100
PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR AKIDAH AKHLAK SISWA KELAS VIII DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA BAITURRAHIM KOTA JAMBI SKRIPSI NURMALINDA HASAN TP 151435 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTHAN THAHA SAIFUDDIN JAMBI 2019

PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE …

  • Upload
    others

  • View
    16

  • Download
    0

Embed Size (px)

Citation preview

Page 1: PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE …

PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD)

DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR AKIDAH AKHLAK SISWA KELAS VIII DI SEKOLAH

MENENGAH PERTAMA BAITURRAHIM KOTA JAMBI

SKRIPSI

NURMALINDA HASAN TP 151435

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI

SULTHAN THAHA SAIFUDDIN JAMBI 2019

Page 2: PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE …

PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD)

DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR AKIDAH AKHLAK SISWA KELAS VIII DI SEKOLAH

MENENGAH PERTAMA BAITURRAHIM KOTA JAMBI

SKRIPSI Diajukan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar

Sarjana Pendidikan

NURMALINDA HASAN TP 151435

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI

SULTHAN THAHA SAIFUDDIN JAMBI 2019

Page 3: PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE …
Page 4: PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE …
Page 5: PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE …
Page 6: PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE …
Page 7: PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE …

PERSEMBAHAN

Skripsi ini saya persembahkan kepada kedua orang tua saya yang tercinta

Ayah Sanudin dan Ibunda Khanifah Br. Tarigan yang telah mengasuh saya mulai

dari lahir hingga dewasa sekarang ini, semoga kedua orang tua saya selalu

mendapat rahmat dari Allah SubhanahuwaTa‟ala , Aamiin.

Saya Nurmalinda Hasan juga berterimakasih kepada Sahabat-sahabat

saya yang tercinta yakni Topik, Isnanil Mahfiroh, Lita Sandra, Anatunnisa, Ulfa,

Rino, Kurnia Ilahi dan Yetti Anggraini yang tak kenal lelah menemaniku disaat

sulitku, serta penyemangat di saat lelah, dan seluruh keluarga ku yang telah

memberi dorongan untuk menyelesaikan skripsi ini.

Terimakasih atas dukungan dan do‟a kalian sehingga saya dapat

menyelesaikan studi pendidikan di perguruan tinggi ini, Terimakasih untuk semua

yang telah membantuku dalam penyelesaian skripsi ini, semoga Allah

SubhanahuwaTa‟ala selalu memberi taufiq dan hidayah-Nya kepada kita semua.

Aamiin yaa Robbal „Alamin.

Page 8: PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE …

MOTTO

....وتعاونوا علي ٱلبر ن وٱتقوا ٱلل ول تعاونوا علي ٱلثم وٱلعدو وٱلتقوى

شديد ٱلعقاب ٢إن ٱلل

“ .....Bertolong-tolonglah kalian dalam kebaikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam perbuatan dosa dan pelanggaran, dan bertakwalah kamu kepada Allah SWT, sesungguhnya Allah SWT sangat berat siksanya”. (Q.S. Al-Maidah:2)

Page 9: PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE …

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah puji syukur kepada Allah Subhanahu wa Ta‟ala, Rabb yang

Maha „Alim yang kita tidak mengetahui kecuali apa yang diajarkan-Nya, atas

iradah-Nya hingga skripsi ini dapat dirampungkan. Shalawat dan salam atas Nabi

Muhammad Shalallahu „alaihi wa sallam, pembawa risalah pencerahan bagi

manusia.

Penulisan skripsi ini dimaksudkan untuk memenuhi salah satu syarat

akademik guna mendapatkan gelar Sarjana Pendidikan pada Fakultas Tarbiyah

dan Keguruan UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi. Penulis menyadari

sepenuhnya bahwa penyelesaian skripsi ini banyak melibatkan pihak yang telah

memberikan motivasi baik moril maupun materil, untuk itu melalui kolom ini

Penulis menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada :

1. Dr. H. Hadri Hasan, MA, selaku Rektor UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

2. Dr. Hj. Armida, M.Pd.I selaku Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN

Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.

3. Muhammad Ridwan, S.Psi, M.Psi, Ps selaku Ketua Program Studi Pendidikan

Agama Islam dan Mukhlis, S.Ag, M.Pd.I selaku Sekretaris Program Studi

Pendidikan Agama Islam

4. Dr. Hj. Armida, M.Pd.I selaku Dosen Pembimbing I dan Habib Muhammad,

S.Ag, M.Ag selaku Dosen Pembimbing II yang telah meluangkan waktu dan

mencurahkan pemikirannya demi mengarahkan Penulis dalam menyelesaikan

skripsi ini.

5. Dra. Fitri Herlina selaku kepala sekolah SMP Baiturrahim Kota Jambi yang

telah memberikan kemudahan kepada Penulis dalam memperoleh data di

lapangan.

6. Sahabat-sahabat mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam yang

telah menjadi patner diskusi dalam penyusunan skripsi ini.

7. Orang tua dan keluarga yang telah memberikan motivasi tiada henti hingga

menjadi kekuatan pendorong bagi Penulis dalam menyelesaikan skripsi ini.

8. Sahabat-sahabatku PAI A angkatan tahun 2015

Page 10: PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE …
Page 11: PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE …

ABSTRAK

Nurmalinda Hasan. (TP151435). Penerapan Strategi Pembelajaran Kooperative Tipe Student Teams Achievement Division (STAD) Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Akidah Akhlak Siswa Kelas VIII di SMP Baiturrahim Kota Jambi.

Skripsi ini membahas tentang Penerapan Strategi Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Teams Achievement Division (STAD) Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Akidah Akhlak Siswa Kelas VIII di SMP Baiturrahim Kota Jambi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana tingkat efektivitas pembelajaran akidah akhlak dengan menggunakan strategi pembelajaran kooperative tipe Student Team Achievement Divisions (STAD) untuk meningkatkan hasil belajar siswa SMP Baiturrahim Kota Jambi dan mengetahui respon siswa terhadap penerapan strategi pembelajaran kooperative tipe Student Team Achievement Divisions (STAD).

Penelitian ini dilakukan dengan subyek penelitian siswa kelas VIII A SMP Baiturrahim Kota Jambi tahun ajaran 2018/2019. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus. Setiap siklus terdiri dari 2 pertemuan, yakni diskusi dan tes formatif dengan menggunakan soal, lembar observasi siswa dan guru.

Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah bahwa penerapan strategi pembelajaran Kooperative tipe Student Teams Achievement Division (STAD) dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini dapat dilihat dari hasil tes formatif yang meningkat dibandingkan pra siklus dan juga tercapainya nilai siswa di atas Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menerapkan strategi pembelajaran Kooperative tipe Student Teams Achievement Division (STAD) sangat efektif sehingga dapat meningkatkan hasil belajar akidah akhlak siswa kelas VIII di SMP Baiturrahim Kota Jambi.

Kata Kunci : Strategi Pembelajaran Kooperative Tipe Student Teams

Achievement Division (STAD), Hasil Belajar.

Page 12: PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE …

ABSTRACT Nurmalinda Hasan. (TP151435). Application of Student Teams Achievement Division (STAD) Cooperative Learning Strategies in Improving Learning Outcomes of Akidah Akhlak Class VIII Students at Baiturrahim Middle School, Jambi City. This thesis discusses the Application of Cooperative Learning Strategy Type Student Teams Achievement Division (STAD) in Improving Learning Outcomes of Akidah Akhlak Class VIII Students at Baiturrahim Middle School, Jambi City. The purpose of this study was to determine how the effectiveness of moral akidah learning by using Student Team Achievement Divisions (STAD) type cooperative learning strategies to improve student learning outcomes at Baiturrahim Junior High School in Jambi City and find out student responses to the implementation of Student Team Achievement Divisions cooperative learning strategies ( STAD). This research was conducted with the research subjects of class VIII A in Baiturrahim City, Jambi, in the academic year 2018/2019. The research method used is Classroom Action Research (CAR) which consists of two cycles. Each cycle consists of 2 meetings, namely discussion and formative tests using questions, student and teacher observation sheets. The results obtained from this study are that the application of learning strategies Cooperative type Student Teams Achievement Division (STAD) can improve student learning outcomes. This can be seen from the results of the formative tests which increased compared to the pre cycle and also the achievement of student scores above the Minimum Completion Criteria (KKM). It can be concluded that learning by applying cooperative learning strategies of Student Teams Achievement Division (STAD) type is very effective so that it can improve the moral learning outcomes of VIII grade students at Baiturrahim Middle School, Jambi City. Keywords: Cooperative Learning Type Student Teams Achievement Division

(STAD) Strategy, Learning Outcomes.

Page 13: PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE …

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ................................................................................................ i

NOTA DINAS .......................................................................................................... ii

PENGESAHAN ....................................................................................................... iv

PERNYATAAN ORISINALITAS .......................................................................... v

PERSEMBAHAN .................................................................................................... vi

MOTTO .................................................................................................................... vii

KATA PENGANTAR .............................................................................................. ix

ABSTRAK ................................................................................................................ x

ABSTRACT ............................................................................................................... xi

DAFTAR ISI. ........................................................................................................... xii

DAFTAR TABEL .................................................................................................... xiii

DAFTAR LAMPIRAN ............................................................................................ xiv

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah. .............................................................................. 1 B. Identifikasi Masalah ...................................................................................... 7 C. Pembatasan Masalah. ................................................................................... 7 D. Rumusan Masalah.. ....................................................................................... 7 E. Tujuan dan Kegunaan Penelitian ................................................................... 8

BAB II KAJIAN PUSTAKA

A. Deskripsi Teoritik .......................................................................................... 9 B. Acuan Teoritis .............................................................................................. 27 C. Model Tindakan ............................................................................................ 27 D. Kerangka Berpikir ......................................................................................... 29 E. Hipotesis ....................................................................................................... 29

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

A. Tempat dan Waktu Penelitian ........................................................................ 30 B. Rancangan Tindakan ..................................................................................... 30 C. Prosedur Tindakan ......................................................................................... 31 D. Teknik Pengumpulan Data ............................................................................ 32 E. Jenis dan Sumber Data .................................................................................. 32 F. Jenis Instrumen .............................................................................................. 32 G. Teknik Analisis Data ..................................................................................... 33 H. Indikator Keberhasilan .................................................................................. 33 I. Jadwal Penelitian ........................................................................................... 34

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Page 14: PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE …

A. Gambaran Umum .......................................................................................... 36 B. Analisis Data Penelitian Persiklus......................................................... ...... 43 C. Pembahasan Hasil Penelitian ......................................................................... 55 D. Keterbatasan Penelitian ................................................................................. 58

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan ................................................................................................... 59 B. Implementasi ................................................................................................. 60 C. Saran ............................................................................................................. 60

DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................... LAMPIRAN

Page 15: PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE …

DAFTAR TABEL & BAGAN

Bagan

Bagan 1 Bagan Siklus PTK Model Kemmis Mc Taggart ................... 27

Bagan 2 Bagan Struktur Organisasi .................................................... 42

Tabel

Tabel 1 Jadwal Penelitian................................................................... 35

Tabel 2 Data Keadaan Guru / Karyawan ........................................... 39

Tabel 3 Data Daftar Jumlah Siswa ..................................................... 40

Tabel 4 Data Keadaan Sarana dan Prasarana ..................................... 41

Tabel 5 Data Distribusi Hasil Prasiklus ............................................. 43

Tabel 6 Data Distribusi Hasil Tes Formatif Siklus I .......................... 46

Tabel 7 Data Skor Lembar Pengamatan Aktivitas Guru Siklus I ...... 48

Tabel 8 Data Skor Lembar Pengamatan Aktivitas Siswa Siklus I ..... 48

Tabel 9 Data Distribusi Hasil Tes Formatif Siklus II ........................ 51

Tabel 10 Data Skor Lembar Pengamatan Aktivitas Guru Siklus II ..... 53

Tabel 11 Data Skor Lembar Pengamatan Aktivitas Siswa Siklus II .... 54

Page 16: PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE …

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Siklus I

Lampiran 2 Lembar Pengamatan Aktivitas Guru Siklus I

Lampiran 3 Lembar Pengamatan Aktivitas Siswa Siklus I

Lampiran 4 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Siklus II

Lampiran 5 Lembar Pengamatan Aktivitas Guru Siklus II

Lampiran 6 Lembar Pengamatan Aktivitas Siswa Siklus II

Lampiran 7 Lembar Kerja Siswa Siklus I

Lampiran 8 Lembar Kerja Siswa Siklus II

Lampiran 9 Data Hasil Tes Formatif dan Pengamatan Aktivitas Guru & Siswa

Lampiran 10 Kartu Konsultasi

Lampiran 11 Dokumentasi

Lampiran 12 Daftar Riwayat Hidup (Curriculum Vitae)

Page 17: PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE …

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Pendidikan merupakan hal utama yang dilakukan oleh setiap bangsa untuk

mencapai kemajuan. Semakin berkualitas suatu bangsa itu maka semakin

memberikan efek positif bagi kemajuan bangsa dan negaranya. Disamping itu

pendidikan merupakan suatu proses yang bertujuan untuk mengembangkan sikap

tingkah laku dan membantu dalam pembentukan karakter serta mencerdaskan

setiap individu. (Ali Mudlofir, 2016:250)

Pendidikan adalah pengalaman belajar yang terprogram dalam bentuk

pendidikan formal dan nonformal serta informasi disekolah maupun luar sekolah

yang berlangsung seumur hidup bertujuan optimalisasi pertimbangan kemampuan

individu agar kemudian hari dapat memainkan peran hidup secara tepat

(Mudhaharjo, 2002:35)

Pendidikan dapat memberikan pengetahuan tentang manusia itu sendiri

dan tempat mereka hidup. Adapun ungkapan yang dikemukakan oleh Zakiah

Darajat bahwa, “ pendidikan adalah usaha sadar yang dijalankan oleh seorang atau

kelompok orang agar menjadi dewasa atau menjadi tingkatan penghidupan yang

lebih tinggi dalam arti mental”. (Zakiah Darajat, 1992:28)

Tujuan pendidikan adalah usaha untuk memanusiakan manusia, yakni

upaya pembelajaran untuk membentuk pribadi dan karakter manusia mulia dan

berkesadaran sebagai makhluk dalam hubungannya dengan sesama manusia,

lingkungan dan Sang Penciptanya. Salah satu hal yang sangat urgen untuk

diperhatikan dalam rangka pencapaian tujuan pembelajaran adalah strategi

pembelajaran. Strategi pembelajaran akan berpengaruh terhadap sikap dan respon

peserta didik dalam menerima pelajaran. (Zainal Aqib, 2017:5)

Page 18: PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE …

Beberapa pengertian diatas dapat disimpulkan bahwasanya pendidikan

adalah usaha sadar terprogram yang dijalankan oleh seorang atau kelompok dan

berlangsung seumur hidup untuk mencapai kehidupan yang lebih baik. Dalam

membentuk kepribadian dan perubahan tingkah laku seseorang ialah melalui

pendidikan baik secara formal disekolah maupun secara nonformal.

Istilah strategi berasal dari bahasa Yunani yaitu strategia, strategi

merupakan sebuah perencanaan yang panjang untuk berhasil dalam mencapai

suatu keuntungan. (Martinis Yamin, 2012:64)

Strategi juga didefinisikan sebagai suatu garis besar haluan bertindak

untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan. Dalam organisasi strategi adalah

seperangkat pandangan-pandangan, pendirian-pendirian, prinsip-prinsip atau

norma-norma yang ditetapkan untuk keperluan. (Abin Syamsudin Makmun dalam

buku Martinis Yamin, 2000:220)

Beberapa pengertian Strategi diatas, dapat disimpulkan bahwasanya

Strategi merupakan suatu acuan dalam memposisikan proses kegiatan melalui

langkah-langkah yang tepat, terpola, dan terencana sehingga terciptanya standar

pemebelajaran yang bermutu dan tercapainya tujuan pembelajaran yang

dikehendaki.

Menurut Yusuf Hadi Miarso (2005:545), pembelajaran adalah suatu usaha

yang disengaja, bertujuan, dan terkendali agar orang lain belajar atau terjadi

perubahan yang relatif menetap pada diri orang lain. Usaha tersebut dapat

dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang yang memilki kemampuan atau

kompetensi dalam merancang atau mengembangkan sumber belajar yang

diperlukan.

Anglin menegaskan bahwa pembelajaran (intruction) terjadi di luar diri

pebelajar yaitu sebagai suatu cara mengorganisir, memberikan informasi bagi

pebelajar yang dapat melibatkan apapun unsur-unsur yang penting seperti

penyajian informasi, persediaan contoh-contoh, latihan-latihan, dan umpan balik.

(Martinis Yamin, 2012:65)

Page 19: PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE …

Menurut Smith Ragan (1993:4), menyatakan bahwa pembelajaran adalah

desain dan pengembangan penyajian informasi dan aktivitas-aktivitas yang

diarahkan pada hasil belajar tertentu.

Menurut Walter (1996:96), mendefinisikan pembelajaran sebagai

intervensi pendidikan yang dilaksanakan dengan tujuan tertentu, bahan atau

prosedur yang ditergetkan pada pencapaian tujuan tersebut, dan pengukuran yang

menentukan perubahan yang dinginkan pada perilaku.

Paparan diatas, dapat diketahui bahwa pembelajaran bukan menitik

beratkan pada “apa yang dipelajari”, melainkan pada “bagaimana membuat

pelajar mengalami proses belajar”, yaitu dengan cara pengorganisasian materi,

cara penyampaian pelajaran, dan cara mengelola pembelajaran.

Strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus

dikerjakan oleh pendidik dan peserta didik agar tujuan pembelajaran dapat dicapai

secara efektif serta efisien. (Saur Tampubolon, 2014:82)

Penggunaan strategi dalam kegiatan pembelajaran sangat perlu karena

untuk mempermudah proses pembelajaran sehingga dapat mencapai hasil yang

optimal. Tanpa strategi yang jelas, proses pembelajaran tidak akan terarah

sehingga tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan sulit tercapai secara optimal,

dengan kata lain pembelajaran tidak dapat berlangsung secara efektif dan efisien.

(Made Wena, 2009:2)

Menurut Dick dan Corey (2005: 183), strategi pembelajaran merupakan

komponen-komponen umum dari seperangkat bahan pembelajaran dan prosedur-

prosedur yang akan digunakan bersama bahan-bahan tersebut untuk menghasilkan

hasil belajar tertentu pada siswa.

Paradigma lama dalam proses pembelajaran adalah guru memberi

pengetahuan pada siswa secara pasif. Dalam konteks pendidikan, paradigma lama

ini juga berarti jika seseorang mempunyai pengetahuan dan keahlian dalam suatu

Page 20: PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE …

bidang, ia pasti akan dapat mengajar, ia tidak perlu menuangkan apa yang

diketahuinya ke dalam botol kosong yang siap menerimanya. Banyak guru masih

menganggap paradigma ini sebagai satu-satunya alternatif. Mereka mengajar

dengan strategi ceramah dan mengharapkan siswa duduk, diam, dengar, catat, dan

hafal. (Lie, 2002)

Kondisi pembelajaran yang demikian masih mendominasi proses

pembelajaran pada sebagian besar jenjang pendidikan. Guna mengatasi masalah

tersebut dapat dilakukan dengan cara meningkatkan keikutsertaan peserta didik

secara aktif dalam kegiatan proses belajar mengajar. Seperti dikemukakan Kemp

(1979) bahwa perlu adanya kegiatan belajar mengajar sebagai pendorong peserta

didik untuk aktif berpartisipasi.

Secara teoritis seorang guru telah paham tentang langkah-langkah

operasional suatu strategi pembelajaran. Namun, belum tentu seorang guru akan

mampu berhasil menerapkan strategi tersebut dalam pelaksanaan pembelajaran

dikelas. Keberhasilan guru merupakan suatu strategi pembelajaran, sangat

tergantung dari kemampuan guru menganalisis kondisi pembelajaran yang ada,

seperti tujuan pembelajaran, karakteristik siswa, kendala sumber belajar, dan

karakteristik bidang studi. Hasil analisis terhadap kondisi pembelajaran tersebut

dapat dijadikan pijakan dasar dalam menentukan strategi pembelajaran yang akan

digunakan. (Made Wena ,2009:14)

Seiring berkembangnya zaman dan pemikiran manusia semakin maju,

metode-metode dan strategi-strategi baru terus dikembangkan, banyak

bermunculan teori-teori baru yang dibuat dengan tujuan mengefektifkan kegiatan

belajar mengajar yang saat ini sering disebut dengan pembelajaran kooperatif

(Cooperative Learning). Dengan aktifnya siswa dalam kegiatan pembelajaran

diharapkan hasil pembelajaran dan prestasi siswa dapat meningkat dan kegiatan

pembelajaran lebih bermakna. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa

pembelajaran oleh rekan sebaya (peer teaching) melalui pembelajaran kooperatif

ternyata lebih efektif daripada pembelajaran oleh pengajar. (Lie, 2002)

Page 21: PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE …

Melalui pembelajaran kooperatif akan memberi kesempatan pada siswa

untuk bekerja sama dengan sesama siswa dalam tugas-tugas terstruktur. Melalui

pembelajaran kooperatif pula, seorang siswa akan menjadi sumber belajar bagi

temannya yang lain. Lie (2002) mengatakan bahwa pembelajaran kooperatif

dikembangkan dengan dasar asumsi bahwa proses belajar akan lebih bermakna

jika peserta didik dapat saling mengajari. Walaupun dalam pembelajaran

kooperatif siswa dapat belajar dari dua sumber belajar utama, yaitu pengajar dan

teman belajar lainnya.

Pembelajaran kooperatif merupakan salah satu model pembelajaran

kelompok yang memiliki aturan-aturan tertentu. Prinsip dasar pembelajaran

kooperatif adalah siswa membentuk kelompok kecil dan saling mengajar

sesamanya untuk mencapai tujuan bersama. Dalam pembelajaran kooperatif siswa

pandai mengajar siswa yang kurang pandai tanpa merasa dirugikan. Siswa yang

sebelumnya terbiasa bersikap pasif setelah menggunakan pembelajaran kooperatif

akan terpaksa berpartisipasi secara aktif agar bisa diterima oleh anggota

kelompoknya. (Made Wena, 2009:198)

Pembelajaran kooperatif merupakan strategi yang memfokuskan pada

belajar tim agar siswa saling membantu satu sama lainnya dalam mempelajari

materi pembelajaran. Fungsi dari pemebelajaran kooperatif adalah menumbuhkan

kesadaran bahwa siswa perlu belajar untuk berfikir, menyelesaikan masalah dan

mengembangkan ide serta mengaplikasikan kemampuan dan pengetahuan mereka.

(Robert E Slavin, 2010:5)

Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Teams Achievement Divisions

(STAD) ini merupakan salah satu metode pembelajaran kooperatif yang paling

sederhana dan merupakan model yang paling baik untuk permulaan bagi guru

yang baru menggunakan pendekatan kooperatif.

STAD adalah salah satu pendekatan ynag mengutamakan siswa untuk aktif

melalui tim tertentu. STAD mewajibkan individu untuk memberikan yang terbaik

untuk timnya. Pada pendekatan ini terdapat beberapa komponen yakni presentasi

Page 22: PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE …

kelas, kerja tim, skor kemajuan individual dan penghargaan tim (Ibrahim, dkk.,

2000:20)

Fakta empiris yang ditemukan peneliti ketika melakukan observasi awal

pada bulan November di SMP Baiturrahim Kota Jambi dan mengamati proses

belajar mengajar di kelas serta data nilai yang akan diteliti di kelas VIII A ini

terdapat beberapa permasalahan dalam pendidikan yaitu rendahnya hasil belajar

siswa pada suatu bidang tertentu yaitu Akidah Akhlak yang terjadi di SMP

Baiturrahim Kota Jambi. Hal ini terlihat dari data nilai ulangan harian kelas, siswa

yang mendapatkan nilai di atas KKM (<70/85%) yakni sebanyak 3 orang dari 22

siswa, selebihnya di bawah KKM (19 siswa). Selain itu, masih banyak masalah-

masalah yang dihadapi dalam pembelajaran akidah akhlak. Diantaranya adalah

motivasi belajar siswa yang rendah, interaksi antar siswa tidak ada karena guru

masih mendominasi sehingga proses belajar yang berlangsung masih monoton,

kemampuan mengahafal juga rendah.

Pendidik yang bijaksana, sudah barang tentu akan terus mencari solusi

untuk mengantisipasi hal tersebut. Mencari strategi pembelajaran yang lebih

efektif dan efesien dalam menerapkan dasar-dasar kependidikan yang

berpengaruh dalam mempersiapkan peserta didik secara mental, moral dan

spiritual, sehingga peserta didik dapat mencapai kematangan yang sempurna,

memiliki wawasan yang luas dan berkepribadian integral.

Berdasarkan latar belakang tersebut, penulis tertarik untuk melakukan

penelitian dengan mengangangkat judul “ Penerapan Strategi Pembelajaran

Kooperatif Tipe STAD dalam Meningkatkan Hasil Belajar Akidah Akhlak

Siswa Kelas VIII A di SMP Baiturrahim Kota Jambi “.

Page 23: PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE …

B. Identifikasi Masalah

Dari latar belakang yang dikemukakan diatas dapat diidentifikasikan

masalah sebagai berikut :

1. Rendahnya hasil belajar siswa pada suatu bidang mata pelajaran

tertentu yaitu Akidah Akhlak siswa kelas VIII .

2. Nilai ulangan harian akidah akhlak siswa kelas VIII, rata-rata masih

mendapatkan nilai di bawah KKM.

3. Motivasi belajar siswa yang rendah terhadap mata pelajaran akidah

akhlak siswa kelas VIII.

4. Interaksi antar siswa tidak ada karena guru masih mendominasi

sehingga proses belajar yang berlangsung masih monoton.

5. Kurangnya variasi model pembelajaran dalam proses belajar mengajar.

C. Pembatasan Masalah

Penelitian ini agar tidak menyimpang dari tujuan semula maka perlu

adanya pembatasan masalah yaitu, penelitian ini difokuskan pada Penerapan

Strategi Pembelajaran Kooperatif untuk meningkatkan hasil belajar siswa.

Sedangkan tipe yang digunakan pada model pembelajaran kooperatif dibatasi

pada tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD). Hasil belajar pada Mata

Pelajaran Akidah Akhlak yang menjadi penelitian ini adalah hasil pembelajaran

akidah akhlak VIII A semester II (genap). Fokus materi pembelajaran yang akan

digunakan adalah “Menghindari Perilaku Tercela”.

D. Rumusan Masalah

Dari latar belakang masalah diatas, yang menjadi permasalahan pada

penelitian ini yaitu :

1. Apakah penerapan strategi pembelajaran kooperatif tipe Student Teams

Achievement Divisions (STAD) berpengaruh terhadap meningkatnya hasil

belajar akidah akhlak siswa ?

Page 24: PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE …

E. Tujuan dan kegunaan penelitian

1. Tujuan penelitian

a. Untuk mengetahui pengaruh dari penerapan strategi pembelajaran

kooperatif tipe student teams achievement divisions (STAD) dalam

meningkatkan hasil belajar akidah akhlak siswa.

2. Kegunaan Penelitian

Berdasarkan tujuan penelitian yang hendak dicapai, maka penelitian

ini di harapkan mempunyai manfaat dalam pendidikan baik secara langsung

maupun tidak langsung adapun kegunaan penelitian ini adalah sebagai

berikut.

1) Bagi penulis

Dapat menambah wawasan dan pengalaman langsung tentang

cara meningkatkan hasil belajar melalui Penerapan Strategi Pembelajaran

Kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) kelas VIII

di SMP Baiturrahim Kota Jambi.

2) Bagi pendidik dan calon pendidik

Sebagai sumbangan pemikiran tentang berbagai cara dan solusi

dalam Menerapkan Strategi Pembelajaran Kooperatif tipe Student Teams

Achievement Division (STAD) pada Mata Pelajaran Akidah Akhlak

dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa kelas VIII di SMP Baiturrahim

Kota Jambi.

Page 25: PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE …

BAB II

KAJIAN PUSTAKA

A. Deskripsi Teoritik

1. Strategi Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Teams Achievement

Division (STAD)

a. Pengertian Strategi Pembelajaran Kooperatif

Istilah strategi berasal dari bahasa Yunani yaitu strategia, strategi

merupakan sebuah perencanaan yang panjang untuk berhasil dalam mencapai

suatu keuntungan. Strategi juga didefinisikan sebagai suatu garis besar haluan

bertindak untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan (Matinis Yamin,

2012:64)

Strategi digunakan dalam dunia militer dan diartikan sebagai cara

penggunaan seluruh kekuatan militer untuk memenangkan suatu peperangan.

Seorang yang berperang dalam mengatur strategi, untuk memenangkan

peperangan sebelum melakukan suatu tindakan, ia akan menimbang bagaimana

kekuatan pasukan yang dimilkinya baik dilihat dari kuantitas maupun kualitasnya.

Setelah semuanya diketahui, kemudian ia menyususn tindakan yang harus

dilakukan, baik taktik dan teknik peperangan maupun waktu yang tepat untuk

melakukan suatu serangan. (Khairu Ahmadi,2011:10)

Newman dan Logan (dalam Abin Syamsuddin Makmun, 2000:220).

Menggaris bawahi strategi dalam empat cangkupan, yaitu:

a. Mengidentifikasikan dan menetapkan spesifikasi dan kualifikasi

hasil (output) seperti apa yang harus dicapai dan menjadi sasaran

(target) usaha itu, dengan mempertimbangkan apirasi dan selera

masyarakat yang memerlukannya.

Page 26: PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE …

b. Mempertimbangkan dan memilih jalan pendekatan utama (basic

ways) manakah yang dipandang paling ampuh (effective) guna

mencapai sasaran tersebut.

c. Mempertimbangkan dan menetapkan langkah-langkah (steps) mana

yang akan ditempuh sejak titik awal sampai kepada titik akhir

dimana tercapainya sasaran tersebut.

d. Mempertimbangkan dan menetapkan tolak ukur (criteria) dan

patokan ukuran (standard) yang bagaimana dipergunakan dalam

mengukur dan menilai taraf keberhasilan (achievement) usaha

tersebut.

Berbagai pengertian dan definisi mengenai strategi, secara umum dapat

didefinisikan bahwa strategi sebagai suatu acuan dalam memposisikan proses

kegiatan melalui langkah-langkah yang tepat, terpola, terencana sehingga

terciptanya standar pembelajaran yang bermutu dan tercapai tujuan pembelajaran

yang dikehendaki. Oleh karena itu, dalam menyusun strategi perlu

memperhitungkan berbagai faktor, baik dari dalam maupun dari luar. Begitu pula

dengan sekolah/madrasah yang memerlukan strategi untuk bersaing dengan

sekolah/madrasah-madrasah yang lain.

Pembelajaran merupakan salah satu sub sistem dari sistem pendidikan,

disamping kurikulum, konseling, administrasi, dan evaluasi (Reigeluth dalam

buku Martinis Yamin, 2012:65)

Lefrancois (1988; 370) berpendapat bahwa pembelajaran (intruction)

merupakan persiapan kejadian-kejadian eksternal dalam suatu situasi belajar

dalam rangka memudahkan pebelajar belajar, menyimpan (kekuatan mengingat

informasi), atau mentransfer pengetahuan dan keterampilan.

Menurut Yusuf Hadi Miarso (2004;545), pembelajaran adalah suatu

usaha yang disengaja,bertujuan dan terkendali agar orang lain belajar atau terjadi

perubahan yang relatif menetap pada diri seseorang atau sekelompok orang yang

memiliki kemampuan atau kompetensi dalam merancang atau mengembangkan

Page 27: PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE …

sumber belajar yang yang diperlukan. Dapat pula dikatakan bahwa pembelajaran

adalah usaha yang dilakukan oleh pendidik atau orang dewasa lainnya untuk

membuat pebelajar dapat belajar dan mencapai hasil belajar yang maksimal.

Smith dan Ragan (1993;4) menyatakan bahwa pembelajaran adalah

desain dan pengembangan penyajian informasi dan aktivitas-aktivitas yang

diarahkan pada hasil belajar tertentu.

Anglin menegaskan bahwa pembelajaran (intruction) terjadi di luar diri

pebelajar yaitu sebagai suatu cara mengorganisir, memberikan informasi bagi

pebelajar yang dapat melibatkan apapun unsur-unsur yang penting seperti

penyajian informasi, persediaan contoh-contoh, latihan-latihan, dan umpan balik.

(Martinis Yamin, 2012:65)

Walter (1996;97) mendefinisikan pembelajaran sebagai intervensi

pendidikan yang dilaksanakan dengan tujuan tertentu, bahan atau prosedur yang

ditargetkan pada pencapaian tujuan tersebut, dan pengukuran yang menentukan

perubahan yang diinginkan pada perilaku. Dengan membandingkannya dengan

istilah kurikulum, Snelbecker, seperti yang dikutip oleh Reigeluth (1999;6),

menyatakan bahwa perbedaan utama antara kurikulum dan pembelajaran adalah

bahwa kurikulum berkaitan dengan apa yang diajarkan sedangkan pembelajaran

berkaitan dengan bagaimana mengajarkannya.

Walter dan Reiser (1996;3) mengemukakan pembelajaran yang efektif

yang dapat membuat pebelajar untuk mendapat keterampilan-keterampilan,

pengetahuan, atau sikap-sikap, dan pebelajar senang belajar dalam pembelajaran

tersebut. Menurut Vygosky, suatu pembelajaran yang efektif apabila pembelajar

itu melanjutkan pengembangan-pengembangan. (Gege dan Berliner, 1992; 123)

Variabel pembelajaran dapat diklasifikasikan menjadi tiga, yaitu :

1) Kondisi (conditions) pembelajaran,

2) Strategi (methods) pembelajaran, dan

3) Hasil (outcomes) pembelajaran.

Page 28: PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE …

Variabel kondisi pembelajaran dikelompokkan menjadi tiga, yaitu :

1) Tujuan dan karakteristik bidang studi,

2) Kendala dan karakteristik bidang studi, dan

3) Karakteristik siswa.

Variabel strategi pembelajaran diklasifikasikan menjadi tiga, yaitu :

1) Strategi pengorganisasian (organizational strategy),

2) Strategi penyampaian (delivery strategy), dan

3) Strategi pengelolaan (management strategy)

Variabel hasil pembelajaran dapat diklasifikasikan menjadi tiga, yaitu :

1) Keefektifan (effevtiveness)

2) Efisiensi (efficiensy), dan

3) Daya tarik (appeal)

Pelaksanaan pembelajaran ada beberapa variabel, baik teknis maupun

nonteknis yang berpengaruh dalam keberhasilan proses pembelajaran. Beberapa

variabel tersebut, atara lain :

1) Kemampuan guru dalam membuka pembelajaran,

2) Kemampuan guru dalam melaksanakan kegiatan inti pembelajaran,

3) Kemampuan guru melakukan penilaian pembelajaran,

4) Kemampuan guru menutup pembelajaran, dan

5) Faktor penunjang lainnya.(Made Wena, 2009:21)

Uraian diatas, dapat diketahui bahwa pembelajaran merupakan upaya

sadar untuk menuju pada perubahan yang lebih baik atau perubahan yang relatif

permanen dalam perilaku atau potensi perilaku sebagai hasil dari pengalaman atau

latihan yang diperkuat. Adapun strategi yang diterapkan dalam kegiatan

pembelajaran disebut strategi pembelajaran.

Strategi pembelajaran merupakan prinsip-prinsip dalam pemilihan urutan

pengulangan belajar dalam suatu proses pembelajaran.lebih lanjut dikemukakan

Page 29: PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE …

bahwa strategi pembelajaran berkaitan erat dengan situasi belajar yang sering

digambarkan sebagai model pembelajaran (Paulina Pannen, 1999;93)

Strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus

dikerjakan oleh pendidik dan peserta didik agar tujuan pembelajaran dapat dicapai

secara efektif serta efisien. (Saur Tampubolon, 2014,82)

Menurut Reigeluth (1999; 400) bahwa strategi pembelajaran sebagai

metode-metode untuk memanipulasi unsur-unsur bahan-bahan pengetahuan.

Kindsvatter juga mengemukakan bahwa sebuah strategi pembelajaran merupakan

kombinasi metode yang dirancang untuk mencapai tujuan pembelajaran

(Kindsvatter, Wile, and Ishler 1996;168).

Menurut Yusuf Hadi Miarso (2004;23) mendefinisikan strategi

pembelajaran sebgai pendekatan menyeluruh dalam suatu sistem pembelajaran

yang berupa pedoman umum dan kerangka kegiatan untuk mencapai tujuan umum

pembelajaran yang dijabarkan dalam pandangan dan falsafah atau teori belajar

tertentu.

Strategi pembelajaran adalah pendekatan menyeluruh dalam suatu sistem

pembelajaran yang berupa pedoman umum dan kerangka kegiatan untuk

mencapai tujuan umum pembelajaran, yang dijabarkan dari pandangan falsafah

atau teori belajar tertentu. Berikut pendapat para ahli berkaitan dengan pengertian

strategi pembelajaran.

a. Kemp (1995) menjelaskan bahwa strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan peserta didik agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien.

b. Kozma dalam Sanjaya (2007) secara umum menjelaskan bahwa strategi pembelajaran dapat diartikan sebagai setiap kegiatan yang dipilih, yaitu yang dapat memberikan fasilitas atau bantuan kepada peserta didik menuju tercapainya tujuan pembelajaran tertentu.

c. J. R. David (1976) mengemukakan bahwa: strategi diartikan sebagai a plan, method, or series of activities designed to achieves a particular educational goal. Artinya adalah suatu rencana, metode atau rangkaian kegiatan yang didesain untuk mencapai tujuan pendidikan.

Page 30: PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE …

d. Wina Sanjaya (2006) menyatakan bahwa strategi pembelajaran merupakan rencana tindakan (rangkaian kegiatan) termasuk penggunaan metode dan pemanfaatan sebagai sumber daya atau kekuatan dalam pembelajaran.

Secara teoritis seorang guru telah paham tentang langkah-langkah

operasional suatu strategi pembelajaran. Namun, belum tentu seorang guru akan

mampu berhasil menerapkan strategi tersebut dalam pelaksanaan pembelajaran

dikelas. Keberhasilan guru merupakan suatu strategi pembelajaran, sangat

tergantung dari kemampuan guru menganalisis kondisi pembelajaran yang ada,

seperti tujuan pembelajaran, karakteristik siswa, kendala sumber belajar, dan

karakteristik bidang studi. Hasil analisis terhadap kondisi pembelajaran tersebut

dapat dijadikan pijakan dasar dalam menentukan strategi pembelajaran yang akan

digunakan. (Made Wena ,2009:14)

Beberapa definisi di atas maka penulis mengambil suatu konklusi bahwa

strategi pembelajaran adalah suatu cara atau siasat yang telah direncanakan oleh

guru yang di dalamnya meliputi metode, teknik dan taktik untuk mencapai tujuan

pembelajaran yang telah ditentukan. Artinya bahwa strategi pembelajaran sifatnya

masih konseptual dan untuk mengimplementasikannya digunakan berbagai

metode, teknik dan taktik.

Pembelajaran kooperatif adalah model pembelajaran yang mengutamakan

kerja sama untuk mencapai tujuan pembelajaran. Pembelajaran kooperatif

(cooperative learning) merupakan bentuk pembelajaran dengan cara siswa belajar

dan bekerja dalam kelompok-kelompok kecil secara kolaboratif, yang anggotanya

terdiri dari 4 sampai dengan 6 orang, dengan struktur kelompok bersifat

heterogen.(Abdul Majid, 2013:174)

Pembelajaran kooperatif merupakan salah satu model pembelajaran

kelompok yang memiliki aturan-aturan tertentu. Prinsip dasar pembelajaran

kooperatif adalah siswa membentuk kelompok kecil dan saling mengajar

sesamanya untuk mencapai tujuan bersama. Dalam pembelajaran kooperatif siswa

yang pandai mengajarkan kepada siswa yang kurang pandai tanpa merasa

Page 31: PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE …

dirugikan. Siswa yang kurang pandai dapat belajar dalam suasana yang

menyenangkan karena banyak teman yang membantu dan memotivasinya. Siswa

yang sebelumnya terbiasa bersikap pasif setelah menggunakan pembelajaran

kooperatif akan terpaksa berpartisipasi secara aktif agar bisa diterima oleh

anggota kelompoknya.

Pembelajaran kooperatif adalah pembelajaran yang secara sadar

menciptakan interaksi silih asah sehingga sumber belajar bagi siswa bukan hanya

guru dan buku ajar, tetapi juga sesama siswa (Made Wena, 2009:189)

Menurut Lie (2002) pembelajaran kooperatif adalah sistem pembelajaran

yang memberi kesempatan kepada siswa dalam tugas-tugas yang terstruktur, dan

dalam sistem ini guru bertindak sebagai fasilitator.

Pembelajaran kooperatif disusun dalam sebuah usaha untuk meningkatkan

partisipasi peserta didik, memfasilitasi peserta didik dengan pengalaman sikap

kepemimpinan dan membuat keputusan dalam kelompok serta memberikan

kesempatan pada peserta didik untuk berinteraksi dan belajar bersama-sama dan

saling membantu dengan latar belakang yang berbeda demi keberhasilan

kelompok. (Ali Mudlofir, 2016:83)

Sebagaimana yang dijelaskan dalam Al-Qur‟an Surat Al-Maidah ayat 2 :

إن ن وٱتقوا ٱلل ول تعاونوا علي ٱلثم وٱلعدو شديد ٱلعقاب ... وتعاونوا علي ٱلبر وٱلتقوى ٢ ٱلل

“ ... bertolong-tolonglah kalian dalam kebaikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam perbuatan dosa dan pelanggaran, dan bertakwalah kamu kepada Allah SWT, sesungguhnya Allah SWT sangat berat siksanya”. (Q.S. Al-Maidah:2)

Eggen dan Kauchak (1993:319) mendefinisikan strategi pembelajaran

kooperatif sebagai sekumpulan strategi mengajar yang digunakan guru agar

peserta didik saling membantu dalam mempelajari sesuatu. Oleh karena itu,

belajar kooperatif ini juga dinamakan “belajar teman sebaya”.

Page 32: PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE …

Menurut Slavin (1997), strategi pembelajaran kooperatif merupakan

metode pembelajaran dengan peserta didik bekerja sama dalam kelompok yang

memilki kemampuan heterogen.

Uraian diatas dapat disimpulkan bahwasanya strategi pembelajaran

kooperatif adalah suatu strategi pembelajaran yang menekankan pada sikap atau

perilaku bersama dalam bekerja sama atau membantu diantara sesama dalam

struktur kerja sama yang teratur pada kelompok yang terdiri atas dua orang atau

lebih, keberhasilan kerja sama sangat dipengaruhi oleh keterlibatan setiap anggota

kelompok itu sendiri.

b. Unsur-Unsur Dasar Pembelajaran Kooperatif

Pembelajaran kooperatif adalah suatu sistem yang di dalamnya terdapat

elemen-elemen yang saling terkait. Menurut Nurhadi & Senduk (2003) dan Lie

(2002) ada berbagai elemen yang merupakan ketentuan pokok dalam

pembelajaran kooperatif, yaitu (a) saling ketergantungan positif (positive

interdepedence); (b) interaksi tatap muka (face to face interaction); (c)

akuntabilitas individual (individual accountabillity); dan (d) keterampilan untuk

menjalin hubungan antarpribadi atau keterampilan sosial yang secara sengaja

diajarkan (use of collarative/social skill)

1) Saling Ketergantungan Positif

Dalam sistem pembelajaran kooperatif, guru dituntut untuk

mampu menciptakan suasana belajar yang mendorong agar siswa

merasa saling membutuhkan. Siswa yang satu membutuhkan siswa

yang lain, demikian pula sebaliknya. Dalam hal ini kebutuhan antara

siswa tentu terkait dengan pembelajaran (bukan kebutuhan yang

berada di luar pembelajaran).

Hubungan yang saling membutuhkan antara siswa satu dengan

siswa yang lain inilah yang disebut dengan saling ketergantungan

positif. Dalam pembelajaran kooperatif setiap anggota kelompok sadar

bahwa mereka perlu bekerja sama dalam mencapai tujuan. Suasana

Page 33: PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE …

saling ketergantungan tersebut dapat diciptakan melalui berbagai

strategi, yaitu sebagai berikut.

(a) saling ketergantungan dalam pencapaian tujuan.

(b) saling ketergantungan dalam menyelesaikan tugas.

(c) saling ketergantungan bahan atau sumber belajar.

(d) saling ketergantungan peran.

(e) saling ketergantungan hadiah.

2) Interaksi tatap muka

Interaksi tatap muka menuntut para siswa dalam kelompok

saling bertatap muka sehingga mereka dapat melakukan dialog, tidak

hanya dengan guru, tetapi juga dengan sesama siswa

(Nurhadi&Senduk, 2003). Jadi dalam hal ini, semua anggota

kelompok berinteraksi saling berhadapan, dengan menerapkan

keterampilan bekerja sama untuk menjalin hubungan antar sesama

anggota kelompok.

Dalam hal ini antar anggota kelompok melaksanakan aktivitas-

aktivitas dasar seperti bertanya, menjawab pertanyaan, menunggu

dengan sabar teman yang sedang memberi penjelasan, berkata sopan,

meminta bantuan, memberi penjelasan, dan sebgainya. Pada proses

pembelajaran yang demikian para siswa dapat saling menjadi sumber

belajar sehingga sumber belajar lebih bervariasi.

3) Akuntabilitas Individual

Mengingat pembelajaran kooperatif adalah pembelajaran

dalam bentuk kelompok, maka setiap anggota harus belajar dan

menyumbangkan pikiran demi keberhasilan pekerjaan kelompok.

Untuk mencapai tujuan kelompok (hasil belajar kelompok), setiap

siswa (individu) harus bertanggung jawab terhadap penguasaan materi

pembelajaran secara maksimal, karena hasil belajar kelompok didasari

atas rata-rata nilai individu.

Kondisi belajar yang demikian akan mampu menumbuhkan

tanggung jawab (akuntabilitas) pada masing-masing individu siswa.

Page 34: PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE …

Tanpa adanya tanggung jawab individu, keberhasilan kelomook akan

sulit tercapai.

4) Keterampilan Menjalin Hubungan Antarpribadi

Pembelajaran kooperatif dituntut untuk membimbing siswa

agar dapat berkolaborasi, bekerja sama dan bersosialisasi antaranggota

kelompok. Dengan demikian, dalam pembelajaran kooperatif,

keterampilan sosial seperti tenggang rasa, sikap sopan terhadap teman,

mengkritik iden dan bukan mengkritik teman, berani mempertahankan

pikiran logis, tidak mendominasi orang lain, mandiri, dan berbagai

sifat lainnya yang bermanfaat dalam menjalin hubungan antarpribadi

tidak hanya diasumsikan, tetapi secara sengaja diajarkan oleh guru.

(Made Wena, 2009:192)

Menurut Lie (2002) ada tiga hal penting yang perlu diperhatikan dalam

pengelolaan kelas model pembelajaran kooperatif, yaitu (a) pengelompokkan, (b)

semangat pembelajaran kooperatif, dan (c) penataan ruang kelas. Ketiga faktor

tersebut harus diperhatikan dan dijadikan pijakan dasar oleh guru dalam

menerapkan pembelajaran kooperatif dalam kelas. Tanpa memerhatikan masalah

tersebut, tujuan-tujuan pembelajaran kooperatif sulit tercapai.

c. Ciri-Ciri Pembelajaran Kooperatif

Pembelajaran kooperatif mempunyai ciri atau karakteristik sebagai

berikut:

1. Siswa bekerja dalam kelompok untuk menuntaskan materi belajar. 2. Kelompok dibentuk dari siswa yang memiliki keterampilan tinggi,

sedang, dan rendah (heterogen). 3. Apabila memungkinkan, anggota kelompok berasal dari ras, budaya,

suku, dan jenis kelamin yang berbeda. 4. Penghargaan lebih mendominasi pada kelompok daripada individu

(Ibrahim, dkk., 2000:6)

Pembelajaran kooperatif mencerminkan pandangan bahwa manusia belajar

dari pengalaman mereka dan partisipasi aktif dalam kelompok kecil membantu

Page 35: PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE …

siswa belajar keterampilan sosial, sementara itu secara bersamaan

mengembangkan sikap demokrasi dan keterampilan berpikir logis.

d. Strategi Pengertian Pembelajaran Kooperative Tipe STAD

Strategi Pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Teams Achievement

Division) dikembangkan pertama kali oleh Robert Slavin dan teman-temannya di

Universitas John Hopkins, dan merupakan model pembelajaran kooperatif paling

sederhana (Ibrahim,dkk., 2000:6). Masing-masing kelompok memiliki

kemampuan akademik yang heterogen (Development MA Project, 2002:31),

sehingga dalam satu kelompok akan terdapat satu siswa berkemampuan tinggi,

dua orang berkemampuan sedang, dan satu siswa lagi berkemampuan rendah.

STAD merupakan salah satu metode pembelajaran kooperatif yang paling

sederhana, dan merupakan model paling baik untuk tahap permulaaan bagi guru

yang baru menggunakan pendekatan kooperatif (Slavin, 2010:143). Para guru

menggunakan metode STAD untuk mengajarkan informasi akademik baru kepada

siswa setiap minggu, baik melalui pengajaran verbal maupun tertulis (Ibrahim,

dkk., 2000:20)

e. Langkah-langkah Strategi Pembelajaran Kooperatif tipe STAD

Langkah-langkah/pelaksanaan strategi pembelajaran kooperatif tipe STAD

adalah sebagai berikut:

a) Pembagian kelompok, siswa dibagi menjadi kelompok

beranggotakan empat atau lima orang yang beragam kemampuan,

jenis kelamin dan sukunya.

b) Guru memberikan materi pembelajaran.

c) Kegiatan Kelompok, siswa-siswa di dalam kelompok itu memastikan

bahwa semua anggota kelompok itu bisa menguasai pelajaran

tersebut.

d) Evaluasi, semua siswa menjalani kuis perorangan tentang materi

tersebut. Mereka tidak dapat membantu satu sama lain.

Page 36: PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE …

e) Nilai-nilai hasil kuis siswa dibandingkan dengan rata-rata nilai hasil

individu.

f) Penghargaan kelompok, nilai-nilai itu diberi hadiah berdasarkan

pada beberapa tinggi peningkatan yang bisa mereka capai atau

seberapa tinggi nilai itu melampaui nilai mereka sebelumnya. (Made

Wena, 2009:193)

e. Komponen utama STAD

STAD terdiri atas lima komponen utama yaitu presentasi kelas, tim, kuis,

skor kemajuan individual, rekognisi tim (Slavin , 2010:185). Kelima komponen

tersebut dapat dilihat dari uraian berikut ini :

a) Presentasi kelas

Materi dalam STAD pertama-tama diperkenalkan dalam presentasi di

dalam kelas. Ini merupakan pengajaran langsung seperti yang seringkali dilakukan

atau diskusi pelajaran yang dipimpin oleh guru, tetapi bisa juga memasukkan

presentasi audiovisual. Perbedaan presentasi kelas dengan pengajaran biasa

hanyalah harus benar-benar berfokos pada unit STAD.

Dengan cara ini, para siswa akan menyadari bahwa mereka harus benar-

benar memberi perhatian penuh selam persentasi kelas, kerena dengan demikian

akan sangat membantu mereka dalam mengerjakan kuis, dan skor kuis mereka

membantu skor tim mereka.

b) Tim

Tim terdiri dari empat atau lima siswa yang mewakili seluruh bagian dari

kelas dalam hal kinerja akademik, jenis kelamin, ras, etnisitas. Fungsi utama dari

tim ini adalah memastikan bahwa semua anggota tim benar-benar belajar, dan

lebih khususnya lagi adalah untuk mempersiapkan anggotanya untuk bisa

mengerjakan kuis dengan baik. Setelah guru menyampaikan materinya, tim

berkumpul untuk mempelajari lembar kegiatan atau materi lainnya.

Page 37: PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE …

c) Kuis

Setelah sekitar satu atau dua periode setelah guru memberikan presentasi

dan sekitar satu atau dua periode praktek tim, para siswa akan mengerjakan kuis

individual. Para siswa tidak diperbolehkan untuk saling membantu dalam

mengerjakan kuis. Sehingga, tiap siswa bertanggung jawab secara individu untuk

memahami materinya

d) Skor kemajuan individual

Skor yang diperoleh setiap anggota dalam kuis akan berkontribusi pada

kelompok mereka, dan ini didasarkan pada sejauh mana skor mereka telah

meningkat dibandingkan dengan skor rata-rata awal yang mereka capai pada kuis

yang lalu. Jika guru menggunakan STAD setelah guru melakukan tiga kuis atau

lebih, gunakanlah skor rata-rata sebagai skor awal. Berdasarkan skor awal setiap

individu ditentukan skor peningkatan/perkembangan. Rata-rata skor

peningkatan/perkembangan dari tiap individu dalam suatu kelompok akan

digunakan untuk menentukan penghargaan bagi kelompok yang berprestasi.

f. Kelebihan dan Kekurangan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD

Kelebihan pembelajaran koperatif menurut Jarolimek& Parker (1993)

adalah sebagai berikut:

1) Adanya saling ketergantungan yang positif antar siswa.

2) Adanya pengakuan dalam merespon perbedaan individu.

3) Siswa dilibatkan dalam perencanaan dan pengelolaan kelas.

4) Tercipta suasana kelas yang menyenangkan sehingga membuat siswa merasa rileks.

5) Terjalinnya hubungan hangat dan bersahabat antara siswa dengan guru.

6) Siswa memiliki banyak kesempatan untuk mengekspresikan pengalaman emosi yang menyenangkan.

Selain berbagai kelebihan, model STAD ini juga memiliki kelemahan.

Semua model pembelajaran memang diciptakan untuk memberi manfaat yang

Page 38: PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE …

baik atau positif pada pembelajaran, tidak terkecuali model STAD ini. Namun,

terkadang pada sudut pandang tertentu, langkah-langkah model tersebut tidak

menutup kemungkinan terbukanya sebuah kelemahan, seperti yang dipaparkan di

bawah ini.

1) Berdasarkan karakteristik STAD jika dibandingkan dengan pembelajaran

konvensional (yang hanya penyajian materi dari guru), pembelajaran

menggunakan model ini membutuhkan waktu yang relatif lama, dengan

memperhatikan tiga langkah STAD yang menguras waktu seperti

penyajian materi dari guru, kerja kelompok dan tes individual/kuis.

Penggunaan waktu yang lebih lama dapat sedikit diminimalisir dengan

menyediakan lembar kegiatan siswa (LKS) sehingga siswa dapat bekerja

secara efektif dan efisien. Sedangkan pembentukan kelompok dan

penataan ruang kelas sesuai kelompok yang ada dapat dilakukan sebelum

kegiatan pembelajaran dilaksanakan. Dengan demikian, dalam kegiatan

pembelajaran tidak ada waktu yang terbuang untuk pembentukan

kelompok dan penataan ruang kelas.

2) Model ini memerlukan kemampuan khusus dari guru. Guru dituntut

sebagai fasilitator, mediator, motivator dan evaluator (Isjoni, 2010:62).

Dengan asumsi tidak semua guru mampu menjadi fasilitator, mediator,

motivator dan evaluator dengan baik. Solusi yang dapat di jalankan

adalah meningkatkan mutu guru oleh pemerintah seperti mengadakan

kegiatan-kegiatan akademik yang bersifat wajib dan tidak membebankan

biaya kepada guru serta melakukan pengawasan rutin secara insindental.

Disamping itu, guru sendiri perlu lebih aktif lagi dalam mengembangkan

kemampuannya tentang pembelajaran.

2. Hasil Belajar Akidah Akhlak di Madrasah Aliyah

a. Pengertian Hasil Belajar

Hasil belajar dapat dijelaskan dengan memahami dua kata yang

membentuknya, yaitu hasil dan belajar. Pengertian hasil menunjukkan kepada

Page 39: PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE …

“Suatu aktivitas atau proses yang mengakibatkan berubahnya input secara

fungsional. Belajar merupakan proses dalam diri individu yang berinteraksi

dengan lingkungan untuk mendapatkan perubahan yang menjadi hasil belajar.”

(DEPDIKNAS, 2005:155)

Hasil belajar merupakan semua efek yang dapat dijadikan sebagai

indikator tentang nilai dari penggunaan strategi pembelajaran di bawah kondisi

yang berbeda. (Made Wena, 2009:6)

Menurut Hamalik hasil belajar adalah sebagai tingkat penguasaan yang

dicapai oleh pelajar dalam mengikuti proses belajar mengajar sesuai dengan

tujuan pendidikan yang ditetapkan.(Hamalik, 2004:49)

Untuk mengetahui perkembangan sampai dimana hasil yang telah dicapai

oleh seseorang dalam belajar, maka harus dilakukan evaluasi. Untuk menentukan

kemajuan yang dicapai maka harus ada kriteria (patokan) yang mengacu pada

tujuan yang telah ditentukan sehingga dapat diketahui seberapa besar

pengaruhtrtegi pembelajaran terhadap hasil belajar siswa.

Hasil belajar siswa menurut W. Winkel (1989:82) adalah keberhasilan

yang dicapai oleh siswa, yakni prestasi belajar siswa disekolah yang diwujudkan

dalam bentuk angka.

Menurut Winarno Surakhmad (1980:25) hasil belajar siswa bagi

kebanyakan orang berarti ulangan, ujian, atau tes. Maksud ulangan tersebut ialah

untuk memperoleh suatu indek dalam menentukan keberhasilan siswa.

Berdasarkan beberapa definisi diatas, maka dapat disimpulkan bahwa hasil

belajar adalah perubahan perilaku disebabkan karena dia mencapai penguasaan

atas sejumlah pembelajaran yang diberikan dalam proses belajar mengajar.

Pencapaian tersebut didasarkan atas tujuan pengajaran yang telah ditetapkan.

Hasil itu dapat berupa perubahan dalam aspek kognitif, afektif dan psikomotorik.

Untuk mengetahui tercapai tidaknya tujuan pembelajaran, guru perlu mengadakan

tes formatif pada setiap menyajikan suatu bahasan kepada siswa. Penilaian

Page 40: PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE …

formatif ini untuk mengetahui sejauh mana siswa telah menguasai tujuan

pembelajaran yang ingin dicapai.

b. Faktor yang Mempengaruhi Hasil Belajar Siswa

Hasil belajar dapat dipengaruhi oleh berbagai hal. Secara umum hasil

belajar dipengaruhi 2 faktor yakni :

1) Faktor internal (faktor dalam diri).

Faktor internal yang mempengaruhi hasil belajar yang pertama

adalah aspek Fisiologis. Untuk memperoleh hasil belajar yang baik,

kebugaran tubuh dan kondisi panca indera perlu dijaga dengan cara :

makanan/minuman bergizi, istirahat, olahraga. Adapun aspek psikologis

yang meliputi : intelegensi, sikap, bakat, minat, motivasi dan

kepribadian.

2) Faktor Eksternal (faktor luar diri)

Faktor ini meliputi : lingkungan sosial dan non-sosial. Faktor sosial

(teman, guru, keluarga, dan masyarakat) yaitu lingkungan dimana

seseorang bersosialisasi, bertemu dan berinteraksi dengan manusia

disekitarnya.

Faktor non-sosial ialah kondisi rumah, sekolah, peralatan, alam

(cuaca). Non-sosial seperti halnya kondisi rumah (secara fisik), apakah

rapi, bersih, aman, terkendali dari gangguan yang menurunkan hasil

belajar.

Dari paparan diatas dapat diketahui bahwasanya keberhasilan belajar dapat

dilihat dari berbagai faktor yang dapat mempengaruhi hasil belajar yakni, faktor

internal dan eksternal.

c. Pengertian Akidah Akhlak

1) Pengertian Aqidah

Page 41: PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE …

Secara etimologi, aqidah berakar dari kata “aqada-ya‟qidu-aqdan-aqidatan-

aqdan” berarti simpul, ikatan, perjanjian dan kokoh. (Yunahar, 1995:1) Beberapa

tokoh lain memberikan pengertian seperti berikut, dimana pengertian itu tidak

jauh berbeda seperti: Mahmud al-Khalidi, lafaz al-„aqidah, berarti al-ma‟qudah,

yaitu sesuatu yang diikat. Sementara menurut Lu‟ayyi Safi, mengikat dan

mengokokohkan perjanjian, yang juga berarti pembenaran (al-tasdik), keyakinan

(al-taykin) dan kepastian (al-jazm). (Muhammad Maghfur, 2002 : 244)

Sedangkan secara terminologis diartikan sebagai kepercayaan dan

keyakinan. Dan menurut Fathi Salim, kata “aqidah” berarti qolbu yang dibenarkan

akal. Maksud keyakinan qolbu adalah keyakinan wijdan (hati). Hati (qolbu)

dinyatakan yakin jika pembenaran (tasdik), tanpa ada sedikitpun penefian (nafy).

Inilah yang oleh Mahmud Syaltut disebut al-I‟tiqadal-jazim (keyakinan bulat).

Dari penjelasan di atas maka dapat dipahami aqidah merupakan sesuatu

yang sangat mendasar, karena bahasanya mengenai pokok-pokok dalam ajaran

Islam dalam hal keimanan, seperti: iman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya,

kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari akhir, dan iman kepada Qada dan Qadar.

Kesemuanya itu menyangkut masalah keyakinan yang tidak boleh bercampur

dengan keraguan.

2) Pengertian Akhlak

Pengertian akhlak menurut etimologis adalah perkataan “akhlak” berasal

dari bahasa Arab jama‟ dari “khulukun” yang menurut loghat diartikan: budi

pekerti, perangai, tingkah laku atau tabiat. Kalimat tersebut mengandung segi-segi

persesuaian dengan perkataan “khalkun” yang berarti: kejadian, serta erat

hubungannya dengan “khaliq” yang berarti pencipta, dan “makhluq” yang berarti:

yang diciptakan.(Yatimin Abdullah, 2007:2)

Secara terminologi, kata akhlak mempunyai beberapa pengertian,

diantaranya:

Page 42: PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE …

a. Ibnu Maskawaih (941-1030 M)

“Keadaan jiwa seseorang yang mendorongnya untuk melakukan perbuatan-perbuatan tanpa melalui pertimbangan pikiran (lebih dahulu).”

b. Imam al-Ghazali (1055-1111 M)

“Akhlak adalah sifat yang tertanam dalam jiwa yang menimbulkan perbuatan-perbuatan dengan gampang dan mudah, tanpa memerlukan pemikiran dan pertimbangan.”

c. Ahmad Amin

“Kebiasaan kehendak”. Berarti bahwa kehendak itu bila membiasakan sesuatu maka kebiasaannya itu disebut akhlak. Dan bila kehendak itu membiasakan memberi, kebiasaan kehendak ini ialah akhlak dermawan. (Samsul Munir Amin, 2016:3)

Beberapa definisi diatas dapat disimpulkan bahwa akhlak merupakan sifat

yang tertanam dalam jiwa manusia kemudian muncul secara spontan apabila

diperlukan untuk melakukan perbuatan atau berkehendak tanpa adanya dorongan

dari luar.

3) Fungsi Studi Pembelajaran Akidah Akhlak

Adapun fungsi mempelajari Akidah Akhlak yaitu:

a. Mendorong agar siswa meyakini dan mencintai akidah Islam.

b. Mendorong siswa untuk benar-benar yakin dan taqwa kepada Allah.

c. Mendorong siswa untuk mensyukuri nikmat Allah SWT

d. Menumbuhkan pembentukan kebiasaan berakhlak mulia dan beradat

kebiasaan yang baik.

B. Acuan Teoritis

Penelitian tindakan ini menggunakan model Kemmis Mc Taggart dengan

dua siklus. Masing-masing siklus terdiri dari perencanaan (planning),tindakan

(acting), pengamatan (observing), dan refleksi. Prosedur penelitian tindakan ini

diawali dengan dilakukan penelitian pendahuluan, dilanjutkan dengan tindakan

Page 43: PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE …

pertama atau siklus I yang terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi,

refleksi, pada mata pelajaran Akidah Akhlak kelas VIII, penelitian akan

dilanjutkan dengan pemberian siklus II sebagai perbaikan.

Bagan 1.1

Siklus PTK Model Kemmis Mc Taggart

C. Model Tindakan

Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan model penelitian

tindakan dari Kemmis dan Mc Taggart (Arikunto, 2002:83), yang terdiri atas

beberapa siklus. Masing-masing siklus terdiri dari perencanaan (planning),

pelaksanaan tindakan (acting), pengamatan (observing), refleksi (reflecting) dan

revisi.

1. Perencanaan (planning)

Perencanaan awal peneliti dan guru berkolaborasi bersama-sama menelaah

terhadap mata pelajaran akidah akhlak di kelas VIII, kemudian peneliti menyusun

rencana pembelajaran (RPP) materi pokok menghindari perilaku tercela.

Page 44: PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE …

Peneliti merencanakan tindakan dalam 2 siklus. siklus pertama ditargetkan

dapat mencapai indikator menjelaskan pengertian namimah, ananiah, hasad, dan

ghadab, mengidentifikasi bentuk dan contoh namimah, ananiah, hasad, dan

ghadab.

Sedangkan siklus kedua ditargetkan dapat mencapai indikator

menunjukkan nilai-nilai negatif akibat perbuatan namimah, ananiah, hasad, dan

ghadab, membiasakan diri untuk mengindari diri dari perilaku namimah, ananiah,

hasad dan ghadab

2. Pelaksanaan tindakan (acting)

Pelaksanaan tindakan dengan mengimplementasi dari perencanaan yang

telah dipersiapkan, yaitu pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan metode

STAD.

3. Pengamatan (observing)

Observering mengamati jalannya pembelajaran dengan model

pembelajaran kooperatif tipe STAD. Observasi dilaksanakan bersamaan

pelaksanaan tindakan dengan menggunakan lembar observasi yang telah dibuat.

4. Refleksi (reflecting)

Hasil dari tahap observasi selama kegiatan pembelajaran dikumpulkan

serta dianalisis untuk mendapatkan gambaran pembelajaran yang telah dilakukan.

D. Kerangka Berpikir

Akidah akhlak adalah suatu ilmu yang mempelajari tentang keyakinan dan

tingkah laku manusia. Akidah akhlak adalah suatu ilmu yang berurutan dan

berjenjang. Untuk mempelajari ilmu akidah akhlak harus menggunakan disiplin

dan cara-cara atau metode yang tepat. Langkah-langkahnya yaitu menemukan

masalah, membuat hipotesis, melakukan eksperimen, menarik kesimpulan, dan

menyusun teori.

Page 45: PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE …

Dalam pembelajaran yang dilakukan di kelas harus diupayakan mampu

menuntut siswa untuk dapat berpikir, mengadakan analisis, membentuk sikap

positif, memecahkan masalah, merangsang dan memungkinkan siswa untuk

mengorganisasikan belajarnya sendiri, berpikir secara mendiri serta bekerja secara

kooperatif untuk mengembangkan kemampuan.

Untuk itu diperlukan proses pembelajaran yang dapat mengembangkan

berbagai kemampuan siswa. Hal ini dapat dibantu dengan proses belajar bersama

dengan teman sebaya dan guru berperan sebagai fasilitator sekaligus moderator

dan pembimbing, melalui penerapan kooperatif tipe STAD. Melalui strategi

kooperatif ini siswa bukan saja diberi kesempatan belajar tetapi mengajarkan satu

sama lain sehingga diharapkan siswa mampu mengungkapkan kemampuannya

dan berpikir sendiri untuk memberikan ilmu kepada yang lain yang belum

mengerti.

D. Hipotesis

Dari penyusunan acuan teoritis dan kerangka berpikir di atas, maka

hipotesis dalam penelitian ini adalah “jika diterapkan model pembelajaran

kooperatif tipe STAD diduga dapat meningkatkan hasil belajar akidah akhlak

siswa kelas VIII di Sekolah Menengah Pertama Baiturrahim Kota Jambi.”

Page 46: PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE …

BAB III

MEODE PENELITIAN

A. Tempat dan waktu penelitian

Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di Sekolah Menengah Pertama

Baiturrahim Kota Jambi pada mata pelajaran Akidah Akhlak kelas VIII.

Penelitian ini akan dilaksakan pada semester genap 2018/2019.

B. Rancangan Tindakan

1. Tindakan Siklus I

a) Perencanaan

Pada tahap ini peneliti mempersiapkan rencana pelaksanaan

pembelajaran (RPP) ,sumber dan media pembelajaran, lembar kerja

siswa dan lembar observasi aktivitas guru dan siswa.

b) Tindakan

Pada pertemuan ini, peneliti menggunakan Strategi Pembelajaran

Kooperative tipe STAD (Student Teams Achievement Division) dengan

menerapkan tindakan yang mengacu pada RPP yang telah dibuat.

c) Observasi

Pada tahap penelitian ini, kegiatan yang dilakukan

peneliti,dimana secara berbarengan kolaborator/ observer melakukan

pengamatan terhadap kegiatan pembelajaran yang sedang berlangsung

dengan menggunakan lembar observasi yang telah dibuat.

d) Refleksi

Pada tahapan ini peneliti bersama guru melakukan refleksi hasil

evaluasi dari pelaksanaan siklus I tentang keempat aspek tersebut

penelian pembelajaran , aktitifitas siswa,guru, hasil belajar. Jika hasil

yang diharapkan belum tercapai maka dilakukan refleksi untuk

perbaikan yang dilakukan disiklus II.

Page 47: PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE …

2. Tindakan Siklus II

Kegiatan yang dilakukakan pada siklus kedua dimaksudkan sebagai

perbaikan dari siklus pertama. Tahapan pada siklus kedua identik dengan siklus

pertama yaitu diawali perencanaan (observation) dan refleksi. Pada tahap ini

dilakukan refleksi terhadap siklus I dan II. Apabila hasil yang dilakukakan sudah

mencapai target maka siklus sudah dianggap selesai.

C. Prosedur Tindakan

1. Perencanaan (Planning)

a. Menyiapkan RPP yang menerapkan pembelajaran kooperatif tipe STAD

b. Menyiapkan LKS. Menyiapkan instrumen (tes dan lembar observasi)

c. Menyusun kelompok belajar siswa

2. Tindakan (Acting)

Melaksanakan langkah-langkah sesuai rencana pembelajaran yang telah

disusun

a. Melakukan tes awal pada kelas sampel penelitian untuk mengetahui kemampuan awal siswa

b. Memberi arahan tentang model pembelajaran kooperatif tipe STAD

c. Ketika proses pembelajaran berlangsung dilakukan observasi mengenai kinerja guru dan siswa

d. Melakukan tes akhir untuk mengetahui hasil belajar siswa sesudah diterapkannya model pembelajaran kooperatif tipe STAD

3. Pengamatan (Observing)

a. Mengumpulkan data penelitian b. Melakukan diskusi dengan guru akidah akhlak untuk membahas tentang

kelemahan atau kekurangan proses pembelajaran yang telah dilakukan

4. Refleksi (Reflecting)

a. Menganalisis data yang diperoleh untuk memperbaiki dan menyempurnakan tindakan pada siklus selanjutnya

Page 48: PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE …

b. Menganalisis kelemahan dan keberhasilan dari proses pembelajaran yang berlangsung dan mempertimbangkan langkah selanjutnya.

D. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah:

a. Melalukan skor pengamatan melalui lembar observasi siswa dan guru

b. Siswa menyelesaikan soal tes tiap akhir siklus serta

b. Observasi yang dilakukan pada saat kegiatan belajar mengajar berlangsung.

Hasil setiap pengamatan di diskusikan pada saat menganalisis data dan

sangat berguna untuk menentukan tindakan pada siklus selanjutnya.

E. Jenis dan Sumber Data

1. Sumber data dalam penelitian ini terdiri beberapa sumber yaitu peserta

didik, guru, kolaborator.

2. Jenis data: kualitatif dan kuantitatif. Kualitatif terdiri dari hasil

pengamatan peneliti. Sedangkan kuantitatif berasal dari lembar kerja siswa dan

lembar soal tiap siklus.

F. Jenis Instrumen

1. Instrumen tes

Instrumen tes merupakan salah satu instrumen yang digunakan untuk

melakukan pengukuran. Instrumen Tes sebagai alat penilaian adalah

pertanyan-pertanyaan yang diberikan kepada siswa dalam bentuk soal

pilihan ganda dan kuis.

2. Lembar pengamatan aktivitas guru dan siswa

Instrumen ini dirancang peneliti dengan melakukan penilaian

sikap,karekteristik siswa atau kepribadian peserta didik, kemauan

tanggapan atau pandangan siswa terhadap pembelajaran. Lembar

observasi ini berkolaborasi dengan guru kelas untuk mengumpulkan data

mengenai kinerja guru dan keaktivasan siswa.

Page 49: PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE …

G. Teknik Analisis data

Penelitian ini dianalisis dengan menggunakan analisis kuantitatif

1. Data aktivitas guru dan siswa diperoleh dai hasil observasi dan analisis

menggunakan rumus ( Aqib,2009:42)

NA=

×100%

Keterangan :

NA: nilai aktif yang dicari

js : jumlah skor yang diperoleh

sm: skor maksimun

100: Bilangan tetap

2. Analisis kuantitatif dihitung dengan menggunakan rumus sebagai

berikut:

a. Nilai hasil belajar siswa dihitung dengan menggunakan rumus

berikut :

Nilai siswa =

x 100

b. ketuntasan belajar siswa secara klasikal dihitung dengan

menggunakan rumus :

ketentuan klasikal =

x100

H. Indikator keberhasilan

Pembelajaran dalam menerapkan Strategi Pembelajaran Kooperativ tipe

(Student Teams Achievement Division) STAD dalam penelitian ini dikatakan

berhasil apabila adanya peningkatan aktivitas siswa dalam setiap pembelajaran

dari siklus I sampai siklus II dan mencapai 70 serta peningkatan hasil belajar

dalam setiap pembelajaran dari siklus I sampai siklus II. Adapun kriteria

indikator keberhasilan aktivitas dan indikator keberhasilan belajar siswa adalah

sebesar 85%.

Page 50: PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE …

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Gambaran Umum

1) Sejarah SMP Baiturrahim Kota Jambi

Sejalan dengan perkembangan zaman dan lajunya pertumbuhan yang

menuntut adanya peningkatan Sumber Daya Manusia yang berkualitas, bukan saja

dari segi pengetahuan umum tetapi pengetahuan Agama. Maka alternatif yang

ditempuh untuk mewujudkan hak tersebut adalah dengan melalui jalur pendidikan

yang mengupayakan terjadinya transpormasi pengetahuan, sikap, dan

keterampilan, sehingga kecerdasan manusia dapat memecahkan problem hidup

masyarakat.

Hadirnya suatu lembaga pendidikan merupakan bagian yang tidak

terpisahkan dalam rangka mewujudkan manusia yang berkualitas, demikian juga

halnya dengan Yayasan Baiturrahim Kota Jambi yang mendirikan SMP

Baiturrahim Kota Jambi yang beralamat di Jl. H. Syamsoe Bachrun No. 32 RT. 03

Kelurahan Selamat Kecamatan Danau Sipin Kota Jambi. SMP Baiturrahim Kota

Jambi, didirikan pada tahun 1987 dengan Surat Keputusan Kepala kantor wilayah

departemen pendidikan dan kebudayaan provinsi jambi NO. 1327/1ui.1.1/b.87.

pada awal berdirinya SMP Baiturrahim Jambi di pimpin atau di kepalai oleh Drs.

Asrizul setelah satu tahun digantikan oleh ibu Hj. Chairunnas. Dikarenakan ibu

Hj. Chairunnas telah memasuki masa pensiun, setelah itu SMP Baiturrahim Kota

jambi di pimpin oleh bapak Drs.Khaidir Biran dan saat ini SMP Baiturrahim Kota

Jambi di pimpin oleh ibu Dra. Fitri Herlina. Disamping kepala SMP Baiturrahim

Kota Jambi mendapatkan 1 orang guru Pegawai Negri Sipil (PNS) yang

ditugaskan oleh pemerintah untuk mengajar di SMP Baiturrahim Kota Jambi, 4

orang pegawai tetap yang diangkat oleh Yayasan Baiturrahim Kota Jambi, salah

satunya termasuk kepala sekolah Dra. Fitri Herlina. Jumlah siswa SMP

Baiturrahim Kota Jambi pada tahun ajaram 2018/2019 ini keseluruhan berjumlah

137 orang siswa yang terbagi menjadi 6 kelas.Sedangkan jumlah seluruh guru

Page 51: PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE …

atau karyawan 15 orang terdiri dari 1 orang PNS.3 orang guru tetap, dan 11 orang

guru honorer.

2) Visi dan Misi SMP Baiturrahim Kota Jambi

SMP Biaturrahim Kota Jambi yang didirikan pada tahun 1987 ini memilki

visi dan misi sebagai berikut :

a. Visi

„‟Unggul dalam prestasi yang berwawasan IPTEK dan IMTAQ,

berbudaya, disiplin, berbudi pekerti yang luhur dalam suasana aman dan

menyenangkan‟‟.

b. Misi

a) Menanamkan keyakinan/akidah melalui pengalaman agama.

b) Mengembangkan pengetahuan IPTEK, bahasa, olahraga dan seni

budaya sesuai bakat, minat, dan potensi siswa.

c) Membiasakan jujur, disiplin, dan tepat waktu.

d) Mengoptimalkan proses pembelajaran aktif, kreatif,efektif dan

menyenangkan, serta menumbuhkan nilai-nilai budi pekerti luhur.

e) Menjalin kerja sama yang harmonis antara warga sekolah, komite

sekolah dan lingkungannya.

3) Kurikulum SMP Baiturrahim Kota Jambi

Mata pelajaran di SMP Baiturrahim Kota Jambi meliputi

1. Kurikulum KTSP terdiri dari :

a. Pendidikan Agama Islam

Al-Qur‟an Hadist

Akidah Akhlak

Fiqih

Sejarah kebudayaan islam

Page 52: PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE …

b. Pendidikan kewarganegaraan

c. Bahasa indonesia

d. Bahasa inggris

e. Matematika

f. Ilmu Pengetahuan Alam

g. Ilmu Pengetahuan Sosial

h. Seni budaya

i. Industri kecil

j. Pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan

k. Keterampilan/Teknologi informasi dan komunikasi

4) Keadaaan Tenaga Pendidik dan Kependidikan

Guru di SMP Baiturrahim kota jambi mempunyai tugas utama dalam

mengelola pembelajaran untuk disampaikan kepada siswa/i. Guru adalah

pelaksana dan pengembangan program kegiatan proses belajar mengajar.

Sebagaimana diketahui salah satu komponen pendidikan, guru memegang peran

penting dalam mencapai tujuan pendidikan guru merupakan orang tua kedua

disekolah, oleh karena itu tugas seorang guru adalah mengarahkan siswa/i nya

untuk melakukan kebaikan baik itu berupa pengetahuan, keterampilan, dan

perilaku yang baik yang berguna bagi mereka dalam menghadapi tantangan dan

modal untuk menghadapi masa depan yang lebih baik dalam kehidupan.

Pada tahun pelajaran 2013/2014 terjadi pergantian kepala sekolah yaitu

Bapak Drs. Khaidir Biran kepada Dra. Fitri herlina pada tanggal 02 September

2013. Sedangkan jumlah Guru dan Karyawan adalah berjumlah 15 orang yang

terdiri dari 1 orang guru PNS, 3 orang Guru tenaga tetap Yayasan SMP

Baiturrahim Kota Jambi dan 11 orang Guru tenaga honorer. Selanjutnya dapat

dilihat tabel berikut:

Page 53: PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE …

Tabel 2.1. Keadaan Guru / Karyawan di SMP Baiturrahim Kota Jambi Tahun

Pelajaran 2018/2019

No Nama NIP

NUPTK Jabatan Ijazah Bidang studi

1 Dra. Fitri Herlina 196602161997022001 5433743646300142

Kepala sekolah

Bimbingan Konseling

S1 Bimbingan Konseling

2 Hj. Nurhayati, B.Ac 8033732634300013

Bendahara DIII

3 Drs. Khaidir 3337736638200033

Guru/Waka S1 Agama Islam

4

Yuliana

9037753655300073

TU SMEA

5

Mayasari, S.Pd

3241749650300010

Guru Pembina osis

S1 IPS

6 Tetiyeni, S.Pd 5537749651300072

Guru S1 IPA

7

Muhammad Darwin, S.Pd 7152759661200013

Guru S1 PKN, Iqra‟

8

Umi Kalsum, S.Pd

87357568300032

Guru S1 Bhs. Indonesia

9 Animar Y, S.Pd

Guru S1 IPS, Inkil

Page 54: PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE …

Jumlah siswa SMP Baiturrahim Kota Jambi pada tahun ajaran 2018/2019

secara keseluruhan berjumlah 137 orang siswa yang terbagi menjadi 6 kelas.

Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel 2.2. Daftar Jumlah Siswa SMP Baiturrahim

Kota jambi Tahun Pelajaran 2018/2019

NO KELAS LAKI-LAKI PEREMPUAN JUMLAH

1 VII A 13 8 21

2 VII B 12 8 20

3 VIII A 16 6 22

4 VIII B 16 7 23

5 IX A 14 11 25

6 IX B 15 11 26

Total 137

1535747649300062

10 Astute Hidayah, S.Pd 5546763664300102

Guru S1 Matematika

11 Kholisha Bara, S.Pd Guru S1 Matematika

12 Delpina Risi, S.Pd.I Guru S1 Kesenian

13 Aldina Afitriani,S.Pd Guru /TU S1 Konseling

14 Eka Septiarini Carolina, M.Pd

Guru S2 b. inggris

15 Rifai, S.KOM Guru S1 TIK

Page 55: PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE …

5) Keadaan Sarana dan Prasarana

SMP Baiturrahim Kota Jambi sebagai lembaga formal tidak terlepas dari

sarana dan prasarana yang dimiliki sebagai pusat pendidikan dan pengajaran

untuk proses belajar dan mengajar berlangsung. SMP Baiturrahim kota jambi

terletak sangat strategis sekali, karena berada di tengah-tengah pusat kota jambi

dan juga berada di pinggir jalan. Keadaan sarana dan prasarana atau alat-alat yang

menunjang dan membantu proses pembelajaran di SMP Baiturrahim Kota jambi

dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 2.3. Keadaan Sarana dan Prasarana SMP Baiturrahim

Kota Jambi Tahun 2018/2019

No Jenis Jumlah Ket

1 Kantor 1 Ruangan Baik

2 Ruang Kelas 6 Ruangan Baik

3 Ruang Perpustakaan 1 Ruangan Baik

4 Laboratorium IPA 1 Ruangan Baik

5 Laboratorium Komputer 1 Ruangan Baik

6 WC/ Kamar Mandi 6 Ruangan Baik

7 Komputer 9 Unit Baik

8 Mesin Copy/Printer 1 Unit Baik

9 Jam Dinding 10 Buah Baik

10 Tape Recorder 1 Buah Baik

11 Microphone 2 Buah Baik

12 Lapangan Olahraga 1 Tempat Baik

Page 56: PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE …

13 Alat Rabana 1 Set Baik

14 Perlengkapan Pramuka 1 Set Baik

15 Kursi dan Meja Guru 22 Set Baik

16 Kursi dan Meja Tamu 1 Set Baik

17 Kursi dan Meja Belajar 130 Set Baik

18 Lemari Kayu 8 Buah Baik

19 Papan Tulis 8 Buah Baik

20 Kantin 6 Unit Baik

21 Tempat sampah 12 Buah Baik

22 Televisi 1 Buah Baik

B. Analisis Data Penelitian Persiklus

1. Data Hasil Penelitian Pra Siklus

Sebagaimana hasil identifikasi masalah, ditemukan bahwa hasil belajar mata

pelajaran Akidah Akhlak kelas VIII A sebelumnya dikatakan masih rendah atau

belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yaitu dengan rata-rata

58,64. Hal ini diketahui dari jumlah 22 siswa yang tuntas belajar baru 7 siswa dan

yang belum tuntas sebanyak 15 siswa. Selanjutnya untuk mengetahui hasil pra

siklus dapat dilihat dari tabel berikut :

Page 57: PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE …

Tabel 3.1 Distribusi Hasil Pretest (Pra Siklus)

No Nama Skor Keterangan

T TT

1 Adinda 35 √

2 Aditya Anugrah 55 √

3 Aditya Zata 50 √

4 Ajeng Aristy 70 √

5 Aldi Satilka 40 √

6 Febri Saputra 45 √

7 Ferli Liliansyah 65 √

8 Ininda Kurnia Susanti 40 √

9 Iqbal Febra Saputra 75 √

10 Kayla Syahrani 70 √

11 M. Alif Satiro 60 √

12 M. Febriady Raihan 60 √

13 M. Iqbal 70 √

14 M. Rivan Aitama Putra 45 √

15 M. Rizky Zein 55 √

16 M. Royhan Febriansyah 55 √

17 M. Saufi 65 √

Page 58: PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE …

18 Novaldi 60 √

19 Putra Reza Pratama 60 √

20 Rahmi Octavia 75 √

21 Rapel Pawansyahputra 70 √

22 Ulfa Dwiyanti 70 √

Jumlah 1290 7 15

Jumlah Skor 1290

Jumlah Skor Maksimal Ideal 2200

Rata-rata Skor Tercapai 58,64

Presentase Ketuntasan Belajar Siswa 31,82%

Keterangan :

T : Tuntas

TT : Tidak Tuntas

Jumlah siswa yang tuntas : 7

Jumlah siswa yang tidak tuntas : 15

Rata-rata skor tercapai : 58,64

Presentase ketuntasan belajar siswa : 31,82%

Pernyataan : Belum Tuntas

Berdasarkan data tersebut diatas, untuk meningkatkan hasil belajar siswa

pada mata pelajaran Akidah Akhlak siswa kelas VIII A semester II pada

kompetensi dasar Perilaku Tercela, maka peneliti disini akan menggunakan

Strategi Kooperative tipe STAD yang dilaksanakan dalam dua siklus.

Selanjutnya untuk mengetahui data Penelitian Tindakan Kelas (PTK) pada

aktivitas siswa akan dinilai di akhir proses pembelajaran yang dilaksanakan di

kelas VIII A SMP Baiturrahim Kota Jambi pada tiap siklus dengan menggunakan

Page 59: PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE …

pendekatan kualitatif. Sedangkan hasil observasi dan tes formatif digunakan

sebagai instrumen untuk mengetahui pengaruh penggunaan startegi kooperative

tipe STAD terhadap penigkatan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Akidah

Akhlak kompetensi dasar Perilaku Tercela.

Adapun Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) pada mata pelajaran Akidah

Akhlak di kelas VIII A SMP Baiturrahim Kota Jambi adalah 70, sebagai ukuran

ketuntasan individual, jika siswa tersebut memperoleh nilai ≥ 70. Sedangkan

presentase ketuntasan belajar siswa pada kompetesi dasar Perilaku Tercela jika

mencapai 85% siswa yang telah tuntas belajarnya.

2. Data Hasil Penelitian Siklus I

a. Tahap Perencanaan

Pada tahap ini penelitian mempersiapkan perangkat pembelajaran yang

terdiri dari :

RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran)

Merancang Pembentukan Kelompok

Menyusun Kuis

Menyiapkan lembar Observasi Siswa dan Guru

Menyiapkan Lembar Tes Formatif Siswa

b. Tahap Pelaksanaan Tindakan

Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar untuk siklus I dilaksanakan pada

tanggal 04 Maret 2019 di kelas VIIIA dengan jumlah 22 siswa. Dalam hal ini

peneliti bertindak sebagai pengajar. Adapun proses pembelajaran mengacu pada

RPP yang telah dipersiapkan. Pengamatan (observasi) dilaksanakan bersamaan

dengan pelaksanaan proses belajar mengajar.

Dalam tidakan Silus I ini materi yang akan disampaikan kepada siswa

adalah mengenai pengertian, macam-macam sifat tercela, dan cara

menghindarinya dengan menerapkan strategi pembelajaran kooperatif tipe STAD.

Penerapan strategi pembelajaran tersebut terdiri atas :

Page 60: PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE …

1) Menyampaikan tujuan pembelajaran dan memotivasi siswa sebelum

menyampaikan materi mengenai pengertian, macam-macam sifat

tercela, dan cara menghindarinya.

2) Penyajian Informasi, guru menyampaikan atau menyajikan materi

pelajaran yang akan di ajarkan secara singkat dan padat.

3) Guru membagi semua siswa ke dalam 5 kelompok yang

perkelompoknya terdiri atas 5 orang siswa dan siswi secara acak dan

heterogen.

4). Guru membimbing kelompok-kelompok belajar untuk bekerja sama

dalam mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru.

5) Guru memberikan penghargaan kepada individu maupun kelompok

terhadap nilai tertinggi dan upaya yang telah dicapai oleh siswa.

Pada akhir proses belajar mengajar siswa diberi tes formatif dengan tujuan

untuk mengetahui tingkat keberhasilan siswa dalam proses belajar mengajar yang

telah dilakukan. Adapun data hasil penelitian pada siklus I adalah sebagai berikut:

Tabel 3.2. Distribusi Hasil Tes Formatif Siklus I

No Nama Skor Keterangan

T TT

1 Adinda 50 √

2 Aditya Anugrah 60 √

3 Aditya Zata 75 √

4 Ajeng Aristy 75 √

5 Aldi Satilka 60 √

6 Febri Saputra 65 √

7 Ferli Liliansyah 70 √

Page 61: PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE …

8 Ininda Kurnia Susanti 50 √

9 Iqbal Febra Saputra 85 √

10 Kayla Syahrani 80 √

11 M. Alif Satiro 70 √

12 M. Febriady Raihan 70 √

13 M. Iqbal 75 √

14 M. Rivan Aitama Putra 60 √

15 M. Rizky Zein 70 √

16 M. Royhan Febriansyah 60 √

17 M. Saufi 70 √

18 Novaldi 65 √

19 Putra Reza Pratama 70 √

20 Rahmi Octavia 80 √

21 Rapel Pawansyahputra 70 √

22 Ulfa Dwiyanti 80 √

Jumlah 1510 14 8

Jumlah Skor 1510

Jumlah Skor Maksimal Ideal 2200

Rata-rata Skor Tercapai 68,64

Presentase Ketuntasan Belajar Siswa 63,64%

Keterangan :

Page 62: PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE …

T : Tuntas

TT : Tidak Tuntas

Jumlah siswa yang tuntas : 14

Jumlah siswa yang belum tuntas : 8

Rata-rata skor tercapai : 68,64

Presentase ketuntasan belajar siswa : 63,64%

Dari data diatas dapat dijelaskan bahwa pelajaran akidah akhlak dengan

menerapkan strategi pembelajaran kooperratif tipe STAD diperoleh nilai rata-rata

hasil belajar siswa adalah 68,64 dan ketuntasan belajar mencapai 63,64% atau ada

14 siswa dari 22 siswa sudah tuntas belajar. Hal tersebut menunjukkan bahwa

pada siklus pertama secara klasikal siswa belum tuntas belajar, karena siswa yang

memperoleh nilai ≥70 hanya sebesar 63,64%, lebih kecil dari presentase

ketuntasan belajar yang dikehendaki yakni sebesar 85%. Dengan demikian, perlu

dilakukan peningkatan untuk mencapai kriteria yang telah ditetapkan tersebut.

Sedangkan lembar pengamatan aktivitas guru dalam pembelajaran

kooperative tipe STAD pada siklus I ditunjukkan pada tabel sebagai berikut :

Tabel 3.3. Skor Lembar Pengamatan Aktivitas Guru Siklus I

No. Data Lembar Pengamatan Aktivitas Guru Siklus I

1. Skor yang diperoleh 23

2. Skor maksimal 40

3. Presentase 57,5%

4. Kriteria Cukup

Page 63: PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE …

Dari tabel diatas, kinerja guru dalam kriteria cukup dengan nilai

presentase 57,5%. Dari hasil analisis lembar pengamatan guru yang belum

maksimal tersebut akan diperbaiki dalam siklus selanjutnya. Guru harus berusaha

mengelola kelas dengan baik lagi, dan guru juga harus dapat membimbing

pembelajaran melalui strategi pembelajaran kooperative tipe STAD kepada siswa

dengan membimbing siswa agar dapat mamahami materi pelajaran akidah akhlak

yang sedang diajarkan. Siswa dapat belajar dengan aktif bersama teman

sekelompoknya, dan teman yang lebih paham dapat membantu siswa

sekelompoknya dengan cara berinteraksi satu sama lain untuk memecahkan

masalah dalam forum diskusi.

Tabel 3.4 Skor Lembar Pengamatan Aktivitas Siswa Siklus I

No Data Lembar Pengamatan Aktivitas Siswa Siklus I

1 Skor yang diperoleh 22

2 Skor maksimal 40

3 Presentase 55%

4 Kriteria Cukup

Tabel diatas ini menunjukkan bahwa aktivitas siswa pada siklus I masih

jauh dari yang diharapkan atau bisa dikatakan masih kurang, dilihat dari skor yang

diperoleh yakni sebesar 22 dari 40 (cukup). Hal ini terlihat bahwa siswa belum

terbiasa dengan pembelajaran model seperti ini bahkan memang benar-benar

siswa belum pernah mendapatkan cara belajar dengan pembelajaran berkelompok,

ditambah lagi siswa dituntut untuk aktif dan siswa harus benar-benar belajar dan

bekerja sama dengan teman kelompoknya bukan hanya mendengar dan mencatat

saja. Untuk mengetahui hasil secara rinci tabel diatas, perhitungan skor lembar

pengamatan aktivitas guru dalam pembelajaran strategi kooperative tipe STAD

siklus I dapat dilihat pada lampiran.

Page 64: PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE …

c. Observasi

Dari pengamatan selama pelaksanaan kegiatan belajar mengajar diperoleh

informasi, bahwa :

1) guru kurang maksimal dalam memotivasi siswa dalam menyampaikan

tujuan pembelajaran,

2) guru belum maksimal dalam pengelolaan waktu sehingga kurang efektif

nya diskusi,

3) guru kurang membimbing serta memperhatikan siswa dalam

mengerjakan tugas kelompok

4) guru kurang mendorong dan melatih siswa dalam pembelajaran

kooperative

5) guru kurang membimbing siswa memahami serta merangkum materi

pembelajaran.

d. Refleksi

Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar pada siklus I ini masih terdapat

kekurangan, sehingga perlu adanya revisi untuk dilakukan pada siklus berikutnya

yaitu pada siklus II. Hal-hal yang akan dilakukan pada siklus selanjutnya meliputi:

1) guru perlu lebih terampil dalam memotivasi siswa dan lebih jelas dalam

menyampaikan tujuan pembelajaran,

2) guru perlu mengelola waktu dan mendistribusikan secara tepat sehingga

siswa dapat memakai waktu nya untuk berdiskusi dengan nyaman tanpa

terburu-buru,

3) guru harus membimbing serta meperhatikan siswa nya dalam

mengerjakan tugas kelompok agar semua siswa dapat berpartisipasi dalam

berjalan nya diskusi,

4) guru harus dapat memberikan arahan serta dorongan dalam melatih siswa

belajar mandiri dengan menggunakan strategi kooperative tipe STAD

tersebut,

5) guru harus membimbing siswa yang kurang memahami serta kurang

mengerti dalam merangkum materi pembelajaran.

Page 65: PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE …

e. Keputusan

Berdasarkan hasil pembelajaran pada siklus I, hanya 14 siswa yang tuntas

dari 22 orang siswa yang mendapat nilai >70 sesuai dengan KKM dengan

persentase 63,64%. Oleh karena itu, perlu ada perbaikan dalam pembelajaran

siklus I ke Pembelajaran siklus II.

3. Data hasil Penelitian Siklus II

a. Tahap Perencanaan

Pada tahap ini penelitian mempersiapkan perangkat pembelajaran yang

terdiri dari :

RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran)

Merancang Pembentukan Kelompok

Menyusun Kuis

Menyiapkan lembar Observasi Siswa dan Guru

Menyiapkan Lembar Tes Formatif Siswa

b. Tahap Pelaksanaan Tindakan

Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar untuk siklus II dilaksanakan pada

tanggal 11 Maret 2019 di kelas VIIIA dengan jumlah 22 siswa. Dalam hal ini

peneliti bertindak sebagai pengajar. Adapun proses pembelajaran mengacu pada

RPP yang telah dipersiapkan. Pengamatan (observasi) dilaksanakan bersamaan

dengan pelaksanaan belajar mengajar.

Dalam tidakan Silus I ini materi yang akan disampaikan kepada siswa

adalah mengenai dampak negatif perilaku tercela, dan cara menghindari perilaku

tercela dengan menerapkan strategi pembelajaran kooperatif tipe STAD.

Penerapan strategi pembelajaran tersebut terdiri atas :

1) Menyampaikan tujuan pembelajaran dan memotivasi siswa sebelum

menyampaikan materi mengenai dampak negatif dari perilaku tercela,

dan cara menghindari perilaku tercela.

2) Penyajian Informasi, guru menyampaikan atau menyajikan materi

pelajaran yang akan di ajarkan secara singkat dan padat.

Page 66: PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE …

3) Guru membagi semua siswa ke dalam 5 kelompok yang

perkelompoknya terdiri atas 5 orang siswa dan siswi secara acak dan

heterogen.

4). Guru membimbing kelompok-kelompok belajar untuk bekerja sama

dalam mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru.

5) Guru memberikan penghargaan kepada individu maupun kelompok

terhadap nilai tertinggi dan upaya yang telah dicapai oleh siswa.

Pada akhir proses belajar mengajar siswa diberi tes formatif dengan tujuan

untuk mengetahui tingkat keberhasilan siswa dalam proses belajar mengajar yang

telah dilakukan. Adapun data hasil penelitian pada siklus II adalah sebagai

berikut:

Tabel 3.2. Distribusi Hasil Tes Formstif Siklus II

No Nama Skor Keterangan

T TT

1 Adinda 65 √

2 Aditya Anugrah 70 √

3 Aditya Zata 80 √

4 Ajeng Aristy 90 √

5 Aldi Satilka 75 √

6 Febri Saputra 75 √

7 Ferli Liliansyah 80 √

8 Ininda Kurnia Susanti 60 √

9 Iqbal Febra Saputra 100 √

10 Kayla Syahrani 90 √

Page 67: PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE …

11 M. Alif Satiro 80 √

12 M. Febriady Raihan 80 √

13 M. Iqbal 95 √

14 M. Rivan Aitama Putra 60 √

15 M. Rizky Zein 85 √

16 M. Royhan Febriansyah 70 √

17 M. Saufi 85 √

18 Novaldi 70 √

19 Putra Reza Pratama 85 √

20 Rahmi Octavia 90 √

21 Rapel Pawansyahputra 85 √

22 Ulfa Dwiyanti 85 √

Jumlah 1755 19 3

Jumlah Skor 1755

Jumlah Skor Maksimal Ideal 2200

Rata-rata Skor Tercapai 79,77

Presentase Ketuntasan Belajar Siswa 86,37%

Keterangan :

T : Tuntas

TT : Tidak Tuntas

Jumlah siswa yang tuntas : 19

Jumlah siswa yang belum tuntas : 3

Page 68: PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE …

Rata-rata skor tercapai : 79,77

Presentase ketuntasan belajar siswa : 86,37 %

Dari data diatas dapat dijelaskan bahwa pelajaran akidah akhlak dengan

menerapkan strategi pembelajaran kooperratif tipe STAD siklus II diperoleh nilai

rata-rata hasil belajar siswa adalah 79,77 dan ketuntasan belajar mencapai 86,37%

atau ada 19 siswa dari 22 siswa sudah tuntas belajar. Hasil pada siklus II ini

mengalami peningkatan signifikan lebih baik dari siklus I. Artinya, peningkatan

hasil belajar siswa pada siklus II dipengaruhi oleh adanya peningkatan

kemampuan guru dalam menerapkan strategi pembelajaran kooperative tipe

STAD sehingga siswa menjadi termotivasi, antusias, aktif, partisipatif serta

interaktif sehingga siswa lebih mudah dalam memahami materi yang telah

diberikan dan siswa dapat berinteraksi dengan teman sekelas nya tanpa

memandang ras, suku dan prestasi.

Selanjutnya, pada lembar pengamatan aktivitas guru dalam pembelajaran

kooperative tipe STAD pada siklus II ditunjukkan pada tabel sebagai berikut :

Tabel 3.3. Skor Lembar Pengamatan Aktivitas Guru Siklus II

No. Data Lembar Pengamatan Aktivitas Guru Siklus II

1. Skor yang diperoleh 33

2. Skor maksimal 40

3. Presentase 82,5 %

4. Kriteria Baik

Pada siklus II ini, telah ada perbaikan yang dilakukan oleh guru untuk

memperbaiki kesalahan yang terjadi pada siklus I. Guru telah melakukan upaya

perbaikan cara mengajar, guru menyusun kembali perangkat pembelajaran, guru

telah mampu mengkondisikan kelas dan mampu mengatur waktu pembelajaran

dengan baik, guru memberi pemahaman tentang strategi pembelajaran kooperative

Page 69: PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE …

tipe STAD, sehingga siswa dapat mengerti bagaimana cara berdiskusi yang baik

dan asik.

Tabel 3.4 Skor Lembar Pengamatan Aktivitas Siswa Siklus II

No Data Lembar Pengamatan Aktivitas Siswa Siklus II

1 Skor yang diperoleh 34

2 Skor maksimal 40

3 Presentase 85%

4 Kriteria Sangat Baik

Tabel diatas menunjukkan bahwa aktivitas siswa pada siklus II ini

tergolong sangat baik dengan presentase 85%. Terjadi peningkatan antara siklus I

dan siklus II.

c. Observasi

Dari pengamatan selama pelaksanaan kegiatan belajar mengajar

diperoleh informasi, bahwa :

(1) selama proses belajar mengajar guru telah melaksanakan semua

pembelajaran dengan baik sesuai dengan RPP. Meskipun ada beberapa

aspek yang belum sempurna, tetapi presentase pelaksanaannya untuk

masing-masing aspek cukup besar,

(2) berdasarkan data hasil pengamatan diketahui bahwa siswa aktif dan

semangat selama proses pembelajaran dengan menggunakan strategi

pembelajaran kooperatif tipe STAD berlangsung,

(3) kekurangan pada siklus sebelumnya sudah mengalami perbaikan dan

peningkatan sehingga hasilnya menjadi lebih baik, serta

Page 70: PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE …

(4) hasil pembelajaran siswa pada siklus II sudah tuntas, baik individu

atau klasikal.

d. Refleksi

Pada siklus II guru telah menerapkan strategi pembelajaran kooperative tipe

STAD dalam pemebelajaran dengan baik, dan dapat dilihat dari aktivitas siswa

serta hasil belajar siswa pada pelaksanaan proses belajar mengajar sudah berjalan

dengan baik, tetapi yang perlu diperhatikan untuk tindakan selanjutnya adalah

menyempurnakan kekurangan yang ada dan mempertahankan apa yang telah

dicapai sehingga tujuan pembelajaran dapat terwujud dengan maksimal.

C. Pembahasan Hasil Penelitian

Model pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Teams Achievement

Division) adalah model pembelajaran kooperatif yang paling sederhana. Gagasan

utama dari pembelajaran kooperatif tipe STAD adalah untuk memotivasi siswa

agar saling mendukung dan membantu satu sama lain dalam menguasai

kemampuan yang diajarkan guru. Jika siswa ingin agar kelompoknya

mendapatkan skor serta penghargaan yang baik, maka mereka harus membantu

teman satu kelompoknya untuk dapat melakukan yang terbaik.

Para siswa bekerja sama setelah guru menyampaikan materi pelajaran

mereka dipersilahkan untuk berdiskusi, saling membantu satu sama lain jika ada

yang belum memahami ataupun jika ada yang salah dalam memahami. Meskipun

para siswa belajar bersama, mereka tidak boleh saling bantu dalam mengerjakan

tes formatif.

Dalam STAD, diskusi kelompok merupakan komponen kegiatan yang

paling penting. Hal ini dikarenakan STAD sangat berperan dalam aktualisasi

kelompok secara sinergis untuk mencapai hasil yang terbaik, dan dalam

bimbingan antar anggota kelompok sehingga seluruh anggota kelompok sebagai

kesatuan dapat mencapai yang terbaik. Anggota kelompok yang kurang mampu

Page 71: PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE …

tidak boleh ditinggalkan, tetapi merupakan tanggung jawab anggota yang lain

untuk membinanya.

Sebelum dilakukan tindakan pembelajaran kooperatif tipe STAD ini,

pembelajaran akidah akhlak lebih banyak dilakukan dnegan metode ceramah dan

guru lebih banyak mendominasi kelas. Sehingga siswa kurang aktif selama proses

pembelajaran berlangsung. Bahkan banyak siswa yang tidak konsentrasi dalam

mengikuti kegiatan pembelajaran, banyak dari mereka yang mengantuk, bercanda,

melakukan aktifitas yang tidak ada hubungannya dengan kegiatan pembelajaran.

Hal ini juga yang mengakibatkan nilai akidah akhlak siswa rendah.

Setelah dilakukan penelitian tindakan kelas yaitu dengan menerapkan

pembelajaran akidah akhlak dengan menggunakan model kooperatif tipe STAD,

hasil belajar akidah akhlak siswa mengalami peningkatan. Adapun data yang

diperoleh dari penelitian penerapan strategi pembelajaran kooperatif tipe STAD

terhadap hasil belajar siswa kelas VIII A di SMP Baiturrahim Kota Jambi, yakni

sebagai berikut :

1. Ketuntasan Hasil Belajar

Melalui hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan strategi

pembelajaran kooperative tipe STAD ini berimplikasi positif dalam meningkatkan

hasil belajar siswa. Hal ini dapat dilihat dari semakin mantapnya pemahaman

siswa terhadap materi yang disampaikan guru. Kentuntasan hasil belajar

meningkat dari prasiklus, siklus I dan siklus II, yaitu masing-masing 31,82%,

63,64%, dan 86,37%. Pada siklus II ketuntasan hasil belajar secara klasikal telah

tercapai.

2. Kemampuan Guru dalam Mengelola Pembelajaran

Berdasarkan analisis data, diperoleh aktivitas siswa dalam proses

belajar mengajar dengan menerapkan strategi pembelajaran kooperative tipe

STAD dalam setiap siklus mengalami peningkatan. Hal ini menggambarkan

bahwa kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran sudah baik, sehingga

dampak positif nya terhadap hasil belajar siswa cukup signifikan. Hal ini juga

Page 72: PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE …

dapat dilihat dari meningkatnya nilai rata-rata siswa setiap siklus yang mengalami

peningkatan.

Guru juga lebih ringan dalam melaksanakan pembelajaran dan

penyampaian materi kepada siswa. Guru tidak mendominasi kelas, melainkan

siswa lebih aktif dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran. Selain itu selama

pembelajaran guru telah melaksanakan langkah-langkah kegiatan belajar mengajar

sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan dengan mengkombinasikan model

pengajaran langsung dan konseptual dengan pendekatan pada strategi kooperative

tipe STAD.

3. Aktivitas Siswa dalam Pembelajaran

Berdasarkan analisis data, diperoleh aktivitas siswa dalam proses

pembelajaran Akidah Akhlak pada kompetensi dasar menghindari akhlak tecela

dengan menggunakan strategi pembelajaran kooperative tipe STAD yang paling

dominan adalah antusiasme dan semangat siswa dalam mengikuti proses

pembelajaran dan hidupnya suasana kelas.

Pada lembar obseravasi siswa siklus I dapat dilihat bahwasanya siswa

masih berada dalam kategori kurang, dengan persentase 55%. Siswa belum

terlibat aktif dalam proses pembelajaran. Hal ini disebabkan karena siswa masih

belum terbiasa dengan pembelajaran model kooperatif tipe STAD, sehingga guru

masih terlihat mendominasi kelas. Kegiatan diskusi belum berjalan optimal, masih

ada kelompok yang masih mengobrol sehingga tidak fokus pada saat belajar

kelompok, tidak menyelesaikan tugasnya dengan baik, ini dikarenakan kurangnya

tanggung jawab siswa dalam menyelesaikan tugasnya, selain itu ada diantara

siswa yang masih malu untuk meminta penjelasan teman kelompoknya sendiri.

Terlihat juga ada siswa yang pintar enggan mengajari anggota

kelompoknya yang belum mengerti. Sehingga diskusi kelompok tidak berjalan

dengan baik. Setelah dilanjutkan dengan tindakan perbaikan yang dilaksanakan

pada siklus II ternyata hasil belajar siswa meningkat. Kegiatan diskusi pun

berjalan dengan baik, kerja sama antar kelompok semakin meningkat. Dengan

Page 73: PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE …

demikian, maka dapat dikatakan bahwa aktivitas siswa dapat dikategorikan aktif

partisipatif.

D. Keterbatasan Penelitian

Dalam penelitian yang peneliti lakukan tentunya mempunyai banyak

keterbatasan. Keterbatasan yang dimaksud, antara lain :

a. Keterbatasan waktu penelitian

Penelitian ini dilaksanakan selama penyusunan skripsi. Waktu

yang singkat inilah dapat mempersempit ruang gerak penelitian, sehingga

dapat berpengaruh terhadap hasil penelitian yang peneliti lakukan.

b. Keterbasan tempat penelitian

Penelitian yang penulis lakukan hanya tebatas pada satu tempat

penelitian, yaitu di SMP Baiturrahim Kota Jambi, sehingga jika penelitian

ini dilaksanakan di semua sekolah menengah pertama atau di tempat

sekolah lain, dimungkinkan hasilnya akan berbeda.

c. Keterbatasan biaya

Penulis menyadari bahwa biaya bukan merupakan satu-satunya

faktor yang menunjang keberhasilan penelitian. Namun demikian, karena

minimnya biaya yang dimiliki penulis telah memperlambat penelitian.

Page 74: PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE …

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh dan pembahasan yang telah di

paparkan pada bab sebelumnya, maka dapat ditarik kesimpulan terdapat

peningkatan hasil belajar dan psokomorik siswa yang diajarkan melalui

pembelajaran kooperatif tipe Studens Teams Achivemen Divisions (STAD) Pada

materi akhlak tercela, terbukti hasil tes formatif siklus ke-2 dengan presentase

86,37% dan hasil dari lembar observasi siswa sebesar 85% dan lembar observasi

guru sebesar 82,5%.

Pada pelaksanaan siklus I, diperoleh rata-rata nilai hasil belajar tes

formatif siswa sebesar 68,64 dengan nilai terendah 50 dan nilai tertinggi 85. Pada

siklus II diperoleh rata-rata nilai hasil belajar tes formatif siswa sebesar 79,77

dengan nilai terendah 60 dan nilai tertinggi 100. Dari data ini bisa dikatakan

bahwa hasil belajar pada siklus I hingga siklus II terjadi peningkatan, dilihat dari

rata-rata nilai hasil tes formatif.

Berdasarkan data diatas dapat dilihat dari hasil tes formatif siklus II siswa

yang mendapat nilai >70 mencapai 86,37% atau sebanyak 19 siswa. Berdasarkan

kegiatan siklus II ini, hasil yang dicapai sudah baik, yang ditandai dengan adanya

peningkatan pada nilai hasil tes formatif siswa yang melebihi KKM. Adapun nilai

yang sudah ditetapkan oleh sekolah yaitu 70 dengan ketentuan 85%. Oleh karena

itu, peneliti dianggap cukup sampai siklus II.

Lembar observasi aktivitas siswa pada siklus I bisa dikatakan masih

kurang, dilihat dari presentase sebesar 55% (kurang). Hal ini terlihat bahwa siswa

belum terbiasa dengan model pembelajaran seperti ini, bahkan memang benar-

benar siswa belum pernah mendapatkan cara belajar dengan pembelajaran

berkelompok, ditambah lagi siswa dituntut untuk aktif dan siswa harus benar-

benar belajar dan bekerja sama dengan teman sekelompoknya, bukan hanya

mendengar dan mencatat saja. Namun, dalam pertemuan Siklus II menunjukkan

Page 75: PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE …

bahwa lembar observasi siswa tergolong baik dengan presentase 85%.

Berdasarkan data diatas bahwasanya terjadi peningkatan antara siklus I dan siklus

II.

B. Implementasi

Dari hasil penelitian ini siswa dapat menjelaskan pengertian dan

menunjukkan nilai-nilai serta dampak negatif serta dalil tentang menghindari

akhlak tercela, dan juga diharapkan siswa agar senantiasa dapat

mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari di keluarga maupun

masyarakat luas.

C. Saran

1. Pembelajaran kooperative tipe STAD perlu mendapat perhatian dan

tanggapan yang serius dari guru, karena melalui pembelajaran ini siswa dapat

belajar dengan aktif secara kerjasama kelompok saling membantu teman

sebayanya, sekaligus menghilangkan sifat keegoisan individualis serta ingin

menang sendiri. Sehingga rasa seperti ini bisa lebih dikurangi bahkan dhilangkan.

2. Pada pelaksanaan model pembelajaran kooperative tipe STAD ini guru

harus lebih memperhatikan waktu, banyak waktu yang terbuang karena guru

belum terbiasa mengelola waktu secara baik, untuk kesempatan selanjutnya guru

diharapkan dapat menggunakan waktu secara baik.

Page 76: PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE …

DAFTAR PUSTAKA

Abin Syamsudin Makmun, (dalam Buku Martinis Yamin, 2012). Jakarta : Ciputat

Mega Mall.

Abdullah, Yatimin. 2007. Studi Akhlak dalam Prespektif Islam. Jakarta : Sinar

Grafika Offset.

Ahmadi, Iif Khoiru dkk. 2011. Strategi Pembelajaran Sekolah Terpadu:

Pengaruhnya terhadap Konsep, Mekanisme dan Proses Pembelajaran

Sekolah Swasta dan Negeri. Cet. I; Jakarta: Prestasi Pustaka Publisher.

Ali Mudhlofi dan Evi Fatimatur Rusydyah. 2016. Desain Pembelajaran Inovatif

Dari Teori ke Praktik. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada.

Amin, Samsul Munir. 2016. Ilmu Akhlak. Jakarta : Amzah.

Aqib, Zainal. 2017. Pedoman Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa.

Yogyakarta : Gava Media.

Arikunto, Suharsimi. 2011. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta : Bumi Aksara.

Darajat, Zakiah, dkk. 1992. Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta : Bumi Aksara.

Gege dan Berliner (dalam Buku Martinis Yamin, 2012). Jakarta : Ciputat Mega

Mall.

Hamalik, Oemar. 2007. Proses Belajar Mengajar. Jakarta : Bumi Aksara

Ibrahim, M. Dkk. 2000. Pembelajaran Cooperativ. Surabaya : University Press..

Isjoni. 2009. Cooperative Learning. Bandung : Alfabet.

Jurnal, Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dalam meningkatkan

hasil belajar akidah akhlak : penelitian tindakan kelas di MA Nihatul

Amal Karawang. 2014

(http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/25148)

Page 77: PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE …

Jurnal, Pengertian hasil belajar menurt para ahli dan faktor yang mempengaruhi

hasil belajar https://www.karyatulis.com/2017/10/pengertian-hasil-

belajar-dan-jenis-jenis-hasil-belajar.html?m=1

Kindsvatter, Wile, and Ishler (dalam Buku Martinis Yamin). 2012. Desain Baru

Pembelajaran Konstruktif. Jakarta : Ciputat Mega Mall.

Maghfur, Muhammad. Koreksi atas Kesalahan Pemikiran Kalam dan Filsafat

Islam. Cet. Al-Izzah-Bangil.

Majid, Abdul. 2013. Perencanaan Pembelajaran. Bandung: PT Remaja

Rosdakarya.

Mudharjo Redja. 2002. Filsafat Ilmu Pendidikan. Bandung : PT Remaja

Rosdakarya.

Pannen, Paulina. 1999. Konstruktivisme dalam Pembelajaran. Jakarta : Dediknas.

Robert E, Slavin. 2010. Cooperativ Learning :Teori, Riset dan Praktik.

Terjemahan Narulita.

Sanjaya, Wina. 2010. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses

Pendidikan. Jakarta: Prenanda Media Group.

Tampubolon, Saur M. 2014. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta : PT. Gelora

Aksara Pratama

Wena, Made. 2009. Strategi Pembelajaran Inovatif Kontemporer. Jakarta : Bumi

Aksara

Yamin, Martinis. 2012. Desain Baru Pembelajaran Konstruktivistik. Jakarta :

Ciputat Mega Mall.

Page 78: PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE …

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)

Siklus I

Satuan Pendidikan : SMP Baiturrahim Kota Jambi

Kelas / Semester : VIII A/II

Mata Pelajaran : Akidah Akhlak

Materi Pokok : Menghindari Prilaku Tercela

Alokasi waktu : 2 X 45 menit

A. Standar Kompetensi

4. Menghindari Perilaku Tercela

B. KOMPETENSI DASAR

4.1 Menjelaskan prilaku tercela

4.2 Menghindari priilaku tercela

C. INDIKATOR

· Menjelaskan pengertian ananiah

· Menjelaskan Pengertian namimah

· Menjelaskan pengertian hasad dan gadab

D. TUJUAN PEMBELAJARAN

Siswa mampu:

· Menjelaskan pengertian Sifat-sifat tercela

· Menyebutkan sifat-sifat tercela dan menghindari dalam kehidupan sehari-hari

Page 79: PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE …

E. MATERI AJAR

· Pengertian namimah

· Pengertian ananiah

· Pengertian hasad

· Pengertian gadab

F. METODE PEMBELAJARAN

. Cooperativ Learning tipe STAD (Student Teams Achievement Division)

G. KEGIATAN PEMBELAJARAN

A. Langkah-Langkah Pembelajaran:

No Keiatan Aktivitas Guru Aktivitas Murid

1 Kegiatan awal - Guru mengawali pelajaran dengan Salam pembuka

- Guru memotivasi dan memberi saran siswa dalam belajar

- Siswa menjawab salam

- Siswa mendengarkan motifasi dan saran dari Guru

2 Kegiatan Inti:

A. Observing

- Guru mengarahkan siswa untuk mengamati materi yang diajar

- Guru menerangkan

- Siswa membentuk kelompok.

- Siswa

Page 80: PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE …

B. Quoestioning

C. Associating

D. Experimeting

E. Networking

Penutup:

tentang namimah, ananiah, gadab dan hasad

- Guru menanyakan siswa untuk menyebutkan sifat-sifat tercela

- Guru memberi pemahaman tentang namimah, ananiah, gadab dan hasad

- Guru mencoba siswa mengerjakan tugas

- Guru mengevaluasi materi yang sudah di jelaskan

- Guru mengingatkan siswa untuk berdiskusi di pertemuan berikutnya

- menutup dengan do‟a mengucapkan salam dan meninggalkan kelas.

mendengarkan guru menerangkan, tentang namimah, ananiah, gadab dan hasad

- Siswa menjawab sifat-sifat tercela

- Siswa mendengarkan

- Siswa mengerjakan tugas yang diberikan

- Siswa meriview materi yang sudah diajarkan

-Mendengarkan penjelasan guru

- Membaca do‟a dan mengucapkan salam

Page 81: PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE …

H. SUMBER PEMBELAJARAN

1. Media : kertas rangkuman materi

2. Alat : white board

3. Sumber belajar : LKS (Lembar Kerja Siswa)

I. PENILAIAN

1. Lembar observasi aktivitas guru

2. Lembar observasi aktivitsa siswa

Mengetahui, Jambi,

Guru Akidah Akhlak Mahasiswa Peneliti

(..........................................) (.......................................)

NIP. NIM.

Page 82: PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE …

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)

Siklus II

Satuan Pendidikan : SMP Baiturrahim Kota Jambi

Kelas / Semester : VIII A / II

Mata Pelajaran : Akidah Akhlak

Materi Pokok : Menghindari Prilaku Tercela

Alokasi waktu : 2 X 45 menit

E. Standar Kompetensi

4. Menghindari Perilaku Tercela

F. KOMPETENSI DASAR

4.4 Menunjukkan dampak negatif akibat perilaku tercela

4.5 Menghindari perilaku tercela

G. INDIKATOR

· Menunjukkan dampak negatif dari perilaku namimah, ananiah, hasad

dan ghadab

. Mengetahui cara menghindari perilaku tercela

H. TUJUAN PEMBELAJARAN

Siswa mampu:

· Mengetahui dampak negatif dari perilaku namimah, ananiah, hasad dan

ghadab

Page 83: PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE …

. Mengetahui cara menghindari diri dari perilaku tercela

E. MATERI AJAR

. Menghindari Perilaku Tercela

F. METODE PEMBELAJARAN

. Cooperativ Learning tipe STAD (Student Teams Achievement Division)

G. KEGIATAN PEMBELAJARAN

A. Langkah-Langkah Pembelajaran:

No Kegiatan Aktivitas Guru Aktivitas Murid

1 Kegiatan awal (5 menit)

- Guru mengawali pelajaran dengan Salam pembuka

- Guru memotivasi dan memberi saran siswa dalam belajar

- Siswa menjawab salam

- Siswa mendengarkan motifasi dan saran dari Guru

2 Kegiatan Inti (35 menit)

A. Observing

- Guru mengarahkan siswa untuk mengamati materi yang diajar

- Guru menerangkan dampak negatif tentang namimah, ananiah, gadab dan hasad

- Guru menanyakan siswa dampak negatif

- Siswa membentuk kelompok.

- Siswa mendengarkan guru menerangkan damoak negatif, tentang namimah, ananiah, gadab dan hasad

Page 84: PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE …

B. Quoestioning

C. Associating

D. Experimeting

E. Networking

Penutup (5 menit)

serta cara menghindari diri dari perilaku tercela

- Guru memberi pemahaman tentang dampak negatif dari namimah, ananiah, gadab dan hasad

- Guru mencoba siswa mengerjakan tugas

- Guru mengevaluasi materi yang sudah di jelaskan

- Guru mengingatkan siswa untuk berdiskusi di pertemuan berikutnya

- menutup dengan do‟a mengucapkan salam dan meninggalkan kelas.

- Siswa menjawab dampak negatif serta cara menghindari diri dari perilaku tercela

- Siswa mendengarkan

- Siswa mengerjakan tugas yang diberikan

- Siswa meriview materi yang sudah diajarkan

-Mendengarkan penjelasan guru

- Membaca do‟a dan mengucapkan salam

Page 85: PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE …

H. SUMBER PEMBELAJARAN

1. Media : kertas rangkuman materi

2. Alat : white board

3. Sumber belajar : LKS (Lembar Kerja Siswa)

I. PENILAIAN

1. Lembar observasi aktivitas guru

2. Lembar observasi aktivitsa siswa

Mengetahui, Jambi,

Guru Akidah Akhlak Mahasiswa Peneliti

(..........................................) (.........................................)

NIP. NIM.

Page 86: PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE …

LEMBAR PENGAMATAN AKTIVITAS SISWA DALAM

PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD

Nama Sekolah : .................................. Nama Guru : ..............................

Mata Pelajaran : .................................. Hari/tanggal : ..............................

Materi : .................................. Kelas : ..............................

Petunjuk :

Berikut ini merupakan daftar pengelolaan kegiatan berdasarkan prinsip pebelajaran kooperatif tipe STAD yang dilakukan oleh guru di dalam kelas. Berilah tanda (√) pada kolom yang sesuai dengan pernyataan.

No Aspek yang diamati (Aktivitas guru selama kegiatan inti)

Dilakukan Ya Tidak

Penilaian 1 2 3 4

1. Berkumpul dengan kelompok √ √ 2. Ikut berdiskusi dalam membahas materi yang

sedang dipelajari √ √

3. Aktiv dalam memecahkan masalah dalam diskusi kelompok

√ √

4 Dapat berkomunikasi dengan baik bersama teman sekelompok

√ √

5. Aktif dalam presentasi kelas √ √ 6. Saling membantu teman yang kesulitan dalam

memahami materi diskusi √ √

7. Aktif bertanya serta menjawab soal diskusi yang diberikan kepada kelompok lain ketika presentasi

√ √

8. Dapat memahami serta menjawab pertanyaan teman dari kelompok lain

√ √

9. Dapat menjawab soal kuis yang diberikan guru √ √ 10. Tertib dan kompak dalam diskusi kelompok √ √

Skor Penilaian 21 ( Cukup) Keterangan : Jumlah skor

1 = Tidak Baik 10 – 16 = Tidak Baik 2 = Kurang Baik 17 – 24 = Cukup 3 = Baik 25 – 33 = Baik 4 = Sangat Baik 34 – 40 = Sangat baik

Jambi,...............................2019

Pengamat

............................

Page 87: PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE …

LEMBAR PENGAMATAN AKTIVITAS GURU DALAM

PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD

Nama Sekolah : .................................. Nama Guru : ..............................

Mata Pelajaran : .................................. Hari/tanggal : ..............................

Materi : .................................. Kelas : ..............................

Petunjuk :

Berikut ini merupakan daftar pengelolaan kegiatan berdasarkan prinsip pebelajaran kooperatif tipe STAD yang dilakukan oleh guru di dalam kelas. Berilah tanda (√) pada kolom yang sesuai dengan pernyataan.

No Aspek yang diamati (Aktivitas guru selama kegiatan inti)

Dilakukan Ya Tidak

Penilaian 1 2 3 4

1. Menyampaikan kompetensi dasar dan indikator pencapaian

√ √

2. Menghubungkan pembelajaran sebelumnya serta memotivasi siswa

3. Mengorganisasikan siswa dalam belajar √ √ 4 Membimbing siswa megerjakan tugas kelompok √ √ 5. Mendorong dan melatih siswa dalam

pembelajaran kooperatif √ √

6. Membimbing siswa memahami serta merangkum materi pembelajaran

√ √

7. Memberikan umpan balik √ √ 8. Memberikan Kuis √ √ 9. Memeberikan pengakuan/ penghargaan berupa

point nilai atau dsb. √ √

10. Memberikan tugas kompetensi dasar selanjutnya √ √ Skor Penilaian 23 (Cukup)

Keterangan : Jumlah skor

1 = Tidak Baik 10 – 16 = Tidak Baik 2 = Kurang Baik 17 – 24 = Cukup 3 = Baik 25 – 33 = Baik 4 = Sangat Baik 34 – 40 = Sangat baik

Jambi,...............................2019

Pengamat

............................

Page 88: PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE …

LEMBAR PENGAMATAN AKTIVITAS GURU DALAM

PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD

Nama Sekolah : .................................. Nama Guru : ..............................

Mata Pelajaran : .................................. Hari/tanggal : ..............................

Materi : .................................. Kelas : ..............................

Petunjuk :

Berikut ini merupakan daftar pengelolaan kegiatan berdasarkan prinsip pebelajaran kooperatif tipe STAD yang dilakukan oleh guru di dalam kelas. Berilah tanda (√) pada kolom yang sesuai dengan pernyataan.

No Aspek yang diamati (Aktivitas guru selama kegiatan inti)

Dilakukan Ya Tidak

Penilaian 1 2 3 4

1. Menyampaikan kompetensi dasar dan indikator pencapaian

√ √

2. Menghubungkan pembelajaran sebelumnya serta memotivasi siswa

√ √

3. Mengorganisasikan siswa dalam belajar √ √ 4 Membimbing siswa megerjakan tugas kelompok √ √ 5. Mendorong dan melatih siswa dalam

pembelajaran kooperatif √ √

6. Membimbing siswa memahami serta merangkum materi pembelajaran

√ √

7. Memberikan umpan balik √ √ 8. Memberikan Kuis √ √ 9. Memeberikan pengakuan/ penghargaan berupa

point nilai atau dsb. √ √

10. Memberikan tugas kompetensi dasar selanjutnya √ √ Skor Penilaian 33 (Baik)

Keterangan : Jumlah skor

1 = Tidak Baik 10 – 16 = Tidak Baik 2 = Kurang Baik 17 – 24 = Cukup 3 = Baik 25 – 33 = Baik 4 = Sangat Baik 34 – 40 = Sangat baik

Jambi,...............................2019

Pengamat

............................

Page 89: PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE …

Tabel 3.1 Distribusi Hasil Pretest (Pra Siklus)

No Nama Skor Keterangan

T TT

1 Adinda 35 √

2 Aditya Anugrah 55 √

3 Aditya Zata 50 √

4 Ajeng Aristy 70 √

5 Aldi Satilka 40 √

6 Febri Saputra 45 √

7 Ferli Liliansyah 65 √

8 Ininda Kurnia Susanti 40 √

9 Iqbal Febra Saputra 75 √

10 Kayla Syahrani 70 √

11 M. Alif Satiro 60 √

12 M. Febriady Raihan 60 √

13 M. Iqbal 70 √

14 M. Rivan Aitama Putra 45 √

15 M. Rizky Zein 55 √

16 M. Royhan Febriansyah 55 √

17 M. Saufi 65 √

Page 90: PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE …

18 Novaldi 60 √

19 Putra Reza Pratama 60 √

20 Rahmi Octavia 75 √

21 Rapel Pawansyahputra 70 √

22 Ulfa Dwiyanti 70 √

Jumlah 1290 7 15

Jumlah Skor 1290

Jumlah Skor Maksimal Ideal 2200

Rata-rata Skor Tercapai 58,64

Presentase Ketuntasan Belajar Siswa 31,82%

Keterangan :

T : Tuntas

TT : Tidak Tuntas

Jumlah siswa yang tuntas : 7

Jumlah siswa yang tidak tuntas : 15

Rata-rata skor tercapai : 58,64

Presentase ketuntasan belajar siswa : 31,82%

Page 91: PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE …

Tabel 3.2. Distribusi Hasil Tes Formstif Siklus I

No Nama Skor Keterangan

T TT

1 Adinda 50 √

2 Aditya Anugrah 60 √

3 Aditya Zata 75 √

4 Ajeng Aristy 75 √

5 Aldi Satilka 60 √

6 Febri Saputra 65 √

7 Ferli Liliansyah 70 √

8 Ininda Kurnia Susanti 50 √

9 Iqbal Febra Saputra 85 √

10 Kayla Syahrani 80 √

11 M. Alif Satiro 70 √

12 M. Febriady Raihan 70 √

13 M. Iqbal 75 √

14 M. Rivan Aitama Putra 60 √

15 M. Rizky Zein 70 √

16 M. Royhan Febriansyah 60 √

17 M. Saufi 70 √

Page 92: PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE …

18 Novaldi 65 √

19 Putra Reza Pratama 70 √

20 Rahmi Octavia 80 √

21 Rapel Pawansyahputra 70 √

22 Ulfa Dwiyanti 80 √

Jumlah 1510 14 8

Jumlah Skor 1510

Jumlah Skor Maksimal Ideal 2200

Rata-rata Skor Tercapai 68,64

Presentase Ketuntasan Belajar Siswa 63,64%

Keterangan :

T : Tuntas

TT : Tidak Tuntas

Jumlah siswa yang tuntas : 14

Jumlah siswa yang belum tuntas : 8

Rata-rata skor tercapai : 68,64

Presentase ketuntasan belajar siswa : 63,64%

Page 93: PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE …

Tabel 3.3. Skor Lembar Pengamatan Aktivitas Guru Siklus I

No. Data Lembar Pengamatan Aktivitas Guru Siklus I

1. Skor yang diperoleh 23

2. Skor maksimal 40

3. Presentase 57,5%

4. Kriteria Cukup

Tabel 3.4 Skor Lembar Pengamatan Aktivitas Siswa Siklus I

No Data Lembar Pengamatan Aktivitas Siswa Siklus I

1 Skor yang diperoleh 22

2 Skor maksimal 40

3 Presentase 55%

4 Kriteria Cukup

Page 94: PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE …

Tabel 3.5. Distribusi Hasil Tes Formstif Siklus II

No Nama Skor Keterangan

T TT

1 Adinda 65 √

2 Aditya Anugrah 70 √

3 Aditya Zata 80 √

4 Ajeng Aristy 90 √

5 Aldi Satilka 75 √

6 Febri Saputra 75 √

7 Ferli Liliansyah 80 √

8 Ininda Kurnia Susanti 60 √

9 Iqbal Febra Saputra 100 √

10 Kayla Syahrani 90 √

11 M. Alif Satiro 80 √

12 M. Febriady Raihan 80 √

13 M. Iqbal 95 √

14 M. Rivan Aitama Putra 60 √

15 M. Rizky Zein 85 √

16 M. Royhan Febriansyah 70 √

17 M. Saufi 85 √

Page 95: PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE …

18 Novaldi 70 √

19 Putra Reza Pratama 85 √

20 Rahmi Octavia 90 √

21 Rapel Pawansyahputra 85 √

22 Ulfa Dwiyanti 85 √

Jumlah 1755 19 3

Jumlah Skor 1755

Jumlah Skor Maksimal Ideal 2200

Rata-rata Skor Tercapai 79,77

Presentase Ketuntasan Belajar Siswa 86,37%

Keterangan :

T : Tuntas

TT : Tidak Tuntas

Jumlah siswa yang tuntas : 19

Jumlah siswa yang belum tuntas : 3

Rata-rata skor tercapai : 79,77

Presentase ketuntasan belajar siswa : 86,37 %

Page 96: PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE …

Tabel 3.6. Skor Lembar Pengamatan Aktivitas Guru Siklus II

No. Data Lembar Pengamatan Aktivitas Guru Siklus II

1. Skor yang diperoleh 33

2. Skor maksimal 40

3. Presentase 82,5 %

4. Kriteria Baik

Tabel 3.7 Skor Lembar Pengamatan Aktivitas Siswa Siklus II

No Data Lembar Pengamatan Aktivitas Siswa Siklus II

1 Skor yang diperoleh 34

2 Skor maksimal 40

3 Presentase 85%

4 Kriteria Sangat Baik

Page 97: PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE …

DOKUMENTASI

Page 98: PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE …
Page 99: PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE …
Page 100: PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE …