Referat (Parkinson)

  • View
    147

  • Download
    0

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Parkinson

Text of Referat (Parkinson)

PARKINSON DISEASE

PARKINSON DISEASEAGRA CESARIENNE PRADITO030.08.010BACKGROUNDPenyakit Parkinson adalah penyakit neurodegeneratif yang bersifat kronis progresifTerbanyak KEDUA setelah Demensia AlzheimerDimensi GEJALA yang sangat luas Mempengaruhi kualitas hidup penderitaPertama kali ditemukan oleh seorang dokter inggris James Parkinson pada tahun 1887

BACKGROUNDPenyakit ini merupakan suatu kondisi ketika seseorang mengalami ganguan pergerakan.Tanda-tanda khas yang ditemukan pada penderita diantaranya : Resting TremorRigiditas BradikinesiaInstabilitas Postural. Akibat degenerasi neuron dopaminergik HISTORYBerbagai macam tremor tahun 2500 sebelum masehi oleh bangsa IndiaTremor waktu istirahat Glen sejak tahun 138-201 dr. James Parkinson Pertama kali menulis deskripsi gejala penyakit Parkinson dengan rinci dan lengkap kecuali kelemahan otot paralysis agitans1894 Blocg dan Marinesco menduga substansia nigra sebagai lokus lesi1919 Tretiakoff : Hasil penelitian post mortem penderita penyakit Parkinson ada kesamaan lesi yang ditemukan disubstansia nigra

PREVALENCEDi Indonesia jumlah penduduk 210 juta orang Diperkirakan ada sekitar 200.000-400.000 penderita.Rata-rata usia penderita di atas 50 tahun dengan rentang usia-sesuai dengan penelitian yang dilakukan di beberapa rumah sakit di Sumatera dan Jawa adalah berusia 18 hingga 85 tahun.Statistik menunjukkan, baik di luar negeri maupun di dalam negeri, lelaki > perempuan (3:2) dengan alasan yang belum diketahui.ANATOMISusunan saraf pusat terdiri dari otak dan sumsum tulang belakang. Otak terdiri dari : SerebrumDiencephalon : Talamus, hipotalamusTrunkus serebri : Mesensefalon, pons, medulla oblongataSerebellumSerebrum terdiri dari 2 belahan besar : Badan sel saraf yang berwarna kelabu KORTEKS SEREBRI Serabut saraf yang berwarna putihDibagian bawah hemisfer terdapat kelompok-kelompok substansi kelabu yang disebut ganglia basalisANATOMI & FISIOLOGIPerintah dari korteks motorik inti motorik medulla spinalis dipengaruhi oleh ganglia basalis dan serebellum lewat talamus. Gerakan otot menjadi halus, terarah, dan terprogram. Sistem ekstrapiramidal terdiri dari : Ganglia basalis Substansi nigraNukleus subtalamusGangguan pada sistem ekstrapiramidal menyebabkan :Hiperkinetik (Korea, Atetosis, Balismus)Hipokinetik (Akinesia, Bradikinesia)

ANATOMI & FISIOLOGIGangguan pada ganglia basalis Gangguan EkstrapiramidalGangguan pada Substansia Nigra akan menyebabkan terganggunya pembuatan NEUROTRANSMITER DOPAMIN PARKINSON DISEASE.PARKINSON merupakan gangguan ekstrapiramidal

DEFINISIPenyakit Parkinson adalah penyakit neurodegeneratif progresif dari sistem saraf pusat yang berkaitan erat dengan usia yang mempunyai karakteristik terjadinya degenerasi dari neuron dopaminergik pada substansia nigra pars kompakta, dan adanya inklusi intraplasma yang terdiri dari protein (Lewy Bodies)Neurodegeneratif pada parkinson juga terjadi pada daerah otak lain : lokus ceruleus, raphe nuklei, nukleus basalis Meynert, Hipothalamus, korteks cerebri, motor nukelus dari saraf kranial, dan sistem saraf otonom.DEFINISISindrom Parkinson (Parkinsonismus) merupakan suatu penyakit/sindrom karena gangguan pada ganglia basalis akibat penurunan atau tidak adanya pengiriman dopamine dari substansia nigra ke globus palidus/neostriatum (striatal dopamine deficiency).Sindrom yang ditandai oleh tremor waktu istirahat, rigiditas, bradikinesia, dan hilangnya refleks postural akibat penurunan kadar dopamine dengan berbagai macam sebab.ETIOLOGIParkinson disebabkan oleh rusaknya sel-sel otak, tepatnya di substansi nigra sebagai suatu kelompok sel yang mengatur gerakan-gerakan yang tidak dikehendaki (involuntary) penderita tidak bisa mengatur/menahan gerakan-gerakan yang tidak disadarinya.

Mekanisme terjadinya kerusakan belum dapat diketahui secara pasti, namun diduga beberapa faktor resiko yang bersifat MULTIFAKTORIALETIOLOGIRisk Factor yang bersifat MultifaktorialUSIA Usia bertambah reaksi mikrogilial yang meningkat dapat mempengaruhi kerusakan neuronal, terutama pada substansia nigraGENETIKTRAUMA KEPALA Cedera kranio serebral bisa menyebabkan penyakit parkinson dengan peranannya yang belum jelasSTRESS & DEPRESI depresi dapat mendahului gejala motorik dan pada keadaan depresi terjadilah peningkatan turnover katekolamin yang memacu stress oksidatif.FAKTOR LINGKUNGAN Dipengaruhi oleh beberapa hal, seperti Xenobiotik, pekerjaan, infeksi, dan diet.

ETIOLOGI GENETIKTelah dibuktikan mutasi yang khas tiga gen terpisah (alpha-Synuclein , Parkin , UCHL1 ) dan empat lokus tambahan ( Park3 , Park4 , Park6 , Park7 ) yang berhubungan dengan Parkinson keturunanPenelitian menunjukkan adanya mutasi genetik yang berperan pada penyakit Parkinsonmutasi pada gen a-sinuklein pada lengan panjang kromosom 4 (PARK1) Pasien dengan Parkinsonism autosomal dominanDitemukan delesi dan mutasi point pada gen parkin (PARK2) di kromosom 6 Pasien dengan autosomal resesif parkinson

ETIOLOGIEtiologi yang dikemukan oleh Jankovics ( 1992 ) adalah sebagai berikut :

Genetik predispositions+Environmental Factor ( exogenous and endogenous )+Trigger factor ( stress, infection , trauma , drugs , toxins )+Age related neuronal attrition and loss of anti-oxidative mechanismParkinsons DiseaseBagan : Etiologi dari Parkinsons disease ( Jankovic 1992)

ETIOLOGILINGKUNGAN

Xenobiotik Paparan pestisida menimbulkan kerusakan mitokondria Pekerjaan Paparan metal yang tinggi dalam durasi panjang akan meningkatkan resiko Infeksi Paparan virus influenza intrautero menjadi faktor predisposisi parkinson disease dengan menyebabkan kerusakan substansia nigra oleh infeksi Nocardia astroides Diet Konsumsi lemak & tinggi kalori akan meningkatkan stress oksidatif.PATOFISIOLOGIPenyakit Parkinson terjadi karena penurunan kadar dopamin akibat kematian neuron di pars kompakta substansia nigra disertai adanya inklusi sitoplasmik eosinofilik (Lewy bodies)Substansia Nigra (black substance) suatu region kecil di otak (brain stem) yang terletak sedikit di atas medulla spinalis sebagai pusat control/koordinasi dari seluruh pergerakanLewy bodies adalah inklusi sitoplasmik eosinofilik konsentrik dengan halo perifer dan dense cores

PATOFISIOLOGISel-sel substansia nigra menghasilkan neurotransmitter yang disebut dopamine untuk mengatur seluruh gerakan otot dan keseimbangan tubuh yang dilakukan oleh sistem saraf pusat. Dopamine diperlukan untuk komunikasi elektrokimia antara sel-sel neuron di otak terutama dalam mengatur pergerakan, keseimbangan dan refleks postural, serta kelancaran komunikasi (bicara). Parkinson sel-sel neuron di SNc mengalami degenerasi produksi dopamine menurun semua fungsi neuron di system saraf pusat (SSP) menurun dan menghasilkan :Kelambatan gerak (bradikinesia), Kelambatan bicara dan berpikir (bradifrenia), Tremor Kekauan (rigiditas)PATOFISIOLOGIDalam Fungsi Motorik Inti Motorik medula spinalis diatur oleh sel piramid korteks motorikDalam pengaturannya dapat bersifat DIRECT atau Non-Direct melalui inti batang otak. Pengendalian langsung oleh korteks motorik melalui traktus piramidalis, sedangkan yang tidak langsung adalah melewati sistem ekstrapiramidal ganglia basalis ikut berperan. Komplementasi kerja traktus piramidalis dengan sistem ekstapiramidal menimbulkan gerakan otot menjadi halus, terarah, dan terprogram.Pada Parkinson Disease, adanya gangguan pada sistem ekstrapiramidal (ganglia basalis) menyebabkan gerakan otot menjadi TIDAK halus, terarah, dan terprogram.

PATOFISIOLOGIGanglia Basalis (GB)tersusun dari beberapa kelompok inti , yaitu :1. Striatum (neostriatum dan limbic striatum) Neostriatum terdiri dari putamen (Put) dan Nucleus Caudatus (NC)2. Globus Palidus (GP)3. Substansia Nigra (SN)4. Nucleus Subthalami (STN)PATOFISIOLOGIPATOFISIOLOGI KELAINAN PADA GANGLIA BASALIS 2 pendekatan : 1. Berdasarkan cara kerja obat menimbulkan perubahan keseimbangan saraf dopaminergik dengan saraf kolinergik2. Perubahan keseimbangan jalur direk (inhibisi) dan jalur indirek (eksitasi).

PATOFISIOLOGIInhibisiPATOFISIOLOGI

D2 : Reseptor dopamin 2 bersifat inhibitorikD1 : Reseptor dopamin 1 bersifat eksitatorikSNc : Substansia nigra pars compactaSNr : Substansia nigra pars retikulataGPe : Globus palidus pars eksternaGPi : Globus palidus pars internaSTN : Subthalamic nucleusVL : Ventrolateral thalamus = talamus

PATOFISIOLOGIPatofisiologi depresi pada penyakit Parkinson sampai saat ini belum diketahui pasti. Namun teoritis diduga hal ini berhubungan dengan defisiensi serotonin, dopamin dan noradrenalin. Perubahan neurotransmiter dan neuropeptid menyebabkan perubahan neurofisiologik yang berhubungan dengan perubahan suasana perasaan.KLASIFIKASI1. Parkinsonismus primer/ idiopatik/paralysis agitans

2. Parkinsonismus sekunder atau simtomatik

3. Sindrom paraparkinson (Parkinson plus)

KLASIFIKASI1. Parkinsonismus primer/ idiopatik/paralysis agitans.Etiologi Parkinson primer belum diketahui, masih belum diketahui. Terdapat beberapa dugaan, di antaranya ialah : infeksi oleh : Virus yang non-konvensional Pemaparan terhadap zat toksik yang belum diketahuiTerjadinya penuaan yang prematur atau dipercepat.

KLASIFIKASI2. Parkinsonismus sekunder atau simtomatikDapat disebabkan olehPasca ensefalitis virus, Pasca infeksi lain : tuberkulosis, sifilisMeningovaskulerIatrogenik atau drug induced, misalnya golongan fenotiazin, reserpin, tetrabenazin Merupakan Obat-obatan yang menghambat reseptor dopamin dan menurunkan cadangan dopamin KLASIFIKASI3.Sindrom paraparkinson (Parkinson plus)Pada kelompok ini gejalanya hanya merupakan sebagian dari gambaran penyakit keseluruhan.Jenis ini bisa didapat pada keadaan : Progressive supranuclear palsy Multiple system atrophy (sindrom Shy-drager)Degenerasi striatonigral Olivo-pontocerebellar degeneration Parkinsoni