of 54 /54
i PERACIKAN SEDIAAN STERIL UNTUK PASIEN INTENSIVE CARE UNIT (ICU) RUMAH SAKIT PANTI WILASA JALAN DR.CIPTO SEMARANG SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Farmasi (S.Farm.) Program Studi Farmasi Oleh : Sara Septi Widayani NIM: 148114160 FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2017 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PERACIKAN SEDIAAN STERIL UNTUK PASIEN INTENSIVE CARE UNIT (ICU… PDF/F. Farmasi/Farmasi... · 2020. 11. 2. · ii PERACIKAN SEDIAAN STERIL UNTUK PASIEN INTENSIVE CARE UNIT (ICU)

  • Upload
    others

  • View
    19

  • Download
    0

Embed Size (px)

Citation preview

Page 1: PERACIKAN SEDIAAN STERIL UNTUK PASIEN INTENSIVE CARE UNIT (ICU… PDF/F. Farmasi/Farmasi... · 2020. 11. 2. · ii PERACIKAN SEDIAAN STERIL UNTUK PASIEN INTENSIVE CARE UNIT (ICU)

i

PERACIKAN SEDIAAN STERIL UNTUK PASIEN INTENSIVE CARE

UNIT (ICU) RUMAH SAKIT PANTI WILASA JALAN DR.CIPTO

SEMARANG

SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat

Memperoleh Gelar Sarjana Farmasi (S.Farm.)

Program Studi Farmasi

Oleh :

Sara Septi Widayani

NIM: 148114160

FAKULTAS FARMASI

UNIVERSITAS SANATA DHARMA

YOGYAKARTA

2017

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 2: PERACIKAN SEDIAAN STERIL UNTUK PASIEN INTENSIVE CARE UNIT (ICU… PDF/F. Farmasi/Farmasi... · 2020. 11. 2. · ii PERACIKAN SEDIAAN STERIL UNTUK PASIEN INTENSIVE CARE UNIT (ICU)

ii

PERACIKAN SEDIAAN STERIL UNTUK PASIEN INTENSIVE CARE

UNIT (ICU) RUMAH SAKIT PANTI WILASA JALAN DR.CIPTO

SEMARANG

SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat

Memperoleh Gelar Sarjana Farmasi (S.Farm.)

Program Studi Farmasi

Oleh :

Sara Septi Widayani

NIM: 148114160

FAKULTAS FARMASI

UNIVERSITAS SANATA DHARMA

YOGYAKARTA

2017

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 3: PERACIKAN SEDIAAN STERIL UNTUK PASIEN INTENSIVE CARE UNIT (ICU… PDF/F. Farmasi/Farmasi... · 2020. 11. 2. · ii PERACIKAN SEDIAAN STERIL UNTUK PASIEN INTENSIVE CARE UNIT (ICU)

iii

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 4: PERACIKAN SEDIAAN STERIL UNTUK PASIEN INTENSIVE CARE UNIT (ICU… PDF/F. Farmasi/Farmasi... · 2020. 11. 2. · ii PERACIKAN SEDIAAN STERIL UNTUK PASIEN INTENSIVE CARE UNIT (ICU)

iv

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 5: PERACIKAN SEDIAAN STERIL UNTUK PASIEN INTENSIVE CARE UNIT (ICU… PDF/F. Farmasi/Farmasi... · 2020. 11. 2. · ii PERACIKAN SEDIAAN STERIL UNTUK PASIEN INTENSIVE CARE UNIT (ICU)

v

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 6: PERACIKAN SEDIAAN STERIL UNTUK PASIEN INTENSIVE CARE UNIT (ICU… PDF/F. Farmasi/Farmasi... · 2020. 11. 2. · ii PERACIKAN SEDIAAN STERIL UNTUK PASIEN INTENSIVE CARE UNIT (ICU)

vi

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 7: PERACIKAN SEDIAAN STERIL UNTUK PASIEN INTENSIVE CARE UNIT (ICU… PDF/F. Farmasi/Farmasi... · 2020. 11. 2. · ii PERACIKAN SEDIAAN STERIL UNTUK PASIEN INTENSIVE CARE UNIT (ICU)

vii

HALAMAN PERSEMBAHAN

“Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja

dalam segala sesuatu untuk mendatangkan

kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu

bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan

rencana Allah.”

Roma 8:28

Karya ini kupersembahkan kepada :

Tuhan Yang Maha Esa,

Bapak, Ibu, dan Kakakku tercinta

Keluarga dan Sahabat,

serta Almamaterku Sanata Dharma

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 8: PERACIKAN SEDIAAN STERIL UNTUK PASIEN INTENSIVE CARE UNIT (ICU… PDF/F. Farmasi/Farmasi... · 2020. 11. 2. · ii PERACIKAN SEDIAAN STERIL UNTUK PASIEN INTENSIVE CARE UNIT (ICU)

viii

PRAKATA

Puji dan Syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah

memberikan bimbingan, rahmat, dan cinta kasih-Nya sehingga penulis dapat

menyelesaikan naskah skripsi yang berjudul “Peracikan Sediaan Steril Untuk

Pasien Intensive Care Unit (ICU) Rumah Sakit Panti Wilasa Jalan Dr.Cipto

Semarang” sebagai syarat memperoleh gelar Sarjana Farmasi (S.Farm.) di

Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Penelitian ini merupakan bagian dari

penelitian internal Dina Christin Ayuning Putri, M.Sc., Apt. oleh LPPM USD

dengan nomor kontrak 070/Penel./LPPM-USD/IV/2017 yang berujudul Evaluasi

Proses Peracikan Dan Kualitas Sediaan Racikan Steril Bagi Penderita Penyakit

Degeneratif di Bangsal Rumah Sakit Panti Wilasa Dr. Cipto Semarang. Penulisan

skripsi ini mendapat dukungan dan bantuan dari berbagai pihak, sehingga penulis

mengucapkan terimakasih kepada :

1. Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Sanata

Dharma yang telah mendanai penelitian ini sehingga dapat berjalan.

2. Ibu Dr. Sri Hartati Yuliani, Apt. selaku dosen pembimbing skripsi dan Ibu Dina

Christin Ayuning Putri, M.Sc., Apt. selaku pendamping dosen pembimbing

skripsi yang telah berbagi ilmu, pengetahuan, dan wawasan serta meluangkan

waktu, tenaga dan pikiran untuk berdiskusi, memberikan semangat dan

motivasi, serta kritik dan saran dalam proses penyusunan skripsi.

3. dr. Daniel Budi Wibowo, M.Kes selaku direktur Rumah Sakit Panti Wilasa

Jalan “Dr.Cipto” yang telah memberikan ijin bagi penulis untuk melakukan

penelitian di Rumah Sakit Panti Wilasa Jalan “Dr.Cipto”

4. Ibu Sri Hari Wahyuni, M.Sc, Apt. selaku kepala instalasi farmasi Rumah Sakit

Panti Wilasa Jalan “Dr.Cipto” yang telah membimbing dan mendampingi

penulis dalam melakukan pengambilan data skripsi.

5. Kepala perawat beserta seluruh perawat dan pekarya bangsal Intensive Care

Unit Rumah Sakit Panti Wilasa Jalan “Dr. Cipto” yang telah membimbing,

bekerja sama dan juga membantu penulis dalam melakukan penelitian.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 9: PERACIKAN SEDIAAN STERIL UNTUK PASIEN INTENSIVE CARE UNIT (ICU… PDF/F. Farmasi/Farmasi... · 2020. 11. 2. · ii PERACIKAN SEDIAAN STERIL UNTUK PASIEN INTENSIVE CARE UNIT (ICU)

ix

6. Laboratorium Balai Kesehatan Provinsi Jawa Tengah yang telah membantu

penulis dalam melakukan uji sterilitas.

7. Ibu Wahyuning Setyani, M.Sc., Apt. dan Bapak Christianus Heru Setiawan,

M.Sc., Apt., selaku dosen penguji atas segala kritik dan saran serta dukungan

yang membangun selama proses penyusunan skripsi.

8. Kedua orangtuaku tercinta Bapak Nur Edi Widodo dan Ibu Nani Suryani, serta

kakakku Daniel Aji Pradana dan seluruh keluarga yang selalu mendoakan dan

memberikan dukungan.

9. Teman-teman seperjuangan skripsi Novika Bernadelpin dan Melviya yang

selalu memberikan semangat dan dukungan.

10. Sahabat-sahabat yang selalu memberikan dukungan Ariesta Widiyawati, S.S.,

Brigitta Defira Anjassari dan Amalia Miftachuljannah.

11. Teman-teman penulis yang selalu berbagi suka dan duka selama masa kuliah

yaitu seluruh anggota kelas FSM D 2014.

12. Semua pihak yang telah membantu penulis, yang tidak dapat disebutkan satu

persatu.

Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih terdapat banyak kekurangan serta

masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, penulis menerima semua kritik dan

saran yang membangun dari semua pihak agar hasil karya dapat lebih baik dan

bermanfaat terutama di bidang kefarmasian. Terimakasih.

Yogyakarta, 13 Desember 2017

Penulis

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 10: PERACIKAN SEDIAAN STERIL UNTUK PASIEN INTENSIVE CARE UNIT (ICU… PDF/F. Farmasi/Farmasi... · 2020. 11. 2. · ii PERACIKAN SEDIAAN STERIL UNTUK PASIEN INTENSIVE CARE UNIT (ICU)

x

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL .......................................................................................................... i

PERSETUJUAN PEMBIMBING .................................. Error! Bookmark not defined.

LEMBAR PENGESAHAN ............................................. Error! Bookmark not defined.

LEMBAR PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ...... Error! Bookmark not defined.

LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH Error!

Bookmark not defined.

HALAMAN PERSEMBAHAN ..................................................................................... vii

PRAKATA ...................................................................................................................... viii

DAFTAR GAMBAR ........................................................................................................ xi

DAFTAR TABEL ........................................................................................................... xii

DAFTAR LAMPIRAN .................................................................................................. xiii

ABSTRAK ...................................................................................................................... xiv

ABSTRACT ..................................................................................................................... xv

PENDAHULUAN ............................................................................................................. 1

METODE PENELITIAN ................................................................................................. 2

HASIL DAN PEMBAHASAN ......................................................................................... 4

KESIMPULAN DAN SARAN ....................................................................................... 15

DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................................... 17

LAMPIRAN..................................................................................................................... 19

BIOGRAFI .......................................................................................................... 39

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 11: PERACIKAN SEDIAAN STERIL UNTUK PASIEN INTENSIVE CARE UNIT (ICU… PDF/F. Farmasi/Farmasi... · 2020. 11. 2. · ii PERACIKAN SEDIAAN STERIL UNTUK PASIEN INTENSIVE CARE UNIT (ICU)

xi

DAFTAR GAMBAR

Gambar I. Daftar Obat yang dilakukan Peracikan .......................................... 4

Gambar II. Hasil Observasi Proses Preparasi ................................................... 5

Gambar III. Sarana dan Prasarana Pendukung Proses Peracikan ..................... 6

Gambar IV. Pemeriksaan Kondisi Obat-obatan sebelum Diracik...................... 7

Gambar V. Proses Penyiapan Peracikan Sediaan Parenteral ............................ 8

Gambar VI. Proses Peracikan Sediaan Parenteral .............................................. 10

Gambar VII. Hasil Peracikan Sediaan Parenteral ................................................ 12

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 12: PERACIKAN SEDIAAN STERIL UNTUK PASIEN INTENSIVE CARE UNIT (ICU… PDF/F. Farmasi/Farmasi... · 2020. 11. 2. · ii PERACIKAN SEDIAAN STERIL UNTUK PASIEN INTENSIVE CARE UNIT (ICU)

xii

DAFTAR TABEL

Tabel I. Karakteristik Pasien ....................................................................... 4

Tabel II. Penggunaan Pelarut Untuk Sediaan Parenteral .............................. 9

Tabel III. Nilai Transmittan Sediaan Parenteral............................................. 13

Tabel IV. Perbandingan pH Sediaan Parenteral ............................................. 14

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 13: PERACIKAN SEDIAAN STERIL UNTUK PASIEN INTENSIVE CARE UNIT (ICU… PDF/F. Farmasi/Farmasi... · 2020. 11. 2. · ii PERACIKAN SEDIAAN STERIL UNTUK PASIEN INTENSIVE CARE UNIT (ICU)

xiii

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1. Surat Izin Penelitian (Rumah Sakit Panti Wilasa Dr.Cipto) ............. 18

Lampiran 2. Informed Consent ............................................................................. 19

Lampiran 3. Lembar Observasi Proses Preparasi Sediaan Parenteral................... 21

Lampiran 4. Lembar Observasi Proses Peracikan Sediaan Parenteral .................. 23

Lampiran 5. Definisi Operasional ......................................................................... 28

Lampiran 6. Hasil Uji Sterilitas Laboratorium Balai Kesehatan Jawa Tengah .... 30

Lampiran 7. Gambar Ruang Peracikan Sediaan Parenteral .................................. 31

Lampiran 8. Nilai Transmittan Sediaan Parenteral ............................................... 32

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 14: PERACIKAN SEDIAAN STERIL UNTUK PASIEN INTENSIVE CARE UNIT (ICU… PDF/F. Farmasi/Farmasi... · 2020. 11. 2. · ii PERACIKAN SEDIAAN STERIL UNTUK PASIEN INTENSIVE CARE UNIT (ICU)

xiv

ABSTRAK

Pemberian obat secara intravena memiliki resiko kesalahan yang lebih besar

dibandingkan dengan rute pengobatan lain karena tahap preparasi dan peracikan

yang lebih kompleks. Kesalahan pada preparasi dan peracikan akan berpengaruh

pada kualitas hingga stabilitas sediaan parenteral yang diracik. Tujuan dari

penelitian ini adalah mengetahui proses peracikan dan kualitas serta stabilitas

sediaan parenteral yang dihasilkan dari proses peracikan untuk pasien Intensive

Care Unit (ICU) Rumah Sakit Panti Wilasa Jalan Dr. Cipto Semarang (RSPW).

Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan teknik

pengambilan data secara accidental sampling. Subyek penelitian terbagi menjadi

dua macam yaitu subyek penelitian observasi dan subyek penelitian analitik. Hasil

observasi menunjukan preparasi hingga peracikan yang dilakukan di ICU RSPW

belum dilakukan sesuai Pedoman Peracikan Obat Suntik dan Sitostatik yang

ditunjukkan dengan persiapan hingga peracikan sediaan parenteral dilakukan bukan

dari tenaga kefarmasian, sarana dan prasarana yang belum memadai, tidak ada label

obat, 32,77% peracikan dilakukan tanpa memperhatikan prosedur aseptis, 25,21%

sediaan parenteral diracik menggunakan pelarut tidak sesuai dan 32,77% volume

pelarut yang digunakan tidak tepat, serta terdapat 10,08% hasil akhir peracikan

yang menunjukkan adanya kabut. Untuk membandingkan kualitas sediaan

peracikan diambil tiga macam obat dengan prevalensi penggunaan tertinggi yakni;

ceftriaxone, meropenem dan omeprazole. Pengujian menunjukkan tidak terdapat

perbedaan nilai transmittan dan pH pada sediaan, baik peracikan dilakukan

berdasarkan pedoman maupun dilakukan di bangsal ICU RSPW. Setelah dilakukan

uji statistik menggunakan uji mann whitney didapatkan hasil 0,105 menunjukkan

tidak terdapat perbedaan yang bermakna pada kedua subyek uji. Setelah dilakukan

pengujian sterilitas didapatkan sediaan yang dihasilkan oleh perawat menunjukkan

bebas kuman.

Kata kunci : peracikan sediaan steril, sediaan parenteral, pasien intensive care unit,

dispensing error

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 15: PERACIKAN SEDIAAN STERIL UNTUK PASIEN INTENSIVE CARE UNIT (ICU… PDF/F. Farmasi/Farmasi... · 2020. 11. 2. · ii PERACIKAN SEDIAAN STERIL UNTUK PASIEN INTENSIVE CARE UNIT (ICU)

xv

ABSTRACT

Intravenous preparation of drugs resulted a greater risk of errors than other

preparation treatment routes because of the more complex preparation steps. Errors

in preparation and compounding will affect the quality to the stability of the

prepared parenteral preparations. The purpose of this research is to know the

process of compounding and the quality and stability of the parenteral preparations

resulting from the compounding process for Intensive Care Unit (ICU) Hospital Dr.

Panti Wilasa Hospital. Cipto Semarang (RSPW). This research is an observational

analytic research with accidental sampling technique. Research subjects are divided

into two kinds, namely the subject of observational research and the subject of

analytic research. The results of observations showing preparations to

compounding conducted in ICU RSPW have not been performed in accordance

with the Pedoman Peracikan Obat Suntik dan Penanganan Sitostatika (Depkes,

2009b) indicated by preparation to compounding parenteral preparations performed

not from pharmaceutical personnel, inadequate facilities and infrastructure, 32,77%

of the compounding was performed without regard to aseptic procedures, 25,21%

of parenteral preparations were formulated using an unsuitable solvent and 32,77%

of the solvent volume used incorrectly, and there were 10,08% of the final

compound results indicating the presence of fog. To compare the quality of

compound preparations, three drugs were taken with the highest prevalence of use;

ceftriaxone, meropenem and omeprazole. Tests showed no difference in

transmittance value and pH in the preparation, either compounding was done based

on the guidelines or performed not in accordance with the guidelines. After the

statistical test using mann whitney test obtained 0,105 results showed no significant

differences in both subjects test. After the sterility test obtained the preparations

produced by the nurse showed free of germs.

Keyword : sterile compounding, intravenous preparations, intensive care unit

patient, dispensing errors

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 16: PERACIKAN SEDIAAN STERIL UNTUK PASIEN INTENSIVE CARE UNIT (ICU… PDF/F. Farmasi/Farmasi... · 2020. 11. 2. · ii PERACIKAN SEDIAAN STERIL UNTUK PASIEN INTENSIVE CARE UNIT (ICU)

1

PENDAHULUAN

Sediaan parenteral merupakan sediaan yang dimaksudkan untuk pemberian

secara injeksi, infus atau implan didalam tubuh. Keuntungan dari pemberian obat

secara parenteral antara lain sediaan parenteral dapat memberikan efek yang cepat,

tidak melalui first pass effect, dapat diberikan apabila penderita dalam keadaan

gawat darurat, membutuhkan efek obat yang cepat, pasien tidak sadar, atau tidak

dapat dengan cara pemberian lain, kadar obat dalam darah lebih bisa diramalkan

apabila diberikan secara parenteral dan dapat digunakan untuk obat-obatan yang

rusak atau tidak dapat diabsorbsi dalam sistem saluran cerna (Shargel et al, 2005).

Beberapa hal harus diperhatikan dalam pemberian obat secara parenteral

adalah resiko terjadinya kesalahan pengobatan yang lebih tinggi dibandingkan

dengan rute pemberian lainnya karena kompleksitas yang besar dalam tahap

preparasi, peracikan, penyimpanan hingga obat diadministrasikan. Kompleksitas

yang sering muncul pada sediaan injeksi antara lain adanya obat yang tidak stabil

pada penyimpanan dalam bentuk cair sehingga hanya tersedia dalam bentuk serbuk

dan memerlukan proses rekonstitusi sebelum diadministrasikan. Beberapa pasien

dengan kebutuhan obat dalam dosis tertentu membutuhkan penyesuaian dosis

sehingga perlu dilakukan peracikan sediaan parenteral. Beberapa sediaan parenteral

juga membutuhkan pembawa sebelum diadministrasikan. Berbeda dari obat yang

diberikan secara oral, obat yang diberikan secara injeksi tidak dapat diambil

kembali dengan cara emesis atau pengikatan dengan activated charcoal sehingga

resiko toksisitas obat lebih tinggi (Agoes, 2009).

Menurut Depkes RI (2009) pencampuran obat suntik seharusnya dilakukan

oleh apoteker di Instalasi Farmasi Rumah Sakit, tetapi kenyataannya penyiapan dan

peracikan sediaan parenteral masih dilaksanakan oleh tenaga kesehatan lain dengan

sarana dan pengetahuan terbatas. Pencampuran obat suntik memerlukan teknik

khusus dengan latar belakang pengetahuan sterilitas, sifat fisikokimia dan stabilitas

obat, ketidakcampuran obat serta risiko bahayanya paparan obat seperti antibiotik

(Nguyen, et al, 2015). Selain itu, diperlukan juga sarana dan prasarana khusus untuk

menunjang pekerjaan hingga tujuan sterilitas, stabilitas dan ketercampuran obat

dapat tercapai.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 17: PERACIKAN SEDIAAN STERIL UNTUK PASIEN INTENSIVE CARE UNIT (ICU… PDF/F. Farmasi/Farmasi... · 2020. 11. 2. · ii PERACIKAN SEDIAAN STERIL UNTUK PASIEN INTENSIVE CARE UNIT (ICU)

2

Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah mengetahui proses peracikan dan

kualitas berdasarkan uji sterilitas serta stabilitas berdasarkan uji kekeruhan dan pH

sediaan parenteral yang dihasilkan dari proses peracikan untuk pasien Intensive

Care Unit (ICU) Rumah Sakit Panti Wilasa Jalan Dr. Cipto Semarang (RSPW).

METODE PENELITIAN

Jenis penelitian yang dilakukan merupakan observasional analitik dengan

rancangan cross-sectional dan teknik pengambilan data secara accidental sampling.

Observasi dilakukan di bangsal ICU RSPW dengan nomor ijin penelitian

748.2/RSPWDC/LP/DIKLAT/VIII/2017. Subyek penelitian ini terbagi menjadi

dua, yaitu subyek penelitian observasi dan subyek penelitian analitik. Variabel

bebas dari penelitian ini adalah personel peracik, sarana dan prasarana serta

prosedur peracikan sementara variabel tergantung dari penelitian ini adalah

kompatibilitas, kualitas dan stabilitas sediaan yang dihasilkan dari proses peracikan.

Penelitian Observasional

Kriteria inklusi subyek penelitian ini adalah proses preparasi dan proses

peracikan sediaan parenteral untuk pasien ICU RSPW pada hari sabtu dan minggu

selama bulan September hingga Oktober 2017. Kriteria eksklusi dari subyek

penelitian observasi adalah proses preparasi dan peracikan yang tidak teramati

secara utuh. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar observasi yang

disusun berdasarkan Pedoman Penanganan Obat Suntik dan Penanganan Sediaan

Sitostatika (Depkes, 2009b). Pengambilan data observasi dilakukan dengan

mengamati langsung proses preparasi hingga proses peracikan sediaan steril yang

dilakukan oleh subyek penelitian untuk pasien ICU.

Penelitian Analitik

Kriteria inklusi subyek penelitian ini adalah proses preparasi dan proses

peracikan sediaan parenteral serta tergolong kedalam 3 obat yang paling banyak

digunakan untuk pasien ICU RSPW pada hari sabtu dan minggu pada bulan

September dan Oktober 2017. Kriteria eksklusi dari subyek penelitian analitik

adalah obat yang dilakukan peracikan tetapi tidak termasuk 3 obat yang paling

banyak digunakan pada hari sabtu dan minggu pada bulan September dan Oktober

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 18: PERACIKAN SEDIAAN STERIL UNTUK PASIEN INTENSIVE CARE UNIT (ICU… PDF/F. Farmasi/Farmasi... · 2020. 11. 2. · ii PERACIKAN SEDIAAN STERIL UNTUK PASIEN INTENSIVE CARE UNIT (ICU)

3

2017. Instrumen yang digunakan untuk penelitian analitik ialah spektrofotometri

uv-vis untuk mengetahui kekeruhan hasil sediaan dengan mengukur nilai

transmittan dari sediaan racikan yang dihasilkan serta pH meter untuk mengetahui

pH dari sediaan yang dihasilkan dan dilakukan uji sterilitas untuk sampel yang

diracik oleh perawat ICU RSPW. Pengambilan data analitik dilakukan dengan

mengukur kekeruhan sediaan steril yang diracik oleh perawat RSPW yang

dibandingkan dengan sediaan parenteral yang diracik oleh peneliti dengan teknik

aseptis sesuai Pedoman Penanganan Obat Suntik dan Penangan Sitostatik (Depkes,

2009b) yang dilakukan di laboratorium Formulasi dan Teknologi Sediaan Steril

USD untuk penerapan teknik aseptis menggunakan LAF dan pengukuran nilai

tranasmittan dilakukan di Laboratorium Kimia Analisis Instrumental. Pedoman

utama yang digunakan untuk mengetahui ketepatan jenis dan volume pelarut serta

pH yang sesuai adalah Handbook on Injectable Drugs 16th Edition (Trissels, 2011).

Analisis data

Pengolahan data dilakukan dengan mengkonfirmasi hasil pengamatan yang

tercantum dalam Lembar Observasi dengan literatur acuan yang digunakan.

Analisis data observasi dilakukan dengan menghitung presentase bentuk kesalahan

pada tiap-tiap aspek melalui persamaan:

Prosentase kesalahan= total kesalahan proses peracikan sediaan parenteral

total proses peracikan sediaan parenteralx100%

Presentase kesalahan 0% menunjukan proses peracikan yang berlangsung

sesuai dengan Pedoman Peracikan Obat Suntik dan Penanganan Sitostatik.

Sementara analisis data kualitas sediaan dilakukan dengan membagi sampel

penelitian analitik menjadi dua kelompok yaitu sampel dengan perlakuan sesuai

pedoman peracikan dan sampel dengan perlakuan berdasarkan peracikan di RSPW

yang dilakukan oleh subyek penelitian observasi. Jumlah subyek kedua kelompok

diuji nilai normalitasnya menggunakan uji Shapiro Wilk karena jumlah sampel

dibawah 50 dan berdasarkan data yang dihasilkan dilakukan uji Mann Whitney

untuk mengetahui perbedaan nilai transmittan dari kedua kelompok subyek uji.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 19: PERACIKAN SEDIAAN STERIL UNTUK PASIEN INTENSIVE CARE UNIT (ICU… PDF/F. Farmasi/Farmasi... · 2020. 11. 2. · ii PERACIKAN SEDIAAN STERIL UNTUK PASIEN INTENSIVE CARE UNIT (ICU)

4

HASIL DAN PEMBAHASAN

Karakteristik Subyek Penelitian

Penelitian ini melibatkan 119 proses peracikan yang dilakukan di ruang ICU

RSPW untuk 25 orang pasien. Karakteristik pasien serta nama-nama obat yang

dilakukan proses peracikan sebelum diadministrasikan disajikan pada tabel I. dan

gambar I.

Tabel I. Karakteristik Pasien

No. Karakteristik Pasien Bangsal ICU “N=25”

1. Jenis Kelamin Laki-laki 9

Perempuan 16

2. Kelompok Usia Anak-anak (≤12 tahun) 1

Dewasa (>12 tahun) 24

N = jumlah pasien

Gambar I. Daftar Obat yang dilakukan Peracikan

Menurut Depkes (2009), proses preparasi dan peracikan sediaan parenteral

harus dilakukan oleh apoteker atau tenaga kefarmasian yang sudah terlatih dibawah

tanggung jawab dan pengawasan apoteker Instalasi Farmasi Rumah Sakit. Tetapi

berdasarkan observasi yang dilakukan oleh peneliti di RSPW proses preparasi

hingga peracikan sediaan parenteral untuk pasien ICU dilakukan oleh perawat

13 4

13

86

9

19

1 14 3

30

2 2 14 4 4

0

5

10

15

20

25

30

35

jumlah pengamatan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 20: PERACIKAN SEDIAAN STERIL UNTUK PASIEN INTENSIVE CARE UNIT (ICU… PDF/F. Farmasi/Farmasi... · 2020. 11. 2. · ii PERACIKAN SEDIAAN STERIL UNTUK PASIEN INTENSIVE CARE UNIT (ICU)

5

bangsal ICU. Hal ini disebabkan karena keterbatasan jumlah apoteker dan beban

kerja apoteker yang tinggi di RSPW, sehingga hal ini menjadi keterbatasan RSPW

dalam mengalokasikan apoteker pada setiap bangsal, khususnya untuk melakukan

proses preparasi hingga peracikan sediaan parenteral.

Jumlah tenaga keperawatan di bangsal ICU adalah 15, dimana selama

proses penelitian berlangsung terdapat 7 perawat yang terlibat. Gambar I.

menunjukkan prevalensi sediaan parenteral yang mengalami peracikan sebelum

diadministrasikan. Berdasarkan tabel 1 terdapat tiga peringkat teratas obat yang

sering dilakukan peracikan sebelum diadministrasikan yaitu ceftriaxone 1 gram

(13), meropenem 1 gram (19) serta omeprazole 40 mg (30).

Hasil observasi proses preparasi Sediaan Parenteral

Gambar II. menggambarkan proses preparasi sediaan parenteral untuk

pasien ICU RSPW. Proses preparasi sediaan parenteral untuk pasien ICU dilakukan

bukan oleh farmasis (100%) melainkan oleh perawat. Permintaan obat dilakukan

pengecekan berdasarkan nama pasien (100%), nama obat (100%) dan dosis obat

(100%), sementara rute dan waktu pemberian tidak pernah dilakukan pengecekan.

Dosis obat dicek berdasarkan ketersediaan dosis obat dari instalasi farmasi dengan

kebutuhan bangsal ICU. Obat-obatan yang diterima akan dicek terlebih dahulu

nama (100%) serta tanggal kadaluwarsanya (100%) dan pengecekan nomor batch

0%

100% 100% 100%

0% 0%

100% 100%

0% 0%

100%

0% 0% 0%

100% 100%

0% 0%

100% 100%

0%

10%

20%

30%

40%

50%

60%

70%

80%

90%

100%

Gambar II. Hasil Observasi Proses Preparasi

Ya Tidak

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 21: PERACIKAN SEDIAAN STERIL UNTUK PASIEN INTENSIVE CARE UNIT (ICU… PDF/F. Farmasi/Farmasi... · 2020. 11. 2. · ii PERACIKAN SEDIAAN STERIL UNTUK PASIEN INTENSIVE CARE UNIT (ICU)

6

obat (0%) sebelum akhirnya disimpan pada lemari obat yang tersedia sesuai

identitas pasien berupa nama, nomor rekam medis (RM), nomor kamar, usia dan

berat badan pasien yang tertera pada label lemari penyimpanan obat. Tidak

dilakukan pengecekan nomor batch karena pengecekan pada nomor batch telah

dilakukan di instalasi farmasi. Pada proses preparasi tidak dilakukan pemilihan

jenis pelarut (100%).

Hasil observasi proses peracikan Sediaan Parenteral

Sarana dan Prasarana

Gambar III. menunjukkan sarana dan prasarana yang menunjang proses

peracikan sediaan parenteral. Berdasarkan Pedoman Dispensing Sediaan Steril

(Depkes, 2009a), prosedur peracikan sediaan parenteral dilakukan di LAF dan

apabila tidak terdapat fasilitas LAF maka peracikan sediaan parenteral dilakukan

dalam kondisi khusus dengan memperhatikan berbagai macam aspek antara lain

yang perlu diperhatikan adalah ruang peracikan yang digunakan merupakan

ruangan bersih, terpisah dan khusus untuk sediaan parenteral saja karena prosedur

yang dilakukan harus steril. Pada RSPW peracikan sediaan parenteral untuk pasien

ICU dilakukan di bangsal, dimana tidak tersedia ruangan ataupun peralatan khusus

yang menunjang untuk dilakukan proses peracikan. Perawat melakukan proses

peracikan di meja yang digunakan untuk meracik sediaan parenteral maupun non

parenteral, sebelum melakukan peracikan perawat memastikan dahulu meja sudah

bersih dan tidak ada bahan selain yang digunakan untuk peracikan sediaan

parenteral. Meja racik diletakkan diruang perawat berdampingan dengan meja

0% 0% 0% 0%

67%

0%

100% 100% 100% 100%

33%

100%

0%

20%

40%

60%

80%

100%

120%

Ruang khusus LAF Pass box Kantong Limbah

LAF

Cuci tangan APD lengkap

Gambar III. Sarana dan Prasarana Pendukung Proses Peracikan

Ya Tidak

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 22: PERACIKAN SEDIAAN STERIL UNTUK PASIEN INTENSIVE CARE UNIT (ICU… PDF/F. Farmasi/Farmasi... · 2020. 11. 2. · ii PERACIKAN SEDIAAN STERIL UNTUK PASIEN INTENSIVE CARE UNIT (ICU)

7

administrasi dan meja konsultasi dokter. Proses peracikan dilakukan tanpa Laminar

Air Flow (LAF), tanpa melengkapi dokumen pencampuran dan tidak memasukkan

alat kesehatan yang digunakan untuk peracikan, label, dan obat yang akan

dilakukan pencampuran atau peracikan kedalam ruang steril melalui pass box.

Prosedur penting dalam peracikan sediaan parenteral adalah melakukan

teknik aseptis. Salah satu prosedur yang harus dilakukan dalam teknik aseptis antara

lain, sebelum meracik sediaan parenteral personel peracik harus mengenakan APD

lengkap hal ini dilakukan untuk mencegah dua kemungkinan buruk yang dapat

terjadi yaitu kontaminasi dari peracik ke sediaan yang diracik dan juga mencegah

paparan dari obat yang diracik ke personel yang melakukan peracikan. Selain itu,

mencuci tangan atau desinfeksi tangan merupakan kegiatan yang wajib dilakukan

untuk memenuhi prosedur aseptis. Jika peracikan dilakukan secara tidak aseptis

besar kemungkinan kontaminasi akan terjadi dan dapat mengancam keselamatan

pasien serta menyebabkan medication error (Agyemang dan While, 2010). Faktor-

faktor yang dapat menyebabkan perawat tidak mengikuti prosedur peracikan

sediaan parenteral dengan teknik aseptis adalah beban kerja yang tinggi serta masih

rendahnya kemampuan serta pengetahuan perawat yang dalam melakukan

peracikan sediaan parenteral. Selain itu, proses peracikan sediaan parenteral sendiri

bukanlah tanggung jawab perawat.

Kondisi obat-obat yang akan diracik

Gambar IV. menggambarkan pola pemeriksaan obat-obatan sebelum

dilakukan peracikan. Beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum melakukan

100% 100% 100%100%

0%

20%

40%

60%

80%

100%

120%

Nama obat Dosis obat Nomor batch Tanggal kadaluwarsa

Gambar IV. Pemeriksaan Kondisi Obat-obatan Sebelum Diracik

Ya Tidak

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 23: PERACIKAN SEDIAAN STERIL UNTUK PASIEN INTENSIVE CARE UNIT (ICU… PDF/F. Farmasi/Farmasi... · 2020. 11. 2. · ii PERACIKAN SEDIAAN STERIL UNTUK PASIEN INTENSIVE CARE UNIT (ICU)

8

peracikan antara lain nama obat beserta dosisnya, jumlah obat dan tanggal

kadaluwarsa obat yang akan diberikan kepada pasien. Hal ini bertujuan untuk

mencegah terjadinya kesalahan pemberian obat dan jumlah obat atau memberikan

obat yang sudah kadaluwarsa kepada pasien yang berujung pada medication error

(PMK, 2016).

Sebelum perawat melakukan peracikan, obat dikeluarkan dari lemari

penyimpanan obat berdasarkan identitas pasien, lalu dilakukan pengecekan

berdasarkan nama obat (100%), jumlah obat (100%) yang harus diracik dan tanggal

kadaluwarsa (100%) obat yang diambil, sedangkan untuk nomor batch obat tidak

pernah dilakukan pengecekan karena pengecekan pada nomor batch sudah

dilakukan oleh instalasi farmasi untuk mencegah kemungkinan adanya kerusakan

pada obat yang diterima. Pengecekan juga dilakukan dengan menyesuaikan obat

yang akan diberikan berdasarkan status harian dengan memperhatikan waktu

pemberian obat.

Penyiapan

Gambar V. menunjukkan proses penyiapan yang berlangsung di ruang ICU

RSPW. Pada proses penyiapan peracikan sediaan parenteral hal yang penting untuk

dilakukan antara lain melakukan perhitungan kesesuaian dosis, menggunakan

pelarut yang sesuai, menghitung volume pelarut, membuat label untuk hasil

pencampuran serta melengkapi dokumen pencampuran untuk mencegah terjadinya

medication error yang dapat merugikan pasien.

15.13%

74.79%

12.61%0% 0%

84.87%

25.21%

87.39%100% 100%

0.00%

20.00%

40.00%

60.00%

80.00%

100.00%

120.00%

Hitung dosis Pelarut sesuai Hitung volume pelarut Membuat label Melengkapi dokumen

Gambar V. Proses Penyiapan Peracikan Sediaan Parenteral

Ya Tidak

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 24: PERACIKAN SEDIAAN STERIL UNTUK PASIEN INTENSIVE CARE UNIT (ICU… PDF/F. Farmasi/Farmasi... · 2020. 11. 2. · ii PERACIKAN SEDIAAN STERIL UNTUK PASIEN INTENSIVE CARE UNIT (ICU)

9

Pada proses penyiapan 84,87% sediaan parenteral diracik tanpa menghitung

kesesuaian dosis, hal ini dilakukan untuk menghemat waktu perawat dalam meracik

sediaan parenteral sehingga perawat hanya meracik dan memberikan obat kepada

pasien sesuai dengan resep yang dituliskan oleh dokter. Sebanyak 25,21% proses

peracikan dilakukan dengan pelarut yang tidak sesuai dengan referensi acuan

karena sebagian besar sediaan parenteral diracik atau direkonstitusi dengan Aqua

Pro Injection dan diberikan melalui syringe pump. Peracikan dengan menggunakan

pelarut NaCl 0,9% dilakukan untuk sediaan ketorolac dan tramadol sebelum

diberikan melalui infus. Pembuatan label (0%) dan pelengkapan dokumen

pencampuran (0%).

Tabel II. Penggunaan Pelarut untuk Sediaan Parenteral

No. Nama Obat Pelarut Pelarut menurut

referensi

1. Actrapid 40 iu/ml Aqua Pro Injection D5%, NaCl 0.9%

2. Ca Gluconas 100 mg/ml Aqua Pro Injection D5%; NaCl 0.9%; RL

3. Dexamethasone 5 mg/ml Aqua Pro Injection D5%, NaCl 0.9%

4. Heparin 5000 unit/ml Aqua Pro Injection D5%, NaCl 0.9%

5. Midazolam 5 mg/ml Aqua Pro Injection D5%, NaCl 0.9%

7. Nicardipin 1 mg/ml Aqua Pro Injection D5%; NaCl 0.9%; RL

8. Pantoprazole 40 mg Aqua Pro Injection D5%, NaCl 0.9%

9. Pranza 40 mg

(Pantoprazole)

Aqua Pro Injection D5%, NaCl 0.9%

10. Vascon 4 mg / 4 ml

(Norepinephrine)

Aqua Pro Injection D5%, NaCl 0.9%

Tabel II. menunjukkan contoh-contoh pelarut yang kompatibel untuk obat-

obatan yang diracik sebelum diadministrasikan dan juga pelarut yang digunakan

pada peracikan yang diamati. Penggunaan pelarut yang tidak sesuai dengan acuan

tidak selalu menimbulkan inkompatibilitas secara fisik, selain itu ketiadaan

informasi terkait kompatibilitas pelarut dengan sediaan parenteral pada penelitian

ini sejalan dengan hasil kajian sistematis yang dilakukan oleh Kanji, et al (2010)

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 25: PERACIKAN SEDIAAN STERIL UNTUK PASIEN INTENSIVE CARE UNIT (ICU… PDF/F. Farmasi/Farmasi... · 2020. 11. 2. · ii PERACIKAN SEDIAAN STERIL UNTUK PASIEN INTENSIVE CARE UNIT (ICU)

10

yang menemukan presentase campuran yang tidak memiliki informasi data

kompatibilitas secara fisika adalah 46,00%.

Peracikan dilakukan tanpa menghitung volume pelarut, hal ini untuk

menghemat waktu peracikan dan juga obat dapat segera diadministrasikan kepada

pasien apabila pasien dalam kondisi tertentu membutuhkan pemberian obat

sesegera mungkin, sehingga volume pelarut yang diambil hanya berdasarkan

pengalaman untuk ceftriaxone dan obat-obat lain yang tidak memiliki informasi

mengenai jumlah pelarut yang seharusnya digunakan. Leaflet kemasan menjadi

pedoman utama karena spesifikasi obat dengan zat aktif yang sama apabila dibuat

oleh pabrik yang berbeda kemungkinan besar juga memiliki spesifikasi yang

berbeda, sehingga volume yang diambil sesuai untuk peracikan omeprazole dan

meropenem. Perawat akan memindahkan label yang menempel pada ampul atau

vial ke spuit tempat sediaan hasil peracikan sebelum diadministrasikan apabila

pasien mendapatkan lebih dari satu sediaan parenteral karena tidak tersedia label

untuk hasil peracikan sediaan parenteral.

Peracikan

Pedoman utama yang digunakan untuk melihat volume pelarut obat adalah

leaflet kemasan obat. Apabila tidak ditemukan informasi volume pelarut yang

direkomendasikan pada leaflet kemasan obat, maka peneliti melihatnya di pedoman

lainnya seperti Handbook on Injectable Drugs 16th Edition (Trissels, 2011) atau

Pedoman Pencampuran Obat Suntik dan Penanganan Sitostatika (Depkes, 2009).

68.91%

100%

67.23%

100% 97.48% 100% 100%

31.09%

0%

32.77%

0% 2.52% 0% 0%

0.00%

20.00%

40.00%

60.00%

80.00%

100.00%

120.00%

Swaping

kemasan

Teknik

pemindahan

benar

Pengambilan

volume tepat

Peracikan tepat Membungkus

hasil sediaan

Jarum suntik

sekali pakai

Kantong limbah

berbeda

Gambar VI. Proses Peracikan Sediaan Parenteral

Ya Tidak

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 26: PERACIKAN SEDIAAN STERIL UNTUK PASIEN INTENSIVE CARE UNIT (ICU… PDF/F. Farmasi/Farmasi... · 2020. 11. 2. · ii PERACIKAN SEDIAAN STERIL UNTUK PASIEN INTENSIVE CARE UNIT (ICU)

11

Semua sediaan parenteral hasil peracikan tidak dibungkus dengan kantong

hitam ataupun alumunium foil sebesar 2,52%. Menurut Welankiwar, et al (2013)

alumunium foil atau kantong hitam berfungsi untuk melindungi obat yang bersifat

fotosensitif dari cahaya yang akan mempengaruhi prinsip dari zat aktif dalam

formulasi obat. Nicardipin merupakan salah satu contoh obat dalam penelitian ini

yang bersifat fotosensitif, dimana dalam petunjuk penyimpanan yang tertera pada

label nicardipin harus dijauhkan dari cahaya langsung. Kemungkinan yang dapat

terjadi apabila sediaan yang bersifat fotosensitif terpapar cahaya adalah terjadinya

penurunan stabilitas.

Salah satu obat yang paling banyak diracik dengan volume pelarut yang

tidak sesuai adalah antibiotik ceftriaxone dimana menurut referensi ceftriaxone

direkonstitusi dengan 9,6 ml pelarut, tetapi pada praktek di ICU perawat melarutkan

ceftriaxone 1 gram menggunakan 20 ml pelarut sebelum diadministrasikan

seluruhnya ke pasien menggunakan syringe pump, penggunaan volume 20 ml untuk

melarutkan ceftriaxone merupakan hal yang dilakukan berdasarkan kebiasaan di

bangsal ICU. Penambahan volume yang berlebih tersebut membuat konsentrasi

obat menjadi lebih rendah. Banyaknya volume aqua pro injection yang digunakan

dapat mempengaruhi tonisitas dari obat. Isotonis apabila suatu larutan memiliki

nilai penurunan titik beku 0,52 (Sinko, 2011). Penurunan titik beku ceftriaxone 1

gram dalam 10 ml aqua pro injection adalah 0,57 sementara penurunan titik beku

ceftriaxone 1 gram dalam 20 ml aqua pro injection adalah 0,28 yang tergolong

hipotonis. Apabila larutan hipotonis diinjeksikan kedalam tubuh maka akan

menimbulkan dampak pada sel darah merah mengalami hemolisis.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 27: PERACIKAN SEDIAAN STERIL UNTUK PASIEN INTENSIVE CARE UNIT (ICU… PDF/F. Farmasi/Farmasi... · 2020. 11. 2. · ii PERACIKAN SEDIAAN STERIL UNTUK PASIEN INTENSIVE CARE UNIT (ICU)

12

Hasil peracikan sediaan parenteral

Gambar VII. menunjukkan hasil sediaan yang mengalami proses peracikan

sebelum diadministrasikan. Setiap sediaan hasil peracikan diberikan tanpa melalui

prosedur penyimpanan, sehingga peracikan sediaan parenteral hanya dilakukan

setiap jam pasien membutuhkan obat atau dalam keadaan khusus membutuhkan

obat tambahan yang memerlukan rekonstitusi sehingga proses peracikan dilakukan.

Beberapa hasil akhir peracikan sediaan parenteral yang dihasilkan menunjukkan

ketidak jernihan yang ditunjukkan dengan adanya kabut yang berarti terdapat

inkompatibilitas secara fisik. Dimana kabut akan menghilang setalah didiamkan

beberapa saat. Bahaya dari adanya partikel serbuk obat yang masih terlihat dalam

larutan dapat menyebabkan emboli bila tidak terlarut sempurna saat

diadministrasikan. Partikel obat yang tidak larut tersebut dapat menempel di

pembuluh darah dan menyebabkan sumbatan (Lehne, 2013). Sebagian besar hasil

peracikan sediaan parenteral tidak mengalami perubahan warna, yang mengalami

perubahan warna hanya antibiotik ceftriaxone, hal ini sudah sesuai dengan pedoman

acuan dimana serbuk ceftriaxone akan menjadi kuning setelah direkonstitusi

(Depkes, 2009b). Selama observasi dilakukan terdapat sediaan parenteral diracik

dengan pelarut yang tidak sesuai, penggunaan pelarut yang tidak tepat dapat

menurunkan kadar obat yang dilarutkan sehingga harus tetap menjadi perhatian

(Lawrence, 2007). Tidak terdapat keterangan BUD maupun penyimpanan pada

hasil peracikan karena setiap hasil peracikan tidak disimpan melainkan langsung

89.92%

0%10.08%

0%

97.48%

0%

100%

0%

100%

10.08%

100.00%89.92%

100%

2.52%

100%

0%

100%

0%

0.00%

20.00%

40.00%

60.00%

80.00%

100.00%

120.00%

Gambar VII. Hasil Peracikan Sediaan ParenteralYa Tidak

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 28: PERACIKAN SEDIAAN STERIL UNTUK PASIEN INTENSIVE CARE UNIT (ICU… PDF/F. Farmasi/Farmasi... · 2020. 11. 2. · ii PERACIKAN SEDIAAN STERIL UNTUK PASIEN INTENSIVE CARE UNIT (ICU)

13

diadministrasikan kepada pasien sehingga hasil peracikan memenuhi persyaratan

BUD dan penyimpanan yang sesuai.

Hasil uji analitik sediaan parenteral

Stabilitas sediaan parenteral

Tabel III. Nilai Transmittan Sediaan Parenteral

No. Nama Obat Transmittan A Transmittan B

1. Ceftriaxone 1 gram 0.008 0.002

2. Ceftriaxone 1 gram 0.017 0.002

3. Ceftriaxone 1 gram 0.003 0.011

4. Meropenem 1 gram 0.000 0.000

5. Meropenem 1 gram 0.031 0.000

6. Meropenem 1 gram 0.000 0.000

7. Omeprazole 40 mg 0.014 0.012

8. Omeprazole 40 mg 0.014 0.000

9. Omeprazole 40 mg 0.029 0.017

Keterangan :

A merupakan sampel yang diracik oleh perawat RSPW dan B merupakan sampel yang diracik oleh

peneliti berdasarkan Pedoman Peracikan

Tabel III. menunjukkan nilai transmittan hasil peracikan sediaan parenteral.

Dilakukan uji stabilitas terhadap tiga sediaan yang paling sering dilakukan

peracikan sebelum diadminitrasikan kepada pasien. Ketiga sediaan tersebut antara

lain Ceftriaxone 1 gram, Meropenem 1 gram dan Omeprazole 40 mg. Uji stabilitas

yang dilakukan ialah dengan mengukur kekeruhan subyek uji yang dihasilkan baik

melalui peracikan yang dilakukan oleh perawat di RSPW maupun subyek uji yang

diracik berdasarkan Pedoman Peracikan Obat Suntik dan Penanganan Sitostatik

(Depkes, 2009b) oleh peneliti, lalu hasil trasmittan dari kedua larutan diuji

normalitasnya menggunakan uji Shapiro Wilk dan didapatkan hasil 0.08 yang

berarti data tidak terdistribusi normal dan setelah itu dilakukan uji Mann Whitney

untuk mengetahui perbedaan nilai transmittan dari kedua kelompok subyek uji dan

didapatkan hasil 0,105 yang berarti bahwa diantara kedua data tidak terdapat

perbedaan. Hal ini mungkin diakibatkan dari pengukuran nilai transmittan yang

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 29: PERACIKAN SEDIAAN STERIL UNTUK PASIEN INTENSIVE CARE UNIT (ICU… PDF/F. Farmasi/Farmasi... · 2020. 11. 2. · ii PERACIKAN SEDIAAN STERIL UNTUK PASIEN INTENSIVE CARE UNIT (ICU)

14

dilakukan tanpa pengenceran obat yang diukur sehingga kemungkinan yang

terdeteksi adalah partikel dari obat yang diukur. Pengukuran transmittan dilakukan

tanpa menggunakan baku standar masing-masing obat sehingga panjang

gelombang yang digunakan berasal dari literatur berdasar penelitian serupa,

sehingga tidak dapat dipastikan bahwa instrumen yang digunakan menghasilkan

data yang sesungguhnya.

Tabel IV. Hasil uji pH sediaan parenteral

No Nama obat pH pH sampel A pH sampel B

1. Ceftriaxone 1 gram 6-8 6.5 6.4

2. Meropenem 1 gram 7.3-8.3 7.5 7.7

3. Omeprazole 40 mg 8.8-10 8.3 8.6

Keterangan :

A merupakan sampel yang diracik oleh perawat RSPW dan B merupakan sampel yang diracik oleh

peneliti berdasarkan Pedoman Peracikan. pH literatur berdasarkan Trissels, 2011.

Dilakukan uji pH terhadap dua kelompok subyek uji dimana hasilnya tertera

pada tabel IV. Menurut Foinard et al, (2013) komponen penting yang harus

diperhatikan dalam meracik sediaan parenteral ialah pH dari obat yang diracik

dimana akan berdampak pada terjadinya inkompatibilitas. Inkompatibilitas kimia

menggambarkan degradasi kimia dari satu atau lebih obat yang dicampurkan,

menyebabkan toksisitas atau inaktivasi secara terapetik. Degradasi tidak selamanya

bersifat dapat diamati. Nilai pH yang spesifik atau kisaran nilai pH yang sempit

diperlukan untuk memelihara stabilitas obat setelah dicampur. Disimpulkan bahwa

keduanya tidak memiliki perbedaan pH yang signifikan, untuk ceftriaxone dan

meropenem dihasilkan pH yang masih masuk range pH literatur sementara

omeprazole berada dibawah range pH literatur, hal ini dapat disebabkan oleh karena

pengujian dilakukan melebihi waktu penyimpanan omeprazole setelah dilakukan

peracikan yaitu 4 jam.

Sterilitas sediaan parenteral

Uji sterilitas dilakukan pada sampel yang dihasilkan dari peracikan di ICU

RSPW. Steril berarti sediaan memenuhi kriteria bebas mikroorganisme, patogen

dan partikel. Dalam penelitian ini, peneliti membatasi steril yang dimaksud adalah

bebas kuman atau mikroorganisme dan dibuktikan dengan uji di laboratorium

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 30: PERACIKAN SEDIAAN STERIL UNTUK PASIEN INTENSIVE CARE UNIT (ICU… PDF/F. Farmasi/Farmasi... · 2020. 11. 2. · ii PERACIKAN SEDIAAN STERIL UNTUK PASIEN INTENSIVE CARE UNIT (ICU)

15

mikrobiologi. Hasil pengujian menunjukan sediaan yang dihasilkan dari peracikan

bebas kuman. Hal ini dapat disebabkan oleh karena dua dari sampel yang diuji

merupakan antibiotik sementara proses penanaman sampel ke media universal

dilakukan tanpa menginaktivasi kemampuan menghambat bakteri. Selain itu faktor

lain yang dapat berpengaruh adalah bangsal ICU merupakan ruang dengan tingkat

kontaminan rendah karena pembersihan yang dilakukan secara berkala tiap harinya

serta penggunaan alat dan bahan yang steril pada setiap proses peracikan.

KESIMPULAN DAN SARAN

Berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa

proses peracikan yang dilakukan untuk pasien Intensive Care Unit RSPW sebagian

besar belum sesuai dengan Pedoman Peracikan Obat Suntik dan Penanganan

Sitostatik. Kualitas hasil peracikan berdasarkan uji sterilitas pada pemeriksaan

bakteriologi terhadap 3 hasil racikan ICU yang dilakukan menghasilkan sediaan

yang bebas pertumbuhan bakteri. Stabilitas hasil peracikan berdasarkan uji statistik

menunjukkan tidak terdapat perbedaan nilai transmittan dan pH yang diukur dari 2

sediaan masih masuk pada range pH berdasar literatur. Meskipun tidak terdapat

perbedaan stabilitas serta sediaan hasil peracikan berkualitas tetapi diharapkan

melakukan peracikan menurut Pedoman Peracikan Obat Suntik dan Sitostatik tetap

dilakukan untuk mencegah kejadian yang dapat merugikan pasien.

Saran untuk penelitian selanjutnya adalah melakukan pengujian secara

kuantitatif untuk mendapatkan hasil yang menggambarkan kualitas sediaan yang

dihasilkan. Hal yang perlu diperhatikan juga rute administrasi dari sediaan

parenteral tidak hanya melalui intravena sehingga diharapkan pada penelitian

selanjutnya juga melakukan pengkajian terhadap rute pemberian obat karena hal ini

merupakan bagian penting pada tahap preparasi sediaan parenteral. Saran untuk

RSPW supaya menyediakan label untuk hasil peracikan sediaan parenteral dan

terdapat apoteker yang bertanggung jawab dalam penyiapan serta peracikan sediaan

parenteral untuk bangsal ICU.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 31: PERACIKAN SEDIAAN STERIL UNTUK PASIEN INTENSIVE CARE UNIT (ICU… PDF/F. Farmasi/Farmasi... · 2020. 11. 2. · ii PERACIKAN SEDIAAN STERIL UNTUK PASIEN INTENSIVE CARE UNIT (ICU)

16

Ucapan Terimakasih

Penelitian ini dilaksanakan dengan pembiayaan dari Lembaga Penelitian dan

Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Sanata Dharma dengan nomor kontrak

070/Penel./LPPM-USD/IV/2017.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 32: PERACIKAN SEDIAAN STERIL UNTUK PASIEN INTENSIVE CARE UNIT (ICU… PDF/F. Farmasi/Farmasi... · 2020. 11. 2. · ii PERACIKAN SEDIAAN STERIL UNTUK PASIEN INTENSIVE CARE UNIT (ICU)

17

DAFTAR PUSTAKA

Agoes, G., 2009. Sediaan Farmasi Steril. Penerbit ITB. Bandung. Hal 193-194.

Agyemang, R.E.O., dan While, A., 2010. Medication errors : types, causes and

impact on nursing practice. British Journal of Nursing. Vol 19 (6). Pp 380-

385.

Departemen Kesehatan RI, 2009. Tanggung Jawab Apoteker Terhadap

Keselamatan Pasien (Patient Safety). Bakti Husada. Jakarta.

Departemen Kesehatan RI, 2009a. Pedoman Dasar Dispensing Sediaan Steril.

Bakti Husada. Jakarta.

Departemen Kesehatan RI, 2009b. Pedoman Pencampuran Obat Suntik dan

Penanganan Sediaan Sitostatika. Bakti Husada. Jakarta.

Fahimi, F., Ariapanah, P., Faizi, M., Safaghi, B., Namdar, R., Ardakani, M.T.,

2008. Errors in Preparation and Administration of Intravenous Medications

in The Intensive Care Unit of a Teaching Hospital : An Observational

Study. Elsevier, 21, 110-116.

Foinard, A.M., Simon, N., Barthelemy, C., Lannoy, Decaudin, B., dan Odou, P.

2013. Drug Incompatibilities: A Problem in Clinical Practice.

http://www.hospitalpharmacyeurope.com. (27 November 2017).

Kanji, S., Lam, J., Johanson, C., Singh, A., Goddard, R., Fairbairn, J., 2010.

Systematic review of physical and chemical compatibility of commonly

used medications administered by continuous infusion in intensive care

units. Crit Care Med. Vol 38 (9) : 1890-8.

Keers, R.N., Williams, S.D., Cooke J., dan Ashcroft, D.M., 2015. Understanding

the Cause of Intravenous Medication Administration Errors in Hospital: A

Qualitative Critical Incident Study. BMJ OPEN, 1-10.

Kementerian Kesehatan RI, 2014. Farmakope Indonesia Edisi V. Direktorar

Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan. Jakarta, hal.1360.

Lawrence, 2007. United States Pharmacopeia 13th Edition, USA : The United

Stated Pharmacopeial Convention.

Lehne, R.A., 2013. Pharmacology for Nursing Care 8th Edition. St. Louis, Missouri

: Elsevier.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 33: PERACIKAN SEDIAAN STERIL UNTUK PASIEN INTENSIVE CARE UNIT (ICU… PDF/F. Farmasi/Farmasi... · 2020. 11. 2. · ii PERACIKAN SEDIAAN STERIL UNTUK PASIEN INTENSIVE CARE UNIT (ICU)

18

Lucida, H., Armal, K., Harefa, Suardi, M., et al., 2014. Kajian Kompatibilitas

Sediaan Rekonstitusi Parenteral Dan Pencampuran Sediaan Intravena Pada

Tiga Rumah Sakit Pemerintah Di Sumatera Barat. Prosiding Seminar

Nasional dan Workshop “Perkembangan Terkini Sains Farmasi dan Klinik

IV”

Maharani, L., Astuti, A.W., dan Achmad, A., 2014. Kompatibilitas Pencampuran

Sediaan Parenteral di Bangsal Bedah Syaraf RSUD Prof. Dr. Margono

Soekarjo. Jurnal Farmasi Klinik Indonesia, volume 3 (1), 1-9.

Nguyen, H.T., Nguyen, T.D., Heuvel, E.R.V.D., Ruskamp, F.M.H. dan Taxis, K.,

2015. Medication Error in Viatnemese Hospitals: Prevalence, Potential

Outcome and Associated Factors. PLOS ONE, volume 10(9), 1-12.

Peraturan Menteri Kesehatan RI, 2016. Tentang : Standar Pelayanan Kefarmasian

Di Rumah Sakit.

Shargel, L., Yu, A., and Wu, S., 2005. Biofarmasetika dan Farmakokinetika

Terapan Edisi kedua. Airlangga University Press. Surabaya. hal 167-187.

Sinko, P. J., 2011. Martin Farmasi Fisika dan Ilmu Farmasetika edisi 5. Penerbit

Buku Kedokteran EGC. Jakarta.

Trissels, L.A., 2011. Handbook on Injectable Drugs 16th Edition. Bethesda:

American Society of Health System Pharmacist. New York.

Welankiwar, A., Sandagar, S., Kumar, J., Barabde, A., 2013. Photostability Testing

of Pharmaceutical Products. International Research Journal of Pharmacy.

4(9), 11-15.

Westbrook, J.I., Rob, M.I., Woods, A. dan Parry, D, 2011. Error in The

Administration of Intravenous Medications in Hospital and The Role of

Correct Procedures and Nurse Experience. BMJ Qual Saf. Vol: 20, 1027-

1034.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 34: PERACIKAN SEDIAAN STERIL UNTUK PASIEN INTENSIVE CARE UNIT (ICU… PDF/F. Farmasi/Farmasi... · 2020. 11. 2. · ii PERACIKAN SEDIAAN STERIL UNTUK PASIEN INTENSIVE CARE UNIT (ICU)

19

LAMPIRAN

1. Surat Izin Penelitian (Rumah Sakit Panti Wilasa Dr.Cipto)

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 35: PERACIKAN SEDIAAN STERIL UNTUK PASIEN INTENSIVE CARE UNIT (ICU… PDF/F. Farmasi/Farmasi... · 2020. 11. 2. · ii PERACIKAN SEDIAAN STERIL UNTUK PASIEN INTENSIVE CARE UNIT (ICU)

20

2. Informed Consent

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 36: PERACIKAN SEDIAAN STERIL UNTUK PASIEN INTENSIVE CARE UNIT (ICU… PDF/F. Farmasi/Farmasi... · 2020. 11. 2. · ii PERACIKAN SEDIAAN STERIL UNTUK PASIEN INTENSIVE CARE UNIT (ICU)

21

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 37: PERACIKAN SEDIAAN STERIL UNTUK PASIEN INTENSIVE CARE UNIT (ICU… PDF/F. Farmasi/Farmasi... · 2020. 11. 2. · ii PERACIKAN SEDIAAN STERIL UNTUK PASIEN INTENSIVE CARE UNIT (ICU)

22

3. Lembar Observasi Proses Preparasi Sediaan Parenteral

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 38: PERACIKAN SEDIAAN STERIL UNTUK PASIEN INTENSIVE CARE UNIT (ICU… PDF/F. Farmasi/Farmasi... · 2020. 11. 2. · ii PERACIKAN SEDIAAN STERIL UNTUK PASIEN INTENSIVE CARE UNIT (ICU)

23

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 39: PERACIKAN SEDIAAN STERIL UNTUK PASIEN INTENSIVE CARE UNIT (ICU… PDF/F. Farmasi/Farmasi... · 2020. 11. 2. · ii PERACIKAN SEDIAAN STERIL UNTUK PASIEN INTENSIVE CARE UNIT (ICU)

24

4. Lembar Observasi Proses Peracikan Sediaan Parenteral

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 40: PERACIKAN SEDIAAN STERIL UNTUK PASIEN INTENSIVE CARE UNIT (ICU… PDF/F. Farmasi/Farmasi... · 2020. 11. 2. · ii PERACIKAN SEDIAAN STERIL UNTUK PASIEN INTENSIVE CARE UNIT (ICU)

25

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 41: PERACIKAN SEDIAAN STERIL UNTUK PASIEN INTENSIVE CARE UNIT (ICU… PDF/F. Farmasi/Farmasi... · 2020. 11. 2. · ii PERACIKAN SEDIAAN STERIL UNTUK PASIEN INTENSIVE CARE UNIT (ICU)

26

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 42: PERACIKAN SEDIAAN STERIL UNTUK PASIEN INTENSIVE CARE UNIT (ICU… PDF/F. Farmasi/Farmasi... · 2020. 11. 2. · ii PERACIKAN SEDIAAN STERIL UNTUK PASIEN INTENSIVE CARE UNIT (ICU)

27

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 43: PERACIKAN SEDIAAN STERIL UNTUK PASIEN INTENSIVE CARE UNIT (ICU… PDF/F. Farmasi/Farmasi... · 2020. 11. 2. · ii PERACIKAN SEDIAAN STERIL UNTUK PASIEN INTENSIVE CARE UNIT (ICU)

28

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 44: PERACIKAN SEDIAAN STERIL UNTUK PASIEN INTENSIVE CARE UNIT (ICU… PDF/F. Farmasi/Farmasi... · 2020. 11. 2. · ii PERACIKAN SEDIAAN STERIL UNTUK PASIEN INTENSIVE CARE UNIT (ICU)

29

5. Definisi Operasional

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 45: PERACIKAN SEDIAAN STERIL UNTUK PASIEN INTENSIVE CARE UNIT (ICU… PDF/F. Farmasi/Farmasi... · 2020. 11. 2. · ii PERACIKAN SEDIAAN STERIL UNTUK PASIEN INTENSIVE CARE UNIT (ICU)

30

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 46: PERACIKAN SEDIAAN STERIL UNTUK PASIEN INTENSIVE CARE UNIT (ICU… PDF/F. Farmasi/Farmasi... · 2020. 11. 2. · ii PERACIKAN SEDIAAN STERIL UNTUK PASIEN INTENSIVE CARE UNIT (ICU)

31

6. Hasil Uji Sterilitas Laboratorium Balai Kesehatan Jawa Tengah

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 47: PERACIKAN SEDIAAN STERIL UNTUK PASIEN INTENSIVE CARE UNIT (ICU… PDF/F. Farmasi/Farmasi... · 2020. 11. 2. · ii PERACIKAN SEDIAAN STERIL UNTUK PASIEN INTENSIVE CARE UNIT (ICU)

32

7. Gambar Ruang Peracikan Sediaan Parenteral

7.1 Meja racik

7.2 Lemari Penyimpanan

7.3 Tempat Limbah Sediaan Parenteral

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 48: PERACIKAN SEDIAAN STERIL UNTUK PASIEN INTENSIVE CARE UNIT (ICU… PDF/F. Farmasi/Farmasi... · 2020. 11. 2. · ii PERACIKAN SEDIAAN STERIL UNTUK PASIEN INTENSIVE CARE UNIT (ICU)

33

8. Nilai Transmittan Sediaan Parenteral

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 49: PERACIKAN SEDIAAN STERIL UNTUK PASIEN INTENSIVE CARE UNIT (ICU… PDF/F. Farmasi/Farmasi... · 2020. 11. 2. · ii PERACIKAN SEDIAAN STERIL UNTUK PASIEN INTENSIVE CARE UNIT (ICU)

34

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 50: PERACIKAN SEDIAAN STERIL UNTUK PASIEN INTENSIVE CARE UNIT (ICU… PDF/F. Farmasi/Farmasi... · 2020. 11. 2. · ii PERACIKAN SEDIAAN STERIL UNTUK PASIEN INTENSIVE CARE UNIT (ICU)

35

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 51: PERACIKAN SEDIAAN STERIL UNTUK PASIEN INTENSIVE CARE UNIT (ICU… PDF/F. Farmasi/Farmasi... · 2020. 11. 2. · ii PERACIKAN SEDIAAN STERIL UNTUK PASIEN INTENSIVE CARE UNIT (ICU)

36

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 52: PERACIKAN SEDIAAN STERIL UNTUK PASIEN INTENSIVE CARE UNIT (ICU… PDF/F. Farmasi/Farmasi... · 2020. 11. 2. · ii PERACIKAN SEDIAAN STERIL UNTUK PASIEN INTENSIVE CARE UNIT (ICU)

37

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 53: PERACIKAN SEDIAAN STERIL UNTUK PASIEN INTENSIVE CARE UNIT (ICU… PDF/F. Farmasi/Farmasi... · 2020. 11. 2. · ii PERACIKAN SEDIAAN STERIL UNTUK PASIEN INTENSIVE CARE UNIT (ICU)

38

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 54: PERACIKAN SEDIAAN STERIL UNTUK PASIEN INTENSIVE CARE UNIT (ICU… PDF/F. Farmasi/Farmasi... · 2020. 11. 2. · ii PERACIKAN SEDIAAN STERIL UNTUK PASIEN INTENSIVE CARE UNIT (ICU)

39

BIOGRAFI PENULIS

Sara Septi Widayani lahir di Magelang 7 September 1995.

Anak bungsu dari pasangan Nur Edi Widodo dan Nani

Suryani. Penulis Menempuh Pendidikan SDN Kemirirejo

3 Magelang pada tahun 2001-2007, SMPN 2 Magelang

pada tahun 2007-2010 dan SMK/F Indonesia Yogyakarta

pada tahun 2010-2013. Penulis pernah bekerja di viva

generik selama 8 bulan di awal tahun 2014 sebagai Tenaga

Teknis Kefarmasian (TTK). Selanjutnya penulis

melanjutkan pendidikan di Fakultas Farmasi Universitas

Sanata Dharma pada tahun 2014-2018. Selama menempuh

pendidikan S1, penulis aktif mengikuti beberapa

kepanitiaan seperti Desa Mitra I sebagai sekretaris, Pharmacy Badminton Cup

sebagai sekretaris, Pharmacy Badminton Tournament sebagai divisi acara, Komisi

Pemilihan Umum BEMF Farmasi 2015/2016 sebagai divisi dokumentasi dan

Komisi Pemilihan Umum BEMF Farmasi 2016/2017 sebagai koordinator divisi

acara. Penulis pernah mengikuti Program Kreativitas Mahasiswa lolos DIKTI yang

berjudul GANESHA MUDA (Gerakan Siswa Mts. Yaketunis Mengenal

Swamedikasi Dengan Media Braille). Penulis juga pernah menjadi asisten

praktikum Compounding pada tahun 2016 dan asisten praktikum Komunikasi

Farmasi pada tahun 2017.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI