beberapa ibu-ibu, kemudian ia memiliki gangster ditaiwan dari hasil judi dan pasien memiliki klub bola napoli.pasien juga memiliki pesawat jet, ia mengaku mendapatkan hal tersebut sejak SD.Pasien mengaku pernah ke Amerika bersama ibunya membeli rumah disana, dan ibunya tetap tinggal di Amerika sebagai perawat bersama adiknya yang paling kecil.ia melihat foto ibunya di Facebook dengan tangan yang sudah tersambung, pasien takut sekali ibunya akan mengalami kecacatan karena ia saying sekali dengan ibunya dan rindu ingin bertemu ibunyaKetika pasien pada awal masuk Rumah Sakit Khusus Jiwa Dharma Graha ia mengaku mengalami gejala halusinasi, bicara sendiri dan tertawa sendiri, suara-suara yang didengarnya mengatakan bahwa istrinya adalah ibunya sendiri, pasien juga mengalami halusinasi melihat tentara yang banyak mengatakan istrinya yang merupakan ibunya sendiri menikah dengan alex,mereka dan teman-teman pasien pergi ke surga dan ia ditinggalkan.Pasien mengaku memiliki banyak uang yang ia tabung untuk memenuhi kebutuhannya dimasa depan jika ia dalam keadaan susah. Ia mengaku semua hasil dari perusahaannya tidak bisa ia nikmati sepenuhnya karena ia berada di RSKJ Dharma Graha, ia hanya pernah menikmati uang 1 milyar yang kemudian digunakan untuk membeli ganja.Pasien merasakan perubahan sejak tinggal di RSKJ Dharma Graha selama 5 tahun, ia menjadi lebih sehat, tapi ia tidak merasa betah tinggal disana dan ingin segera pulang,ia bahkan berpikir untuk menyogok petugas RSKJ agar bisa pulang untuk mengurus perusahaannya dan bertemu dengan ibunya.ia juga mengatakan akan meneruskan menjual sembako, dan tidak menggunakan obat-obatan terlarang lagi.Pasien memberitahukan bahwa sekarang ini pengobatan yang diberikan ada 5 macam obat yaitu Serequel,Haloperidol,Heximer,Clobazam, clozaril dan pasien merasa tidak sakit.AloanamnesaMenurut data dari rekam medis yang didapatkan dari keluarga, penyebab pasien dimasukkan ke Rumah Sakit Khusus Jiwa Dharmagraha karena pasien mengalami halusinasi,berbicara sendiri, susah tidur dan emosi labil. Pasien sudah mengkonsumsi obat-obatan terlarang sejak kelas 5 SD,kemudian pada tahun 2001 mulai mengalami halusinasi, bicara sendiri dan bicara kacau,emosi labil, susah tidur, dan marah-marah ketika kemauan tidak di penuhi, sejak tahun 2002-2009 dirawat di wisma siloam tetapi karena keluarga merasa tidak ada perbaikan,pasien kemudian dipindah ke Rumah Sakit Khusus Jiwa Dharmagraha. Pasien belum pernah menikah, tidak pernah bekerja, dan hanya menamatkan pendidikan sampai di bangku SLTP.Berdasarkan keterangan perawat, pasien pertama kali masuk dijemput oleh perawat dan petugas RSKJ Dharmagraha dari wisma siloam atas permintaan keluarga dikarenakan tidak ada perbaikan selama perawatan disana. Pada saat awal di rawat di RSKJ Dharmagraha pasien sering menyendiri, halusinasi, waham kebesaran, sering marah-marah dan tidak mau mengikuti kegiatan, tapi dalam beberapa tahun terakhir terjadi perbaikan, pasien sudah mau mengikuti kegiatan,bersosialisasi dengan pasien lain , petugas dan perawat dan dokter,sudah tidak ada halusinasi namun wahamnya menetap, pasien sering melamun dengan tatapan kosong, tapi kooperatif jika diajak berbicara. Pasien juga masih jarang mandi dan pakaian tidak diganti. Untuk pengobatan masih terus dilanjutkan sampai sekarang dengan 5 macam obat yaitu : Seroquel ( quetiapine) 1x 300 mg Hexymer (trihexyphenidyl hydrochloride) 2 x 2 mg HLP (haloperidol) 2x5 mg Clobazam 2x mg Clozaril (clozapine) 1x 25 mg

C. Riwayat Penyakit Sebelumnya1. Riwayat Pskiatri : Tahun 1996: Pasien dirawat inap di Balai Kasih Sayang Pamardi Siwi namun selama 10 bulan,pasien mengaku dirawat akibat pertengkaran dengan ibunya karena keinginannya menjadi Bandar putaw,ditempat tersebut pasien memakai dan setelah keluar pasien menggunakan obat-obatan kembali. Tahun 1999: pasien dirawat jalan di Rumah Sakit Ketergantungan Obat Fatmawati karena kecanduan obat-obatan terlarang atas kemauan sendiri untuk berhenti menggunakan obat-obatan tersebut tapi tidak ada perbaikan. Tahun 1999 :pasien masuk panti rehabilitasi gunung salak selama 2 bulan Tahun 2000: Rumah Sakit Jiwa Grogol Tahun 2001: Pasien dirawat inap di Rumah Sakit Khusus Jiwa Dharma Graha Serpong karena kembali menggunakan obat-obatan terlarang dan mengalami kecanduan dengan obat-obatan terlarang tersebut. Tahun 2005: Wisma Siloam Bogor pasien dirawat inap namun tidak ada perbaikan bermakna. Tahun 2009 sekarang: Pasien dipindahkan ke Rumah Sakit Khusus Jiwa Dharma Graha Serpong Pasien dirawat karena suka marah-marah, susah tidur, dan suka berbicara sendiri.

2. Riwayat