Lap Pendahuluan Bab IV Pendahuluan

Embed Size (px)

Text of Lap Pendahuluan Bab IV Pendahuluan

  • 8/6/2019 Lap Pendahuluan Bab IV Pendahuluan

    1/20

    RTRW Kota Makassar 2030 Page IV -1

    BAB IV PENDEKATAN PENYUSUNANSTUDI PENDAHULUAN

    A. MATERI STUDI PENDAHULUAN RTRW KOTA MAKASSAR

    Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Makassar yang merupakan penjabaran danpenajaman dari Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Sulawesi Selatan dan aplikasi

    perencanaan terukur terhadap adaptasi rencana dengan perubahan lingkungan

    GLOBAL, secara substansial memuat materi yang berisikan, antara lain:

    1. Persiapan Penyusunan Rencana yang terdiri dari beberapa kegiatan yaitu:

    Menyusun kerangka acuan kerja atau Terms of Reference (TOR) termasuk di

    dalamnya agenda pelaksanaan dan tenaga ahli yang diperlukan;

    Membentuk tim pelaksana yang terdiri dari tim pengarah, tim teknis/survey dan

    tim supervisi

    Persiapan Program Kerja, Kelengkapan administrasi, Peralatan dan Ruang

    Kerja, dilakukan di tahap awal, baik peralatan untuk kepentingan survey

    lapangan maupun peralatan untuk pekerjaan studio/kantor. Sedangkan kantor

    diperlukan sejak dimulainya pekerjaan baik untuk penyusunan laporan maupun

    untuk koordinasi para tenaga ahli yang dibantu oleh staf kantor baik dalam

    persiapan survey/teknis maupun dalam penyusunan program kerja

    Persiapan Survey/Teknis, berupa Persiapan Daftar Pertanyaan/Checklist dan

    perumusan substansi secara garis besar serta penyiapan metode pendekatan.

    Data dimaksudkan sebagai langkah awal dalam formulasi daftar ini terhadap

    kebutuhan data beserta sumbernya (instansi tersedia data) sehingga akan

  • 8/6/2019 Lap Pendahuluan Bab IV Pendahuluan

    2/20

    RTRW Kota Makassar 2030 Page IV -2

    membantu kemudahan dan mempercepat pengumpulan dan dan informasi di

    lapangan;

    Kajian Literatur, yang meliputi kebijaksanaan (RPJM/PD, RTRWN,

    RTRWP,RTRWK PERDA TR Kota);

    Persiapan dalam penyusunan Laporan Pendahuluan.

    2. Peninjauan Kembali RTRW Kota

    Apabila kota sudah mempunyai RTRW Kota dan diperlukan suatu peninjauan

    kembali maka dilakukan evaluasi terhadap RTRW tersebut yang mencakup

    aspek-aspek berikut :

    Kelengkapan data;

    Metodologi yang digunakan;

    Kelengkapan isi rencana dan peta rencana;

    Tinjauan terhadap pemanfaatan rencana;

    Tinjauan pengendalian;

    Kelembagaan;

    Aspek legalitas;

    Proses penyusunan rencana.

    3. Pengumpulan Data Dan Informasi

    Tahap ini bertujuan untuk dapat mengidentifikasi kondisi awal wilayah dan

    kecenderungan perkembangannya. Data dan informasi tersebut berdasarkan

    runtun waktu (time series). Data dan informasi yang dikumpulkan dan diolah

    secara umum mencakup:

    Data dan peta kebijaksanaan pembangunan;

    Data dan peta kondisi sosial ekonomi;

    Data dan peta sumberdaya manusia;

  • 8/6/2019 Lap Pendahuluan Bab IV Pendahuluan

    3/20

    RTRW Kota Makassar 2030 Page IV -3

    Data dan peta sumberdaya buatan;

    Data dan peta sumberdaya alam;

    Data dan peta penggunaan lahan;

    Data dan peta sistem transportasi wilayah dan lokal;

    Data dan peta bencana

    Data pembiayaan pembangunan; dan

    Data kelembagaan.

    Persiapan dalam penyusunan Laporan Fakta dan Analisis

    4. Analisis Perencanaan

    Analisis dilakukan untuk memahami kondisi unsur-unsur pembentuk ruang serta

    hubungan sebab akibat terbentuknya kondisi ruang wilayah, dengan memperhatikan

    kebijaksanaan pembangunan wilayah yang ada. Analisis yang dilakukan meliputi

    analisis terhadap kondisi sekarang dan kecenderungan di masa depan dengan

    menggunakan data dan informasi yang dikumpulkan dalam proses pengumpulan data

    dan informasi.. Aspek-aspek yang dianalisis meliputi:

    Analisis kebijakan dan strategi pengembangan kabupaten;

    Analisis regional wilayah;

    Analisis ekonomi dan sektor unggulan;

    Analisis sumberdaya manusia;

    Analisis sumberdaya buatan;

    Analisis sumberdaya alam;

    Analisis sistem permukiman;

    Analisis sistem transportasi wilayah dan lokal;

    Analisis penggunaan lahan;

  • 8/6/2019 Lap Pendahuluan Bab IV Pendahuluan

    4/20

    RTRW Kota Makassar 2030 Page IV -4

    Analisis pembiayaan pembangunan;

    Analisis kelembagaan;

    Analisis pengembangan tata ruang yang sesuai dengan kajian penataan ruang

    yang sebenarnya antara lain :

    1. Keunggulan dan Keunikan lokal;

    2. Differensiasi;

    3. Prospectus;

    4. Positioning;

    5. Mitigasi Base;

    6. Atmosphere Engineering;

    7. Ecology Valuable;

    8. Profesionalisme Ruang;

    9. Anatomism and Organism;

    10. Metamorfosis Ruang;

    11. Eco,Business, and Tourism Base

    Persiapan dalam penyusunan Laporan Fakta dan Analisis

    5. Konsepsi atau Perumusan Konsep Rencana RTRW Kota

    Perumusan konsep RTRW Kota diawali dengan identifikasi potensi dan masalah

    pembangunan. Identifikasi potensi dan masalah pemanfaatan ruang tidak hanya

    mencakup perhatian pada masa sekarang namun juga potensi dan masalah yang

    akan mengemuka di masa depan. Identifikasi dari potensi dan masalah tersebut

    membutuhkan terjalinnya komunikasi antara perencana dengan representasi

    masyarakat yang akan terpengaruh oleh rencana. Langkah berikutnya adalah

    perumusan tujuan pemanfaatan ruang wilayah propinsi dan perumusan strategi dan

  • 8/6/2019 Lap Pendahuluan Bab IV Pendahuluan

    5/20

    RTRW Kota Makassar 2030 Page IV -5

    kebijakan tata ruang kota. Rumusan konsep RTRW Kota yang dilengkapi peta-peta

    dengan tingkat ketelitian minimal skala 1 : 50.000 s/d 100.000 mencakup:

    Tujuan, Kebijakan, dan Strategi Penataan Ruang Wilayah Kota;

    Rencana Struktur dan Pola Ruang;

    Penetapan Kawasan Strategis Kota;

    Arahan Pemanfaatan Ruang Wilayah Kota;

    Ketentuan Pengendalian Pemanfaatan Ruang.

    Persiapan dalam penyusunan Laporan Draft Laporan Perencanaan

    6. Legalisasi (penyusunan draft Peraturan Daerah)

    Penetapan RTRW Kota menjadi Peraturan Daerah dilakukan oleh DPRD Kotamadya.

    Langkah awal dari proses penetapan RTRW Kota dimulai dengan mempresentasikan

    konsep akhir rencana tata ruang oleh tim penyusun di hadapan DPRD Kota untuk

    dibahas sebagai rancangan Perda. Selanjutnya, konsep rencana tata ruang yang

    telah disempurnakan ditetapkan sebagai suatu Perda melalui sidang paripurna DPRD

    Kota.

    Konsep pengembangan tata ruang kota dijadikan sebagai acuan dalam penyusunan

    produk tata ruang diatas yang didasarkan pada potensi dan isu/permasalahan yang yang

    ada di daerah yang menjadi pengembangan tata ruang. Oleh karena itu, materi studi

    pendahuluan RTRW Kota Makassar juga berdasarkan kondisi, potensi dan

    isu/permasalahan yang ada di Kota Makassar utamanya yang menjadi kendala atau

    hambatan dalam pengembangan Kota Makassar sebagai Ruang Keluarga (living room)

    bagi KTI dan pengembangan ruang sekitarnya. Selain itu, studi pendahuluan ini akan

    menghasilkan gagasan awal pengembangan tata ruang wilayah Kota dalam bentuk

    gagasan-gagasan perencanaan yang sifatnya lebih spesifik dan detail, yang selanjutnya

    akan menjadi landasan pemikiran bagi tahap perencanaan berikutnya. Materi pekerjaan

    studi pendahuluan RTRW Kota Makassar tersebut dapat diuraikan sebagai berikut:

  • 8/6/2019 Lap Pendahuluan Bab IV Pendahuluan

    6/20

    RTRW Kota Makassar 2030 Page IV -6

    Peran dan kedudukan Kota Makassar dalam lingkup kebijaksanaan

    pembangunan/sektoral, serta arah pembangunan spasial/sektoral untuk Kota

    Makassar.

    Potensi dan pokok-pokok permasalahan di wilayah perencanaan dan sekitarnya,

    serta kebutuhan-kebutuhan pengembangan wilayah berdasarkan aspirasi daerah.

    Gagasan awal pengembangan tata ruang wilayah yang sifatnya lebih

    konsepsional pada tahapan kegiatan operasionalnya.

    B. PENDEKATAN PENYUSUNAN STUDI PENDAHULUAN

    Sebagai bagian dari pekerjaan penyusunan RTRW Kota Makassar, maka pendekatan

    yang dilakukan dalam studi pendahuluan ini juga merupakan bagian dari pendekatan

    penyusunan RTRW tersebut. Sesuai lingkup materi studi pendahuluan RTRW ini,

    pendekatan yang dilakukan mencakup tahap-tahap pekerjaan sebagai berikut:

    Tinjauan dan analisis terhadap kebijaksanaan pembangunan daerah yang telah

    digariskan dalam dokumen-dokumen resmi maupun yang terdapat dalam studi-

    studi pengembangan wilayah yang pernah dilakukan.

    Tinjauan dan analisis terhadap kondisi dan potensi wilayah Kota Makassar,

    ditinjau dari aspek keunikan dan keunggulan lokal.

    Tinjauan dan analisis wilayah, ditinjau dari aspek fisik, sosial, dan ekonomi.

    Perumusan pokok - pokok permasalahan dan hambatan - hambatan

    pengembangan wilayah yang dialami oleh Kota Makassar.

    Perumusan gagasan awal pengembangan tata Rencana Tata Ruang Wilayah

    Kota Makassar.

    Penjelasan mengenai tahap-tahap pekerjaan tersebut secara rinci akan diuraikan pada

    bagian selanjutnya, sedangkan kerangka penyusunan Studi Pendahuluan RTRW Kota

    Makassar dapat dilihat pada Gambar 4-1

  • 8/6/2019 Lap Pendahuluan Bab IV Pendahuluan

    7/20

    RTRW Kota Makassar 2030 Page IV -7

    Gambar 4-1 Kerangka Pemikiran Studi Pendahuluan RTRW Kota Makassar

    Daya Dukung Fisik

    KEBIJAKSANAAN

    PEMBANGUNAN

    -Visi Misi Presiden RI, 2009-

    2014-Kebijaksanaan Provinsi

    (sektoral)-RPJP/RPJM Daerah Kota

    Makassar-Visi Misi Walikota Makassar

    2009-2014-Peraturan perundangan lainnya

    yang berkaitan denganPenataan Ruang Wilayah diKota Makassar

    Kedudukan & PerananKota Makassar sebagaiIbukota Provinsi dan

    Ruang KeluargaIndonesia Timur

    Rencana-RencanaSektoral & Kota

    - Kawasan Perkotaan- Kawasan Budidaya- Kawasan Strategis- Kawasan Lindung- Kawasan Metropolitan

    - Sektor-Sektor Strategis- Wilayah Potensial

    Pola dan SistemPersebaranPermukiman

    Potensi dan Isu-isuStrategis/PermasalahanPenataan Kembali danPengembangan Wilayah KotaMakassar

    - Konsekuensi pola ruang kota yangsudah terbentuk

    - Asumsi dan tingkat kebutuhan

    lahan dan pola pemanfaatannya- Degradasi muka ruang pantai /

    lingkungan- Distribusi dan sebaran penduduk

    perkotaan- Penyediaan dan pemanfaatan

    sarana dan prasarana perkotaan- Sinergisitas perkembangan

    wilayah antar ruang dalam kota- Ketersediaan sumber daya alam

    dan buatan

    - Nilai dan potensi SDM

    GAGASAN AWALPenataan Kembali danPengembangan WilayahKota Makassar

    KEPENDUDUKAN

    - Perkembangan- Komposisi- Persebaran

    FISIK WILAYAH

    - Fisik Geografis- Sumber Daya Alam & Buatan- Keunikan dan Keunggulan Lokal

    (spatial karakter)

    PEREKONOMIAN

    - PDRB- Sebaran Ekonomi Perkotaan

    PRASARANA WILAYAH

    - Permukiman Perkotaan- Transportasi- Komunikasi

    - Energi- Pengelolaan Lingkungan

    PENDANAAN DAN KEUANGANKOTA

    - Sistem Perhubungan- Lingkup Pelayanan

    KemampuanPembiayaan Kota

  • 8/6/2019 Lap Pendahuluan Bab IV Pendahuluan

    8/20

    RTRW Kota Makassar 2030 Page IV -8

    1. Tinjauan dan Analisis Kebijaksanaan Daerah

    Tinjauan ini dilakukan untuk mengenali aspek-aspek kebijaksanaan pembangunan Kota

    Makassar seperti yang tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka

    Menengah/Panjang Daerah Kota Makassar.

    Adapun analisis yang dilakukan dimaksudkan untuk menelaah peran dan kedudukan

    ruang perencanaan dalam kebijakan spasial dan sektoral Kota Makassar.

    2. Tinjauan Terhadap Kondisi dan Potensi Lokasi Perencanaan

    Tinjauan ini dimaksudkan untuk memberikan informasi tentang kondisi potensi dan

    permasalahan pada objek perencanaan, melalui studi-studi yang sudah pernah dilakukanmaupun data sekunder yang ada.

    Adapun tinjauan terhadap data sekunder yang ada meliputi informasi-informasi yang

    dikelompokkan sebagai berikut:

    a. Analisis Kebijaksanaan Pembangunan

    Analisis kebijaksanaan pembangunan dilakukan untuk memahami arahan

    kebijaksanaan pembangunan wilayah kota yang bersangkutan dan kedudukannya

    dalam perspektif kebijaksanaan pembangunan nasional yang akan dilaksanakan.

    Data yang dibutuhkan dalam analisis kebijaksanaan pembangunan meliputi:

    Rencana Pembangunan Jangka Menengah dan Panjang Daerah (RPJM/PD);

    Rencana Pembangunan Jangka Menengah dan Panjang Provinsi (RPJM/PP);

    Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (RTRWN);

    Rencana Tata Ruang Wilayah Pulau Sulawesi (RTRWPS);

    Rencana Tata Ruang Wilayah Propinsi Sulawesi Selatan (RTRWP);

    Rencana Tata Ruang Wilayah Propinsi Perbatasan (RTRWP);

    Rencana Tata Ruang Wilayah Metropolitan MAMMINASATA

    Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Perbatasan (RTRWK);

  • 8/6/2019 Lap Pendahuluan Bab IV Pendahuluan

    9/20

    RTRW Kota Makassar 2030 Page IV -9

    Program Pembangunan Daerah dan Program Sektoral.

    b. Analisis Regional

    Analisis regional dilakukan untuk memahami kedudukan dan keterkaitan kota dalam

    sistem regional yang lebih luas dalam aspek sosial, ekonomi, lingkungan, dan budaya.

    Sistem regional tersebut dapat berupa pulau atau pun nasional atau pun propinsi, di

    mana kota dapat berperan dalam perkembangan regional dan nasional. Kebutuhan

    Data/Peta antara lain :

    Data satuan wilayah sungai (SWS) dan daerah pengaliran sungai (DPS)

    Ekosistem wilayah;

    Sistem jaringan transportasi;

    Sistem pergerakan barang dan modal;

    Pola migrasi penduduk;

    Karakteristik budaya (suku, adat, agama, dan ras).

    c. Analisis Ekonomi Regional

    Analisis ekonomi dilakukan untuk mewujudkan ekonomi wilayah yang sustained

    melalui keterkaitan ekonomi lokal dalam sistem ekonomi wilayah yang lebih luas

    (regional, nasional, dan internasional). Dalam pengertian tersebut, analisis ekonomi

    diarahkan untuk menciptakan keterkaitan intra-regional (antar kawasan/

    kabupaten/kota) dan inter-regional (antar wilayah). Kebutuhan Data/Peta antara lain:

    Produk Domestik Regional Bruto;

    Income per capita;

    APBD;

    Jumlah dan besar investasi pemerintah dan swasta;

    Jumlah tenaga kerja di sektor formal dan informal;

    Jumlah pengangguran;

  • 8/6/2019 Lap Pendahuluan Bab IV Pendahuluan

    10/20

    RTRW Kota Makassar 2030 Page IV -10

    Jumlah wisatawan nusantara dan mancanegara.

    d. Analisis Sumberdaya Manusia

    Analisis sumberdaya manusia dilakukan untuk memahami aspek-aspek

    kependudukan terutama yang memiliki pengaruh timbal balik dengan pertumbuhan

    perkembangan sosial dan ekonomi. Selain itu, analisis sumberdaya manusia

    dilakukan untuk memahami faktor-faktor sosial kemasyarakatan yang mempengaruhi

    perkembangan wilayah serta hubungan kausalitas diantara faktor-faktor tersebut

    sehingga dapat diperoleh hasil mengenai sebaran/distribusi, struktur, kualitas,

    karakteristik masyarakat, tingkat pertumbuhan penduduk, kendala dalam

    pengembangan serta potensi sumberdaya manusia yang dapat dikembangkan.

    Kebutuhan Data/Peta antara lain:

    Jumlah penduduk;

    Kepadatan penduduk;

    Pertumbuhan penduduk;

    Penduduk menurut mata pencaharian;

    Penduduk menurut tingkat pendidikan;

    Penduduk menurut struktur usia;

    Penduduk menurut struktur agama;

    Penduduk menurut jenis kelamin;

    Penduduk menurut struktur pendapatan;

    Jumlah kepala keluarga;

    Angka kelahiran dan angka kematian;

    Tingkat mobilitas penduduk;

    Tingkat harapan hidup;

    Tingkat buta huruf.

  • 8/6/2019 Lap Pendahuluan Bab IV Pendahuluan

    11/20

    RTRW Kota Makassar 2030 Page IV -11

    e. Analisis Sumberdaya Buatan

    Secara umum, analisis sumberdaya buatan meliputi :

    1) Sistem Prasarana Transportasi darat membutuhkan data:

    Pola jaringan jalan dan rel kereta api;

    Kondisi jalan;

    Status dan fungsi jalan;

    Volume aliran barang dan penumpang;

    Pola pergerakan (asal dan tujuan) barang dan penumpang;

    Lokasi dan volume bongkar-muat di terminal.

    2) Sistem Prasarana Transportasi air membutuhkan data:

    Pola jaringan/alur pelayaran;

    Jenis-jenis pelayaran;

    Asal dan tujuan pelayaran;

    Volume aliran barang dan penumpang pelayaran;

    Lokasi dan volume bongkar-muat ponton/dermaga/pelabuhan.

    3) Sistem Prasarana Transportasi udara membutuhkan data:

    Pola jaringan penerbangan;

    Jenis-jenis penerbangan;

    Asal dan tujuan penerbangan;

    Volume aliran barang dan penumpang;

    Lokasi dan kapasitas bandar udara.

    4) Sistem Prasarana Pengairan, membutuhkan data:

    Pola jaringan pengairan/irigasi;

  • 8/6/2019 Lap Pendahuluan Bab IV Pendahuluan

    12/20

    RTRW Kota Makassar 2030 Page IV -12

    Kapasitas dan volume pelayanan pengairan;

    Luas area yang terlayani dan volume pemakaian;

    Lokasi, fungsi, dan kapasitas instalasi/bangunan pengairan;

    Lokasi, jenis, dan kapasitas sumber-sumber air.

    5) Sistem Prasarana Wilayah Lainnya

    Termasuk di dalam sistem prasarana wilayah lainnya adalah prasarana energi/listrik,

    telekomunikasi, pengelolaan lingkungan (seperti sampah, air limbah dan air bersih),

    prasarana kota, dan sebagainya. Idenfikasi ini dimaksudkan untuk menemui dan

    mengenali fungsi, kondisi, dan tingkat pelayanan prasarana wilayah tersebut.

    f. Analisis Sumberdaya Alam

    Analisis terhadap sumberdaya alam dimaksudkan untuk memahami kondisi, daya

    dukung lingkungan, dan untuk memahami tingkat perkembangan pemanfaatan

    sumberdaya lahan/tanah, sumberdaya air, sumberdaya udara, sumberdaya hutan,

    dan sumberdaya alam lainnya serta potensi yang dapat dikembangkan lebih lanjut

    dalam menunjang perkembangan lintas kawasan.

    1) Sumberdaya Tanah

    Ketersediaan lahan;

    Kemiringan lahan;

    Jenis tanah;

    Geologi tata lingkungan;

    Morfologi;

    Iklim.

    2) Sumberdaya Air

    Kebutuhan dan debit air;

    Peruntukan air;

  • 8/6/2019 Lap Pendahuluan Bab IV Pendahuluan

    13/20

    RTRW Kota Makassar 2030 Page IV -13

    Curah hujan tahunan;

    Distribusi hujan;

    Hidrologi (pola aliran sungai);

    Hidrogeologi (air tanah dan permukaan);

    Sebaran sumber air;

    Daerah resapan air;

    Rawa dan daerah banjir.

    3) Sumberdaya Udara

    Jalur-jalur penerbangan;

    Kegiatan produksi yang menimbulkan pencemaran udara.

    4) Sumberdaya Hutan

    Sebaran dan luas hutan produksi terbatas;

    Sebaran dan luas hutan produksi tetap;

    Sebaran dan luas hutan yang dapat dikonversi;

    Sebaran dan luas hutan lindung;

    Densitas dan produksi hasil hutan.

    5) Sumberdaya Kelautan dan Perikanan, membutuhkan data :

    Densitas dan produksi hasil laut

    Sebaran dan luas potensi laut

    Sebaran dan luas daerah konservasi

    Sebaran dan luas daerah tangkapan

    Luas daerah pelindungan laut

  • 8/6/2019 Lap Pendahuluan Bab IV Pendahuluan

    14/20

    RTRW Kota Makassar 2030 Page IV -14

    g. Analisis Sumberdaya Alam lainnya

    Analisis sumberdaya alam lainnya dapat mencakup sumberdaya hayati dan non-

    hayati yang dimaksudkan untuk mengetahui bentuk-bentuk penguasaan, penggunaan,

    dan kesesuaian pemanfaatan sumberdaya tersebut.

    h. Analisis Sistem Permukiman

    Analisis sistem permukiman dilakukan untuk memahami kondisi, jumlah, jenis, letak,

    ukuran, dan keterkaitan antar kegiatan-kegiatan permukiman di wilayah kota yang

    dapat bersifat lintas kawasan dan digambarkan dengan sistem hirarki dan fungsi

    kawasan permukiman

    Kondisi permukiman;

    Jumlah permukiman;

    Jenis permukiman;

    Letak dan sebaran konsentrasi kegiatan permukiman perkotaan dan

    perdesaan;

    Luasan permukiman.

    i. Analisis Penggunaan Lahan

    Analisis penggunaan lahan dilakukan untuk mengetahui bentuk-bentuk penguasaan,

    penggunaan, dan kesesuaian pemanfaatan lahan untuk kegiatan budidaya dan

    lindung. Selain itu, dengan analisis ini dapat diketahui besarnya fluktuasi intensitas

    kegiatan di suatu kawasan, perubahan, perluasan fungsi kawasan, okupasi kegiatan

    tertentu terhadap kawasan, benturan kepentingan lintas kawasan dalam pemanfaatan

    ruang, kecenderungan pola perkembangan kawasan budidaya dan pengaruhnya

    terhadap perkembangan kegiatan sosial ekonomi serta kelestarian lingkungan.

    Jenis dan intensitas penggunaan lahan;

    Luas lahan;

    Harga tanah;

    Status lahan;

  • 8/6/2019 Lap Pendahuluan Bab IV Pendahuluan

    15/20

    RTRW Kota Makassar 2030 Page IV -15

    Perubahan fungsi lahan;

    Ketersediaan lahan.

    j. Analisis Pembiayaan Pembangunan

    Analisis pembiayaan pembangunan dilakukan untuk mengetahui sumber-sumber dan

    jumlah-jumlah pembiayaan pembangunan serta alokasinya terhadap pembangunan.

    Besaran PAD;

    APBD Kota;

    Besaran DAU;

    Besaran DAK;

    Besaran investasi swasta dan masyarakat;

    Besaran bantuan dan pinjaman luar negeri;

    Besaran sumber pembiayaan lainnya.

    k. Analisis Kelembagaan

    Analisis kelembagaan dilakukan untuk memahami kapasitas Pemerintah Kota dalammenyelenggarakan pembangunan yang mencakup struktur organisasi dan tata

    laksana pemerintahan, sumberdaya manusia, sarana dan prasarana kerja, produk-

    produk pengaturan serta organisasi non-pemerintah dan perguruan tinggi.

    Struktur organisasi;

    Kualitas dan kuantitas sumberdaya manusia;

    Kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana kerja;

    Produk-produk Peraturan;

    Bentuk-bentuk keterlibatan organisasi non-pemerintah dan perguruan tinggi.

  • 8/6/2019 Lap Pendahuluan Bab IV Pendahuluan

    16/20

    RTRW Kota Makassar 2030 Page IV -16

    3. Analisis Potensi dan Permasalahan Daerah

    Analisis yang dilakukan untuk menelaah aspek-aspek yang berkaitan dengan potensi

    dan isu-isu/permasalahan pengembangan masing-masing bagian wilayah Kota

    Makassar khususnya dalam permasalahan sinergisitas wilayah tata peruntukan ruang

    kabupaten kedepan. Analisis tersebut meliputi:

    a. Analisis Fisik Lingkungan

    Untuk menelaah daya dukung wilayah yang ditinjau dari kemungkinan

    pemanfaatan ruang untuk kawasan budidaya dan bukan budidaya serta kawasan

    rawan bencana dan daerah kritis;

    b. Analisis Kependudukan Dan Ketenagakerjaan

    Untuk menelaah pola persebaran, pertumbuhan dan struktur penduduk (angkatan

    kerja, beban ketergantungan dan mata pencaharian), kualitas penduduk dan

    tenaga kerja (dari tingkat pendidikan), serta proyeksi penduduk dalam dimensi

    waktu perencanaan;

    c. Analisis Perekonomian

    Untuk menelaah perkembangan perekonomian wilayah, sektor-sektor strategis,

    potensi dan wilayah-wilayah produksi, keterkaitan ekonomi antar sub-wilayah,

    kesempatan kerja daerah, serta kecenderungan perkembangan investasi di

    daerah;

    d. Analisis potensi dan pemanfaatan sumber daya potensi pariwisata yang ada;

    e. Analisis kemampuan daerah dalam pembiayaan pembangunan, serta daerah

    dan sektor-sektor yang memperoleh prioritas dalam pembangunannya;

    f. Analisis Struktur Wilayah

    Untuk menelaah keterkaitan antar sub wilayah yang mempunyai perbedaan

    karakteristik, pusat-pusat dengan daerah belakangnya, struktur ruang

    berdasarkan kawasan budidaya dan bukan budidaya, serta sistem perhubungan

  • 8/6/2019 Lap Pendahuluan Bab IV Pendahuluan

    17/20

    RTRW Kota Makassar 2030 Page IV -17

    yang ada, juga menelaah prospek penggunaan lahan berdasarkan

    kecenderungan perkembangan yang terjadi;

    g. Analisis Kelembagaan

    Sistem kelembagaan merupakan suatu tatanan politis yang mencakup aparat

    beserta kepranataannya untuk menyokong kehidupan dan penghidupan

    penduduk. Pendekatan sistem kelembagaan ini ditujukan untuk merumuskan

    sistem pelaksanaan, pengawasan dan pengendalian pembangunan.

    4. Perumusan Pokok-Pokok Permasalahan

    Berdasarkan hasil analisis diatas, kemudian dirumuskan pokok-pokok PermasalahanPengembangan Wilayah yang ditinjau dari aspek-aspek:

    Permasalahan Spasial pengembangan ruang kabupaten menuju

    pengembangan wilayah yang berbasis pada keunikan dan keunggulan lokal;

    Permasalahan Lingkungan dan Ancaman Global;

    Permasalahan Transportasi;

    Permasalahan Fisik lingkungan;

    Permasalahan Kependudukan;

    Permasalahan Perekonomian Daerah;

    Permasalahan Pemanfaatan Potensi Daerah;

    Permasalahan Struktur Wilayah;

    Permasalahan Pendanaan Pembangunan Daerah;

    Permasalahan Kelembagaan.

    5. Perumusan Gagasan Awal Pengembangan Wilayah

    Mengacu pada pemahaman terhadap potensi dan permasalahan serta hambatan-

    hambatan yang dihadapi oleh daerah, maka akan disusun gagasan awal pengembangan

    Struktur Ruang Wilayah yang lebih diarahkan pada aspek spasial berikut ini:

  • 8/6/2019 Lap Pendahuluan Bab IV Pendahuluan

    18/20

    RTRW Kota Makassar 2030 Page IV -18

    Strategi dan kebijakan dasar pengembangan kawasan Kota Makassar yang lebih

    prospektif dan adaptif terhadap daya tampung dan daya dukung lingkungan;

    Konsep pengembangan tata ruang wilayah dalam skala perencanaan yang lebih

    berkarakter sesuai dengan irama, aroma dan warna dari atmosfir wilayah

    perencanaan.

    Adapun Konsepsi Pengembangan Tata Ruang yang akan dirumuskan, dengan

    mempertimbangkan Aspek-Aspek Mendasar berikut ini, yaitu:

    Keterkaitan Perencanaan terhadap Nilai-Nilai Keunikan dan Keunggulan

    Lokal;

    Keterkaitan nilai-nilai keunggulan dan keunikan lokal menjadi hal substansial yang

    sangat penting dalam mengelaborasi semua kepentingan memajukan potensi

    ruang yang bertempu dengan keunggulan dan keunikan lokal.

    Keterkaitan Perencanaan terhadap Nilai-Nilai Diferensiasi Ruang dan

    Atmosfir Perencanaan;

    Dengan keunggulan dan keunikan lokal setidaknya akan mampu menciptakan

    diferensiasi yang jelas yang diharapkan mampu membentuk identitas ruang

    menjadi lebih kuat dan memiliki kekhasan berbeda dengan konsepsi perencanaan

    daerah lainnya;

    Keterkaitan Perencanaan terhadap Nilai-Nilai Prospektus Ruang;

    Dengan keunggulan dan keunikan lokal setidaknya akan mampu menciptakan

    nilai-nilai prospektus ruang yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan ruang.

    Keterkaitan Perencanaan terhadap Nilai-Nilai Positioning Daerah;

    Diperlukan penciptaan positioning yang kuat berdasarkan hitung-hitungan yang

    terukur dari keunikan dan keunggulan lokal ruang perencanaan, isu-isu strategis

    wilayah dan letak posisi dari kajian wilayah yang direncanakan;

  • 8/6/2019 Lap Pendahuluan Bab IV Pendahuluan

    19/20

    RTRW Kota Makassar 2030 Page IV -19

    Keterkaitan Perencanaan terhadap Nilai-Nilai Mitigasi Base;

    Bahwa didalam perencanaan, selayaknya perencanaan tata ruang itu berbasis

    pada nilai-nilai mitigasi yang berdasar pada struktur dan kondisi wilayah (geologi

    wilayah) sehingga mampu meminimalisir sampai mengatasi bencana yang akan

    terjadi baik masa kini maupun masa yang akan datang.

    Keterkaitan Perencanaan terhadap Nilai-Nilai Atmosfir Engineering;

    Bahwa didalam pengembangan pola ruang perlunya dilakukan pengembangan

    pemikiran yang lebih progresif dengan melihat bahwa, pengembangan pola ruang

    selayaknya tidak dibatasi oleh batas-batas administrasi tetapi lebih pada batas

    alam yang diENGINEERING guna mendapatkan manfaat kawasan yang lebih

    baik berdasarkan nilai-nilai potensi dan prospektus kawasan yang akan

    dikembangkan

    Keterkaitan Perencanaan terhadap Nilai-Nilai Ekologi;

    Bahwadidalamperencanaan, selayaknyaperencanaan dan pengembangan tata

    ruang itu berbasis pada nilai-nilai lingkungan sehingga menciptakan lingkungan

    yang nyaman.

    Keterkaitan Perencanaan terhadap Nilai-Nilai Profesionalisme Ruang;

    Penggunaan sistem engineering ruang diharapkan nantinya dapat menciptakan

    ruang yang sesuai dengan kebutuhan sehingga terwujud profesionalisme akan

    ruang

    Keterkaitan Perencanaan terhadap Nilai-Nilai Anatomi dan Organisme;

    Esensi pencapaian penataan ruang secara logika, asumsi pendekatannya bisa

    melalui satu persepsi yang diambil dari analogi manusia, hal ini mengandung

    maksud bahwa persepsi perencanaan yang utuh dan paripurna salah satu sumber

    referensinya dilihat dari pola dan bentuk anatomi manusia itu sendiri, dimana

    secara konstruksional masing-masing dari anatomi tersebut membagi peran

    sesuai dengan tingkat perlakuan dan nilai harapan yang dimaksudkan. Sebagai

  • 8/6/2019 Lap Pendahuluan Bab IV Pendahuluan

    20/20

    contoh, pengenaan fungsi wajah lebih kepada pengenaan identitas individu

    tersebut. Maka demikian halnya terhadap persepsi penyusunan RTRW, nilai-nilai

    perlakuan fungsi ruang selayaknya disejajarkan dengan persepsi dan gambaran

    ilustrasi dari anatomi manusia yang mana secara simultan saling berkait dan

    membagi peran berwujud pada satu konsep manusia seutuhnya.

    Keterkaitan perencanaan terhadap nilai-nilai matamorfosis ruang;

    Adalah satu persepsi perencanaan yang mengelaborasi kepentingan pencapaian

    masa depan dalam rentetan satu proses tumbuh kembangnya ruang perencanaan

    dimana proses itu melalui tahapan-tahapan perencanaan yang detail dan akurat

    hingga pencapaian satu konsep ruang yang diinginkan sesuai dengan fungsi dan

    peranannya.

    Keterkaitan Perencanaan terhadap Nilai-Nilai Perencanaan yang berbasis

    Ekologi, Bisnis dan Pariwisata.

    Substansi perencanaan ruang harus berbasis eko bisnis dan pariwisata sehingga

    apapun fungsi/peruntukan ruang dapat menciptakan peluang bisnis dan harus

    mampu menjadi obyek wisata dari ekosistem yang berkelanjutan, sehingga tata

    ruang kita menjadi hidup dan menghidupkan.

    Dalam hal ini, GAGASAN AWAL tersebut diharapkan dapat menjadi landasan pemikiran

    untuk tahap pekerjaan selanjutnya, yaitu penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah

    Kota Makassar.