Referat Alzheimer Dan Parkinson

  • View
    226

  • Download
    5

Embed Size (px)

DESCRIPTION

enjoy

Text of Referat Alzheimer Dan Parkinson

REFERATALZHEIMER & PARKINSON

Pembimbing :dr. IswahyuniDisusun oleh :Lois T Kezia (406148028)Kheluwis Sutiady (406148098)

KEPANITERAAN ILMU GERIATRIPANTI WERDHA KRISTEN HANA CIPUTATPERIODE 2 MEI 2016 6 JUNI 2016FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TARUMANAGARA

DAFTAR ISI

BAB I1PENDAHULUAN1BAB II2ISI22.1 ALZHEIMER22.1.1 DEFINISI22.1.2 EPIDEMIOLOGI22.1.3 ETIOLOGI22.1.4 KLASIFIKASI32.1.5 FAKTOR RESIKO42.1.6 PATOFISIOLOGI52.1.7 GEJALA KLINIS72.1.8 DIAGNOSIS92.1.9 DIAGNOSIS BANDING102.1.10 PEMERIKSAAN PENUNJANG122.1.11 PENATALAKSANAAN162.1.12 PROGNOSIS182.2 PARKINSON192.2.1 DEFINISI192.2.2 KLASIFIKASI192.2.3 ETIOLOGI192.2.4 PATOFISIOLOGI202.2.5 MANIFESTASI KLINIS222.2.6 DIAGNOSIS232.2.7 DIAGNOSIS BANDING242.2.8 PENATALAKSANAAN252.2.9 KOMPLIKASI282.2.10 PROGNOSIS29

BAB IPENDAHULUANPenyakit Parkinson adalah penyakit neurodegeneratif yang bersifat kronis progresif, merupakan penyakit terbanyak kedua setelah demensia Alzheimer. Penyakit ini memiliki dimensi gejala yang sangat luas sehingga baik langsung maupun tidak langsung mempengaruhi kualitas hidup penderita maupun keluarga. Parkinson pertama kali ditemukan oleh seorang dokter inggris yang bernama James Parkinson pada tahun 1887. Penyakit ini merupakan suatu kondisi ketika seseorang mengalami ganguan pergerakan.7Tanda-tanda khas yang ditemukan pada penderita diantaranya resting tremor, rigiditas, bradikinesia, dan instabilitas postural. Tanda-tanda motorik tersebut merupakan akibat dari degenerasi neuron dopaminergik pada system nigrostriatal. Namun, derajat keparahan defisit motorik tersebut beragam. Tanda-tanda motorik pasien sering disertai depresi, disfungsi kognitif, gangguan tidur, dan disfungsi autonom.Sedangkan penyakit Alzheimer merupakan sebuah kelainan otak yang bersifat irreversible dan progresif yang terkait dengan perubahan sel-sel saraf sehingga menyebabkan kematian sel otak. Penyakit Alzheimer terjadi secara bertahap, dan bukan merupakan bagian dari proses penuaan normal dan merupakan penyebab paling umum dari demensia. Demensia merupakan kehilangan fungsi intelektual, seperti berpikir, mengingat, dan berlogika, yang cukup parah untuk mengganggu aktifitas sehari-hari. Demensia bukan merupakan sebuah penyakit, melainkan sebuah kumpulan gejala yang menyertai penyakit atau kondisi tertentu. Gejala dari demensia juga dapat termasuk perubahan kepribadian, mood, dan perilaku.4

BAB IIISI

2.1 ALZHEIMER2.1.1 DEFINISIPenyakit Alzheimer adalah merupakan gangguan fungsi kognitif yang onsetnya lambat dan gradual, degenerative, sifatnya progresif dan permanen. Merupakan penyebab terbesar terjadinya demensia. Dimana demensia adalah gangguan fungsi intelektual dan memori didapat yang disebabkan oleh penyakit otak, yang tidak berhubungan dengan gangguan tingkat kesadaran. Pasien dengan demensia harus mempunyai gangguan memori selain kemampuan mental lain seperti berpikir abstrak, penilaian, kepribadian, bahasa, praksis dan visuospasial. Defisit yang terjadi harus cukup berat sehingga mempengaruhi aktivitas kerja dan sosial secara bermakna(1).

2.1.2 EPIDEMIOLOGIHal yang terpenting yang merupakan faktor resiko dari penyakit Alzheimer adalah umur yang tua dan positif pada riwayat penyakit keluarga. Frekuensi dari penyakit Alzheimer akan meningkat seiring bertambahnya dekade dewasa. Mencapai sekitar 20-40% dari populasi lebih dari 85 tahun. Wanita merupakan faktor resiko gender yang lebih beresiko terutama wanita usia lanjut. Lebih dari 35 juta orang di dunia, 5,5 juta di Amerika Serikat yang mengalami penyakit Alzheimer, penurunan ingatan dan gangguan kognitif lainnya dapat mengarahkan pada kematian sekitar 4 10 tahun ke setelah didiagnosis. Penyakit Alzheimer merupakan jenis yang terbanyak dari demensia, dihitung berdasarkan 50 56 % kasus dari autopsy dan kasus klinis. Insiden dari penyakit ini dua kali lipat setiap 5 tahun setelah usia 65 tahun, dengan diagnosis baru 1275 kasus per tahun per 100.000 orang lebih tua dari 65 tahun. Kebanyakan orang-orang dengan penyakit Alzheimer merupakan wanita dan berkulit putih. Karena sangat dihubungkan dengan usia, dan wanita mempunyai ekspektasi kehidupan yang lebih panjang dari pria, maka wanita menyumbangkan sebesar 2/3 dari total orang tua dengan penyakit ini.(3, 5)2.1.3 ETIOLOGIMeskipun penyebab Alzheimer disease belum diketahui, sejumlah faktor yang saat ini berhasil diidentiifikasi yang tampaknya berperan besar dalam timbulnya penyakit ini. (10) Faktor genetikPenelitian terhadap kasus familial telah memberikan pemahaman signifikan tentang patogenesis alzheimer disease familial, dan, mungkin sporadik. Mutasi di paling sedikit empat lokus genetik dilaporkan berkaitan secara eksklusif dengan AD familial. Mutasi pertama yang berhasil diidentifikasi adalah suatu lokus di kromosom 21 yang sekarang diketahui mengkode sebuah protein yang dikenal sebagai protein prekursor amiloid (APP). APP merupakan sumber endapan amiloid yang ditemukan di berbagai tempat di dalam otak pasien yang menderita Alzheimer disease. Mutasi dari dua gen lain, yang disebut presenilin 1 dan presenilin 2, yang masing- masing terletak di kromosom 14 dan 1 tampaknya lebih berperan pada AD familial terutama kasus dengan onset dini Pengendapan suatu bentuk amiloidBerasal dari penguraian APP merupakan gambaran yang konsisten pada Alzheimer disease. Produk penguraian tersebut yang dikenal sebagai - amiloid (A) adalah komponen utama plak senilis yang ditemukan pada otak pasien Alzheimer disease, dan biasanya juga terdapat di dalam pembuluh darah otak. Ekspresi alel spesifik apoprotein E (ApoE)Diperkirakan ApoE mungkin berperan dalam penyaluran dan pengolahan molekul APP. ApoE yang mengandung alel 4 dilaporkan mengikat A lebih baik daripada bentuk lain ApoE, dan oleh karena itu, bentuk ini mungkin ikut meningkatkan pembentukan fibril amiloid.2.1.4 KLASIFIKASIBerdasarkan hereditas, penyakit Alzheimer dapat diklasifikasikan menjadi dua, yaitu (4):1. Familial Autosomal Dominant adalah Alzheimer yang muncul karena keturunan. Jumlahnya 5-10 % dari penderita Alzheimer. Alzheimer yang bersifat keturunan diasosiasikan dengan onset yang cepat, progresi yang lebih cepat, sejarah gangguan kejiwaan dalam keluarga dan kesulitan dalam berbicara.2. Sporadic Alzheimers Disease adalah penyakit Alzheimer yang muncul karena usia tua. Jumlahnya 90-95 % dari penderita Alzheimer.

Berdasarkan waktu munculnya penyakit, Alzheimer juga dapat diklasifikasikan menjadi dua, yaitu :1. Penyakit Alzheimer onset dini, yang terjadi pada orang dengan usia di bawah 65 tahun, disebut juga dementia pre-senile. Jenis ini sekitar 5-10 % dari kasus yang terjadi, dan terjadi pada usia antara 30-65 tahun.2. Penyakit Alzheimer onset lambat (Late Onset Alzheimers Disease, LOAD), yang merupakan jenis paling umum dari penyakit ini, biasanya terjadi pada orang usia di atas 65 tahun, disebut juga senile dementia Alzheimers Type, SDAT.2.1.5 FAKTOR RESIKO Faktor usiaPenderita Alzheimer biasanya diderita oleh orang yang berusia lebih dari 65 tahun, tetapi juga dapat menyerang orang yang berusia dibawah 40. Sedikitnya 5% orang berusia di antara 65 dan 74 memiliki Alzheimer. Pada orang berusia 85 keatas jumlahnya meningkat menjadi 50%. Jenis KelaminWalaupun kontroversial, terdapat beberapa bukti yang mengatakan bahwa AD lebih umum pada wanita. Secara umum dipercaya bahwa terdapat perbedaan pada pekerjaan, pendidikan, dan pola hidup. Beberapa data menunjukkan bahwa defisiensi estrogen saat menopause dapat berkontribusi pada munculnya AD. Hiperkolesterolemia dan resiko penyakit pembuluh darahHiperkolesterolemia, hipertensi, hiperhomosistein, obesitas, dan diabetes melitus, dan peningkatan marker inflamasi dapat meningkatkan resiko terjadi AD. Trauma kepala DepresiLebih dari 30% pasien AD menderita depresi dan seringkali depresi merupakan gejala awal sebelum muncul AD. Edukasi dan etnisMekanisme sebenarnya dari sistem neuroprotektif pada edukasi yang lebih tinggi belum diketahui; walaupun demikian berdasarkan teori use it or lose it terdapat pendapat bahwa pada orang dengan tingkat edukasi lebih tinggi terdapat lebih banyak neuron sehingga membutuhkan waktu lebih lama sebelum mencapai batas terjadi AD. Resiko terjadi nya AD meningkat 2x lipat pada etnis afrika-amerika dan caribbean hispanic.2.1.6 PATOFISIOLOGIA. Perubahan strukturalSecara neuropatologi, Alzheimer merusak neuron dalam struktur kortex dan limbic di otak, khususnya pada basal otak depan, amigdala, hippocampus, dan korteks serebral yang bertanggung jawab dalam kontrol memori, proses belajar (learning), kewarasan (reasoning), tingkah laku (behaviour), dan emosional. Secara anatomi, terlihat 4 gangguan utama yaitu atropi kortikal, degenerasi kolinergik dan neuron lain, munculnya kekacauan neurofibrilasi (NFTs), dan akumulasi plak neuritis. NFTs dan plak neuritis dianggap sebagai lesi penanda Alzheimer, tanpa keduanya Alzheimer tidak terjadi. Tapi kedua hal tersebut juga dapat terjadi pada penyakit lain dan bahkan pada proses penuaan yang normal.(5)NFTs adalah pasangan filament heliks yang berkumpul dalam bungkusan padat. Secara mikroskop terlihat sebagai kilauan kecil yang mengisi badan sel saraf. Pasangan filament heliks dibentuk dari protein tau yang merupakan struktur penyokong mikrotubulus, transport sel, dan sistem skelet. Jika posforilasi filament tau abnormal pada sisi spesifiknya, mereka tidak dapat berikatan secara efektif dengan mikrotubulus, menyebabkan kollaps mikrotubul, sehingga sel tidak dapat berfungsi dan akhirnya mati. Over aktivitas kinase seperti microtubule affinity-regulating kinase (MARK) atau penurunan aktivitas fosfat secara teoritis mengakibatkan (mencegah pemecahan) fosforilasi abnormal protein tau. NFTs juga ditemukan pada penyakit dementia lain dan merupakan pemicu umum kematian sel.(9)Plak neuritis (amiloid/plak senile) adalah lesi ekstrasel yang ditemukan di otak dan vascular serebral (amiloid angiopati). Plak ini berisi AP dan sebuah massa anyaman dar