Penyakit Gangguan Saraf Tepi

  • View
    37

  • Download
    1

Embed Size (px)

DESCRIPTION

blok 3.1

Text of Penyakit Gangguan Saraf Tepi

Penyakit-Penyakit Gangguan Saraf Tepi

Penyakit-Penyakit Gangguan Saraf TepiYuliarni SyafritaBagian Neurologi FK-UnandRS. DR. M. Djamil Padang41ARSIP CARDIO MINGGU 3 BLOK 3.1

PendahuluanLesi UMN > 90% sembuhKira kira 3 5% berkembang jadi Chronik Inflamatory Demyelinating Polyneuropathy (CIDP)

19ARSIP CARDIO MINGGU 3 BLOK 3.1Pemeriksaan PenunjangLaboratorium :darah dan urin, normalLP : sel normal, protein tinggi (disosiasi sitoalbuminik)EMG dan KHS

20ARSIP CARDIO MINGGU 3 BLOK 3.1Diagnostics.Laboratorium.

Lumbal Punksi. Cairan Cerebrospinal

Gangguan konduksi saraf.

Electromyography.

DiagnosisParalisis flakcid, simetris, ascendenGejala motorik lebih berat dari sensorikLP : disosiasi sitoalbuminik (ditemukan setelah lebih dari 96 jam)EMG/KHS

22ARSIP CARDIO MINGGU 3 BLOK 3.1TatalaksanaBegitu SGB dicurigai, dianjurkan untuk dirawat.

Plasmapheresis.

Pelihara fungsi anggota gerak, selama penyembuhan sistem saraf(cegah kontraktur dan disuse atropi)

Terapi :Awasi fungsi pernafasanPlasmaferesis atau IVIG(0,4g/kgBB selama 5 hari)SteroidNeurotropikFisioterapi24ARSIP CARDIO MINGGU 3 BLOK 3.1Intervensi Perawatan.Monitoring ketat fungsi nafasGizi. Pemberian obat2an. Cegah komplikasi : Kontraktur, dekubitus, Gangguan ROM(Range of Movement). Fisioterapi sedini mungkin. Mencegah kontraktur.Variant Guillan BarreMiller Fisher Syndrome ( 5%)Ataxia (gait and Trunk)Ophtalmoplegia (sering mengenai n. abduscen, oculomotor dan trochlearis )ArefleksMotorik biasanya tidak terkenaPerbaikan berlangsung dalam beberapa minggu sampai bulan.

SPASMOFILIADefinisi :Suatu kondisi dimana saraf motorik memperlihatkan sensitivitas yang tidak normal, baik terhadap rangsangan mekanik maupun listrik, sehingga otot cenderung spasme, tetani ataupun kejang.Spasmofilia / Tetani latenOtot mudah kejang / terangsanglesu, lelah, kesemutan, kram otot, nyeri kepala, emosi labilKolik, kadang-kadang sampai kejang

Pemeriksaan :Cvhostec sign : + 1 : bibir sesisi berkontraksi+ 2 : ujung hidung turut berkontraksi+ 3 : otot muka sesisi turut berkontraksi 28ARSIP CARDIO MINGGU 3 BLOK 3.1Reflek Weiss + : Ketok sudut lateral orbita maka M. orbikularis okuli akan mengerutTrousseau sign + : penekanan arteri brakhialis dengan manset timbul obstetrical hand

Patogenesis :Saraf mudah terangsang bila kadar Ca++, Mg++, H+ menurun atau kadar K+, Na+ dan OH- meningkatTerapi : preparat Ca + obat penenang29ARSIP CARDIO MINGGU 3 BLOK 3.1Paresis Nervus VII Perifer Bila penyebab tidak diketahui disebut Bells palsyTiba-tiba, unilateral, semua usia, pria = wanitaPatogenesis :Penekanan pada saraf (N.VII) atau pembuluh darah di kanalis fasialis udema saraf terjepit

30ARSIP CARDIO MINGGU 3 BLOK 3.1Kelemahan otot wajah tipe periferidiopathicKerusakan diluar SSPTanpa disertai oleh kelumpuhan /gangguan nn cranial yang lain.

Bells Palsy:

Etiologi dan pathologi

Penyebabnya tidak jelas Terpapar dg suhu dingin Infeksi virusedema degenerasi.

Etiology

pathology

EpidemiologiMengenai hampir 40,000 orang Amerika tiap tahunnyaMengenai laki laki = perempuanMengenai semua umurSebagian besar mengenai usia setelah 15 tahun dan sebelum 60 tahunLebih sering pada :Wanita hamilPenderita DMPenderita infeksi tr respiratorius atas.

33ARSIP CARDIO MINGGU 3 BLOK 3.1Gejala Klinis :Tergantung tempat lesiWajah atau mulut mencong, nyeri mastoid, alis mata turun / tidak bisa diangkat, lagoftalmus, kerut dahi (-), lipatan nasolabialis datarLesi proksimal korda timpani : gangguan rasa kecapLesi cabang N. stapedius : hiperakusis34ARSIP CARDIO MINGGU 3 BLOK 3.1

Diagnosis

Didasari pada onset yang akut dan paresis N VII perifer. Harus dibedakan dari paresis N VII karena penyebab yang lain.Harus dibedakan dari kerusakan tipe UMN.

Prognosis

Biasanya membaik dengna sempurna dalam beberapa minggu atau dalam 1 2 bulan.

Tapi bila perburukan klinis masih terus bertambah setelah 10 hari (onset) maka prognosis lebih jelek.Terapi :Prednison 4 x 20 mg (kuur) diturunkan tiap 3 hariNeurotropic AntiviralTetes mata selulosaFisioterapiPrognosis : 75-80% sembuh sempurna39ARSIP CARDIO MINGGU 3 BLOK 3.1KesimpulanGambaran utama Bells Palsy adalah:Semua umur, disepanjang waktu.UnilateralAkut Paresis fasialis perifer idiopatic

Bells phenomenonPoliomyeitis (Poliomielitis Anterior Akut) Penyakit sistemik akut disebabkan oleh : virus poliodapat merusak sel motorik di :Kornu anterior medula spinalisBatang otakArea motorik kortek serebri (jarang)Sangat menular (oral-fecal), inkubasi 4-17hari, bisa sampai 5 mingguterutama daerah sanitasi jelek41ARSIP CARDIO MINGGU 3 BLOK 3.1PatogenesisSaluran oropharing multiplikasi virus dijaringan limfoid tonsil atau pada Tr. Intestinal (plakpeyeri) masuk kedarah (viremia) bisa mencapai sistem saraf42ARSIP CARDIO MINGGU 3 BLOK 3.1Gambaran KlinisSubklinik (+ 95%) tanpa gejala kadang-kadang hanya demam, malaise, nausea, diare / muntahAseptik meningitis : nyeri kepala, tanda rangsangan meningeal, kelainan LCS (+)Tipe paralitik :Tipe spinal : terjadi kelemahan pada tungkai, nyeri otot, asimetrik, cepat terjadi atrofiTipe bulber : menimbulkan kelemahan otot muka, faring, laring, lidahTipe spinobulber : gabungan spinal dan bulber 43ARSIP CARDIO MINGGU 3 BLOK 3.1Pengobatan :Bedrest pada fase akut, cegah kontrakturMedika mentosa : analgetik + sedatifFisioterapiPencegahan :Vaksin anti polioIsolasi penderita44ARSIP CARDIO MINGGU 3 BLOK 3.1