of 111/111
i PENGARUH PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF DENGAN METODE CONCEPT MAPING TERHADAP MINAT BELAJAR SISWA KELAS VIII SMP ANUGRAH PADA MATERI PEMANTULAN CAHAYA SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Fisika Disusun oleh: Laurensia Dara Asri Sapdari NIM: 141424008 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2018 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PENGARUH PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF …

  • View
    0

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of PENGARUH PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF …

METODE CONCEPT MAPING TERHADAP MINAT BELAJAR SISWA
KELAS VIII SMP ANUGRAH PADA MATERI PEMANTULAN CAHAYA
SKRIPSI
Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
Program Studi Pendidikan Fisika
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SANATA DHARMA
ii
iii
iv
Aku akan memegangmu dengan tangan kanan-Ku yang membawa
kemenangan.
1. Tuhan Yesus Kristus,
3. Keluarga
Maria Goretti Isti Sapdari, serta
4. Teman-teman Program Studi Fisika angkatan 2014.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
v
vi
vii
ABSTRAK
Kooperatif Dengan Metode Concept maping Terhadap Minat Belajar
Siswa Kelas VIII SMP Anugrah Dalam Materi Pemantulan Cahaya.
Skripsi. Yogyakarta: Pendidikan Fisika, Jurusan Pendidikan
Matemaika dan Ilmu Pengerahuan Alam, Fakultas Keguruan Dan
Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh penerapan
model pembelajaran kooperatif melalui metode concept maping terhadap minat
belajar siswa.
Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Subjek
penelitian ini adalah 35 siswa kelas VIII SMP Anugrah. Sebelum dan sesudah
diberikan treatmen, siswa diberikan tes. Insturmen tes berbentuk kuesioner untuk
mengukur minat sebelum treatmen dan minat sesudah diberikan treatmen.
Instrumen dianalisis secara statistik menggunakan program SPSS.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penerapan pembelajaran kooperatif
dengan metode concept maping yang digunakan dalam proses pembelajaran pada
materi pemantulan cahaya terbukti berpengaruh pada minat belajar siswa SMP
Anugrah. Hal ini dapat dilihat dari nilai | thitung | (5,086) > ttabel (2,042) pada analisis
uji T. Penerapan pembelajaran kooperatif dengan metode concept maping pada
siswa kelas VIII SMP Anugrah pada materi pemantulan cahaya dapat
meningkatkan minat belajar siswa. Minat belajar siswa kelas VIII SMP Anugrah
sebelum diberikan treatmen berada pada kategori tingkat sedang. Hal ini dapat
dilihat dari mean data pretest minat belajar yakni sebesar 52,69. Setelah diterapkan
pembelajaran kooperatif dengan metode concept maping, minat belajar siswa
menjadi meningkat yaitu pada kategori tinggi dengan mean 59,60.
Kata kunci: kooperatif, concept maping, minat belajar.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
viii
ABSTRACT
Sapdari, Laurensia Dara Asri. 2018. The Influence of Application of Cooperative
Learning Model with Concept Maping Method of Student Interest in
Study in Grade VIII SMP Anugrah In Light Reflecting Material.
Thesis. Yogyakarta: Physics Education, Department of Mathematics
and Sciences Education, Faculty of Teacher Training and Education,
Sanata Dharma University, Yogyakarta.
This study aims to figure out how far the influence of application of
cooperative learning model with concept maping method is on students’ interest in
study.
This is a descriptive quantitative research, involving subjects which
consists 35 students of grade VIII SMP Anugrah. Said student are given a test
before and after treatments are given. The test is done using questionnaire samples
as its main instrument with a purpose of measuring the student’s interest in study
before and after treatments are given. Instruments are then analiyzed statistically
using the SPSS program.
The results of this study indicate that the application of cooperative
learning with concept maping method used in the learning process on light
reflectance material has an effect on students' interest in study in SMP Anugrah.
This can be seen from the value of | tcount | (5,086) > ttable (2,042) in T-test analysis.
Application of cooperative learning with concept maping method in grade VIII SMP
Anugrah on light reflecting material can increase students’ interest in study. The
interest of students in grade VIII SMP Anugrah before being given treatments are
in the category of moderate level. This can be seen from the mean of data pretest
students interest in study that is equal to 52,69. After applied cooperative learning
with concept maping method, students interest in study become increasing that is
in high category with mean 59,60.
Keywords: cooperative, concept maping, interest in study.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
ix
KATA PENGANTAR
Puji syukur dan terima kasih saya panjatkan ke hadirat Tuhan Yang
Maha Esa, yang telah melimpahkan rahmat dan karunia kepada penulis
sehingga dapat menyelesaikan skripsi ini. Penulisan skripsi ini bertujuan untuk
memenuhi salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana pada Program
Studi Pendidikan Fisika, Jurusan Pendidikan Matematika dan IPA, Fakultas
Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma.
Penulis menyadari bahwa skripsi ini berhasil disusun berkat bantuan,
bimbingan serta dorongan dari berbagai pihak. Untuk itu, dengan segala
kerendahan hati pada kesempatan ini, penulis ingin menyampaikan ucapan
terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:
1. Tuhan Yesus dan Bunda Maria yang selalu menuntun, melindungi dan
memberi anugerah yang tiada batasnya.
2. Drs. T. Sarkim M,Ed., Ph. D. selaku pembimbing yang telah membantu
serta membimbing penulis dalam menyelesaikan skripsi ini.
3. Dr.Ignatius Edi Santosa,M.S. selaku Ketua prodi pendidikan fisika yang
memberikan arahan selama masa menjalani perkuliahan.
4. Drs. Aufridus Atmadi, M. Si. selaku dosen pembimbing akademik yang
telah membimbing penulis selama penulis berdinamika di program studi
Pendidikan Fisika, Universitas Sanata Dharma.
5. Dosen penguji.
6. Seluruh dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Sanata Dharma
yang telah membimbing dan memberikan ilmunya kepada penulis selama
menempuh studi.
7. Seluruh karyawan dan staf Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Sanata Dharma yang telah banyak membantu penulis selama
bergabung bersama Universitas Sanata Dharma.
8. Bapak, Mama, dan Kakakku selaku keluarga yang selalu mendukung,
memotivasi, dan mendampingi penulis dalam perjalanannya selama
menempuh kuliah.
x
xi
xii
xiii
xiv
Tabel 3. 2 Validasi Kuesioner ............................................................................... 29
Tabel 3. 3 Klasifikasi Minat Siswa ....................................................................... 31
Tabel 4. 1 Jadwal Penelitian…...............................................................................34
Tabel 4. 2 Jenis Kelamin Responden .................................................................... 37
Tabel 4. 3 Analisis Kelengkapan Isi Concept Maping .......................................... 47
Tabel 4. 4 Analisis Garis Penghubung dan Kata pada Garis Penghubung ........... 50
Tabel 4. 5 Analisis Deskriptif Minat belajar Pada Aspek Kesukaan .................... 50
Tabel 4. 6 Analisis Deskriptif Minat belajar Pada Aspek Kepuasan .................... 52
Tabel 4. 7 Analisis Deskriptif Minat belajar Pada Aspek Keterlibatan ................ 53
Tabel 4. 8 Analisis Deskriptif Minat belajar Pada Aspek Perhatian ..................... 53
Tabel 4. 9 Klasifikasi minat belajar siswa sebelum diberikan pembelajaran
kooperatif dengan metode concept maping ........................................ 54
Tabel 4. 10 Klasifikasi minat belajar siswa sesudah diberikan pembelajaran
kooperatif dengan metode concept maping ........................................ 55
Tabel 4. 11 Hasil Uji T pengaruh model pembelajaran dengan metode concept
maping kelas VIII SMP Anugrah pada materi cahaya ....................... 56
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
xv
Gambar 2. 2 Pembentukan bayangan pada cermin datar ............................. 19
Gambar 2. 3 Jalannya sinar istimewa pada cermin cekung ......................... 20
Gambar 2. 4 Pembentukan bayangan pada cermin cekung ......................... 21
Gambar 2. 5 Jalannya sinar istimewa pada cermin cembung ...................... 22
Gambar 2. 6 Pembentukan bayangan pada cermin cembung ...................... 23
Gambar 2. 7 Peta Konsep Pemantulan Cahaya ........................................... 25
Gambar 4. 1 Concept maping kelompok 1...................................................39
Gambar 4. 2 Concept maping kelompok 2 .................................................. 40
Gambar 4. 3 Concept maping kelompok 3 .................................................. 41
Gambar 4. 4 Concept maping kelompok 4 .................................................. 42
Gambar 4. 5 Concept maping kelompok 5 .................................................. 43
Gambar 4. 6 Concept maping kelompok 6 .................................................. 44
Gambar 4. 7 Concept maping kelompok 7 .................................................. 45
Gambar 4. 8 Concept maping kelompok 8 .................................................. 46
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
Lampiran 2 Rencana Rancangan Pembelajaran .......................................... 73
Lampiran 3 Validasi Isi Instrumen Minat Belajar ....................................... 80
Lampiran 4 Data Kuesioner Minat Belajar Siswa ....................................... 83
Lampiran 5 Kuesioner Minat Belajar Sebelum Treatmen ........................... 84
Lampiran 6 Kuesioner Minat Belajar Sesudah Treatmen............................ 89
Lampiran 7 Dokumentasi ............................................................................ 93
1
Definisi belajar dalam Suprijono (2011:2) adalah suatu proses dari kegiatan
seperti mengamati, membaca, meniru, mencoba, mendengar, dan mengikuti suatu
arah tertentu yang kemudian menghasilkan perubahan perilaku yang bersifat
permanen. Belajar merupakan proses yang rumit yang menimbulkan beberapa
kesulitan bagi orang muda maupun orang dewasa (Surjadi, 2012:1). Oleh karena itu
dalam mengajar seorang pendidik atau yang biasa disebut dengan guru akan
memberikan bimbingan dan membantu siswa dalam menghadapi permasalahan
terutama dalam kesulitan siswa dalam belajar di sekolah. Tujuan dari proses belajar
dan mengajar di sekolah akan tercapai apabila prestasi belajar siswa yang
merupakan hasil belajar siswa memuaskan.
Menurut Ahmadi (1991:130) prestasi belajar yang didapat seorang individu
adalah hasil dari interaksi berbagai faktor, baik faktor dalam diri (faktor internal)
maupun faktor dari luar (faktor eksternal) individu itu sendiri. Faktor dalam diri
individu yaitu faktor internal meliputi beberapa faktor yang salah satunya adalah
motivasi. Dalam proses belajar, motivasi siswa selama pelajaran dapat dihubungkan
dengan minat siswa terhadap mata pelajaran tersebut. Menurut Wahab (2016:28)
minat secara sederhana dapat diartikan sebagai kecenderungan atau keinginan yang
besar terhadap suatu hal. Seperti yang dikatakan Djiwandono (2008:365) ada
kalanya siswa harus menguasai mata pelajaran yang bahkan siswa itu sendiri tidak
berminat terhadap mata pelajaran tersebut. Faktor minat dalam Hamalik (2013:33)
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
2
akan lebih mendorong siswa dalam belajar lebih baik daripada belajar tanpa minat
dan siswa akan merasa bahwa apa yang dipelajari bermakna bagi dirinya sendiri.
Oleh karena itu, minat belajar merupakan hal yang diperlukan siswa supaya
mendorong dirinya untuk belajar lebih baik sehingga proses belajar dan mengajar
disekolah berhasil dan tujuan yang ingin dicapai dalam proses pembelajaran
tercapai.
Mata pelajaran IPA di Sekolah Menengah Pertama (SMP) terdiri dari fisika,
biologi, dan kimia. Fisika sendiri merupakan ilmu yang memperlajari tentang
gejala-gejala alam yang adalah bentuk dari energi. Karena fisika mempelajari
tentang gejala alam, fisika masuk kedalam kategori ilmu pengetahuan alam.
Menurut Susanto (2013) ilmu pengetahuan alam seperti fisika dapat dengan mudah
dipelajari dikarenakan peralatan dan benda-benda yang ada di lingkungan sekitar
dapat dimanfaatkan dan kemajuan-kemajuan teknologi pun awalnya ditemukan dari
penemuan sederhana yang ada di lingkungan sekitar. Ilmu fisika sendiri dalam
pelajaran IPA sering dianggap sulit, hal ini dikarenakan konsep, rumus yang
banyak, dan hitungan dalam pelajaran ini menjadikan siswa kurang berminat dalam
belajar pelajaran ini. Ditambah lagi guru yang mengajar dikelas hanya memakai
model belajar seperti ceramah. Model tersebut membuat siswa kurang bersemangat
dalam pembelajaran sehingga siswa menjadi kurang meminati pelajaran tersebut.
Peningkatan minat siswa dapat diupayakan dengan model dan metode guru
dalam proses pembelajaran. Banyak model dan metode pembelajaran yang dibuat
agar dapat menjadi pilihan dalam mengajar berbagai macam kondisi siswa.
Pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif adalah salah satu metode
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
3
kelas menjadi lebih aktif. Model kooperatif dalam Taniredja (2011:15) merupakan
suatu proses pembelajaran yang dilakukan dengan cara kerja sama. Hasil dari
penelitian yang telah dilakukan mengenai pembelajaran kooperatif adalah
mendorong rasa tanggung jawab sosial dan individual siswa, berkembangnya sikap
ketergantungan positif, tumbuhnya sikap kesetiakawanan, dan perilaku siswa
berkembang kearah suasana demokrasi dalam kelas (Solihatin, 2008).
Metode dalam model pembelajaran berkelompok ini juga banyak. Salah
satunya adalah dengan metode Concept maping. Menurut Pribadi (2015), strategi
concept maping dapat meningkatkan minat belajar dan dalam penelitian Kholida
(2015) pembelajaran kooperatif dengan concept maping merupakan model
pembelajaran yang dapat meningkatkan minat belajar siswa dalam pelajaran fisika.
Dengan concept maping siswa juga akan diajak untuk mengetahui konsep-konsep
awal sebelum materi dijelaskan oleh guru. Sehingga, model pembelajaran
Kooperatif dengan metode Concept maping ini akan membuat pembelajaran yang
aktif karena siswa dalam kelompok akan saling berdiskusi, bekerja sama satu
dengan yang lainnya, dan dengan concept maping dalam pembelajaran, siswa
menjadi lebih mengetahui konsep awal materi sehingga dalam proses pembelajaran
akan lebih mudah sehingga siswa dalam proses belajar mengajar akan lebih aktif.
Proses belajar mengajar yang aktif akan membuat suasana kelas yang hidup.
Menurut Purba (2015) suasana dalam kelas yang hidup dapat meningkatkan minat
belajar siswa.
4
Cahaya merupakan salah satu materi pada mata pelajaran IPA pada tingkat
pendidikan SMP kelas VIII. Dalam bab cahaya, banyak sub bab yang ada di
dalamnya seperti pemantulan, pembiasan, dan optik. Ketika belajar mengenai
materi cahaya, siswa memerlukan keseriusan dan konsentrasi yang cukup karena
dalam materi ini. Pada materi pemantulan cahaya, konsep-konsep pemantulan
cahaya harus dapat diterima dengan baik sehingga siswa dapat mengerti dan dapat
menentukan pemantulan bayangan.
Berdasarkan masalah tersebut, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian
tentang “ Pengaruh Penerapan Model pembelajaran Kooperatif melalui Metode
Concept maping Terhadap Minat Belajar Siswa Kelas VIII SMP Anugrah Dalam
Materi Pemantulan Cahaya ”
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang dan identifikasi masalah di atas, maka rumusan
masalahnya adalah sebagai berikut:
“Sejauh mana penerapan model pembelajaran kooperatif melalui metode concept
maping dapat mempengaruhi minat belajar siswa kelas VIII SMP Anugrah dalam
materi pemantulan cahaya”
C. Tujuan Penelitian
Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah untuk mengetahui
sejauh mana penerapan model pembelajaran kooperatif melalui metode Concept
maping terhadap minat siswa kelas VIII SMP Anugrah dalam materi pemantulan
cahaya.
5
a. Penelitian ini memberikan wawasan yang lebih kepada peneliti berkaitan
dengan sejauh mana penerapan model pembelajaran kooperatif melalui
metode Concept maping terhadap minat siswa pada pelajaran fisika kelas
VIII.
b. Penelitian ini juga memberikan wawasan yang lebih kepada peneliti
berkaitan dengan melakukan suatu penelitian dekriptif kualitatif.
c. Penelitian ini akan dijadikan bekal untuk peneliti dalam kehidupan
selanjutnya dalam bekerja sebagai guru.
2. Bagi pembaca
Penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan kajian untuk penelitian selanjutnya
dan juga untuk bahan perbandingan atau tujuan lain yang relevan.
3. Bagi guru
a. Penelitian ini dapat dijadikan sebagai penambah wawasan guru mengenai
bagaimana meningkatkan minat belajar pada pelajaran fisika melalui
metode concept maping.
b. Penelitian ini juga dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam
melakukan proses pembelajaran.
6
Pendidikan yang berkualitas memerlukan sistem pembelajaran yang
berkualitas pula. Maka dari itu, dari waktu ke waktu, perkembangan model
pembelajaran mengalami perubahan yang bertujuan untuk mencapai pendidikan
yang berkualitas. Model kooperatif dalam Taniredja (2011:15) merupakan suatu
proses pembelajaran yang dilakukan dengan cara kerja sama. Pembelajaran
kooperatif menurut Slavin (1995:2) merupakan suatu pembelajaran yang membuat
siswa berada dalam suatu kelompok kecil untuk saling membantu dalam belajar
suatu pelajaran. Menurut Stahl dalam Solihatin (2008:5) suatu sistem dimana siswa
ditempatkan dalam suatu sistem kerjasama dalam mencapai suatu hasil yang
maksimal dalam belajar. Pembelajaran kooperatif menurut Suprijono (2011:54)
adalah jenis kerja kelompok yang pimpin atau diarahkan oleh guru. Model
pembelajaran kooperatif adalah suatu model pembelajaran yang memanfaatkan
kelompok kecil yang memungkinkan mahasiswa bekerja sama untuk
memaksimalkan belajar mereka (Solihatin, 2008). Sehingga, model pembelajaran
kooperatif adalah suatu proses pembelajaran dengan menempatkan siswa dalam
kelompok sehingga siswa dapat bekerja sama untuk mencapai hasil yang maksimal
dalam belajar dengan pengarahan atau instruksi dari guru dalam proses
pembelajaran.
7
bersama dalam kelompok. Untuk mencapai hasil yang maksimal, 5 unsur
pembelajaran kooperatif dalam Lie (2010) adalah sebagai berikut:
1. Saling ketergantungan positif
Suatu hasil yang maksimal yang ingin dicapai dalam proses pembelajaran
sangat bergantung pada usaha seluruh anggotanya. Untuk itu, kelompok
yang tercipta harus bekerja secara efektif. Bukan hanya dari siswa dalam
kelompok tetapi juga pengajar atau guru harus membuat kelompok menjadi
efektif dengan menyusun tugas yang membuat setiap anggota kelompoknya
mengerjakan tugasnya agar teman yang lain bisa mencapai juga tujuan
mereka.
kelompok dan tujuan dalam kelompok akan terjadi jika semua anggota
kelompok mencapai tujuan sehingga anggota kelompok harus
bekerjasama dalam mencapai tujuan.
kelompok mereka berhasil dalam mencapai tujuan.
c) Membuat tugas kelompok terpecah kepada masing-masing anggota agar
tugas selesai setelah anggota kelompok menyatukan tugas yang
dikerjakan masing – masing.
8
d) Anggota kelompok diberikan tugas atau peran yang saling berhubungan,
saling mendukung, saling melengkapi, dan saling terikat dengan
anggota yang lain dalam kelompok.
2. Tanggung jawab perseorangan
dicapai. Dalam kerja kelompok, persiapan guru juga dibutuhkan yaitu pada
saat penyusunan tugasnya.
Suprijono (2011:60)
b) Melalukan assesmen terhadap setiap anggota kelompok.
c) Secara acak memilih anggota dalam kelompok untuk mempresentasikan
hasilnya kepada guru maupun semua siswa di depan kelas.
d) Mengamati seluruh kelompok dan mencatat bagaiman setiap anggota
kelompok dalam membantu kelompok.
e) Memberi tugas salah satu anggota kelompok untuk berperan sebagi
pemeriksa dalam kelompoknya.
3. Tatap muka
bertemu dan berdiskusi. Dengan bertemu dan berdusi akan menghasilkan
pemikiran yang lebih kaya karena lebih dari beberapa kepala dalam
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
9
memikirkan jalan keluar dari masalah. Dalam kelompok pasti juga memiliki
perbedaan seperti latar belakang pengalaman,keluarga, sosial ekonomi, dll.
Perbedaan dalamkelompok ini bukan menjadi modal kelompok dan
menjadikan kesempatan setiap anggota kelompok untuk mengenal dan
belajar untuk menerima satu sama lain.
4. Komunikasi antar anggota
pendapat mereka. Dengan ini, anggota kelompok akan tahu bagaimana cara
berkomunikasi dengan benar seperti cara menyanggah pendapat agar tidak
menyinggung perasaan antar anggota kelompok. Proses komunikasi ini
merupakan proses yang sangat bermanfaat dan akan memperbanyak
pengalaman belajar sertaperkembangan mental dan emosional para siswa.
5. Evaluasi proses kelompok
Hasil dari evaluasi kelompok ini, akan menajdi masukan agar kelompok
lebih dapat bekerja sama dengan lebih efektif.
Pembelajaran model kooperatif ini memiliki 6 fase antara lain:
1. Present goals and set
Menyampaikan tujuan dan mempersiapkan peserta didik. Guru menjelaskan
tujuan dari pembelajaran dan menyiapkan perserta didik untuk siap belajar.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
10
kepada peserta didik secara verbal atau secaral langsung.
3. Organize student into learning teams
Mengorganisir peserat didik kedalam tim-tim belajar. Guru memberikan
penjelasan kepada peserta didika cara membagi mereka dalam tim dan
membantu peserat didik dalam berpidah masuk ke dalam kelompok.
4. Assist team work and study
Membantu kerja tim dan belajar. Guru membantu kelompok belajar dalam
mengerjakan tugasnya.
Mengevaluasi. Guru menguji hasil dari semua kelompok.
6. Provide recognition
mengakuiusaha dan prestasi individu atau kelompok atau juga dapat
member hadiah sebagai penghargaan.
Sebuah model pembelajaran mempunyai banyak pilihan macam metode
untuk mencapai tujuan dari model pembelajaran tersebut salah satunya adalah
Concept maping. Concept maping menurut Karakuyu (dalam Hayati, 2013) adalah
suatu strategi pembelajaran yang membangun jembatan antara orang yang belajar
pengetahuan dan pembelajaran yang dipelajari masuk akal. Menurut Pribadi (2015)
concept maping adalah sebuah sarana grafis yang gunanya untuk menyusun dan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
11
mengembangkan sebuah gagasan yang pada dasarnya memperlihatkan konsep-
konsep yang terdapat pada kotak atau lingkaran dan saling mempunyai keterkaiatan
antara konsep-konsep tersebut. Concept maping sendiri merupakan sebuah cara
untuk menguatkan pengetahuan dan pemahaman terhadap bahan yang sudah di
pelajarinya. Dari beberapa pengertian di atas, maka Concept maping adalah suatu
sarana grafis yang berisi struktur konsep-konsep suatu materi pelajaran yang
maknanya saling berkaitan.
Concept maping memungkinkan siswa untuk memahami hubungan antara
konsep-konsep dan siswa akan memahami konsep itu sendiri dengan pemikiran dan
pemahaman mereka miliki (Davies, 2011:280). Dengan menggunakan pemahaman
siswa itu sendiri, materi yang dipelajari akan lebih mudah dimengerti oleh siswa
tersebut. Concept maping berguna untuk membantu siswa dalam meningkatkan
pembelajaran yang memiliki makna dan pemahaman konseptual dalam materi
pembelajaran yang berhubungan dengan ilmu pengetahuan termasuk Fisika
(Hayati, 2013). Dengan membuat concept maping siswa dapat mengetahui konsep
materi diawal pertemuan, sehingga akan memudahkan siswa dalam belajar dan
siswa akan lebih senang dalam belajar kemudian dalam pembelajaran siswa akan
menjadi lebih aktif.
1. Concept maping atau pemetaan konsep adalah suatu cara untuk
memperlihatkan konsep dan proposisi suatu bidang studi seperti IPA dan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
12
mempelajari dengan lebih jelas bidang studi tersebut.
2. Suatu peta konsep merupakan gambar dua dimensi dari salah satu bidang
studi dan memperlihatkan hubungan yang proporsional antara konsep-
konsep.
3. Bobot konsep berbeda-beda yang berarti ada konsep yang lebih inklusif
daripada konsep yang lainnya.
4. Bila dua atau lebih konsep digambarkan dari bawah konsep yang lebih
inklusif maka akan terbentuk suatu hierarki pada konsep tersebut.
B.2 Tujuan Concept maping
Peta konsep dalam pengajaran dibuat dengan berbagai tujuan antara lain:
1. Untuk mengetahui konsep-konsep yang telah dimiliki sebelumnya oleh
siswa sehingga guru lebih mudah dalam melaksanakan pembelajaran
dikelas.
2. Untuk membantu siswa dalam belajar sehingga siswa dapat
mengerti/memahami benar apa yang dipelajari pada saat mereka belajar.
3. Untuk mengurangi resiko pengertian konsep yang salah. Konsep yang salah
muncul karena adanya kaitan antara konsep-konsep yang menyebabkan
proporsi yang kurang tepat.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
13
B.3 Jenis-Jenis Concept maping
Concept maping atau peta konsep memiliki beberapa jenis, menurut Nur dalam
(Syarif,2011:15) ada empat macam yaitu:
1. Network Tree (Pohon Jaringan)
Ide-ide pokok dibuat dalam persegi empat, beberap kata lain dihubungkan
dengan garis penghubung dan garis penghubung disetai dengan kata-kata
yang mewakili hubungan dari antar konsep-konsep tersebut. Mulailah
dengan konsep atau ide dari umum kekhusus. Pohon jaringan cocok untuk
memvisualisasikan hal-hal berikut:
hubungan-hubungan
Jenis peta konsep rantai kajadian dapat digunakan untuk menunjukkan
suatu urutan kejadian, langkah-langkah suatu prosedur yang linier, dan
tahapan suatu proses.
Peta konsep siklus merupakan jenis peta konsep yang tidak menghasilkan
suatu akhir. Kejadian pada akhir rantai tersebut terhubung kembali
kekejadian awaldan begitu seterusnya.
14
4. Spider Concept Map (Peta Konsep Laba-laba)
Peta konsep ini sangat cocok untuk ide-ide yang berasal dari ide sentral
pada saat curah pendapat. Pada curah pendapat, ide-ide bercampur aduk
sehingga peta konsep jenis ini cocok. Jenis ini cocok untuk
memvisualisasikan hal-hal:
Hal-hal yang dipersiapkan dalam melakukan concept maping ini antara lain:
1. Guru menyiapkan potongan kartu-kartu yang sudah bertulisakan konsep
utama.
utama kepada siswa.
3. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk mencoba berfikir dan
membuat suatu peta yang kemudian digambarkan menjadi hubungan
antarkonsep.
4. Memastikan siswa membuat garis penghubung dan memberikan kata atau
kalimat yang menjelaskan hubungan antar konsep tersebut sehingga kalimat
tersebut menunjukan asumsi yang dibagun oleh siswa dalam menjelaskan
hubungan antar konsep.
15
C.1 Pengertian Minat
Menurut Lufri (2001: 121) minat adalah istilah yang dipakai dalam dua arti:
1. Fungsional
menunjukkan pengalaman emosi yang dihubungkan dengan perhatian atau
fokus terhadap objek maupun tindakan.
2. Struktural
Secara structural, minat dapat diartikan sebagai elemen maupun suatu hal
dalam sikap individu yang didapatkan karena faktor hereditas maupun
dipelajari.
yang besar terhadap suatu hal (Wahab, 2016). Minat merupakan penerimaan
akan suatu hubungan antara diri sendiri dengan sesuatu diluar diri sehingga
semakin dekat hubungan tersebutakan semakin besar minatnya (Putri, 2017:6).
Hal ini berarti seseorang yang menerima suatu hal baru yang berasal dari luar
dirinya dan atas dasar keinginannya dan apabila hubungan dengan hal tersebut
semakin dekat berarti seseorang tersebut memiliki minat yang besar.
Ketika seseorang merasa ada suatu hal yang bermanfaat, seseorang akan
menyukai dan fokus terhadap suatu hal tersebut dan kemudian seseorang
tersebut memiliki minat kepada hal tersebut. Seorang siswa yang memiliki
tujuan dalam belajar suatu mata pelajaran akan mengerti dan merasakan bahwa
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
16
mata pelajaran tersebut bermanfaat bagi dirinya sehingga siswa tersebut akan
meminati pelajaran tersebut dan menumbuhkan minat belajarnya.
Dari beberapa definisi di atas,dapat disimpulkan bahwa minat adalah sikap
ketertarikan individu terhadap suatu hal dimana hal tersebut merupakan hal
yang bermanfaat bagi dirinya dan kemudian hal itu akan diperhatikan,
difokuskan, dan dipelajari dengan tanpa paksaan dan rasa senang. Sehingga
minat belajar adalah sikap ketertarikan individu untuk belajar dimana belajar
merupakan suatu hal yang bermanfaat bagi dirinya dan kemudian individu
tersebut akan belajar dengan tanpa paksaan dan rasa senang.
C.2 Faktor-faktor timbulnya minat
Menurut Wetherrington dalam (Putra, 2012) Minat dapat bersumber dari
faktor internal yaitu dalam diri seseorang dan juga dari faktor eksternal yaitu
dari luar diri seseorang. Minat merupakan sebab akibat dari pengalaman yang
telah dialami oleh seseorang.
beberapa faktor seperti menurut Safari (dalam Gulo,2016) :
1. Kesukaan
disebabkan oleh adanya minat. Siswa yang berminat pada suatu mata
pelajaran akan menyukai pelajaran tersebut. Semangat dan tujuan
mengikuti pelajaran tersebut dan tujuan dalam belajar merupakan cara
yang dapat dilihat jika siswa suka terhadap pelajaran tersebut.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
17
2. Kepuasan
Kepuasan siswa dapat terlihat dari reaksi siswa setelah guru mengajar di
kelas. Reaksi yang diberikan seperti siswa merasa berhasil dalam
belajar dan menemukan manfaat dalam proses belajar dan timbul tasa
ingin tahu yang besar.
siswa. Siswa berusaha memahami pelajaran yang diberikan dengan
bertanya dan menanggapi guru merupakan suatu keterlibatan dalam
belajar. Dengan demikian, siswa akan memiliki inisiatif dan keinginan
untuk belajar.
4. Perhatian
cenderung memberikan perhatian yang besar terhadap pelajaran itu.
Dengan perhatiannya ini, siswa akan lebih berkonsentrasi dalam belajar
dan akhirnya siswa memiliki kemauan dalam belajar. Sehingga,
perhatian merupakn faktor yang penting dalam mengikuti kegiatan
pembelajaran agar kegiatan tersebut menjadi baik dan hal ini akan
berpengaruh terhadap minat siswa dalam belajar.
Dengan faktor-faktor diatas dapat dibuat indikator untuk mengukur minat
belajar siswa. Indikator ini disusun dengan berdasarkan aspek minat siswa.
Aspek yang dimaksud minat siswa adalah faktor-faktor yang telah dijelaskan
diatas.
18
Cahaya merupakan materi dalam pelajaran IPA kelas VIII SMP. Cahaya
merupakan gelombang elektromagnetik yaitu gelombang yang tidak memerlukan
medium ketika merambat. Oleh karena itu cahaya matahari dapat sampai ke bumi
dan memberikan kehidupan didalamnya.
Setiap benda yang memancarkan cahaya disebut sumber cahaya dan setiap
benda yang tidak dapat memancarkan cahaya disebut benda gelap. Benda tembus
cahaya adalah benda yang dapatmeneruskan cahaya yang diterimanya. Contohnya
adalah kaca, air jernih. Sedangkan benda tak tembus cahaya adalah benda yang
tidak dapat meneruskan cahaya yang diterimanya. Contohnya kayu, besi, dan tanah.
Ciri-ciri cahaya yaitu cahaya dapat dipantulkan dan cahaya dapat dibiaskan.
Pemantulan Cahaya
A. Hukum Pemantulan Cahaya
1. Sinar datang, sinar pantul, dan garis normal terletak pada satu bidang
datar.
Gambar 2. 1 Hukum Pemantulan Cahaya
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
19
Cahaya yang mengenai permukaan bening dan rata akan dipantulkan secara
teratur oleh permukaan tersebut. Tetapi, cahaya yang permukaannya tidakrata
akan dipantulkan secara tidak teratur yang biasanya disebut dengan
pemantulan baur.
Pada cermin datar, sinar datang yang mengenai cermin akan dipantulkan.
Jika sinar datang tegak lurus terhadap cermin akan dipantulkan tegak lurus
cermin.
Sifat-sifat bayangan yang dibentuk oleh cermin datar yaitu:
1. Sama besar
2. Tegak
3. Berkebalikan
4. Jarak benda ke cermin sama dengan jarak bayangan ke cermin
5. Maya
20
Pada cermin cekung bayangan yang dibentuk merupakan perporongan
sinarpantul datau merupakan perpotongan dari perpanjangan sinar pantul.
Terdapat 3 sinar istimewa pada cermin cekung:
1. Sinar datang sejajar sumbu utama akan dipantulkan melalui titik
fokus
utama.
kembali melalui pusat kelengkungan cermin.
Gambar 2. 3 Jalannya sinar istimewa pada cermin cekung
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
21
a. Benda di ruang I : maya, tegak, diperbesar.
b. Benda di ruang II : nyata, terbalik, diperbesar.
c. Benda di ruang III : nyata, terbalik, diperkecil.
Gambar 2. 4 Pembentukan bayangan pada cermin cekung
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
22
Sinar-sinar istimewa yang dimiliki cermin cembung:
1. Sinar datang sejajar sumbu utama akan dipantulkan seolah-olah
berasal dari titik fokus.
sejajar sumbu utama.
dipantulkan seolah-olah berasal dari pusat kelengkungan yang
sama.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
23
maya, tegak, diperkecil.
Hubungan titik fokus,jarak benda, dan jarak bayangan di rumuskan sebagai
berikut:
1
=
1
0 +
1
1
Dimana,
24
= | 1 0 | =
25
Cahaya
= ′
= ′
= ′
cermin lengkung
cermin cekung
1. Sinar datang sejajar sumbu utama akan dipantulkan melalui titik fokus.
2. Sinar datang melalui titik fokus akan dipantulkan sejajar sumbu utama
3. Sinar datang melalui pusat kelengkungan akan dipantulkan kembali melalui pusat kelengkungan
tergantung letak benda pada ruang I, II, III,atau IV
1
=
1
0 +
1
1
cermin cembung
1. sinar datang sejajar sumbu utama akan dipantulkan seolah-olah berasal dari titik fokus
2. sinar datang seolah-olah datang dari titik fokus akan dipantulkan sejajar sumbu utama
3. sinat datang melalui pusat kelengkungan cermin, akan dipantulkan kembali seolah- olah dari pusat kelengkungan yang sama
maya, tegak, diperkecil
= 1 0
26
yang didapatkan berupa skor dari kuesioner nilai minat belajar yang didiskripsikan.
Data kuantitatif yaitu kuesioner nilai minat belajar awal siswa dan kuesioner nilai
minat belajar akhir siswa.
Penelitian ini mengambil topik tentang penerapan model pembelajaran
kooperatif dengan metode concept maping untuk meningkatkan minat siswa kelas
VIII pada pelajaran Fisika yang dilaksanakan di SMP Anugrah pada bulan April-
Mei 2018. Peneliti melakukan penelitian ini karena ingin mengetahui apakah model
pembelajaran kooperatif dengan metode concept maping dapat meningkatkan minat
siswa kelas VIII SMP Anugrah pada materi pemantulan cahaya.
C. Populasi dan Sampel Penelitian
1. Populasi
sesuatu yang dapat diidentifikasi. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa
kelas VIII SMP Anugrah.
27
beberapa anggota populasi yang mempresentasikan populasi tersebut
(Suparno, 2011:6). Sampel dalam penelitian ini adalah 35 siswa kelas VII
SMP Anugrah.
Data diperoleh dengan memberikan kuesioner tentang minat belajar fisika
sebelum dan sesudah diberikan pengajaran model kooperatif dengan metode
concept maping kepada siswa SMP Anugrah kelas VIII pada materi pemantulan
cahaya.
penelitian ini adalah pertanyaan-pertanyaan yang dibentuk berupa kuesioner/angket
yang kemudian diberikan kepada objek penelitian sebelum dan sesudah diberikan
pengajaran dengan model kooperatif dengan metode concept maping.
Item pertanyaan dalam kuesioner dibuat dari instrumen yang dibentuk dari
faktor-faktor pengukur minat belajar. Item-item pada kuesioner diadaptasi dari
penelitian Putri, 2017.
28
No
pada ilmu lainnya.
yang belum saya mengerti
29
dapat digunakan untuk mengukur apa yang memang seharusnya diukur. Validitas
Instrumen validasi isi divalidasi oleh Drs. T. Sarkim M,Ed., Ph. D. selaku dosen
pembimbing.
Validasi Instrumen juga divalidasi dengan diuji coba ke 15 orang siswa yang
kemudian diolah menggunakan SPSS. Hasil validasi yang didapat setelah diolah
menggunakan spss adalah sebagai berikut:
Tabel 3. 2 Validasi Kuesioner
Nomer Soal rxy rtabel Keterangan
1 0,721 0,514 Valid
4 0,675 0,514 Valid
7 0,816 0,514 Valid
8 0,631 0,514 Valid
10 0,546 0,514 Valid
11 0,761 0,514 Valid
12 0,709 0,514 Valid
13 0,626 0,514 Valid
14 0,522 0,514 Valid
30
15 0,770 0,514 Valid
18 0,671 0,514 Valid
19 0,516 0,514 Valid
20 0,803 0,514 Valid
Dari 20 item pertanyaan didapat hasil 13 item valid dan 7 item yang tidak valid. 7
item yang tidak valid tersebut kemudian divalidasi oleh dosen pembimbing dengan
mengganti pertanyaan. Setelah itu, kuesioner dipakai oleh peneliti untuk penelitian.
G. Teknik Analisis Data
G.1 Skoring hasil kuesioner
dengan diberikan skor. Untuk pertanyaan positif jawaban SS skornya 4
(empat), jawaban S skornya 3 (tiga), jawaban TS skornya 2 (dua), dan jawaban
STS diberi nilai 1 (satu). Untuk pertanyaan negatif jawaban SS skornya 1
(satu), jawaban S skornya 2 (dua), jawaban TS skornya 3 (tiga), dan jawaban
STS diberi nilai 4 (empat).
G.2 Klasifikasi tingkat minat siswa terhadap pelajaran fisika
Untuk mengetahui besar tingkat minat siswa maka hasil dari penskoran
akan diklasifikasikan. Jumlah total item pertanyaan adalah 20 item, maka:
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
31
Skor minimal = 1 x 20 = 20
Skor maksimal = 4 x 20 = 80
Range = 80 – 20 = 60
diklasifikasikan seperti tabel 3.3
1. 68 – 80 Sangat Baik
2. 56 – 67 Baik
3. 44 – 55 Cukup
4. 32 – 43 Kurang
G.3 Uji T
Setelah diberi skor kemudian untuk melihat bagaimana pengaruh setelah
diberi pembelajaran kooperatif dengan metode concept maping digunakan uji
T dengan menggunakan SPSS. 17. Uji T yang dilakukan adalah T-Test
Dependent. Menurut Suparno (2011:87) Uji T dependent dapat digunakan
untuk mengetes satu kelompok yang dites dua kali, yaitu pada pretest dan post-
test. Langkah-langkah yang dilakukan sebagai berikut:
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
32
maping tidak berpengaruh positif pada minat belajar siswa
kelas VIII SMP Anugrah
maping berpengaruh positif pada minat belajar siswa kelas
VIII SMP Anugrah
Tingkat signifikansi (α) menunjukan peluang kesalahan yang
ditetapkan peneliti dalam mengambil keputusan untuk menolak dan
mendukung H0. Penggunaan tingkat signifikansi beragam, tergantung
keinginan peneliti, tingkat signifikansi yang umumnya digunakan yaitu
0,01 (1%), 0,05 (5%), 0,10 (10%). Tingkat signifikansi yang digunakan
dalam penelitian ini yaitu 0.05 (5%)
3. Penentuan thitung dan ttabel
4. Mengambil keputusan
a. Jika H0 diterima, maka H1 ditolak berarti penerapan pembelajaran
kooperatif dengan metode concept maping tidak berpengaruh
positif pada minat belajar siswa kelas VIII SMP Anugrah.
b. Jika H0 ditolak, maka H1 diterima berarti penerapan pembelajaran
kooperatif dengan metode concept maping berpengaruh positif pada
minat belajar siswa kelas VIII SMP Anugrah.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
33
A. Pelaksanaan Penelitian
dilakukan di SMP Anugrah Jakarta Pusat. Dalam melaksanakan penelitian untuk
mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif melalui metode
concept maping terhadap minat belajar siswa kelas VIII SMP Anugrah dalam
materi cahaya, penelitian di awali dengan penyusunan instrumen yang digunakan
untuk pengukuran minat belajar pada siswa pada saat penelitian.
Sebelum melakukan penelitian, peneliti mengawali dengan memberikan
surat ijin penelitian kepada kepala sekolah pada tanggal 3 April 2018. Pada hari itu
juga, pihak sekolah mengijinkan peneliti untuk melakukan penelitian. Kepala
sekolah juga memberikan pilihan waktu untuk peneliti melaksanakan penelitian
karena bulan April, siswa kelas 9 akan melaksanakan Ujian Akhir Sekolah
Berstandar Nasional (UASBN) sehingga kelas 8 belajar di rumah. Setelah diijinkan
oleh pihak sekolah, peneliti kemudian berkomunikasi dengan guru IPA yang
mengampu mata pelajaran IPA dikelas 8E untuk menentukan kapan pengambilan
data dapat dilakukan. Setelah menyesuaikan materi yang diberikan oleh peneliti dan
jadwal pelajaran IPA kelas 8E yang akan dijadikan subjek penelitian didapat
tanggal penelitian sebagai berikut:
34
No Hari, tanggal
2. Rabu, 2 Mei 2018 1-2 07.00 - 08.30
3. Jumat, 4 Mei 2018 5 10.20 – 11.05
Dalam pelaksanaan pengambilan data selama 3 pertemuan siswa yang
datang lengkap yaitu 35 siswa.
1. Pertemuan I
Pertemuan pertama dilalukan pada hari Senin, 30 April 2018 pada
jam pelajaran ke 4-5 dimulai dengan memberikan kuesioner minat
sebelum penerapan pembelajaran kooperatif dengan metode concept
maping. Setalah siswa mengisi lembar kuesioner, agar Indikator
Pencapaian Kompetensi (IPK) 6.3.1 dan IPK 6.3.2 tercapai peneliti
menjelaskan materi tentang cahaya. Setelah itu, praktikan
menggunakan model pembelajaran kooperatif dengan metode concept
maping. Peneliti memberikan arahan bagaimana cara membuat
concept maping yaitu dengan mencari konsep apa saja yang
berhubungan dengan pemantulan cahaya, kemudian setelah
mendapatkan konsep-konsep siswa menuliskan konsep tersebut
kemudian membuat garis-garis penghubung antar konsep serta
menuliskan kata pada garis-garis penghubung. Kemudian, siswa
dibagi dalam 8 kelompok yang kelompok 1-3 beranggotakan 5 siswa
dan kelompok 4-8 beranggotakan 4 siswa. Siswa secara berkelompok
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
35
yang sudah peneliti berikan. Siswa diperbolehkan mencari materi
untuk membuat concept maping dari buku paket dan juga dari internet
yang dapat diakses menggunakan telepon genggam. Dalam proses
pembuatan concept maping, peneliti berjalan ke kelompok-kelompok
untuk melihat proses dan mengingatkan untuk membuat garis
penghubung dan kata pada garis penghubung. Setelah semua
kelompok selesai, kelompok mempresentasikan hasil concept maping
yang telah dibuat di depan kelas. Peneliti dan siswa secara bersama
menanggapi hasil kerja kelompok siswa. Diakhir pertemuan, peneliti
dan siswa menyimpulkan materi pada pertemuan ini.
2. Pertemuan II
maping yang mereka buat pada pertemuan I untuk memudahkan siswa
dalam proses pembelajaran berlangsung. Kemudian peneliti
menjelaskan materi cahaya IPK (Indikator Pencapaian Kompetensi)
3.6.3 sampai 3.6.5. Materi cahaya IPK 3.6.3 sampai 3.6.5 membahas
tentang pemantulan pada cermin datar, pemantulan pada cermin
cekung serta sifat bayangan yang terbentuk pada cermin datar dan
cermin cekung. Setelah menjelaskan materi, siswa secara
berkelompok menyelesaikan latihan soal yang diberikan oleh peneliti.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
36
kelas. Pada akhir pertemuan ini, guru dan siswa menyimpulkan materi
yang sudah di pelajari pada pertemuan hari ini.
3. Pertemuan III
Pertemuan ke III penelitian dilakukan hanya 1 jam pelajaran yaitu 45
menit karena disesuaikan dengan jadwal pelajaran kelas. Sebelum
kegiatan pembelajaran dimulai, peneliti kembali membagikan concept
maping yang telah siswa buat sehingga pada saat peneliti jelaskan
materi siswa dapat sambil melihat concept maping yang mereka buat
pada pertemuan I untuk memudahkan siswa dalam proses
pembelajaran berlangsung seperti pertemuan ke II. Kemudian,
peneliti menjelaskan materi cahaya IPK 3.6.6 sampai 3.6.8. Materi
cahaya IPK 3.6.6 sampai 3.6.8 membahas tentang pemantulan pada
cermin cekung, sifat bayangan yang terbentuk pada cermin cembung,
dan hubungan perbesaran bayangan, titik fokus, jarak benda, jarak
bayangan. Setelah peneliti menjelaskan, siswa menyelesaikan latihan
soal secara berkelompok dan kemudian perwakilan siswa menuliskan
jawaban latihan soal di papan tulis depan kelas. Peneliti dan siswa
mengecek jawaban bersama-sama. Setelah itu, peneliti dan siswa
menyimpulkan apa yang telah dipelajari pada pertemuan ini. Diakhir
pertemuan, praktikan memberikan kuesioner minat sesudah
penerapan pembelajaran kooperatif dengan metode concept maping.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
37
B.1 Jumlah Responden
Responden yang diambil adalah dari 1 kelas yang jumlahnya sebayak 35
siswa.
Tabel 4. 2 Jenis Kelamin Responden
No. Jenis Kelamin Jumlah Prosentase
1. Laki-laki 22 62,86 %
2. Perempuan 13 37,14 %
Jenis kelamin responden yang dapat dilihat pada tabel 4.2 menunjukkan
sebagian besar responden berjenis kelamin laki-laki yaitu sebanyak 22 siswa
atau 62,86 % dan sisanya berjumlah 13 siswa atau sebesar 37,14 % adalah
perempuan.
B.3 Jumlah Data yang Diperoleh
Data yang diperoleh adalah 70 data kuesioner yang terdiri dari 35 data
pretest yaitu sebelum peneliti memberi model pembelajaran kooperatif dengan
metode concept maping dan 35 data post-test yaitu sesudah peneliti memberi
model pembelajaran kooperatif dengan metode concept maping dan 8 gambar
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
38
concept maping yang telah dibuat siswa secara berkelompok yang terdiri dari
4 dan 5 siswa. Data kuesioner yang berupa skor dapat dilihat pada bagian
lampiran.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
39
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
40
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
41
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
42
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
43
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
44
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
45
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
46
C. Analisis Data
Concept maping yang dibuat siswa dalam kelompok dianalisis tentang
kelengkapan isi, garis penguhubung konsep dan kata atau kalimat pada garis
penguhung. Analisis isi, dapat dilihat pada tabel kelengkapan isi concept
maping pada tabel 4.3
47
Kel
cekung
Cermin
cembung
Cermin
datar
Cermin
cekung
Cermin
cembung
1 Tidak Ada Ada Ada Ada Ada Ada Tidak Ada Tidak Ada Tidak
lengkap
Menambahkan
manfaat cermin.
2 Ada Ada Ada Tidak Ada Tidak Ada Tidak Ada Tidak Ada Tidak Ada Tidak Ada -
3 Ada Ada Ada Ada Ada Ada Tidak
tepat Ada
tepat
Tidak
Lengkap Tidak Ada Tidak Ada Tidak Ada Tidak Ada -
6 Ada Ada Ada Ada Ada Ada Ada Ada Tidak Ada Menambahkan
manfaat cermin
7 Ada Ada Ada Ada Ada Ada Ada Ada Tidak
lengkap
Menambahkan
manfaat cermin
8 Ada Ada Ada Ada Ada Ada Tidak Ada Tidak Ada Ada Menambahkan
manfaat cermin
48
Pada tabel 4.3 dapat dilihat dari 8 kelompok, kelompok 1 menuliskan 6
isi concept maping yang terdiri dari sifat cahaya sebagai gelombang, jenis
cermin, sinar istimewa pada cermin cekung dan cembung, sifat bayangan pada
cerin datar dan rumus. Kelompok 1 juga menambahkan manfaat cermin datar,
cekung, dan cembung pada concept mapingnya. Tidak ada rumus perbesaran
bayangan pada concept maping ini sehingga rumus yang ditulis tidak lengkap.
Cahaya menunjukan fenomena partikel dan gelombang, sifat bayangan pada
cermin cekung dan cembung tidak disertakan dalam isi concept maping
kelompok 1 ini.
Concept maping kelompok 2 menuliskan 3 dari 9 isi concept maping ini
yaitu cahaya menunjukan fenomena partikel dan gelombang, sifat cahaya, dan
jenis cermin saja.
Kelompok 3 menuliskan semua isi concept maping ini. Tetapi, sifat
cahaya pada cermin cekung yang dituliskan tidak tepat dan rumus yang
dituliskan kurang lengkap hanya ada 1 rumus.
Kelompok 4 menuliskan 7 isi dari concept maping yaitu menunjukan
fenomena, sifat cahaya, jenis cermin, sinar istimewa pada cermin cekung dan
cembung, sifat bayangan pada cermin cekung dan cembung. Kelompok juga
menambahkan manfaat cermin. Tetapi, sinar istimewa yang ditulis tidaklah
tepat. Pada sinar istimewa pada cermin cekung, kelompok menuliskan tentang
pembisan bukan pemantulan dan pada sinar istimewa pada cermin cembung
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
49
kelompok tidak menuliskan secara lengkap dan jelas. Rumus tidak dituliskan
dalam concept maping ini.
Concept maping kelompok 5 menuliskan 6 dari 9 kelengkapan isi yang
terdiri dari menunjukan fenomena, sifat cahaya sebagai gelombang, jenis
cermin, dan sinar istimewa. Namun, sinar istimewa yang ditulikan tidaklah
lengkap. Sifat bayangan dan rumus tidak dituliskan oleh kelompok pada
concept maping ini.
Kelompok 6 menuliskan 8 dari 9 kelengkapan isi. Kelompok juga
menuliskan manfaat cermin. Kelompok hanya tidak menuliskan rumus pada
lembar concept maping.
Kelompok juga menuliskan manfaat cermin. Namun, kelompok hanya
menuliskan rumus perbesaran bayangan saja.
Kelompok 8 membuat concept maping dengan meliputi 7 kelengkapan
isi konsep maping. Kelompok menuliskan rumus dengan lengkap dan juga
menuliskan manfaat cermin. Kelompok belum menuliskan sifat bayangan pada
cermin cekung.
50
Tabel 4. 4 Analisis Garis Penghubung dan Kata pada Garis
Penghubung
1 Garis penghubung dibuat dengan
jelas. Garis menghubungkan
penghubung.
kelompok ini.
jelas. Garis menghubungkan
peghubung ada.
namun tidak disemua garis
jelas dan mengubungkan antar
menunjukan hubungan antar konsep
jelas dalam menunjukan
hubungan antar konsep
konsep maping kelompok ini.
Tabel 4. 5 Analisis Deskriptif Minat belajar Pada Aspek Kesukaan
No. Indikator Item Pre Post
1 Ketertarikan
pada Ilmu
2
51
3
bidang ilmu alam dari pada ilmu
sosial. 2,49 2,66 0,17
tentang pengetahuan dalam bidang
IPA daripada buku pengetahuan
7
tahu saya sering kali timbul. 2,83 3,03 0,20
8 Saya senang dengan cara mengajar
guru saya saat ini. 3,31 3,63 0,31
9
Adanya
10
11
ilmu alam (dokter,
2,51 2,66 0,14
Pada tabel 4.5, dapat dilihat semua nilai rata-rata item pada aspek
kesukaan mengalami peningkatan. Rata-rata selisih nilai item posttest dan
pretest tertinggi sebesar 0,34 pada indikator adanya tujuan yang ingn dicapai,
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
52
berarti penerapan pembelajaran kooperatif dengan metode concept maping pada
materi cahaya siswa lebih mendahulukan belajar fisika daripada belajar
matapelajaran lainnya. Sedangkan nilai rata-rata selisih posttest dan pretest
terkecil sebesar 0,03 pada indikator ketertarikan ilmu dengan item soal bernilai
negatif yaitu siswa lebih tertarik menjelaskan fenomena sosial daripada
fenomena alam.
Tabel 4. 6 Analisis Deskriptif Minat belajar Pada Aspek Kepuasan
No. Indikator Item Pre Post
1 Keberhasilan
konsep-konsep fisika dengan hal-
sehari-hari.
bermanfaat dikehidupan sehari-
Dari tabel 4.6 dapat diketahui nilai rata-rata sebelum traetment dan
sesudah treatment meningkat. Selisih nilai rata-rata terbesar sebesar 0,15 yaitu
Setelah treatment diberikan, siswa jadi tahu hubungan antara konsep-konsep
fisika dengan hal-hal yang ada dalam kehidupan sehari-hari. Selisih nilai rata-
rata terkecil sebesar 0,09 dengan item soal menurut saya pelajaran fisika lebih
bermanfaat dikehidupan sehari-hari.
53
Tabel 4. 7 Analisis Deskriptif Minat belajar Pada Aspek Keterlibatan
No. Indikator Item Pre Post
1
Mempunyai
inisiatif
dalam
belajar
belum saya mengerti atau kurang
jelas. 2,94 3.06 0,12
3 Saya termasuk murid yang aktif
dalam matapelajaran fisika 2,11 2.40 0,29
Dari tabel 4.7 selisih nilai rata-rata terbesar adalah 0.29 dan ada pada 2
item yaitu saya selalu mencatat hal-hal penting selama pelajaran fisika
berlangsung dan saya termasuk murid yang aktif dalam matapelajaran fisika,
berarti setelah treatment ini siswa menjadi lebih aktif dan lebih selalu mencatat
hal-hal penting selama pelajaran fisika berlansung. Selisih nilai rata-rata
terkecil adalah 0,12 dengan item saya bertanya jika ada hal yang belum saya
mengerti atau kurang jelas.
Tabel 4. 8 Analisis Deskriptif Minat belajar Pada Aspek Perhatian
No. Indikator Item Pre Post
1. Konsentrasi
lebih serius daripada ketika
guru menjelaskan. 2,23 2,51 0,28
3. Kemauan
mencoba mengerjakan sampai bisa. 2,91 2,97 0,06
4. Saya belajar fisika karena
keinginan saya sendiri. 2,66 2,74 0,08
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
54
Dari tabel 4.8 dapat dilihat selisih rata-rata terbesar adalah sebesar 0,37
pada aspek konsentrasi dalam belajar dan itemnya adalah didalam pelajaran
fisika saya lebih serius daripada ketika mengikuti pelajaran lain. Dan selisih
rata-rata terkecil adalah 0,06 pada aspek kemauan dalam belajar dengan item
ketika ada soal saya akan mencoba mengerjakan sampai bisa.
C.3 Analisis Data Pretest Minat Belajar Siswa
Berdasarkan data yang diperoleh dari pengisian kuesioner minat belajar
siswa kelas VIII SMP Anugrah, minat belajar siswa kelas VIII SMP Anugrah
sebelum diberikan pembelajaran kooperatif dengan metode concept maping
dapat dilihat pada tabel 4.9
Tabel 4. 9 Klasifikasi minat belajar siswa sebelum diberikan pembelajaran
kooperatif dengan metode concept maping
No. Interval skor
2. 56 – 67 Tinggi 7 20
3. 44 – 55 Sedang 27 77,143
4. 32 – 43 Rendah 0 0
5. 20 – 31 Sangat Rendah 0 0
Dari tabel 4.9 dapat diketahui bahwa skor terbanyak minat belajar siswa
sebelum diberikan model pembelajaran kooperatif dengan metode concept
maping berada pada klasifikasi sedang dengan prosentase 77,147 % yang
terdapat pada interval skor 44 – 55 dengan frekuensi 27 siswa. Skor rata-rata
minat belajar siswa sebelum diberikan model pembelajaran kooperatif dengan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
55
sedang.
Setelah dilakukan pembelajaran kooperatif dengan metode concept maping,
didapat data yang diperoleh dari pengisian kuesioner minat belajar siswa kelas
VIII SMP Anugrah. Minat belajar sesudah dilakukan pembelajaran kooperatif
dengan metode concept maping dapat dilihat pada tabel 4.10
Tabel 4. 10 Klasifikasi minat belajar siswa sesudah diberikan pembelajaran
kooperatif dengan metode concept maping
No. Interval skor
2. 56 – 67 Tinggi 20 57,143
3. 44 – 55 Sedang 14 40
4. 32 – 43 Rendah 0 0
5. 20 – 31 Sangat Rendah 0 0
Dari tabel 4.10 dapat diketahui bahwa skor terbanyak minat belajar siswa
setelah diberikan pembelajaran kooperatif dengan metode concept maping
berbeda dari sebelum diberikan model pembelajaran kooperatif dengan metode
concept maping. Data terbanyak berada pada klasifikasi tinggi dengan
prosentase 57,143 % yang terdapat pada interval skor 56 - 67 dengan frekuensi
20 siswa. Skor rata-rata minat belajar siswa sebelum diberikan model
pembelajaran kooperatif dengan metode concept maping diperoleh 59,60
sehingga masuk dalam klasifikasi tinggi.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
56
Data minat belajar siswa yang diperoleh dari kuesioner pretest yaitu
sebelum diberikan model pembelajaran kooperatif dengan metode concept
maping dan posttest yaitu sesudah diberikan model pembelajaran kooperatif
dengan metode concept maping yang diisi oleh 35 siswa sehingga diperoleh 70
data. Untuk melihat adanya pengaruh penerapan model pembelajaran dengan
metode concept maping kelas VIII SMP Anugrah, maka data yang sudah berupa
skor dianalisis dengan Uji T dependent yang olah menggunakan program
SPSS17. Berikut adalah hasil Uji T untuk mengetahui pengaruh penerapan
model pembelajaran dengan metode concept maping kelas VIII SMP Anugrah.
Tabel 4. 11 Hasil Uji T pengaruh model pembelajaran dengan metode
concept maping kelas VIII SMP Anugrah pada materi cahaya
1. Perumusan Hipotesis
maping tidak berpengaruh positif pada minat belajar siswa
kelas VIII SMP Anugrah pada materi cahaya.
H1 Penerapan pembelajaran kooperatif dengan metode concept
maping berpengaruh positif pada minat belajar siswa kelas
VIII SMP Anugrah pada materi cahaya.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
57
dan kepercayaan sebesar 95%. Sehingga nilai sig(2 tailed) < 0.05. Nilai
sig yang didapat adalah .000 karena sig 2 tailed (.000) < 0.05 berarti ada
hubungan yang signifikan sebelum treatment yaitu sebelum penerapan
pembelajaran kooperatif dengan metode concept maping dan sesudah
penerapan pembelajaran kooperatif dengan metode concept maping.
3. Penentuan thitung dan ttabel
Hasil perhitungan thitung dan ttabel tentang pengaruh pembelajaran
kooperatif dengan metode concept maping terhadap minat siswa
kelasVIII SMP Anugrah pada materi cahaya adalah -5,086 dan 2,042
4. Pengambilan Keputusan
ditolak kerena | thitung | (5,086) > ttabel (2,042)
5. Pengambilan Kesimpulan
Kesimpulan yang dapat diambil karena H0 ditolak dan H1 diterima
adalah Penerapan pembelajaran kooperatif dengan metode concept
maping berpengaruh positif terhadap minat belajar siswa kelas VIII
SMP Anugrah pada materi cahaya.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
58
Gambar concept maping yang dibuat oleh siswa adalah jenis concept
maping yaitu network tree atau pohon jaringan. Setiap kelompok membuat concept
maping sesuai dengan apa yang anggota kelompok itu dapat dari sumber informasi
yaitu buku paket dan internet. Dari gambar concept maping tersebut dapat ketahui
bahwa 5 dari 8 kelompok dapat menunjukan hubungan-hubungan tentang
pemantulan cahaya secara tersusun sehingga membentuk hierarki. Dua dari delapan
kelompok membuat concept maping dengan isi yang lengkap. Lima dari delapan
kelompok menambahkan manfaat cermin dalam kehidupan dalam concept maping
yang mereka buat. Tetapi 6 dari 8 kelompok tidak menuliskan isi concept maping
secara lengkap. Tiga dari delapan kelompok tidak membuat concept maping dengan
rapih sehingga agak sulit untuk melihat hubungan-hubungan. Secara keseluruhan,
pada saat kelompok mempresentasikan concept maping yang telah dibuat, anggota
dalam kelompok dapat mempertanggung jawabkan gambar yang telah mereka buat.
Dalam petemuan selanjutnya juga, hasil concept maping yang telah dibuat siswa
digunakan untuk proses pelajaran. Sehingga dalam pelajaran, siswa semakin aktif
dan lebih mudah berinteraksi dengan guru selama pelajaran yang disampaikan
sehingga siswa menjadi lebih tertarik kepada pelajaran dan kelas menjadi lebih
aktif.
Berdasarkan hasil uji T pada tabel 4.11 menunjukan bahwa pengaruh
penerapan model kooperatif dengan metode concept maping didapat nilai | thitung |
(5,086) > ttabel (2,042) dengan taraf signifikansi 5% maka H0 ditolak dan H1 diterima
berarti penerapan kooperatif dengan metode concept maping berpengaruh positif
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
59
terhadap minat belajar siswa kelas VIII SMP Anugrah pada materi pemantulan
cahaya. Hasil mean atau nilai rata-rata sebelum penerapan model kooperatif dengan
metode concept maping dan sesudah model kooperatif dengan metode concept
maping didapat -3,914. Nilai rata-rata sebelum treatment adalah 52,69 dan nilai
rata-rata sesudah treatment sebesar 59,60 selisihnya adalah 3,91 yang berarti
treatment memberikan pengaruh positif pada minat belajar siswa kelas VIII SMP
Anugrah pada materi pemantulan cahaya.
Klasifikasi minat siswa kelas VIII SMP Anugrah sebelum dan sesudah
diberikan penerapan pembelajaran kooperatif dengan metode concept maping dapat
dilihat pada tabel 4.7 dan 4.8. Sebelum diberikan treatment, minat siswa kelas VIII
SMP Anugrah berada pada nilai interval 44-55 dengan tingkat klasifikasi yang
sedang. Sedangkan setelah dilakukan treatment minat siswa kelas VIII SMP
Anugrah berada pada interval 56-67 dengan tingkat klasifikasi tinggi. Sehingga,
setelah penerapan model kooperatif dengan metode concept maping kepada siswa
SMP Anugrah pada materi cahaya ini dapat meningkatkan rata-rata minat siswa
dari sedang menjadi tinggi.
suatu proses pembelajaran dengan menempatkan siswa dalam kelompok untuk
menggambar suatu gambar yang berisi struktur konsep-konsep suatu materi
pelajaran yang maknanya saling berkaitan, minat belajar belajar yang terdiri dari 4
aspek yaitu kesukaan, kepuasan, keterlibatan, dan perhatian bisa menjadi lebih
meningkat. Berdasarkan tabel 4.6 sampai 4.9 semua item yang dibuat berdasarkan
indikator beberapa aspek minat belajar mengalami peningkatan.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
60
Pada aspek kesukaan yaitu tabel 4.6 item dengan nilai terbesar adalah saya
lebih mendahulukan belajar fisika daripada belajar mata pelajaran lain dengan dan
indikator pada item tersebut adalah adanya tujuan yang ingin dicapai. Dengan
kenaikan nilai rata-rata pada indikator ini berarti salah satu dari 5 unsur
pembelajaran kooperatif yaitu saling ketergantungan positif tercapai. Dalam
kelompok yang terbentuk, setiap anggota yang diberi pekerjaan masing-masing
anggota dalam mencari konsep akan bekerja secara efektif sehingga perasaan saling
bergantung positif kepada anggota kelompok akan terbentuk karena masing-masing
anggota kelompok mempunyai keinginan untuk mencapai tujuan untuk
menyelesaikan tugas membuat concept maping. Dalam aspek kesukaan, item
dengan nilai selisih terendah adalah saya lebih tertarik menjelaskan fenomena sosial
dari pada fenomena alam. Item ini adalah item pertanyaan negatif yang berarti saya
lebih tertarik menjelaskan fenomena alam dari pada fenomena sosial. Hal ini dapat
disebabkan karena siswa sebagai manusia cenderung selalu memiliki relasi dengan
individu lain seperti keluarga, teman, dan masyarakat hal ini menyebabkan mereka
lebih menyadari fenomena sosial daripada fenomena alam sehingga mereka lebih
tertarik untuk menjelaskan fenomena sosial.
Concept maping yang dikerjakan siswa dalam kelompok merupakan jenis
network tree atau Pohon jaringan. Pohon jaringan menunjukkan suatu hierarki dan
istilah yang berkaitan yang dapat digunakan untuk menjelaskan hubungan. Pada
aspek kepuasan yaitu pada tabel 4.7 item dengan nilai terbesar adalah setelah
mengikuti pelajaran fisika, saya jadi tahu hubungan antara konsep-konsep fisika
dengan hal-hal yang ada dalam kehidupan sehari-hari dan indikatornya adalah
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
61
keberhasilan dalam pelajaran. Dengan kenaikan ini, salah satu tujuan dari concept
maping yang adalah untuk membantu siswa dalam mengetahui konsep-konsep dan
membantu siswa dalam belajar sehingga siswa dapat mengerti benar apa yang
dipelajari saat mereka belajar sehingga siswa dapat berhasil dalam belajar tercapai.
Pada aspek kepuasan, item dengan nilai terendah adalah menurut saya pelajaran
fisika lebih bermanfaat dikehidupan sehari-hari. Dalam penelitian ini, siswa diajak
untuk lebih mengenal fisika yang mempunyai manfaat dalam kehidupan sehari-hari
hanya pada materi pemantulan cahaya saja sehingga siswa belum mengetahui
manfaat fisika untuk kehidupan sehari-hari pada materi fisika lainnya.
Aspek keterlibatan merupakan salah satu aspek yang sangat dibutuhkan
untuk guru untuk menyambungkan komunikasi guru kepada siswa. Pada aspek
keterlibatan yang terdapat pada tabel 4.8 item dengan nilai terbesar adalah saya
selalu mencatat hal-hal penting selama pelajaran fisika berlangsung dan saya
termasuk murid yang aktif dalam matapelajaran fisika. Dua item ini merupakan
item dari indikator mempunyai inisiatif dalam belajar. Dalam membuat concept
maping materi pemantulan cahaya secara berkelompok, siswa menuliskan konsep-
konsep pemantulan cahaya secara ringkas dan dalam membuat concept maping ini,
siswa juga menjadi lebih aktif dalam mengutarakan pendapat dan juga bertanya
kepada anggota kelompoknya. Dalam pembelajaran juga siswa aktif menjawab
pertanyaan-pertanyaan sederhana dari guru sehingga siswa lebih senang dalam
pembelajaran dan siswa juga mencatat hal-hal penting selama pelajaran
berlangsung. Pada aspek ini, item dengan nilai selisih terendah adalah saya bertanya
jika ada hal yang belum saya mengerti atau kurang jelas. Hal ini dapat disebabkan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
62
karena peneliti yang pada masa penelitian masih belum memiliki relasi yang dekat
dengan siswa, sehingga siswa masih canggung dalam bertanya hal yang belum
jelas.
Pada aspek perhatian tabel 4.9 item dengan nilai terbesar adalah didalam
pelajaran fisika saya lebih serius daripada ketika mengikuti pelajaran lain, item ini
terbentuk dari indikator konsentrasi dalam belajar. Pelajaran fisika khususnya
pemantulan cahaya memerlukan konsentrasi yang cukup dalam belajar karena
banyaknya garis ketika menggambar seperti proses pembentukan bayangan yang
memerlukan perhatian serius agar dapat mengerti, dengan membuat concept
maping sebelum masuk pada materi, siswa akan terlebih dahulu memahami
hubungan konsep-konsep yang ada. Sehingga, dalam proses belajar dikelas, siswa
yang sudah mengerti konsep awal akan lebih tertarik dalam pelajaran sehingga
mereka lebih aktif dan serius dalam pembelajaran. Pada aspek perhatian, item
dengan selisih terendah adalah ketika ada soal saya akan mencoba mengerjakan
sampai bisa. Hal ini bisa disebabkan karena siswa kadang mempunyai rasa putus
asa ketika ia tidak dapat mengerjakan soal sehingga siswa kadang tidak ingin
mencoba kembali soal tersebut.
merasa bahwa bukan hanya dirinya sendiri yang mempunyai tujuan tertapi
kelompok mempunyai tujuan sehingga mereka akan saling membantu sehingga
tujuan kelompok akan tercapai. Belajar kelompok juga membuat siswa yang kurang
mengerti akan bertanya kepada teman sekelompoknya atau dengan guru yang
menjelaskan materi. Bekerja dalam kelompok dengan metode concept maping
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
63
siswa akan lebih memahami konsep materi apa yang akan dipelajari sehingga dalam
pembelajaran mereka lebih aktif. Keaktifan dalam pembelajaran dikelas ini
membuat siswa merasa lebih senang dan kemudian siswa lebih memiliki semangat
dalam belajar sehingga minat belajar siswa meningkat.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
64
A. Kesimpulan
Berdasarkan dari analisis data dan pembahasan yang telah diuraikan pada bab
sebelumnya, maka kesimpulan yang diperoleh adalah minat belajar siswa kelas VIII
SMP Anugrah sebelum diberikan pembelajaran kooperatif dengan concept maping
berada pada kategori tingkat sedang dengan mean data pretest minat belajar yakni
sebesar 52,69 dan setelah diterapkan pembelajaran kooperatif dengan metode
concept maping, minat belajar siswa menjadi meningkat yaitu pada kategori tinggi
dengan mean 59,60.
diperbaiki pada penelitian selanjutya. Keterbatasannya antara lain:
1. Penelitian ini hanya menganalisis minat belajar siswa. Dimana
bertujuan untuk mengetahui pengatruh minat belajar siswa setelah
penerapan pembelajaran kooperatif dengan metode concept maping.
Peneliti selanjutnya diharapkan dapat menganalisis lebih dalam untuk
mengetahui pengaruhnya pada pemahaman siswa.
2. Penelitian ini siswa hanya membuat concept maping satu kali yaitu pada
saat pertemuan pertama sebelum kegiatan pembelajaran dimulai. Dalam
penelitian selanjutnya diharapkan siswa juga membuat concept maping
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
65
sesudah diberikan pembelajaran dengan concept maping.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
66
Ahmadi, Abu dan Widodo Supriyono. 1991. Psikologi Belajar. Jakarta: Rineka
Cipta.
Davies, Martin. 2011. Cncept mapping, mind mapping, and argument mapping:
what are the differences and do they matter?. High Educ, 62: 279-301.
Djiwandono, Sri Esti Wuryani. 2008. Psikologi Pendidikan,Cetakan ke-4. Jakarta:
Grasindo
Gulo, Yosefin Sulistyawantic. 2016. “Minat Siswa SMA Kelas XI –IPA Terhadap
Mata Pelajaran Fisika di Kabupaten Nias Barat.” Skripsi.Yogyakarta: USD
Hamalik, Omar. 2001. Proses Belajar Mengajar. Jakarta: PT. Bumi Aksara.
Hayati, Nur. 2013. Perbandingan Strategi Pembelajaran Mind Map dan Concept
Map Terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas VII SMP Negeri 2 Sawit
Boyolali Tahun Ajaran 2012/2013,” Skripsi. Surakarta: UMS
Kholida, S. Ida. 2013. Penerapan Model Kooperatif Dengan Metode Peta Konsep
Pada Pokok Bahasan Gerak Melingkar Untuk Menuntaskan Hasil Belajar
Siswa di MA Sabilul Muttaqien.. Jurnal Pemikiran Penelitian dan Sains,
Vol 3. No 6, Hal 170 – 185.
Lie, A. (2002). COOPERATIVE LEARNING Mempraktikkan Cooperative
Learning di Ruang-Ruang Kelas. Jakarta: PT. Grasindo.
Lufri. 2001. Pengaruh Pembelajaran Berbasis Pemecahan Masalah Yang
Dikombinasikan Dengan Peta Konsep Terhadap Minat Mahasiswa Pada
Materi Dan Metode Pembelajaran. Journal Pancaran Pendidikan, Vol. 17.
No. 57. Hal 119-130
Pribadi, Benni A. 2015. Implementasi Stategi Peta Konsep (Concept Mapping)
Dalam Program Tutorial Teknik Penulisan Artikel Ilmiah Bagi Guru.
Jurnal Pendidikan Terbuka dan Jarak Jauh, Vol 16. No 2, Hal 76-88.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
67
Mengatasi Siswa Yang Kurang Minat Belajar dikelas VIII SMP Negeri
Percut Sei Tuan Medan Tahun Ajaran 2013/2014,” Skripsi. Medan: UNM.
Putra, Ardyansah. 2012. “Pengaruh Mnat dan Motivasi Siswa Dalam Kegiatan
Ekstrakulikuler Seni Musik Terhadap Prestasi Belajar Seni Budaya di
SMPN 1 Wates,” Skripsi. Yogyakarta: UNY
Putri, Katarina Arum Kusumaning. “Korelasi Antara Minat Belajar Dengan Prestasi
Belajar Kinematika Pada Siswa SMA Kelas XI Jurusan IPA Di Kota
Metrodan Kota Tanjungpinang Tahun Pelajaran 2016/2017,” Skripsi.
Yogyakarta: USD
https://www.wawasanpendidikan.com/2017/08/Peta-Konsep-Pengertian-
Ciri-Ciri-Tajuan-Pembuatan-dan-Langkah-Langkah-Pembuatan-Consept-
Slavin, Robert E. 1995. Cooperative Learning: theory, research,and practice. 2nd
edition. Boston: Allyn and Bacon.
Solihatin, E., & Raharjo. 2008. COOPERATIVE LEARNING Analisis Model
Pembelajaran IPS. Jakarta: PT. Bumi Aksara.
Suparno, Paul. 2011. Pengantar Statistik untuk Pendidikan dan Psikologi.
Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma.
Yogyakarta: Penerbit Pustaka Belajar.
Surjadi, A. (2012). Membuat Siswa Aktif Belajar. Bandung: Mandar maju
Susanto, Agus; dkk. 2013. IPA FISIKA Jilid 2 Kelas VIII SMP. Jakarta: Erlangga
Syarif, Yudi. 2011.”Pemanfaatan peta konsep (concept mapping) untuk
meningkatkan pemahaman siswa tentang IndeksHarga dan inflasi
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
Jakarta: UIN Syarif Hidayatullah
Taniredja, T. H., Faridli, M. E., & Harmianto, S. (2011). Model-model
Pembelajaran Inovatif. Bandung: CV. ALFABETA
Wahab, Rohmalina. 2016. Psikologi Belajar, Cetakan ke-2. Jakarta: Rineka Cipta
Wasis, Sugeng Yuli. 2008. Ilmu Pengetahuan Alam Kelas VIII. 2008. Jakarta: Pusat
Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.
69
LAMPIRAN
70
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
71
72
73
RENCANA RANCANGAN PEMBELAJARAN
Mata Pelajaran : IPA
Alokasi Waktu : 5x45 menit
A. Standar kompetensi
6. Memahami konsep dan penerapan getaran, gelombang, dan optika dalam produk
teknologi sehari-hari
6.3 Menyelidiki sifat-sifat cahaya dan hubungannya dengan berbagai bentuk cermin dan
lensa.
6.3.2 Siswa dapat menyebutkan hukum pemantulan cahaya
6.3.3 Siswa dapat menjelaskan pematulan cahaya pada cermin datar
6.3.4 Siswa dapat menjelaskan pemantulan cahaya pada cermin cekung
6.3.5 Siswa dapat menyebutkan sifat-sifat bayangan yang dibentuk oleh cermin
cekung
74
6.3.7 Siswa dapat menjelaskan sifat-sifat bayangan yang dibentuk oleh cermin
cembung
6.3.8 Siswa dapat menghitung hubungan perbesaran bayangan, titik fokus, jarak
benda, jarak bayangan.
Cahaya dianggap sebagai gelombang dan cahaya dianggapsebagai partikel.
Cahaya sebagai gelombang. Cahaya merupakan gelombang elektromagnetik yaitu
gelombang yang tidak memerlukan medium ketika merambat. Oleh karena itu cahaya
matahari dapat sampai ke bumi dan memberikan kehidupan didalamnya.
Setiap benda yang memancarkan cahaya disebut sumber cahaya dan setiap
benda yang tidak dapat memancarkan cahaya disebut benda gelap. Benda tembus
cahaya adalah benda yang dapatmeneruskan cahaya yang diterimanya. Contohnya
adalah kaca, air jernih. Sedangkan benda tak tembus cahaya adalah benda yang tidak
dapat meneruskan cahaya yang diterimanya. Contohnya kayu, besi, dan tanah.
Ciri-ciri cahaya yaitu cahaya dapat dipantulkan dan cahaya dapat dibiaskan.
Pemantulan cahaya
A. Hukum Pemantulan Cahaya
3. Sinar datang, sinar pantul, dan garis normal terletak pada satu bidang datar.
4. Sudut datang sama dengan sudut pantul
Cahaya yang mengenai permukaan bening dan rata akan dipantulkan
secara teratur oleh permukaan tersebut. Tetapi, cahaya yang permukaannya
tidakrata akan dipantulkan secara tidak teratur yang biasanya disebut dengan
pemantulan baur.
75
B. Pemantulan pada cermin datar
Pada cermin datar, sinar datang yang mengenai cermin akan dipantulkan. Jika
sinar datang tegak lurus terhadap cermin akan dipantulkan tegak lurus cermin.
Sifat-sifat bayangan yang dibentuk oleh cermin datar yaitu:
6. Sama besar
7. Tegak
8. Berkebalikan
9. Jarak benda ke cermin sama dengan jarak bayangan ke cermin
10. Maya
Pada cermin cekung bayangan yang dibentuk merupakan perporongan
sinarpantul datau merupakan perpotongan dari perpanjangan sinar pantul.
Terdapat 3 sinar istimewa padacermin cekung:
4. Sinar datang sejajar sumbu utama akan dipantulkan melalui titik fokus
5. Sinar datang melalui titik fokusakan dipantulkan sejajar sumbu utama.
6. Sinar datang melaluipusat kelengkungan akan dipantulkan kembali melalui
pusat kelengkungan cermin.
d. Benda di ruang I : maya, tegak, diperbesar.
e. Benda di ruang II : nyata, terbalik, diperbesar.
f. Benda di ruang III : nyata, terbalik, diperkecil.
g. Benda berada di pusat kelengkungan : nyata, terbalik, sama besar.
D. Pemantulan pada cermin cembung
Sinar-sinar istimewa yang dimiliki cermin cembung
4. Sinar datang sejajar sumbu utama akan dipantulkan seolah-olah berasal dari
titik fokus.
5. Sinar datang seolah-oleh menuju titik fokus akan dipantulkan sejajar sumbu
utama.
6. Sinar datang yang menuju pusat kelengkungan cermin, akan dipantulkan
seolah-olah berasal dari pusat kelengkungan yang sama.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
76
mayategak diperkecil.
Hubungan titik fokus,jarak benda, dan jarak bayangan di rumuskan sebagai
berikut:
1
=
1
0 +
1
1
Dimana,
= | 1 0 | =
77
ditempat yang terang?”
dari berbagai sumber.
informasi yang didapatkan.
kelompok
Konfirmasi
dipresentasikan oleh siswa
dimengerti.
dipelajari pada pertemuan hari ini
15
menit
saat pertemuan kemarin? ”
“bagaimakah bayangan kita pada saat kita
bercermin pada sisi cekung sendok?“
15
menit
78
pertemuan kali ini
2. Kegiatan Inti
telah dibuat
pada cermin datar dan cermin cekung
- Siswa mengikuti penjelasan guru dengan
melihat lembar concept maping yang mereka
buat pada pertemuan sebelumnya
berkaitan dengan materi yang diajarkan
Elaborasi
oleh guru
dari latihan soal yang diberikan oleh guru
Konfirmasi
sama
60
menit
Penutup
dimengerti.
dipelajari pada pertemuan hari ini.
15
menit
saat pertemuan kemarin? ”
“bagaimakah bayangan kita pada saat kita
bercermin pada sisi cembung sendok?“
Guru menyebutkan tujuan pembelajaran pada
pertemuan kali ini
79
telah dibuat
pada cermin cembung
melihat lembar concept maping yang mereka
buat pada pertemuan sebelumnya
berkaitan dengan materi yang diajarkan
Elaborasi
oleh guru
dari latihan soal yang diberikan oleh guru
Konfirmasi
sama
Penutup
dimengerti.
dipelajari pada pertemuan hari ini.
10
menit
80
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
81
82
83
Lampiran 4 Data Kuesioner Minat Belajar Siswa
TABEL DATA POSTTEST KUESIONER MINAT BELAJAR SISWA KELAS VIII SMP MARDI UTAMA 1
NO ITEM
NOMER ABSEN
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35
1 1 3 3 3 1 4 3 4 1 4 3 3 3 3 3 3 4 3 4 3 2 3 3 3 4 2 3 3 4 3 1 3 3 4 2
2 1 2 2 2 4 3 3 2 1 1 2 3 2 3 3 3 3 2 2 2 4 2 4 1 3 2 2 2 2 2 4 2 2 2 3
3 3 2 2 3 3 4 3 2 3 4 3 2 2 3 2 3 4 2 3 3 2 2 2 2 2 2 3 3 3 3 3 3 2 2 3
4 3 1 2 3 4 4 4 2 2 3 2 3 2 3 2 3 3 3 2 2 4 2 2 3 3 2 3 3 3 2 4 2 2 2 3
5 3 2 2 2 3 1 2 2 1 3 3 2 3 2 3 3 3 3 2 2 3 1 1 3 2 2 3 3 2 3 3 1 2 2 2
6 4 4 3 3 3 4 4 3 4 4 4 2 4 4 2 3 3 3 3 3 3 3 3 4 4 3 4 3 4 4 4 4 3 4 3
7 3 3 3 3 4 4 3 3 2 4 3 3 3 3 2 4 2 3 3 3 3 2 3 4 3 3 3 2 3 3 4 3 3 3 3
8 4 3 3 3 3 4 4 4 4 3 4 3 4 4 3 3 4 4 4 2 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 3
9 2 1 2 3 4 3 2 2 3 4 3 2 2 2 2 4 2 2 2 2 2 2 2 2 1 2 3 4 3 2 3 2 3 2 4
10 2 3 2 3 3 4 3 3 3 4 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 2 3 2 3 3 3 4 3 2 2 2 2 2 3
11 2 2 2 3 4 3 2 2 2 3 2 3 2 3 3 4 4 3 2 2 4 1 3 3 4 2 3 4 2 2 3 2 2 2 3
12 4 3 3 3 3 4 3 4 3 4 3 3 4 4 3 3 3 3 3 3 3 4 4 4 2 3 3 3 3 4 4 3 3 3 3
13 3 3 2 3 2 4 3 3 3 4 2 3 4 2 2 3 4 2 3 3 3 2 3 2 2 2 3 4 3 2 3 3 2 3 3
14 4 3 3 4 2 4 4 4 3 4 4 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 4 3 3 3
15 4 3 3 3 3 4 3 3 3 3 2 3 3 3 3 2 3 3 4 4 3 3 4 3 3 3 3 2 4 3 4 3 2 2 3
16 2 3 2 3 2 3 3 2 2 3 2 2 3 3 2 2 2 3 2 2 2 2 2 3 2 2 2 3 3 2 4 2 2 2 3
17 3 2 2 3 2 4 3 3 4 4 3 2 3 2 2 4 3 2 3 3 2 2 2 4 2 2 3 3 2 2 4 2 3 3 3
18 4 2 2 2 2 1 3 3 4 4 3 3 2 2 2 3 1 2 2 2 3 3 1 2 3 2 3 3 2 2 3 3 3 3 3
19 4 3 3 3 3 3 3 3 2 4 3 3 3 3 2 3 3 3 3 4 2 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 2 2 3
20 2 3 3 3 4 1 3 3 2 3 3 3 2 2 3 4 2 4 3 3 3 3 2 3 4 3 2 3 3 3 2 3 2 1 3
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
84
TABEL DATA PRETEST KUESIONER MINAT BELAJAR SISWA KELAS VIII SMP MARDI UTAMA 1
NO ITEM
NOMER ABSEN
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35
1 4 3 3 3 3 3 2 3 2 4 3 2 3 2 3 3 4 3 4 3 2 1 2 3 3 2 3 2 3 3 1 2 2 3 3
2 4 1 3 3 3 3 3 3 2 3 3 2 3 3 3 2 3 2 3 2 1 3 2 4 2 3 3 2 3 4 1 3 3 2 2
3 3 2 2 2 2 2 3 2 3 4 3 2 3 2 2 3 3 2 2 2 3 1 3 2 2 3 3 3 3 2 3 3 2 4 2
4 1 1 2 3 4 1 4 1 2 2 2 3 2 2 2 3 2 2 3 3 2 2 4 2 3 3 3 3 2 4 4 2 2 2 4
5 2 1 2 2 4 1 3 1 1 4 2 2 2 1 1 2 2 2 1 3 2 1 1 1 4 2 3 3 2 4 3 1 2 4 2
6 4 4 3 3 3 3 4 3 2 3 3 2 2 4 1 3 3 4 2 4 2 3 4 3 4 4 4 3 3 4 4 4 3 3 3
7 2 3 3 3 2 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 4 3 3 3 2 2 2 4 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 2
8 4 4 3 3 4 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 4 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 4 4 3 3 3 4
9 2 2 2 2 2 2 2 2 2 4 2 2 2 2 2 3 3 2 2 2 2 1 2 2 1 3 2 2 2 2 2 2 3 2 2
10 2 3 2 3 3 1 2 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 2 3 2 3 2 2 2 2 3 3 3 3 2 2 3 3 1 2
11 1 2 2 3 3 3 3 2 2 4 3 3 3 3 2 3 3 2 2 2 3 1 2 3 4 3 3 3 2 3 2 1 2 2 3
12 4 3 3 3 4 4 3 3 3 3 3 3 4 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 2 3 3 4 3 3 3 2
13 3 3 3 3 3 2 3 3 3 4 3 2 4 2 2 4 3 2 3 3 4 1 4 2 1 2 3 3 3 2 3 3 2 3 1
14 3 3 3 3 3 4 4 3 3 4 3 3 3 2 2 3 3 3 2 3 2 2 3 4 2 3 3 3 3 3 2 4 3 3 2
15 3 3 3 3 3 3 3 2 4 4 3 3 3 3 2 4 4 3 3 4 2 3 2 3 2 3 3 2 3 3 3 3 3 2 3
16 2 3 3 3 2 2 2 2 2 3 2 2 2 2 2 2 1 4 1 3 2 2 1 2 1 2 2 2 2 2 3 2 2 2 2
17 3 2 2 3 2 2 2 3 4 3 3 2 2 2 2 3 2 2 2 4 2 1 3 2 2 2 3 3 2 2 2 2 3 2 2
18 1 2 2 2 2 1 3 3 3 3 2 3 2 1 2 3 1 2 2 3 3 3 1 3 1 2 3 3 2 1 1 3 3 3 3
19 3 3 3 3 3 4 3 3 2 4 3 3 3 3 2 3 3 4 1 3 2 3 3 2 3 3 3 3 2 4 3 3 3 3 3
20 2 3 3 3 3 3 3 3 2 4 4 3 2 2 3 3 2 4 3 2 2 3 2 2 2 3 2 3 3 3 3 3 2 1 2
Lampiran 5 Kuesioner Minat Belajar Sebelum Treatmen
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
85
86
87
88
89
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
90
91
92
93
94
95