Click here to load reader

Referat Mata Glaukoma Sudut Terbuka Fix

  • View
    48

  • Download
    3

Embed Size (px)

DESCRIPTION

referat glaukoma sudut terbuka

Text of Referat Mata Glaukoma Sudut Terbuka Fix

REFERATGLAUKOMA SUDUT TERBUKA

PEMBIMBING :dr. Ria Mekarwangi, Sp.M

DISUSUN OLEH :Meita Kusumo Putri, S. KedNIM : 030.10.174

KEPANITERAAN KLINIK ILMU PENYAKIT MATARUMAH SAKIT UMUM DAERAH KOTA BEKASIFAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TRISAKTIPERIODE 19 OKTOBER 2015 21 NOVEMBER 2015

LEMBAR PENGESAHAN

REFERATGLAUKOMA SUDUT TERBUKA

Ditujukan untuk memenuhi syarat kepaniteraan klinik Ilmu Penyakit MataPeriode 19 Oktober 2015 21 November 2015di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Bekasi

Disusun oleh:Meita Kusumo Putri, S. Ked030.10.174Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti

Bekasi, 4 November 2015

dr. Ria Mekarwangi, Sp.M

KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT, atas segala nikmat, rahmat, dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan referat yang berjudul Glaukoma Sudut Terbuka dengan baik dan tepat waktu.Referat ini disusun dalam rangka memenuhi tugas Kepaniteraan Klinik Ilmu Penyakit Mata Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Bekasi Periode 19 Oktober 2015 21 November 2015. Di samping itu, referat ini ditujukan untuk menambah pengetahuan bagi kita semua tentang glaukoma sudut terbuka.Melalui kesempatan ini, penulis mengucapkan terima kasih yang sebesarbesarnya kepada dr. Ria Mekarwangi, Sp.M selaku pembimbing dalam penyusunan referat ini di Kepaniteraan Klinik Ilmu Penyakit Mata di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Bekasi. Penulis juga mengucapkan terimakasih kepada rekanrekan anggota Kepaniteraan Klinik Ilmu Penyakit Mata Rumah Sakit Umum Daerah Kota Bekasi, serta berbagai pihak yang telah memberi dukungan dan bantuan kepada penulis.Penulis menyadari bahwa referat ini masih jauh dari sempurna dan tidak luput dari kesalahan. Oleh karena itu, penulis sangat berharap adanya masukan, kritik maupun saran yang membangun. Akhir kata penulis ucapkan terimakasih yang sebesarbesarnya, semoga tugas ini dapat memberikan tambahan informasi bagi kita semua.

Bekasi, November 2015 Penulis

Meita Kusumo Putri

DAFTAR ISI

LEMBAR PENGESAHAN ......................................................................................1KATA PENGANTAR ..............................................................................................2DAFTAR ISI .............................................................................................................3BAB IPENDAHULUAN .................................................................................4BAB IITINJAUAN PUSTAKA ........................................................................62.1Anatomi ........62.2Fisiologi ................82.3Mekanisme aliran aqueous humor 92.4Tekanan intraokular (TIO) ....102.5Glaukoma sudut terbuka .............................................................10 2.5.1Klasifikasi .............102.5.2Faktor resiko .122.5.3Patofisiologi ......122.5.4Diagnosis ..152.5.5Tatalaksana ...........20BAB IIIPENUTUP ..............................24DAFTAR PUSTAKA ...25

BAB IPENDAHULUAN

Glaukoma adalah neuropati optik kronis didapat yang ditandai dengan pencekungan diskus optikus, hilangnya lapang pandang dan biasanya berhubungan dengan peningkatan tekanan intraokular.1 Pada glaukoma akan terdapat melemahnya fungsi mata dengan terjadinya cacat lapang pandang dan kerusakan anatomi, berupa ekskavasi (penggaungan), serta degenerasi papil saraf optik yang dapat berakhir dengan kebutaan.2Sekitar 70 juta orang di seluruh dunia menderita glaucoma,3 8,4 juta diantaranya mengalami kebutaan.4 Hal ini menjadikan glaukoma sebagai penyebab kebutaan kedua terbesar di dunia berdasarkan World Health Organization.4 Glaukoma primer dapat dibedakan menjadi glaukoma primer sudut terbuka dan glaukoma primer sudut tertutup. Glaukoma primer sudut terbuka merupakan jenis glaukoma yang paling sering terjadi dan mempunyai prevalensi yang lebih tinggi dibandingkan glaukoma primer sudut tertutup. Pada orang dewasa yang berusia lebih dari 40 tahun, prevalensi glaukoma primer sudut terbuka adalah sebesar 1,86%.5 Selain itu, glaukoma primer sudut terbuka juga menyebabkan terjadinya kebutaan bilateral pada 4,4 juta orang di dunia.4 Di Amerika, pada tahun 2004, sekitar 2,2 juta orang menderita glaukoma primer sudut terbuka, dan jumlah ini diperkirakan akan meningkat menjadi 3,36 juta orang pada tahun 2020.4 Prevalensi glaukoma primer sudut terbuka juga diperkirakan sangat tinggi pada orang Cina, sedang pada orang Jepang, dan lebih rendah pada orang Eropa dan India.5 Di Indonesia, prevalensi glaukoma berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2007 adalah sebesar 0,5%.6 Glaukoma primer sudut terbuka merupakan penyakit kronik progresif yang biasanya ditandai dengan kerusakan saraf optik, defek lapisan serat saraf retina, dan hilangnya lapang pandang. Glaukoma sudut terbuka ini biasanya terjadi pada orang dewasa dan dapat menyebabkan hilangnya lapang pandang bilateral, namun tidak simetris dimana pada tahap awal tidak disertai gejala apapun. Oleh karena tidak disertai gejala, glaukoma primer sudut terbuka ini biasanya tidak terdeteksi sampai kehilangan lapang pandang yang luas telah terjadi.2 Jika tidak didiagnosa dan ditangani sedini mungkin, maka keadaan ini akan berlanjut menjadi kebutaan.

Oleh karena tidak adanya gejala yang signifikan pada glaukoma primer sudut terbuka ini, kecuali jika sudah sampai tahap yang lanjut, maka penegakan diagnosis sedini mungkin sebaiknya dilakukan agar dapat mencegah kebutaan dan komplikasi lainnya yang tidak diinginkan. Dengan demikian, glaukoma primer sudut terbuka menjadi penting untuk dibahas karena semakin dini diagnosis ditegakkan, maka penatalaksaan pun dapat diberikan sedini mungkin, dan akhirnya komplikasi pun dapat dicegah. Oleh karena itulah, tulisan ini bertujuan untuk membahas secara lengkap mengenai glaukoma primer sudut terbuka mulai dari definisi, epidemiologi, faktor risiko, tatalaksana dan berbagai macam hal lainnya agar pengetahuan mengenai glaukoma primer sudut terbuka menjadi lebih berkembang dan pada akhirnya dapat menegakkan diagnosis sedini mungkin.

BAB IITINJAUAN PUSTAKA

2.1Anatomi Aqueous humor adalah dari cairan jernih yang mengisi bilik mata depan dan bilik mata belakang. Volumenya adalah sekitar 250 l dan kecepatan produksinya adalah 2,5 l/menit, dimana kecepatan produksi ini dapat bervariasi berdasarkan variasi diurnal yaitu biasanya tekanan bola mata tinggi pada pagi hari.1,7 Komposisi aqueous humor sama dengan komposisi plasma kecuali lebih tingginya konsentrasi askorbat, piruvat, dan laktat, sedangkan konsentrasi protein, urea, dan glukosa lebih rendah dari plasma. Tekanan osmotiknya pun sedikit lebih tinggi dari plasma darah.1Struktur dasar mata yang berhubungan dengan aqueous humor adalah korpus siliaris, sudut kamera okuli anterior, dan sistem aliran aqueous humor. Sistem aliran aqueous humor melibatkan trabecular meshwork, kanalis Schlemm, dan saluran kolektor.71) Korpus siliarisBerfungsi sebagai pembentuk aqueous humor. Terdiri dari dua bagian, yaitu anterior : pars plicata, dan posterior : pars plana. Korpus siliaris tersusun dari 2 lapisan epitel siliaris, yaitu non pigmented cliary epithelium (NPE) dan pigmented ciliary epithelium (PE). Aqueous humor disekresikan secara aktif oleh epitel yang tidak berpigmen, sebagai hasil proses metabolik yang tergantung pada beberapa enzim, terutama pompa Na+/K+ - ATPase.72) Sudut kamera okuli anteriorDibentuk oleh akar iris, bagian paling anterior korpus siliaris, sklera spur, trabecular meshwork, dan garis Schwalbe (bagian akhir dari membran descement kornea).73) Sistem aliran aqueous humorMelibatkan trabecular meshwork, kanalis Schlemm, dan saluran kolektor, vena aqueous, dan vena episklera.7a. Trabecular meshworkSuatu struktur mirip saringan yang dilalui aqueous humor, dimana 90% aqueous humor mengalir melalui bagian ini. Terdiri dari 3 bagian, yaitu:7a) Uvea meshworkBagian paling dalam dari trabecular meshwork, memanjang dari akar iris dan badan siliar ke arah garis Schwalbe. Susunan anyaman trabekular uvea memiliki lubang sekitar 25 - 75. Ruangan intertrabekular relatif besar dan memberikan sedikit tahanan pada jalur aliran aqueous humor. b) Corneoscleral meshworkMembentuk bagian tengah terbesar dari trabecular meshwork, berasal dari ujung sklera sampai garis Schwalbe. Terdiri dari kepingan trabekula yang berlubang elips yang lebih kecil dari uveal meshwork (5 - 50).c) Juxtacanalicular meshworkMembentuk bagian paling luar dari trabecular meshwork yang menghubungkan corneoscleral meshwork dengan endotel dari dinding bagian dalam kanalis Schlemm. Bagian trabecular meshwork ini berperan besar pada tahanan normal aliran aqueous humor.b. Kanalis SchlemmMerupakan saluran pada perilimbal sklera. Dinding bagian dalam dari kanalis Schlemm dibatasi oleh sel endotel yang ireguler, yang memiliki vakuola yang besar. Dinding terluar dari kanal dibatasi oleh sel rata yang halus dan mencakup pembukaan saluran kolektor yang meninggalkan kanalis Schlemm pada sudut miring dan berhubungan secara langsung atau tidak langsung dengan vena episklera.7c. Saluran kolektorDisebut juga pembuluh aqueous intrasklera, berjumlah 25-35, dan meninggalkan kanalis Schlemm pada sudut lingkaran ke arah tepi ke dalam vena episklera.7

Gambar 1. Anatomi Sudut Bilik Mata Depan 1

Gambar 2. Bagian trabecular meshwork 8

2.2 FisiologiAqueous humor disekresi oleh epitel badan siliaris dengan kecepatan 2-3L/menit, mengisi kamera okuli posterior sebanyak 0,06 mL, dan kamera okuli anterior sebanyak 0,25 mL.7 Aqueous humor memegang peranan penting dalam fisiologi mata manusia, yaitu:1. Sebagai pengganti sistem vaskuler untuk bagian mata yang avaskuler, seperti kornea dan lensa.2. Memberi nutrisi penting bagi mata, seperti oksigen, glukosa, dan asam amino.3. Mengangkut metabolit dan substansi toksik, seperti asam laktat d

Search related