Sistem Saraf Pusat Dan Sistem Saraf Tepi

Embed Size (px)

Text of Sistem Saraf Pusat Dan Sistem Saraf Tepi

Sistem Saraf Pusat dan Sistem Saraf Tepi Thursday, May 21, 2009 7:21 PM SISTEM SARAF PUSAT

Sistem Saraf Pusat A.OTAK (BRAIN) Otak terletak di dalam rongga kepala yang terlindung oleh tulang tengkorak (cranium), selaput otak (meninges) dan cairan serebrospinal. Otak dilindungi 3 lapisan selaput meninges. Ketiga lapisan tersebut dari luar ke dalam adalah durameter, arakhnoid dan piameter. Otak dibagi menjadi enam bagian utama, yaitu: a)Otak besar (serebrum) Serebrum terdiri atas dua belahan (hemisfer). Setiap hemisfer terdiri atas empat lobus, yaitu: lobus frontalis (pengendali gerakan otot rangka dan tempat terjadinya proses intelektual tingkat tinggi); lobus okspitalis (pusat penglihatan); lobus temporalis (pusat pendengar dan pembau); lobus parietalis (pusat sentuhan, perubahan suhu, perasa, tekanan, getaran dan rasa sakit).

Sumber: http://www.scientificpsychic.com/workbook/brain.jpg Otak besar berfungsi dalam pengaturan semua aktifitas mental yaitu yang berkaitan dengan kepandaian (intelegensi), ingatan (memori), kesadaran dan pertimbangan. Otak besar merupakan sumber dari semua kegiatan/gerakan sadar atau sesuai dengan kehendak. b)Otak kecil (serebelum) Serebelum terletak tepat di bawah bagian posterior otak besar. Serebelum merupakan pusat keseimbangan gerak, koordinasi gerak otot, serta posisi tubuh. Tepat di bagian bawah serebelum terdapat jembatan Varol. c)Otak depan (diensefalon) Otak depan terdiri atas talamus dan hipotalamus. Talamus berfungsi sebagai pusat interpretasi beberapa impuls sensoris, seperti rasa sakit, suhu, cahaya dan tekanan. Hipotalamus berperan pengaturan suhu tubuh, pengaturan agar tetap sadar dan penumbuhan sikap agresif. d)Otak tengah (mesensefalon)

Bagian terbesar otak tengah adalah lobus optikus yang berhubungan dengan gerak refleks mata. Selain itu otak tengah juga berfungsi mengontrol gerakan, kedudukan tubuh dan kesadaran. e)Jembatan Varol (Pons Varolii) Pons Varolii berfungsi menghantarkan impuls otot-otot bagian kiri dan kanan tubuh. Pons Varolii ini juga berfungsi menghubungkan otak besar dengan otak kecil. f)Medulla oblongata Medulla oblongata merupakan lanjutan otak yang menghubungkan otak dengan sumsum tulang belakang. Medulla oblongata berfungsi mengatur denyut jantung, pelebaran dan penyempitan pembuluh darah, gerak menelan, bersin, bersendawa, batuk, muntah dan pusat pernapasan. B. SUMSUM TULANG BELAKANG (MEDULLA SPINALIS) - Terletak memanjang dalam rongga tulang belakang. - Berperan dalam pengaturan gerak refleks. - Bagian luar berwarna putih disebut substansi alba. - Bagian dalam berwarna kelabu disebut substansi grissea - Pada bagian dalamdibedakan menjadi akar ventral dan akar dorsal. - Saraf ventral yaitu bagian yang mengarah ke perut, mengandung badan neuron motorik, dan aksonnya menuju efektor. - Sayap dorsal yaitu bagian yang mengarah ke punggung dan mengandung badan neuron sensorik.

SISTEM SARAF TEPI

- Aferen: membawa impuls dari reseptor menuju saraf pusat - Eferen: membawa impuls dari saraf pusat ke efektor - Somatik: mengatur kontraksi otot rangka - Otonom: mengatur kontraksi otot polos, otot jantung dan sekresi kelenjar Sistem saraf otonom dibedakan menjadi: Saraf simpatik: berfungsi mempercepat kerja organ-organ tubuh Saraf parasimpatik: Saraf parasimpatik berfungsi menghambat kerja organ-organ tubuh.

SISTEM SYARAF29 04 2007

PENDAHULUAN Sistem saraf tersusun oleh berjuta-juta sel saraf yang mempunyai bentuk bervariasi. Sistern ini meliputi sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi. Dalam kegiatannya, saraf mempunyai hubungan kerja seperti mata rantai (berurutan) antara reseptor dan efektor. Reseptor adalah satu atau sekelompok sel saraf dan sel lainnya yang berfungsi mengenali rangsangan tertentu yang berasal dari luar atau dari dalam tubuh. Efektor adalah sel atau organ yang menghasilkan tanggapan terhadap rangsangan. Contohnya otot dan kelenjar. Sistem saraf terdiri dari jutaan sel saraf (neuron). Fungsi sel saraf adalah mengirimkan pesan (impuls) yang berupa rangsang atau tanggapan. Setiap neuron terdiri dari satu badan sel yang di dalamnya terdapat sitoplasma dan inti sel. Dari badan sel keluar dua macam serabut saraf, yaitu dendrit dan akson (neurit). Setiap neuron hanya mempunyai satu akson dan minimal satu dendrit. Kedua serabut saraf ini berisi plasma sel. Pada bagian luar akson terdapat lapisan lemak disebut mielin yang merupakan kumpulan sel Schwann yang menempel pada akson. Sel Schwann adalah sel glia yang membentuk selubung lemak di seluruh serabut saraf mielin. Membran plasma sel Schwann disebut neurilemma. Fungsi mielin adalah melindungi akson dan memberi nutrisi. Bagian dari akson yang tidak terbungkus mielin disebut nodus Ranvier, yang berfungsi mempercepat penghantaran impuls. Sistem saraf tersusun dari berjuta-juta sel saraf. Berdasarkan struktur dan fungsinya, sel saraf dapat dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu sel saraf sensori, sel saraf motor, dan sel saraf intermediet (asosiasi). Sel saraf sensori Fungsi sel saraf sensori adalah menghantar impuls dari reseptor ke sistem saraf pusat, yaitu otak (ensefalon) dan sumsum belakang (medula spinalis). Ujung akson dari saraf sensori berhubungan dengan saraf asosiasi (intermediet). Sel saraf motor Fungsi sel saraf motor adalah mengirim impuls dari sistem saraf pusat ke otot atau kelenjar yang hasilnya berupa tanggapan tubuh terhadap rangsangan. Badan sel saraf motor berada di sistem saraf pusat. Dendritnya sangat pendek berhubungan dengan akson saraf asosiasi, sedangkan aksonnya dapat sangat panjang. Sel saraf intermediet Sel saraf intermediet disebut juga sel saraf asosiasi. Sel ini dapat ditemukan di dalam sistem saraf pusat dan berfungsi menghubungkan sel saraf motor dengan sel saraf sensori atau berhubungan dengan sel saraf lainnya yang ada di dalam sistem saraf pusat. Sel saraf intermediet menerima impuls dari reseptor sensori atau sel saraf asosiasi lainnya. Kelompok-kelompok serabut saraf, akson dan dendrit bergabung dalam satu selubung

dan membentuk urat saraf. Sedangkan badan sel saraf berkumpul membentuk ganglion atau simpul saraf. PEMBAHASAN System saraf pada Amphibi berdasarkan topografinya dibedakan menjadi system saraf pusat dan system saraf tepi. Sistem saraf pusat Sistem saraf pusat meliputi otak (ensefalon) dan sumsum tulang belakang (Medula spinalis). Keduanya merupakan organ yang sangat lunak, dengan fungsi yang sangat penting maka perlu perlindungan. Otak dan medulla spinalis pada amphibi,selain dilindungi oleh tengkorak dan ruas-ruas tulang belakang, juga dilindungi oleh 2 lapisan selaput meninges. Dua lapisan meninges pada amphibi dari luar ke dalam adalah duramatar (yang berupa jaringan ikat) dan piaarakniod yang vascular. Di antara dua lapisan tersebut terdapat spatium subdurale. Bila membran ini terkena infeksi maka akan terjadi radang yang disebut meningitis. Otak dan sumsum tulang belakang mempunyai 3 materi esensial yaitu: 1. badan sel yang membentuk bagian materi kelabu (substansi grissea) 2. serabut saraf yang membentuk bagian materi putih (substansi alba) 3. sel-sel neuroglia, yaitu jaringan ikat yang terletak di antara sel-sel saraf di dalam sistem saraf pusat Walaupun otak dan sumsum tulang belakang mempunyai materi sama tetapi susunannya berbeda. Pada otak, materi kelabu terletak di bagian luar atau kulitnya (korteks) dan bagian putih terletak di tengah. Pada sumsum tulang belakang bagian tengah berupa materi kelabu berbentuk kupu-kupu, sedangkan bagian korteks berupa materi putih. Pada otak amphibi terdapat bagian-bagian a. Lobus olfaktorius Lobus olfaktorius pada amphibi memiliki trunckus bulbus olfaktorius. Lobus ini tidak terlalu berkembang. Oleh karenanya berbentuk relative kecil dan merupakan penonjolan dari bagian yang disebut hemisperium serebri. Kurang berkembangnya lobus olfaktorius yang berperan sebagai pusat pembau pada amphibi, berhubungan dengan cara hidupnya yang tidak terlalu banyak membutuhkan peran dari lobus olfaktorius sebagai pusat pembau. b. Otak besar (serebrum) Otak besar merupakan sumber dari semua kegiatan atau gerakan sadar atau sesuai dengan kehendak, walaupun ada juga beberapa gerakan refleks otak. Pada bagian korteks serebrum yang berwarna kelabu terdapat bagian penerima rangsang (area sensor) yang terletak di sebelah belakang area motor yang berfungsi mengatur gerakan sadar atau merespon rangsangan. Selain itu terdapat area asosiasi yang menghubungkan area motor dan sensorik. Serebrum pada amphibi terdiri atas sepasang hemispermiun serebri. Pada serebrum memungkinkan terjadinya aktivitas-aktivitas yang kompleks, misalnya pembiakan dan macam-macam gerak. c. Otak tengah (mesensefalon) Otak tengah terletak di depan otak kecil. Di depan otak tengah terdapat talamus dan kelenjar hipofisis. Thalamus amphibi terletak di bagian dorsal otak dan merupakan jembatan antara serebrum dan mesenshefalon. Sedangkan kelenjar hipofisis terletak pada

bagian ventral otak yang berfungsi mengatur kerja kelenjar-kelenjar endokrin. Oleh karenanya dikatakan sebagi Master of Glands. Pada bagian atas (dorsal) otak tengah juga terdapat lobus optikus dan sepasang nervus optikus yang saling bersilangan. Pertemuan atau persilangan antara dua nervus optikus disebut sebagai chiasma. Lobus ini merupakan pusat penglihat, karena semua nervus optikus bermuara pada lobus ini. Stimulus yang berupa cahaya dan diterima oleh mata sebagai reseptor diubah menjadi impuls dan disalurkan ke nervus optikus yang akhirnya diterjemahkan pada lobus optikus, sehingga timbul sensasi penglihatan. Lobus ini juga berfungsi mengatur refleks mata seperti penyempitan pupil mata, dan juga merupakan pusat pendengaran. Lobus optikus pada amphibi lebih berkembang daripada lobus olfaktorius. Hal ini karena amphibi, contohnya katak merupakan hewan lokturnal. Hewan-hewan lokturnal lebih banyak melakukan aktivitas pada malam hari, sehingga lobus optikus lebih dibutuhkan oleh amphibi. Selain itu, pada bagian dorsal otak teng