Transcript
Page 1: sistem pakar penyakit jeruk

“SISTEM PAKAR UNTUK MENDIAGNOSIS HAMA DAN

PENYAKIT PADA TANAMAN JERUK MENGGUNAKAN

METODE BACKWARD CHAINING”

Oleh :

1. Apriyanto Arkiang (1006082003)

2. Arisal Peter (0806083202)

3. Happy M H Kurniasih (1006081044)

4. Novi J. Pena (0806083233)

Jurusan Ilmu Komputer

Fakultas Sains Dan Teknik

Universitas Nusa Cendana

Kupang

2013

1

Page 2: sistem pakar penyakit jeruk

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas kasih dan

rahmat-Nyalah kami dapat menyelesaikan Laporan Sistem Pakar mengenai “Sistem Pakar

Untuk Mendiagnosis Hama Dan Penyakit Pada Tanaman Jeruk Menggunakan Metode

Forward Chaining”. Laporan ini dibuat sebagai syarat tugas mahasiswa Ilmu Komputer

pada mata kuliah Sistem Pakar semester VI (enam) tahun 2013.

Diharapkan melalui laporan ini, kami sebagai mahasiswa Ilmu Komputer dapat

memahami mengenal cara kerja forward chaining dalam implementasi sistem pakar

mendiagnosa penyakit / hama pada jeruk.

Laporan ini masih jauh dari sempurna, oleh sebab itu kami mohon maaf apabila

terdapat kesalahan dalam laporan ini baik dari segi penulisan ataupun dalam segi lainnya.

Terima Kasih.

Kupang, Mei 2013

Penulis,

2

Page 3: sistem pakar penyakit jeruk

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR......................................................................................................... 1

DAFTAR ISI........................................................................................................................ 2

ABSTRAK........................................................................................................................... 5

BAB 1 PENDAHULUAN................................................................................................. 6

1.1 Latar Belakang........................................................................................................ 6

1.2 Rumusan Masalah................................................................................................... 7

1.3 Batasan Masalah..................................................................................................... 7

1.4 Tujuan Penelitian.................................................................................................... 7

BAB 2 LANDASAN TEORI............................................................................................ 8

2.1 Kecerdasan Buatan................................................................................................. 8

2.2 Sistem Pakar........................................................................................................... 8

2.3 Runut Maju............................................................................................................. 9

2.4 Jeruk.......................................................................................................................11

2.5 Hama dan Penyakit Pada Jeruk..............................................................................11

2.6 Gambaran Umum Perangkat Lunak.......................................................................16

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN............................................................................19

3.1 Objek Penelitian.....................................................................................................19

3.2 Teknik Pengumpulan Data.....................................................................................19

3.3 Tahapan Penelitian.................................................................................................20

BAB 4 ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM.....................................................22

3

Page 4: sistem pakar penyakit jeruk

4.1 Analisis Sistem.......................................................................................................22

4.2 Perancangan Mesin Inferensi..................................................................................23

4.3 Perancangan Basis Data..........................................................................................24

4.4 Gejala-gejala pada Hama dan Penyakit Jeruk........................................................28

4.5 Rancangan Antarmuka...........................................................................................30

BAB 5 IMPLEMENTASI DAN PEMBAHASAN...........................................................37

5.1 Aturan Premis pada Hama dan Penyakit Jeruk .....................................................37

5.2 Hubungan Antara gejala-gejala dengan Hama dan Penyakit.................................39

5.3 Daftar gejala-gejala pada Hama dan Penyakit........................................................41

5.4 Diagram State Gejala-gejala pada Hama dan Penyakit Jeruk ...............................42

5.5 Implementasi Sistem..............................................................................................43

5.6 Implementasi Program............................................................................................43

5.7 Struktur Tabel.........................................................................................................53

5.8 Tabel Aturan Premis...............................................................................................55

BAB 6 PENUTUP............................................................................................................63

6.1 Kesimpulan.............................................................................................................63

6.2 Saran.......................................................................................................................64

4

Page 5: sistem pakar penyakit jeruk

DAFTAR PUSTAKA..........................................................................................................65

5

Page 6: sistem pakar penyakit jeruk

ABSTRAK

Perkembangan teknologi komputer yang begitu cepat dan mampu membantu manusia

dalam berbagai hal, tak terkecuali dalam mendiagnosa penyakit. Sistem pakar adalah

sistem berbasis komputer yang menggunakan pengetahuan, fakta, dan teknik penalaran

dalam memecahkan masalah yang biasanya hanya dapat dipecahkan oleh seorang pakar

dalam bidang tersebu. Maka dari itu kami berinisiatif untuk membuat tugas akhir tentang

“Sistem Pakar Untuk Mendiagnosis Hama dan Penyakit Pada Tanaman Jeruk

Menggunakan Metode Forward Chaining”. Sistem ini dapat memberikan diagnosis awal

penyakit jeruk berdasarkan gejala dan intensitas gejala-gejala yang terlihat dari luar dan

diinput oleh user, tanpa harus bertanya langsung ke pakar. Sistem ini dibuat dengan

berbasis desktop. Aplikasi dibuat dengan bahasa pemrograman VB.net.

Kata Kunci : Sistem Pakar, Hama Jeruk, Penyakit Jeruk, Metode Forward Chaining,

VB.net

6

Page 7: sistem pakar penyakit jeruk

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Jeruk merupakan komoditas buah-buahan yang mempunyai nilai ekonomi penting

dan nilai kesehatan yang berarti karena mengandung nilai gizi yang tinggi (Vitamin C dan

vitamin A). Buah jeruk dapat dikonsumsi langsung sebagai buah segar atau juice dan

dapat pula diolah menjadi sirup. Buah jeruk merupakan sumber vitamin C yang berguna

untuk kesehatan manusia. Kandungan vitamin C sangat beragam antarvarietas, berkisar

antara 27-49 mg/100 g daging buah. Makin tua buah jeruk, biasanya makin berkurang

kandungn vitamin C-nya, tetapi semakin manis rasanya. Varietas jeruk sangat banyak,

masing-masing jenis mempunyai karakteristik yang berbeda.

Jeruk merupakan salah satu komoditas unggulan yang dibudidayakan masyarakat

petani di berbagai wilayah Indonesia sebagai penunjang perekonomian rumah tangga

mereka. Sebagian besar kebun jeruk di berbaga wilayah Indonesia diserang berbagai jenis

hama dan penyakit sehingga mengakibatkan produktivitas dari tanaman jeruk tersebut

menurun. Serangan hama tersebar di berbagai wilayah Indonesia, akibat serangan hama

ini ribuan ton buah jeruk busuk dan gugur ke tanah, sehingga membuat para petani

mengalami kerugian yang cukup besar.

Dewasa ini kebutuhan penggunaan teknologi informasi dalam semua bidang

semakin meningkat, terutama pada bidang Ilmu Komputer. Salah satunya adalah

penggunaan komputer sebagai sistem pakar. Dimana sistem ini juga dapat digunakan

dalam bidang pertanian yaitu untuk mendiagnosis jenis hama dan penyakit yang

menyerang tanaman jeruk.

Kemampuan sistem pakar dalam mentransformasikan pengetahuan seorang pakar

ke dalam sebuah sistem diperoleh dengan implementasi suatu teknik dan akan ditentukan

oleh kinerja teknik tersebut. Terdapat sejumlah teknik yang dapat diimplementasikan

pada suatu sistem pakar, salah satunya adalah dengan metode Forward Chining.

7

Page 8: sistem pakar penyakit jeruk

Tidak semua permasalahan yang terjadi di bidang pertanian dapat ditangani secara

praktis oleh petani. Dibutuhkan pengetahuan khusus dari seorang pakar dalam

menanganinya. Namun sering kali ketika permasalahan tersebut terjadi, pakar tidak selalu

tersedia. Dalam hal inilah sistem pakar ada untuk membantu membuat solusi secara

komputasi tanpa hadirnya pakar manusia.

1.2 Rumusan Masalah

Permasalahan yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah bagaimana cara

mendiagnosis hama dan penyakit pada tanaman jeruk di wilayah Indonesia dengan

metode Forward Chining.

1.3 Batasan Masalah

Ruang lingkup penelitian ini dibatasi pada:

1. Algoritma yang digunakan dalam proses pencarian solusinya adalah metode

forward chining.

2. Pengembangan aplikasi dilakukan dengan menggunakan bahasa pemrograman

Visual Basic.Net.

3. Aplikasi hanya membahas hama dan penyakit pada jeruk beserta

penanggulangannya, kemudian penambahan, pengubahan, penghapusan jenis

hama dan penyakit, dan penambahan data gejala, kemudian juga penambahan

serta pengahpusan gejala-gejala dalam hama dan penyakit jeruk

4. Pada aplikasi, setiap penyakit bisa memiliki maksimum 20 gejala

5. Semua hama dan penyakit menggunakan gerbang logika “and”, sehingga semua

gejala pada hama / penyakit harus terpenuhi

1.4 Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah merancang sistem pakar yang dapat membantu

petani jeruk atau pengguna lainnya dalam mendiagnosis penyakit pada jeruk tanpa

memerlukan seorang pakar.

8

Page 9: sistem pakar penyakit jeruk

BAB 2

LANDASAN TEORI

2.1 Kecerdasan Buatan

Kecerdasan buatan (artificial intelligent) adalah salah satu bidang ilmu komputer

yang mendayagunakan komputer sehingga dapat berprilaku seperti manusia. Ilmu

komputer tersebut mengembangkan perangkat lunak dan perangkat keras untuk

menirukan tindakan manusia. Aktifitas manusia yang ditirukan seperti penalaran,

penglihatan, pembelajaran, pemecahan masalah, pemahaman bahasa alami dan

sebagainya. Rich dan knight mendefenisikan kecerdasan buatan sebagai sebuah studi

tentang bagaimana membuat komputer melakukan hal-hal yang pada saat ini dapat

dilakukan lebih baik oleh manusia (Kusrini, 2006).

Kecerdasan bautan merupakan bagian dari ilmu pengetahuan komputer yang

khusus ditunjukkan dalamperancangan otomatisasi tingkah lakuk cerdas dalam sistem

kecerdasan komputer. Sistem memperlihatkan sifat-sifat khas yang dihubungkan dengan

kecerdasan dalam kelakuan atau tindak tanduk yang sepenuhnya bisa menirukan beberapa

fungsi otak manusia, seperti pengertian bahasa, pengetahuan, pemikiran, pemecahan

masalah dan lain sebagainya (Kristanto, 2004).

Kecerdasan buatan berbeda dengan kecerdasan konvensional. Pemrograman

konvensional berbasis pada algoritma yang mendefinisikan setiap langkah dalam

penyelesaian masalah. Pemrograman konvensional dapat menggunakan rumus

matematika atau prosedur sekuensial untuk menghasilkan solusi. Lain halnya dengan

pemrograman dalam kecerdasan buatan yang berbasis pada representasi simbol dan

manipulasi. Dalam kecerdasan buatan, sebuah simbol dapat berupa kalimat, kata, atau

angka yang digunakan untuk merepresentasikan objek, proses, dan hubungannya. Objek

dapat berupa manusia, benda, ide, konsep, kegiatan, atau pernyataan dari suatu fakta

(Kusrini, 2006). Proses digunakan untuk memanipulasi simbol untuk menghasilkan saran

atau pemecahan masalah. Selain itu kecerdasan buatan dapat melakukan penalaran

terhadap data yang tidak lengkap. Hal ini sangat mustahil dilakukan oleh pemrograman

konvensional. Kemampuan penalaran dan penjelasan terhadap setiap langkah dalam

9

Page 10: sistem pakar penyakit jeruk

pengambilan keputusan menjadi kelebihan dari kecerdasan buatan. Ada tiga tujuan

kecerdasan buatan, yaitu: membuat komputer lebih cerdas, mengerti tentang kecerdasan

dan membuat mesin lebih berguna.

2.2 Sistem Pakar

Sistem pakar adalah sistem berbasis komputer yang menggunakan pengetahuan,

fakta, dan teknik penalaran dalam memecahkan masalah yang biasanya hanya dapat

dipecahkan oleh seorang pakar dalam bidang tersebut (Kusrini, 2006).

Pemecahan masalah-masalah yang komplek biasanya hanya dapat dilakukan oleh

sejumlah orang yang sangat terlatih, yaitu pakar. Dengan penerapan teknik kederdasan

buatan, sistem pakar menirukan apa yang dikerjakan oleh seorang pakar ketika mengatasi

permasalahan yang rumit, berdasarkan pengetahuan yang dimiliki (Hartati, 2008).

2.3. Runut Maju (Forward Chaining)

Runut maju berarti menggunakan himpunan aturan kondisi-aksi. Dalam metode

ini, data digunakan untuk menentukan aturan mana yang akan dijalankan, kemudian

aturan tersebut dijalankan. Mungkin proses menambahkan data ke memori kerja. Proses

diulang sampai ditemukan suatu hasil. Metode inferensi runut maju cocok digunakan

untuk menangani masalah pengendalian (controlling) dan peramalan (prognosis)

(Kusrini, 2006).

Untuk mempermudah pemahaman mengenai metode ini, akan diberikan ilustrasi

kasus pembuatan sistem pakar sebagai berikut (Kusrini, 2008):

Aturan 9: Jika Premis 1 Dan Premis 2 Dan Premis 3 Maka Konklusi 1

Aturan 10: Jika Premis 1 Dan Premis 3 Dan Premis 4Maka Konklusi 2

Aturan 11:

10

Page 11: sistem pakar penyakit jeruk

Jika Premis 2Dan Premis 3 Dan Premis 5 Maka Konklusi 3

Jika aturan ini digambarkan sebagai sebuah graph yang memetakan antara premis-premis

dan konklusi maka tampak seperti gambar dibawah ini:

Penelusuran maju pada kasus ini adalah untuk mengetahui apakah suatu fakta

yang dialami oleh pengguna itu termasuk konklusi 1, konklusi 2, atau konklusi 3 atau

bahkan bukan salah satu konklusi tersebut, yang artinya sistem belum mampu mengambil

kesimpulan karena keterbatasan aturan.

Dalam penalaran ini, user diminta memasukkan premis-premis yang dialami.

Untuk memudahkan pengguna, sistem dapat memunculkan daftar premmis yang

mungkin sehingga user dapat memberikan umpan balik premis yang tersedia.

Berdasarkan premis-premis yang dipilih, maka sistem akan mencari aturan yang sesuai,

sehingga akan diperoleh konklusinya (Kusrini, 2008).

2.4 Jeruk

Jeruk (Citrus sp.) adalah tanaman tahunan yang berasal dari Asia Tenggara,

terutama Cina. Sejak ratusan tahun yang lampau, tanaman ini sudah terdapat di

Indonesia, baik sebagai tanaman liar maupun tanaman di pekarangan (Bambang, 1996).

11

Premis 1

Premis 2

Premis 3

Premis 4

Konklusi 1

Konklusi 2

Konklusi 3

Premis 5

Page 12: sistem pakar penyakit jeruk

Buah jeruk selalu tersedia pada sepanjang tahun, karena tanaman jeruk tidak

mengenal musim berbunga yang khusus. Disamping itu tanaman jeruk tanaman jeruk

dapat ditanam dimana saja, baik didaratan rendah maupun didartan tinggi (AAK, 1994).

2.5 Hama dan Penyakit pada Jeruk

Serangan hama dan penyakit jeruk paling banyak terjadi pada saat-saat terdapat

tumbuhan baru atau tunas-tunas muda, sehingga perlu diperhatikan upaya-upaya

pengendaliaanya. Serangan hama maupun penyakit pada jeruk merupakan salah satu

faktor penting sebagai pembatasan produksi jeruk. Oleh karena itu, dalam pengelolaan

tanaman jeruk sanitasi kebun dan pengendaliaan serangga penular harus diperhatikan

(Bambang, 1996).

2.5.1 Hama pada Jeruk

Hama adalah binatang yang merusak tanaman kebutuhan manusia. Hama yang

tersebar dari kelas serangga, yaitubinatang beruas-ruas berkaki enam. Serangga ada yang

menguntungkan, tetapi ada juga yang merugikan sehingga dalam mengendalikanya harus

hati-hati jangan sampai serangga yang menguntungkan manusia ikut dibinasakan

(Pracaya,2003).

Adapun hama jeruk yang terdapat di berbagai wilayah Indonesia antaralain

(Sidaharta,2007):

1. Tungau

Tungau terdiri dari tungau merah dan tungau karat (Panonycus citri,

Phyllocoptruta oleivera). Tungau menyerang tangkai, daun dan buah. Serangan

pada tangkai meninggalkan bekas keperak-perakan, pada daun timbul bercak

kuning atau coklat, dan pada buah menyebabkan bercak keperak-perakan atau

coklat. Populasinya meningkat pada musim kemarau. Tunggau merah dewasa

bewarna merah tua, berbentuk bulat agak lonjong, berukuran hingga 0,2 mm,

memiliki empat pasang kaki. Tungau dapat bergerak cepat, misalnya bila terpapar

12

Page 13: sistem pakar penyakit jeruk

sinar matahari langsung. Tunggau biasanya memilih tempat yang ternaungi seperti

permukaan bawah daun atau bagian bawah buah.

2. Thrips (Scritothrips citri)

Thrips sering juga disebut dengan wereng. Thrips dewasa berukuran 0,7-

0,9 mm, thrips jantan lebih pendek memiliki dua pasang sayap yang berbentuk

seperti sisir ganda. Gejala pada buah sangat khas yaitu adanya burik atau nekrotis

(jaringan mati) tipis disekitar atau mengelilingi tangkai buah. Gejala pada bagian

tangkai dan daun muda mengakibatkan helai daun menebal, kedua sisi daun agak

menggulung keatas dan pertumbuhannya tidak normal.

3. Ulat Peliang Daun (Phylocnistis citriella)

Ulat peliang daun adalah serangga dari golongan Lepidoptera dimana

serangga dewasanya berupa ngenget (kupu-kupu yang aktif pada malam hari).

Hama ini menyerang daun yang masih muda, kadang-kaddang buah muda dan

cabang yang masih muda juga diserang. Kerugian yang diakibatkan oleh hama ini

adalah terutama karena daun yang diserang menjadi tidak normal dan terhambat

pertumbuhannya sehingga tidak dapat berfungsi secara optimal.Pada tanaman

yang terserang, daun tampak berkerut, menggulung, mengeritinng dan terlihat

bekass gerekan berupa garis berkelok-kelok tidak teratur.

4. Kutu Sisik/Kutu Perisai (Lepidosaphes beckii, Unaspsis citri)

Pada awalnya kerusakan akibat hama ini dikenal sebagai “penyakit jamur

merah”. Hal ini disebabkan karena pada tanaman jeruk yang meranggas tampak

semacam jamur bewarna kemerahan Jamur tersebut sesungguhnya adalah jamur

Aschersonia sp yang justru musuh alami kutu sisik. Jamur tersebut adalah jamur

berguna yang membunuh kutu sisik. Serangan ini dapat ditandai adanya cangkang

yang terbuat dari semacam lilin yang melekat erat pada tangkai daun maupun pada

daun atau buah.

5. Penggerek Buah (Citripestis sagitiferella)

Hama pengerak buah yang berupa kupu-kupu meletakkan telur pada

permukaan buah secara berkelompok 4-8 butir perkelompok yang tersusun saling

13

Page 14: sistem pakar penyakit jeruk

menindih seperti susunan genteng namun terkadang telur diletakkan sendiri-

sendiri.

6. Lalat Buah (Batrocera spp)

Larva lalat buah hidup dan berkembang didalam daging buah selama 6-9

hari. Larva mengorek daging buah sambil mengeluarkan enzim perusak atau

pencernayang berfungsi melunakkan daging buah sehingga mudah dihisap dan

dicerna.

7. Kutu Dompolan (Planococcus citri)

Kutu dompolan dewasa berbentuk lonjong, datar, bewarna kuning

kecoklatan, kuning muda hhingga kuning tua yang ditutupi lapisan lilin bewarna

putih.

8. Kutu Loncat

Kutu loncat jeruk ini menyerang kuncup, tunas, daun-daun muda dan

tangkai daun. Serangannya mengakibatkan tunas-tunas muda keriting dan

pertumbuhannya terhambat.

9. Kutu Daun, Kutu Daun Hitam, Kutu Daun Hijau

Kutu daun ini menyerang tunas dan daun muda dengan cara menghisap

cairan tananman sehingga helaian daun menggulung.

10. Puru Buah

Puru buah menyerang buah-buah muda dan meninggalkan bekas berupa

puru-puru atau tonjolan-tonjolan pada buah dengan lubang bergaris tengah 0.3-0.5

cm pada bekas serangan. Bunga yang terserang parah menjadi rontok atau gugur.

2.5.2 Penyakit pada Jeruk

Tanaman jeruk manis disebut sakit bila menyimpang dari keadaan normal,

misalnya suatu hari tanaman kelihatan layu, pada batang kelihatan ada blendok,. Tiba-

14

Page 15: sistem pakar penyakit jeruk

tiba daunya rontok, kelihatan mengecil, kusam, seperti berkarat, buah menjadi busuk, dan

lain-lain. Tanaman yangsakit lalu disebut terkena penyakit. Penyebab penyakit itu

bermacam-macam, diantaranya karena serangan cendawan, bakteri, virus, viroid,

kekurangan unsure hara, dan lain-lain (Pracaya,2003).

Adapun penyakit jeruk, antara lain (Sidharta,2007):

1. Blendok Diplodia

Penyakit Diplodia terdapat di berbagai wilayah dunia dan Indonesia.

Penyakit ini disebabkan oleh jamur Botryodiplodia theobromae. Gejala serangan

diplodia tampak semacam blendok kental bewarna kuning keemasan yang keluar

dari batang yang sakit. Kadang-kadang luka ini mongering dan sembuh dengan

sendirinya namun bila sempat menggeleng batang maka tanaman akan mati.

Infeksi juga sering terjadi dipersemaian dimana jamur masuk melalui luka bekas

sayatan okulasi. Gejala diplodia sukar diketahui pada tahap awal sehingga sangat

berbahaya. Gejala dikenali dengan mengeringnya kulit dan jika dipotong, pada

bagian bawahnya bewarna hitam kehijauan pada kulit dan permukaan kayu. Pada

kulit batang terdapat celah-celah yang dari dalamnya keluar spora jamur bewarna

putih yang bewarna putih yang kemudian menjadi hitam.

2. Penyakit Mati Ujung/ Antraknose (Colletotrichum glosporioides dan

Gloeosporium limetticolum)

Penyebab penyakit ini adalah jamur Colletotrichum gloeosporioides dan

Gloeosporium limetticolum. Pada kondisi normal penyakit ini tidak

mengakibatkan kerugian yang berarti. Kerugian yang besar oleh penyakit ini akan

terjadi karena factor-faktor fisiologis tanaman yang kuranng baik.

3. Jamur Upas (Corrticium salmonicolor)

Kelembaban dan cahaya yang kurang pada percabangan tanaman

mendorong perkembangan penyakit. Pathogen masuk dengan penetrasi langsung.

Penyebaran terjadi karena kelembaban yang tinggi pada ranting, adanya percikan

air, pengairan atau hujan.

4. Penyakit Kudis

15

Page 16: sistem pakar penyakit jeruk

Kerugian akibat penyakit ini terutama karena mengakibatkan buah menjadi

jorok dan tidak menarik. Pembentukkan tunas dan buah baru merupakan fase kritis

tanaman peka terhadap serangan patogen.

5. Tristeza

Gejala infeksi ada tanaman berupa kerusakan pada jaringan pembuluh

tapis (floem), terlihat adanya lekukan atau celah-celah memanjang pada jaringan

kayu pada batang, cabang atau ranting (stem pitting) dan gejala pemucatan tulang

daun (vein clearing) berupa garis-garis putus atau memanjang pada tulang daun

yang tembus cahaya, 2 minggu sampai bulan setelah terinfeki. Pertumbuhan

tanaman menjadi merana, kerdil dan daun kecil-kecil. Kadang-kadang muncul

gejala daun kecil kaku serta tepinya melengkung keatas (cupping). Gejala lain

yang dapat uncul adalah “vein crocking”.

6. CPVD

Identifikasi gejala serangan penyakit CVPD di lapang perlu dilakukan

pada beberapa gejala yang uncul bersamaan pada bagian-bagian tanaman sebagai

berikut :

a. Gejala Khas CVPD adalah belang-belang kuning tidak merata mulai

berkembang pada bagian ujung tanaman pada daun yang ketuaannya

sempurna, bukan pada daun muda dan tunas.

b. Gejalanya yaitu : dengan kuncup yang berkembang lambat, pertumbuhannya

mencuat ke ata, daun menjadi lebih kecil dan ditemukan gejala khas.

7. Ganggang

Gejala yaitu bercak-bercak berbentuk bulat atau tidak beraturan pada daun,

ranting atau batang terserang. Tapi bercak tidak jelas. Pada buah terserang ditandai

dengan lapisan hijau gelap atau hitam agak tebal, megakibatkan kualitas menurun.

Namun lapisan ini terdapat pada buah yang terlalu matang untuk dipasarkan.

Ganggang ini sebenarnya bukan merupakan parasit asli. Pada beberapa

jenis jeruk, ganggang tampak pada permukaan tanaman yang menyebabkan

gangguan pada lapisan kutikula, epidermis atau kulit luar.

8. Kanker

16

Page 17: sistem pakar penyakit jeruk

Gejala awal berupa bercak putih pada sisi bawah daun yang selanjutnya

warna hijau gelap, kadang-kadang berwarna kuning di sepanjang tepinya. Bagian

tengah terbentuk gabus warna coklat. Luka terjadi pada bagian atas dan bawah

daun. Pada buah ditandai dengan gejala serupa dengan di daun tetapi bagian tepi

tidak berwarna kuning.

9. Puru Berkayu

Penyakit puru berkayu mempunyai dua gejala sesuai dengan namanya

yaitu Vein enation biasanya ditemukan pada jeruk nipis atau Sour orange. Gejala

kedua Woody gall terutama terjadi pada batang-bawang Rough lemon. Pada

tanaman jeruk nipis, infeksi CVEV menyebabkan munculnya tonjolan atau puru

kecil (enation) yang tersebar tidak teratur pada tulang daun di permukaan bawah

daun-daun muda pada 2-3 bulan sejak penularan. Gejala tersebut semakin jelas

bila daun menjadi tua.

2.6 Gambaran Umun Perangkat Lunak

2.6.1 Visual Basic.Net 2012

Microsoft Visual Basic.NET adalah sebuah alat untuk mengembangkan dan

membangun aplikasi yang bergerak di atas sistem .NET Framework, dengan

menggunakan bahasa BASIC. Dengan menggunakan alat ini, para programmer dapat

membangun aplikasi Windows Forms, Aplikasi web berbasis ASP.NET, dan juga aplikasi

command-line. Alat ini dapat diperoleh secara terpisah dari beberapa produk lainnya

(seperti Microsoft Visual C++, Visual C#, atau Visual J#), atau juga dapat diperoleh

secara terpadu dalam Microsoft Visual Studio .NET. Bahasa Visual Basic .NET sendiri

menganut paradigma bahasa pemrograman berorientasi objek yang dapat dilihat sebagai

evolusi dari Microsoft Visual Basic versi sebelumnya yang diimplementasikan di atas

.NET Framework.

Visual Basic.Net 2012 merupakan edisi terbaru dari jenisnya, Visual Basic.Net

tergabung didalam Visual Studio 2012. Dan berjalan diatas platform Net Framework 4.5.

Visual Basic.Net 2012 sendiri bisa diubah platformnya sehingga tidak hanya berjalan

17

Page 18: sistem pakar penyakit jeruk

diatas platform Net Framework 4.5 tetapi dibawahnya juga, seperti Net Framework 3.0.

Berikut tampilan dari Visual Basic.Net 2012

2.6.2 Microsoft Acces 2013

Microsoft Access (atau Microsoft Office Access) adalah sebuah program aplikasi

basis data komputer relasional yang ditujukan untuk kalangan rumahan dan perusahaan

kecil hingga menengah. Aplikasi ini merupakan anggota dari beberapa aplikasi Microsoft

Office, selain tentunya Microsoft Word, Microsoft Excel, dan Microsoft PowerPoint.

Aplikasi ini menggunakan mesin basis data Microsoft Jet Database Engine, dan juga

menggunakan tampilan grafis yang intuitif sehingga memudahkan pengguna.

Microsoft Access dapat menggunakan data yang disimpan di dalam format

Microsoft Access, Microsoft Jet Database Engine, Microsoft SQL Server, Oracle

Database, atau semua kontainer basis data yang mendukung standar ODBC. Para

pengguna/programmer yang mahir dapat menggunakannya untuk mengembangkan

perangkat lunak aplikasi yang kompleks, sementara para programmer yang kurang mahir

dapat menggunakannya untuk mengembangkan perangkat lunak aplikasi yang sederhana.

Access juga mendukung teknik-teknik pemrograman berorientasi objek, tetapi tidak dapat

digolongkan ke dalam perangkat bantu pemrograman berorientasi objek.

18

Page 19: sistem pakar penyakit jeruk

Microsoft Access 2013 merupakan keluaran terbaru Microsoft pada tahun 2013

ini, Microsoft Access 2013 telah terpaket dengan microsoft office 2013 lainnya, Microsoft

Office 2013 masih menggunakan file tipe yang sama dengan Microsoft Access 2007 yaitu

“.accdb”. Untuk Menghubungkannya dengan Visual Basic.Net Maka digunakan

Microsoft Ace Database Enginer 12.0

BAB 3

METODOLOGI PENELITIAN

19

Page 20: sistem pakar penyakit jeruk

3.1 Objek Penelitian

Penelitian dilakukan di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian di Naibonat,,

Kabupaten Kupang. Pada penelitian ini kami mengambil data tentang hama dan penyakit

pada tanama jeruk dari salah pegawai yang ahli di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian

Naibonat.

3.2 Teknik Pengumpulan Data

Adapun teknik pengumpulan data yang dilakukan oleh penulis dalam penelitian, antara lain :

3.2.1 Studi Kepustakaan (Literature)

Menurut Miller dkk (2010) Tinjauan literatur adalah bagian penting dari

setiap proyek penelitian yang baik, dan jika tidak dilakukan dengan benar, proyek

dapat berakhir sia-sia dengan mereplikasi penelitian sebelumnya. Metode ini

dilakukan untuk mendapatkan data literature tambahan dari buku acuan mengenai

sistem pakar berbasis komputer dan metode forward chaining, sumber yang

digunakan berupa buku, journal, karya ilmiah, dan situs-situs penunjang yang dapat

membantu dalam penyelesaian laporan penelitian.

3.2.2 Wawancara(Interview)

Wawancara merupakan salah satu objek penelitian, Menurut Jogiyanto (2007)

wawancara adalah Komunikasi dua arah untuk mendapatkan data dari responden.

Wawancara dapat berupa wawancara personal, wawancara intersep dan wawancara

telepon. Dalam penelitian ini kami melakukan wawancara secara langsung dengan

pegawai yang ahli dalam bidang pertanian terutama masalah jeruk. Dari hasil

20

Page 21: sistem pakar penyakit jeruk

wawancara tersebut dapat diperoleh penjelasan tentang jenis dan gejala hama dan

penyakit pada tanaman jeruk.

3.3 Tahapan Penelitian

Adapun tahapan penelitian dalam membangun sistem pakar diagnosa penyakit

jantung dengan menggunakan tahapan SDLC yaitu waterfall, adalah sebagai berikut :

Adapun penjelasan tahapan penelitian yang menarik salah satu tahap SDLC Waterfall, sebagai berikut :

1. Pesiapan dan Pengumpulan Data

kami melakukan persiapan untuk sebelum melakukan pengumpulan data,

kemudian melakukan studi pustaka untuk mencari dan mempelajari tentang

sistem pakar, metode forward chaining, dan mencari informasi tentang hama

dan penyakit pada jeruk, setelah melakuakan studi pustaka kami melakukan

21

Page 22: sistem pakar penyakit jeruk

wawancara kepada pakar guna untuk mengetahui informasi yang dibutuhkan

secara akurat.

2. Analisa Sistem

Pada tahap ini dilakukan analisis kebutuhan terhadap sistem dan menjadi dasar

untuk perancangan sistem, seperti pengolahan data spesifikasi penyakit pada

jeruk.

3. Perancangan Sistem

Tahapan ini dilakukan dengan membuat gambaran sistem baik berupa diagram

alir (flowchart), masukan, keluaran, DFD (Data Flow Diagram), antarmuka

(interface) dan struktur data.

4. Implementasi Sistem

Tahapan ini dilakukan dengan melakukan penerapan rancangan/coding sistem

yang dibuat ke dalam suatu program, serta membuat laporan atau dokumentasi

dari program tersebut.

5. Pengujian Sistem

Tahapan ini dilakukan dengan melakukan pengujian terhadap perangkat lunak

yang telah dibuat untuk mengetahui kesalahan dan memperbaiki kesalahan

yang ada.

6. Menyusun Laporan.

Melakukan pembuatan dokumentasi sistem mulai dari tahap awal sampai

dengan pengujian sistem, dan menulis laporan.

22

Page 23: sistem pakar penyakit jeruk

BAB 4

ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM

4.1 Analisis Sistem

Analisis sistem diperlukan untuk mengetahui permasalahan dan kebutuhan yang

diperlukan dalam pembangunan sistem. Analisis terdiri dari 2 (dua) bagian yaitu analisis

permasalahan yang ada dan analisis kebutuhan akan perangkat lunak yang nantinya akan

dibuat.

4.1.1 Analisis Permasalahan

Pada saat ini proses diagnosis penyakit jeruk masih dilakukan secara manual

dengan cara pakar melihat langsung kebun jeruk yang terserang penyakit lalu melihat

gejala yang tampak pada jeruk dan mendiagnosis penyakit yang sedang menyerang jeruk

tesebut. Hal ini dirasa kurang tepat karena petani harus melaporkan kepada pakar atau

kantor dinas setempat. Dan untuk mendatangi kebun petani, pakar memerlukan waktu dan

mungkin saja jeruk bisa bertambah parah.

Dari hasil analisis permasalahan tersebut, perlu dirancang sebuah aplikasi yang

mampu mendiagnosa penyakit jeruk. Dimana sistem ini dapat membantu petani dalam

mendiagnosa penyakit. Dan petani juga bisa mengakses informasi tanpa terbatas ruang

dan waktu.Perancangan sebuah aplikasi harus dibuat secara matang, supaya tampilannya

mudah dipahami dan hasilnya bermanfaat dan memuaskan bagi para pemakai.

4.1.2 Analisis Kebutuhan Perangkat Lunak

Sebagai langkah awal dari proses analisis kebutuhan ini, akan diuraikan kembali

tujuan dari tugas akhir sesuai dengan bab sebelumnya, adalah merancang sistem pakar

yang dapat membantu petani jeruk dalam mendiagnosis penyakit pada jeruk dengan

metode forward chining.

23

Page 24: sistem pakar penyakit jeruk

Kriteria yang nantinya menjadi spesifikasi perangkat lunak yang dibangun adalah

sebagai berikut:

1. Perangkat lunak yang dapat menerapkan metode inferensi forward chaining

untuk memperoleh gejala yang diderita oleh user.

2. Perangkat lunak yang dapat menerapkan metode forward chaining dalam

penentuan kemungkinan penyakit jeruk oleh user.

4.2 Perancangan Mesin Inferensi

Pada mesin inferensi ini, data yang telah diinput asisten akan di proses pada mesin

inferensi dengan menggunakan metode forward chaining, berdasarkan gejala yang

dimasukan, kemudian gejala-gejala tersebut akan dikelompokkan sesuai dengan jenis

penyakit yang diderita, dan akan dilakukan pemeriksaan pada basis pengetahuan apakah

gejala tersebut merupakan salah satu jenis penyakit jantung. Kemudian akan diberikan

rekomendasi berupa cara pencegahan dan pengobatan.

Mekanisme inferensi dengan menggunakan metode

forward chaining untuk sistem pakar diagnosa hama dan

penyakit pada jeruk dengan langka-langka sebagai berikut:

24

Page 25: sistem pakar penyakit jeruk

4.3 Perancangan Basis Data Dalam perancangan basis data ini terdiri dari perancangan DFD, perancangan

kamus data, dan perancangan antarmuka.

4.3.1 Perancangan DFD

4.3.1.1 Diagram Konteks

Diagram Aliran Data/Data Flow Diagram (DFD) adalah alat yang biasa dipakai

untuk mendokumentasi proses dalam sistem atau sebuah teknis grafis yang

menggambarkan aliran informasi dan transformasi yang diaplikasikan pada saat data

bergerak dari input menjadi output. Gambar 3.1 menggambarkan diagram aliran data dari

sistem yang akan dibuat:

Penjelasan proses diagram konteks DFD sistem pakar untuk diagnosa penyakit

jeruk dengan metode fuzzy adalah sebagai berikut:

a. Proses Nama proses: Sistem Pakar Diagnosa Jeruk

Keterangan: proses diagnosa penyakit jeruk berdasarkan gejala-gejala pada jeruk.

b. Arus Data

Masukan:

Data user

Jawaban

25

Page 26: sistem pakar penyakit jeruk

Jenis hama/penyakit

Gejala baru

Keluaran:

Konfirmasi

Pertanyaan

Hasil diganosis

Detail Jawaban

Penanggulangan

Entitas Luar

1. Nama Entitas: Pengguna

Keterangan: pengguna yang menggunakan sistem untuk mendiagnosa penyakit

jeruknya.

2. Nama Entitas: Pakar

Keterangan: Pakar bertugas untuk memasukan, menghapus, serta mengubah

gejala-gejala umum pada tanaman jeruk, jenis-jenis hama / penyakit baru pada

jeruk, adapaun juga gejala-gejala yang terdapat pada hama / penyakit pada

jeruk ke dalam sistem

4.3.1.2 DFD Level 0

Proses yang ada pada diagram konteks dapat dipecah lagi menjadi prosesproses yang

lebih kecil dan lengkap dalam DFD level0. Diagram untuk DFD level 0 dapat dilihat pada

gambar di bawah ini.

26

Page 27: sistem pakar penyakit jeruk

1. User

User harus memasukan data diri terlebih dahulu, dan mendapatkan konfirmasi

masuk sistem.

Setelah masuk user masuk ke proses pertanyaan, sistem memberikan pertanyaan

yang diambil dari tabel “Gejala” dan tabel gejala mengambil info gejala dari

tabel “INFOSAKIT”. Setelah itu sistem menyimpan jawaban user didalam tabel

“TEMP”.

Setelah itu didapatlah hasil dari proses pertanyaan dan masuk ke dalam proses

diagnosis, kemudian hasil tersebut dicek didalam tabel “SOLUSI”, kemudian

dari tabel “SOLUSI” diberikan nama hama dan penanggulangannya kepada

sistem dan sistem memberikannya kepada user.

27

Page 28: sistem pakar penyakit jeruk

2. Pakar

Pakar harus memasukan data diri terlebih dahulu (username dan password), dan

sistem akan mengecek didalam tabel “PAKAR” apakah username dan password

yang diinput sesuai, dan kemudian pakar mendapatkan konfirmasi masuk sistem.

Setelah masuk Pakar masuk ke proses kelola data, di proses ini pakar

memasukan data penyakit dan gejala, dan sistem akan menympannya didalam

database

4.3.1.3 DFD Level 1 Proses 4

Pakar Memasukan Data Penyakit ke dalam sistem di proses penambahan data,

penghapusan data, dan pengubahan data kemudian data penyakit itu disimpan di

dalam database (tabel “Infosakit” dan tabel “Solusi”)

Pakar Memasukan Data Gejala ke dalam sistem di proses penambahan data,

penghapusan data, dan pengubahan data kemudian data gejala itu disimpan di

dalam database (tabel “Infosakit” dan tabel “Solusi”)

28

Page 29: sistem pakar penyakit jeruk

4.4 Gejala-gejala pada Hama dan Penyakit Jeruk

Adapun gejala-gejala yang ditimbulkan oleh penyakit pada jeruk antara lain, yaitu

id Gejala

D1 Daun keriting

D2 Pertumbuhan daun lambat

D3 Kuncup mati

D4 Getah putih di daun

D5 Getah berwarna putih berbentuk spiral

D6 Daun lengket

D7 Terdapat hewan-hewan kecil

D8 Daun gugur

D9 Daun menebal

D10 Daun bercak-bercak kuning

D11 Daun Bercak-bercak cokelat

D12 Daun menggulung

D13 Lubang-lubang kecil pada daun

D14 Daun bergerigi/telah digigit

D15 Tidak ada daun dan tersisa tangkai

D16 Daun kaku dan menebal

D17 Daun pucat

D18 Daun kecil

D19 Tonjolan-tojolan pada daun

D20 Daun layu

D21 Daun kering dan mati

D22 Daun tertutup lapisan hitam

D23 Bercak Putih Pada Daun

D24 Bagian tengah keras seperti gabus

B1 Kulit batang retak-retak

B2 Kutu Berwarna Cokelat Pada Batang

B3 Tonjolan Pada Batang

B4 Tonjolan Hijau Pucat, Besar Tak Beraturan

B5 Kulit Batang Terkelupas

B6 Batang mengeluarkan cairan kuniangkeemasan

B7 Batang dilapisi benang merah muda

B8 Ranting terdapat spora

B9 Kulit Batang Jadi Abu-abu

B10 Lapisan hitam pada batang

U1 Kulit buah rusak, Berwarna Cokelat

U2 Terdapat bekas luka

U3 Buah busuk

U4 Ada tetesan-tetesan pada buah

U5 Ada bekas gerekan dan kotoran

U6 Terdapat lubang pada kulit buah

U7 Ada ulat dalam buah yang

29

Page 30: sistem pakar penyakit jeruk

masak

U8 Bunga rontok

U9 Terdapat tonjolan pada buah

U10 Pangkal buah warna kuning

U11 Tangkai buah ada kutu putih

U12 Buah Terlambat Masak

U13 Buah Terdapat bercak-bercak kuning

U14 Buah tidak simetris

U15 Buah masak terasa asam

U16 Buah cekung

U17 Buah pucat

U18 Buah terdapat bercak

U19 Buah tertutup lapisan hitam

U20 Tangkai buah patah

Gejala penyakit ini sudah diringkas untuk gejala yang umum pada penyakit jeruk.

untuk mempermudah mendiagnosa dan mempermudah user dalam menggunakanya.

30

Page 31: sistem pakar penyakit jeruk

4.5 Perancangan AntarMuka

Rancangan Form Login :

Rancangan Form menu utama

Page 32: sistem pakar penyakit jeruk

Rancangan Form konsultasi

Rancangan Form hasil Diagnosis

Page 33: sistem pakar penyakit jeruk

Rancangan Form Detail Jawaban

Rancangan Form Solusi

Rancangan Form Pilih Solusi / Penanggulangan

Page 34: sistem pakar penyakit jeruk

Rancangan Form Tambah Penyakit

Rancangan Form Tambah Gejala

Page 35: sistem pakar penyakit jeruk

Rancangan Form Hapus Gejala dari hama / penyakit

Rancangan Form Hapus Hama / Penyakit

Page 36: sistem pakar penyakit jeruk

Rancangan form Hapus Data Gejala

Rancangan Form Edit Data Gejala

Rancangan Form Edit Data Hama/Penyakit

Page 37: sistem pakar penyakit jeruk

Rancangan Form Tambah Gejala Pada Hama / Penyakit Jeruk

Page 38: sistem pakar penyakit jeruk

BAB 5

IMPLEMENTASI DAN PEMBAHASAN

5.1 Aturan Premis Pada Hama dan Penyakit Jeruk

Rule 1. IF Pertumbuhan daun lambat And Kuncup mati And Getah putih di daun

And Getah berwarna putih berbentuk spiral Then Kutu Loncat (H1)

Rule 2. IF Daun lengket And Terdapat hewan-hewan kecil And Daun

Menggulung Then Kutu Daun (H2)

Rule 3. IF Kulit buah rusak, Berwarna Cokelat And Tangkai Buah Patah Then

Tungau (H3)

Rule 4. IF Daun Menebal And Terdapat bekas luka Then Thrips (H4)

Rule 5. IF Daun Keriting And Daun Menggulung And Lubang-lubang kecil pada

daun And Daun bergerigi/telah digigit And Tidak ada daun dan tersisa

tangkai Then Ulat Peliang Daun (H5)

Rule 6. IF Daun bercak-bercak kuning And Kulit batang retak-retak And Kutu

Berwarna Cokelat Pada Batang And Tangkai buah patah Then Kutu Sisik

(H6)

Rule 7. IF Buah Busuk And Ada tetesan-tetesan pada buah And Ada bekas

gerekan dan kotoran Then Penggerek Buah (H7)

Rule 8. IF Terdapat lubang pada kulit buah And Ada ulat dalam buah yang masak

Then Lalat Buah (H8)

Rule 9. IF Terdapat lubang pada kulit buah And Bunga Rontok And Terdapat

tonjolan pada buah Then Puru Buah (H9)

Rule 10. IF Daun lengket And Daun gugur And Getah putih di daun And Tangkai

buah ada kutu putih And Buah Terlambat Masak Then Kutu Dompolan

(H10)

Page 39: sistem pakar penyakit jeruk

Rule 11. IF Pertumbuhan daun lambat And Daun bercak-bercak kuning And Daun

Kaku dan Menebal And Daun Kecil And Buah Terdapat bercak-bercak

kuning And Buah tidak simetris And Buah masak terasa asam Then

CPVD (P1)

Rule 12. IF Daun Keriting And Daun Menggulung And Daun pucat And Pangkal

Daun kecil And Terdapat tonjolan pada buah Then Tristeza (P2)

Rule 13. IF Tonjolan Pada Batang And Tonjolan Hijau Pucat, Besar Tak Beraturan

And Kulit Batang Terkelupas Then Puru Berkayu (P3)

Rule 14. IF Daun Bercak-bercak Cokelat And Tonjolan-tojolan pada daun And

Daun layu And Daun kering dan mati And Daun tertutup lapisan hitam

And Kulit buah rusak, Berwarna Cokelat And Bauh Cekung Then

Antrakose (P4)

Rule 15. IF Kulit batang retak-retak And Kulit Batang Terkelupas And Batang

mengeluarkan cairan kuniangkeemasan Then Diplodia (P5)

Rule 16. IF Buah Terlambat Masak And Buah masak terasa asam And Buah Pucat

And Buah terdapat bercak Then Kudis (P6)

Rule 17. IF Batang dilapisi benang merah muda And Ranting terdapat spora And

Kulit Batang Jadi Abu-abu Then Jamur Upas (P7)

Rule 18. IF Daun Gugur And Daun Bercak-bercak cokelat Then Ganggang (P8)

Rule 19. IF Daun bercak-bercak kuning And Getah Putih Pada Daun And Bagian

tengah keras seperti gabus And Buah Tertutup Lapisan Hitam Then

Kanker (P9)

Page 40: sistem pakar penyakit jeruk

5.2 Hubungan Antara Gejala-gejala dengan Hama & Penyakit

Kode H1 H2 H3 H4 H5 H6 H7 H8 H9 H10 P1 P2 P3 P4 P5 P6 P7 P8 P9D1D2D3D4D5D6D7D8D9D10D11D12D13D14D15D16D17D18D19D20D21D22D23D24

Daun LayuDaun Kering dan MatiDaun Tertutup Lapisan HitamBercak Putih

Daun Bergerigi / Telah digitTidak ada daun dan tersisa tangkaiDaun Kaku dan MenebalDaun PucatDaun KecilTonjolan-tonjolan pada daun

Getah Berwarna putih berbentuk Spiral

Bagian Tengah Keras seperti Gabus

Daun LengketTerdapat Hewan-hewan Kecil / Sejenis kutu berwarna hitam, Cokelat, dan hijauDaun GugurDaun MenebalDaun Bercak-bercak KuningBercak-bercak CokelatDaun MenggulungLubang-lubang kecil

Nama Hama / PenyakitDaun KeritingPertumbuhan Daun lambatKuncup MatiGetah Putih di daun

Page 41: sistem pakar penyakit jeruk

Kode H1 H2 H3 H4 H5 H6 H7 H8 H9 H10 P1 P2 P3 P4 P5 P6 P7 P8 P9B1B2B3B4B5B6B7B8B9B10U1U2U3U4U5U6U7U8U9U10U11U12U13U14U15U16U17U18U19U20 Tangkai buah Patah

Buah Masak Terasa AsamBuah CekungBuah PucatBuah terdapat BercakBuah Terutup Lapisan Hitam

Terdapat tonjolan-tonjolan pada buahPangkal Buah Berwarna KuningTangkai Buah Terdapat Kutu PutihBuah Terlambat TumbuhKulit Buah Tampak Belang-belang KuningBuah Tidak Semetris

Buah BusukAda Tetesan-tetesan pada BuahAda Bekas Gerekan dan Ada KotoranTerdapat Lubang-lubang pada kulit buahTerdapat ulat-ulat di dalam buah yang masakBunga Rontok

Ranting Terdapat SporaKulit Batang Berubah Menjadi Abu-abuTerdapat lapisan hitam pada batangKulit Buah Rusak, Berwarna Cokelat Keabu-abuanTerdapat Bekas Luka pada Sekeliling Buah Muda

Terdapat Hewan-hewan Kecil / Sejenis kutu berwarna cokelatTerdapat tonjolan di sekeliling batangTonjolan berwarna hijau pucat, dan besar tak beraturanKulit Batang dan cabang terkelupasBatang Mengeluarkan Cairan Kuning KeemasanBatang dilapisi benang merah muda

Nama Hama / PenyakitKulit Batang Retak-retak

Page 42: sistem pakar penyakit jeruk

5.3 Daftar Gejala-gejala pada Hama dan Penyakit

5.4 Diagram State Gejala-gejala pada Hama dan Tanaman Jeruk

Page 43: sistem pakar penyakit jeruk
Page 44: sistem pakar penyakit jeruk

5.5 Impelementasi Sistem

Tahap implementasi sistem merupakan penerapan dari rancangan sistem yang

telah dibuat ke dalam suatu bentuk aplikasi. Hardware minimal yang diperlukan untuk

menjalankan aplikasi ini adalah:

1. PC/Notebook Core 2 Duo

2. RAM 1 GB

3. Hard Disk 100 GB

Sedangkan Software yang diperlukan adalah :

1. Sistem Operasi Windows 7

2. Visual Basic.Net 2010 / 2012

3. Microsoft Database Acces 2007

4. Net Framework 3.0

5.6 Implementasi Program

5.6.1 Login

Pada saat program dijalankan maka akan tampil halaman login. Login untuk pakar

digunakan untuk mencegah program disalah gunakan dan untuk melindungi data-data

didalamnya. Jadi tidak setiap orang dpat mengakses program tersebut. Dalam form

login ini dibagi menjadi dua user, yxaitu Pengguna dan pakar. Bagi Pengguna hanya

perlu memasukan nama dan jenis jeruk. Sedangkan Pakar perlu username dan password

Berikut adalah tampilan halaman login

Page 45: sistem pakar penyakit jeruk

5.6.2 Halaman Menu Utama

Menu Utama

Pengguna terdiri dari tiga

menu yaitu menu :

1) Konsultasi /

Diagnosa

2) Penanggulangan

3) Kembali

Menu Utama Pakar terdiri dari lima menu yaitu menu :

1) Konsultasi / Diagnosa

2) Penanggulangan

3) Tambah Jenis Hama / Penyakit

4) Tambah Gejala

5) Tambah Gejala Pada Hama /

Penyakit

6) Hapus Data Hama / Penyakit

7) Hapus Data Gejala

8) Hapus Gejala Pada Penyakit

9) Edit Data Hama / Penyakit

10) Edit Data Gejala

11) Kembali

Page 46: sistem pakar penyakit jeruk

5.6.3 Halaman Konsultasi

Pada Halaman Konsultasi, Pengguna Bisa Menjawab Ya / Tidak Sesuai dengan

Pertanyaan yang diajukan oleh Program, dan Nantinya Jawaban dari pengguna akan

tersimpan di dalam sebuah grid atau list

5.6.4.

Halaman Hasil Diagnosis

Sebuah Halaman Hasil Konsultasi, Dimana Program mendiagnosis hasil sesuai

dengan gejala-gejala yang telah diinputkan pengguna. Apabila hasil diagnosis memiliki

solusi maka akan tampak tombol solusi. Apabila tidak maka tombol tersebut tidak ada.

Page 47: sistem pakar penyakit jeruk

5.6.5 Halaman Penanggulangan

Sebuah halaman yang memberikan Solusi sesuai dengan Penyakit / Hama yang

dimiliki oleh Tanaman Jeruk pengguna. Terdapat Sebuah Menu Konsultasi Apabila ingin

melakukan Konsultasi Ulang.

5.6.6 Halaman Pilih Solusi

Sebuah halaman yang akan memberikan Solusi sesuai dengan Penyakit / Hama

yang akan dipilih oleh pengguna saat itu juga

Page 48: sistem pakar penyakit jeruk

5.6.7 Halaman Detail Jawaban

Sebuah halaman yang menampilkan jawaban-jawaban yang telah dipilih pengguna.

Jawaban – jawaban tersebut diambil dari tabel “TEMP”

5.6.8 Halaman Tambah Data Gejala

Sebuah halaman yang hanya bisa diakses oleh pakar, dimana pakar tersebut

mempunyai hak akses untuk menambah gejala, yang dimana nantinya akan digunakan,

untuk keperluan penambahan hama / penyakit baru yang memiliki gejala-gejala tersebut.

Pakar tinggal memasukan Pertanyaan, Jawaban Jika Ya, dan Jawaban Jika Tidak, serta

memilih letak gejala tersebut (daun, batang / ranting, dan buah / bunga).

Page 49: sistem pakar penyakit jeruk

5.6.9 Halaman Tambah Data Hama / Penyakit

Pertama Pakar Memilih Jenisnya (hama / penyakit) dari kedua jenis tesebut.

Kemudian Pakar tinggal menambahkan gejala-gejalanya dan nanti akan ditampilkan

dalam data grid. Setelah itu pakar tinggal menabahkan nama hama / penyakit, pernyataan

dari hama / penyakit, serta solusinya.

Nama, pernyataan, serta solusi dari hama / penyakit tersebut masuk kedalam tabel

“HASIL”. Kemudian gejala-gejala dari hama / penyakit masuk kedalam tabel

“INFOSAKIT”

Page 50: sistem pakar penyakit jeruk

5.6.10 Halaman Tambah Gejala Pada Hama / Penyakit

Pertama pakar memilih jenis hama / penyakit yang ingin ditampilkan, kemudian

akan ditampilkan gejala-gejala dari hama / penyakit yang dipilih di dalam data grid.

Kemudian

pakar tinggal memilih

gejala yang akan

ditambahkan ke dalam

hama / penyakit

tersebut, dan

kemudian

menyimpannya

Page 51: sistem pakar penyakit jeruk

5.6.11 Halaman Hapus Hama / Penyakit

Pakar memilih jenis hama / penyakit, kemudian gejala-gejala akan tampak di data

grid. Dan kemudian data-data dari hama / penyakit akan ditampilkan ke dalam label yang

telah disediakan, mulai dari nama, pernyataan, serta solusi hama / penyakit.

5.6.12 Halaman Hapus Gejala

Pakar memilih kode gejala, kemudian gejala akan tampak di dalam label yang

telah disediakan, mulai dari letak gejala, pertanyaan, jawaban jika ya, dan jawaban jika

tidak. Setelah itu pakar tinggal menekan tombol hapus.

Page 52: sistem pakar penyakit jeruk

5.6.13 Halaman Hapus Gejala pada Hama / Penyakit

Pakar memilih jenis hama

/ penyakit, kemudian pada

combobox berikutnya hanya akan

tampak gejala-gejala dari hama /

penyakit tersebut. Dan kemudian

apabila gejala tersebut dipilih,

maka akan ditampilkan isi

pertanyaan dari gejala tersebut.

Dan gejala siap dihapus.

5.6.13 Halaman Ubah Data Hama / Penyakit

Pakar memilih jenis hama / penyakit, kemudian data dari hama / penyakit tersebut

akan tampak di setiap label yang ada. Dan kemudian pakar tinggal memilih data yang

akan diubah dan kemudian menekan tombol simpan.

Page 53: sistem pakar penyakit jeruk

5.6.14 Halaman Ubah Data Gejala

Pakar memilih gejala yang ingi diubah, kemudian data dari gejala tersebut akan

tampak di setiap label yang ada. Dan kemudian pakar tinggal memilih data yang akan

diubah dan kemudian menekan tombol simpan.

Page 54: sistem pakar penyakit jeruk

5.7 Struktur Tabel

5.7. 1 tabel gejala

No Field Tipe data Panjang Keterangan

1 Id Short Text 8 Id sebagai primary key

2 Pertanyaan Short Text 255 Pertanyaan

3 Jawab_ya Short Text 255 Jawaban jika ya

4 Jawab_tidak Short Text 255 Jawaban jika tidak

5.7.2 tabel hasil

No Field Tipe data Panjang Keterangan

1 Id Short Text 8 Id sebagai primary key

2 Hama_penyakit Short Text 255 Jawaban dari Diagnosa

3 Solusi Long text (Plain Text)

Cara Menanggulangi hama tersebut

4 nama Short Text 100 Nama hama / penyakit

5.7.2 tabel infosakit

No Field Tipe data Panjang Keterangan

1 penyakit Short Text 8 penyakit sebagai primary key, ID penyakit / Hama

2 T1 Short Text 8 Gejala pertama dari penyakit / hama “X”

3 T2 Short Text 8 Gejala kedua

4 T3 Short Text 8 Gejala ketiga

5 T4 Short Text 8 Gejala keempat

6 T5 Short Text 8 Gejala kelima

Page 55: sistem pakar penyakit jeruk

7 T6 Short Text 8 Gejala keenam

8 T7 Short Text 8 Gejala ketujuh

9 T8 Short Text 8 Gejala kedelapan

10 T9 Short Text 8 Gejala kesembilan

11 T10 Short Text 8 Gejala kesepuluh

12 T11 Short Text 8 Gejala kesebelas

13 T12 Short Text 8 Gejala keduabelas

14 T13 Short Text 8 Gejala ketigabelas

15 T14 Short Text 8 Gejala keempatbelas

16 T15 Short Text 8 Gejala kelimabelas

17 T16 Short Text 8 Gejala keenambelas

18 T17 Short Text 8 Gejala ketujuhbelas

19 T18 Short Text 8 Gejala kedelapanbelas

20 T19 Short Text 8 Gejala kesembilanbelas

21 T20 Short Text 8 Gejala keduapuluh

22 Jumlah Int Jumlah Gejala

5.7.3 tabel temp

No Field Tipe data Panjang Keterangan

1 Id Int Id sebagai primary key

2 nilai Short Text 255 Jawaban jika ya / tidak

3 tf Short Text 2 “Y” untuk Ya, dan “T” untuk tidak

5.7.4 tabel pengguna

No Field Tipe data Panjang Keterangan

1 Username Short Text 255 username sebagai primary key

2 Password Short Text 255 Jawaban jika ya / tidak

Page 56: sistem pakar penyakit jeruk

5.7.5 tabel nama jeruk

No Field Tipe data Panjang Keterangan

1 Id_jeruk Int Id sebagai primary key

2 nama Short Text 255 Nama jeruk

5.8 Tabel Aturan Premis pada Hama dan Penyakit Jeruk

Contoh : Pencarian Dengan Beberapa Kode Penyakit H1, H10, H2, H3, H4

Tabel 1 :

Kode

PenyakitStatus Rule Premise Number Premis Status

H1 A, U H1-D2

H1-D3

H1-D4

H1-D5

FR

FR

FR

FR

H10 A, U H10-D6

H10-D8

H10-U10

H10-U11

H10-U12

FR

FR

FR

FR

FR

H2 A, U H2-D6

H2-D7

H2-D12

FR

FR

FR

H3 A, U H2-U1

H2-U20

FR

FR

H4 A, U H2-D9

H2-U2

FR

FR

Page 57: sistem pakar penyakit jeruk

Tabel 2 :

Kode

PenyakitStatus Rule Premise Number Premis Status

H1 A, U, D H1-D2

H1-D3

H1-D4

H1-D5

FR, FA

FR

FR

FR

H10 A, U H10-D6

H10-D8

H10-U10

H10-U11

H10-U12

FR

FR

FR

FR

FR

H2 A, U H2-D6

H2-D7

H2-D12

FR

FR

FR

H3 A, U H2-U1

H2-U20

FR

FR

H4 A, U H2-D9

H2-U2

FR

FR

Temp Pertanyaan Temp Jawaban

Pertumbuhan daun lambat (D2) ? Tidak

Tabel 3 :

Kode

PenyakitStatus Rule Premise Number Premis Status

H1 A, U, D H1-D2 FR, FA

Page 58: sistem pakar penyakit jeruk

H1-D3

H1-D4

H1-D5

FR

FR

FR

H10 A, U, M H10-D6

H10-D8

H10-U10

H10-U11

H10-U12

FR, TU

FR

FR

FR

FR

H2 A, U H2-D6

H2-D7

H2-D12

FR, TU

FR

FR

H3 A, U H2-U1

H2-U20

FR

FR

H4 A, U H2-D9

H2-U2

FR

FR

Temp Pertanyaan Temp Jawaban

Pertumbuhan daun lambat (D2) ?

Daun lengket ?

Tidak

Ya

Tabel 4

Kode

PenyakitStatus Rule Premise Number Premis Status

H1 A, U, D H1-D2

H1-D3

H1-D4

H1-D5

FR, FA

FR

FR

FR

Page 59: sistem pakar penyakit jeruk

H10 A, U, M, U, D H10-D6

H10-D8

H10-U10

H10-U11

H10-U12

FR, TU

FR, FA

FR

FR

FR

H2 A, U, M H2-D6

H2-D7

H2-D12

FR, TU

FR

FR

H3 A, U H2-U1

H2-U20

FR

FR

H4 A, U H2-D9

H2-U2

FR

FR

Temp Pertanyaan Temp Jawaban

Pertumbuhan daun lambat (D2) ?

Daun lengket ?

Daun gugur ?

Tidak

Ya

Tidak

Tabel 5

Kode

PenyakitStatus Rule Premise Number Premis Status

H1 A, U, D H1-D2

H1-D3

H1-D4

FR, FA

FR

FR

Page 60: sistem pakar penyakit jeruk

H1-D5 FR

H10 A, U, M, U, D H10-D6

H10-D8

H10-U10

H10-U11

H10-U12

FR, TU

FR, FA

FR

FR

FR

H2 A, U, M H2-D6

H2-D7

H2-D12

FR, TU

FR, TU

FR

H3 A, U H2-U1

H2-U20

FR

FR

H4 A, U H2-D9

H2-U2

FR

FR

Temp Pertanyaan Temp Jawaban

Pertumbuhan daun lambat (D2) ?

Daun lengket ?

Daun gugur ?

Terdapat hewan-hewan kecil ?

Tidak

Ya

Tidak

Ya

Tabel 6

Kode

PenyakitStatus Rule Premise Number Premis Status

H1 A, U, D H1-D2

H1-D3

H1-D4

FR, FA

FR

FR

Page 61: sistem pakar penyakit jeruk

H1-D5 FR

H10 A, U, M, U, D H10-D6

H10-D8

H10-U10

H10-U11

H10-U12

FR, TU

FR, FA

FR

FR

FR

H2 A, U, M H2-D6

H2-D7

H2-D12

FR, TU

FR, TU

FR, TU

H3 A, U H2-U1

H2-U20

FR

FR

H4 A, U H2-D9

H2-U2

FR

FR

Temp Pertanyaan Temp Jawaban

Pertumbuhan daun lambat (D2) ?

Daun lengket ?

Daun gugur ?

Terdapat hewan-hewan kecil ?

Daun Menggulung ?

Tidak

Ya

Tidak

Ya

Ya

Tabel 7

Kode

PenyakitStatus Rule Premise Number Premis Status

H1 A, U, D H1-D2

H1-D3

H1-D4

FR, FA

FR

FR

Page 62: sistem pakar penyakit jeruk

H1-D5 FR

H10 A, U, M, U, D H10-D6

H10-D8

H10-U10

H10-U11

H10-U12

FR, TU

FR, FA

FR

FR

FR

H2 A, U, M, U, TD H2-D6

H2-D7

H2-D12

FR, TU

FR, TU

FR, TU

H3 A, U H2-U1

H2-U20

FR

FR

H4 A, U H2-D9

H2-U2

FR

FR

Temp Pertanyaan Temp Jawaban

Pertumbuhan daun lambat (D2) ?

Daun lengket ?

Daun gugur ?

Terdapat hewan-hewan kecil ?

Daun Menggulung ?

Tidak

Ya

Tidak

Ya

Ya

Tabel 8

Kode

PenyakitStatus Rule Premise Number Premis Status

H1 A, U, D H1-D2

H1-D3

H1-D4

FR, FA

FR

FR

Page 63: sistem pakar penyakit jeruk

H1-D5 FR

H10 A, U, M, U, D H10-D6

H10-D8

H10-U10

H10-U11

H10-U12

FR, TU

FR, FA

FR

FR

FR

H2 A, U, M, U, TD,

FD

H2-D6

H2-D7

H2-D12

FR, TU

FR, TU

FR, TU

H3 A, U, D H2-U1

H2-U20

FR

FR

H4 A, U, D H2-D9

H2-U2

FR

FR

Temp Pertanyaan Temp Jawaban

Pertumbuhan daun lambat ?

Daun lengket ?

Daun gugur ?

Terdapat hewan-hewan kecil ?

Daun Menggulung ?

Hama / Penyakit (H2)

Tidak

Ya

Tidak

Ya

Ya

Hama Kutu Daun

Page 64: sistem pakar penyakit jeruk

BAB 6

PENUTUP

6.1 Kesimpulan

Berdasarkan pembahasan dan evaluasi dari bab-bab terdahulu, maka dapat ditarik

kesimpulan sebagai berikut:

1. Dengan adanya sistem pakar ini perngguna dapat terbantu dalam

mendiagnosis hama dan penyakit yang menyerang tanaman jeruknya.

2. Dengan menggunakan metode Runut Maju dalam penentuan hama dan

penyakit Jeruk, diperoleh hasil yang sama antara hasil sistem dengan hasil

perhitungan manual.

3. User dapat menggunakan sistem ini dengan mudah untuk mengetahui hasil

diagnosis hama / penyakit Jeruk berdasarkan gejala-gejala pada jeruk yang

tampak dari luar.

4. Aplikasi ini dibuat sebagai alat bantu bagi orang awam untuk mengetahui

jenis hama / penyakit yang menyerang jeruknya.

Kelebihan Program :

Tidak Semua pertanyaan akan ditanyakan ke pengguna, hanya pertanyaan

yang mempunyai kaitan dengan pertanyaan sebelumnya saja yang

ditanyakan

Program selalu tepat dalam menentukan hama / penyakit yang dialami

oleh pengguna sesuai dengan gejala yang dimasukan.

Program disertai dengan kemampuan, dimana seorang pakar bisa

menambah, menghapus, dan mengubah data.

Kekurangan Program :

Untuk saat ini, program tersebut hanya mampu menggunakan gerbang

logika “and” dalam setiap gejala yang dimiliki oleh hama / penyakit.

Page 65: sistem pakar penyakit jeruk

6.2 Saran

Aplikasi sistem pakar ini dapat menjadi sarana untuk menyimpan pengetahuan

tentang hama / penyakit pada tanaman jeruk dari pakar atau ahlinya. Saran yang diberikan

untuk pengembangan sistem pakar yang lebih baik adalah sistem pakar ini seharusnya

dibuat gerbang logika “or” dikarenakan suatu hama / penyakit belum tentu hanya

memiliki sejumlah gejala x saja tetapi bisa juga memiliki gejala lain dimana nantinya

apabila salah satu dari gejala lain atau gejala x telah terpenuhi sistem bisa menentukan

jenis hama / penyakitnya.

Page 66: sistem pakar penyakit jeruk

DAFTAR PUSTAKA

Triwiranto Anang, 2004, Pengenala dan Pengendalian hama dan penyakit tanaman jeruk, Depertemen Pertanian

http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/29787/3/Chapter%20II.pdf

http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/29787/4/Chapter%20I.pdf

http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/29787/5/Abstract.pdf

http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/29787/2/Chapter%20III-V.p