Makalah Komunitas Kasus 1-1

  • View
    138

  • Download
    5

Embed Size (px)

DESCRIPTION

community nursing

Text of Makalah Komunitas Kasus 1-1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar belakangProgram Usaha Kesehatan Sekolah yang dikenal dengan Trias UKS yaitu Pendidikan Kesehatan, Pelayanan Kesehatan dan Pembinaan Lingkungan Sekolah Sehat merupakan hal yang sangat penting dalam mewujudkan peserta didik yang sehat dan cerdas. Pembinaan dan Pengembangan Usaha Kesehatan Sekolah adalah upaya pendidikan dan kesehatan yang dilaksanakan secara terpadu, terarah dan bertanggung jawab dalam menanamkan, menumbuhkan dan melaksanakan prinsip hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari. Dalam pelaksanaan program UKS selama ini masih dirasakan belum sesuai dengan yang diharapkan, kegiatan pendidikan kesehatan lebih bersifat pengajaran, penambahan pengetahuan dan kurang menekankan pada segi praktis yang dapat diaplikasikan pada kehidupan sehari-hari. Pelayanan kesehatan pada peserta didik meliputi promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif. Sedangkan pembinaan lingkungan sekolah sehat lebih ditekankan pada lingkungan fisik, mental dan sosial. Disamping itu, koordinasi dalam pelaksanaan program belum terjalin dengan baik pada setiap jenjang Tim Pembina UKS. Oleh karena itu perlu pemberdayaan Tim Pembina UKS dan Tim Pelaksana dalam rangka memantapkan pelaksanaan program UKS ke depan. Dalam UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dinyatakan bahwa Pendidikan Nasional bertujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan Jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. Di antara tujuan tersebut terdapat tujuan yang menyangkut kesehatan baik kesehatan jasmani maupun kesehatan mental sosial, dimana keduanya sangat mempengaruhi terwujudnya manusia Indonesia seutuhnya. Salah satu modal pembangunan nasional adalah sumber daya manusia yang berkualitas yaitu sumber daya manusia yang sehat fisik, mental dan sosial serta mempunyai produktivitas yang optimal. Untuk mewujudkan sumber daya manusia yang sehat fisik, mental dan sosial serta mempunyai produktivitas yang optimal diperlukan upaya-upaya pemeliharaan dan peningkatan kesehatan secara terus menerus yang dimulai sejak dalam kandungan, anak usia dini sampai dengan usia lanjut. Pembinaan dan Pengembangan Usaha Kesehatan Sekolah merupakan salah satu upaya pemeliharaan dan peningkatan kesehatan yang ditujukan kepada peserta didik merupakan salah satu mata rantai yang penting dalam meningkatkan kualitas fisik penduduk.

1.2 Tujuan PenulisanMakalah ini disusun dengan tujuan untuk memberikan suatu gambaran, penjelasan yang lebih mendalam mengenai Usaha Kesehatan Sekolah (UKS). 1.3 PermasalahanPerawat A (seorang komunitas) bertanggung jawab pada program UKS di wilayah binaannya. Perawat A telah melakukan pengkajian di SDN 1 didapatkan data jumlah siswa 227 orang dengan status gizi overweight 18,5 %, conjungtiva anemis 16,7%, yang mengalami karies gigi 48,6%, yang memiliki kuku kotor 31,6%, yang memiliki kebiasaan sarapan pagi 67,8%, kejadian injuri saat olahraga 49,8% , memiliki pengetahuan baik dalam kesehatan reproduksi 50%. Disekolah ini tidak memiliki kader kesehatan sekolah. Dari data tersebut perawat A akan melakukan asyhan keperawatan pasa SDN 1 dan promosi kesehatan sesuai dengan model UKS sehingga dapat mewujudkan healthy school.1.4 Rumusan Masalah1. Konsep UKS ?2. Bagaimana Asuhan Keperawatan UKS ?1.5 Metode PenulisanMetode penulisan yang digunakan dalam menyusun makalah ini adalah metode pustaka dan studi literatur, dengan mencari dan mengumpulkan data penting dari berbagai sumber seperti website dan situs-situs internet serta buku-buku yang ada.KASUS I (KOMUNITAS 4)Perawat A (seorang komunitas) bertanggung jawab pada program UKS di wilayah binaannya. Perawat A telah melakukan pengkajian di SDN 1 didapatkan data jumlah siswa 227 orang dengan status gizi overweight 18,5 %, conjungtiva anemis 16,7%, yang mengalami karies gigi 48,6%, yang memiliki kuku kotor 31,6%, yang memiliki kebiasaan sarapan pagi 67,8%, kejadian injuri saat olahraga 49,8% , memiliki pengetahuan baik dalam kesehatan reproduksi 50%. Disekolah ini tidak memiliki kader kesehatan sekolah. Dari data tersebut perawat A akan melakukan asyhan keperawatan pasa SDN 1 dan promosi kesehatan sesuai dengan model UKS sehingga dapat mewujudkan healthy school.STEP 1-STEP 21. Standar model UKS ? (Sifa)2. Standar dan syarat healthy school ? (Nurul K)3. Kriteria dan tugas kader kesehatan sekolah ? (Indah)4. Kader kesehatan sekolah ditentukan oleh puskesmas/sekolah ? (Nisa)5. Peran, fungsi dan tugas dari koordinator UKS (perawat A) ? (Hannifah)6. Peran perawat UKS ? (Novi)7. Asuhan keperawatan dalam menangani kesehatan anak SD ? (Siti H )8. Promosi kesehatan seperti apa untuk anak SD ? (Riska)9. Apakah orang tuan berperan serta dalam promosi kesehatan dan pemberian asuhan keperawatan ? (Riska)10. Pengkajian keperawatan untuk anak SD ? (Novi)11. Waktu pengkajian dilakukan rutin atau hanya setiap ada masalah ? (Siti H)12. Peran sekolah dalam mewujudkan healthy school ? (Sifa)13. Promo kesehatan dilakukan sekali atau beberapa kali untuk anak SD ? (Erma)STEP 31. LO2. Dilakukan Upaya Preventif, konseling, Promosi kesehatan, Kantin sehat (Nisa)Tidak hanya primer, tapi ada sekunder seperti promosi kesehatan, tersier seperti pengobatan untuk injuri (Novi)3. Kriteria kader yaitu siswa yang berprestasi dan siswa yang ikut pelatihan.Tugasnya yaitu role model.4. Penanggung jawab UKS yaitu dari puskesmas (Koordinator)Pelaksana yaitu dari pihak sekolah Dokter kecil dan perawat kecil yaitu kader kesehatan di sekolah5. LO6. Melakukan perawatan jika ada anak yang injuri dan juga sebagai pengganti orang tua ( Nurul K)Sebagai edukator (pemberian penkes) yaitu Personal Hygiene (kuku kotor), Olah raga teratur (Overweight), Sikat gigi dengan benar (Karies gigi). (Indah)7. Asuhan keperawatan untuk anak SD yaitu Pengkajian terlebih dahulu, Analisa data, Diagnosa, perencanaan dan implementasi. (Ibu Sheizi)Implementasinya menggunakan media ( poster dan video), dengan nyanyian atau lagu, bisa juga berupa permainan. (Erma)Menyediakan konseling kepada siswa SD (psikologis) (Novi)8. Pendidikan kesehatan yang bisa diberikan yaitu mencuci tangan dengan benar (6 langkah), sikat gigi dengan benar, dan pemberian obat cacing. Seluruh warga sekolah berperan dalam menunjang fasilitas. (Hannifah)9. Harus ada keterlibatan orang tua dalam promosi kesehatan dan pendidikan kesehatan, sebagai contoh : orang tua harus meenyuruh anak sarapan sebelum sekolah. (Siti H)Orang tua berperan sebagai pendukung yang telah ada di sekolah (Nisa)10. Pengkajian meliputi atropometri, kebersihan diri dan pemeriksaan Hb (Sifa)11. Pengkajian biasanya sudah diprogramkan puskesmas untuk sekolah dan bersifat rutin. (Sifa)12. Peran sekolah untuk mewujudkan healthy school yaitu menyediakan fasilitas disekolah untuk promosi kesehatan. Sebagai contoh : untuk cuci tangan dan gosok gigi, pihak sekolah menyediakan wastafel serta menyediakan pasta gigi. Menyediakan kantin sehat, membentuk doker dan perawat cilik. (Siti H)Sekolah juga harus berperan sebagai pemberi kebijakan (Riska)Kebijakan-kebijakan sekolah yaitu penyedia fasilitas, koordinator UKS, mewajibkan bawa bekal atau sarapan pagi, senam pagi, pemeriksaan kuku dan mulut, kebijakan dalam program UKS. (Riska, Nurul L, Hannifah, Nisa)13. Frekuensi pemberian promkes tergantung dari kebutuhan. Misalnya : penkes harus disertai evaluasi dan follow up. (Novi)Promkes biasanya dilakukan pada saat penerimaan murid baru berdasarkan dari puskesmas (Nisa).Sponsor yang bekerja sama dengan sekolah, seperti mencuci tangan, gosok gigi, meningkatkan gizi)

MIND MAP

EvaluasiDiagnosa dan PerencanaanPenkajianImplementasilingkunganMembuang sampah, personal hygiene, exercise, faktor-faktor yang mmpengaruhi perilaku.Health behaviorAntropometriGuru Staff Non fisik : interaksi sosialFisik : kebersihan lingkungan dan fasilitasWarga sekolahMuridHEALTHY SCHOOLPuskesmasSekolah DasarKriteriaUpaya mewujudkan healthy schoolNURSING PROCCESSUpaya primerPREVENTIFPROMOTIFEdukator,konselor, care giver, researcher,advokacatorPERAN PERAWATPrimer, sekunder, tersier.STANDAR UKSUKS

LO Standar model UKS ? Standar dan syarat healthy school ? Asuhan keperawatan dalam menangani kesehatan anak ? Peran, fungsi dan tugas dari koordinator UKS (perawat A) ? Promkes ( Upaya preventif atau Upaya Promotif) ?

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 USAHA KESEHATAN SEKOLAH2.1.1 PENGERTIAN UKSa. a. ertian Usaha kesehatan maasyarakat yang ditujukan kepada masyarakat sekolah, yaitu anak didik, guru, dan karyawan lainnya. Yang dimaksud dengan sekolah yaitu SD-SLTA. Prioritas pelaksanaan UKS diberikan kepada SD mengingat SD merupakan dasar dari sekolah-sekolah lanjutan.b. Upaya terpadu lintas program dan lintas sektoral dalam rangkan meningkatkan derajat kesehatan serta membentuk perilaku hidup sehat anak usia sekolahc. Wahana untuk meningkatkan kemampuan hidup sehat dan derajat kesehatan anak usia sekolah yang berada di sekolah sedini mungkin.2.1.2 TUJUAN UKS1. Tujuan umumUntuk meningkatkan kemampuan hidup sehat dan derajat kesehatan peserta didik serta menciptakan lingkungan sehat sehingga memungkinkan pertumbuhan dan perkembangan anak yang harmonis dan optimal dalam rangka pembentukan manusia indonesia seutuhnya.2. Tujuan khususUntuk menumpuk kebiasaan hidup sehat dan meningkatkan derajat kesehatan peserta didik yang mencakup :a. Menurunkan angka kesakitan anak sekolahb. Meningkatkan kesehatan peserta didik baik fisik, mental, dan sosialc. Agar peserta didik memiliki pengetahuan, sikap, dan keterampilan untuk melaksanakan prinsip-prinsip hidup sehat serta berpartisipasi aktif dalam usaha peningkatan kesehatan di sekolahd. Meningkatkan cakupan pelayanan kesehatan terhadap anak sekolahe. Meningkatkan daya tingkat dan daya ha