70
KATA PENGANTAR Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkah-Nyalah kami dapat melakukan diskusi tutorial dengan lancar dan menyusun laporan hasil diskusi tutorial ini dengan tepat waktunya. Kami mengucapkan terima kasih secara khusus kepada dr. Zikrul Haikal sebagai tutor atas bimbingan beliau pada kami dalam melaksanakan diskusi ini. Kami juga mengucapkan terima kasih pada teman-teman yang ikut berpartisipasi dan membantu kami dalam proses tutorial ini. Kami juga ingin meminta maaf yang sebesar-besarnya atas kekurangan-kekurangan yang ada dalam laporan ini. Hal ini adalah semata-mata karena kurangnya pengetahuan kami. Maka dari itu, kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun yang harus kami lakukan untuk dapat menyusun laporan yang lebih baik lagi di kemudian hari. 1

Laptut SKEN 2 Blok 15 1

  • Upload
    ditanh

  • View
    37

  • Download
    0

Embed Size (px)

DESCRIPTION

aax

Citation preview

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkah-Nyalah kami dapat melakukan diskusi tutorial dengan lancar dan menyusun laporan hasil diskusi tutorial ini dengan tepat waktunya.

Kami mengucapkan terima kasih secara khusus kepada dr. Zikrul Haikal sebagai tutor atas bimbingan beliau pada kami dalam melaksanakan diskusi ini. Kami juga mengucapkan terima kasih pada teman-teman yang ikut berpartisipasi dan membantu kami dalam proses tutorial ini.

Kami juga ingin meminta maaf yang sebesar-besarnya atas kekurangan-kekurangan yang ada dalam laporan ini. Hal ini adalah semata-mata karena kurangnya pengetahuan kami. Maka dari itu, kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun yang harus kami lakukan untuk dapat menyusun laporan yang lebih baik lagi di kemudian hari.

Mataram, 28 Desember 2013 Penyusun

DAFTAR ISI

Kata Pengantar .1

Daftar Isi ..2BAB I : PENDAHULUAN....3

1.1. Skenario...31.2. Learning Objective (LO)......31.3. Mind Map4

BAB II : PEMBAHASAN ...5Daftar Pustaka...45BAB I

PENDAHULUAN1.1. SKENARIO 2benjol leq belongqu......

Seorang perempuan berusia 40 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan benjolan di leher yang dideritanya sejak 1 tahun yang lalu. Dari pemeriksaan fisik leher, didapatkan benjolan dengan ukuran 15cm x 10cm x 5cm. Kemudian dokter puskesmas melakukan anamnesis lebih lanjut, pemeriksaan fisik lengkap dan menyarankan pemeriksaan penunjang untuk menegakkan diagnosis.1.2. LEARNING OBJECTIVES

1. Analisis skenario

2. Klasifikasi pembesaran pada leher1.3. MIND MAP

BAB IIPEMBAHASAN

1.1. PEMERIKSAAN UNTUK MEMBEDAKAN PEMBESARAN DI LEHERPembesaran di daerah leher karena gangguan endokrin disebabkan karena gangguan pada kelenjar tiroid. Cara membedakan penyebabnya karena gangguan endokrin dan non endokrin yaitu pada pemeriksaan fisik regio colli (dengan gerakan menelan) maka tiroid ikut bergerak bersama proses menelan. Pada pembesaran kelenjar lainnya yang bersifat non endokrin (limfadenopati atau pembesaran kelenjar parotis) yang biasanya karena infeksi, keganasan atau sebab lain menunjukan pemeriksaan fisik sesuai letak anatomisnya. Selain itu, pembesaran tiroid juga dapat disertai tanda dan gejala hipotiroidisme, asimptomatis, hipertiroidisme serta akibat dari penekanan organ sekitar dari pembesaran tiroid tersebut.1.2. GOITER ENDEMIKGoiter endemik adalah penyakit goiter/struma/ perbesaran kelenjar tiroid secara diffuse yang disebabkan kurangnya asupan iodium. Juga disebut sebagai GAKI (Gangguan Akibat Kekurangan Iodium) atau IDD (Iodine Deficiency Disorders).

Epidemiologi Kejadian GAKI sangat beragam dalam usia, yaitu bisa terjadi baik pada fetus hingga orang dewasa. Dari laporan MDIS Working papers, kejadian GAKI banyak ditemukan pada daerah pegunungan seperti Alpen, Himalaya, dan Bukit Barisan. Meski begitu, tidak menutup kemungkinan GAKI juga ditemukan didaerah daratan rendah, bahkan tepi pantai seperti Belanda, Yunani, Jepang, Kebumen (Jawa Tengah), dan Maluku.

Untuk menentukan suatu daerah merupakan endemi GAKI atau tidak, digunakan beberapa kriteria yaitu dengan kriteria prevalensi kejadian atau dengan pemeriksaan iodium urine.

Berat Ringan Endemi Defisiensi Iodium Indikator No endemi Endemi ringan Endemi sedang Endemi berat

Prevalensi gondok (%) 0,0 - 4,9 5 - 19,9 20 - 29,9 >30

Kretin dan Hipotiroidi - - Kretin tidak terlihat jelas, ada resiko hipotiroidisme Kejadian 1-10%

UEI g I/dl

median g I/gr creat >10

>100 5-9,9

>50 2-4,9

25-50