Click here to load reader

sistem pakar penyakit jeruk

  • View
    175

  • Download
    43

Embed Size (px)

DESCRIPTION

contoh sistem pakar . studi kasus penyakit pada tanaman jeruk

Text of sistem pakar penyakit jeruk

SISTEM PAKAR UNTUK MENDIAGNOSIS HAMA DAN PENYAKIT PADA TANAMAN JERUK MENGGUNAKAN METODE BACKWARD CHAINING

Oleh :1. Apriyanto Arkiang

(1006082003)

2. Arisal Peter

(0806083202)

3. Happy M H Kurniasih(1006081044)

4. Novi J. Pena

(0806083233)Jurusan Ilmu Komputer

Fakultas Sains Dan Teknik

Universitas Nusa Cendana

Kupang

2013KATA PENGANTARPuji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas kasih dan rahmat-Nyalah kami dapat menyelesaikan Laporan Sistem Pakar mengenai Sistem Pakar Untuk Mendiagnosis Hama Dan Penyakit Pada Tanaman Jeruk Menggunakan Metode Forward Chaining. Laporan ini dibuat sebagai syarat tugas mahasiswa Ilmu Komputer pada mata kuliah Sistem Pakar semester VI (enam) tahun 2013. Diharapkan melalui laporan ini, kami sebagai mahasiswa Ilmu Komputer dapat memahami mengenal cara kerja forward chaining dalam implementasi sistem pakar mendiagnosa penyakit / hama pada jeruk.Laporan ini masih jauh dari sempurna, oleh sebab itu kami mohon maaf apabila terdapat kesalahan dalam laporan ini baik dari segi penulisan ataupun dalam segi lainnya. Terima Kasih.Kupang, Mei 2013

Penulis,DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR

1

DAFTAR ISI

2

ABSTRAK

5BAB 1PENDAHULUAN

6

1.1 Latar Belakang

6

1.2 Rumusan Masalah

7

1.3 Batasan Masalah

7

1.4 Tujuan Penelitian

7

BAB 2LANDASAN TEORI

8

2.1 Kecerdasan Buatan

8

2.2 Sistem Pakar

8

2.3 Runut Maju

9

2.4 Jeruk

11

2.5 Hama dan Penyakit Pada Jeruk

11

2.6 Gambaran Umum Perangkat Lunak

16BAB 3METODOLOGI PENELITIAN

19

3.1 Objek Penelitian

19

3.2 Teknik Pengumpulan Data

19

3.3 Tahapan Penelitian

20BAB 4ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM

22

4.1 Analisis Sistem

22

4.2 Perancangan Mesin Inferensi

23

4.3 Perancangan Basis Data

24

4.4 Gejala-gejala pada Hama dan Penyakit Jeruk

28

4.5 Rancangan Antarmuka

30BAB 5IMPLEMENTASI DAN PEMBAHASAN

37

5.1 Aturan Premis pada Hama dan Penyakit Jeruk

37

5.2 Hubungan Antara gejala-gejala dengan Hama dan Penyakit

39

5.3 Daftar gejala-gejala pada Hama dan Penyakit

41

5.4 Diagram State Gejala-gejala pada Hama dan Penyakit Jeruk

42

5.5 Implementasi Sistem

43

5.6 Implementasi Program

43

5.7 Struktur Tabel

53

5.8 Tabel Aturan Premis

55

BAB 6 PENUTUP

63

6.1 Kesimpulan

63

6.2 Saran

64

DAFTAR PUSTAKA

65

ABSTRAKPerkembangan teknologi komputer yang begitu cepat dan mampu membantu manusia dalam berbagai hal, tak terkecuali dalam mendiagnosa penyakit. Sistem pakar adalah sistem berbasis komputer yang menggunakan pengetahuan, fakta, dan teknik penalaran dalam memecahkan masalah yang biasanya hanya dapat dipecahkan oleh seorang pakar dalam bidang tersebu. Maka dari itu kami berinisiatif untuk membuat tugas akhir tentang Sistem Pakar Untuk Mendiagnosis Hama dan Penyakit Pada Tanaman Jeruk Menggunakan Metode Forward Chaining. Sistem ini dapat memberikan diagnosis awal penyakit jeruk berdasarkan gejala dan intensitas gejala-gejala yang terlihat dari luar dan diinput oleh user, tanpa harus bertanya langsung ke pakar. Sistem ini dibuat dengan berbasis desktop. Aplikasi dibuat dengan bahasa pemrograman VB.net. Kata Kunci : Sistem Pakar, Hama Jeruk, Penyakit Jeruk, Metode Forward Chaining, VB.net BAB 1PENDAHULUAN1.1 Latar Belakang

Jeruk merupakan komoditas buah-buahan yang mempunyai nilai ekonomi penting dan nilai kesehatan yang berarti karena mengandung nilai gizi yang tinggi (Vitamin C dan vitamin A). Buah jeruk dapat dikonsumsi langsung sebagai buah segar atau juice dan dapat pula diolah menjadi sirup. Buah jeruk merupakan sumber vitamin C yang berguna untuk kesehatan manusia. Kandungan vitamin C sangat beragam antarvarietas, berkisar antara 27-49 mg/100 g daging buah. Makin tua buah jeruk, biasanya makin berkurang kandungn vitamin C-nya, tetapi semakin manis rasanya. Varietas jeruk sangat banyak, masing-masing jenis mempunyai karakteristik yang berbeda.

Jeruk merupakan salah satu komoditas unggulan yang dibudidayakan masyarakat petani di berbagai wilayah Indonesia sebagai penunjang perekonomian rumah tangga mereka. Sebagian besar kebun jeruk di berbaga wilayah Indonesia diserang berbagai jenis hama dan penyakit sehingga mengakibatkan produktivitas dari tanaman jeruk tersebut menurun. Serangan hama tersebar di berbagai wilayah Indonesia, akibat serangan hama ini ribuan ton buah jeruk busuk dan gugur ke tanah, sehingga membuat para petani mengalami kerugian yang cukup besar.

Dewasa ini kebutuhan penggunaan teknologi informasi dalam semua bidang semakin meningkat, terutama pada bidang Ilmu Komputer. Salah satunya adalah penggunaan komputer sebagai sistem pakar. Dimana sistem ini juga dapat digunakan dalam bidang pertanian yaitu untuk mendiagnosis jenis hama dan penyakit yang menyerang tanaman jeruk.

Kemampuan sistem pakar dalam mentransformasikan pengetahuan seorang pakar ke dalam sebuah sistem diperoleh dengan implementasi suatu teknik dan akan ditentukan oleh kinerja teknik tersebut. Terdapat sejumlah teknik yang dapat diimplementasikan pada suatu sistem pakar, salah satunya adalah dengan metode Forward Chining.

Tidak semua permasalahan yang terjadi di bidang pertanian dapat ditangani secara praktis oleh petani. Dibutuhkan pengetahuan khusus dari seorang pakar dalam menanganinya. Namun sering kali ketika permasalahan tersebut terjadi, pakar tidak selalu tersedia. Dalam hal inilah sistem pakar ada untuk membantu membuat solusi secara komputasi tanpa hadirnya pakar manusia. 1.2 Rumusan Masalah Permasalahan yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah bagaimana cara mendiagnosis hama dan penyakit pada tanaman jeruk di wilayah Indonesia dengan metode Forward Chining. 1.3 Batasan Masalah

Ruang lingkup penelitian ini dibatasi pada: 1. Algoritma yang digunakan dalam proses pencarian solusinya adalah metode forward chining. 2. Pengembangan aplikasi dilakukan dengan menggunakan bahasa pemrograman Visual Basic.Net. 3. Aplikasi hanya membahas hama dan penyakit pada jeruk beserta penanggulangannya, kemudian penambahan, pengubahan, penghapusan jenis hama dan penyakit, dan penambahan data gejala, kemudian juga penambahan serta pengahpusan gejala-gejala dalam hama dan penyakit jeruk4. Pada aplikasi, setiap penyakit bisa memiliki maksimum 20 gejala5. Semua hama dan penyakit menggunakan gerbang logika and, sehingga semua gejala pada hama / penyakit harus terpenuhi1.4 Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah merancang sistem pakar yang dapat membantu petani jeruk atau pengguna lainnya dalam mendiagnosis penyakit pada jeruk tanpa memerlukan seorang pakar.BAB 2LANDASAN TEORI 2.1 Kecerdasan Buatan

Kecerdasan buatan (artificial intelligent) adalah salah satu bidang ilmu komputer yang mendayagunakan komputer sehingga dapat berprilaku seperti manusia. Ilmu komputer tersebut mengembangkan perangkat lunak dan perangkat keras untuk menirukan tindakan manusia. Aktifitas manusia yang ditirukan seperti penalaran, penglihatan, pembelajaran, pemecahan masalah, pemahaman bahasa alami dan sebagainya. Rich dan knight mendefenisikan kecerdasan buatan sebagai sebuah studi tentang bagaimana membuat komputer melakukan hal-hal yang pada saat ini dapat dilakukan lebih baik oleh manusia (Kusrini, 2006). Kecerdasan bautan merupakan bagian dari ilmu pengetahuan komputer yang khusus ditunjukkan dalamperancangan otomatisasi tingkah lakuk cerdas dalam sistem kecerdasan komputer. Sistem memperlihatkan sifat-sifat khas yang dihubungkan dengan kecerdasan dalam kelakuan atau tindak tanduk yang sepenuhnya bisa menirukan beberapa fungsi otak manusia, seperti pengertian bahasa, pengetahuan, pemikiran, pemecahan masalah dan lain sebagainya (Kristanto, 2004). Kecerdasan buatan berbeda dengan kecerdasan konvensional. Pemrograman konvensional berbasis pada algoritma yang mendefinisikan setiap langkah dalam penyelesaian masalah. Pemrograman konvensional dapat menggunakan rumus matematika atau prosedur sekuensial untuk menghasilkan solusi. Lain halnya dengan pemrograman dalam kecerdasan buatan yang berbasis pada representasi simbol dan manipulasi. Dalam kecerdasan buatan, sebuah simbol dapat berupa kalimat, kata, atau angka yang digunakan untuk merepresentasikan objek, proses, dan hubungannya. Objek dapat berupa manusia, benda, ide, konsep, kegiatan, atau pernyataan dari suatu fakta (Kusrini, 2006). Proses digunakan untuk memanipulasi simbol untuk menghasilkan saran atau pemecahan masalah. Selain itu kecerdasan buatan dapat melakukan penalaran terhadap data yang tidak lengkap. Hal ini sangat mustahil dilakukan oleh pemrograman konvensional. Kemampuan penalaran dan penjelasan terhadap setiap langkah dalam pengambilan keputusan menjadi kelebihan dari kecerdasan buatan. Ada tiga tujuan kecerdasan buatan, yaitu: membuat komputer lebih cerdas, mengerti tentang kecerdasan dan membuat mesin lebih berguna.

2.2 Sistem Pakar

Sistem pakar adalah sistem berbasis komputer yang menggunakan pengetahuan, fakta, dan teknik penalaran dalam memecahkan masalah yang biasanya hanya dapat dipecahkan oleh seorang pakar dalam bidang tersebut (Kusrini, 2006). Pemecahan masalah-masalah yang komplek biasanya hanya dapat dilakukan oleh sejumlah orang yang sangat terlatih, yaitu pakar. Dengan penerapan teknik kederdasan buatan, sistem pakar menirukan apa yang dikerjakan oleh seorang pakar ketika mengatasi permasalahan yang rumit, berdasarkan pengetahuan yang dimiliki (Hartati, 2008).2.3. Runut Maju (Forward Chaining)

Runut maju berarti menggunakan himpunan aturan kondisi-aksi. Dalam metode ini, data digunakan untuk menentukan aturan mana yang akan dijalankan, kemudian aturan tersebut dijalankan. Mungkin proses menambahkan data ke memori kerja. Proses diulang sampai ditemukan suatu hasil. Metode inferensi runut maju cocok digunakan untuk menangani masalah pengendalian (controlling) dan peramalan (prognosis) (Kusrini, 2006).

Untuk mempermudah pemahaman mengenai metode ini, akan diberikan ilustrasi kasus pembuatan sistem pakar sebagai berikut (Kusrini, 2008):

Aturan 9:

Jika Premis 1

Dan Premis 2

Dan Premis 3

Maka Konklusi 1 Aturan 10:

Jika Premis 1

Dan Premis 3

Dan Premis 4

Maka Konklusi 2 Aturan 11:

Jika Premis 2

Dan Premis 3

Dan Premis 5

Maka Konklusi 3

Jika aturan ini digambarkan sebagai sebuah graph yang memetakan antara premis-premis dan konklusi maka tampak seperti gambar dibawah ini:

Penelusuran maju pada kasus ini adalah untuk mengetahui apakah suatu fakta yang dialami oleh pengguna itu termasuk konklusi 1, konklusi 2, atau konklusi 3 atau bahkan bukan salah satu konklusi tersebut, yang artinya sistem belum mampu mengambil kesimpulan karena keterbatasan aturan.

Dalam penalaran ini, user diminta memasukkan premis-premis yang dialami. Untuk memudahkan pengguna, sistem dapat memunculkan daftar premmis yang mungkin sehingga user dapat memberikan umpan balik premis yang tersedia. Berdasarkan premis-premis yang dipilih, maka sistem akan mencari aturan yang sesuai, sehingga akan diperoleh konklusinya (Kusrini, 2008). 2.4 Jeruk

Jeruk (Citrus sp.) adalah tanaman tahunan yang berasal dari Asia Tenggara, terutama Cina. Sejak ratusan tahun yang lampau, tanaman ini sudah terdapat di Indonesia, baik sebagai tanaman liar maupun tanaman di pekarangan (Bambang, 1996).

Buah jeruk selalu tersedia pada sepanjang tahun, karena tanaman jeruk tidak mengenal musim berbunga yang khusus. Disamping itu tanaman jeruk tanaman jeruk dapat ditanam dimana saja, baik didaratan rendah maupun didartan tinggi (AAK, 1994).2.5 Hama dan Penyakit pada Jeruk

Serangan hama dan penyakit jeruk paling banyak terjadi pada saat-saat terdapat tumbuhan baru atau tunas-tunas muda, sehingga perlu diperhatikan upaya-upaya pengendaliaanya. Serangan hama maupun penyakit pada jeruk merupakan salah satu faktor penting sebagai pembatasan produksi jeruk. Oleh karena itu, dalam pengelolaan tanaman jeruk sanitasi kebun dan pengendaliaan serangga penular harus diperhatikan (Bambang, 1996). 2.5.1 Hama pada Jeruk

Hama adalah binatang yang merusak tanaman kebutuhan manusia. Hama yang tersebar dari kelas serangga, yaitubinatang beruas-ruas berkaki enam. Serangga ada yang menguntungkan, tetapi ada juga yang merugikan sehingga dalam mengendalikanya harus hati-hati jangan sampai serangga yang menguntungkan manusia ikut dibinasakan (Pracaya,2003).

Adapun hama jeruk yang terdapat di berbagai wilayah Indonesia antaralain (Sidaharta,2007):

1. Tungau

Tungau terdiri dari tungau merah dan tungau karat (Panonycus citri, Phyllocoptruta oleivera). Tungau menyerang tangkai, daun dan buah. Serangan pada tangkai meninggalkan bekas keperak-perakan, pada daun timbul bercak kuning atau coklat, dan pada buah menyebabkan bercak keperak-perakan atau coklat. Populasinya meningkat pada musim kemarau. Tunggau merah dewasa bewarna merah tua, berbentuk bulat agak lonjong, berukuran hingga 0,2 mm, memiliki empat pasang kaki. Tungau dapat bergerak cepat, misalnya bila terpapar sinar matahari langsung. Tunggau biasanya memilih tempat yang ternaungi seperti permukaan bawah daun atau bagian bawah buah.2. Thrips (Scritothrips citri)

Thrips sering juga disebut dengan wereng. Thrips dewasa berukuran 0,7-0,9 mm, thrips jantan lebih pendek memiliki dua pasang sayap yang berbentuk seperti sisir ganda. Gejala pada buah sangat khas yaitu adanya burik atau nekrotis (jaringan mati) tipis disekitar atau mengelilingi tangkai buah. Gejala pada bagian tangkai dan daun muda mengakibatkan helai daun menebal, kedua sisi daun agak menggulung keatas dan pertumbuhannya tidak normal. 3. Ulat Peliang Daun (Phylocnistis citriella)

Ulat peliang daun adalah serangga dari golongan Lepidoptera dimana serangga dewasanya berupa ngenget (kupu-kupu yang aktif pada malam hari). Hama ini menyerang daun yang masih muda, kadang-kaddang buah muda dan cabang yang masih muda juga diserang. Kerugian yang diakibatkan oleh hama ini adalah terutama karena daun yang diserang menjadi tidak normal dan terhambat pertumbuhannya sehingga tidak dapat berfungsi secara optimal.Pada tanaman yang terserang, daun tampak berkerut, menggulung, mengeritinng dan terlihat bekass gerekan berupa garis berkelok-kelok tidak teratur.4. Kutu Sisik/Kutu Perisai (Lepidosaphes beckii, Unaspsis citri)

Pada awalnya kerusakan akibat hama ini dikenal sebagai penyakit jamur merah. Hal ini disebabkan karena pada tanaman jeruk yang meranggas tampak semacam jamur bewarna kemerahan Jamur tersebut sesungguhnya adalah jamur Aschersonia sp yang justru musuh alami kutu sisik. Jamur tersebut adalah jamur berguna yang membunuh kutu sisik. Serangan ini dapat ditandai adanya cangkang yang terbuat dari semacam lilin yang melekat erat pada tangkai daun maupun pada daun atau buah.5. Penggerek Buah (Citripestis sagitiferella)

Hama pengerak buah yang berupa kupu-kupu meletakkan telur pada permukaan buah secara berkelompok 4-8 butir perkelompok yang tersusun saling menindih seperti susunan genteng namun terkadang telur diletakkan sendiri-sendiri.6. Lalat Buah (Batrocera spp)

Larva lalat buah hidup dan berkembang didalam daging buah selama 6-9 hari. Larva mengorek daging buah sambil mengeluarkan enzim perusak atau pencernayang berfungsi melunakkan daging buah sehingga mudah dihisap dan dicerna.7. Kutu Dompolan (Planococcus citri)

Kutu dompolan dewasa berbentuk lonjong, datar, bewarna kuning kecoklatan, kuning muda hhingga kuning tua yang ditutupi lapisan lilin bewarna putih.

8. Kutu Loncat

Kutu loncat jeruk ini menyerang kuncup, tunas, daun-daun muda dan tangkai daun. Serangannya mengakibatkan tunas-tunas muda keriting dan pertumbuhannya terhambat.9. Kutu Daun, Kutu Daun Hitam, Kutu Daun Hijau

Kutu daun ini menyerang tunas dan daun muda dengan cara menghisap cairan tananman sehingga helaian daun menggulung.

10. Puru BuahPuru buah menyerang buah-buah muda dan meninggalkan bekas berupa puru-puru atau tonjolan-tonjolan pada buah dengan lubang bergaris tengah 0.3-0.5 cm pada bekas serangan. Bunga yang terserang parah menjadi rontok atau gugur.2.5.2 Penyakit pada Jeruk

Tanaman jeruk manis disebut sakit bila menyimpang dari keadaan normal, misalnya suatu hari tanaman kelihatan layu, pada batang kelihatan ada blendok,. Tiba-tiba daunya rontok, kelihatan mengecil, kusam, seperti berkarat, buah menjadi busuk, dan lain-lain. Tanaman yangsakit lalu disebut terkena penyakit. Penyebab penyakit itu bermacam-macam, diantaranya karena serangan cendawan, bakteri, virus, viroid, kekurangan unsure hara, dan lain-lain (Pracaya,2003).

Adapun penyakit jeruk, antara lain (Sidharta,2007): 1. Blendok Diplodia Penyakit Diplodia terdapat di berbagai wilayah dunia dan Indonesia. Penyakit ini disebabkan oleh jamur Botryodiplodia theobromae. Gejala serangan diplodia tampak semacam blendok kental bewarna kuning keemasan yang keluar dari batang yang sakit. Kadang-kadang luka ini mongering dan sembuh dengan sendirinya namun bila sempat menggeleng batang maka tanaman akan mati. Infeksi juga sering terjadi dipersemaian dimana jamur masuk melalui luka bekas sayatan okulasi. Gejala diplodia sukar diketahui pada tahap awal sehingga sangat berbahaya. Gejala dikenali dengan mengeringnya kulit dan jika dipotong, pada bagian bawahnya bewarna hitam kehijauan pada kulit dan permukaan kayu. Pada kulit batang terdapat celah-celah yang dari dalamnya keluar spora jamur bewarna putih yang bewarna putih yang kemudian menjadi hitam. 2. Penyakit Mati Ujung/ Antraknose (Colletotrichum glosporioides dan Gloeosporium limetticolum)Penyebab penyakit ini adalah jamur Colletotrichum gloeosporioides dan Gloeosporium limetticolum. Pada kondisi normal penyakit ini tidak mengakibatkan kerugian yang berarti. Kerugian yang besar oleh penyakit ini akan terjadi karena factor-faktor fisiologis tanaman yang kuranng baik. 3. Jamur Upas (Corrticium salmonicolor) Kelembaban dan cahaya yang kurang pada percabangan tanaman mendorong perkembangan penyakit. Pathogen masuk dengan penetrasi langsung. Penyebaran terjadi karena kelembaban yang tinggi pada ranting, adanya percikan air, pengairan atau hujan.4. Penyakit Kudis Kerugian akibat penyakit ini terutama karena mengakibatkan buah menjadi jorok dan tidak menarik. Pembentukkan tunas dan buah baru merupakan fase kritis tanaman peka terhadap serangan patogen. 5. TristezaGejala infeksi ada tanaman berupa kerusakan pada jaringan pembuluh tapis (floem), terlihat adanya lekukan atau celah-celah memanjang pada jaringan kayu pada batang, cabang atau ranting (stem pitting) dan gejala pemucatan tulang daun (vein clearing) berupa garis-garis putus atau memanjang pada tulang daun yang tembus cahaya, 2 minggu sampai bulan setelah terinfeki. Pertumbuhan tanaman menjadi merana, kerdil dan daun kecil-kecil. Kadang-kadang muncul gejala daun kecil kaku serta tepinya melengkung keatas (cupping). Gejala lain yang dapat uncul adalah vein crocking.

6. CPVD

Identifikasi gejala serangan penyakit CVPD di lapang perlu dilakukan pada beberapa gejala yang uncul bersamaan pada bagian-bagian tanaman sebagai berikut :

a. Gejala Khas CVPD adalah belang-belang kuning tidak merata mulai berkembang pada bagian ujung tanaman pada daun yang ketuaannya sempurna, bukan pada daun muda dan tunas.

b. Gejalanya yaitu : dengan kuncup yang berkembang lambat, pertumbuhannya mencuat ke ata, daun menjadi lebih kecil dan ditemukan gejala khas.

7. Ganggang

Gejala yaitu bercak-bercak berbentuk bulat atau tidak beraturan pada daun, ranting atau batang terserang. Tapi bercak tidak jelas. Pada buah terserang ditandai dengan lapisan hijau gelap atau hitam agak tebal, megakibatkan kualitas menurun. Namun lapisan ini terdapat pada buah yang terlalu matang untuk dipasarkan.

Ganggang ini sebenarnya bukan merupakan parasit asli. Pada beberapa jenis jeruk, ganggang tampak pada permukaan tanaman yang menyebabkan gangguan pada lapisan kutikula, epidermis atau kulit luar.

8. KankerGejala awal berupa bercak putih pada sisi bawah daun yang selanjutnya warna hijau gelap, kadang-kadang berwarna kuning di sepanjang tepinya. Bagian tengah terbentuk gabus warna coklat. Luka terjadi pada bagian atas dan bawah daun. Pada buah ditandai dengan gejala serupa dengan di daun tetapi bagian tepi tidak berwarna kuning.

9. Puru Berkayu

Penyakit puru berkayu mempunyai dua gejala sesuai dengan namanya yaitu Vein enation biasanya ditemukan pada jeruk nipis atau Sour orange. Gejala kedua Woody gall terutama terjadi pada batang-bawang Rough lemon. Pada tanaman jeruk nipis, infeksi CVEV menyebabkan munculnya tonjolan atau puru kecil (enation) yang tersebar tidak teratur pada tulang daun di permukaan bawah daun-daun muda pada 2-3 bulan sejak penularan. Gejala tersebut semakin jelas bila daun menjadi tua.

2.6 Gambaran Umun Perangkat Lunak2.6.1 Visual Basic.Net 2012Microsoft Visual Basic.NET adalah sebuah alat untuk mengembangkan dan membangun aplikasi yang bergerak di atas sistem .NET Framework, dengan menggunakan bahasa BASIC. Dengan menggunakan alat ini, para programmer dapat membangun aplikasi Windows Forms, Aplikasi web berbasis ASP.NET, dan juga aplikasi command-line. Alat ini dapat diperoleh secara terpisah dari beberapa produk lainnya (seperti Microsoft Visual C++, Visual C#, atau Visual J#), atau juga dapat diperoleh secara terpadu dalam Microsoft Visual Studio .NET. Bahasa Visual Basic .NET sendiri menganut paradigma bahasa pemrograman berorientasi objek yang dapat dilihat sebagai evolusi dari Microsoft Visual Basic versi sebelumnya yang diimplementasikan di atas .NET Framework.Visual Basic.Net 2012 merupakan edisi terbaru dari jenisnya, Visual Basic.Net tergabung didalam Visual Studio 2012. Dan berjalan diatas platform Net Framework 4.5. Visual Basic.Net 2012 sendiri bisa diubah platformnya sehingga tidak hanya berjalan diatas platform Net Framework 4.5 tetapi dibawahnya juga, seperti Net Framework 3.0. Berikut tampilan dari Visual Basic.Net 2012

2.6.2 Microsoft Acces 2013Microsoft Access (atau Microsoft Office Access) adalah sebuah program aplikasi basis data komputer relasional yang ditujukan untuk kalangan rumahan dan perusahaan kecil hingga menengah. Aplikasi ini merupakan anggota dari beberapa aplikasi Microsoft Office, selain tentunya Microsoft Word, Microsoft Excel, dan Microsoft PowerPoint. Aplikasi ini menggunakan mesin basis data Microsoft Jet Database Engine, dan juga menggunakan tampilan grafis yang intuitif sehingga memudahkan pengguna.

Microsoft Access dapat menggunakan data yang disimpan di dalam format Microsoft Access, Microsoft Jet Database Engine, Microsoft SQL Server, Oracle Database, atau semua kontainer basis data yang mendukung standar ODBC. Para pengguna/programmer yang mahir dapat menggunakannya untuk mengembangkan perangkat lunak aplikasi yang kompleks, sementara para programmer yang kurang mahir dapat menggunakannya untuk mengembangkan perangkat lunak aplikasi yang sederhana. Access juga mendukung teknik-teknik pemrograman berorientasi objek, tetapi tidak dapat digolongkan ke dalam perangkat bantu pemrograman berorientasi objek.

Microsoft Access 2013 merupakan keluaran terbaru Microsoft pada tahun 2013 ini, Microsoft Access 2013 telah terpaket dengan microsoft office 2013 lainnya, Microsoft Office 2013 masih menggunakan file tipe yang sama dengan Microsoft Access 2007 yaitu .accdb. Untuk Menghubungkannya dengan Visual Basic.Net Maka digunakan Microsoft Ace Database Enginer 12.0BAB 3

METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Objek Penelitian Penelitian dilakukan di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian di Naibonat,, Kabupaten Kupang. Pada penelitian ini kami mengambil data tentang hama dan penyakit pada tanama jeruk dari salah pegawai yang ahli di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Naibonat.

3.2 Teknik Pengumpulan Data Adapun teknik pengumpulan data yang dilakukan oleh penulis dalam penelitian, antara lain :

3.2.1 Studi Kepustakaan (Literature) Menurut Miller dkk (2010) Tinjauan literatur adalah bagian penting dari setiap proyek penelitian yang baik, dan jika tidak dilakukan dengan benar, proyek dapat berakhir sia-sia dengan mereplikasi penelitian sebelumnya. Metode ini dilakukan untuk mendapatkan data literature tambahan dari buku acuan mengenai sistem pakar berbasis komputer dan metode forward chaining, sumber yang digunakan berupa buku, journal, karya ilmiah, dan situs-situs penunjang yang dapat membantu dalam penyelesaian laporan penelitian.

3.2.2 Wawancara(Interview) Wawancara merupakan salah satu objek penelitian, Menurut Jogiyanto (2007) wawancara adalah Komunikasi dua arah untuk mendapatkan data dari responden. Wawancara dapat berupa wawancara personal, wawancara intersep dan wawancara telepon. Dalam penelitian ini kami melakukan wawancara secara langsung dengan pegawai yang ahli dalam bidang pertanian terutama masalah jeruk. Dari hasil wawancara tersebut dapat diperoleh penjelasan tentang jenis dan gejala hama dan penyakit pada tanaman jeruk.

3.3 Tahapan Penelitian Adapun tahapan penelitian dalam membangun sistem pakar diagnosa penyakit jantung dengan menggunakan tahapan SDLC yaitu waterfall, adalah sebagai berikut :

Adapun penjelasan tahapan penelitian yang menarik salah satu tahap SDLC Waterfall, sebagai berikut :

1. Pesiapan dan Pengumpulan Data

kami melakukan persiapan untuk sebelum melakukan pengumpulan data, kemudian melakukan studi pustaka untuk mencari dan mempelajari tentang sistem pakar, metode forward chaining, dan mencari informasi tentang hama dan penyakit pada jeruk, setelah melakuakan studi pustaka kami melakukan wawancara kepada pakar guna untuk mengetahui informasi yang dibutuhkan secara akurat.

2. Analisa Sistem

Pada tahap ini dilakukan analisis kebutuhan terhadap sistem dan menjadi dasar untuk perancangan sistem, seperti pengolahan data spesifikasi penyakit pada jeruk.3. Perancangan Sistem

Tahapan ini dilakukan dengan membuat gambaran sistem baik berupa diagram alir (flowchart), masukan, keluaran, DFD (Data Flow Diagram), antarmuka (interface) dan struktur data.4. Implementasi Sistem

Tahapan ini dilakukan dengan melakukan penerapan rancangan/coding sistem yang dibuat ke dalam suatu program, serta membuat laporan atau dokumentasi dari program tersebut.5. Pengujian Sistem

Tahapan ini dilakukan dengan melakukan pengujian terhadap perangkat lunak yang telah dibuat untuk mengetahui kesalahan dan memperbaiki kesalahan yang ada. 6. Menyusun Laporan.

Melakukan pembuatan dokumentasi sistem mulai dari tahap awal sampai dengan pengujian sistem, dan menulis laporan.BAB 4ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM4.1 Analisis SistemAnalisis sistem diperlukan untuk mengetahui permasalahan dan kebutuhan yang diperlukan dalam pembangunan sistem. Analisis terdiri dari 2 (dua) bagian yaitu analisis permasalahan yang ada dan analisis kebutuhan akan perangkat lunak yang nantinya akan dibuat.

4.1.1 Analisis Permasalahan Pada saat ini proses diagnosis penyakit jeruk masih dilakukan secara manual dengan cara pakar melihat langsung kebun jeruk yang terserang penyakit lalu melihat gejala yang tampak pada jeruk dan mendiagnosis penyakit yang sedang menyerang jeruk tesebut. Hal ini dirasa kurang tepat karena petani harus melaporkan kepada pakar atau kantor dinas setempat. Dan untuk mendatangi kebun petani, pakar memerlukan waktu dan mungkin saja jeruk bisa bertambah parah. Dari hasil analisis permasalahan tersebut, perlu dirancang sebuah aplikasi yang mampu mendiagnosa penyakit jeruk. Dimana sistem ini dapat membantu petani dalam mendiagnosa penyakit. Dan petani juga bisa mengakses informasi tanpa terbatas ruang dan waktu.Perancangan sebuah aplikasi harus dibuat secara matang, supaya tampilannya mudah dipahami dan hasilnya bermanfaat dan memuaskan bagi para pemakai.4.1.2 Analisis Kebutuhan Perangkat Lunak Sebagai langkah awal dari proses analisis kebutuhan ini, akan diuraikan kembali tujuan dari tugas akhir sesuai dengan bab sebelumnya, adalah merancang sistem pakar yang dapat membantu petani jeruk dalam mendiagnosis penyakit pada jeruk dengan metode forward chining. Kriteria yang nantinya menjadi spesifikasi perangkat lunak yang dibangun adalah sebagai berikut:1. Perangkat lunak yang dapat menerapkan metode inferensi forward chaining untuk memperoleh gejala yang diderita oleh user.2. Perangkat lunak yang dapat menerapkan metode forward chaining dalam penentuan kemungkinan penyakit jeruk oleh user.

4.2 Perancangan Mesin Inferensi

Pada mesin inferensi ini, data yang telah diinput asisten akan di proses pada mesin inferensi dengan menggunakan metode forward chaining, berdasarkan gejala yang dimasukan, kemudian gejala-gejala tersebut akan dikelompokkan sesuai dengan jenis penyakit yang diderita, dan akan dilakukan pemeriksaan pada basis pengetahuan apakah gejala tersebut merupakan salah satu jenis penyakit jantung. Kemudian akan diberikan rekomendasi berupa cara pencegahan dan pengobatan.

Mekanisme inferensi dengan menggunakan metode forward chaining untuk sistem pakar diagnosa hama dan penyakit pada jeruk dengan langka-langka sebagai berikut:

4.3 Perancangan Basis Data Dalam perancangan basis data ini terdiri dari perancangan DFD, perancangan kamus data, dan perancangan antarmuka. 4.3.1 Perancangan DFD4.3.1.1 Diagram Konteks Diagram Aliran Data/Data Flow Diagram (DFD) adalah alat yang biasa dipakai untuk mendokumentasi proses dalam sistem atau sebuah teknis grafis yang menggambarkan aliran informasi dan transformasi yang diaplikasikan pada saat data bergerak dari input menjadi output. Gambar 3.1 menggambarkan diagram aliran data dari sistem yang akan dibuat:

Penjelasan proses diagram konteks DFD sistem pakar untuk diagnosa penyakit jeruk dengan metode fuzzy adalah sebagai berikut:

a. Proses

Nama proses: Sistem Pakar Diagnosa Jeruk

Keterangan: proses diagnosa penyakit jeruk berdasarkan gejala-gejala pada jeruk.

b. Arus Data

Masukan:

Data user

Jawaban Jenis hama/penyakit

Gejala baru

Keluaran:

Konfirmasi Pertanyaan Hasil diganosis

Detail Jawaban

Penanggulangan

Entitas Luar

1. Nama Entitas: PenggunaKeterangan: pengguna yang menggunakan sistem untuk mendiagnosa penyakit jeruknya. 2. Nama Entitas: Pakar

Keterangan: Pakar bertugas untuk memasukan, menghapus, serta mengubah gejala-gejala umum pada tanaman jeruk, jenis-jenis hama / penyakit baru pada jeruk, adapaun juga gejala-gejala yang terdapat pada hama / penyakit pada jeruk ke dalam sistem

4.3.1.2 DFD Level 0 Proses yang ada pada diagram konteks dapat dipecah lagi menjadi prosesproses yang lebih kecil dan lengkap dalam DFD level0. Diagram untuk DFD level 0 dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

1. User

User harus memasukan data diri terlebih dahulu, dan mendapatkan konfirmasi masuk sistem.

Setelah masuk user masuk ke proses pertanyaan, sistem memberikan pertanyaan yang diambil dari tabel Gejala dan tabel gejala mengambil info gejala dari tabel INFOSAKIT. Setelah itu sistem menyimpan jawaban user didalam tabel TEMP.

Setelah itu didapatlah hasil dari proses pertanyaan dan masuk ke dalam proses diagnosis, kemudian hasil tersebut dicek didalam tabel SOLUSI, kemudian dari tabel SOLUSI diberikan nama hama dan penanggulangannya kepada sistem dan sistem memberikannya kepada user.2. Pakar

Pakar harus memasukan data diri terlebih dahulu (username dan password), dan sistem akan mengecek didalam tabel PAKAR apakah username dan password yang diinput sesuai, dan kemudian pakar mendapatkan konfirmasi masuk sistem.

Setelah masuk Pakar masuk ke proses kelola data, di proses ini pakar memasukan data penyakit dan gejala, dan sistem akan menympannya didalam database4.3.1.3 DFD Level 1 Proses 4

Pakar Memasukan Data Penyakit ke dalam sistem di proses penambahan data, penghapusan data, dan pengubahan data kemudian data penyakit itu disimpan di dalam database (tabel Infosakit dan tabel Solusi)

Pakar Memasukan Data Gejala ke dalam sistem di proses penambahan data, penghapusan data, dan pengubahan data kemudian data gejala itu disimpan di dalam database (tabel Infosakit dan tabel Solusi) 4.4 Gejala-gejala pada Hama dan Penyakit Jeruk

Adapun gejala-gejala yang ditimbulkan oleh penyakit pada jeruk antara lain, yaitu

idGejala

D1Daun keriting

D2Pertumbuhan daun lambat

D3Kuncup mati

D4Getah putih di daun

D5Getah berwarna putih berbentuk spiral

D6Daun lengket

D7Terdapat hewan-hewan kecil

D8Daun gugur

D9Daun menebal

D10Daun bercak-bercak kuning

D11Daun Bercak-bercak cokelat

D12Daun menggulung

D13Lubang-lubang kecil pada daun

D14Daun bergerigi/telah digigit

D15Tidak ada daun dan tersisa tangkai

D16Daun kaku dan menebal

D17Daun pucat

D18Daun kecil

D19Tonjolan-tojolan pada daun

D20Daun layu

D21Daun kering dan mati

D22Daun tertutup lapisan hitam

D23Bercak Putih Pada Daun

D24Bagian tengah keras seperti gabus

B1Kulit batang retak-retak

B2Kutu Berwarna Cokelat Pada Batang

B3Tonjolan Pada Batang

B4Tonjolan Hijau Pucat, Besar Tak Beraturan

B5Kulit Batang Terkelupas

B6Batang mengeluarkan cairan kuniangkeemasan

B7Batang dilapisi benang merah muda

B8Ranting terdapat spora

B9Kulit Batang Jadi Abu-abu

B10Lapisan hitam pada batang

U1Kulit buah rusak, Berwarna Cokelat

U2Terdapat bekas luka

U3Buah busuk

U4Ada tetesan-tetesan pada buah

U5Ada bekas gerekan dan kotoran

U6Terdapat lubang pada kulit buah

U7Ada ulat dalam buah yang masak

U8Bunga rontok

U9Terdapat tonjolan pada buah

U10Pangkal buah warna kuning

U11Tangkai buah ada kutu putih

U12Buah Terlambat Masak

U13Buah Terdapat bercak-bercak kuning

U14Buah tidak simetris

U15Buah masak terasa asam

U16Buah cekung

U17Buah pucat

U18Buah terdapat bercak

U19Buah tertutup lapisan hitam

U20Tangkai buah patah

Gejala penyakit ini sudah diringkas untuk gejala yang umum pada penyakit jeruk. untuk mempermudah mendiagnosa dan mempermudah user dalam menggunakanya. 4.5 Perancangan AntarMuka

Rancangan Form Login :

Rancangan Form menu utama

Rancangan Form konsultasi

Rancangan Form hasil Diagnosis

Rancangan Form Detail Jawaban

Rancangan Form Solusi

Rancangan Form Pilih Solusi / Penanggulangan

Rancangan Form Tambah Penyakit

Rancangan Form Tambah Gejala

Rancangan Form Hapus Gejala dari hama / penyakit

Rancangan Form Hapus Hama / Penyakit

Rancangan form Hapus Data Gejala

Rancangan Form Edit Data Gejala

Rancangan Form Edit Data Hama/Penyakit

Rancangan Form Tambah Gejala Pada Hama / Penyakit Jeruk

BAB 5 IMPLEMENTASI DAN PEMBAHASAN5.1 Aturan Premis Pada Hama dan Penyakit Jeruk

Rule 1. IF Pertumbuhan daun lambat And Kuncup mati And Getah putih di daun And Getah berwarna putih berbentuk spiral Then Kutu Loncat (H1)

Rule 2. IF Daun lengket And Terdapat hewan-hewan kecil And Daun Menggulung Then Kutu Daun (H2)

Rule 3. IF Kulit buah rusak, Berwarna Cokelat And Tangkai Buah Patah Then Tungau (H3)

Rule 4. IF Daun Menebal And Terdapat bekas luka Then Thrips (H4)Rule 5. IF Daun Keriting And Daun Menggulung And Lubang-lubang kecil pada daun And Daun bergerigi/telah digigit And Tidak ada daun dan tersisa tangkai Then Ulat Peliang Daun (H5)Rule 6. IF Daun bercak-bercak kuning And Kulit batang retak-retak And Kutu Berwarna Cokelat Pada Batang And Tangkai buah patah Then Kutu Sisik (H6)

Rule 7. IF Buah Busuk And Ada tetesan-tetesan pada buah And Ada bekas gerekan dan kotoran Then Penggerek Buah (H7)

Rule 8. IF Terdapat lubang pada kulit buah And Ada ulat dalam buah yang masak Then Lalat Buah (H8)

Rule 9. IF Terdapat lubang pada kulit buah And Bunga Rontok And Terdapat tonjolan pada buah Then Puru Buah (H9)Rule 10. IF Daun lengket And Daun gugur And Getah putih di daun And Tangkai buah ada kutu putih And Buah Terlambat Masak Then Kutu Dompolan (H10)Rule 11. IF Pertumbuhan daun lambat And Daun bercak-bercak kuning And Daun Kaku dan Menebal And Daun Kecil And Buah Terdapat bercak-bercak kuning And Buah tidak simetris And Buah masak terasa asam Then CPVD (P1)

Rule 12. IF Daun Keriting And Daun Menggulung And Daun pucat And Pangkal Daun kecil And Terdapat tonjolan pada buah Then Tristeza (P2)

Rule 13. IF Tonjolan Pada Batang And Tonjolan Hijau Pucat, Besar Tak Beraturan And Kulit Batang Terkelupas Then Puru Berkayu (P3)

Rule 14. IF Daun Bercak-bercak Cokelat And Tonjolan-tojolan pada daun And Daun layu And Daun kering dan mati And Daun tertutup lapisan hitam And Kulit buah rusak, Berwarna Cokelat And Bauh Cekung Then Antrakose (P4)

Rule 15. IF Kulit batang retak-retak And Kulit Batang Terkelupas And Batang mengeluarkan cairan kuniangkeemasan Then Diplodia (P5)

Rule 16. IF Buah Terlambat Masak And Buah masak terasa asam And Buah Pucat And Buah terdapat bercak Then Kudis (P6)

Rule 17. IF Batang dilapisi benang merah muda And Ranting terdapat spora And Kulit Batang Jadi Abu-abu Then Jamur Upas (P7)

Rule 18. IF Daun Gugur And Daun Bercak-bercak cokelat Then Ganggang (P8)

Rule 19. IF Daun bercak-bercak kuning And Getah Putih Pada Daun And Bagian tengah keras seperti gabus And Buah Tertutup Lapisan Hitam Then Kanker (P9)

5.2 Hubungan Antara Gejala-gejala dengan Hama & Penyakit

5.3 Daftar Gejala-gejala pada Hama dan Penyakit5.4 Diagram State Gejala-gejala pada Hama dan Tanaman Jeruk

5.5 Impelementasi Sistem

Tahap implementasi sistem merupakan penerapan dari rancangan sistem yang telah dibuat ke dalam suatu bentuk aplikasi. Hardware minimal yang diperlukan untuk menjalankan aplikasi ini adalah:

1. PC/Notebook Core 2 Duo2. RAM 1 GB3. Hard Disk 100 GB

Sedangkan Software yang diperlukan adalah :

1. Sistem Operasi Windows 72. Visual Basic.Net 2010 / 20123. Microsoft Database Acces 2007

4. Net Framework 3.05.6 Implementasi Program

5.6.1 Login

Pada saat program dijalankan maka akan tampil halaman login. Login untuk pakar digunakan untuk mencegah program disalah gunakan dan untuk melindungi data-data didalamnya. Jadi tidak setiap orang dpat mengakses program tersebut. Dalam form login ini dibagi menjadi dua user, yxaitu Pengguna dan pakar. Bagi Pengguna hanya perlu memasukan nama dan jenis jeruk. Sedangkan Pakar perlu username dan password Berikut adalah tampilan halaman login

5.6.2 Halaman Menu Utama

Menu Utama Pengguna terdiri dari tiga menu yaitu menu :

1) Konsultasi / Diagnosa

2) Penanggulangan

3) Kembali

Menu Utama Pakar terdiri dari lima menu yaitu menu :

1) Konsultasi / Diagnosa

2) Penanggulangan

3) Tambah Jenis Hama / Penyakit

4) Tambah Gejala

5) Tambah Gejala Pada Hama / Penyakit

6) Hapus Data Hama / Penyakit

7) Hapus Data Gejala

8) Hapus Gejala Pada Penyakit

9) Edit Data Hama / Penyakit

10) Edit Data Gejala

11) Kembali5.6.3 Halaman Konsultasi

Pada Halaman Konsultasi, Pengguna Bisa Menjawab Ya / Tidak Sesuai dengan Pertanyaan yang diajukan oleh Program, dan Nantinya Jawaban dari pengguna akan tersimpan di dalam sebuah grid atau list

5.6.4. Halaman Hasil Diagnosis

Sebuah Halaman Hasil Konsultasi, Dimana Program mendiagnosis hasil sesuai dengan gejala-gejala yang telah diinputkan pengguna. Apabila hasil diagnosis memiliki solusi maka akan tampak tombol solusi. Apabila tidak maka tombol tersebut tidak ada.5.6.5 Halaman Penanggulangan

Sebuah halaman yang memberikan Solusi sesuai dengan Penyakit / Hama yang dimiliki oleh Tanaman Jeruk pengguna. Terdapat Sebuah Menu Konsultasi Apabila ingin melakukan Konsultasi Ulang.

5.6.6Halaman Pilih Solusi

Sebuah halaman yang akan memberikan Solusi sesuai dengan Penyakit / Hama yang akan dipilih oleh pengguna saat itu juga

5.6.7Halaman Detail Jawaban

Sebuah halaman yang menampilkan jawaban-jawaban yang telah dipilih pengguna. Jawaban jawaban tersebut diambil dari tabel TEMP

5.6.8Halaman Tambah Data GejalaSebuah halaman yang hanya bisa diakses oleh pakar, dimana pakar tersebut mempunyai hak akses untuk menambah gejala, yang dimana nantinya akan digunakan, untuk keperluan penambahan hama / penyakit baru yang memiliki gejala-gejala tersebut. Pakar tinggal memasukan Pertanyaan, Jawaban Jika Ya, dan Jawaban Jika Tidak, serta memilih letak gejala tersebut (daun, batang / ranting, dan buah / bunga).

5.6.9Halaman Tambah Data Hama / PenyakitPertama Pakar Memilih Jenisnya (hama / penyakit) dari kedua jenis tesebut. Kemudian Pakar tinggal menambahkan gejala-gejalanya dan nanti akan ditampilkan dalam data grid. Setelah itu pakar tinggal menabahkan nama hama / penyakit, pernyataan dari hama / penyakit, serta solusinya.Nama, pernyataan, serta solusi dari hama / penyakit tersebut masuk kedalam tabel HASIL. Kemudian gejala-gejala dari hama / penyakit masuk kedalam tabel INFOSAKIT

5.6.10Halaman Tambah Gejala Pada Hama / Penyakit

Pertama pakar memilih jenis hama / penyakit yang ingin ditampilkan, kemudian akan ditampilkan gejala-gejala dari hama / penyakit yang dipilih di dalam data grid.

Kemudian pakar tinggal memilih gejala yang akan ditambahkan ke dalam hama / penyakit tersebut, dan kemudian menyimpannya5.6.11Halaman Hapus Hama / Penyakit

Pakar memilih jenis hama / penyakit, kemudian gejala-gejala akan tampak di data grid. Dan kemudian data-data dari hama / penyakit akan ditampilkan ke dalam label yang telah disediakan, mulai dari nama, pernyataan, serta solusi hama / penyakit.

5.6.12Halaman Hapus Gejala

Pakar memilih kode gejala, kemudian gejala akan tampak di dalam label yang telah disediakan, mulai dari letak gejala, pertanyaan, jawaban jika ya, dan jawaban jika tidak. Setelah itu pakar tinggal menekan tombol hapus.

5.6.13Halaman Hapus Gejala pada Hama / Penyakit

Pakar memilih jenis hama / penyakit, kemudian pada combobox berikutnya hanya akan tampak gejala-gejala dari hama / penyakit tersebut. Dan kemudian apabila gejala tersebut dipilih, maka akan ditampilkan isi pertanyaan dari gejala tersebut. Dan gejala siap dihapus.5.6.13Halaman Ubah Data Hama / Penyakit

Pakar memilih jenis hama / penyakit, kemudian data dari hama / penyakit tersebut akan tampak di setiap label yang ada. Dan kemudian pakar tinggal memilih data yang akan diubah dan kemudian menekan tombol simpan.

5.6.14Halaman Ubah Data Gejala

Pakar memilih gejala yang ingi diubah, kemudian data dari gejala tersebut akan tampak di setiap label yang ada. Dan kemudian pakar tinggal memilih data yang akan diubah dan kemudian menekan tombol simpan.

5.7 Struktur Tabel

5.7. 1 tabel gejalaNo Field Tipe data Panjang Keterangan

1 Id Short Text8Id sebagai primary key

2 PertanyaanShort Text255Pertanyaan

3Jawab_yaShort Text255Jawaban jika ya

4Jawab_tidakShort Text255Jawaban jika tidak

5.7.2 tabel hasilNo Field Tipe data Panjang Keterangan

1 Id Short Text8Id sebagai primary key

2 Hama_penyakitShort Text255Jawaban dari Diagnosa

3 SolusiLong text (Plain Text)Cara Menanggulangi hama tersebut

4 namaShort Text100Nama hama / penyakit

5.7.2 tabel infosakitNo Field Tipe data Panjang Keterangan

1 penyakitShort Text8penyakit sebagai primary key, ID penyakit / Hama

2 T1Short Text8Gejala pertama dari penyakit / hama X

3 T2Short Text8Gejala kedua

4 T3Short Text8Gejala ketiga

5T4Short Text8Gejala keempat

6T5Short Text8Gejala kelima

7T6Short Text8Gejala keenam

8 T7Short Text8Gejala ketujuh

9T8Short Text8Gejala kedelapan

10 T9Short Text8Gejala kesembilan

11T10Short Text8Gejala kesepuluh

12T11Short Text8Gejala kesebelas

13T12Short Text8Gejala keduabelas

14T13Short Text8Gejala ketigabelas

15T14Short Text8Gejala keempatbelas

16T15Short Text8Gejala kelimabelas

17T16Short Text8Gejala keenambelas

18T17Short Text8Gejala ketujuhbelas

19T18Short Text8Gejala kedelapanbelas

20T19Short Text8Gejala kesembilanbelas

21T20Short Text8Gejala keduapuluh

22JumlahIntJumlah Gejala

5.7.3 tabel tempNo Field Tipe data Panjang Keterangan

1 Id Int Id sebagai primary key

2 nilaiShort Text255Jawaban jika ya / tidak

3tfShort Text2Y untuk Ya, dan T untuk tidak

5.7.4 tabel penggunaNo Field Tipe data Panjang Keterangan

1 UsernameShort Text255username sebagai primary key

2 PasswordShort Text255Jawaban jika ya / tidak

5.7.5 tabel nama jerukNo Field Tipe data Panjang Keterangan

1 Id_jerukInt Id sebagai primary key

2 namaShort Text255Nama jeruk

5.8 Tabel Aturan Premis pada Hama dan Penyakit Jeruk

Contoh : Pencarian Dengan Beberapa Kode Penyakit H1, H10, H2, H3, H4

Tabel 1 :Kode PenyakitStatus RulePremise NumberPremis Status

H1A, UH1-D2

H1-D3

H1-D4

H1-D5FR

FR

FR

FR

H10A, UH10-D6

H10-D8

H10-U10

H10-U11

H10-U12FR

FR

FR

FR

FR

H2A, UH2-D6

H2-D7

H2-D12FR

FR

FR

H3A, UH2-U1

H2-U20FR

FR

H4A, UH2-D9

H2-U2FR

FR

Tabel 2 :Kode PenyakitStatus RulePremise NumberPremis Status

H1A, U, DH1-D2

H1-D3

H1-D4

H1-D5FR, FAFR

FR

FR

H10A, UH10-D6

H10-D8

H10-U10

H10-U11

H10-U12FR

FR

FR

FR

FR

H2A, UH2-D6

H2-D7

H2-D12FR

FR

FR

H3A, UH2-U1

H2-U20FR

FR

H4A, UH2-D9

H2-U2FR

FR

Temp PertanyaanTemp Jawaban

Pertumbuhan daun lambat (D2) ?Tidak

Tabel 3 :

Kode PenyakitStatus RulePremise NumberPremis Status

H1A, U, DH1-D2

H1-D3

H1-D4

H1-D5FR, FAFR

FR

FR

H10A, U, MH10-D6

H10-D8

H10-U10

H10-U11

H10-U12FR, TU

FR

FR

FR

FR

H2A, UH2-D6

H2-D7

H2-D12FR, TU

FR

FR

H3A, UH2-U1

H2-U20FR

FR

H4A, UH2-D9

H2-U2FR

FR

Temp PertanyaanTemp Jawaban

Pertumbuhan daun lambat (D2) ?

Daun lengket ?Tidak

Ya

Tabel 4

Kode PenyakitStatus RulePremise NumberPremis Status

H1A, U, DH1-D2

H1-D3

H1-D4

H1-D5FR, FAFR

FR

FR

H10A, U, M, U, DH10-D6

H10-D8

H10-U10

H10-U11

H10-U12FR, TU

FR, FAFR

FR

FR

H2A, U, MH2-D6

H2-D7

H2-D12FR, TU

FR

FR

H3A, UH2-U1

H2-U20FR

FR

H4A, UH2-D9

H2-U2FR

FR

Temp PertanyaanTemp Jawaban

Pertumbuhan daun lambat (D2) ?

Daun lengket ?

Daun gugur ?Tidak

Ya

Tidak

Tabel 5

Kode PenyakitStatus RulePremise NumberPremis Status

H1A, U, DH1-D2

H1-D3

H1-D4

H1-D5FR, FAFR

FR

FR

H10A, U, M, U, DH10-D6

H10-D8

H10-U10

H10-U11

H10-U12FR, TU

FR, FA

FR

FR

FR

H2A, U, MH2-D6

H2-D7

H2-D12FR, TU

FR, TU

FR

H3A, UH2-U1

H2-U20FR

FR

H4A, UH2-D9

H2-U2FR

FR

Temp PertanyaanTemp Jawaban

Pertumbuhan daun lambat (D2) ?

Daun lengket ?

Daun gugur ?

Terdapat hewan-hewan kecil ?

Tidak

Ya

Tidak

Ya

Tabel 6

Kode PenyakitStatus RulePremise NumberPremis Status

H1A, U, DH1-D2

H1-D3

H1-D4

H1-D5FR, FAFR

FR

FR

H10A, U, M, U, DH10-D6

H10-D8

H10-U10

H10-U11

H10-U12FR, TU

FR, FA

FR

FR

FR

H2A, U, MH2-D6

H2-D7

H2-D12FR, TU

FR, TU

FR, TU

H3A, UH2-U1

H2-U20FR

FR

H4A, UH2-D9

H2-U2FR

FR

Temp PertanyaanTemp Jawaban

Pertumbuhan daun lambat (D2) ?

Daun lengket ?

Daun gugur ?

Terdapat hewan-hewan kecil ?

Daun Menggulung ?Tidak

Ya

Tidak

Ya

Ya

Tabel 7

Kode PenyakitStatus RulePremise NumberPremis Status

H1A, U, DH1-D2

H1-D3

H1-D4

H1-D5FR, FAFR

FR

FR

H10A, U, M, U, DH10-D6

H10-D8

H10-U10

H10-U11

H10-U12FR, TU

FR, FA

FR

FR

FR

H2A, U, M, U, TDH2-D6

H2-D7

H2-D12FR, TU

FR, TU

FR, TU

H3A, UH2-U1

H2-U20FR

FR

H4A, UH2-D9

H2-U2FR

FR

Temp PertanyaanTemp Jawaban

Pertumbuhan daun lambat (D2) ?

Daun lengket ?

Daun gugur ?

Terdapat hewan-hewan kecil ?

Daun Menggulung ?Tidak

Ya

Tidak

Ya

Ya

Tabel 8Kode PenyakitStatus RulePremise NumberPremis Status

H1A, U, DH1-D2

H1-D3

H1-D4

H1-D5FR, FAFR

FR

FR

H10A, U, M, U, DH10-D6

H10-D8

H10-U10

H10-U11

H10-U12FR, TU

FR, FA

FR

FR

FR

H2A, U, M, U, TD, FDH2-D6

H2-D7

H2-D12FR, TU

FR, TU

FR, TU

H3A, U, DH2-U1

H2-U20FR

FR

H4A, U, DH2-D9

H2-U2FR

FR

Temp PertanyaanTemp Jawaban

Pertumbuhan daun lambat ?

Daun lengket ?

Daun gugur ?

Terdapat hewan-hewan kecil ?

Daun Menggulung ?

Hama / Penyakit (H2)Tidak

Ya

Tidak

Ya

Ya

Hama Kutu Daun

BAB 6PENUTUP6.1 Kesimpulan

Berdasarkan pembahasan dan evaluasi dari bab-bab terdahulu, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: 1. Dengan adanya sistem pakar ini perngguna dapat terbantu dalam mendiagnosis hama dan penyakit yang menyerang tanaman jeruknya.

2. Dengan menggunakan metode Runut Maju dalam penentuan hama dan penyakit Jeruk, diperoleh hasil yang sama antara hasil sistem dengan hasil perhitungan manual.

3. User dapat menggunakan sistem ini dengan mudah untuk mengetahui hasil diagnosis hama / penyakit Jeruk berdasarkan gejala-gejala pada jeruk yang tampak dari luar. 4. Aplikasi ini dibuat sebagai alat bantu bagi orang awam untuk mengetahui jenis hama / penyakit yang menyerang jeruknya.Kelebihan Program :

Tidak Semua pertanyaan akan ditanyakan ke pengguna, hanya pertanyaan yang mempunyai kaitan dengan pertanyaan sebelumnya saja yang ditanyakan

Program selalu tepat dalam menentukan hama / penyakit yang dialami oleh pengguna sesuai dengan gejala yang dimasukan.

Program disertai dengan kemampuan, dimana seorang pakar bisa menambah, menghapus, dan mengubah data.

Kekurangan Program :

Untuk saat ini, program tersebut hanya mampu menggunakan gerbang logika and dalam setiap gejala yang dimiliki oleh hama / penyakit.

6.2 Saran

Aplikasi sistem pakar ini dapat menjadi sarana untuk menyimpan pengetahuan tentang hama / penyakit pada tanaman jeruk dari pakar atau ahlinya. Saran yang diberikan untuk pengembangan sistem pakar yang lebih baik adalah sistem pakar ini seharusnya dibuat gerbang logika or dikarenakan suatu hama / penyakit belum tentu hanya memiliki sejumlah gejala x saja tetapi bisa juga memiliki gejala lain dimana nantinya apabila salah satu dari gejala lain atau gejala x telah terpenuhi sistem bisa menentukan jenis hama / penyakitnya. DAFTAR PUSTAKATriwiranto Anang, 2004, Pengenala dan Pengendalian hama dan penyakit tanaman jeruk, Depertemen Pertanian

http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/29787/3/Chapter%20II.pdfhttp://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/29787/4/Chapter%20I.pdfhttp://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/29787/5/Abstract.pdfhttp://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/29787/2/Chapter%20III-V.p

Premis

1

Premis

2

Premis

3

Premis

4

Konklusi

1

Konklusi

2

Konklusi

3

Premis

5

EMBED Visio.Drawing.11

1Universitas Sumatera Utara 14

_1430419711.vsdUSER

SISTEM PAKAR DIAGNOSA JERUK

DATA USER

JAWABAN

PERTANYAAN

HASIL DIAGNOSIS

JENIS HAMA / PENYAKIT

GEJALA

KONFIRMASI

DETAIL JAWABAN

PENANGGULANGAN

PAKAR

DATA PAKAR

KONFIRMASI

_1430427565.vsdDialog Title

Label:

Text

Hyperlink

Text

Enter Text

Jenis :

Hama

Penyakit

SIMPAN

PERTANYAAN

_1430429218.vsdDialog Title

Enter Text

Label:

Text

Hyperlink

Letak Gejala

Daun / Batang / Buah

Pertanyaan Berdasarkan Gejala yang dipilih

Jawaban jika ya dari gejala yang dipilih

ID gejala

Jawaban jika ya dari gejala yang dipilih

HAPUS

_1430431388.vsdDialog Title

Enter Text

Label:

Text

Hyperlink

ID sakit

Text1

Text2

Text3

SIMPAN

_1430464887.vsdDialog Title

Message text

Heading

Hyperlink

Label:

UNTUK PAKAR LOGIN

_1430505537.vsd

D2

D10

D16

D18

U13

U14

U15

Y

Y

Y

Y

Y

P1

Y

D11

D19

D20

D21

D22

U1

U16

Y

P4

Y

Y

Y

Y

Y

Y

Y

D6

D8

U10

U11

U12

Y

Y

Y

Y

H10

Y

D1

D12

D13

D14

D15

Y

Y

Y

Y

H5

Y

T

T

D17

D18

U9

T

T

Y

Y

P2

Y

D3

D4

D5

T

Y

Y

H1

Y

U12

U15

U17

U18

T

Y

Y

Y

P6

Y

D10

D23

D7

U19

Y

Y

T

P9

Y

D24

Y

B1

B2

U20

T

Y

Y

Y

H6

U6

U8

U9

T

Y

Y

Y

H9

D12

T

H2

Y

Y

U3

U4

U5

Y

Y

T

Y

H7

B3

B4

B5

Y

Y

Y

P3

T

B1

B5

B6

Y

Y

Y

P5

T

B7

B8

B9

Y

Y

Y

P7

T

D9

U2

Y

Y

H4

T

U2

Y

Y

H3

U20

U1

T

Y

P8

T

D8

U7

T

Y

H8

_1430432961.vsdDialog Title

Enter Text

Label:

Text

Text

Hyperlink

Nama Hama / Penyakit

ID GEJALA

ID Sakit

SIMPAN

PERTANYAAN

_1430429786.vsdDialog Title

Enter Text

Label:

Text

Hyperlink

Letak Gejala

Daun

text1

text2

ID gejala

text3

Batang

Buah

SIMPAN

_1430427720.vsdDialog Title

Enter Text

Label:

Text

Hyperlink

ID sakit

Nama hama / penyakit

Pernyataan hasil diagnosia dari hama / penyakit

Solusi dari hasil dignosia

HAPUS

ID

_1430422890.vsdGEJALA

SOLUSI

PAKAR

INFOSAKIT

4.1. Penambahan Data

Data Gejala

Data Penyakit

4.2. Penghapusan Data

4.3. Pengeditan Data

Data Gejala

Data Penyakit

Data Gejala

Data Penyakit

GEJALA

SOLUSI

INFOSAKIT

DATA GEJALA

DATA GEJALA

DATA GEJALA

DATA PENYAKIT

DATA PENYAKIT

DATA PENYAKIT

DATA PENYAKIT

DATA PENYAKIT

DATA PENYAKIT

_1430426789.vsdDialog Title

Enter Text

Label:

Text

Hyperlink

Penyakit :

ID GEJALA

ID_PENYAKIT

HAPUS

PERTANYAAN

_1430421238.vsdUSER

1. Login

Data User

jawaban

2. Pertanyaan

GEJALA

Jawaban

pertanyaan

Konfirmasi

Pertanyaan

3. Diagnosis

hasil

Temp

Jawaban

solusi

hasil

Nama hama

Penanggulangan

Nama Hama

Penanggulangan

PAKAR

Data Pakar

Konfirmasi

Jawaban

INFOSAKIT

jawaban

Data Gejala

Data Penyakit

Data Gejala

Data Penyakit

4. Kelola Data

Data Penyakit

PAKAR

Data Pakar

Konfirmasi

_1429934429.vsdDialog Title

Label:

Text

Hasil Diagnosis

PENANGGULANGAN

Detail Jawaban

_1429934940.vsdDialog Title

Label:

Hyperlink

Label:

SOLUSI

Menu Utama

Ke Konsultasi

NAMA HAMA / PENYAKIT

_1429935179.vsdDialog Title

Text

Label:

Text

Hama / penyakit

Tampil

PILIH HAMA / PENYAKIT YANG INGIN DITANGGULANGI

Kembali

_1429936152.vsdDialog Title

Label:

Text

Hyperlink

Enter Text

BUAH

Jenis :

DAUN

BATANG

SIMPAN

ID

_1429934547.vsdDialog Title

Label:

Hyperlink

Detail Jawaban

Menu Utama

Solusi

_1429933565.vsdDialog Title

Enter Text

Label:

Text

Text

NAMA ?

Jenis Jeruk

MASUK

KELUAR

_1429934006.vsdDialog Title

Label:

Text

PERTANYAAN

Ya

Tidak

Next

_1429924330.vsd

PERSIAPAN & PENGUMPULAN DATA

Analisis Sistem

Perancangan Sistem

Implementasi Sistem

Pengujian Sistem

Penyusuan Laporan

StudiPustaka

Wawancara

_1429925660.vsd

MULAI

MENGAJUKAN PERTANYAAN PADA PENGGUNA

Simpan inputan pengguna sebagai aturan premis

Cek aturan berdasarkan inputan pengguna pada pengetahuan

Hasil Diagnosa

Selesai