of 85 /85
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id commit to user PENERAPAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF MODEL JIGSAW UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS SISWA PADA PEMBELAJARAN AKUNTANSI KELAS XI IPS 2 SMA NEGERI COLOMADU TAHUN 2010/2011 Oleh: FELI FIRDIANAWATI K 7407180 Skripsi Ditulis dan diajukan untuk memenuhi sebagian persyaratan mendapatkan gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Ekonomi Bidang Keahlian Khusus Pendidikan Akuntansi Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA 2011

PENERAPAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF

Embed Size (px)

Text of PENERAPAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    PENERAPAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF

    MODEL JIGSAW UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS SISWA

    PADA PEMBELAJARAN AKUNTANSI KELAS XI IPS 2

    SMA NEGERI COLOMADU

    TAHUN 2010/2011

    Oleh:

    FELI FIRDIANAWATI

    K 7407180

    Skripsi

    Ditulis dan diajukan untuk memenuhi sebagian persyaratan mendapatkan

    gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Ekonomi

    Bidang Keahlian Khusus Pendidikan Akuntansi

    Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial

    FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

    UNIVERSITAS SEBELAS MARET

    SURAKARTA

    2011

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    PERSETUJUAN

    Skripsi ini telah disetujui untuk dipertahankan di hadapan Tim Penguji Skripsi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta.

    Surakarta, 7 Februari 2011

    Pembimbing I Pembimbing II

    Prof. Dr. Siswandari, M.Stats Sri Sumaryati, S.Pd., M.Pd

    NIP. 19590201 198503 2 002 NIP. 19691229 200501 2 001

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    PENGESAHAN

    Skripsi ini telah dipertahankan di hadapan Tim Penguji Skripsi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta dan diterima untuk memenuhi persyaratan mendapatkan gelar Sarjana Pendidikan.

    Hari :

    Tanggal : Maret 2011

    Tim Penguji Skripsi

    Nama Terang tanda tangan

    Ketua : Drs. Wahyu Adi, M.Pd

    Sekretaris : Drs. Sukirman, MM

    Anggota I : Prof. Dr. Siswandari, M.Stats

    Anggota II : Sri Sumaryati, S.Pd., M.Pd

    Disahkan oleh

    Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

    Universitas Sebelas Maret

    Dekan

    Prof. Dr. H. M. Furqon Hidayatullah, M. Pd.

    NIP 1316581653

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    ABSTRAK

    Feli Firdianawati.K7407180.PENERAPAN PADA PENDEKATAN

    PEMBELAJARAN KOOPERATIF MODEL JIGSAW UNTUK

    MENINGKATKAN AKTIVITAS SISWA MATA PELAJARAN

    AKUNTANSI KELAS XI IPS 2 SMA NEGERI COLOMADU TAHUN

    AJARAN 2010/2011, Skripsi. Surakarta : Fakultas Keguruan dan Ilmu

    Pendidikan. Universitas Sebelas Maret Surakarta, Februari. 2011.

    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan model

    pembelajaran kooperatif jigsaw dalam upaya meningkatkan aktivitas siswa

    akuntansi kelas XI IPS 2 SMA Negeri Colomadu tahun ajaran 2010/2011.

    Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian tindakan kelas dengan

    menggunakan strategi siklus. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS 2

    SMA Negeri Colomadu yang berjumlah 40 siswa. Obyek penelitian pada

    penelitian tindakan ini adalah aktivitas siswa yaitu keaktifan siswa ketika

    bertanya, berdiskusi dan mengerjakan soal selama proses pembelajaran. Sumber

    data yang digunakan dalam penelitian tindakan ini antara lain informan, lokasi,

    peristiwa, dokumen dan arsip. Proses penelitian ini dilaksanakan dalam dua

    siklus, masing masing siklus terdiri dari empat tahap, yaitu (1) perencanaan

    tindakan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi dan interpretasi dan (4) refleksi.

    Setiap siklus dilaksanakan dalam 3 kali pertemuan, alokasi waktu masing-masing

    pertemuan 6 x 45 menit.

    Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa

    terdapat peningkatan aktivitas siswa pembelajaran akuntansi melalui penerapan

    metode pembelajaran jigsaw. Hal tersebut terefleksi dari beberapa indikator

    sebagai berikut: (1) Peningkatan keaktifan bertanya 15% (dari 75% pada siklus 1

    menjadi 90% pada siklus 2) (2) Peningkatan kerjasama siswa dalam diskusi

    sebesar 25% (dari 70% pada siklus 1 menjadi 95% pada siklus 2) (3) Peningkatan

    pencapaian hasil belajar sebesar 17,5% (dari 75% pada siklus 1 menjadi 92,5%).

    iv

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    Peningkatan tertinggi terjadi pada kerjasama siswa, karena dalam

    pembelajaran jigsaw ini, dituntut kerjasama kelompok untuk diskusi dan siswa

    yang memiliki nilai yang bagus memberikan informasi ke siswa lain.

    v

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    ABSTRACT

    Feli Firdianawati. K7407180. THE APPLICATION OF JIGSAW MODEL

    OF COOPERATIVE LEARNING APPROACH TO IMPROVE THE

    STUDENT ACTIVITY IN ACCOUNTING LEARNING IN XI IPS 2

    GRADERS OF SMA NEGERI COLOMADU IN THE SCHOOL YEAR OF

    2010/2011. Thesis. Surakarta: Teacher Training and Education Faculty. Surakarta

    Sebelas Maret University, February. 2011.

    The objective of research is to find out the application of jigsaw model of

    cooperative learning approach in the attempt of improving the accounting student

    activity in XI IPS 2 Graders of SMA Negeri Colomadu in the school year of

    2010/2011.

    This study employed a classroom action research (CAR) approach using

    cycle strategy. The subject of research was XI IPS 2 Graders of SMA Negeri

    Colomadu consisting of 40 students. The object of research in this action research

    was the student activity, that is, the student activeness in asking question,

    discussion, and working on the problem during learning process. This study was

    carried out in collaboration between the researcher, class teacher and involving

    student participation. The data source employed in this action research included

    informant, location, event, document and archive. The research process was

    carried out in two cycles, each of which consists of four stages: (1) planning, (2)

    acting, (3) observing and interpreting, and (4) reflecting. Each cycle was carried

    out in 3 meetings, with time allotment 6 x 45 minutes for each meeting.

    Considering the research conducted, it can be concluded that there is an

    increase in student activity in accounting learning through the application of

    jigsaw learning method. It is reflected by several indicators, as follows: (1) the

    increase in asking question activeness is 15% (from 75% in cycle 1 to 90% in

    vi

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    cycle 2); (2) the increase in student cooperation in discussion is 25% (from 70%

    in cycle 1 to 95% in cycle 2); and (3) the increase in learning achievement is

    17.5% (from 75% in cycle 1 to 92.5% in cycle 2), the score before

    implementation is 67.75, while after implementation it increases to 80.12 in cycle

    I and 86.2 in the end of cycle II. The highest increase occurs in student

    cooperation, because in this jigsaw learning, the group cooperation in discussion

    is required and the student with good mark gives information to other students.

    vii

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    MOTTO:

    Tak peduli bagaimana pun gelapnya permulaan, pandang ke depan dengan optimis! Lihat semua kemungkinan-kemungkinan karena sukses selalu ada di

    sana, menanti kita datang. Optimis dan Berjuang ! (Andri Wongso)

    Dengan berbagi kepada orang lain, entah itu perhatian, spirit, doa, materi, tenaga atau apa pun kepada orang yang membutuhkan, pasti kita akan merasa happy.

    (Andri Wongso)

    Ambilah waktu untuk belajar, itu adalah sumber kebijaksanaan, ambilah waktu untuk bersahabat, itu adalah jalan menuju kebahagiaan, ambilah waktu untuk mencintai & dicintai, itu adalah hak istimewa yang diberikan Tuhan, ambilah

    waktu untuk beramal, itu adalah kunci menuju surga. (Penulis)

    viii

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    HALAMAN PERSEMBAHAN

    Kupersembahkan skripsi ini untuk :

    Ibuku Budi Sulistyowati dan Bapakku Sutafir yang tercinta yang selalu mendoakanku dan memberi dukungan terus menerus

    Kakakku Faya dan saudara kembarku Fela yang selalu memberi motivasi, doa dan memacuku menyelesaikan skripsi ini

    Hakasa, Irwan, Ms Salim, Trahari, Tina, Yeri, Santi, Erna, Ryza, Bunga, Mey, Sawega, Alfi yang tersayang bersama kalian kita bisa sharing dan memperkaya

    ilmu.

    Teman-teman FKIP Akuntansi tetap semangat dan jangan menyerah.

    Teman-teman Bougenvil semua yang tersayang yang memberikan pengalaman yang berharga.

    ix

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    KATA PENGANTAR

    Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT yang memberi

    kenikmatan dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini

    guna memenuhi sebagian persyaratan mendapat gelar Sarjana Pendidikan. Selama

    pembuatan skripsi ini, tidak terlepas dari bantuan dan dukungan dan berbagai

    pihak. Untuk itu, penulis ucapkan terima kasih kepada:

    1. Prof. Dr. H. M. Furqon Hidayatullah, M. Pd., Dekan Fakultas Keguruan

    dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret yang telah memberikan

    izin penulisan skripsi;

    2. Drs. Saiful Bachri, M. Pd., Ketua Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan

    Sosial yang telah memberikan izin penulisan skripsi;

    3. Drs. Wahyu Adi, M.Pd., Ketua Program Pendidikan Ekonomi Akuntansi

    yang telah memberikan izin penulisan skripsi;

    4. Prof. Dr. Siswandari, M.Stats, pembimbing I dan Sri Sumaryati, S.Pd.,

    M.Pd., selaku pembimbing II yang telah memberikan bimbingan, arahan

    dan dorongan kepada penulis sehingga skripsi ini dapat penulis selesaikan

    dengan lancar;

    5. Drs.Ngadiman, M.Si., Pembimbing Akademik, yang telah memberikan

    arahan dan bimbingan selama menjadi mahasiswa di Program Pendidikan

    Ekonomi Akuntansi FKIP UNS;

    6. Bapak dan Ibu dosen Program Pendidikan Ekonomi Akuntansi yang

    secara tulus memberikan ilmu dan masukan-masukan kepada penulis;

    7. Drs. Sukarni, M.Hum., Kepala Sekolah SMA Negeri Colomadu, yang

    telah memberikan izin penelitian di SMA Negeri Colomadu;

    8. Dra.Siti Nurhayati., Guru Pamong SMA Negeri Colomadu, yang telah

    memberikan arahan dan bimbingan selama penelitian, sehingga dapat

    terselesaikan dengan baik;

    9. Siswa-siswa Kelas XI IPS 2 SMA Negeri Colomadu tahun ajaran

    x

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    2010/2011 yang menjadi subjek dalam penelitian penulis, terima kasih

    sebesar-besarnya karena membantu dalam memperoleh data penelitian ini

    dan dengan sukarela bersedia penulis wawancarai;

    10. Rekan-Rekan Akuntansi 07 yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu

    yang membantu dan memberikan kenangan selama menjadi mahasiswa

    dan dalam menyelesaikan skripsi ini;

    11. Berbagai pihak yang telah membantu penulis, yang tidak mungkin

    penulis sebutkan satu persatu.

    Peneliti menyadari bahwa skripsi ini jauh dari sempurna. Oleh karena itu,

    saran dan kritik yang membangun sangat penulis harapkan. Akhirnya penulis

    berharap semoga skripsi ini dapat bermanfaat dan menambah wawasan bagi para

    pembaca.

    Surakarta, Februari 2011

    Penulis

    xi

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    DAFTAR ISI

    JUDUL ..................................................................................................................... i

    PERSETUJUAN.............................................................................................................. ii

    PENGESAHAN .............................................................................................................. iii

    ABSTRAK .................................................................................................................... iv

    MOTTO .................................................................................................................. viii

    PERSEMBAHAN........................................................................................................... ix

    KATA PENGANTAR ..................................................................................................... x

    DAFTAR ISI ................................................................................................................... xi

    DAFTAR TABEL ......................................................................................................... xv

    DAFTAR GAMBAR .................................................................................................... xvi

    DAFTAR LAMPIRAN ............................................................................................... xvii

    BAB I PENDAHULUAN ........................................................................................... 1

    A. Latar Belakang Masalah .............................................................................. 1

    B. Identifikasi Masalah ..................................................................................... 3

    C. Pembatasan Masalah .................................................................................... 3

    D. Perumusan Masalah ..................................................................................... 4

    E. Tujuan Penelitian ......................................................................................... 4

    F. Manfaat Penelitian ....................................................................................... 5

    BAB II TINJAUAN PUSTAKA ................................................................................. 6

    A. Landasan Teori ............................................................................................ 6

    1. Hakikat Belajar ............................................................................................. 6

    2. Model Pembelajaran Kooperatif .............................................................. 7

    a. Hakikat Model Pembelajaran .............................................................. 7

    b. Hakikat Model Pembelajaran Kooperatif ............................................ 7

    c. Keunggulan dan Kelemahan Model Pembelajaran .............................. 8

    xii

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    d. Macam Model Pembelajaran Kooperatif ............................................. 9

    3. Metode Pembelajaran Jigsaw ................................................................ 14

    a. Hakikat Metode Jigsaw ...................................................................... 14

    b. Langkah-langkah Metode Jigsaw ...................................................... 14

    c. Kelebihan dan Kelemahan Metode Jigsaw ........................................ 16

    4. Hakikat Aktivitas ................................................................................... 17

    a. Prinsip-prinsip Aktivitas ...................................................................... 17

    b. Pengertian Aktivitas Siswa .................................................................. 17

    5. Hakikat Akuntansi .................................................................................. 19

    B. Kerangka Berpikir ...................................................................................... 20

    C. Hasil Penelitian yang Relevan ................................................................... 22

    D. Hipotesis Tindakan .................................................................................... 23

    BAB III METODOLOGI PENELITIAN.................................................................. 25

    A. Tempat dan Waktu Penelitian436991 ........................................................ 25

    B. Pendekatan Penelitian ................................................................................ 26

    C. Teknik Pengumpulan Data ........................................................................ 29

    D. Prosedur Penelitian .................................................................................... 31

    E. Proses Penelitian ....................................................................................... 32

    BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ........................................... 35

    A. Deskripsi Lokasi Penelitian ....................................................................... 35

    1. Riwayat Singkat ..................................................................................... 35

    2. Keadaan Lingkungan Belajar ................................................................ 36

    3. Visi dan Misi .......................................................................................... 37

    B. Identifikasi Masalah Pembelajaran Akuntansi Kelas XI IPS 02 SMA

    Negeri Colomadu ....................................................................................... 38

    C. Deskripsi Hasil Penelitian .......................................................................... 39

    xiii

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    D. Pembahasan ............................................................................................... 55

    BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN ................................................... 61

    A. Simpulan .................................................................................................... 61

    B. Implikasi .................................................................................................... 62

    C. Saran .......................................................................................................... 63

    DAFTAR PUSTAKA .................................................................................................... 64

    LAMPIRAN ................................................................................................................... 66

    iv

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    DAFTAR TABEL

    Tabel

    1. Nilai Nilai Siswa Sebelum Dilaksanakan Siklus I ........................................................ 2

    2. Jadwal Pelaksanaan Kegiatan Dalam Penelitian ......................................................... 26

    3. Indikator Ketercapaian Aktivitas Siswa ...................................................................... 33

    4. Profil Hasil Penelitian Siklus I .................................................................................... 55

    5. Profil Hasil Penelitian Siklus II .................................................................................. 56

    6. Profil Hasil Penelitian Siklus I dan II ......................................................................... 57

    xv

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    DAFTAR GAMBAR

    Gambar

    1. Kerangka Pemikiran .................................................................................................... 22

    2. Siklus Penelitian Tindakan Kelas ............................................................................... 28

    3. Grafik Hasil Penelitian Siklus I .................................................................................. 55

    4. Grafik Hasil Penelitian Siklus II ................................................................................. 56

    5. Grafik Hasil Penelitian Siklus I dan II ........................................................................ 57

    xvi

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    DAFTAR LAMPIRAN

    Lampiran

    1. Dokumentasi Foto Wawancara Sebelum dan Sesudah Siklus dilakukan ................... 67

    2. RPP Siklus I ............................................................................................................... 70

    3.RPP Siklus II ................................................................................................................ 82

    4. Catatan Lapangan ........................................................................................................ 91

    5. Data Hasil Wawancara ................................................................................................ 92

    6. Lembar Pengamatan Kegiatan Belajar Mengajar ..................................................... 103

    7. Daftar Nilai Siswa ..................................................................................................... 107

    8. Daftar Hadir Siswa .................................................................................................... 109

    9. Perijinan ................................................................................................................. 111

    xvii

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user 1

    BAB I

    PENDAHULUAN

    A. Latar Belakang Masalah

    Perkembangan dan perubahan yang terjadi dalam kehidupan bermasyarakat,

    berbangsa dan bernegara di Indonesia tidak terlepas dari pengaruh perubahan

    global, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta seni dan budaya.

    Perkembangan dan perubahan secara terus menerus ini menuntut perlunya

    peningkatan mutu pendidikan untuk mewujudkan masyarakat yang mampu

    bersaing dan menyesuaikan diri dengan perubahan zaman. Salah satu upaya yang

    ditempuh untuk meningkatkan mutu pendidikan adalah melalui peningkatan mutu

    pendidikan di sekolah. Sekolah adalah bagian dari masyarakat yang merupakan

    tempat bagi pembinaan SDM yang sesuai dengan perkembangan sains dan

    teknologi. Berbicara tentang pembelajaran di sekolah, khususnya pembelajaran

    akuntansi, tidak akan terlepas dari masalah-masalah yang terdapat di dalam

    pembelajaran akuntansi tersebut.

    Aktivitas siswa sangat mempengaruhi pada hasil belajar siswa. Ketika

    dilakukan pengamatan di kelas XI IPS 2 SMA N Colomadu, terdapat aktivitas

    siswa yang masih kurang, terdapat siswa yang masih malu-malu untuk bertanya,

    selanjutnya siswa tidak mau berpendapat karena dianggap tidak penting,

    kemudian siswa diberikan waktu untuk diskusi cenderung digunakan untuk

    bersendau gurau, ketika memecahkan soal banyak siswa yang mengalami

    kesulitan. Berdasarkan pengamatan di kelas, khususnya materi pokok akuntansi,

    masih terdapat nilai-nilai yang belum tuntas dalam mengerjakan ulangan pada

    tahun ajaran 2009/2010, sehingga hasil belajar yang diberikan sangat kurang dari

    KKM sekolah yaitu dengan skor nilai 65.

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    2

    Tabel 1. Nilai-nilai siswa sebelum dilaksanakan siklus I dibawah ini.

    Skor nilai Jumlah Siswa

    81-90 6 siswa

    71-80 13 siswa

    61-70 3 siswa

    51-60 13 siswa

    41-50 5 siswa

    31-40 1 siswa

    Disamping itu guru masih memberikan metode ceramah, memberikan tugas

    kemudian memberikan tes akhir, begitulah aktivitas ini berjalan terus. Rutinitas

    model pembelajaran seperti itu yang kemudian menimbulkan rasa bosan dan

    sungkan untuk memperhatikan guru yang sedang mengajar. Untuk pemilihan

    metode dan pendekatan yang digunakan seorang guru harus memperhatikan

    tujuan pengajaran. Selain itu, guru dalam memilih metode harus juga

    memperhatikan jenis atau sifat bahan pengajaran. Fasilitas pengajaran lengkap,

    siap dipakai, dan sesuai dengan mata pelajaran akan memberikan dorongan serta

    peluang kepada guru untuk memilih suatu strategi pengajaran dalam rangka

    mengoptimalkan proses dan hasil belajar yang dicapai.

    Model pembelajaran yang dapat dipilih dan digunakan untuk XI IPS 2

    adalah kooperatif jigsaw, karena jigsaw dapat meningkatkan rasa solidaritas bagi

    teman satu kelas di XI IPS 2 ini. Cara ini dipilih dengan pertimbangan karena

    dengan metode jigsaw siswa dapat saling berdiskusi, berpikir, mengemukakan

    pendapat, menganalisis pendapat teman, sehingga aktivitas siswa akan meningkat

    terus menerus. Menurut Doantara Yasa (2008) dalam Indah Kusharyati (2009:16)

    mengatakan keunggulan metode jigsaw adalah:

    1. Memacu siswa untuk berpikir kritis 2. Memaksa siswa untuk membuat kata-kata yang tepat agar dapat

    menjelaskan kepada teman yang lain 3. Diskusi yang terjadi tidak didominasi oleh siswa-siswa tertentu tapi semua

    siswa dituntut menjadi aktif

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    3

    4. Jigsaw dapat digunakan bersama strategi belajar yang lain 5. Jigsaw mudah dilakukan

    Jigsaw merupakan salah satu model pembelajaran kooperatif yang

    mendorong siswa aktif dan saling membantu dalam menguasai pelajaran untuk

    mencapai prestasi yang maksimal. Dalam metode belajar ini terdapat tahap-tahap

    dalam penyelenggaraanya. Tahap pertama siswa dikelompokkan dalam bentuk

    kelompok-kelompok kecil. Pembentukan kelompok-kelompok siswa tersebut

    dapat dilakukan guru berdasarkan pertimbangan tertentu.

    Dari uraian di atas, penulis bermaksud untuk mengadakan penelitian dengan

    judul : Penerapan pendekatan pembelajaran kooperatif metode jigsaw untuk

    meningkatkan aktivitas siswa pada pembelajaran akuntansi kelas XI IPS SMA N

    Colomadu tahun ajaran 2010/2011.

    B. Identifikasi Masalah

    Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dikemukakan di atas dapat

    diidentifikasi beberapa masalah sebagai berikut :

    1. Masih rendahnya hasil belajar siswa dilihat dari nilai Kriteria

    Ketuntasan Minimum siswa SMAN Colomadu khususnya kelas XI IPS

    2 yakni, pada tahun ajaran 2009/2010 semester 1 yakni, 65.

    2. Kesulitan siswa SMA N Colomadu khususnya kelas XI IPS 2 dalam

    memecahkan soal.

    3. Interaksi antar guru & siswa, maupun interaksi antar siswa di SMA N

    Colomadu khususnya kelas XI IPS 2 dalam pembelajaran yang masih

    kurang.

    4. Metode pembelajaran akuntansi di SMA N Colomadu untuk kelas XI

    IPS 2 masih menggunakan metode pembelajaran konvensional yakni

    metode ceramah.

    C. Pembatasan Masalah

    Berdasarkan latar belakang di atas, maka permasalahan yang akan diteliti

    dibatasi pada :

    1. Subjek penelitian

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    4

    Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS 2 SMA N Colomadu

    tahun ajaran 2010/2011. Jumlah seluruhnya 40 orang

    2. Objek penelitian

    Objek penelitian meliputi :

    Aktivitas siswa, yang diukur adalah bertanya, diskusi dan

    mengerjakan soal.

    3. Model pembelajaran yang digunakan adalah jigsaw.

    Pembelajaran kooperatif jigsaw merupakan salah satu tipe

    pembelajaran kooperatif yang mendorong siswa aktif dan saling

    membantu dalam menguasai materi pelajaran untuk mencapai prestasi

    yang maksimal. Dalam model belajar ini terdapat tahap-tahap dalam

    penyelenggaraannya. Tahap pertama siswa dikelompokkan dalam

    bentuk kelompok-kelompok kecil. Pembentukan kelompok-kelompok

    siswa tersebut dapat dilakukan guru berdasarkan pertimbangan

    tertentu.

    4. Materi penelitian :

    Materi pelajaran akuntansi yang dijadikan sebagai objek penelitian

    dikhususkan pada pokok bahasan Jurnal penyesuaian di SMA Negeri

    Colomadu kelas XI IPS 2.

    D.Perumusan Masalah

    Berdasarkan latar belakang tersebut di atas, maka dapat dirumuskan

    permasalahan sebagai berikut :

    Apakah penerapan dengan pendekatan pembelajaran kooperatif metode jigsaw

    dapat meningkatkan aktivitas siswa pada pembelajaran akuntansi pada siswa

    kelas XI IPS 2 semester genap SMA N Colomadu tahun ajaran 2010/2011?

    E.Tujuan Penelitian

    Berdasarkan perumusan masalah diatas, maka dapat dirumuskan tujuan

    penelitian ini,yaitu :

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    5

    Mendeskripsikan penerapan pendekatan pembelajaran kooperatif model

    jigsaw dalam usaha meningkatkan aktivitas siswa pada pembelajaran akuntansi

    kelas XI IPS 2 semester genap SMA N Colomadu.

    F.Manfaat Penelitian

    1.Manfaat Teoritis

    a. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memperkaya wawasan pengembangan

    ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan dunia pendidikan terutama

    dalam meningkatkan aktivitas siswa pada mata pelajaran akuntansi jenjang

    Sekolah Menengah Atas

    b. Untuk lebih mendukung teori-teori yang telah ada sehubungan dengan

    masalah yang dibahas dalam penelitian ini.

    2.Manfaat Praktis

    a. Bagi peneliti

    1) Hasil penelitian ini diharapkan dapat mengembangkan ilmu pengetahuan

    yang sudah peneliti dapatkan dari bangku kuliah selama ini.

    2) Meningkatkan dan memantapkan wawasan ilmu pengetahuan peneliti

    mengenai masalah aktivitas siswa.

    b. Bagi sekolah

    1) Sebagai masukan kepada pengajar akuntansi tentang penerapan metode

    jigsaw dalam proses belajar mengajar untuk memacu motivasi siswa,

    dengan tujuan siswa akan meraih prestasi belajar yang optimal.

    2) Memberikan gambaran kepada pengajar akuntansi tentang arti pentingnya

    pemberian metode jigsaw dalam latihan soal-soal yang berupa nilai.

    c. Bagi peneliti lain

    1) Dapat memberikan informasi tambahan kepada peneliti lain yang

    membahas mengenai masalah yang sejenis.

    2) Memberikan dorongan kepada peneliti lain agar dapat mendalami

    permasalahan mengenai aktivitas siswa.

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    6

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    6

    BAB II

    TINJAUAN PUSTAKA

    A. Landasan Teori

    1. Hakikat Belajar

    Dalam UU Sistem Pendidikan Nasional No.20 Tahun 2003, Pendidikan

    adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses

    pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya

    untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian,

    kecerdasan, akhlak mulia serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat,

    bangsa dan negara.

    Dalam keseluruhan proses pendidikan di sekolah, kegiatan belajar

    merupakan kegiatan yang paling pokok. Ini berarti bahwa berhasil tidaknya

    pencapaian tujuan pendidikan banyak bergantung kepada bagaimana proses

    belajar yang dialami oleh siswa sebagai anak didik. Pandangan seseorang tentang

    belajar akan mempengaruhi tindakan-tindakannya yang berhubungan dengan

    belajar, dan setiap orang mempunyai pandangan yang berbeda tentang belajar.

    Ada beberapa definisi tentang belajar, antara lain dapat diuraikan sebagai

    berikut menurut Slameto (2010:02) : Belajar ialah suatu proses usaha yang

    dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru

    secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan

    lingkungannya. Menurut Sardiman A.M (2010:20) : (1) Cronbach memberikan

    definisi : Learning is shown by a change in behavior as a result of experience,(2)

    Harold Spears memberikan batasan : Learning is to observe, to read, to imitate, to

    try something themselves, to listen, to follow direction, (3 ) Geoch, mengatakan :

    Learning is a change in performance as a result of practise. Menurut Cronbach

    dalam Agus Suprijono (2009:4) menyatakan bahwa Learning is to observe, to

    read to imitate, to try something themselves, to listen, to follow direction dengan

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    7

    kata lain bahwa belajar adalah mengamati, meniru, mencoba sesuatu, mendengar

    dan mengikuti arah tertentu.

    Jadi, berdasarkan pendapat tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa belajar

    adalah suatu proses yang mengalami perubahan ke arah yang positif, baik itu

    dalam bidang kognitif, afektif maupun psikomotorik.

    2. Model Pembelajaran Kooperatif

    a.Hakikat Model pembelajaran

    Model pembelajaran merupakan landasan praktik pembelajaran hasil

    penurunan teori psikologi pendidikan dan teori belajar yang dirancang

    berdasarkan analisis terhadap implementasi kurikulum dan implikasinya pada

    tingkat operasional di kelas. Model pembelajaran dapat diartikan pula sebagai

    pola yang digunakan untuk penyusunan kurikulum, mengatur materi, dan

    memberi petunjuk kepada guru di kelas (Agus Suprijono, 2009:45-46)

    b. Hakikat Model Pembelajaran Kooperatif

    Menurut Drs. H. Isjoni (2010: 23) Pembelajaran kooperatif adalah suatu

    model pembelajaran yang saat ini banyak digunakan untuk mewujudkan kegiatan

    belajar mengajar yang berpusat pada siswa (student oriented), terutama untuk

    mengatasi permasalahan yang ditemukan guru dalam mengaktifkan siswa, yang

    tidak dapat bekerja sama dengan orang lain, siswa yang agresif dan tidak peduli

    pada yang lain. Model ini telah terbukti dapat dipergunakan dalam berbagai mata

    pelajaran dan berbagai usia. Dan menurut Robert E. Slavin (2010:41) mengatakan

    bahwa terdapat dasar teoritis yang kuat untuk memprediksi bahwa metode-metode

    pembelajaran kooperatif yang menggunakan tujuan kelompok dan tanggung

    jawab individual akan meningkatkan pencapaian prestasi siswa.

    Dalam Agus Suprijono (2009:11), Roger dan David Johson menyatakan

    bahwa tidak semua belajar kelompok bisa dianggap pembelajaran kooperatif.

    Untuk mencapai hasil yang maksimal, lima unsur dalam model pembelajaran

    kooperatif harus ditetapkan. Lima unsur tersebut adalah :

    1) Positive interdependence (saling ketergantungan positif)

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    8

    2) Personal responsibility (tanggung jawab perseorangan) 3) Face to face promotive interaction (interaksi promotif) 4) Interpersonal skill (komunikasi setiap anggota) 5) Group processing (pemrosesan kelompok)

    Positive interdependence, yaitu hubungan timbal balik yang didasari adanya

    kepentingan yang sama atau perasaan diantara anggota kelompok dimana

    keberhasilan seseorang merupakan keberhasilan yang lain pula atau sebaliknya.

    Personal Responsibility, yaitu mengenai materi pelajaran dalam anggota

    kelompok sehingga siswa termotivasi untuk membantu temannya, karena tujuan

    dalam pembelajaran kooperatif adalah menjadikan setiap anggota kelompoknya

    menjadi lebih kuat pribadinya.

    Face to face promotive interaction, yaitu interaksi yang langsung terjadi

    antar siswa tanpa adanya perantara, tidak adanya penonjolan kekuatan individu,

    yang ada hanya pola interaksi dan perubahan yang bersifat verbal diantara siswa

    yang ditingkatkan oleh adanya saling hubungan timbal balik yang bersifat positif

    sehingga dapat mempengaruhi hasil pendidikan dan pengajaran.

    Interpersonal skill, yaitu menciptakan hubungan antar pribadi,

    mengembangkan kemampuan kelompok, dan memelihara hubungan kerja yang

    efektif.

    Group processing, yaitu tujuan terpenting yang diharapkan dapat dicapai

    dalam pembelajaran kooperatif adalah siswa belajar keterampilan bekerjasama

    dan berhubungan ini adalah keterampilan yang penting dan sangat diperlukan di

    masyarakat.

    Pada intinya, model pembelajaran kooperatif, didukung siswa yang

    memiliki jiwa sosial dan tanggung jawab terhadap kelompoknya, sehingga dalam

    menyelesaikan tugasnya dapat terselesaikan dengan cepat dan siswa lain juga

    dapat sharing terhadap teman yang lebih pintar.

    c.Keunggulan dan Kelemahan Model Pembelajaran Kooperatif

    Pembelajaran kooperatif memiliki dampak yang positif untuk peran siswa,

    menurut Jarolimek & Parker (1993) dalam Isjoni (2010:24) mengatakan

    keunggulan model pembelajaran Kooperatif adalah :

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    9

    1) saling ketergantungan yang positif 2) adanya pengakuan dalam merespon perbedaan individu 3) siswa dilibatkan dalam perencanaan dan pengelolaan kelas 4) suasana kelas yang rileks dan menyenangkan 5) terjalinnya hubungan yang hangat dan bersahabat antara siswa dengan guru 6) memiliki banyak kesempatan untuk mengekspresikan pengalaman emosi yang menyenangkan.

    Model pembelajaran kooperatif selain memiliki kelebihan seperti yang telah

    disebutkan diatas juga mempunyai beberapa kelemahan. Isjoni (2010:25)

    menuliskan beberapa keterbatasan pembelajaran kooperatif : (1) guru harus

    mempersiapkan pembelajaran secara matang, disamping itu memerlukan lebih

    banyak tenaga, pemikiran dan waktu, (2) agar proses pembelajaran berjalan

    dengan lancar maka dibutuhkan dukungan fasilitas, alat dan biaya yang cukup

    memadai, (3) selama kegiatan diskusi kelompok berlangsung, ada kecenderungan

    topik permasalahan yang sedang dibahas meluas sehingga banyak yang tidak

    sesuai dengan waktu yang telah ditentukan, (4) saat diskusi kelas, terkadang

    didominasi seseorang, hal ini mengakibatkan siswa yang lain menjadi pasif.

    d.Macam Model Pembelajaran Kooperatif

    Terdapat macam-macam model pembelajaran kooperatif , menurut Agus

    Suprijono (2009:101) yaitu: (1) Think Pair Share, (2) Numbered Heads Together,

    (3) Group Investigation, (4) Two Stay Two Stray, (5) Make a Match, (6) Listening

    Team, (7) Inside-Outside Circle, (8) Bamboo Dancing, (9) Point Counter Point,

    (10) The Power of Two, (11) Listening Team, (12) Jigsaw.

    1) Think Pair Share

    Pembelajaran ini diawali dengan guru mengajukan pertanyaan atau isu

    terkait dengan pelajaran untuk dipikirkan oleh peserta didik. Guru

    memberikan kesempatan kepada mereka memikirkan jawabannya. Selanjutnya

    peserta didik berpasang-pasangan, dan guru memberikan kesempatan kepada

    pasangan untuk diskusi. Diharapkan diskusi dapat memperdalam makna dari

    jawaban yang telah dipikirkannya melalui intersubjektif dengan pasangannya.

    Hasil diskusi intersubjektif di tiap-tiap pasangan hasilnya dibicarakan dengan

    seluruh kelas.

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    10

    2) Numbered Heads Together

    Pembelajaran ini diawali guru membagi kelas menjadi kelompok-kelompok

    kecil. Jumlah kelompok sebaiknya mempertimbangkan jumlah konsep yang

    dipelajari.Jika jumlah peserta didik dalam satu kelas terdiri dari 40 orang dan

    terbagi menjadi 5 kelompok berdasarkan jumlah konsep yang dipelajari, maka

    tiap kelompok terdiri 8 orang. Tiap-tiap orang dalam tiap-tiap kelompok diberi

    nomor 1-8. Setelah kelompok terbentuk guru mengajukan beberapa

    pertanyaan yang harus dijawab oleh tiap-tiap kelompok. Guru memberikan

    kesempatan pada tiap-tiap kelompok. Pada kesempatan ini tiap-tiap kelompok

    menyatukan kepalanya Heads Together berdiskusi memikirkan jawaban

    atas pertanyaan dari guru. Langkah berikutnya adalah guru memanggil peserta

    didik yang memiliki nomor yang sama dari tiap-tiap kelompok, untuk

    menjawab pertanyaan guru.

    3) Group Investigation

    Pembelajaran dengan metode group investigation dimulai dengan

    pembagian kelompok. Selanjutnya guru dan peserta didik memilih topik-topik

    tertentu dengan permasalahan-permasalahan yang dapat dikembangkan dari

    topik-topik. Kemudian kelompok beraktivitas dari mengumpulkan data,

    analisis data, sintesis, hingga menarik kesimpulan. Langkah berikutnya adalah

    presentasi hasil oleh masing-masing kelompok.

    4) Two Stay Two Stray

    Metode two stay two stray atau metode dua tinggal dua tamu. Pembelajaran

    dengan metode itu diawali dengan pembagian kelompok. Setelah kelompok

    terbentuk guru memberikan tugas berupa permasalahan-permasalahan yang

    harus mereka diskusikan jawabannya. Setelah diskusi intrakelompok usai, dua

    orang dari masing-masing kelompok meninggalkan kelompoknya untuk

    bertamu kepada kelompok yang lain. Anggota kelompok yang tidak mendapat

    tugas sebagai tamu mempunyai kewajiban menerima tamu dari suatu

    kelompok. Tugas mereka adalah menyajikan hasil kerja kelompoknya kepada

    tamu tersebut. Yang bertugas sebagai tamu, wajib bertamu kesemua

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    11

    kelompok. Setelah selesai, semua kelompok membahas hasil kerja yang telah

    mereka tunaikan.

    5) Make a Match

    Yang disiapkan pertama adalah kartu-kartu, yang berisi pertanyaan-

    pertanyaan dan jawaban-jawaban. Kemudian guru membagi komunitas

    menjadi tiga kelompok. Kelompok pertama pembawa kartu-kartu pertanyaan,

    kelompok kedua pembawa kartu-kartu jawaban, kelompok ketiga sebagai

    kelompok penilai. Setelah dibagi, guru memberikan aba-aba agar kelompok

    pertama bertemu dengan kelompok kedua saling bergerak mereke bertemu,

    mencari pasangan pertanyaan-jawaban yang cocok. Selesai disamakan

    pertanyaan dan jawaban, kelompok penilai memberikan nilai apakah jawaban

    dan pertanyaan cocok. Berdasarkan kondisi inilah guru memfasilitasi diskusi

    untuk memberikan kesempatan kepada seluruh peserta didik

    menginformasikan hal-hal yang mereka telah lakukan yaitu memasangkan

    pertanyaan-jawaban dan melaksanakan penilaian.

    6) Listening Team

    Pembelajaran dengan metode listening team diawali dengan pemaparan

    materi pembelajaran oleh guru. Selanjutnya guru membagi kelas menjadi

    kelompok-kelompok. Misal, 40 orang dalam suatu kelas dibagi menjadi 4

    kelompok.Kelompok pertama merupakan kelompok penanya, kelompok

    kedua dan kelompok ketiga adalah kelompok penjawab. Kelompok kedua

    merupakan kumpulan orang yang menjawab berdasarkan perspektif tertentu,

    sementara kelompok ketiga adalah kumpulan orang yang menjawab perspektif

    berbeda dengan kelompok kedua. Kelompok keempat adalah kelompok yang

    bertugas mereview dan membuat kesimpulan dari hasil diskusi.

    7) Inside-Outside Circle

    Pembelajaran dengan metode inside-outside circle diawali dengan

    pembentukan kelompok. Jika kelas terdiri dari 40 orang bagilah menjadi 2

    kelompok besar. Tiap-tiap kelompok besar terdiri dari 2 kelompok lingkaran

    dalam dengan jumlah anggota 10 dan kelompok lingkaran luar terdiri dari 10

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    12

    orang. Anggota kelompok lingkaran dalam berdiri melingkar menghadap

    keluar dan anggota kelompok lingkaran keluar berdiri menghadap ke dalam.

    Sehingga anggota lingkaran luar dan dalam saling berhadapan. Setelah itu

    guru memberikan tugas pada tiap-tiap pasangan. Karena dalam contoh ini ada

    10 pasangan berarti ada 10 indikator pembelajaran. Setelah mereka

    berdiskusi, guru meminta kepada anggota kelompok lingkaran dalam bergerak

    berlawan arah dengan angota kelompok lingkaran luar. Setiap pergerakan itu

    akan terbentuk pasangan-pasangan baru. Pasangan-pasangan ini wajib

    memberikan informasi berdasarkan hasil diskusi dengan pasangan asal,

    demikian seterusnya. Pergerakan baru dihentikan jika anggota kelompok

    lingkaran dalam dan luar sebagai pasangan asal bertemu kembali. Hasil

    diskusi di tiap-tiap kelompok besar tersebut diatas, kemudian dipaparkan

    sehingga terjadilah diskusi antar-kelompok besar.

    8) Bamboo Dancing

    Pembelajaran dengan metode bamboo dancing serupa dengan metode inside

    outside circle. Pembelajaran diawali dengan pengenalan topik oleh guru. Guru

    bisa menuliskan topik tersebut di papan tulis atau dapat pula guru bertanya

    jawab apa yang diketahui peserta didik mengenai topik itu. Kegiatan sumbang

    saran ini dimaksudkan untuk mengaktifkan struktur kognitif yang telah

    dimiliki peserta didik agar lebih siap mengahadapi pelajaran yang baru.

    Langkah-langkahnya sama dengan metode inside outside circle.

    9) Point Counter Point

    Langkah pertama metode pembelajaran point conter point adalah membagi

    peserta didik ke dalam kelompok-kelompok. Kelompok saling berhadapan,

    guru memberikan kesempatan kepada tiap kelompok untuk merumuskan

    argumentasi-argumentasi sesuai dengan perspektif yang dikembangkannya.

    Selanjutnya tiap kelompok mulai berdebat, mintalah tanggapan, bantahan atau

    koreksi dari kelompok lain. Di penghujung waktu guru membuat evaluasi

    sehingga peserta didik dapat mencari jawaban sebagai titik temu dari

    argumentasi-argumentasi yang telah mereka munculkan.

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    13

    10) The Power of Two

    Diawali dengan mengajukan pertanyaan, guru meminta kepada peserta didik

    secara perorangan untuk menjawab yang diterimanya. Setelah semua

    menyelesaikan jawabannya, guru meminta kepada peserta didik mencari

    pasangan. Setiap pasangan menyusun jawaban baru yang disepakati bersama.

    Di akhir pelajaran guru membuat rumusan-rumusan rangkuman sebagai

    jawaban-jawaban atas pertanyaan yang telah diajukan.

    11) Listening Team

    Langkah-langkah metode tim pendengar adalah: (1) Guru membagi peserta

    didik menjadi 4 tim: tim A perannya sebagai penanya dan tugasnya

    merumuskan pertanyaan, tim B perannya sebagai pendukung dan tugasnya

    menjawab pertanyaan yang didasarkan pada poin-poin yang disepakati

    (membantu dan menjelaskannya, mengapa demikian), tim C perannya

    penentang dan tugasnya mengutarakan poin-poin yang tidak disetujui atau

    tidak bermanfaat dan menjelaskan mengapa demikian, tim D berperan sebagai

    penarik kesimpulan dan tugasnya menyimpulkan hasil. Kemudian penyaji

    memaparkan laporan hasil penelitiannya, setelah selesai beri waktu kepada

    tiap kelompok untuk menyelesaikan tugas sesuai dengan perannya masing-

    masing.

    12) Jigsaw

    Pembelajaran dengan metode jigsaw diawali dengan pengenalan topik yang

    akan dibahas. Guru menanyakan kepada peserta didik apa yang mereka

    ketahui mengenai topik tersebut. Guru membagi kelas menjadi kelompok-

    kelompok lebih kecil. Jumlah kelompok bergantung pada jumlah konsep yang

    terdapat pada jumlah konsep yang terdapat pada topik yang dipelajari. Apabila

    ada 4 konsep, bila satu kelas ada 40 orang, maka setiap kelompok

    beranggotakan 10 orang. Keempat kelompok itu disebut kelompok asal. Sesi

    berikutnya, membentuk kelompok ahli. Setiap kelompok ahli mempunyai 10

    anggota yang berasal dari masing-masing kelompok asal. Karena jumlah

    anggota setiap anggota kelompok asal adalah 10 orang, maka aturlah

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    14

    sedemikian rupa terpenting adalah di setiap kelompok ahli ada kelompok asal

    yang berbeda-beda tersebut. Kemudian kelompok ahli diberikan kesempatan

    untuk mendiskusikan masing-masing konsep. Setelah diskusi selesai, mereka

    kembali ke kelompok asal. Setelah itu, berikan kesempatan untuk berdiskusi.

    Kegiatan ini merupakan refleksi terhadap pengetahuan yang telah mereka

    dapatkan dari hasil berdiskusi di kelompok ahli.

    3. Metode Pembelajaran Jigsaw

    a. Hakikat Metode Jigsaw

    Dalam Isjoni (2010:57) menurut Aronson, jigsaw merupakan suatu kelompok kecil yang heterogen yang diberi nama tim jigsaw dan materi dibagi sebanyak kelompok menurut anggota timnya. Tiap-tiap tim diberikan satu set materi yang lengkap dan masing-masing individu ditugaskan untuk memilih topik mereka. Kemudian siswa dipisahkan menjadi kelompok ahli dan asal. b. Langkah-langkah Metode Jigsaw

    Menurut Anita Lie (2010:69-70), langkah-langkah metode jigsaw adalah:

    1) Pengajar membagi bahan pelajaran yang akan diberikan menjadi dua bagian.

    2) Sebelum bahan pelajaran diberikan, pengajar memberikan pengenalan mengenai topik yang akan dibahas dalam bahan pelajaran untuk hari itu. Pengajar bisa menuliskan topik di papan tulis dan menanyakan apa yang siswa ketahui mengenai topik tersebut. Kegiatan brainstorming ini dimaksudkan untuk mengaktifkan skemata siswa agar lebih siap menghadapi bahan pelajaran yang baru.

    3) Siswa dibagi dalam kelompok berempat. 4) Bagian pertama bahan diberikan kepada siswa yang pertama,

    sedangkan siswa yang kedua menerima bagian yang kedua. Demikian seterusnya.

    5) Kemudian, siswa disuruh membaca/mengerjakan bagian mereka masing-masing.

    6) Setelah selesai, siswa saling berbagi mengenai bagian yang dibaca/dikerjakan masing-masing. Dalam kegiatan ini, siswa bisa saling melengkapi dan berinteraksi antara satu dengan yang lainnya.

    7) Kemudian dilakukan diskusi seluruh kelas. Apabila yang dikerjakan konsep materi cukup sulit, siswa bisa membentuk kelompok para ahli. Siswa berkumpul dengan siswa lain yang mendapatkan bagian yang sama dari kelompok lain. Mereka bekerjasama mempelajari bagian tersebut. Kemudian masing-masing siswa kembali ke kelompoknya sendiri dan membagikan apa yang telah dipelajarinya kepada rekan-rekan dalam kelompoknya.

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    15

    Menurut Agus Suprijono (2009:89-91), langkah-langkah metode jigsaw

    adalah: Pembelajaran dengan metode jigsaw diawali dengan pengenalan topik

    yang akan dibahas. Guru menanyakan kepada peserta didik apa yang mereka

    ketahui mengenai topik tersebut. Guru membagi kelas menjadi kelompok-

    kelompok lebih kecil. Jumlah kelompok bergantung pada jumlah konsep yang

    terdapat pada jumlah konsep yang terdapat pada topik yang dipelajari. Apabila

    ada 4 konsep, bila satu kelas ada 40 orang, maka setiap kelompok beranggotakan

    10 orang. Keempat kelompok itu disebut kelompok asal. Sesi berikutnya,

    membentuk kelompok ahli. Setiap kelompok ahli mempunyai 10 anggota yang

    berasal dari masing-masing kelompok asal. Karena jumlah anggota setiap anggota

    kelompok asal adalah 10 orang, maka aturlah sedemikian rupa terpenting adalah

    di setiap kelompok ahli ada kelompok asal yang berbeda-beda tersebut. Kemudian

    kelompok ahli diberikan kesempatan untuk mendiskusikan masing-masing

    konsep. Setelah diskusi selesai, mereka kembali ke kelompok asal. Setelah itu,

    berikan kesempatan untuk berdiskusi. Kegiatan ini merupakan refleksi terhadap

    pengetahuan yang telah mereka dapatkan dari hasil berdiskusi di kelompok ahli.

    Kemudian peneliti menyimpulkan langkah-langkah metode jigsaw sebagai

    berikut:

    1) Guru membagi materi pelajaran yang akan diberikan menjadi dua

    bagian.

    2) Sebelum materi pelajaran diberikan, guru memberikan pengenalan

    mengenai topik yang akan dibahas dalam meteri pelajaran untuk hari

    itu. Guru bisa menuliskan topik di papan tulis dan menanyakan apa

    yang siswa ketahui mengenai topik tersebut. Kegiatan brainstorming

    ini dimaksudkan untuk mengaktifkan skemata siswa agar lebih siap

    menghadapi materi pelajaran yang baru.

    3) Siswa dibagi dalam 5 kelompok. Kelompok asal adalah kelompok

    awal siswa terdiri dari beberapa anggota kelompok ahli yang dibentuk

    dengan memperhatikan keragaman dan latar belakang. Sedangkan

    kelompok ahli, yaitu kelompok siswa yang terdiri dari anggota

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    16

    kelompok asal, yang ditugaskan untuk mendalami sub topik tertentu

    untuk kemudian dijelaskan kepada anggota kelompok asal.

    4) Bagian pertama materi diberikan kepada siswa yang pertama,

    sedangkan siswa yang kedua menerima bagian yang kedua. Demikian

    seterusnya.

    5) Setiap kelompok asal mengirimkan anggotanya ke kelompok lain atau

    kelompok ahli. Di dalam kelompok ahli, siswa mendiskusikan bagian

    materi belajar yang sama. Kemudian setiap anggota merencanakan

    bagaimana mengajarkan sub topik yang menjadi bagian anggota

    kelompoknya semula (kelompok asal).

    6) Setelah pembahasan selesai para anggota kelompok kemudian

    kembali pada kelompok asal dan mengajarkan pada teman

    sekelompoknya pengetahuan apa yang telah mereka dapatkan saat

    pertemuan di kelompok ahli.

    7) Selanjutnya dilakukan presentasi masing-masing kelompok.

    8) Guru memberikan kuis untuk siswa secara individual.

    9) Guru memberikan penghargaan pada kelompok melalui skor

    penghargaan berdasarkan perolehan nilai peningkatan hasil belajar

    individual dari skor dasar ke skor kuis berikutnya.

    c. Kelebihan dan Kelemahan Metode Jigsaw

    Menurut Doantara Yasa (2008) dalam Indah Kusharyati (2009:16)

    pembelajaran metode jigsaw ini mempunyai kelebihan-kelebihan sebagai berikut :

    1) Memacu siswa untuk berpikir kritis. 2) Memaksa siswa untuk membuat kata-kata yang tepat agar dapat

    menjelaskan kepada teman yang lain. Hal ini akan membantu siswa mengembangkan kemampuan sosialnya.

    3) Diskusi yang terjadi tidak didominasi oleh siswa-siswa tertentu tetapi semua siswa dituntut menjadi aktif.

    4) Jigsaw dapat digunakan bersama strategi belajar yang lain. 5) Jigsaw mudah dilakukan.

    Selain itu menurut Anita Lie (2010:69) metode jigsaw dapat membuat siswa

    bekerja dengan sesama siswa dalam suasana gotong royong dan mempunyai

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    17

    banyak kesempatan untuk mengolah informasi dan meningkatkan ketrampilan

    berkomunikasi.

    Selain kelebihan-kelebihan diatas, menurut Doantara Yasa (2008) dalam

    Indah Kusharyati (2009:16) jigsaw ini juga mempunyai kelemahan-kelemahan

    diantaranya : (1) kegiatan belajar mengajarnya membutuhkan lebih banyak waktu

    dibanding metode ceramah, (2) guru membutuhkan konsentrasi dan tenaga lebih

    ekstra karena setiap kelompok membutuhkan penanganan yang berbeda-beda.

    4. Hakikat Aktivitas

    Kata aktivitas berasal dari bahasa Inggris activity yang artinya kegiatan.

    Di dalam belajar perlu ada aktivitas, sebab pada prinsipnya belajar itu adalah

    berbuat, learning by doing. Menurut Sardiman A. M, (1994:94) menyatakan

    bahwa aktivitas adalah berbuat untuk mengubah tingkah laku, jadi melakukan

    kegiatan. Rousseau dalam Sardiman A. M (2010:96-97) bahwa, Dalam kegiatan

    belajar segala pengetahuan harus diperoleh dengan bekerja sendiri, pengalaman

    sendiri, penyelidikan sendiri, dengan bekerja sendiri, dengan fasilitas yang

    diciptakan sendiri, baik secara rohani maupun teknis. Hal ini menunjukkan

    bahwa setiap orang yang belajar harus aktif sendiri, tanpa adanya aktivitas maka

    proses belajar tidak mungkin terjadi.

    a.Prinsip-Prinsip Aktivitas

    Prinsip-prinsip aktivitas pada belajar dalam hal ini akan dilihat dari sudut

    pandang perkembangan konsep jiwa menurut ilmu jiwa. Dengan melihat unsur

    kejiwaan seseorang subjek belajar/subjek didik, dapatlah diketahui bagaimana

    prinsip aktivitas yang terjadi dalam belajar itu. Karena dilihat dari sudut pandang

    ilmu jiwa, maka sudah barang tentu yang menjadi fokus perhatian adalah

    komponen manusiawi yang melakukan aktivitas dalam belajar-mengajar, yakni

    siswa dan guru.

    Menurut Sardiman (2010:97-100) untuk melihat prinsip aktivitas belajar

    dari sudut pandangan ilmu jiwa ini secara garis besar dibagi menjadi 2 pandangan

    yakni Ilmu Jiwa Lama dan Ilmu Jiwa Modern.

    1) Menurut pandangan Ilmu Jiwa Lama

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    18

    John Locke dengan konsepnya Tabularasa, mengibaratkan jiwa (psyche)

    seseorang bagaikan kertas putih yang tidak bertulis. Kertas putih ini

    kemudian akan mendapatkan coretan atau tulisan dari luar. Terserah

    kepada unsur dari luar yang akan menulis, mau ditulisi merah atau hijau,

    kertas itu akan bersifat reseptif. Konsep semacam ini kemudian ditansfer

    ke dalam dunia pendidikan. Siswa diibaratkan kertas putih, sedang unsur

    dari luar yang menulisi adalah guru. Dalam hal ini terserah kepada guru,

    mau dibawa ke mana, mau diapakan siswa itu, karena guru adalah yang

    memberi dan mengatur isinya. Dengan demikian aktivitas didominasi oleh

    guru, sedang anak didik bersifat pasif dan menerima begitu saja. Guru

    menjadi seorang yang adikuasa di dalam kelas.

    2) Menurut pandangan Ilmu Jiwa Modern

    Aliran ilmu jiwa yang tergolong modern akan menerjemahkan jiwa

    manusia sebagai sesuatu yang dinamis, memiliki potensi dan energi

    sendiri. Oleh karena itu, secara alami anak didik itu juga bisa menjadi

    aktif, karena adanya motivasi dan didorong oleh bermacam-macam

    kebutuhan. Anak didik dipandang sebagai organisme yang mempunyai

    potensi untuk berkembang. Oleh sebab itu, tugas pendidik adalah

    membimbing dan menyediakan kondisi agar anak didik dapat

    mengembangkan bakat dan potensinya. Dalam hal ini, anaklah yang

    beraktivitas, berbuat dan harus aktif sendiri.

    Pendidik tugasnya menyediakan makanan dan minuman rohani anak, akan

    tetapi yang memakan serta meminumnya adalah anak didik itu sendiri.

    Guru bertugas menyediakan bahan pelajaran, tetapi yang mengolah dan

    mencerna adalah para siswa sesuai dengan bakat, kemampuan dan latar

    belakang masing-masing. Belajar adalah berbuat dan sekaligus merupakan

    proses yang membuat anak didik harus aktif.

    b. Pengertian Aktivitas Siswa

    Menurut Aceng Haetami dan Supriadi dalam penelitiannya (2008:4),

    aktivitas siswa dalam kelompok selama proses belajar mengajar adalah : (1)

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    19

    mendengarkan atau memperhatikan penjelasan guru, (2) mengerjakan LKS dalam

    kelompok belajar, (3) berdiskusi dalam kelompok belajar, (4) mengajukan

    pertanyaan atau menanggapi pertanyaan, (5) menghargai atau menerima pendapat,

    (6) mempresentasikan hasil kerja kelompok.

    Aktivitas siswa sangat mempengaruhi kegiatan belajar mengajar di kelas

    dalam pembelajaran akuntansi. Melalui aktivitas siswa mampu meningkatkan

    hasil belajar yang akan dicapai. Khususnya materi akuntansi mengenai jurnal

    pnyesuaian, untuk materi ini siswa harus benar benar aktif selama pembelajaran,

    memperhatikan materi tersebut yang dijelaskan oleh guru, mengerjakan latihan-

    latihan soal dalam LKS. Aktivitas lain yang harus diterapkan adalah diskusi dalam

    kelompok, hal ini dapat membantu siswa lain yang belum paham mengenai

    perusahaan jasa. Apabila belum jelas dapat ditanyakan langsung kepada guru,

    dengan belajar kelompok akan tahu hasil diskusi diadakan presentasi kelompok.

    Untuk hasil belajar, juga akan terlihat setelah adanya tes individual yang diberikan

    oleh guru. Sehingga untuk hasil belajar dianalisis secara deskriptif dengan

    menentukan rata- rata kelas.

    Aktivitas yang dilakukan siswa tentunya cukup kompleks dan bervariasi.

    Paul B. Diedrich dalam (Sadirman A. M, 2003:101) menyebutkan bahwa aktivitas

    siswa dapat digolongkan sebagai berikut :

    1) Visual activities : membaca, memperhatikan gambar demonstrasi, percobaan, dan pekerjaan orang lain.

    2) Oral activities : merumuskan, bertanya, memberi saran, mengeluarkan pendapat, mengadakan wawancara, dan diskusi.

    3) Listening activities : mendengarkan uraian, percakapan, musik dan pidato.

    4) Writing activities : menulis cerita, karangan laporan, angket, dan menyalin.

    5) Drawing activities : menggambar, membuat grafik, peta dan diagram. 6) Motor activities : melakukan percobaan, membuat konstruksi, model,

    mereparasi, bermain, berkebun, dan beternak. 7) Mental activities : menganggap, mengingat, memecahkan soal,

    menganalisa, melihat hubungan, dan mengambil keputusan. 8) Emosional activities : menaruh minat, merasa bosan, gembira,

    bersemangat, bergairah, berani, tenang, dan gugup.

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    20

    Dalam penelitian ini aktivitas siswa yang dimaksud dibatasi pada bertanya,

    diskusi, dan memecahkan soal.

    5. Hakikat Akuntansi

    Akuntansi menyangkut pembukuan, audit (pemeriksaan kebenaran catatan

    akuntansi), analisis laporan keuangan, sistem akuntansi dan masih banyak lagi

    bidang kajian akuntansi. Akuntansi sebagai ilmu pengetahuan diartikan sebagai

    pengetahuan yang sistematis dan dapat dipelajari tentang pengidentifikasian,

    pencatatan, pengikhtisaran dan pelaporan informasi dari kegiatan yang dilakukan

    perusahaan yang dapat digunakan oleh pihak-pihak yang membutuhkan.

    Akuntansi sebagai seni diartikan sebagai proses pengidentifikasian,

    pencatatan, pengikhtisaran, dan pelaporan informasi dari kegiatan yang dilakukan

    perusahaan untuk digunakan oleh pihak-pihak yang membutuhkan, yang tidak

    memiliki aturan baku dan hanya mengedepankan sisi keindahan dan kemudahan

    memahami isi informasi tersebut.

    Menurut kegiatan utama usahanya, jenis perusahaan dapat digolongkan

    menjadi tiga bidang, yaitu : perusahaan jasa, perusahaan dagang dan perusahaan

    industri. Pada kelas XI semester genap ini mata pelajaran akuntansi perusahaan

    jasa. Contohnya : jasa salon kecantikan, jasa konsultan keuangan, jasa

    transportasi, dan sebagainya. Proses akuntansi membentuk suatu siklus, yaitu:

    a. Mempersiapkan dan mengumpulkan bukti transaksi

    b. Mencatat transaksi dalam buku harian/jurnal

    c. Memindahkan transaksi dari jurnal ke akun buku besar (posting)

    d. Membuat neraca saldo

    e. Mempersiapkan data penyesuaian

    f. Membuat kertas kerja (worksheet)

    g. Menyusun laporan keuangan

    h. Membuat ayat penutup dan menutup akun buku besar

    i. Membuat neraca saldo setelah tutup buku

    j. Membuat ayat jurnal pembalik

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    21

    B. Kerangka Berpikir

    Saat ini model pembelajaran pada SMA N Colomadu masih menggunakan

    metode konvensional, akibatnya siswa XI IPS 2 kurang termotivasi dan kurang

    semangat dalam proses belajar mengajar. Sehingga aktivitas siswa dan hasil nilai

    yang dicapai sedikit, ketika pengamatan oleh peneliti dilakukan. Pada proses

    pembelajaran, jika aktivitas siswa mengalami kesulitan, maka perlu dicari solusi

    untuk mengatasi permasalahan tersebut.

    Salah satu pemecahannya adalah menggunakan pembelajaran kooperatif.

    Dengan cara ini diharapkan kesulitan yang dialami siswa dapat didiskusikan

    dengan teman-temannya dalam satu kelompok tetapi masih dalam bimbingan

    guru. Pengajar harus mampu menerapkan model pembelajaran yang tepat untuk

    meningkatkan prestasi siswa. Misalnya dengan menggunakan model pembelajaran

    jigsaw, merupakan model pembelajaran yang dapat meningkatkan aktivitas

    siswa. Hal ini dilakukan karena metode jigsaw ini menekankan pada aktivitas

    siswa dan hasil belajar siswa. Dalam pembelajaran jigsaw ini, dituntut kerjasama

    kelompok untuk saling berdiskusi, membaca sumber informasi, mendengarkan

    apa yang diperintahkan guru, sehingga aktivitas siswa bisa memberikan hasil

    belajar yang berkualitas.

    Berdasarkan hasil observasi awal bahwa kurangnya aktivitas siswa dapat

    menurunkan hasil belajar pada siswa. Terbukti 50 % belum mencapai batas

    ketuntasan yaitu sebanyak 18 siswa dari 40 siswa. Sehingga diharapkan dengan

    metode jigsaw dapat menambah aktivitas siswa dan hasil belajar yang meningkat

    yaitu nilai siswa juga meningkat. Dari pemikiran di atas, dapat digambarkan

    kerangka pemikiran sebagai berikut :

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    22

    Kondisi

    awal

    Tindakan

    Kondisi

    Akhir

    Gambar 1. Kerangka Pemikiran

    C. Hasil Penelitian yang Relevan

    Tjok Rai Partadjaja dan Made Sulastri (2007) dalam skripsinya yang

    berjudul Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Jigsaw Untuk

    Meningkatkan Aktivitas Dan Penalaran Mahasiswa Pada Mara Kuliah Ilmu

    Budaya Dasar menyimpulkan bahwa dari hasil penelitian yang telah dilakukan

    dapat diketahui (1) pembelajaran kooperatif jigsaw dapat meningkatkan aktivitas

    siswa dan penalaran mahasiswa semester I jurusan Bimbingan Konseling dalam

    matakuliah IBD yang diukur adalah mencari dan memberi informasi, keberanian

    mengemukakan pendapat, keberanian bertanya, keberanian menanggapi pendapat

    Guru masih menggunakan metode konvensional

    Suasana tidak kondusif dan siswa cepat bosan, kurang aktif dalam beraktivitas

    Guru menerapkan model pembelajaran kooperatif dengan metode jigsaw

    Suasana kelas menjadi lebih hidup karena siswa menjadi lebih aktif

    Guru melakukan refleksi pada siklus I kemudian melanjutkan perbaikan pada siklus II

    Aktivitas siswa dan hasil belajar siswa meningkat

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    23

    atau pertanyaan teman/dosen, dan (2) kemampuan penalaran yang diukur melalui

    kemampuan memahami dan mengaplikasi isi materi perkuliahan yang diukur dari

    tes belajar. (3) Skor rata-rata aktivitas mahasiswa meningkat dari skor 7,37 pada

    siklus I menjadi 10,2 pada siklus II. Masing-masing dari kategori cukup aktif

    menjadi sangat aktif. Demikian pula skor rata-rata hasil belajar meningkat dari

    67,67 pada siklus I menjadi 73,33 pada siklus II. Kentutasan belajarnya meningkat

    dari 66,7% pada siklus I menjadi 96,7% pada siklus II.

    Aceng Haetami dan Supriadi (2007) dalam skripsinya yang berjudul

    Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Untuk Meningkatkan

    Aktivitas Dan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Kelarutan Dan Hasil Kali

    Kelarutan, menjelaskan bahwa setelah dilakukan penelitian didapatkan

    kesimpulan sebagai berikut: (1) Bahwa penerapan KTJ dapat meningkatkan

    aktivitas belajar siswa untuk setiap siklus : dari rerata = 65,1% (siklus I) menjadi

    rerata =89,0% (siklus II;2) meningkatkan hasil belajar kimia yang ditandai dengan

    : (a) meningkatnya hasil belajar kimia untuk setiap siklus : siklus I (Rerata =86,4)

    dan siklus II (Rerata =90,1) : (b) meningkatnya jumlah siswa yang bernilai lebih

    dari 70,37 : dari siklus I (76,47%) menjadi siklus II (94,12%).

    Indah Kusharyati (2009) dalam skripsinya yang berjudul Penerapan Model

    Pembelajaran Kooperatif Dengan Metode Jigsaw Untuk Meningkatkan

    Penguasaan Konsep Dalam Pembelajaran Akuntansi Siswa Kelas XI IS 5 SMA

    Negeri 8 Surakarta Tahun Ajaran 2008/2009, menjelaskan bahwa setelah

    penelitian dapat disimpulkan bahwa penguasaan konsep pembelajaran akuntansi

    dengan penerapan model pembelajaran kooperatif dengan metode jigsaw pada

    siswa kelas XI IS SMA Negeri 8 Surakarta, hal tersebut terefleksi dari beberapa

    indikator berikut : (1) Siswa yang dapat menyebutkan nama contoh buku besar

    meningkat dari 21 siswa pada siklus I menjadi 34 siswa atau 94,4% dari 36 siswa

    pada siklus II. (2) siswa yang dapat menyebutkan ciri-ciri buku besar meningkat

    dari 16 siswa pada siklus I menjadi 32 siswa atau 88,9% dari 36 siswa pada siklus

    II. (3) siswa yang dapat memilih dan membedakan contoh dari yang bukan contoh

    buku besar meningkat dari 21 siswa menjadi 34 siswa atau 94,4 dari 36 siswa

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    24

    pada siklus II. (4) siswa yang dapat menyelesaikan masalah atau soal yang

    berkenaan dengan buku besar dan telah mencapai batas KKM meningkat dari 12

    siswa pada siklus I menjadi 33 siswa atau 91,7% dari 36 siswa pada siklus II.

    D. Hipotesis Tindakan

    Hipotesis adalah suatu jawaban sementara terhadap permasalahan

    penelitian, yang masih harus diuji kebenarannya sampai terbukti melalui data

    yang terkumpul. Berdasarkan kajian teori, kerangka pemikiran dari penelitian

    tindakan kelas, serta hasil penelitian yang relevan seperti yang telah diuraikan

    diatas maka dapat dirumuskan suatu hipotesis bahwa penerapan pendekatan

    pembelajaran kooperatif model jigsaw dapat meningkatkan aktivitas siswa

    pembelajaran akuntansi kelas XI IPS 2 SMA Negeri Colomadu.

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user 25

    BAB III

    METODOLOGI PENELITIAN

    A. Tempat dan Waktu Penelitian

    1. Tempat Penelitian

    Penelitian ini akan dilaksanakan di SMA Negeri Colomadu. Sekolah ini

    dipimpin oleh Bapak Drs Sukarni, M.Hum selaku kepala sekolah. Sekolah ini

    memiliki 25 kelas yang terdiri dari :

    a. Kelas X sebanyak 7 kelas

    b. Kelas XI sebanyak 7 kelas, terdiri dari 3 kelas jurusan IPA, dan

    4 kelas jurusan IPS

    c. Kelas XII sebanyak 7 kelas, terdiri dari 3 kelas jurusan IPA, dan

    4 kelas jurusan IPS.

    Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS 2 dengan jumlah 40

    siswa. Alasan pemilihan sekolah ini sebagai tempat penelitian ini adalah :

    a. Menurut penelitian awal yang peneliti lakukan saat melaksanakan

    Program Pengalaman Lapangan (PPL), dalam proses pembelajaran

    akuntansi masih menggunakan model pembelajaran konvensional

    sehingga para siswa kurang tertarik dalam mengikuti pembelajaran

    akuntansi akibatnya mereka cenderung tidak memperhatikan

    penjelasan dari guru, kurangnya aktivitas siswa pada mata

    pelajaran akuntansi belum memenuhi ketuntasan.

    b. Sekolah tersebut belum pernah digunakan sebagai objek penelitian

    sejenis, sehingga terhindar dari kemungkinan penelitian ulang.

    Pelaksanaan penelitian ini dilakukan secara kolaborasi dengan guru mata

    pelajaran akuntansi yaitu Dra.Siti Nurhayati, yang membantu dalam penelitian

    tindakan kelas ini, agar penelitian dapat dilakukan secara terarah dan menjaga

    kevalidan data hasil penelitian.

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    26

    2. Waktu Penelitian

    Peneliti merencanakan pelaksanaan penelitian dari bulan Oktober 2010

    sampai Februari 2011. Waktu ini meliputi kegiatan persiapan sampai penyusunan

    laporan penelitian, dengan jadwal sebagai berikut :

    Tabel 2. Jadwal Pelaksanaan Kegiatan Dalam Penelitian

    B. Pendekatan Penelitian

    Penelitian yang dilakukan peneliti adalah Classroom Action Research,

    disingkat CAR dikenal dan ramai dibicarakan dalam dunia pendidikan atau

    disebut Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Menurut Susilo (2007:16) dalam Indah

    Kusharyati Penelitian Tindakan Kelas adalah penelitian yang dilakukan oleh

    guru di kelas atau di sekolah tempat mengajar dengan penekanan pada

    penyempurnaan atau peningkatan praktik dan proses pembelajaran. PTK

    merupakan suatu penelitian yang akar permasalahannya muncul di kelas, sebagai

    usaha atas kesadaran untuk memecahkan permasalahan-permasalahan yang terjadi

    pada proses pembelajaran dan dirasakan langsung oleh guru yang bersangkutan.

    Jenis Kegiatan

    Oktober 2010

    November

    2010 Desember

    2010 Januari 2011

    Februari 2011

    1. Persiapan Penelitian

    a. Penyusunan Judul b. Penyusunan

    proposal c. Perijinan 2. Perencanaan Tindakan 3. Pelaksanaan Tindakan a. Siklus I

    b. Siklus II 4. Review 5. Penyusunan Laporan

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    27

    Berdasarkan definisi diatas dapat disimpulkan bahwa penelitian tindakan

    kelas merupakan suatu upaya untuk mencermati kegiatan belajar sekelompok

    peserta didik dengan memberikan sebuah tindakan (treatment) yang sengaja

    dimunculkan. Tindakan tersebut dilakukan oleh guru, oleh guru bersama-sama

    dengan peserta didik, atau oleh peserta didik dibawah bimbingan dan arahan guru,

    dengan maksud untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas pembelajaran.

    PTK merupakan tugas dan tanggung jawab guru terhadap kelasnya.

    Meskipun menggunakan kaidah penelitian ilmiah PTK berbeda dengan penelitian

    formal akademik pada umumnya. Sifat-sifat khususnya seperti terlihat di dalam

    matrik di bawah ini (Ibnu:2000)

    Menurut Zainal Aqib (2006:16) karakteristik PTK meliputi :

    1. Didasarkan pada masalah yang dihadapi guru dalam instruksional 2. Adanya kolaborasi dalam pelaksanaannya 3. Peneliti sekaligus sebagai praktisi yang melakukan refleksi 4. Bertujuan memperbaiki dan atau meningkatkan kualitas praktik

    instruksional 5. Dilaksanakan dalam rangkaian langkah dengan beberapa siklus.

    Disimpulkan bahwa karakteristik PTK adalah adanya tindakan nyata yang

    dilakukan guru untuk memperbaiki praktik dan proses pembelajaran.Tindakan itu

    harus direncanakan dengan baik dan dapat diukur tingkat keberhasilannya. Siklus

    PTK dilakukan melalui empat tahap, yaitu: 1. Perencanaan tindakan, 2.

    Pelaksanaan tindakan, 3. Pengamatan, dan 4. Refleksi. Dari pemikiran diatas,

    dapat digambarkan kerangka pemikiran sebagai berikut :

    Masalah penelitian Dari guru (aktual) Bukan dari guru

    Peneliti utama Guru Guru hanya sebagai

    pendamping

    Desain penelitian Lentur/fleksibel Formal dan kaku

    Analisis data Segera/seketika (Mungkin) ditunda

    Format laporan Sesuai kebutuhan Formal dan kaku

    Manfaat penelitian Jelas dan langsung Tidak langsung/tidak jelas

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    28

    Gambar 2. Siklus Penelitian Tindakan Kelas

    (Menurut Suharsimi Arikunto, Suhardjono, dan Sapardi 2009:16-19)

    1. Tahap Perencanaan (Planning)

    Dalam tahap ini peneliti melakukan identifikasi masalah kemudian setelah

    menemukan masalah, perlu segera melakukan langkah analisis terhadap penyebab

    adanya masalah yang akan dijadikan landasan berpikir untuk mencari alternatif

    suatu tindakan atau aksi yang dapat dikembangkan sebagai bentuk solusi atau

    pemecahan masalah. Kegiatan ini menjelaskan tentang apa, mengapa, kapan, di

    mana, oleh siapa, dan bagaimana tindakan tersebut dilakukan. Untuk

    memperlancar kegiatan ini peneliti membuat sebuah instrument pengamatan

    sebagai alat bantu peneliti merekam fakta yang terjadi selama tindakan

    berlangsung. Pada PTK di mana peneliti dan guru adalah orang yang berbeda,

    dalam tahap menyusun rancangan harus ada kesepakatan antara keduanya.

    2. Tahap Pelaksanaan tindakan (Acting)

    Setelah ditetapkan bentuk tindakan yang dipilih sesuai dengan rencana

    pelaksanaan tindakan, maka langkah selanjutnya adalah mengimplementasikan

    tindakan dalam proses pembelajaran sesuai dengan skenario pembelajaran yang

    sudah dibuat oleh guru dan peneliti. Dalam refleksi, keterkaitan antara

    Perencanaan

    SIKLUS I

    Pengamatan

    Perencanaan

    Pengamatan

    SIKLUS II

    Pelaksanaan

    Pelaksanaan

    Refleksi

    Refleksi

    ?

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    29

    pelaksanaan dengan perencanaan perlu diperhatikan secara seksama agar sinkron

    dengan maksud semula.

    3. Tahap pengamatan (Observing)

    Kegiatan observasi atau pengamatan dalam penelitian tindakan kelas

    dilakukan untuk mengetahui dan memperoleh gambaran lengkap secara obyektif

    tentang perkembangan proses pembelajaran, dan pengaruh dari tindakan yang

    dipilih terhadap kondisi kelas dalam bentuk data. Kegiatan pengamatan dilakukan

    pada waktu tindakan sedang dilakukan serta dapat dilaksanakan oleh peneliti dan

    guru. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pengambilan data dengan

    observasi ini adalah: (a) jenis data yang dihimpun memang diperlukan dalam

    rangka implementasi tindakan perbaikan, (b) indikator-indikator yang ditetapkan

    harus tergambarkan pada perilaku siswa secara terukur, (c) kesesuaian prosedur

    pengambilan data, dan (d) pemanfaatan data dalam analisis dan refleksi.

    4. Tahap Refleksi (Reflecting)

    Tahap ini merupakan kegiatan untuk mengemukakan kembali apa yang

    sudah dilakukan. Istilah refleksi dari kata bahasa Inggris reflection, yang

    diterjemahkan dalam bahasa Indonesia sebagai pemantulan. Refleksi dilakukan

    untuk mengadakan evaluasi yang dilakukan guru atau pengamat. Kegiatan refleksi

    lebih tepat dikenakan ketika guru pelaksana sudah melakukan tindakan, kemudian

    berhadapan dengan peneliti untuk mendiskusikan implementasi rancangan

    tindakan. Pada kegiatan refleksi ini ditelaah aspek-aspek mengapa, bagaimana,

    dan sejauh mana tindakan yang dilakukan mampu memperbaiki masalah secara

    bermakna. Melalui refleksi inilah maka guru bersama peneliti akan memutuskan

    langkah selanjutnya, untuk melakukan siklus lanjutan ataukah berhenti karena

    sudah mencapai tujuan yang diharapkan.

    Siklus pertama ini terdapat empat tahapan yang sudah dijelaskan di atas

    mulai dari perencanaan sampai refleksi, sebagai bentuk evaluasi terhadap

    penerapan siklus sebelumnya apakah tindakan yang dilaksanakan tersebut sudah

    mencapai tujuan atau belum dan apakah penelitian perlu dilanjutkan ke siklus

    berikutnya atau tidak.

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    30

    C. Teknik Pengumpulan Data

    Untuk memecahkan masalah dalam penelitian diperlukan data yang relevan

    dengan permasalahannya, sedangkan untuk mendapatkan data perlu digunakan

    teknik pengumpulan data sehingga dapat diperoleh data yang benar-benar valid.

    Teknik pengumpulan data yang digunakan untuk penelitian adalah:

    1. Observasi adalah pengunpulan data yang dilakukan dengan cara mengamati

    secara sistematik gejala-gejala yang muncul dalam hal kegiatan PTK yaitu

    dengan melakukan observasi terhadap pelaksanaan dan hasil tindakan

    penerapan tipe jigsaw. Fokus observasi ditekankan pada peran serta siswa

    dalam kegiatan apersepsi, keaktifan dalam kelompok serta keaktifan siswa

    dalam menyelesaikan masalah terutama saat presentasi.

    2. Wawancara adalah proses tanya jawab dalam penelitian yang berlangsung

    secara lisan dengan dua orang atau lebih bertatap muka mendengarkan secara

    langsung informasi-informasi dari nara sumber. Wawancara ini dilakukan

    oleh peneliti kepada guru mata pelajaran akuntansi dan siswa terhadap

    kegiatan belajar mengajar yang dimaksudkan untuk mengungkap

    permasalahan yang dihadapi dan untuk memperoleh informasi tentang

    berbagai hal yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran akuntansi.

    Wawancara ini dilaksanakan sebelum penerapan metode dan ketika kegiatan

    pembelajaran selesai atas dasar pengamatan dari setiap siklus. Jenis

    wawancara yang dilakukan dalam penelitian ini adalah wawancara bebas

    terpimpin dimana pewawancara hanya membuat pokok-pokok masalah yang

    akan diteliti, selanjutnya dalam proses wawancara berlangsung mengikuti

    situasi.

    3. Tes merupakan pengumpulan data yang dilakukan pada setiap akhir

    penyajian bahan ajar atau akhir siklus. Pemberian tes dimaksudkan untuk

    mengetahui hasil belajar siswa setelah kegiatan pemberian tindakan apakah

    sudah memenuhi target. Tes ini berupa tes tertulis.

    4. Dokumentasi dalam penelitian ini terdiri dari dokumen tentang keadaan

    sekolah secara umum, data siswa, rancangan pelaksanaan pembelajaran,

    lembar observasi, pedoman untuk wawancara, serta lembar skor kelompok

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    31

    dan hasil nilai evaluasi dari setiap siklus. Peneliti juga mengambil foto ketika

    proses kegiatan belajar mengajar di kelas.

    D. Prosedur Penelitian

    Prosedur penelitian adalah langkah-langkah rinci yang ditempuh untuk

    melaksanakan penelitian mulai dari awal penelitian sampai akhir penelitian. Agar

    penelitian dapat berjalan dengan teratur sehingga hasil penelitian dapat

    dipertanggungjawabkan. Terdiri beberapa tahap kegiatan yaitu:

    1. Tahap Persiapan

    Kegiatan yang dilakukan oleh peneliti pada tahap ini adalah:

    a. Permintaan izin kepada Kepala Sekolah dan Guru mata pelajaran

    akuntansi SMA Negeri Colomadu Karanganyar.

    b. Observasi untuk mendapatkan gambaran mengenai permasalahan

    dalam pembelajaran akuntansi di kelas XI IPS 2.

    c. Penyusunan jadwal penelitian.

    2. Tahap Penyusunan Rencana Tindakan

    Rencana tindakan disusun dalam dua siklus, yaitu: siklus I dan siklus II.

    Setiap siklus terdiri dari empat tahap, yaitu tahap perencanaan tindakan,

    pelaksanaan tindakan, observasi, serta tahap analisis dan refleksi. Masing-masing

    siklus dilaksanakan dalam tiga kali pertemuan. Pada tahap ini peneliti menyusun

    instrumen-instrumen yang diperlukan dalam pelaksanaan penelitian, yang terdiri

    dari: RPP, lembar observasi, pedoman wawancara, serta soal tes untuk siklus I

    dan siklus II.

    3. Tahap Pelaksanaan Tindakan

    Pelaksanaan tindakan merupakan isi rancangan mengenai tindakan di kelas.

    Pada tahap ini peneliti menentukan alternatif tindakan yang dipandang paling

    tepat yang mampu memecahkan masalah yang sedang dihadapi. Tindakan yang

    diambil pada penelitian ini adalah peningkatan aktivitas dan hasil belajar dalam

    pembelajaran akuntansi menggunakan model pembelajaran kooperatif dengan tipe

    jigsaw.

    4. Tahap Observasi atau Pengamatan

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    32

    Tahap observasi yaitu tahap pelaksanaan pengamatan oleh peneliti.

    Kegiatan ini dalam PTK dilakukan untuk mengetahui dan memperoleh gambaran

    lengkap secara obyektif tentang perkembangan proses pembelajaran dan pengaruh

    dari tindakan yang dipilih terhadap kondisi kelas yang dinyatakan dalam bentuk

    data.

    5. Tahap Penyusunan Laporan

    Tahap ini peneliti menyusun laporan dari semua kegiatan yang telah

    dilakukan selama penelitian.

    E. Proses Penelitian

    Indikator yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah meningkatnya

    aktivitas siswa dalam pembelajaran akuntansi pada siswa kelas XI IPS 2 SMA

    Negeri Colomadu Karanganyar melalui penerapan model pembelajaran kooperatif

    dengan tipe jigsaw. Setiap tindakan upaya peningkatan indikator tersebut

    dirancang dalam satu siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahap, yaitu: 1.

    Perencanaan Tindakan, 2. Pelaksanaan Tindakan, 3. Observasi dan Interpretasi,

    dan 4. Refleksi untuk perencanaan siklus berikutnya. Dalam penelitian ini,

    direncanakan dalam dua siklus.

    1. Rancangan Siklus I

    a. Tahap Perencanaan

    Kegiatan yang dilakukan pada tahap perencanaan antara lain:

    1) Menyusun skenario pembelajaran sebagai berikut :

    a) Guru menciptakan suasana yang kondusif dan teratur

    kemudian memberikan pengetahuan awal kepada siswa

    mengenai perusahaan jasa.

    b) Guru membagi materi perusahaan jasa. Kemudian guru

    membagi siswa dalam kelompok-kelompok asal dan

    meminta ketua dari kelompok asal membagi materi yang

    menjadi tanggung jawab setiap anggotanya. Untuk siklus I

    aktivitasnya yaitu: bertanya, diskusi dan memecahkan soal.

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    33

    Sedangkan pada siklus II aktivitasnya yaitu sama dengan

    siklus I.

    c) Guru memberitahukan bahwa masing-masing kelompok

    asal akan mengirimkan anggota kelompoknya ke kelompok

    ahli, yakni siswa yang rata-rata nilainya diatas batas tuntas,

    untuk mendiskusikan mengenai perusahaan jasa sesuai

    tanggung jawab masing-masing.

    d) Setelah menyelesaikan diskusi di kelompok ahli, siswa

    diminta kembali mengunjungi kelompok asalnya masing-

    masing untuk memberikan informasi dari hasil diskusi yang

    diperoleh dalam kelompok ahlinya kepada kelompok asal

    yang lain, dalam hal ini setiap anggota diminta untuk

    mengajarkan materi yang menjadi tanggung jawabnya.

    Kemudian setiap kelompok diberi kesempatan untuk

    mempresentasikan hasil kerja kelompok mereka.

    2) Menyusun instrumen untuk evaluasi yang berupa soal tes tertulis

    3) Menetapkan indikator ketercapaian, yaitu:

    Dibawah ini merupakan Tabel 3. Indikator Ketercapaian Aktivitas Siswa

    Aspek yang diukur Persentase

    target

    pencapaian

    Cara Mengukur

    Menanyakan kesulitan

    dalam jurnal penyesuaian

    90% Diamati saat

    pembelajaran dengan

    menggunakan lembar

    observasi dan dihitung

    dari jumlah apakah siswa

    bertanya secara struktural,

    deklaratif maupun tidak

    relevan.

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    34

    b. Tahap Pelaksanaan

    Tahap ini dilakukan dengan menggunakan skenario pembelajaran yang telah

    direncanakan yang dilakukan bersamaan dengan observasi terhadap dampak

    tindakan.

    c. Tahap Observasi dan Interpretasi

    Tahap ini dilakukan dengan mengamati pelaksanaan proses belajar mengajar

    terutama dalam pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran

    kooperatif dengan tipe jigsaw dan peran siswa dalam proses belajar mengajar

    yang langsung diamati oleh peneliti dengan bantuan guru.

    d. Tahap Refleksi

    Pada tahap refleksi ini, dilakukan analisis dan interpretasi terhadap

    pelaksanaan kegiatan pembelajaran dan hasil peningkatan aktivitas siswa, serta

    hasil belajar terhadap proses pembelajaran yang telah dilaksanakan. Data yang

    diperoleh selanjutnya menjad